Anda di halaman 1dari 128

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

I
LATAR BELAKANG POLITIK, SOSIAL
DAN EKONOMI DUNIA PB
1. Latar Belakang Politik
a. Masa Peralihan: Masa Sesudah PL dan Sebelum PB
Masa-masa sesudah PL dan sebelum PB sering dikatakan sebagai masa-masa gelap
karena Allah tidak mengirim nabi-nabi-Nya untuk berbicara kepada umat Israel.
Namun demikian masa ini justru menjadi masa yang sangat penting karena
sekalipun kelihatan-nya diam Allah bekerja dibalik sejarah umat manusia untuk
mempersiapkan mereka menerima pelaksanaan rencana Agung-Nya.
Masa "sesudah PL dan sebelum PB" ini disebut sebagai Masa Peralihan atau Jaman
Intertestamental yang berlangsung kurang lebih 400 tahun. Dalam masa ini Allah
memakai 3 bangsa yang mengambil peranan utama dalam mempersiapkan masa
Perjanjian Baru. Dari catatan kitab-kitab Makabe dan tulisan-tulisan Yosefus, kita
mengetahui fakta-fakta berikut ini:
Bangsa Yahudi/Ibrani :
Bangsa pilihan Allah ini tidak selalu berhasil dalam mentaati dan mengemban
tugasnya sebagai umat pilihan Allah, sehingga Allah sering harus menghukum
mereka dengan membuang mereka menjadi tawanan bangsa-bangsa lain. Namun
justru dengan cara itu Allah menggunakannya untuk maksud baik-Nya. Pada waktu
bangsa Israel dibuang ke tanah Babilonia, mereka tercerai berai ke seluruh dunia.
Ketika bangsa ini hidup di tengah-tengah bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan,
bangsa Israel disadarkan akan pentingnya mempertahankan iman, menyembah
Allah yang monotheisme dan mentaati Hukum Taurat. Melalui bangsa inilah Allah
menyediakan jalan yang sangat baik untuk melihara kelangsungan sejarah
keselamatan yang dijanjikan-Nya bagi umat manusia.
Bangsa Yunani :
Bangsa Yunani melalui Aleksander memberikan sumbangan yang besar dalam
mempersatukan seluruh dunia dalam satu bahasa, yaitu bahasa Yunani. Hal ini
memberikan pengaruh yang besar, karena bahasa Yunani akhirnya dipakai menjadi
bahasa internasional pada masa itu. Ini memberikan keuntungan yang sangat besar
karena bahasa Yunani adalah bahasa berpikir, bahasa yang sangat dibutuhkan oleh
penulis-penulis kitab-kitab PB dalam mengungkapkan istilah-istilah teologia
dengan benar dan akurat.
Bangsa Romawi :
Penguasa Romawi yang menduduki tanah Israel (Palestina) menciptakan suasana
yang relatif damai sehingga pembangunan jalan-jalan dan keamanan menjadi
prioritas negara. Keadaan ini sangat diperlukan dalam mempersiapkan kedatangan
Kristus dan juga ketika Injil disebarkan. Selain itu ada banyak kontribusi yang
diberikan oleh orang-orang Romawi, baik dalam bidang hukum maupun filsafat
yang sangat berguna bagi persiapan penulisan kitab-kitab PB.

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

b. Masa Pemerintahan Romawi


Latar belakang politik dalam dunia Perjanjian Baru adalah kekaisaran Romawi.
Merrill C. Tenney dalam bukunya Survei Perjanjian Baru telah memberikan uraian
terperinci tentang hal ini. Negara Romawi berdiri tahun 753 SM, yang sebelumnya
hanya terdiri dari beberapa kelompok masyarakat di beberapa desa yang akhirnya
merebut banyak kota dan menjadi kerajaan yang besar tahun 265 SM.
Berikut ini adalah kaisar-kaisar Romawi yang memerintah pada masa Perjanjian
Baru:
1. Agustus (27 sM - 14 M). Ketika Tuhan Yesus lahir, pemerintahan sedang
dipegang oleh Kaisar Agustus. Dialah yang memerintahkan sensus
penduduk di Palestina.
2. Tiberius (14-37 M). Ia memerintah semasa Tuhan Yesus dewasa - mati.
3. Caligula (37-41 M). Kaisar yang menganggap dirinya dewa untuk disembah.
Banyak orang Kristen mula-mula yang mati karena melawan perintah untuk
menyembah kepada kaisar.
4. Nero (54-68 M). Kaisar yang kejam dan semena-mena menganiaya orang
Kristen. Paulus dan Petrus mati syahid pada masa pemerintahannya.
5. Vespasian (69-79 M). Pada masa pemerintahannya kota Yerusalem
dihancurkan, termasuk bangunan Bait Allah.
6. Domitianus (81-96 M). Melakukan penindasan yang sangat kejam terhadap
orang-orang Kristen. Memerintah pada masa tua Rasul Yohanes.
Palestina menjadi salah satu negara jajahan Kerajaan Romawi diperkirakan sejak
tahun 63 sM. Kisah dalam PB diawali dari masa pemerintahan Herodes (37sM 4M) yang ditunjuk oleh pemerintah Romawi sebagai raja Yahudi. Sebutan provinsi
diberikan kepada daerah-daerah baru yang ditaklukkan Romawi. Untuk provinsi
yang relatif damai dan setia pada Roma, pemerintahan dipimpin oleh seorang
gubernur. Sedangkan wilayah yang rawan dipimpin oleh seorang wali negeri.
[Lihat: Kis. 13:7; 18:12; Mat. 27:11]
Daerah-daerah jajahan (provinsi) ini biasanya mendapat kebebasan (otonomi) untuk
berdiri sendiri. Kebebasan agama pun juga diberikan kepada mereka (religio licita).
Penarikan pajak juga diserahkan kepada pemerintahan setempat, tetapi di bawah
pengawasan Roma.
2. Latar Belakang Sosial
Di kalangan masyarakat Yahudi, para alim ulama adalah kelompok ningrat yang kaya
karena merekalah yang menguasai perdagangan dan pajak di bait suci. Sedangkan
kelompok mayoritas penduduk biasanya miskin. Mata pencaharian mereka antara lain,
petani, peternak, nelayan dan wiraswastawan kecil lainnya.
Dalam masyarakat non-Yahudi, ada pembagian kelas masyarakat sbb.: kaum ningrat,
kelas menengah, rakyat jelata, kaum budak dan penjahat.

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

3. Latar Belakang Ekonomi


Keadaan tanah daerah sekitar Laut Tengah masa itu cukup subur sehingga hasil
pertanian menjadi sumber hasil utama. Industri belum berkembang, hanya untuk
menghasilkan kebutuhan sehari-hari, misalnya bejana, kain linen, hasil keramik barang
rumah tangga. Barang-barang mahal adalah hasil import negara lain.
a. Mata uang
Mata uang logam yang berlaku saat itu adalah denarius (dinar), dan uang emas
aureus (pound). Satu dinar adalah upah pekerja untuk satu hari kerja (Mat. 20:2).
Tetapi karena pemerintahan provinsi diijinkan mencetak uang sendiri, maka tidak
heran kalau banyak beredar mata-mata uang yang berbeda (Mat. 21:12). Usaha
pinjam meminjam uang juga sangat populer saat itu.
b. Arus perjalanan
Arus perjalanan sangat lancar jaman itu, karena adanya sistem jalan raya yang
sangat baik. Sistem jalan raya ini menghubungkan kota Roma dengan daerahdaerah jajahan yang terbentang luas.
c. Arus perdagangan
Arus perdagangan dari dan ke luar negeri dilakukan lewat laut. Pelabuhan
Aleksandria adalah salah satu pelabuhan terpenting. Banyak kapal-kapal besar
berlayar dari sini. Hasil perdagangan yang banyak didatangkan adalah biji-bijian.

II
LATAR BELAKANG AGAMA DUNIA PB
1. Latar Belakang Dunia PB
Di bawah pemerintahan kaisar Augustus, kesusasteraan Romawi dibangkitkan lagi.
Tulisan-tulisan mereka berupa drama-drama dan cerita-cerita mitos Yunani.
a. Ilmu Pengetahuan
Dalam hal ilmu pengetahuan sudah dikenal ilmu alam sederhana, ilmu pengobatan
umum, ilmu bahasa dan pidato. Seni dan ilmu arsitektur adalah yang paling maju
pesat. Banyak dibangun jembatan, saluran air, gedung-gedung kesenian dan
patung-patung. Ilmu perbintangan banyak dinikmati masyarakat.
b. Hiburan
Untuk hiburan banyak dipertunjukkan pertunjukkan-pertunjukkan musik untuk
menghibur kaum jelata. (tambur, kecapi, seruling dan harpa). Sedangkan hiburan
untuk kaum ningrat (kaya) adalah pertarungan berdarah antara manusia dan hewan
(gladiator) di arena-arena pertunjukkan.
c. Bahasa
Bahasa yang dipakai bermacam-macam: Latin, Yunani, Aramaik dan Yahudi
(Ibrani), masing-masing bahasa mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan untuk
tujuan yang berbeda.
3

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

e. Sistem Pendidikan
Sistem Pendidikan sudah lama dikenal, baik dikalangan masyarakat Yahudi
ataupun non-Yahudi. Masyarakat Yahudi, terutama keluarga memberikan perhatian
yang sangat besar dalam pendidikan terhadap generasi penerusnya. Tujuan utama
adalah agar mereka memelihara budaya dan agama nenek moyang. Ketika ada di
tanah Pembuangan pendidikan dilaksanakan di tempat ibadah Sinagoge.
2. Latar Belakang Agama Dunia PB
a. Agama Primitif
Agama primitif orang Romawi adalah pemujaan terhadap dewa-dewi Yunani,
walaupun tidak berlangsung lama, (hanya sampai abad pertama) karena rakyat tidak
lagi melihat manfaatnya. Bahkan justru sebaliknya, cerita dewa-dewi itu merusak
moral dan kehidupan kaum muda.
Pemujaan kepada kaisar sangat menguntungkan negara karena mendatangkan
kesatuan. Tetapi di lain pihak mendatangkan penganiayaan bagi orang Kristen.
Selain pemujaan-pemujaan itu ada juga pemujaan kepada agama-agama rahasia dan
alam gaib. Namun ini pun kurang memuaskan kehidupan rohani mereka.
Untuk mengatasi itu lahirlah banyak filsafat-filsafat pemikiran yang sistematis yang
lebih disukai karena sanggup memuaskan intelektual yang mereka puja. Contoh
aliran-aliran filsafat yang ada pada saat itu: Platonisme, Gnostisisme, Neoplatonisme, Epikurianisme, Stoicisme, Skeptisisme dll.
b. Yudaisme
Bangsa Yahudi dan agama Yudaisme adalah dua sisi mata koin yang tidak dapat
dipisahkan. Keduanya mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk
dunia Perjanjian Baru, karena dari sanalah kekristenan lahir. Hampir semua
penulis-penulis PB adalah orang-orang Yahudi yang mempunyai latar belakang
agama Yudaisme. Oleh karena itu untuk memahami tulisan-tulisan PB dengan baik
akan ditentukan dari seberapa jauh kita mengerti tentang bangsa Yahudi dan agama
Yahudi.
1. Latar Belakang
Untuk memahami sejarah bangsa Yahudi, kita harus kembali melihat jauh ke
belakang kepada panggilan Allah terhadap Abraham. karena dari Abrahamlah
bangsa "pilihan" ini berasal.
Namun demikian, agama Yudaisme sebenarnya baru dimulai pada masa
"penyebaran" (diaspora) yang terjadi sejak tahun 734 SM, ketika puluhan ribu
orang Yahudi dibuang keluar dari tanah kelahiran mereka. Di tanah
pembuangan itulah orang-orang Yahudi yang setia kepada Taurat mulai
merasakan kesulitan besar untuk tetap beribadah dan mentaati Hukum dan
Taurat mereka.
Sebagian dari mereka yang dibuang ini mulai tergoda untuk mengadopsi caracara hidup kafir, bahkan juga agama kafir. Melihat tantangan yang besar ini
mulailah orang-orang Yahudi sadar betapa berharganya kepercayaan yang
mereka warisi dari nenek moyang mereka. Oleh karena itu mereka mulai
4

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

memikirkan tentang bagaimana mempelajari agama nenek moyang mereka


yang berisi hukum Taurat itu dengan sungguh-sungguh supaya mereka tidak
dicemari dengan budaya dan dunia kafir. Dari sinilah Yudaisme secara resmi
lahir. Salah seorang pelopor utama gerakan ini adalah Ezra, ia mengetuai badan
yang disebut sinagoge agung. Badan yang terdiri dari 120 orang ini bertugas
untuk menghidupkan, memulihkan dan menggolong-golongkan kitab-kitab PL.
Tapi akhirnya badan ini diganti dengan dewan sanhedrin. [Lihat: Dan. 1:5-8;
3:4-7: Ezr. 7:1-6]
2. Pusat Ibadah Yahudi di Yerusalem
Sebelum masa penyebaran/pembuangan, Bait Suci di Yerusalem (yang
dibangun oleh Raja Salomon) adalah satu-satunya pusat ibadah bagi orang
Yahudi. Isi ibadah mereka adalah melakukan perjalanan ke Yerusalem secara
teratur dan mengadakan upacara korban sembelihan di sana. Setelah mereka
dibuang ke tanah asing, mereka tidak mungkin lagi ke Bait Suci untuk
beribadah, apalagi setelah Yerusalem dihancurkan (586 SM). Upaya yang
mereka lakukan untuk menggantikan ibadah adalah dengan menggiatkan
kembali pengajaran tentang Hukum dan Taurat sebagai pusat ibadah mereka
yang baru.
Walaupun Bait Suci kemudian dibangun kembali, ada banyak orang Yahudi
yang masih tinggal di tanah asing dan tidak kembali ke Palestina, bahkan
ternyata lebih banyak orang Yahudi yang tinggal di luar negara mereka. Untuk
memenuhi kebutuhan rohani dan ibadah mereka maka dibangunlah sinagogesinagoge di kota-kota di mana orang Yahudi tinggal. Sinagoge (artinya rumah
ibadat orang Yahudi) tidak bisa dikatakan sebagai tiruan Bait Suci Yerusalem,
karena selain ukuran yang jauh lebih kecil, juga tidak disediakan tempat untuk
membakar korban. Sebagai gantinya dilakukan doa, membaca Taurat,
memelihara hari Sabat, sunat dan memelihara hukum-hukum PL yang mengatur
soal makanan. Inilah yang akhirnya menjadi pusat ibadah Yudaisme. [Lihat:
Maz. 137: 1-5]
3. Tempat Ibadah Yahudi - Sinagoge
Sejak jaman penyebaran/pembuangan peranan sinagoge dalam melestarikan
agama dan budaya Yahudi sangat besar. Di sinilah Yudaisme bertumbuh dan
mengalami kedewasaan. Di setiap kota besar dimana ada kelompok orang
Yahudi tinggal didirikanlah sinagoge. Akhirnya sinagoge juga menjadi balai
sosial di mana penduduk Yahudi di kota itu berkumpul setiap hari minggu
untuk belajar tentang tradisi dan agama Yudaisme. Kesuksesan pemakaian
rumah ibadat orang Yahudi ini sangat mengesankan, sehingga pada waktu
orang-orang Yahudi perantauan pulang ke tanah airnya, sistem ibadah di
sinagoge ini dibawa dan tetap dipraktekkan sampai jaman Yesus dan para
Rasul.
Pemimpin sinagoge disebut "kepala rumah ibadat", yang diangkat dari antara
penatua berdasarkan hasil pemungutan suara. Tugasnya adalah memimpin
kebaktian, menjadi penengah dalam suatu perkara dan memperkenalkan
pengunjung pada jemaat. Penjaga sinagoge disebut hazzan. Tugasnya menjaga
dan memelihara bangunan dan juga harta benda yang ada di sinagoge.

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Dalam sinagoge ada lemari untuk menyimpan gulungan kitab Taurat, sebuah
podium dengan sebuah meja untuk meletakkan Kitab Suci yang sedang dibaca,
dan juga lampu dan bangku serta kursi duduk jemaat. [Lihat: Mar. 5:22; Luk.
13:14; Kis. 13:5; 14:1; 15:43, dst.]
4. Bentuk ibadah
Dalam sinagoge kebaktian dilakukan sbb.:
a). Pembacaan pengakuan iman Yahudi yang disebut shema - (Ul. 6:4,5).
Diikuti dengan puji-pujian kepada Allah yang disebut berakot
("Diberkatilah....").
b). Pembacaan doa, dan juga pembacaan doa pribadi oleh jemaat (dalam hati).
c). Selanjutnya adalah pembacaan Kitab Suci (kitab Taurat dan Pentateukh,
juga kitab Nabi-nabi).
d). Kemudian diikuti dengan Kotbah untuk menjelaskan bagian yang baru saja
dibacakan.
e). Kebaktian diakhiri dengan berkat, yang dilakukan oleh imam. Bentuk/tata
cara ibadah sinagoge ini juga diikuti oleh gereja abad pertama.
5. Aliran-aliran keagamaan dalam Yudaisme.
Walaupun semua orang Yahudi memegang hukum agama yang sama
(Yudaisme) tapi dalam penafsiran dan tujuannya ada bermacam-macam aliran:
a). Kaum Parisi
Berasal dari kata parash, artinya "memisahkan". Aliran yang paling
berpengaruh dan banyak pengikutnya dalam masyarakat. Mereka adalah
para ahli tafsir PL, yang menjunjung tinggi hukum lisan atau adat istiadat
nenek moyang yang mereka taati sampai pada hal yang sekecil-kecilnya.
Karena keahliannya inilah mereka disebut sebagai ahli Taurat. Kelompok
inilah yang paling banyak dijumpai berselisih paham dengan Yesus. Namun
demikian tidak semua orang Parisi munafik ada juga yang sungguhsungguh. [Lihat: Mat. 23:13-15]
b). Kaum Saduki
Nama Saduki berasal dari bani Zadok (Imam Besar). Mereka berjumlah
kecil tetapi sangat berpengaruh dalam pemerintahan, karena anggota mereka
adalah para imam di Bait Allah di Yerusalem.
Pengajaran PL yang mereka terima hanyalah 5 kitab Pentateukh, tidak
percaya pada kebangkitan dan hal-hal supranatural atau kehidupan sesudah
kematian, tetapi mereka berpegang ketat hanya pada tafsiran-tafsiran
harafiah Taurat. [Lihat: 2Sam. 15:24-29; Kis. 23:8]
c). Kaum Zelot
Mereka adalah kaum nasionalis fanatik yang ingin melepaskan diri dari
penjajahan Romawi. Mereka percaya bahwa Allah adalah satu-satunya
pemimpin mereka. Oleh karena itu mereka sering mengadakan
pembrontakkan melawan pemerintah Romawi. [Lihat: Kis. 5:37; Mar.
12:14]
d). Kaum Eseni
Eseni artinya "saleh" atau "suci". Mereka ini tidak secara resmi disebut
dalam kitab-kitab PB, tetapi keberadaan mereka diakui oleh tradisi sebagai
6

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

biarawan-biarawan Yahudi yang hidup membujang. Mereka juga


menjalankan hidup sederhana dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan
hidup bersama. Kelompok ini sering dihubungkan dengan penemuanpenemuan naskah Qumran, walaupun tidak ada bukti kuat.
e). Kaum Helenis
Kelompok ini disebut kaum Helenis karena mereka adalah orang-orang
keturunan Yahudi tetapi telah mengadopsi kebudayaan dan bahasa Yunani
dan tidak lagi mengikuti tradisi dan adat istiadat Yahudi, kecuali dalam hal
iman agama mereka.
6.

Hari-hari Raya Yahudi


Orang-orang Yahudi banyak merayakan hari-hari penting yang pada umumnya
dihubungkan dengan perayaan keagamaan yang memiliki latar belakang erat
dengan sejarah kehidupan bangsa Israel. Hari-hari Raya tsb. antara lain:
Perayaan Paskah, Hari Raya Roti Tidak Beragi, Hari Raya Pentakosta, Hari
Raya Tahun Baru, Hari Perdamaian, Hari Raya Pondok Daun. Lima hari raya
ini diadakan berdasarkan aturan dalam Hukum Muda. Sesudah masa
pembuangan mereka menambah perayaan Hari Raya Meniup Serunai, Hari
Raya Purin.

III
KANON DAN KITAB-KITAB PB
1. Kanon PB
Pengumpulan naskah-naskah PB terjadi sebagai proses pimpinan Roh Kudus dalam
memelihara hasil inspirasi yang dituliskan oleh para penulis Alkitab. Pengumpulan
naskah-naskah PB yang akhirnya diterima sebagai kitab-kitab PB dalam Alkitab
disebut sebagai Kanonisasi. Melalui beberapa peristiwa, penyeleksian penyusunan
daftar kitab (kanon) itu akhirnya diterima gereja.
a. Pengertian Kanon
Kata kanon berasal dari kata Yunani kanon, artinya buluh. Karena pemakaian
"buluh" dalam kehidupan sehari-hari jaman itu adalah untuk mengukur, maka
kanon juga berarti sebatang tongkat/kayu pengukur atau penggaris.
Namun pada abad ke 4 Athanasius memberikan arti teologis bahwa kanon dipakai
untuk menunjuk kepada Alkitab. Sehingga artinya adalah: Daftar naskah kitabkitab dalam Alkitab yang berjumlah 66 kitab, yang telah memenuhi standard
peraturan-peraturan tertentu yang diterima oleh Gereja Tuhan sebagai kitab-kitab
Kanonik yang diakui diinspirasikan oleh Allah dan memiliki otoritas penuh dan
mutlak terhadap iman Kristen dan perbuatannya.
b. Sejarah Kanon PB
Setelah kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga, pengajaran Injil diteruskan oleh
para Rasul Tuhan dengan otoritas penuh karena merekalah saksi-saksi mata tentang
keselamatan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Tulisan-tulisan tentang pengajaran
iman Kristen oleh para Rasul sangat dibutuhkan mengingat bahwa merekalah para
saksi mata yang dapat memberitakan pengajaran Injil Yesus Kristus dengan jelas
7

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

dan menafsirkannya dengan tepat, sesuai dengan pimpinan Roh Kudus kepada
mereka. Selama thn. 100 - 200 M, tulisan-tulisan para Rasul itu dipakai dan
dikumpulkan oleh sidang-sidang jemaat dan kemudian di teruskan oleh gerejagereja generasi berikutnya.
c. Daftar Kanon PB
Beberapa Daftar Kanon PB yang pernah berlaku dalam sejarah gereja:
1. Daftar Marcion
Daftar buku PB yang tertua disusun di Roma pada tahun 140 M oleh seorang
bidat yang bernama Marcion. Menurut Marcion kitab PL harus ditolak dan juga
kitab-kitab PB yang dipengaruhi oleh Yudaisme, karena menurutnya Allah PL
mempunyai status yang lebih rendah dari Allah yang dinyatakan dalam diri
Kristus. Itu sebabnya kanon Marcion hanya terdiri dari 2 bagian:
Kitab Injil Lukas (Injil yang tidak dipengaruhi oleh Yudaisme)
8 Surat Paulus (3 Surat Penggembalaan tidak dimasukkan), yaitu: 1 & 2
Korintus, Efesus (Laodikia), Filipi, Kolose, 1 & 2 Tesalonika, Filemon.
2. Daftar Muratori
Daftar lain yang lebih muda dikenal dengan sebutan "Fragmen Muratori",
berasal dari Roma pada akhir abad dua. Pada daftar kanonnya dimasukkan:
Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul.
9 Surat Paulus kepada Jemaat dan 4 kepada perorangan.
2 Surat Yohanes, Wahyu Yohanes dan Wahyu Petrus (kitab dari apokrifa).
3. Konsili Hippo (393M) dan Konsili Kartago (397M)
Konsili gereja di Afrika Utara ini menerima daftar 27 kitab-kitab PB yang kita
pakai sekarang. Penerimaan mereka didasarkan pada kesadaran akan nilai kitabkitab itu sebagai yang diinspirasikan oleh Allah. Ditambah lagi dengan fakta
bahwa kita-kitab tsb. telah umum digunakan oleh gereja-gereja saat itu.
d. Kanon Injil dan Kisah Para Rasul
Pada mulanya kitab-kitab Injil itu merupakan satu kumpulan kitab dalam bentuk
tunggal, tetapi dilaporkan sebagai "Menurut Matius", "Menurut Markus" dsb. Tapi
pada tahun 115 M, Ignatius mengenal lebih dari satu Injil, jadi mungkin yang
dimaksud adalah kumpulan Injil-injil.
Sekitar tahun 170 M, seorang bernama Tatianus membuat Injil rangkap empat
menjadi satu cerita yang bersambung, atau disebut "Harmoni Injil-injil"
(Diatessaron), salah satu bentuk yang disukai banyak orang.
Walaupun ada lebih dari 4 Injil yang dikenal jaman itu (mis. Injil Barnabas dll.),
tapi Ireneus berkata bahwa tidak ada Injil lain selain 4 Injil yang sudah dikenal
(Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Ia berkata, seperti halnya 4 arah mata angin,
maka gereja juga mempunyai 4 Injil sebagai tiang penyangga gereja.
Kitab Kisah Para Rasul mendapatkan pengakuan kanonik karena penulisnya sama
dengan Injil ketiga (Lukas). Kedudukan kitab ini penting dalam kanon PB karena
merupakan kitab yang sentral, menjadi penghubung antara kitab-kitab Injil dan
Surat-surat Kiriman.

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

2. Kitab-Kitab Perjanjian Baru


a. Nama
Nama Perjanjian Baru berasal dari bahasa Latin Novum Testamentum. Istilah
Testament atau covenant (bhs. Inggris) ini, artinya persetujuan antar dua pihak
yang mengikat, lebih kuat dari hanya sekedar janji.
Bahasa Yunani dari Perjanjian Baru adalah He Kaine Diatheke, artinya pesan atau
wasiat terakhir, yang melibatkan dua belah pihak dan sifatnya mengikat dan tidak
dapat diubah. Oleh karena itu makna kata "Perjanjian Baru" disimpulkan sebagai
perjanjian tertulis yang merupakan wujud persetujuan/kesepakatan yang baru antara
Allah dan manusia melalui Kristus.
b. Isi
Isi dari Perjanjian Baru adalah penyataan rahasia janji Allah yang baru yang
diwujudkan dalam catatan tentang kata-kata/pengajaran Yesus dan pada pengikutNya. Catatan ini terdiri dari 27 buku, yang ditulis dalam kurun waktu 45-50 tahun,
ditulis oleh 8-9 orang penulis (berbangsa Yahudi kecuali Lukas). Pengelompokan
isi Perjanjian Baru dapat dibagi sbb.:
1. Buku-buku yang berisi sejarah:
Kitab Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul;
menceritakan tentang kehidupan dan kematian Yesus dan riwayat para
pengikut-Nya setelah Yesus diangkat ke surga.
2. Buku-buku yang berisi pengajaran doktrin:
Semua surat-surat kiriman Rasul Paulus dan Rasul-rasul lain; surat-surat itu
khususnya ditujukan kepada jemaat untuk mengajarkan tentang pokok-pokok
iman Kristen serta pelaksanaan hidup Kristen.
3. Buku yang berisi nubuat:
Kitab Wahyu; mengungkapkan nubuatan masa kini dan masa yang akan datang
melalui penglihatan dan pengalaman supranatural.
c. Susunan Kitab-kitab PB
27 Kitab yang ada dalam Alkitab PB disusun tidak berdasarkan urutan tahun
ditulis, melainkan berdasarkan kronologis sejarah kisahnya dan sebagian karena
sifat-sifat sastranya. Susunan tsb. adalah sbb.:
Dua puluh tuju kitab dalam Perjanjian Baru diklasifikasikan menjadi lima
kelompok, yakni 5 Kitab Sejarah, 9 Surat kiriman kepada Jemaat Kristen, disusul 4
Surat Penggembalaan serta diakhiri dengan 9 Surat kiriman kepada orang-orang
Kristen Ibrani. Ada pula yang mengklasifikasikannya menjadi lima, yakni dengan
menempatkankan kitab Wahyu sebagai klasifikasi tersendiri.
1. Kitab Sejarah [5]
Lima kitab pertama dalam PB adalah Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, yang
seluruhnya bersifat historis dan merupakan landasan bagi segenap kitab-kitab
berikutnya.

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

2. Surat-surat Kiriman kepada Jemaat Kristen [9]


Di mana kesembilannya ditulis oleh rasul Paulus, yang ditujukan kepada
Sidang Jemaat Kristen atau Gereja Kristen, yaitu Roma, 1 dan 2 Korintus,
Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 dan 2 Tesalonika.
3. Surat-surat Penggembalaan [4]
Kalau 9 surat di atas ditujukan kepada Jemaat Kristen, empat surat
penggembalaan yang ditulis oleh rasul Paulus ini dikirimkan kepada
perseorangan. Dua surat pertama ditulis kepada Timotius, salah seorang anak
rohani Paulus. Surat yang ketiga dikirim kepada Titus. Sedang yang keempat
ditujukan kepada Filemon, seorang pemimpin Kristen di Kolose, juga
memimpin suatu Sidang Jemaat yang berhimpun di rumahnya sendiri.
4. Surat-surat kiriman kepada Orang-orang Kristen Ibrani [9]
Ke-9 surat itu ialah Ibrani, Yakobus, 1 dan 2 Petrus, 1,2 dan 3 Yohanes, Yudas
dan Wahyu. Kitab yang disebut terakhir digolongkan sebagai Surat, karena
sesungguhnya itu adalah surat Tuhan Yesus (walau dinyatakan dengan
perantaraan Yohanes).
Kitab Ibrani ditujukan kepada orang-orang Ibrani. Begitupun dengan Kitab
Yakobus Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada
kedua belas suku di perantauan (Yak. 1:1). Sedangkan Surat Petrus,
dialamatkan kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia,
Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1 Pet. 1:1), di mana ini dimaksudkan
orang-orang Ibrani dalam perserakan.
Sementara Surat Yohanes yang pertama, tidak mengetengahkan kata-kata
pengantar. Tetapi dua surat berikutnya, yang pendek itu dialamatkan kepada
perorangan Yahudi.
Hal ini nampak dalam 3 Yohanes 7: Sebab karena
namaNya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari
orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ucapan seperti ini hanya bisa dapat
diucapkan antara esame Yahudi.
5. Kitab Nubuat
Sedang Kitab Wahyu, merupakan wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan
Allah kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada hamba-hambaNya apa yang
harus segera terjadi. Dan oleh malaikatNya Ia telah menyatakannya kepada
hambaNya Yohanes. (1:1-2)
d. Keserasian Kitab-kitab PB
Hubungan antara kitab yang satu dengan yang lainnya menunjukkan saling
melengkapi dan adanya keserasian.
Mengenai urutan letak 27 kitab dalam Perjanjian Baru, T.D. Bernard menegaskan
bahwa urutan tersebut dengan sesungguhnya memperlihatkan suatu perkembangan
buah pikiran dan doktrin-doktrin yang tahap demi tahap kian diperkembangkan,
maka masing-masing kitab ini adalah yang ditempatkan pada tempatnya yang
sewajarnya, berdasarkan jenis hubungan yang tertinggi yang bisa terdapat antara
kitab-kitab itu satu sama lain.
Urutan itu mempunyai keserasian yang hakiki, dan jelas dikehendaki oleh suatu
kuasa yang lebih tinggi daripada kuasa akali manusia. Matius ditempatkan pada
urutan pertama, selanjutnya disusul dengan tiga Injil berikutnya yaitu Markus,
10

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Lukas dan Yohanes. Ketiga Injil pertama memperkenalkan kepada segi-segi


lahiriah dari manifestasi ilahi serta mendidik kita untuk menerima mahkota
penyataannya dalam Yohanes, yang mengungkap rahasia dan kemuliaan yang
batiniah.
Matius ditempatkan pertama sekali, yaitu pada permulaan PB, karena Matius
menghubungkan kedua Perjanjian (PL dan PB), dan menunjukkan penggenapan
dari nubuatan-nubuatan PL, dan persiapan bagi kedatangan Kristus, seperti yang
berulang kali didengungkan Matius Supaya genaplah yang difirmankan Tuhan.
Matius menjalin pemberitaannya dalam keseluruhan sejarah bangsa Yahudi, karena
secara jasmani Yesus adalah keturunan bangsa tersebut.
Injil Markus bergerak meninggalkan penyesuaian Injil kepada alam keyahudian
seperti yang dilakukan Matius. Injilnya pertama ditujukan kepada orang Roma
bukan Ibrani. Injilnya diserasikan dengan orang-orang Roma yang telah bertobat.
Markus tidak menyebut silsilah Tuhan Yesus selaku keturunan Raja Daud dan
Abraham. Hanya 2 kali terdapat ucapan supaya genaplah yang difirmankan,
sementara Matius menyebutnya 11 kali. Tuhan Yesus dilihat bukan terutama
untuk menggenapi apa yang lalu, melainkan untuk berkuasa atas yang sekarang.
Tuhan Yesus adalah Pembuat mujizat yang berkuasa terhadap alam yang kelihatan
maupun yang tidak kelihatan. Markus adalah Injil Perbuatan.
Tidak seperti dua Injil pertama, Injil Lukas memulai dengan mukadimah dan
mengalamatkannya kepada seorang bukan Yahudi yang telah bertobat. Dalam Injil
ketiga inilah Yesus diperkenalkan sebagai Anak Manusia, di mana eksistensinya
sebagai Juruselamat yang diperuntukkan bagi suluruh bangsa.
Keselarasan-keselarasan lainya begitu nampak jelas dalam hal berikut.

Perkembangan lahirian dari Matius, melalui Markus sampai kepada Lukas


berbarengan dengan perbedaan rasial dari ketiganya. Matius, disebut juga
Lewi, anak Alpius, adalah seorang Yahudi, dan keluarga dekat Tuhan Yesus.
Markus, disebut juga Yohanes (Kis. 12:2), adalah peranakan campuran (Yahudi
+ non-Yahudi), mungkin karena itulah nama Ibraninya Yohanes dan Markus
(Yunani). Lukas adalah orang bukan Yahudi.

Perkembangan lahiriah daripada Injil ini, dari Matius (orang Yahudi), melalui
Markus (peranakan Yahudi + Non) sampai kepada Lukas (orang non-Yahudi),
selaras dengan perluasan Injil diberitakan sebagaimana dicatat dalam Kisah
Para Rasul (1:8).

Keterkaitan bukan saja terbatas pada ketiga injil pertama, tetapi juga berlanjut pada
Injil keempat, yakni Yohanes. Kalau Kristus yang historis itu diberitakan dalam 3
tahap perkembangan, yaitu dari pangkal permulaannya yang bersifat keyahudian
sampai kepada penyesuaiannya bagi orang-orang bukan Yahudi, maka puncak
penyempurnaan penyuguhan ketiga Injil sinoptis itu ialah Injil Yohanes.
Kebenaran yang tadinya disimpulkan dari Injil sinoptis itu sekarang secara
langsung diproklamirkan dalam Injil Yohanes: Yesus yang historis itu adalah anak
Allah yang kekal, Juruselamat dunia; Dia bukan saja mengajarkan kebenaran, tetapi
Ia sendirilah kebenaran itu. Ia bukan saja yang menunjukkan jalan kepada
kehidupan, tetapi dia sendirilah jalan kehidupan itu.

11

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Kisah Para Rasul ditempatkan menyusul setelah Injil, sebab kita perlu melihat
fakta-fakta lahiriah yang sekarang telah lengkap dari kehidupan, kematian,
kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus dalam artinya yang pertama bagi orangorang Yahudi. Begitupun Kisah Para Rasul harus mendahului Surat-surat kepada
Jemaat Kristen, karena dengan demikian kita dipersiapkan untuk melihat faktafakta Kristus dalam artinya yang penuh bagi Gereja.
Penempatan urutan seperti yang kita lihat sekarang sungguh menampakkan suatu
keserasian yang luar biasa. Hal ini bukan saja nampak pada keempat Injil tersebut
di atas. Tetapi keserasian mana juga nampak begitu indahnya dalam kitab-kitab
yang ditempatkan berikutnya, yakni Surat-surat Kiriman. Coba kita perhatikan
keserasian itu dalam hal berikut:
1. Ada tiga perkataan dalam mana arti kehidupan Kristen, setidaknya ditinjau dari
segi kemanusiaannya, yaitu: iman, pengharapn dan kasih, seperti yang tertulis
dalam 1 Kor. 13:13. Ketiga penulis surat kiriman PB ialah Paulus, Petrus dan
Yohanes; dan ketiganya berbicara tentang iman, pengharapan dan kasih,
namun masing-masing mereka mempunyai penekanan tersendiri. Pertama-tama
datang Paulus, yang secara kentara merupakan rasul iman. Kemudian datang
Petrus, rasul pengharapan, dan akhirnya Yohanes, rasul kasih.
2. Bila kita simak dengan seksama dalam ke-9 surat kiriman kepada Jemaat
Kristen, menunjukkan suatu urutan perkembangan rohani yang serasi; yaitu: 4
surat pertama (Rom, 1 dan 2 Kor., Gal.) menitikberatkan Salib; 3 surat
berikutnya (Ef., Fil.dan Kol.) menitikberatkan Jemaat; dan 2 surat terakhir (1
dan 2 Tes.) menitikberatkan Kedatangan Kristus yang kedua kali.
3. Selannjutnya kalau kita perhatikan lihat ke-9 surat berikutnya, yang dikirimkan
kepada orang-orang Kristen Ibrani, kita menyaksikan betapa keseimbangan
rohani itu terpelihara pada setiap perkembangannya. Dua surat pertama (Ibr.,
Yak.) meletakkan penekanan pada iman dan perbuatan; 2 surat berikutnya (1
dan 2 Pet.) meletakkan tekanan pada pengharapan dan pertumbuhan; 4 surat
berikutnya (1, 2 dan 3 Yoh, Yudas) menekankan pada kasih dan pergumulan;
dan yang terakhir (Why) pada kemenangan dn warisan.
4. Keserasian hubungan itu pula terlihat jelas diantara surat-surat kiriman itu
sendiri, yakni antara ke-9 surat kiriman kepada Jemaat Kristen (Rom., Kor.,
Gal., Ef., Fil., Tes. dan Kol.)*; ke-4 surat Penggembalaan (Tim., Tit. dan
Filemon) dan ke-9 surat yang dikirmkan kepada orang-orang Kristen Ibrani
(Ibr., Yak.., Pet., ketiga Yoh.dan Why.)$, sebagai berikut:
a. Sama-sama dimulai dengan uraian mengenai doktrin-doktrin

Dalam surat pertama dari 9 surat kiriman*, yakni Roma: kepada orangorang Roma menyatakan kepada kita bahwa penyelamatan oleh Tuhan
Yesus adalah satu-satunya jalan.

Dalam surat pertama dari 9 surat kiriman$, yakni Ibrani: kepada orangorang Ibrani menyatakan kepada kita bahw penyelamatan oleh Tuiha
Yesus adalah jalan yang terbaik.

Ada Juruselamat yang terlebih baik yaitu Yesus dan persembahan


korban yang lebih baik, yaitu Golgota, dan suatu azas yang terlebih
baik yaitu iman.

12

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

b. Sama-sama diakhiri dengan menyingkapkan tentang Kedatangan Kristus


Kedua Kali (KKKK) dan nubuatan yang pasti akan digenapi, yaitu dalam
(*: Tesalonika) dan dala ($: Wahyu).
c. Pada akhir kelompok yang satu dalam 1 dan 2 Tesalonika diberitakan
tentang KKKK, istimewa dalam hubugannya dengan Gereja. Pada akhir
kelompok yang lain dalam Wahyu diberitakan tentang KKKK dalam
hubungannya dengan Israel dan bangsa-bangsa di dunia.
e. Periode PB
Penempatan susunan kitab-kitab dalam Alkitab tidaklah sesuai dengan urutan usia
penulisannya, tetapi kronologi peristiwanya. Untuk memudahkan penyelidikan,
masa dalam PB dapat dibagi menjadi 3 periode waktu:
1. Periode Kelahiran (5 sM - 30 M)
Masa kehidupan Yesus diuraikan dalam kitab-kitab Injil.
2. Periode Perkembangan (30 M - 60 M)
Masa perkembangan karya kerasulan, khususnya pelayanan Rasul Paulus
kepada jemaat non-Yahudi.
3. Periode Pemantapan (60 M - 100)
Masa ini (60-100M) tidak banyak diketahui, tapi yang jelas banyak tulisantulisan para Rasul dan juga kitab Injil yang baru beredar pada tahun-tahun ini.

13

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

MATIUS
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

1. Penulis
Meskipun tidak dijelaskan secara langsung siapa penulisnya, namun tidak ada sesuatu
yang meragukan bahwa penulisnya adalah Matius (nama Yunaninya), yang kadangkadang disebut Lewi (nama Ibraninya), anak Alpius, pemungut cukai, salah satu dari
keduabelas murid Yesus (Mat. 9:9).
Beperapa tokoh sejarah gereja berikut ini mengakui pula bahwa penulis Injil Matius
adalah Matius sendiri. Papias, uskup Hierapolis, menulis pada tahun 130 bahwa
Matius telah mencatat pengajaran-pengajaran Yesus. Hal serupa disinggung pula
oleh seorang ahli sejarah pada abad ke-3-4, yakni Eusebius. Menurut Ireneus (+ 185
T.M.) menyatakan bahwa pengajaran-pengajaran itu adalah Injil Matius.
2. Waktu
Banyak ahli teologia berpendapat bahwa Injil Matius ditulis antara tahun 60-65.
sedangkan dari mana Injil itu ditulis juga tidak dapat dipastikan. Kita ini banyak
dipakai oleh jemat di Siria, di mana kebanyakan anggotanya aalah orang Yahudi.
Jemaat paling tua dan yang paling mempunyai pengaruh terhadap yang lain di daerah
itu adalah jemaat di Antiokia. Karena itulah banyak yang berpendapat bahwa Injil
Matius ditulis di Antiokia.
3. Penerima
Dalam Injil Matius sering mengutip dan menyinggung Perjanjian Lama tanpa
penjelasan apapun. Ini hanya mungkin untuk orang-orang Yahudi yang sudah
mengenal PL. (Bdg. Mat. 4:12-16.).
4. Isi Kitab: Injil Matius terdiri dari 28 pasal. Menyatakan bahwa Yesus orang Nazaret
sungguhlah Mesias (Juruselamat), Raja yang dijanjikan, sebagai penggenapan
nubuatan para nabi dalam Kitab Perjanjian Lama. Kalimat pertama yang dikatakan oleh
penulis: Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, Anak Abraham (Mat. 1:1).
Kelahirannya disambut oleh para raja (Orang majus) (Matius 2:1-12), selanjutnya
mereka mempersembahkan kepadaNya. How are you ?. Herodes (raja) pun sirik
padaNya (Mat. 2:1-18).
Injil ini dimulai dengan silsilah (layaknya keturunan raja), dan diakhiri dengan
pernyataan layaknya seorang raja: kepadaKu telah diberikan segala kuasa...(Mat.
1:1; 28:18).
Tidak kurang dari tiga puluh kali disebut kerajaan surga dalam Injil Matius.
Lima kali Yesus berbicara mengenai Kerajaan Allah (6:33; 12:28; 19:24; 21:31,
43). Tuhan Yesus menegaskan bahwa kerajaan-Nya akan memiliki wujud lahirian
pada akhir zaman (8:11; 13:40-43). Ia juga menandaskan bahwa secara rohani
kerajaan-Nya sudah ada sejak sekarang (4:17; 12:28).
Yesus berbicara mengenai suatu kerajaan.
Dia menjelaskan apa sebenarnya Kerajaan Allah itu: bukan suatu tempat, tetapi
Allah secara aktif memerintah dunia ini. Mat 9:35
Dia sendiri adalah Raja. Mat 2:2, 16:28
14

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Dia memberitahukan persyaratan revolusioner untuk dapat masuk ke dalamnya.


Mat 5:3,10,20; 7:21; 19:14,23,24
Kerajaan-Nya sudah hadir saat ini. Mat 12:28
Kerajaan-Nya yang sempurna masih akan datang. Mat 16:28
Pertumbuhan Kerajaan-Nya itu pasti, walaupun tersembunyi. Mat 3:1-23
Kerajaan Allah layak mendapat prioritas utama manusia. Mat 6:33; 13:44-46

5. Isi Global
a. Pasal 1-4 (Mat 1:1-4:1).
Raja (Juruselamat) yang dinantikan sudah datang. Bagian ini memaparkan
keturunan Yesus, dari Abraham, Ishak dan Yakub, dengan maksud untuk
menunjukkan, bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat (Raja) yang diutus Allah
sebagai penggenap nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama.
b. Pasal 4-25 (Mat 4:12-25:46 ).
Raja (Juruselamat) itu memberikan ajaran ajaran. Bagian ini berisikan ajaranajaran dasar yang menjadi ciri hidup kerajaan-Nya. Dan juga Yesus menunjukkan
kuasa-Nya atas alam semesta, atas penyakit-penyakit melalui mujizat-mujizat yang
dilakukan-Nya.
Pasal 5:1-12, siapa yang berbahagia ?
Pasal 6 dan 7 terkait dengan hal praktis baik terhadap diri sendiri dan orang
lain.
Raja itu melakukan 20 mujizat (lihat pasal 8, 9, 12, 14, 15, 17, 20, 21).
Pasal 11:25-30
Pendalaman
o Buka dan bacalah Mat 11:25-30. Apakah yang akan saudara dapati,
kalau mau datang pada Yesus Sang Raja ?
o Buka dan bacalah Mat 16:24. Apakah yang menjadi syarat bagi
pengikut Yesus ?
o Buka dan bacalah Mat 24:24-25. Tuhan Yesus menyatakan, bahwa
setelah Ia kembali ke sorga, akan datang Juruselamat yang palsu,
karena hanya Yesuslah Juruselamat yang asli. Saudara mau yang
mana, yang asli atau yang palsu ?
c. Pasal 26-27 (Mat 26:1-27:66).
Raja (Juruselamat) mengorbankan dirinya untuk keselamatan umat-Nya
Pemahaman
o Buka dan bacalah Mat 26:26-28. Bagian ini menjelaskan, sebelum Raja itu
mengorbankan diri-Nya, Ia terlebih dahulu mengajak murid-murid-Nya
untuk mengadakan perjamuan suci. Hal ini merupakan lambang daripada
pengorbanan-Nya di kayu salib. Dan Ia mengamanatkan agar perjamuan
yang serupa dilakukan oleh murid-murid-Nya, setelah kenaikan-Nya
kesorga. Perjamuan ini disebut Perjamuan Kudus. Ini berarti setiap orang
yang percaya pada Yesus, harus mengikuti upacara Perjamuan Kudus
tersebut. Apakah arti Perjamuan Kudus ?
o Buka dan bacalah Mat 27:54. Apakah pengakuan dari komandan prajurit
Roma tentang Yesus ? Bagaimanakah pendapat saudara, siapakah Yesus ?
15

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

d. Pasal 28 (Mat 28:1-20).


Raja (Juruselamat) itu memperlihatkan kemenangannya atas segala kuasa di dunia
dan di sorga. Bagian ini menjelaskan, bagaimana Raja yang mengorbankan diriNya itu berkuasa atas segala kuasa kematian karena Dialah yang mempunyai segala
kuasa baik di sorga maupun di dunia.
6. Garis Besar
[1]

Kedatangan Mesias Mat 1:1-4:25


Mat 1:1-17
Silsilah keluarga Yesus
Mat 1:18-25
Kelahiran Yesus
Mat 2:1-23
Kunjungan orang Majus
Mat 3:1-17
Pelayanan Yohanes Pembaptis
Mat 4:1-11
Pencobaan terhadap Yesus
Mat 4:12-25
Yesus mulai berkhotbah

[2]

Khotbah Di Bukit
Mat 5:1-12
Mat 5:13-16
Mat 5:17-48
Mat 6:1-7:29

[3]

Khotbah Tentang Kerajaan Surga Mat 8:1-9:38


Mat 8:1-17
Yesus berkhotbah melalui penyembuhan
Mat 8:18-22
Yesus berbicara tentang kemuridan
Mat 8:23-9:8
Yesus memperlihatkan kuasa-Nya
Mat 9:9-13
Yesus memanggil Matius
Mat 9:14-17
Yesus berbicara tentang puasa
Mat 9:18-38
Yesus menyembuhkan lagi

[4]

Misi Dari Dua Belas Rasul Mat 10:1-42


Mat 10:1-15
Tugas mereka
Mat 10:16-42
Masa depan mereka

[5]

Tanggapan Orang Banyak Mat 11:1-12:50


Mat 11:1-19
Pertanyaan-pertanyaan Yohanes
Mat 11:20-30
Ketidakacuhan orang banyak
Mat 12:1-50
Pertentangan dari orang Farisi

[6]

Perumpamaan-Perumpamaan Tentang Kerajaan Surga Mat 13:1-58

[7]

Penyataan Tuhan Yesus Mat 14:1-17:27


Mat 14:1-12
Kematian Yohanes Pembaptis
Mat 14:13-36
Tuhan atas semesta alam
Mat 15:1-20
Sikap Yesus terhadap tradisi
Mat 15:21-16:4 Mukjizat dibuat dan dijelaskan
Mat 16:5-12
Peringatan terhadap para pemimpin agama
Mat 16:13-28
Pengakuan Petrus
Mat 17:1-13
Yesus dimuliakan
Mat 17:14-27
Kembali ke dunia yang berdosa

[8]

Gaya Hidup Gereja Mat 18:1-35

[9]

Jalan Menuju Salib Mat 19:1-20:34


Mat 19:1-12
Ajaran yang Yesus berikan
Mat 19:13-30
Orang yang Yesus temui
Mat 20:1-16
Perumpamaan yang Yesus ceritakan

Mat 5:1-7:29
Ucapan bahagia
Garam dan terang
Sikap Yesus terhadap hukum Taurat
Yesus mendorong kehidupan agama yang benar

16

Introduksi Perjanjian Baru

Mat 20:17-28
Mat 20:29-34

Kasiatin Widianto, M.Th

Penderitaan yang Yesus nubuatkan


Penyembuhan yang Yesus lakukan

[10] Saat Di Yerusalem Mat 21:1-23:39


Mat 21:1-11
Masuk kota dengan penuh kemenangan
Mat 21:12-27
Di Bait Allah
Mat 21:28-22:46 Perumpamaan dan pertanyaan
Mat 23:1-39
Kecaman Yesus
[11] Keadaan Masa Depan Mat 24:1-25:46
[12] Puncak Misi Kristus Mat 26:1-28:20
Mat 26:1-35
Peristiwa-peristiwa sebelum Getsemani
Mat 26:36-27:31 Penangkapan dan penghakiman atas Kristus
Mat 27:32-66
Penyaliban
Mat 28:1-20
Kebangkitan dan sesudah itu
7. Ayat Mas: Matius 28:18-20.
8. Tugas: daftarkan semua mujizat dalam kitab ini dan tulislah dalam satu kalimat
tentang apa yang dinyatakan mengenai Yesus dalam tiap-tiap mujizat.

9.

More Info: Terdapat hal yang menarik perlu kita perhatikan pula bahwasannya dalam
pelayanan Tuhan di Galelia (4:12-18:3), yakni 3 sepuluh:
a. Amanat yang Sepuluh Berganda (5-8)
1) Ucapan Bahagia (5:3-16)
Siapa yang akan menjadi warga Kerajaan Sorga.
2) Pola-pola Kesulilaan (5:17-48)
Atau, Kristus lawan Kamu telah mendengar
3) Motif-motif Agama (6:1-18)
Sedekah (ay 1), doa (ay 5), puasa (16)
4) Mementingkan Materi (6:19-24)
Atau, keduniawian lawan ibadat
5) Kuatirkan Nyawa (6:25-34)
Atau, kecemasan lawan ketawakalan kepada Tuhan
6) Kaidah Sosial (7:1-6)
Tuduhan (ay 1) dan supaya berhati-hati (ay 6)
7) Penghiburan (7:7-11)
Doa dapat mendatangkan banyak berkat
8) Ayat Ringkasan (7:12)
Hidup yang menggenapi perintah Alkitab
9) Pemilihan Antara Dua Macam Kehidupan (7:13-14)
Dua jalan: lebar dan sempit
10) Peringatan yang Terakhir (7:15-27)

17

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

b. Sepuluh Macam Mujizat (8-10)


1) Pentahiran seorang penderita kusta (8:1-10)
2) Penyembuhan budak kepala pasukan dari sakit lumpuh (8:5-13)
3) Penyembuhan mertua Petrus dari sakit demam (8:14-15)
4) Meneduhkan angina rebut (8:23-27)
5) Penyembuhan dua orang Gadara yang kerasukan setan (8:28-34)
6) Penyembuhan seorang lumpuh (9:1-8)
7) Penyembuhan seorang perempuan sakit pendaraan (9:18-22)
8) Menghidupkan putrid kepala rumah ibadat (9:23-26)
9) Penyembuhan dua orang buta (9:27-31)
10) Penyembuhan orang kelu yang dirasuk setan (9:32-34)
c. Sepuluh Macam Reaksi (11-18)
PIHAK

REAKSINYA

1) Yohanes Pembaptis
2) Angkatan ini
3) Kota-kota Galilea
4) Farisi
5) Orang banyak
6) Orang-orang Nasaret
7) Raja Herodes
8) Ahli Taurat dari Yerusalem
9) Farisi dan Saduki
10) Murid-murid

belum yakin (11:3)


tidak menerima (11:17)
tidak bertobat (11:20)
tidak mau mengerti (12:10, 14, 24)
tidak melihat ((13:13-15)
tidak percaya (13:58)
tidak cerdas (14:2)
tidak suka berdamai (15:2,12)
tak merasa kasihan, suka cari kesalahan (16:6)
mengakui dengan sukacita (16:6)

18

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

MARKUS
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1. Penulis
Nama penulis tidak disebut dalam Injilnya, baik langsung maupun tidak langsung.
Tetapi tradisi gereja mula-mula menegaskan dengan suara bulat bahwa penulis Injil
Markus adalah Markus yang disebut dalam Kis. 12:12. Dia adalah murid Petrus (1 Pet.
5:13). Dalam ayat ini disebut bahwa Markus adalah anak Petrus. Ada kemungkinan
bahwa artinya ia bertobat oleh pelayanan Petrus (1 Tim. 1:1-2). Sementara dalam Kol.
4:10 dicatat bahwa Markus adalah kemenakan Barnabas. Hal itu merupakan salah satu
sebab mengapa Markus diikutsertakan dalam perjalanan missi pertama bersama-sama
Paulus dan Barnabas (Kis. 13:5). Rupanya Markus dibesarkan dalam keluarga Kristen
yang cukup rohani. Dikatakan dalam Kis. 12:12 bahwa banyak orang berkumpul di
rumahnya dan berdoa.
Kesaksian yang paling jelas dari para tokoh gereja mula-mula terdapat dalam tulisan
Papias sebagai berikut:
Markus jurubahasa Petrus mencatat dengan teliti, walaupun dia tidak
memperhatikan urutan peristiwa-peristiwa itu. Dia menulis sesuai dengan
ingatannya karena dia tidak pernah mendengar Yesus atau bertemu dengan dia.
Tetapi ia dididik dibawah pimpinan Petrus. Oleh karena itu benar semua yang
ditulis oleh Markus. Segala sesuatu ditulis dengan teliti, dan dia berusaha untuk
tidak melupakan sedikitpun dari apa yang didengarnya.
Klemen dari Aleksandria (mati tahun 220) mengatakan bahwa Injil Markus ditulis oleh
Markus atas dorongan dan keinginan para pendengar Petrus di kota Roma.
2. Siapakah Yohanes Markus?
a. Dia adalah kemenakan Barnabas (Kol 4:10).
b. Dia tinggal di Yerusalem bersama ibunya, Maria (Kis 12:12). Jemaat berkumpul di
rumahnya.
c. Dia pergi bersama Paulus dan kemenakannya pada perjalanan misi yang pertama
(Kis 13:5).
d. Markus meninggalkan teman-temannya setelah beberapa waktu berada di Siprus
(tanah kelahiran Barnabas, Kis 4:36), mungkin karena ia tidak setuju atas tindakan
Paulus yang mengambil alih pimpinan.
e. Dia kembali ke Yerusalem (Kis 13:13).
f. Di Yerusalem ia memperoleh banyak kesempatan untuk berbicara dengan Petrus.
g. Kemungkinan besar Petruslah yang membuat Markus percaya kepada Yesus;
Petrus menyebutnya 'Markus anakku', dalam 1Petrus 5:13.
h. Secara umum diakui bahwa Markus menulis kabar baik tentang Yesus sesuai
dengan apa yang didengarnya dari Petrus.
i. Ada yang berpendapat bahwa Markus adalah anak muda yang disebut-sebut dalam
Markus 14:51, 52, tetapi hal ini tidak dapat dibuktikan.
3. Waktu Penulisan.
Injil Markus mungkin merupakan Injil yang paling awal ditulis, yaitu antara tahun 65
dan 70 M, sebelum Bait Allah di Yerusalem dihancurkan. Sekitar tahun 50 Masehi.
Tampaknya baik Matius maupun Lukas telah memakai Injil Markus untuk penulisan
Injil mereka.

19

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

4. Alamat
Markus mengalamatkan Injilnya kepada orang bukan Yahudi yang berbahasa Latin.
Ada beberapa sebab:
a. Adat-istiadat Yahudi dan pemakaiannya dijelaskan (Mrk. 7:2 dan seterusnya,
14:12) sebabnya adalah para pembaca tidak tahu tentang adap istiadat orang
Yahudi.
b. Kata-kata Ibtani/Arami selalu diterjemahkan (7:34).
c. Dia sering memakai istilah-istikah Latin, atau menterjemahkan istilah Yunani ke
dalam bahasa Latin. Ia memakai istilah Latin untuk menjelaskan tentang tempat
kemana Tuhan Yesus dibawa setelah Dia ditangkap, yaitu istilah istana (15:16).
d. Satu-satunya kitab Injil yang menyebut Rufus dan Aleksander, anak-anak Simon,
orang Kirene, adalah Injil Markus. Ini berarti bahwa baik Markus sendiri maupun
para pembaca sudah mengenal kedua orang ini. Rufus ini juga disebut dalam Roma
16:13 sebagai orang Roma.
5. Isi Kitab: Injil Markus terdiri dari 16 pasal. Injil Markus menunjukkan bagaimana
Yesus Kristus, sebagai hamba yang setia, sibuk dengan pelayanan-Nya. Dalam Injil ini
Tuhan Yesus dilukiskan sebagai hamba yang setia.
6. Ciri-ciri berikut yang kita jumpai dalam Injil Markus
Kelahiran Yesus tidak deceritakan
Tidak seperti dalam kitab Injil lainnya, Markus tidak menceritakan tentang
kelahiran Tuhan Yesus, tetapi langsung menceritakan pelayananNya di Galilea.
Sebabnya ialah karena ia menekankan ke-Hamba-an Tuhan Yesus. Pernahkah
orang menceritakan silsilah seorang hamba? Sesungguhnya hal seperti ini tidak
pernah dilakukan oleh bangsa Yahudi terhadap seorang hamba.
Khotbah dipersingkat
Bila dibandingkan dari segi pasal-pasalnya antara Injil Matius dan Injil Markus
maka perbandingannya adalah 28:16. tetapi bila diperhatikan dari segi perbuatan
Yesus dalam Injil Markus nyata jauh lebih panjang disbanding Injil Matius.
Apakah hal ini bukan suatu kebetulan saja? Ataukah memang disengaja sebagai
bukti bahwa seorang hamba harus lebih banyak bekerja daripada berbicara?
Teguran-teguran tidak diceritakan
Kalau kita simak dalam Injil Matius dan Lukas tercatat adanya teguran-teguran dari
Tuhan Yesus. Sebagai berikut:
a. Teguran terhadap kota-kota Galiela yang tidak mau bertobat (Mat. 11)
b. Kecaman terhadap ahli Taurat dan orang Farisi (Mat. 23; L:uk. 11)
c. Penyerahan Yerusalem kepada hukuman karena menolak Kristus (Mat. 23;
Luk. 13). Tetapi tidak dalam Injil Markus. Mengapa demikian? Bukankah hal
itu ingin menyesuaikan cerita itu dengan ke-hamba-an Tuhan Yeus? Bukankah
teguran-teguran itu lebih sesuai diberikan oleh seorang yang besar kuasanya
seperti raja, daripada seorang hamba?
Pengurangan-pengurangan yang kecil
Dalam hal ini mari kita perbandingkan dengan kedua Injil sinoptis lainnya, yakni
khususnya adanya pengurangan oleh Markus. Misalnya sebagai berikut:
o Lukas 21:15 bandingkan dangan Mark. 13:11
o Mark. 8:38 bandingkan dengan Mat. 16:27; Luk. 21:27
20

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

o Mengapa? Jelas Markus melukiskan Yesus sebagai hamba, jadi sebagai


seorang hamba maka kuasa Yesus tidak ia tonjolkan.

Penambahan-penambahan tertentu
o Dalam Mat. 18:5 tertulis: Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini
dalam namaKu, ia ia menyambut Aku. Dalam Markus perkataan Yesus itu
ada lanjutannya: Barangsiapa menyambut Aku,
bukan Aku yang
disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku (9:37). Mengapa demikian?
Karena yang berkata demikian adalah hamba yakni utusan.
o Demikian juga halnya dengan nubuatan Zaitun: Tentang hari atau saat itu
tidak seorang pun yang tahu, malaikai-malaikat di sorga tidak, dan Anak
pun tidak, hanya Bapa saja (Mark. 13:32). Perkataan Tuhan Yesus yang
berbunyi: Anak pun tidak, hanya Marakus yang menceritakan. Mengapa
demikian? Karena Markus melukiskan kata-kata itu diucapkan oleh
seorang Hamba. Bahkan Ia sendiri pernah berkata Hamba tidak tahu apa
yang diperbuat oleh tuannya (Yoh. 15:15).
o Hanya Markus yang menaruh perhatian kepada tangan Tuhan Yesus.
Perhatikan dalam ayat-ayat sebagai berikut:
1:31 Tuhan Yesus memegang
8:23 Tuhan Yesus memegang lalu Ia meletakkan tanganNya
9:27 Tuhan Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkan
7:33 Ketika menyembuhkan orang tuli yang gagap Tuhan Yesus
memasukkan jariNya ke telinga
Bahwasannya tangan Tuhan Yesus itu berulang-ulang disebut oleh Markus
tidak dapat dianggap kebetulan saja.
Itulah yang paling tepat
menitikberatkan pelukisan Tuhan Yesus sebagai hamba; merupakan
pengabdian seorang hamba.

Ciri khas lainnya


Betapa Tuhan Yesus tidak mau menonjolkan diriNya. Perhatikan ayat-ayat berikut:
7:24, 33; 8:23; juga 1:35; 6:31,32.
Markus lebih banyak menceritakan mengenai pandangan dan perasaanNya. 3:5;
5:32; 6:6a; 7:34; 8: 12, 33; 10:14.
Kata yang khas dalam Injil Markus
Kata yang merupakan ciri khas Injil Markus adalah eutheos yang diterjemahkan
dengan segera atau segera sesudah dan sebagainya. Kata itu menandai berulang
kali perbuatan-perbuatanNya. Sekaligus melukiskan kesibukan dan kegiatan
bekerja dari Tuhan Yesus. Mari kita simak ayat ayat: 1:21; 28.
Kata eutheos terdapat 8 kali dala pasal 1 dan 32 kali dalam seluruh Kitab Markus,
sementara dalam Injil Matius hanya tuju kali. Kata itu tepat dikenakan kepada
seorang hamba, yakni giat, cepat, tidak mengenal lelah dan senantiasa bersedia
menolong orang lain. (1:12,18,20,21,30,43; 2:8,12; 3:6; 4:5,16,17,29;
6:27,45,50,54; 7:25; 8:10; 9:20,24; 10:50; 11:2,3; 14:45)
Bukan hanya diawali, tetapi Markus pun mengakhiri pernyataannya bahwa Hamba
Allah itu tetap bekerja: Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian... dan Tuhan
turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
(16:19-20).

21

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

7. Isi Global
a. Pasal 1-10 (Mr 1:1-10:52).. Hamba yang setia ini melaksanakan tugas
pelayanannya.
Pendalaman
o Bacalah Mr 1:35. Nats ini menceritakan bagaimana Hamba itu memulai
pelayanan/tugas-Nya dengan berdoa. Hal ini juga mengajarkan agar setiap
orang percaya selalu memulaitugas dan pekerjaannya dengan memohon
pimpinan Tuhan atau berdoa. Apakah saudara sering berdoa/sudahkah anda
berdoa ?
o Bacalah Mr 10:45. Nats ini menyatakan bahwa Hamba itu datang bukanlah
untuk dilayani, tetapi untuk melayani dengan menyerahkan nyawa-Nya
menjadi tebusan dosa manusia. Hal ini mengajarkan kepada setiap orang
Kristen untuk memberikan pelayanan kepada Allah, yaitu dengan
memberitakan Injil dan melayani di dalam gereja.
b. Pasal 11-15 (Mr 11:1-15:47). Hamba yang setia memberikan dirinya mengalami
penderitaan dan kematian dalam melaksanakan tugasnya. Nats ini menjelaskan
bagaimana Hamba itu melayani dengan penuh kesetiaan, walaupun harus
mengalami penderitaan bahkan sampai kematian.
Pendalaman
o Bacalah Mr 14:32-41. (Khususnya ayat 36). Ayat ini menceritakan
bagaimana Hamba yang setia itu berdoa dan memohonkan keinginan-Nya,
tetapi akhirnya Ia mengatakan agar kehendak yang mengutus-Nya saja
yang jadi. Ini mengajarkan kepada setiap orang yang percaya, agar dalam
doanya selalu meminta kehendak Allah saja yang jadi.
Bagaimanakah doa saudara kepada Allah ?
o Tuhan Yesus setia melayani kehendak Bapa, bahkan sampai mati di kayu
salib dan bangkit dari kematian. Teladan apakah yang harus ada pada kita
sebagai murid-murid-Nya ?
c. Pasal 16 (Mr 16:1-20). Hamba yang setia dipermuliakan. Nats ini menceritakan
tentang Hamba yang setia itu memperoleh kemuliaan melalui kebangkitan-Nya dari
kematian.
Pendalaman
o Bacalah Mr 16:1-19. Nats ini menjelaskan tentang Hamba yang setia itu
membuktikan kebangkitan-Nya. Ini mengajarkan kepada orang percaya
bahwa Yesus Kristus benar-benar bangkit dari kematian-Nya. Kepada
siapakah Tuhan Yesus menampakkan diri setelah kebangkitanNya ?
d. Kesimpulan
Melalui Injil Markus dibuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Hamba Allah yang
memberikan diri-Nya sebagai korban atas dosa-dosa manusia.

22

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

8. Garis Besar
[1] Pendahuluan Mar 1:1-13
Mar 1:1-11
Yohanes dan Sungai Yordan; Yesus dan Roh Kudus
Mar 1:12-13
Pencobaan selama empat puluh hari
[2] Pulang Dan Pergi Ke Galilea Mar 1:14-7:23
Mar 1:14-20
Pengikut-pengikut Yesus yang pertama
Mar 1:21-45
Mukjizat-mukjizat kesembuhan
Mar 2:1-3:6
Lima peristiwa pertentangan
Mar 3:7-35
Guru dan murid-murid-Nya
Mar 4:1-34
Selalu dengan perumpamaan
Mar 4:35-41
Siapa gerangan orang ini?
Mar 5:1-43
Roh-roh jahat, penyakit dan kematian
Mar 6:1-6
Akibat ketidakpercayaan
Mar 6:7-13
Kuasa yang menyertai ketaatan
Mar 6:14-29
Herodes membunuh Yohanes Pembaptis
Mar 6:30-44
Lima roti, dua ikan, lima ribu orang
Mar 6:45-56
Berjalan di atas air: mukjizat yg mendahului banyak mukjizat lain
Mar 7:1-23
Yang di luar dan yang di dalam
[3] Yesus Di Daerah Utara Mar 7:24-9:50
Mar 7:24-30
Ke pantai: Tirus dan Sidon
Mar 7:31-37
Kesepuluh Kota
Mar 8:1-13
Tujuh roti, beberapa ikan dan empat ribu orang
Mar 8:14-21
Murid-murid yang bebal
Mar 8:22-26
Di Betsaida lagi
Mar 8:27-9:1 Lebih ke utara: Kaisarea Filipi
Mar 9:2-13
"Kami melihat kemuliaan-Nya": pemuliaan
Mar 9:14-29
Tanpa doa berarti tanpa kuasa
Mar 9:30-50
Yang besar dan yang kecil
[4] Perjalanan Ke Selatan Mar 10:1-13:37
Mar 10:1-16
Pernikahan, perceraian, anak-anak
Mar 10:17-31 Bahaya kemakmuran
Mar 10:32-45 Apa artinya menjadi seperti Yesus
Mar 10:46-52 Bartimeus Buta di Yerikho
Mar 11:1-19
Yesus di Yerusalem: Bait Allah dipersiapkan untuk upacara kurban
Mar 11:20-26 Kutuk terhadap pohon yang tidak berbuah
Mar 11:27-12:44 Permusuhan: Imam2 kepala, Ahli Taurat, Tua2, Farisi, Herodian, orang Saduki
Mar 13:1-37
Nubuat: sekilas tentang tujuan akhir
[5] Pusat Sejarah Mar 14:1-16:8
Mar 14:1-11
Di Betania: Domba kurban diurapi
Mar 14:12-25 Perjamuan Tuhan
Mar 14:26-42 Taman Getsemani: sekilas tentang penderitaan
Mar 14:43-15:15 Ditangkap dan diadili
Mar 15:16-47 'Disalibkan, mati dan dikuburkan'
Mar 16:1-8
'Bangkit kembali dari antara orang mati'
[6] Penutup 16:9-20
Mar 16:9-20
Misi ke seluruh dunia diamanatkan dan dimulai

23

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

10. Ayat Mas: Markus 10:45


11. Tugas:
a) Jelaskan dengan bukti-bukti tentang Ke-hambaan Yesus dalam Injil Markus
b) Pelajaran rohani apa yang Saudara terima dari mempelajari Injil Markus?

24

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

LUKAS
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1. Siapa Penulis Injil Lukas?


Injil ini ditulis oleh seorang dokter yang bernama Lukas, seorang teman dan rekan
sekerja rasul Paulus (Kol 4:14; File 24 dan 2Tim 4:11). Lukas sendiri bukanlah seorang
saksi mata dari kehidupan Yesus (Luk 1:1-4). Tradisi mengatakan bahwa ia seorang
bukan Yahudi, berstatus bujangan dan hidup sampai usia delapan puluh empat tahun.
2. Mengapa Injil Ini Ditulis?
Lukas mempunyai beberapa tujuan:
a. Ia ingin menulis kisah kehidupan Yesus secara teratur yang berdasarkan bukti dari
saksi mata yang benar (Luk 1:1-4).
b. Ia ingin mencatat permulaan dan perkembangan Kekristenan, yang dikerjakannya
dalam dua bagian. Kisah para Rasul merupakan buku kedua. Lukas menunjukkan
bagaimana Allah bekerja di sepanjang sejarah dan khususnya mengenai cara
bagaimana para pengikut Yesus dengan cepat tersebar dari Galilea ke Roma.
c. Ia ingin menyatakan bahwa Yesus adalah Juruselamat bagi semua golongan
manusia dan bukan hanya bagi sekelompok orang.
d. Ia ingin menunjukkan kepada para penguasa Romawi bahwa Kekristenan bukanlah
ancaman bagi tatanan politik yang baik.
3. Siapa Saja Pembaca Injil Lukas?
a. Lukas menujukan Injilnya kepada Teofilus (Luk 1:3), yang boleh jadi adalah
seorang bukan Yahudi dari golongan menengah atas yang sudah bertobat dan
menjadi Kristen. Namanya berarti 'dikasihi Allah', tetapi selain itu tidak ada lagi
yang kita ketahui tentang dia.
b. Disamping itu Lukas berharap mendapatkan sidang pembaca yang lebih luas, yang
mencakup orang-orang bukan Yahudi lainnya dan mungkin khususnya para aparat
pemerintahan Romawi.
4. Isi Kitab: Injil Lukas terdiri atas 24 pasal. Isi Injil ini menjelaskan kasih karunia Allah
bagi segala bangsa. Orang-orang yang dipandang rendah oleh dunia, tidak dipandang
rendah oleh Allah, seperti kaum wanita dan juga orang-orang miskin. Di dalam Injil ini
juga nampak kesucian, kesederhanaan, dan keluhuran budi Tuhan Yesus sebagai
manusia sejati. Bagi orang Kristen Tuhan Yesus adalah satu-satunya teladan
sempurna. Karena itu, orang Kristen dipanggil untuk hidup seperti Yesus hidup.
5. Tujuan: Supaya dengan mengenal isi Injil Lukas, orang-orang Kristen mengerti sejarah
kehidupan Tuhan Yesus sebagai manusia, mulai dari silsilah kelahiran-Nya sampai
kepada kematian-Nya. Dan mengenal akan kehidupan Tuhan Yesus sebagai manusia
yang sejati dan suci, penuh kesederhanaan dan ketulusan hati, sebagai teladan mereka
dalam hidup kekristenan.
6. Tahun Penulisan: Penulisnya adalah Lukas. Di mana tahun penulisannya sekitar tahun
62 SM. Yang ditujukan kepada Theofilus (artinya sahabat Allah) Dan juga kepada
orang-orang yang percaya pada Yesus.
25

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

7. Kunci utama dalam Injil Lukas adalah menekankan kemanusiaan Yesus. Perhatikan
gejala-gejala atau sifat-sifat yang ditekankan kepada kemanusiaan Tuhan Yesus,baik
sebelum dan sesudah kelatiranNya, dalam ayat-ayat berikut:
a. 1:42 diberkatilah buah rahimmu; 2:12,16 seorang bayi; 2:21 Ia harus
disunat; 2:42 Ia berumur 12 tahun; 2:40 Anak itu bertambah besar dan
menjadi kuat;
2:52
Yesus makin bertambah besar dan bertambah
hikmatNya; 3:23 Ia berumur kira-kira 30 tahun; 4:16 Nazaret tempat Ia
dibesarkan; 4:18-19 menekankan kemanusiaanNya yang diurapi dengan Roh
Tuhan; Terdapat cerita Tuhan Yesus menangisi Yerusalem (13:34; 19:41); Ia
bertelut dan berdoa (21:41); hatinya dikuatkan oleh malaikat (22:43); Ia sangat
ketakutan(22:44); Ia menyerahkan nyawaNya di kayu salib (23:46).
b. Tapi Lukas juga tidak menyembunyikan keilahian Yesus. Misalnya dalam 1:32;
34-35
8. Sepanjang Injil Lukas, penekanan kemanusiaan itu dilakukan dengan tiga jalan:
Pertama, sifat-sifat kemanusiaan Yesus yang tertentu ditonjolkan dalam diriNya.
Kedua, sifat-sifat yang tertentu itu dijalin dengan pengajaranNya. Dan ketiga, sifatsifatNya yang tertentu itu pula dinyatakan dalam penyajian cerita-cerita dalam Injil
Lukas. Untuk lebih jelasnya baiklah kita perhatikan bukti-bukti sebagai berikut.
a. Manusia bersandar kepada Allah dalam doa
o Lukas berulang kali menulis bahwa Tuhan Yesus terus menerus berdoa
(3:21,22); 5:16; 6:12; 9:18; 28-29; 11:1; 22:32; 44; 24:45-46).
o Penekanan doa dalam pengajaran Tuhan Yesus (11:5-10; 18:1-8; 9-14; 21:36;
22:46).
o Penekanan doa dalam penyajian ceritanya (1:10; 13; 2:37; 5:33; 11:1; 18:1;
22:32).
o Kapan Ia Berdoa ? [more info]
Ia berdoa di saat pembaptisan (Luk 3:21 (TB)).
Ia berdoa sesudah mujizat-mujizat dilaksanakan (Luk 5:15-16 (TB)).
Ia berdoa sebelum memilih murid-murid-Nya (Luk 6:12 (TB)).
Ia berdoa sebelum memberikan nubuat pertama tentang penderitaan-Nya
(Luk 9:18-22 (TB)).
Ia berdoa pada saat permuliaan-Nya di bukit (Luk 9:29 (TB)).
Ia berdoa di saat ketujuh puluh murid-Nya kembali
(Luk 10:17-21 (TB)).
Ia berdoa sebelum mengajar murid-murid-Nya tentang cara berdoa (Luk
11:1 (TB)).
Ia berdoa di Taman Getsemani menjelang penderitaan-Nya (Luk 22:39-46
(TB)).
Ia berdoa di atas salib (Luk 23:34,46 (TB)).
b. Manusia perlu Roh Kudus
o Simak bagaimana Roh Kudus eksis baik awal dikandungnya Yesus, saat Ia
dibaptis maupun pada saat Ia dibawa ke padang gurun (Luk. 1:35; 4:1; 14; juna
10:21).

26

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

o Lukas juga menekankan Roh Kudus terkait dengan pengajaranNya (4:18;


11:13 (bdg. Mat 7:11); 11:20; 24:49).
o Penekanan Roh Kudus dalam penyejian ceritanya (1:15; 35; 1:41; 2:25-27;
24:49).
c. Kemiskinan manusia
o Kemiskinan itu nampak dalam kelahiranNya dibaringkan dalam
palungan(2:7); Yusuf dan Maria hanya mempersembahkan sepasang
burung dalam cerita menyerahkan Yesus ke Bait Allah (2:24).
o Kemiskinan itu pula dalam dalam pelayananNya. Luk. 4:18 menyampaikan
kabar baik kepada orang-orang miskin; Berbahagialah, hai kamu yang
miskin (6:20-21);
Selanjutnya, di dalam 14:13, 21, Tuhan Yesus berkata: Apabila engkau
mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat,
orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dalam pasal 16:19-31 diungkap juga tentang seorang pengemis (Lazarus).
Dicatat pula tentang keputusan Zakhius yang telah terima Yesus itu
mengembalikan miliknya kepada orang miskin (19:8).
o Perhatikan pula cara penuturan amanat kemiskinan dalam penyajian cerita Injil
Lukas. Ketika Maria memuji Nama Tuhan, ia katakana: Ia memperhatikan
kerendahandan meninggikan orang-orang yang rendahmelimpahkan
segala yang baik kepada orang yang lapar (1:48, 52-53). Diceritakan pula
bahwa selama Tuhan Yesus berjalan mengelilingi negri, karena Ia miskin,
makan minumNya ditanggung mereka yang merasa berhutang budi padaNya
(8:1-3). Juga, Ia berulangkali makan di rumah orang (5:29; 7:36; 10:38-42;
11:37; 14:1; 19:5). Sebagai orang miskin namun memperkaya banyak orang
(2 Kor. 6:10).
d. Kasih terhadap sesama
Lukas juga memperlihatkan belas kasihan Tuhan Yesus kepada segenap umat
manusia.
o Pertama, terhadap golongan wanita.
Hal mana nampak dalam pengajaranNya: hanya Injil Lukas yang
menceritakan tentang Yesus mengampuni seorang perempuan berdosa
(7:37-50). Ia pun menentramkan hati seorang perempuan (10:41). Ia
menyembuhkan perempuan yang sudah 18 tahun sakit (13:10-17).
Perempuan mempunyai sepuluh dirham (15:8). Tuhan Yesus berpaling
di tengah-tengah jalan Dolorosa sambil berkata: Hai putrid-putri(23:28).
Kasih terhadap wanita dalam penyajian cerita Injil Lukas. (ps 1-2; 8:3;
10:39-40; 11:27; 23:27. Berikutnya, kasih orang tua kepada anak-anak
(8:42; 9:38; 7:12).
9. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Injil Lukas adalah sebagai berikut:
a. Bagian Pertama: Pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai anak manusia, yang
dibuktikan dengan perasaan dan sikap yang diperlihatkannya terhadap orang-orang
yang dianggap rendah oleh masyarakat.
27

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Pendalaman
o Bacalah Luk 7:13. Nats ini menceritakan tentang seorang janda atas
kematian anaknya. Tuhan Yesus yang melihat kesedihan janda itu, merasa
kasihan sehingga ia menghidupkan anak yang sudah mati itu. Hal ini
membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah manusia sejati dan juga Allah
sejati. Selain itu ayat ini juga mengajarkan setiap orang percaya untuk
mengasihi orang lain. Pernahkah saudara mengasihi orang lain ?
o Bacalah Luk 7:37-50. Tuhan Yesus memperhatikan dan mengampuni
wanita berdosa yang bertobat.
o Bacalah Luk 10:25-37. Bagian ini menjelaskan perumpamaan Tuhan
Yesus, tentang seorang Samaria yang lebih baik hati dari para imam
Yahudi. Hal ini mengajarkan kepada setiap orang Kristen untuk mengasihi
dengan tidak memandang suku bangsa, atau kaya miskin. Sudahkah saudara
menolong orang lain ?
o Bacalah Luk 15:1-7. Tuhan Yesus bergaul dengan para pemungut cukai,
karena mereka mau mendengarkan perkataan Tuhan Yesus dan bertobat dari
perbuatan pemerasan yang mereka lakukan.
o Bacalah Luk 16:20-21. Bagian ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus
mengasihi semua manusia, sampai kepada para pengemis. Bagaimanakah
dengan kasih saudara ? Apakah saudara mengasihi orang-orang yang dapat
memberikan sesuatu kepada saudara saja ?
o Bacalah Luk 17:12. Bagian ini menjelaskan bahwa Tuhan Yesus mengasihi
dan memperhatikan orang-orang sakit. Apakah yang saudara lakukan
terhadap seorang saudara/anggota/jemaat yang sedang sakit lagi miskin ?
o Bacalah Luk 23:40-43. Tuhan Yesus memperhatikan seorang penjahat dan
juga mengampuni dosanya, karena ia mau bertobat.
b. Bagian Kedua: Tuhan Yesus sebagai anak manusia, memberikan teladan dalam
kehidupan doa, khususnya berhubungan dengan peristiwa/kegiatan penting.
Pendalaman
o Teladan dan atau pelajaran apa yang saudara peroleh dari doa-doa Tuhan
Yesus?
Tuhan Yesus selalu berdoa dalam setiap keadaan dan keperluan, maka apakah
yang saudara lakukan pada saat-saat menghadapi keperluan/kepentingan dalam
hidup ?
c. Bagian Ketiga: Tuhan Yesus sebagai anak manusia, mengasihi semua manusia di
dunia.
Pendalaman
Bacalah Luk 3:6; 24:46-53. Bagian ini menjelaskan, bahwa keselamatan adalah
untuk setiap manusia yang percaya pada Tuhan Yesus. Dengan demikian setiap
orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus, haruslah juga memberitakan
keselamatan itu kepada orang lain. Berdasarkan Luk 24:47-48, siapakah yang
bertugas untuk meneruskan berita pengampunan dosa ini kepada semua
manusia ? Sudahkah saudara menginjili ?

28

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

d. Kesimpulan
Melalui Injil Lukas jelaslah kita lihat bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Manusia
sejati, yang dibuktikan melalui kehidupan-Nya sehari-hari.
10. Garis Besar
[1] Pendahuluan Luk 1:1-4
[2] Masa Muda Sang Juruselamat Luk 1:5-4:13
Luk 1:5-25
Pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis
Luk 1:26-38
Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus
Luk 1:39-56
Kunjungan Maria ke rumah Elizabet
Luk 1:57-80
Kelahiran Yohanes Pembaptis
Luk 2:1-38
Kelahiran Yesus
Luk 2:39-52
Masa kanak-kanak Yesus
Luk 3:1-22
Khotbah Yohanes Pembaptis
Luk 3:23-38
Silsilah Yesus
Luk 4:1-13
Pencobaan Yesus
[3] Sang Juruselamat Di Galilea Luk 4:14-9:50
Luk 4:14-30
Yesus memulai pelayanan-Nya
Luk 4:31-44
Yesus menyembuhkan di Kapernaum
Luk 5:1-26
Yesus melakukan mukjizat
Luk 5:27-39
Panggilan dan di rumah perjamuan
Luk 6:1-11
Lewi Perdebatan mengenai hari Sabat
Luk 6:12-16
Yesus memilih murid-murid-Nya
Luk 6:17-49
Yesus berkhotbah di depan orang banyak
Luk 7:1-17
Mukjizat kesembuhan dan kebangkitan orang mati
Luk 7:18-35
Pertanyaan-pertanyaan Yohanes terjawab
Luk 7:36-50
Seorang pelacur menyembah Yesus
Luk 8:1-21
Mengajar firman Allah
Luk 8:22-56
Tiga mukjizat lagi
Luk 9:1-6
Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk misi penginjilan
Luk 9:7-9
Reaksi Herodes terhadap Yesus
Luk 9:10-17
Pemberian makan kepada lima ribu orang
Luk 9:18-27
Yesus menanyakan pertanyaan yang penting
Luk 9:28-36
Transfigurasi (perubahan rupa) Yesus
Luk 9:37-50
Yesus berbicara dengan murid-murid-Nya
[4] Sang Juruselamat Pergi Ke Yerusalem Luk 9:51-19:44
Luk 9:51-62
Harga yang harus dibayar untuk mengikut Yesus
Luk 10:1-24
Pengutusan tujuh puluh murid
Luk 10:25-37
Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik
Luk 10:38-42
Maria dan Marta
Luk 11:1-13
Ajaran tentang doa
Luk 11:14-36
Ajaran tentang roh-roh dan tanda-tanda
Luk 11:37-54
Kecaman terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat
Luk 12:1-59
Mengajar orang banyak
Luk 13:1-9
Kecuali jika engkau bertobat...
Luk 13:10-17
Seorang wanita cacat disembuhkan
Luk 13:18-30
Kerajaan Allah itu seperti...
Luk 13:31-35
Yerusalem dan para nabi
Luk 14:1-24
Makan malam bersama seorang Farisi
Luk 14:25-35
Harga yang harus dibayar untuk menjadi seorang murid
29

Introduksi Perjanjian Baru

Luk 15:1-32
Luk 6:1-31
Luk 17:1-10
Luk 17:11-19
Luk 17:20-37
Luk 18:1-17
Luk 18:18-34
Luk 18:35-43
Luk 19:1-10
Luk 19:11-27
Luk 19:28-44

Kasiatin Widianto, M.Th

Tiga kisah tentang yang hilang


Ajaran tentang uang
Ajaran tentang pelayanan
Penyembuhan sepuluh orang kusta
Kedatangan Kerajaan Allah
Ajaran mengenai keadilan dan kerendahan hati
Yesus bertemu dengan seorang penguasa muda kaya-raya
Mata seorang pengemis dicelikkan
Yesus bertemu Zakheus
Perumpamaan tentang uang mina
Masuk ke Yerusalem

[5] Juruselamat Di Yerusalem Luk 9:45-24:53


Luk 19:45-21:4
Yesus mengajar di Bait Allah
Luk 21:5-38
Yesus berbicara mengenai akhir zaman
Luk 22:1-38
Perjamuan Malam Terakhir
Luk 22:39-53
Penyangkalan Petrus
Luk 22:63-23:25
Pengadilan atas Yesus
Luk 23:26-56
Penyaliban dan penguburan
Luk 24:1-49
Kebangkitan
Luk 24:50-53
Kenaika
11. Ayat Mas: Lukas 18:1
12. Tugas:
a. Tulis bukti-bukti Kemanusiaan Yesus dalam Injil Lukas !
b. Teladan Yesus dalam Kehidupan doanNya yang dicatat dalam Injil Lukas !

30

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

YOHANES
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

1. Penulisnya
Isi kitab Yohanes sendiri menolong kita untuk menentukan siapakah penulisnya. Dia
adalah seorang Yahudi yang mengenal Palestina dari dekat. Dia tahu bahwa hubungan
antara orang Yahudi dan orang Samaria tak ramah. Mereka biasanya tidak bergaul
(Yoh. 4:9). Si penulis juga tahu bahwa mereka bercekcok tentang tempat ibadah (4:20).
Hari-hari raya Yahudi dia tahu, baik waktunya maupun artinya (7:2, 11:55). Ruparupanya dia juga mengenal geografi Galilea (1:44, 19:35), Samaria (4:5), Yerusalem
dan sekitarnya (11:8).
Tentang dirinya sendiri dia menggarisbawahi bahwa dia adalah saksi mata dari
peristiwa-peristiwa yang dilaporkannya (1:14, 19:35). Jelaslah vahwa dia tidak hanya
seorang penonton. Dia tidak hanya melihat apa yang terjadi. Melalui peristiwaperistiwa itu dia melihat kemuliaan Yesus Kristus, dan dengan demikian dapat
mengaplikasikan apa yang dilihatnya secara rohani (1:14-18). Dia begitu yakin bahwa
kesaksiannya benar. Seorang penafsir mengatakan: Si penulis adalah saksi mata yang
mengerti akan rahasia. Si penulis menguraikan banyak peristiwa secara terperinci. Dia
mentarikhkan peristiwa-peristiwa dengan sangat teliti (4:6). Dia tahu jumlah tempayan
yang disediakan untuk pembasuhan dalam pesta perkawinan di Kana (2:6). Sama
dengan minyak narwastu yang dipakai untuk mengurapi Yesus di Betania. Si penulis
tahu harganya dan banyaknya (12:3,5).
Dari segi yang lain jelaslah bahwa si penulis sudah mengikuti Tuhan Yesus sejak
permulaan pelayanNya. Dalam fasal terakhir dia mengatakan bahwa dia adalah murid
yang dikasihi Yesus (21:20-24). Pada malam terakhir sebelum Yesus ditangkap si
penulis bersandar dekat kepada Tuhan Yesus, di sebelah kananNya (13:23 dst.).
Kepada dialah Yesus mempercayakan ibuNya (19:25-27).
Kesimpulan kita bahwa si penulis ini adalah salah seorang di antara empat penulis Injil
yang paling dekat dengan Yesus.
Siapakah dia sebenarnya?
Jelaslah bahwa dia seorang rasul. Tetapi tidak mungkin namanya Yakobus, karena
Yakobus itu dibunuh pada tahun 44, yaitu sebelum Injil ini ditulis (Kis. 12:2). Juga
Petrus, Tomas dan Filipus tidak cocok, karena nama mereka semua disebut dalam
bentuk orang ke-3 (dia, mereka) dan tidak dalam bentuk orang pertama (saya).
Si penulis tidak menyebut namanya. Walaupun demikian dia terkenal, dan jelaslah
bahwa dia mempunyai wibawa rohani. Hanya ada satu kemungkinan saja, yaitu
Yihanes anak Zebedeus. Tidak ada rasul-rasul lain yang cocok.
Di samping apa yang sudah disebut di atas, ada juga satu hal lagi yang mendukung,
yaitu cerita tentang murid-murid Tuhan Yesus yang pertama yang disebut dalam Yoh.
1:35-51. dikatakan bahwa ada dua murid yang mengikuti Tuhan Yesus (ay. 37). Nama
yang pertama adalah Andreas (ay. 40). Nama yang kedua itu tidak disebut. Kemudian
juga disebut nama murid-murid yang lain. Hanya Yohanes yang tidak disebut
namanya. Hal ini menggarisbawahi bahwa si penulis adalah Yohanes, dan dialah yang
dimaksudkan sebagai murid kedua dalam ayat 40.
Dalam gereja mula-mula tidak ada keragu-raguan sedikitpun mengenai penulis Injil ke4. Uskup Ireneus (142-202 AD) menulis: Yohanes murid Tuhan Yesus, dan yang
bersandar dekat kepedaNya, menulis injil ke-4 pada waktu dia tinggal di Efesus.
31

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Klemens dari Alexandria menekankan hal yang sama juga ada fragmen-fragmen tua
yang berisikan Yoh. 18:31-33 dan 37-38. Fragmen-fragmen itu berasal dari sekitar
tahun 125 AD. Jelaslah bahwa Injil ini cepat tersebar ke mana-mana. Hal ini tidak
mungkin bilamana Injil ini merupakan Injil yang palsu. Tetapi sejak permulaan Injil ini
diterima sebagai Injil Yohanes.
Kita tidak mempunyai gambaran yang lengkap tentang Yohanes sendiri. Kita tahu
bahwa dia orang Kapernaum (Mat. 4:13 dan seterusnya). Ayahnya bernama Zebedeus
(Mat. 4:21) dan ibunya Salome (Mrk. 4:21). Zebedeus itu mempunya orang-orang
upahan (Mrk 1:20). Hal itu menunjukkan bahwa dai orang kaya. Kakaknya bernama
Yakobus, yang juga menjadi murid Tuhan Yesus (Mat. 4:21).
Sebelum Yohanes mengikuti Tuhan Yesus, dia adalah murid Yohanes Pembaptis (Yoh.
1:35 dan seterusnya). Setelah dia mendengar kesaksian Yohanes Pembaptis tentang
Tuhan Yesus, dia bersama-sama dengan Andreas meninggalkan Yohanes Pembaptis
untuk mengikuti Yesus. Di pantai danau Galilea mereka dipanggil untuk menjadi
penjala manusia (Mat. 4:21, Luk 5:10). Pada saat itu, mereka meninggalkan segala
sesuatu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Yohanes dan Yakobus
diberi nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh (Mrk. 3:17). Ada sangkut
pautnya dengan kepribadian mereka (Luk. 9:49, 54). Rupanya dia mempunyai
kepribadian yang cukup keras.
Walaupun demikian Yesus mempercayakan ibuNya kepada pemeliharaan Yohanes
(19:26-27). Setelah Yesus bangkit, Yohanes dan Petrus pergi ke keburNya. Tetapi
kubur itu kosong dan diakatakan bahwa ia (yaitu Yohanes) melihat dan percaya
(Yoh. 20:3-8).
Dalam Kisah Para Rasul, Yohanes sering disebut, khususnya karena dia banyak
melayani bersama-sama dengan Petrus dalam jemaat mula-mula di Yerusalem (1:13,
3:1, dst., 8:14). Ketika Paulus melaporkan tentang sidang di Yerusalem (Kis. 15 dan
Gal. 2), dia mengatakan bahwa Yohanes ialah soko guru jemaat (Gal. 2:9).
Di kemudian hari Yohanes melayani di Efesus di Asia Kecil. Dia berada di pulau
Patmos pada waktu kaisar Domitian mengadakan penganiayaan terhadap orang-orang
Kristen di Asia Kecil, yaitu antara tahun 90 dan 100. kita tidak tahu di mana dia
melayani antara sidang di Yerusalem (Kis. 15; sekitar tahun 49) dan pelayannya di
Asia Kecil. Tetapi agak pasti bahwa Yohaneslah yang hidup paling lama dari semua
murid Yesus. Taradisi gereja mengatakan bahwa dia masih hidup pada waktu kaisar
Trayan memulai masa pemerintahannya (th. 98).
2. Alamat
Dua kali Yohanes menyinggung para pembaca secara langsung, yaitu melalui kalimat:
supaya kamu percaya (19:35, 20:31).
Tetapi siapakah kamu itu, atau di manakah mereka tinggal? Kita tidak tahu dengan
pasti. Yang jelas ialah bahwa para pembaca bukanlah orang Yahudi asli. Ada
penjelasan-penjelasan tentang hari-hari raya Yahudi yang tidak perlu untuk orang
Yahudi sendiri (2:13, 6:4, 7:2, 11:55). Dia juga menjelaskan tentang adapt-istiadat
orang Yahudi (2:6, 4:9, 19:40).
Dari segi yang lain kita lihat bahwa istilah Mesias, Anak Allah (20:31) hanya
dimengerti oleh orang Yahudi. Semuanya ini berarti bahwa ada kemungkinan kitab ini
ditulis kepada orang Yahudi yang sudah lama tinggal di luar Palestina, sehingga
mereka sudah lupa tentang hari-hari raya dan adat-istiadat mereka.

32

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

3. Waktu
Para ahli penafsir berpendapat bahwa InjilYohanes ditulis menjelang akhir abad
pertama. Memang ada kemungkinan besar bahwa Yohanes sudah mengenal Injil-injil
Sinoptis pada waktu dia menulis Injilnya. Itu berarti bahwa tidak mungkin Injil itu
ditulis sebelum tahun 70. kalau Yohanes meninggal sekita tahun 100, ada kemungkinan
Injil itu ditulis antara tahun 90 dan 100, karena tradisi gereja mengatakan bahwa
Yohanes menyelesaikan Injilnya sebelum dia meninggal. Kalau hal itu benar, maka
Injil Yohanes adalah kitab yang paling muda dalam seluruh Perjanjian Baru.

4. Isi Kitab: Kitab Injil Yohanes ini terdiri atas 21 pasal. Di dalam Kitab ini Tuhan Yesus
disaksikan sebagai Firman yang menjadi manusia, Anak Allah. Karena itu, Injil
Yohanes ini langsung menantang setiap pembaca untuk segera mengambil keputusan
sendiri, yakni percaya kepada Tuhan Yesus untuk mendapat keselamatan, tetapi jika
menolak Tuhan Yesus pasti akan mendapat kebinasaan.
Bukti
Menjadi saksi mata di persidangan merupakan tema kunci dalam Injil Yohanes.
Terdapat sejumlah kesaksian dari para saksi mata yang diketengahkan untuk
membuktikan kasus mengenai Yesus adalah Kristus dan Anak Allah.
o
o
o
o
o
o
o
o

Perjanjian Lama: Yoh 1:45; 5:39, 46-47; 8:56, lihat Yoh 3:14; 6:32-35
Yohanes Pembaptis: Yoh 1:6-8, 15, 19-36; 3:25-30; 5:33-36, lih. Yoh 10:40-42
Orang banyak: Yoh 4:29, 39; 9:13-33, 38;11:27; 12:9, 17
Para rasul: Yoh 1:41-46, 49; 15:27; 17:20; 20:24-25, 28, lihat Yoh 1:14; 19:35;
20:30-31; 21:24
Allah Bapa: Yoh 5:31-32, 37; 8:18, 50, 54; 12:27-28
Roh Kudus: Yoh 14:26; 15:26; 16:12-15
Pekerjaan Yesus: Yoh 2:11, 23; 5:36; 9:3, 31-33; 10:25, 37-38; 11:4, 42, 45;
14:11; 20:30-31
Yesus sendiri, kata-kata dan pernyataan Nya: Yoh 3:11, 32; 8:13-14, 38; 6:35,
48, 51; 8:12; 9:5; 10:7, 10, 14; 11:25; 14:6; 15:1, lihat Yoh 8:58 (Kel 3:14).
Lihat tema-tema kunci.

5. Penulis: Surat ini ditulis oleh Rasul Yohanes. Sekitar tahun 91 sesudah Masehi.
Ditujukan kepada setiap orang percaya.
6. Tujuan: dijelaskan dalam 20:30-31. Ada dua hal yang ditekankan di sini, yaitu:
a. Yohanes tidak bermaksud untuk menulis riwayat hidup Tuhan Yesus. Mengenal
tanda-tanda yang dibuat oleh Yesus ada banyak yang tidak tercatat dalam kitab
ini.
b. Bahan yang ada dalam kitab Yohanes, dicantumkan supaya kamu percaya bahwa
Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup di
dalam namaNya.Boleh dikatakan bahwa inilah tujuan dari semua kitab Injil.
7. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Injil Yohanes.
Untuk mengerti keseluruhan Kitab ini, perlu dimengerti tiga kata penting berikut ini.
a. Tanda
Pengajaran tentang "tanda-tanda" ajaib yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, sebagai
bukti bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia. Dalam Injil Yohanes, ada tujuh
33

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

tanda penting yang dibuat oleh Tuhan Yesus, sebagai bukti bahwa Ia adalah Allah
yang menjadi manusia.
Pendalaman
Bacalah Yoh 2:1-11. Mujizat air diubah menjadi anggur.
Bacalah Yoh 4:46-54. Tanda mujizat kedua, Tuhan Yesus menyembuhkan
anak pegawai yang sakit.
Bacalah Yoh 5:1-47. Tanda mujizat ketiga, Tuhan Yesus menyembuhkan
orang sakit di Bethesda.
Bacalah Yoh 6:1-14. Mujizat keempat, Tuhan Yesus memberikan makanan
kepada 5010 orang dengan lima potong roti kecil dan dua ekor ikan.
Bacalah Yoh 6:15-21. Tuhan Yesus berjalan di atas air. Ini menunjukkan
bahwa Ia berkuasa atas alam raya.
Bacalah Yoh 9:1-14. Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta.
Bacalah Yoh 11:1-57. Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian.
Kesemua tanda ajaib ini hanya bisa dilakukan oleh Allah, karena itu tanda-tanda
tersebut membuktikan bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Jadi jika
seorang menolak Tuhan Yesus, itu berarti ia menolak Allah. Demikian juga, jika
seseorang menerima Tuhan Yesus, ia menjadi anggota keluarga Allah (bacaan Yoh
1:12 (TB)).
b. Percaya.
Pengajaran tentang "percaya" kepada pengakuan Tuhan Yesus tentang dirinya
sendiri Pada dasarnya berita yang dibawa oleh Tuhan Yesus ialah berita tentang
diri-Nya sendiri. Dalam Injil Yohanes ini, Tuhan Yesus memberikan tujuh
perumpamaan tentang diri-Nya.
Pendalaman
Bacalah Yoh 6:53,41,48; 14:6. Dalam nats-nats ini Tuhan Yesus
menyatakan diri-Nya adalah sumber kehidupan. Ini berarti seseorang hanya
dapat memiliki hidup yang kekal dan berarti kalau ia datang kepada Tuhan
Yesus.
Bacalah Yoh 8:12. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Terang
Dunia. Ini berarti Tuhan Yesus sajalah yang dapat memberikan penerangan
dalam kehidupan manusia yang berdosa.
Bacalah Yoh 10:7,9. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Pintu. Ini
berarti hanya melalui Tuhan Yesus sajalah seseorang dapat memasuki
Sorga.
Bacalah Yoh 10:11,14. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai
Gembala. Ini berarti bahwa Tuhan Yesus sajalah yang dapat memelihara
dan menjaga kehidupan seseorang.
Bacalah Yoh 11:25. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai
Kebangkitan. Ini berarti di dalam diri-Nya tidak ada kematian, atau
seseorang yang tidak menginginkan kematian, hanya dapat memperolehnya
di dalam Tuhan Yesus.
Bacalah Yoh 14:6. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Jalan,
Kebenaran dan Hidup. Ini berarti seseorang yang ingin beribadah kepada
Allah, hanya dapat memperoleh kalau orang itu pergi dan datang kepada
Tuhan Yesus saja.
34

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Bacalah Yoh 15:1-8. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Pokok


Anggur yang benar. Ini berarti seseorang (orang percaya) dapat memberikan
perbuatan dan kehidupan yang benar di hadapan Allah kalau ia tetap hidup
dengan menggantungkan diri kepada Tuhan Yesus.

c. Hidup.
Pengajaran tentang "hidup" bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus
Memilih Tuhan Yesus Kristus dan dimiliki oleh-Nya, berarti memiliki Allah dan
hidup yang benar.
Pendalaman
Bacalah Yoh 1:14. Dimanakah hidup ini berada ?
Bacalah Yoh 3:36. Apakah yang didapat orang yang percaya ? Dan apakah
yang didapat orang yang tidak percaya ?
Bacalah Yoh 5:24. Kemanakah orang yang percaya berpindah ?
Bacalah Yoh 6:40. Apa yang menjadi kehendak Allah ?
Bacalah Yoh 11:25-26. Apakah akibatnya percaya kepada Tuhan Yesus ?
d. Penutup
Apakah TANDA-TANDA mujizat yang dibuat oleh Tuhan Yesus, dan pengakuan
tentang diri-Nya, telah membuat saudara PERCAYA, bahwa Yesuslah Mesias
(juruselamat) supaya oleh imanmu (percayamu) kamu beroleh HIDUP di dalamNya (Yohanes 20:30-31). Kalau belum, janganlah ditunda lagi, sekarang adalah
waktu yang terbaik bagi anda.
8. Garis Besar
[1] Pendahuluan Yoh 1:1-51
Yoh 1:1-5
Kristus dan penciptaan
Yoh 1:6-18
Allah menjadi manusia
Yoh 1:19-34
Anak Domba Allah
Yoh 1:35-51
Kristus
[2] Utara Dan Selatan Yoh 2:1-4:54
Yoh 2:1-12
Sekilas pandangan pertama tentang kemuliaan
Yoh 2:13-25
Tuhan atas Bait Allah
Yoh 3:1-21
Nikodemus menemui Yesus pada malam hari
Yoh 3:22-36
Seorang dari atas
Yoh 4:1-42
Mesias dan orang yang tersingkir
Yoh 4:43-54
Tanda kedua
[3] Seorang Lumpuh Di Hari Sabat Yoh 5:1-47
[4] Lima Ribu Orang Diberi Makan Yoh 6:1-71
[5] Pada Perayaan Hari Raya Pondok Daun Yoh 7:1- 9:41
Yoh 7:1-52
Air hidup
Yoh 7:53-8:11
Perempuan yang berzinah ditangkap
Yoh 8:12-59
Terang dunia
Yoh 9:1-41
Pemberi penglihatan
[6] Gembala Yang Baik Yoh 10:1-42
35

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

[7] Pemulih Kehidupan Yoh 11:1-57


[8] Paskah Terakhir
Yoh 12:1-11
Yoh 12:12-19
Yoh 12:20-36
Yoh 12:37-50

Yoh 12:1-50
Kasih Maria
Raja masuk ke Yerusalem
Biji gandum
Kesimpulan

[9] Di Ruang Atas Yoh 13:1-30


Yoh 13:1-20
Yesus, hamba
Yoh 13:21-30
Yudas, pengkhianat
[10] Siap Untuk Pergi Yoh 13:31-16:33
Yoh 13:31-14:14 Waktu untuk meninggalkan
Yoh 14:15-31
Roh Kudus dijanjikan
Yoh 15:1-17
Pokok Anggur yang benar
Yoh 15:18-16:11 Kesukaran di dalam dunia
Yoh 16:12-33
Janji dan kebingungan
[11] Yesus Berdoa Bagi Milik-Nya Yoh 17:1-26
Yoh 17:1-19
Murid-murid-Nya
Yoh 17:20-26
Gereja yang akan datang
[12] Penangkapan, Pengadilan, Penyaliban Yoh 18:1-19:42
Yoh 18:1-11
Kekacauan di taman Getsemani
Yoh 18:12-27
Menyaksikan sendiri
Yoh 18:28-19:16 Gubernur dan Raja
Yoh 19:17-42
Mati dan dikuburkan
[13] Kebangkitan Yoh 20:1-21:25
Yoh 20:1-18
Maria berada di kubur Yesus
Yoh 20:19-23
Minggu malam
Yoh 20:24-31
'Tuhanku dan Allahku!'
Yoh 21:1-14
Ikan untuk sarapan
Yoh 21:15-25
Gembalakanlah domba-domba-Ku
9. Ayat Mas: Yohanes 5:24
10. Tugas:
Seringkali Tuhan Yesus memakai ungkapan Akulah tentang diriNya sendiri (4:26,
6:20, 35, 41, 48, 51, 8:12, 18:24, 28, 58, 10, 7, 9, 11, 14, 11:25, 13:19, 14:6, 15:1, 5,
18:5, 6, 8). Siapa Dia?

36

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

KISAH PARA RASUL


Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

1. Siapakah yang menulis kitab ini?


Kitab ini ditulis oleh tabib Lukas. Kitab ini boleh juga diberi judul Kisah Roh Kudus,
karena menceritakan apa yang terjadi setelah Roh Kudus turun atas para rasul pada hari
Pentakosta. Lukas, satu-satunya penulis Perjanjian Baru yang bukan orang Yahudi,
menulis Kisah para Rasul sebagai kelanjutan dari tulisan sebelumnya yakni Injil yang
memakai namanya.
2. Kapan Kitab Ini Ditulis?
Hampir dapat dipastikan bahwa tabib Lukas menulis Kisah para Rasul pada awal atau
pertengahan tahun enam puluhan abad pertama - pada akhir masa dua tahun hukuman
penjara rasul Paulus di Roma. Kitab itu mencakup masa dari pendirian gereja di
Yerusalem sampai masa hukuman penjara rasul Paulus di Roma - yaitu kurang lebih
tiga puluh tahun
3. Isi Kitab: Kitab Para Rasul terbagi atas 28 pasal. Di dalam Kitab ini terdapat sejarah
berdirinya Gereja Kristen, khotbah-khotbah para Rasul, penganiayaan terhadap umat
Kristen, penginjilan kepada bangsa-bangsa lain, serta permulaan adanya sebutan
Kristen.
4. Tujuan: Supaya orang-orang Kristen mengerti bagaimana Tuhan Yesus mendirikan
Gereja-Nya di dunia, dan betapa besar Kasih Karunia Allah kepada bangsa-bangsa di
dunia.
a. Nama kitab ini memberi penjelasan tentang maksud dan tujuan kitab ini, yaitu
Kirah Para Rasul. Ada para penafsir yang lebih suka menamakan kitab ini
Kisah Perbuatan Roh Kudus, karena di dalamnya banyak dibicarakan tentang
perbuatan Roh Kudus.
b. Gagasan utama Kisah Para Rasul ialah Bersaksi bagi Kristus. Itulah rumusan
yang paling tepat. Ayat kuncinya ialah fasal 1 ayat 8. ayat itu menyatakan bahwa
saksi-saksi Kristus yang diutus, sekaligus diberi perlengkapan rohani dan juga
daerah pelayanannya.
Ada tiga unsur yang melatarbelakangi Kisah Para Rasul, yaitu penebusan anak
(Luk. 24:46). Rencana Allah tentang penginjilan sedunia (Luk. 24:47) dan kuasa
Roh Kudus (Luk. 24:48-49, Kis. 1:8). Hal itu dapat digambarkan sebagai berikut.
5. Kata saksi dipakai lebih dari 30 kali, mengingatkan kita bahwa gereja yang sejati
adalah gereja yang bersaksi dan setiap Kristen dipanggil untuk menjadi saksi. Sungguh
menakjubkan bahwa hanya dalam satu generasi, orang-orang Kristen mula-mula ini
telah mengabarkan Injil ke seluruh dunia yang sudah beradab.
Kisah para Rasul merupakan buku pedoman misi yang terbaik yang pernah ditulis.
Kisah para Rasul berakhir dengan tiba-tiba - seolah-olah tidak selesai. Suatu cara
mengakhiri yang tepat, karena gereja yang bersaksi harus terus maju sampai Kristus
datang kembali. Kitab-kitab Injil memperlihatkan apa yang mulai dilakukan oleh
Kristus ketika Ia ada di dunia dan Kisah para Rasul menunjukkan apa yang dilakukanNya selanjutnya oleh Roh-Nya yang kudus melalui murid-murid-Nya.

37

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Kitab ini dimulai dengan pemberitaan Injil di Yerusalem, ibu kota agama bangsa
Yahudi; diakhiri dengan pemberitaan Injil di kota Roma, ibu kota dari dunia yang
beradab pada waktu itu.
6. Kunci untuk mengeri Kisah Para Rasul ialah Kuasa Roh Kudus.
Roh Kuduslah yang memimpin Filipus sehingga dia bertemu dengan sida-sida dari
Ethiopia (8:26 dan seterusnya).

Roh Kuduslah yang mempertemukan Petrus dan Kornelius (fasal 10 dan 11).

Roh Kuduslah yang membawa Ananias berjumpa dengan Paulus (9:10 dan
seterusnya).

Roh Kuduslah yang memimpin Paulus sehingga akhirnya Injil diberitakan juga di
Eropa (16:6 dan seterusnya).

Dalam Kisah Para Rasul terdapat suatu berkat rohani yang tersedia untuk kita, yakni
coba disimak terhapat pentingnya mengikuti panggilan Tuhan. Dari beberapa contoh
berikut ini menunjukkan bahwa mereka peka terhadap suara Roh Kudus, dan mereka
juga berani mengikuti suara/panggilan Roh Kudus itu, walaupun pimpinan Roh itu
tidak masuk akal.
7. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Kisah Para Rasul adalah sebagai berikut:
Pasal 1-5 (Kis 1:1-5:42).
Pengajaran tentang kelahiran gereja Tuhan Yesus pertama kali. Bagian ini
menceritakan tentang amanat Tuhan Yesus yang diberikan kepada murid-muridNya sebelum Ia naik ke Sorga. Dan tentang orang-orang percaya setelah mendengar
khotbah Rasul Petrus yang dikuasai oleh Roh Kudus.
Pendalaman
a. Bacalah Kis 1:8; 2:1-3,36-41. Nats ini menyatakan perkataan Tuhan Yesus
bahwa murid-murid-Nya akan menerima kuasa setelah menerima Roh
Kudus, dan perkataan Tuhan Yesus itu digenapi ketika Para Rasul
berkumpul di Yerusalem. Apakah saudara yakin sudah menerima Roh
Kudus dan memiliki kuasa-Nya ? Kalau sudah apakah yang harus saudara
perbuat ?
b. Bacalah Kis 2:41-47; 4:32-37. Nats ini menceritakan kehidupan orangorang percaya pada abad pertama penuh dengan kasih terhadap sesama dan
ketekunan dalam beribadah kepada Allah. Bagaimanakah sifat saudara
terhadap anggota gereja yang lain ? Apakah saudara rajin ke Gereja, baca
Alkitab dan berdoa ?

Pasal 6-12 (Kis 6:1-12:25).


Pengajaran tentang perkembangan gereja yang berada dalam penganiayaan
terhadap orang-orang percaya. Orang-orang percaya di kota Yerusalem
mengalami penganiayaan dari orang-orang Yahudi, sehingga mereka melarikan diri
ke penjuru dunia. Tetapi di dalam segala penderitaan dan penganiayaan itu mereka
tetap memberitakan Injil Tuhan Yesus.
Pendalaman
a. Bacalah Kis 7:54-60; 8:1-4. Nats-nats ini menceritakan bagaimana beratnya
penderitaan dan aniaya yang dialami oleh orang-orang percaya, tetapi
38

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

walaupun di dalam penderitaan dan aniaya itu mereka tetap setia beribadah
dan memberitakan Injil. Bagaimanakah sikap saudara kalau saudara
diancam setelah masuk Kristen ?
b. Bacalah Kis 9:1-22. Nats ini menceritakan tentang Saulus yang adalah
seorang penganiaya orang-orang percaya, mengalami pertobatan dan
akhirnya menjadi Rasul. Ini mengajarkan bahwa kuasa Tuhan Yesus dapat
mengubah kehidupan seseorang yang sangat jahat sekalipun. Sudahkah
kehidupan saudara diubah oleh Tuhan Yesus menjadi kehidupan yang
benar?

Pasal 13-15 (Kis 13:1-15:41).


Pengajaran tentang jemaat (gereja) setempat yang menginjil. Bagian ini
menjelaskan tentang kehidupan orang-orang percaya di kota Antiokhia, dan sebutan
Kristen pertama kali diberikan kepada murid-murid Tuhan Yesus.
Pendalaman
a. Bacalah Kis 11:23-26. Mengapa orang-orang percaya di Antiokhia disebut
Kristen ?
b. Bacalah Kis 13:1-6. Nats ini menceritakan tentang jemaat Antiokhia, yang
mengirimkan penginjil-penginjil kepada bangsa-bangsa lain karena taat
pada Roh Kudus. Ini mengajarkan pada setiap gereja untuk mempunyai
beban penginjilan pada setiap orang yang belum mengenal Tuhan Yesus.
Apakah di gereja saudara mempunyai beban penginjilan ?

Pasal 16-28 (Kis 16:1-28:31).


Pengajaran tentang nama Tuhan Yesus diberitakan ke seluruh dunia. Dalam
bagian ini, dijelaskan bagaimana Kasih Karunia Allah yang ada dalam Tuhan
Yesus, diberitakan pada setiap suku bangsa, baik yang menjadi rakyat biasa,
maupun yang menjadi tentara dan orang-orang istana.
Pendalaman
o Bacalah Kis 23:11. Ayat ini menyatakan tentang perkataan Tuhan Yesus
kepada. Paulus untuk bersaksi dengan penuh keberanian di kota Roma. Ini
juga mengajarkan pada setiap orang Kristen tetap mempunyai keberanian
untuk bersaksi kepada setiap orang. Sudahkah saudara bersaksi dengan
berani kepada setiap orang ?

Kesimpulan
Melalui Kitab Kisah Para Rasul dapatlah diketahui bahwa perkembangan Gereja
Tuhan Yesus dan Kasih Karunia Allah yang diberikan pada setiap bangsa mendapat
tantangan dari kuasa dunia dan orang-orang yang tidak mau mengenal Allah. Tetapi
melalui Kemahakuasaan-Nya, Tuhan Yesus mengalahkan semua kuasa dunia itu,
dan Gereja tetap bertumbuh.

8. Pesan
Gereja menanti dan menerima kuasa Roh Kudus.
o Amanat agung diulangi. Kis 1:8
o Tuhan yang bangkit naik ke surga. Kis 1:9
o Para rasul berdoa. Kis 1:14
o Roh yang dijanjikan diberikan. Kis 2:4
o Disusul dengan khotbah yang penuh kuasa. Kis 2:37
39

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Gereja mempertunjukkan persekutuan Kristen.


o Dalam kehidupan bersama. Kis 2:44; 4:32
o Dalam ibadah bersama. Kis 2:46
Gereja segera mengalami baik kemenangan maupun kesusahan.
o Penyembuhan orang lumpuh. Kis 3:2
o Penipuan Ananias dan Safira. Kis 5:1
Gereja mengangkat 'para pejabat' yang pertama -'Kelompok Tujuh Orang' (Kis
6:3).
Martir pertama gereja - Stefanus (Kis 7:60).
Gereja menerima seorang petobat baru yang luar biasa - Saulus dari Tarsus (Kis
9:1-19).
Gereja membuktikan kuasa doa.
o Persekutuan doa yang membuka pintu penjara. Kis 12:5
Gereja mengadakan sidangnya yang pertama yang di dalamnya kebebasan orang
bukan Yahudi dilindungi (Kis 15:19).
9. Garis Besar
[1] Pengantar Kis 1:1-26
Masa empat puluh hari dan sesudahnya:
Kis 1:1-11
Janji tentang Roh Kudus
Kis 1:12-14
Para murid yang menanti
Kis 1:15-26
Penggantian Yudas
[2] Bersaksi Di Yerusalem Kis 2:1-7:60
Kis 2:1-47
Kuasa diberikan dan khotbah penuh kuasa
Kis 3:1-26
Mukjizat pertama yang dicatat dalam gereja mula-mula
Kis 4:1-31
Timbulnya kaum oposisi
Kis 4:32-5:16 Berkat dan cela
Kis 5:17-42
Lebih menaati Allah daripada manusia
Kis 6:1-7:60
Martir Kristen pertama
[3] Bersaksi Di Samaria Kis 8
[4] Bersaksi Di Tempat Yang Lebih Jauh Kis 9:1-13:3
Kis 9
Pertobatan yang luar biasa
Kis 10:1-11:30 Mata Petrus terbuka
Kis 12:1-25
Petrus ditangkap
Kis 13:1-3
Paulus dan Barnabas diutus
[5] Bersaksi Sampai Ke Ujung Dunia Kis 13:4-28:31
Kis 13:4-15:35 Perjalanan misionaris yang pertama
o Siprus (Kis 13:4-12)
o Perga (Kis 13:13)
o Pisidia Antiokhia (Kis 13:14-52)
o Ikonium (Kis 14:1-6)
o Listra (Kis 14:6-20)
o Derbe (Kis 14:20-21)
o Sidang di Yerusalem (Kis 15:1-35)
40

Introduksi Perjanjian Baru

o
o
o
o
o
o
o
o
o

Kis 15:36-18:22 Perjalanan misionaris yang kedua


Paulus dan Barnabas berpisah (Kis 15:36-41)
Paulus mengunjungi Listra (Kis 16:1-3)
Berbagai kota di Asia Kecil (Kis 16:4-11)
Filipi (Kis 16:12-40)
Tesalonika (Kis 17:1-9)
Berea (Kis 17:10-14)
Atena(Kis 17:15-34)
Korintus (Kis 18:1-17)
Kembali ke Antiokhia

o
o
o
o

Kis 18:23-21:17 Perjalanan misionaris yang ketiga


Paulus mengunjungi Efesus (Kis 18:23-19:40)
Berangkat ke Yerusalem (Kis 20:1-16)
Berpidato di depan para penatua di Efesus (Kis 20:17-38)
dan akhirnya tiba di Yerusalem (Kis 21:1-17)

o
o
o
o

Kis 21:18-28:3 Paulus berhadapan dengan para penguasa


Didakwa dan ditangkap (Kis 21:18-40)
Membela diri (Kis 22-26)
Dalam perjalanan ke Roma (Kis 27:1-28:15)
Paulus masih berkhotbah (Kis 28:16-31)

Kasiatin Widianto, M.Th

10. Ayat Mas: Kisah Para Rasul 1:8


11. Tugas:

41

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

ROMA
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1. Penulis: Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus (Rom 1:1 sekitar tahun 58 sesudah Masehi,
dari kota Korintus. Yang ditujukan kepada orang-orang Kristen di kota Roma (dan juga
setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus).
2. Penerima:
Surat ini dialamatkan kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi
Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus. (1:7).
Pada waktu menulis surat ini Paulus belum pernah ke Roma (1:13) walaupun ia sudah
beberapa kali ingin ke sana (15:23).
Asal-mula Jemaat di Roma
Pada waktu itu jumlah penduduk Roma berjumlah satu juta orang. Separuhnya adalah
budak-budak. Selain itu ada kontingen besar orang-orang Yahudi. Hal ini terbukti
karena terdapat banyak sinagoge (tempat ibadah orang Yahudi) di kota itu. Paling
sedikit ada 11 sinagoge pada masa pemerintahan Kaisar Nero.
Tidak dapat dipastikan kapan jemaat di Roma didirikan. Yang jelas pada waktu Paulus
menulis surat Roma, jemaatnya sudah lama berdiri (1:8-15(. Paulus sudah banyak
mendengar tentang jemaat di sana, dan sekarang ia ingin mengunjungi mereka (15:23).
Dia yakin bahwa jemaat itu sudah dewasa dan dapat menguatkan dan mendukung dia
dalam pelayanan di Spanyol. Dia juga yakin bahwa mereka telah penuh dengan
kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati
(15:14).
Jemaat Rumah
Menurut Roma 16:5, 10, 11, 14,15) jelaslah bahwa di Roma sudah menjadi kebiasaan
jemaat Kristen berkumpul di rumah-rumah. Adapun orang-orang Kristen yang ada di
sana merupakan campuran orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain (bdg. 1:13;
11:13). Hal ini nampak jelas dari 26 orang yang diberi salam (psl.16), 2/3 diantaranya
memakai nama Yahudi, sedang 1/3nya menggunakan nama-nama yang lain.
3. Isi Kitab: Kitab Roma terbagi atas 16 pasal. Dalam kitab ini Rasul Paulus menjelaskan
tentang cara manusia yang berdosa diselamatkan, yaitu melalui iman saja kepada
Tuhan Yesus. Dan juga tentang cara hidup orang-orang yang telah diselamatkan
tersebut
4. Tujuan: Supaya orang-orang Kristen mengerti ajaran-ajaran utama Kitab Roma dan
yakin bahwa manusia diselamatkan hanya oleh imankepada Tuhan Yesus Kristus.
5. Intisari Berita Surat Roma
Berikut beberapa pokok utama surat Roma yang dapat kita lihat:
Pokok penting yang tercatat dalam 1:16-17 dapat dikatakan sebagai tema surat ini:
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percayasebab di
dalamnya nyata kebeneran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada
iman, seperti ada tertulis: orang benar akan hidup oleh iman.

42

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Dasar untuk pengajaran ini ialah pengajaran tentang manusia yang terikat di bawah
kuasa doa dan kehilangan kemuliaan Allah. Atas dasar inilah Paulus menguraikan
tentang pembenaran karena iman, dan akibatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian ini meliputi fasal 1-8, dapat dibagi dalam tiga bagian sebagai berikut:

Tentang manusia yang hidup di luar Allah (1:18-3:20)


Manusia sudah rusak oleh karena menyembah berhala (1:20-32).
Manusia sudah rusak oleh karena kemunafikan (2:1-16).
Manusia sudah rusak oleh karena mau menyelamatkan diri sendiri melalui
usaha untuk menyenangkan Allah (2:17-3:8).
Semua manusia tanpa kecuali- adalah orang berdosa (3:9-20).

Berita Injil merupakan kebenaran Allah yang dianugerahkan kepada kita


(3:21-5:21).
Dasarnya adalah penebusan yang dikerjakan oleh Kristus. Kebenaran ini
diberikan dengan Cuma-Cuma kepada semua orang yang percaya kepaNya
(3:24). Kebenaran ini tidak tergantung pada usaha manusia tetapi semata-mata
karena kasih Allah yang dinyatakan dalam Yesus.

Walaupun kita sudah dibenarkan di dalam Kristus, kita masih mempunyai


tabiat orang berdosa (6:1-8:39).
Dalam Roma 6:1-8:39 diterangkan terus menerus kita mengalami pertentangan
di dalam hidup kita. Kita sering kali ingin yang baik, tetapi kenyataannya lain.
Akhirnya kita merasa kecewa dengan diri kita sendiri, yaitu mengeluh sama
seperti Paulus: Aku manusia celaka. Siapa yang akan melepaskan aku?
(7:24). Bagaimana jalan keluarnya?
i) Kita perlu perhatikan bahwa Paulus tidak berkata bahwa kita akan luput
dari perang rohani selama kita hidup di dunia ini. Memang di dalam
Kristus kita sempurna di hadapan Allah (Fil. 3:15). Tetapi di dalam
menghadapi dunia ini kita baru nanti di surga akan mengalami
kesempurnaan (bdg.Fil. 3:12).
Jawaban Paulus dalam surat Roma ialah sebagai berikut: Demikianlah
sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus.
Roh, yang memberikan hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari
hukum dosa dan hukum maut. (8:1-2). Kita tidak luput dari dosa atau
maut, melainkan dari hukum dosa dan hukum maut. Manusia merupakan
medan perang antara kuasa terang dan kuasa maut dari lahir sampai mati.
ii) Benarlah bahwa kita harus menghadapi peperangan rohani. Sebaiknya kita
mempersiapkan diri, sehingga kita kuat menghadapi iblis. Karena ada satu
kebenaran lagi, yaitu bahwa kita tidak harus gagal dalam peperangan ini.
Kita tidak harus jatuh dan hidup dalam dosa karena dikalahkan iblis. Di
dalam Kristus ada kemenangan tersedia bagi kita, kerena Kristus telah
memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut. Di dalam Kristus kita tidak
hidup di dalam daging, melainkan dalam Roh (Roma 8:9).
Karena itu hendaknya kita terus-menerus memandang Kristus dan minta
pertolonganNya yang disediakan melalui Roh Kudus, maka ada
kemenangan. Dan janji Allah adalah bahwa pada waktunya Ia akan
menghidupkan tubuh kita yang fana oleh RohNya, yang diam di dalam kita
(8:11). Oleh karenanya di dalam Kristus ada kemenangan.
43

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Renungkanlah: Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa


kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus.
Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana,
supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6:11-12).
Fasal 9-11 menerangkan tentang cara Injil bersangkutan dengan bangsa Israel.
Pulus menegaskan bahwa Injil tidak meniadakan kehendak Alllah bagi bangsa
Israel (fas. 9).
Sebaliknya Injil menggenapi janji Allah bagi Israel (fas. 10), dan meneguhkan
pengharapan bagi bangsa Israel (fas. 11). Walaupun kelihatanya lain, akhirnya
seluruh Israel akan diselamatkan.
Isreael sebagai umat pilihan Allah, dikesampingakan untuk sementara waktu,
karena mereka jatuh tersandung pada Yesus Kristus. Mereka itdak menerima Dia
sebagai Mesias. Oleh sebab itu Allah mengesampingkan mereka, tetapi Ia tidak
menolak mereka (11: 1). Dia maha kuasa dan hanya melaksanakan rencana
penebusanNya untuk seluruh umat manusia (9:12-32)
Pada suatu hari Israel akan dipulihkan kembali dan diberkati (11:25-32). Dengan
demikian Injil dapat diberitakan keoada semua orang di dunia ini, dan barang
siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. (10:13).
Fasal 12-15 menerangkan tentang bagaimana Injil mempengaruhi kehidupan
orang Kristen sehari-hari.

Fasal 12 menerangkan aspek-aspek sosial dari kehidupan Kristen. Ayat 1-2


merupakan dasarnya, yaitu perubahan batin. Buah pengudusan itu ialah
melayanai sesama manusiadenagn kerendahan hait dan penuh kasih.

Fasal 13 menerangkan aspek-aspek kewargaan dalam hidup Kristen. Dalam


ayat 1-7 dijelaskan tentang tanggung jawab kita kepada pemerintah. Kita akan
menaklukan diri dengan setia. Ayat 8-14 menerangkan bahwa dasar dari segala
perbuatan kita adalah kasih kepada sesama manusia

Fasal 14-15 menerangkan beberapa hubungan timbal-balik dalam kehidupan


Kristen seperti hubungan diantara orang lemah dan orang yang kuat dalam
menghadapi godaan dunia ini. Sekali lagi kita lihat bahwa dasar dari tingkah
laku timbal balik ialah saling mengasihi (14:1-23). Dasar ini dikuatkan dalam
15:1-13 dengan menunjukkan kepada teladan Kristus

Bagian terakhir (15:14-16:27) berisi petunjuk-petunjuk yang bersifat pribadi untuk


kita masing-masing, disertai salam dan doa.
Oleh karena begitu menekankan perbuatan Allah didalam Yesus Kristus , maka kita
mengerti mengapa Paulus mengakiri surat ini dengan mengatakan Bagi Dia satusatunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemulian sampai
selama-lamanya (16:27).
6. Tema-tema Kunci
Anugerah.
Kebenaran yang berkali-kali ditanamkan ialah bahwa jika kita dapat menjadi
Kristen, Allah yang harus melakukannya. Anugerah Allah itu diberikan dengan
cuma-cuma, kita tidak dapat melakukan sendiri. Namun demikian, kita tidak boleh
44

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

juga menganggap hal itu sepele. Telusurilah tema ini dalam seluruh surat Roma:
Rom 1:7; 2:4; 3:24, 27; 4:16; 5:15, 17, 21; 6:1, 15; 11: 5-6.
Iman.
Kita mendapat anugerah cuma-cuma dari Allah oleh iman kepada Kristus. Pada
saat yang sama, tidak berarti kita hanya semata-mata percaya tentang Dia, tetapi
menerima firman Allah, menaati-Nya dan mengakui Kristus. Perhatikan bagaimana
Paulus menekankan tentang iman dalam surat ini, dan juga bagaimana ia
mendefinisikannya. Apakah iman kita cukup besar? 1:5 (lihat 15:18); Rom 1:16-17;
3:22, 26-31; 4:1-25; 5:1; 10:8-11; 10:17.
Pembebasan (atau Pembenaran).
Kata di atas diambil dari istilah yang ada dalam sidang pengadilan. Allah
membebaskan - atau 'membenarkan' - pendosa, menyatakannya'benar', oleh karena
apa yang telah Yesus lakukan sebagai penggantinya. Lihat bagaimana Paulus
mengaitkan ini dalam kematian Kristus dan iman: Rom 1:17; 3:21-26; 4:1-25; 5:811, 15-21; 10:1-10.
7. Pesan
a. Kita semua perlu dibenarkan di hadapan Allah (pasal 1-3)
Bagi orang bukan Yahudi, cukup banyak yang dapat diketahui tentang Dia
o dalam alam semesta. Rom 1:19-20
o dalam kenyataan kita sebagai ciptaan. Rom 2:14-15

Untuk orang Yahudi, lebih dari cukup - dalam firman-Nya. Rom 2:12, 1724;3:1-2

Semua orang jatuh di dalam dosa. Rom 3:9-20, 23

Tidak seorang pun


o boleh menghakimi orang lain. Rom 2:1-3
o boleh bermegah diri. Rom 3:27
o dapat berdalih. Rom 1:20; 2:1; 3:19
o dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Rom 3:20, 23

b. Allah melakukan semua itu (pasal 3-5)


Kematian Kristus membayar semua hutang
o Ia mati menggantikan kita. Rom 3:24-25
o pada waktu kita masih berdosa. Rom 5:6-8
o kita dapat dibenarkan. Rom 3:24

Abraham mempercayai firman Allah


o kita pun harus beriman. Rom 3:25; 4:16-25; 5:1

Adam melakukan sesuatu yang berakibat pada kita sampai sekarang


o demikian pula apa yang dilakukan Kristus di kayu salib. Rom 5:12-19

c. Cara hidup yang berbeda (pasal 6-8)


Masalahnya ialah sifat dosa manusia
o yang tidak dapat menjadi baik. Rom 7:18
o yang berseteru terhadap Allah. Rom 8:7
o yang tidak memperkenan Allah. Rom 8:8
45

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Kuasa datang dari Roh Kudus


o yang diam di dalam kita. Rom 8:9-11
o yang menimbulkan pertentangan. Rom 7:13-23
o yang menyediakan kemenangan. Rom 7:24-25

Kita harus bekerja sama dengan Dia


o menolak dosa. Rom 6:13, 16, 19; 8:13
o menaati Kristus. Rom 6:13, 16-19, lihat Rom 12:1

Kita bisa
o memperoleh kemenangan. Rom 6:14
o menerima kehidupan. Rom 8:11
o menjadi anak-anak Allah. Rom 8:14-17
o mengalami pertolongan-Nya. Rom 8:26-27
o menjadi seperti Kristus. Rom 8:28-30, lihat Rom 12:2
o merasa pasti bahwa kita adalah milikNya. Rom 8:31-39

d. Allah tahu apa yang sedang dilakukanNya (pasal 9-11)


Allah tahu bagaimana mengendalikan umat-Nya
o terhadap orang Yahudi yang tidak taat sekalipun. Rom 9:1-33
o Ia mempunyai rencana induk. Rom 11:1-32
Kita tetap harus memberikan tanggapan
o dalam iman yang taat. Rom 10:5-21
e. Kita diselamatkan bersama (pasal 12-1)
Kita adalah anggota dari satu tubuh
o saling memiliki. Rom 12:3-8
o saling mengasihi. Rom 12:9-21; 13:8-10
o saling menerima. Rom 14:1-15:7
o saling menghayati gaya hidup yang baru. Rom 13:1-7, 11-14
8. Garis Besar
[1] Mengapa Saya Menulis... Rom 1:1-7
Rom 1:1-17 Semua tentang Yesus Kristus
Rom 1:8-15 Saya mempunyai sesuatu untuk dibagikan
Rom 1:16-17 Berita secara ringkas
[2] Kita Semua Adalah Orang Berdosa Rom 1:18-3:20
Rom 1:18-32 Mereka yang tidak memiliki Alkitab
Rom 2:1-11 Menghakimi orang lain?
Rom 2:12-16 Allah akan menghakimi kita semua
Rom 2:17-3:20 Lebih baikkah orang Yahudi?
[3] Allah Mempunyai Jalan Rom 3:21-5:21
Rom 3:21-26 Apa yang dilakukan oleh salib
Rom 3:27-31 Siapa yang boleh bermegah?
Rom 4:1-25 Abraham percaya lebih dulu
Rom 5:1-5
Sukacita - walaupun dalam kesusahan
Rom 5:6-11 Ketika kita tidak berdaya
Rom 5:12-21 Kristus dan Adam
[4] 'Hidup Baru' Rom 6:1-8:39
Rom 6:1-14 Dosa dapat dikalahkan
46

Introduksi Perjanjian Baru

Rom 6:15-23
Rom 7:1-6
Rom 7:7-25
Rom 8:1-11
Rom 8:12-17
Rom 8:18-25
Rom 8:26-27
Rom 8:28-30
Rom 8:31-39

Kasiatin Widianto, M.Th

Pergantian pemilik
Pergantian pasangan
Peperangan dalam hati
Roh memberi hidup
Anak-anak Allah!
Dan banyak lagi yang lain
Doa
Tujuan
Apa lagi yang dapat saya katakan?

[5] Tetapi Bagaimana Halnya Dengan Orang Yahudi? Rom 9:1-11:36


Rom 9:1-5
Hak-hak istimewa mereka
Rom 9:6-33 Maksud Allah
Rom 10:1-21 Iman menyelamatkan
Rom 11:1-36 Rencana yang aneh
[6] Hayatilah! Rom 12:1-15:13
Rom 12:1-2 Kehidupan yang dipersembahkan
Rom 12:3-21 Kehidupan di dalam satu tubuh
Rom 13:1-7 Hidup dalam masyarakat
Rom 13:8-10 Hidup dalam kasih
Rom 13:11-14 Bangun dan hiduplah!
Rom 14:1-15:13 Hidup bersama dengan sesama
[7] Rencana Hari Depanku Rom 15:14-33
Rom 15:14-21 Pelayanan saya
Rom 15:22-33 Ambisi saya
[8] Sangat Banyak Kawan Di Roma Rom 16:1-27
Allah memberkati kalian semua

9. Ayat Mas: Roma 12:1


10. Tugas:

47

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

1 KORINTUS
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1. Penulisnya
Jelaslah penulisnya adalah Paulus, hal itu tidak pernah diragukan secara serius oleh
para ahli. Surat ini begitu cepat dikenal dan dipakai oleh seluruh kekristenan pada
waktu itu. Sebab adalah bahwa pokok-pokok yang dibicarakan dalam surat ini begitu
aktuil dimana-mana ada jemaat yang baru berdiri. Klemens dari Roma mengutip dari
surat ini menjelang akhir abad pertama. Pada abad kedua surat ini dikenal oleh
Polikarpus dan Ignatus.
2. Tahun penulisan. Surat ini ditulis oleh rasul Rasul Paulus sekitar tahun 56 sesudah
Masehi. Yang ditujukan kepada orang-orang Kristen di kota Korintus. (Dan juga
orang-orang Kristen di seluruh dunia).
3. Bagaimana Gereja Di Korintus Dimulai.
Paulus pertama kali mengunjungi Korintus pada perjalanan misionarisnya yang kedua
(Kis. 18:1). Sejumlah orang Yahudi, termasuk Krispus yang menjadi kepala rumah
ibadat, dan banyak orang bukan Yahudi menjadi Kristen. Paulus memulai sebuah
sekolah Alkitab untuk mereka, yang letaknya strategis dan mencolok karena
berdampingan dengan rumah ibadat (Kis. 18:1-18). Ia tinggal di sana selama delapan
belas bulan dan digantikan oleh Apolos sebagai guru Alkitab.
4. Bagaimana Berita Tentang Gereja Di Korintus Sampai Kepada Paulus.
Paulus sedang berada di suatu tempat di Asia (1 Kor. 16:19), mungkin di Efesus (16:8),
pada akhir masa perjalanan misionarisnya yang kedua, ketika Stefanus dan dua orang
kawannya datang dengan membawa sepucuk surat dari jemaat di Korintus (16:17 dan
7:1).
5. Isi dari Kitab I Korintus terbagi atas 16 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat ajaran
tentang cara-cara kehidupan anggota gereja.
6. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab I Korintus
a. Pasal 1-4 (1Kor 1:1-4:21).
Pengajaran tentang kenyataan bahwa setiap orang Kristen hanyalah milik Tuhan
Yesus. Dalam bagian ini Rasul Paulus menegur orang-orang Kristen karena adanya
perpecahan dan iri hati atau pertengkaran.
Skandal gereja yang terpecah (pasal 1-4) Gereja terpecah ke dalam empat
golongan dengan "nama" yang berbeda-beda:
o Saya golongan Paulus
o Saya golongan Petrus
o Saya golongan Apolos
o Saya golongan Kristus
Bagian mengenai kelemahan dalam pasal 1 mungkin ditujukan kepada apa yang
dikatakan oleh para pengritik tentang Paulus (lihat 2Kor 10:10) dan bagian tentang
hikmat dalam pasal yang sama mungkin ditujukan kepada Apolos dan
pendidikannya (Kis. Kis 18:24). Paulus menggunakan lima sebutan yang mencolok
bagi dirinya dan para pemimpin gereja lainnya untuk menunjukkan bagaimana
seharusnya sikap kita:
48

Introduksi Perjanjian Baru

o
o
o
o
o

Kasiatin Widianto, M.Th

Sebagai pelayan (diakonia). 1Kor 3:5


Sebagai kawan sekerja. 1Kor 3:9
Sebagai ahli bangunan. 1Kor 3:10
Sebagai hamba, pembantu. 1Kor 4:1
Sebagai orang yang dipercaya. 1Kor 4:1

b. Pasal 5-6 (1Kor 5:1-6:20).


Pengajaran tentang kehidupan moral di dalam jemaat. Di dalam bagian ini, Rasul
Paulus menjelaskan persoalan yang timbul dalam jemaat karena percabulan dan
mencari keadilan pada orang-orang yang tidak beriman.
Dalam pasal 5 dan 6 Paulus mulai mengajukan tujuh pertanyaan dengan 'Tidak
tahukah kamu?':
sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan. 1Kor 5:6
orang kudus akan menghakimi dunia. 1Kor 6:2
kita akan menghakimi malaikat-malaikat. 1Kor 6:3
orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan
Allah. 1Kor 6:9
tubuhmu adalah anggota Kristus. 1Kor 6:15
siapa yang mengikatkan dirinya dengan pelacur, menjadi satu tubuh dengan
dia. 1Kor 6:16
tubuhmu adalah bait Roh Kudus. 1Kor 6:19
Atas dasar apa Paulus berharap agar orang Kristen di Korintus mengetahui ketujuh
prinsip ini? Jika kita tahu ketujuh prinsip ini, apa pengaruhnya atas tingkah laku
kita?
c. Tentang perkawinan (Fasal 7)
Dalam fasal 7 terdapat jawaban Paulus atas soal hubungan pernikahan. Paulus
memberi perintah agar kesucian hubungan itu dipelihara.
d. Kebingungan mengenai kebebasan (Fasal 8-10)
1) Dalam fasal 8-10 terdapat jawwaban Paulus mengenai makanan bekas sajian,
yang menjadi soal karena hubunganya denagn berhala. Sebenarnya bagian ini
menyangkut hal-hal yang lebih dalam lagi, yaitu masalah Afiafora. Hal ini
menyangkut sikap kita terhadap masalah-masalah yang tidak diatur tegas dalam
Alkitab. Contohnya kebiasan kita masing-masing dalam hal makanan,
berpakaian, hiasan, penggunaan waktu, dan lain sebagainya.
2) Orang Kristen 'yang kuat' berpendapat bahwa mereka bebas memakan makanan
dalam rumah-rumah berhala di Korintus, sekalipun orang Kristen 'yang lemah'
dibingungkan dan dilemahkan oleh perbuatan mereka.
3) Wanita-wanita 'yang bebas' merasa boleh menanggalkan kerudung walaupun
sebagian pria Kristen tradisional berpikir bahwa mereka terlalu maju.
e. Mengenai fungsi dan tingkah laku perempuan dalam kebaktian (Fasal 11)
Dalam I Korintus 11:2-16 Paulus memberi jawaban mengenai tingkah laku yang
selayaknya dimeja Tuhan.

49

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

f. Tentang karunia-karunia Roh (Fasal 12-14)


1) Fasal 12-14 menyangkut karunia-karunia Roh. Fasal 12 menekankan bahwa
segala karunia rohani diberikan oleh Roh Allah.
2) Dalam Fasal 13 ditegaskan bahwa barangsiapa yang tidak mempunyai kasih,
adalah sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Kalau begitu apa gunanya dengan segala macam karunia? Karunia harus
dilengkapi dengan kasih.
3) Fasal 14 memberi penjelasan lanjut tentang karunia-karunia itu.
Kesimpulan Paulus ialah karunia-karunia Roh diberikan Allah untuk membangun
jemaat. Tidak ada karunia yang dinilai lebih tinggi daripada karunia yang lain.
g. Tentang kebangkitan (Fasal 15)
Fasal 15 berbicara tentang kebangkitan orang-orang suci. Dalam ay. 1-19 hal itu
dihubungkan dengan kebangkitan Kristus. Ayat 20-34 menerangkan tentang urutan
dan akibatnya. Ayat 35-49 memecahkan persoalan keadaan tubuh rohani. Ayat 5058 melukiskan perubahan-perubahan tubuh.
Empat dasar injil. Dalam 1Kor 15:3-5 Paulus mempersingkat Injil menjadi empat
dasar pengajaran.
Kristus mati untuk dosa-dosa kita sesuai dengan apa yg tertulis dalam kitab
suci.
Ia dikuburkan.
Ia dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dgn apa yang tertulis dalam kitab suci.
Ia menampakkan diri...
Selidikilah dalam seluruh Perjanjian Lama dan tunjukkan bahwa Kristus mati untuk
dosa-dosa kita sesuai dengan kitab suci dan bahwa Kristus dibangkitkan pada hari
ketiga sesuai dengan kitab suci.
Pasal 15 mengenai kebangkitan. Apa konsekuensi dari kepercayaan yang tidak
mengakui adanya kebangkitan (ayat 12-19)?
Perhatikan tiga pasangan yang mencolok yang ditunjukkan oleh Paulus dalam ayat
45-49:

Adam pertama dan Adam terakhir.


Manusia pertama dan Manusia kedua.
Manusia dari debu dan Manusia dari surga.

Mengapa Yesus dikatakan Adam terakhir, tetapi Manusia kedua? (Pelajarilah


dengan saksama Rom 5:6-21 untuk lebih mendalami hal yang sangat kontras antara
Adam dan Kristus).
7. Garis Besar
[1] Pengantar 1Kor 1:1-9
1Kor 1:1-3
Salam
1Kor 1:4-9
Beberapa komentar yang mengejutkan
[2] Skandal Gereja Yang Terpecah 1Kor 1:10-4:21
1Kor 1:10-31
Manusia dipermuliakan: Kristus disalibkan
50

Introduksi Perjanjian Baru

1Kor 2:1-3:4
1Kor 3:5-4:5
1Kor 4:6-21

Kasiatin Widianto, M.Th

Hikmat rohani
Pikirkan tentang para pemimpin seperti ini
Kesombongan luar biasa, kemiskinan dan kuasa

[3] Skandal Imoralitas 1Kor 5:1-6:20


1Kor 5:1-13
Skandal seksual yang memalukan
1Ko 6:1-8
Skandal peradilan
1Kor 6:9-20
Kesucian bagi Bait Roh Kudus
[4] Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Perkawinan 1Kor 7:1-40
1Kor 7:1-9
Tentang hak dan kewajiban
1Kor 7:10-24
Tentang perceraian
1Kor 7:25-38
Bagaimana tentang orang-orang yang melajang?
1Kor 7:39-40
Ringkasan
[5] Dibebaskan... Tetapi Seberapa Bebas? 1Kor 8:1-11:1
1Kor 8:1-13
Dibebaskan dari penyembahan berhala, tetapi...
1Kor 9:1-27
Bebas dari pengaruh masyarakat, tetapi...
1Kor 10:1-13
Bebas karena anugerah Allah, tetapi...
1Kor 10:14-11:1 Bebas untuk melayani manusia dan menyukakan Allah
[6] Kekacauan Dalam Ibadah Di Gereja 1Kor 11:2-14:40
1Kor 11:2-16
Rambut panjang, topi dan kerudung
1Kor 11:17-34
Perjamuan Kudus: dalam gereja yang terpecah?
1Kor 12:1-31
Karunia-karunia Roh
1Kor 13:1-13
Karunia yang terbesar
1Kor 14:1-40
Bahasa lidah dan nubuatan
[7] Kebangkitan 1Kor 15:1-58
1Kor 15:1-11
Inilah kabar baik
1Kor 15:12-19
Jika Kristus tidak bangkit...
1Kor 15:20-34
Tetapi Ia telah bangkit dan kita pun akan dibangkitkan
1Kor 15:35-50
Apa arti kebangkitan
1Kor 15:51-58
Kemuliaan kebangkitan
[8] Kesimpulan 1Kor 16:1-24
1Kor 16:1-9
Rencana-rencana Paulus
1Kor 16:10-20
Beberapa orang penting
1Kor 16:21-24
Salam pribadi
8. Ayat Mas: 1 Korintus 6:19
9. Tugas:

51

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

2 KORINTUS
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1. Isi Kitab: Kitab II Korintus terbagi atas 13 pasal. Kitab ini merupakan kelanjutan dari
Kitab I Korintus. Di dalamnya kita dapat melihat kemurnian pelayanan Paulus sebagai
Rasul Yesus Kristus.
2. Tahun Penulisan. Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun tahun 60 sesudah
Masehi. Yang dialamatkan kepada orang-orang Kristen (Jemaat) di kota Korintus. (Dan
juga semua orang Kristen di dunia).
3. Mengapa Surat Ini Ditulis.
Maksud utama surat ini adalah untuk memberitahu jemaat Korintus betapa besar arti
perubahan pikiran mereka bagi Paulus. Surat ini juga untuk memperingatkan mereka
agar tidak berlaku terlalu keras terhadap orang-orang yang telah menyerangnya (2Kor
2:5-11). Ketiga, Paulus ingin mengulang kembali pengajaran yang telah diberikannya
dalam suratnya yang pertama (2Kor 6:14, bandingkan dengan 1Kor 6:15-20). Alasan
yang keempat adalah mengenai' para rasul yang tidak ada taranya' yang tidak mau
bertobat, yang pada kenyataannya adalah guru-guru palsu dengan injil yang berbeda
(2Kor 11:1-6). Kelima, Paulus ingin mengingatkan mereka tentang rencana
pengumpulan pemberian untuk membantu orang miskin di Yerusalem. HaI ini juga
telah dibicarakannya dalam suratnya yang pertama (1Kor 16: 1-3) dan sekarang ia
ingin supaya mereka mengirimkan uang itu melalui Titus (2Kor 9:1-5).
4. Intisari Berita Surat Dua Korintus
2 Korintus adalah surat yang termasuk diantara yang paling pribadi sifatnya dari semua
surat kiriman. Hal ini berhubungan dengan pembelaan Paulus terhadap golongan
Yahudi. Suarat ini diwarnai oleh pembelaan itu.
a. Pasal 1-5
Dalam bagian ini Paulus menjelaskan tentang pelayanannya, dan dengan demikian
dia meletakakn dasar untuk pembelaan dir terhadap kebohongan yang dilontarkan
oleh golonga Yahudi. (bnd. 1:6, 12, 17, 23; 2:4, 17). Pembelaan itu dikongkretkan
dalam pasal 10-13. bagian ini menyatakan kemurnian motifnya (bnd. 3:6, 12; 4:1,
3, 5, 18; 5:14-21).
Dalam 2 Kor. Kita dapat membaca cerita yang indah tentang harta rohani dalam
bejana tanah (4:1-15). Dalam cerita ini ada beberapa hal yang penting, antara lain:
Harta rohani dalam bejana tanah

Injil tak dapat dimengerti oleh orang-orang yang dibutakan oleh iblis (4:1-7).
Orang-orang yang diikat oleh kuasa kegelapan tak dapat mengerti Firman
Tuhan ataupun mengalami berkat-berkat rohani. Betapa penting pemberitaan
Firman Tuhan membongkar tipu muslihat iblis

Injil Yesus Kristus yang diberitakan oleh hamba-hambanya merupakan harta


yang besar kuasanya. Tetpai hamba-hamba itu sendiri diumpakan dengan
bejana tanah liat, yang sering rusak. Gambaran ini dipakai untuk menggarasi
bawahi bahwa hamba-hamba Tuhan yang sejati harus bergantung pada
kekuatan Allah (4:8-15). Inilah arti dari II Korintus 4:10: kami senantiasa
52

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga
menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Salah satu fasal yang paling digemari dalam seluruh PB adalah 2 Kor.5. fasal
itu dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu:

5:1-10: kerinduan anak-anak Allah untuk mengenakan tempat kediaman


surgawi

5:11-21: pelayanan orang-orang Kristen adalah pelayanan pendamaian. Banyak


aktifitaas yang penting dan baik supaya orang kristenpun mengambil bagian di
dalamnya. Tetapi kita harus memberikan prioritas yang sebenarnya, pelayanan
pendamaian harus menempatkan urutan yang paling atas

b. Fasal 6 adalah bagian yang penting untuk setiap orang yang mempersiapkan diri
untuk menjadi hamba Tuhan.
Pengajaran-pengajaran yang penting untuk hamba Tuhan.
o 6: 1- 10 : situasi pelayanan tidak senantiasa gampang. Oleh karena itu
membutuhkan ketabahan dan ketekunan serta kesediaan untuk berkorban dan
menderita demi penyebarluasan kerajaan Allah.
o 6:11-7:1 : hamba- hamba Tuhan yang mau berhasil dalam pelayanan, harus
hidup dalam kesucian hidup, dan sikap tegas terhadap dosa dan kegelapan yang
selalu mengoda hamba-hamba Tuhan.
c. Pasal 8 dan 9 memberi nasehat tentang sikap orang-orang Kristen terhadap hal-hal
duniawi, khusunya pengumpulan uang untuk jemaat Yerusalem. Walaupun ini tidak
langsung berkaitan dengan pelayanan rohani, atau merupakan bagian penting dari
pelayanan penting dari Kristen (bnd. 8:7, 11, 24; 9:5-7, 13).
d. Pasal 10-13
Mulai dengan pasal 10 Paulus memberi jawaban yang praktis dan kongkret atas
ancaman dari golongan Yahudi. Paulus khawatir bahwa kalau jemaat tidak mau
menolak golongan tersebut dengan keras, dia terpaksa memakai wibawanya sebagai
rasul hingga dia berada di tengah-tengah mereka (13:10).
5. Hak istimewa dan penderitaan.
Kepemimpinan Kristen seperti yang dilakukan Paulus akan selalu menimbulkan
kesengsaraan, salah pengertian, penderitaan di samping semangat dan sukacita. Paulus
memaparkan tentang penderitaan dalam tujuh pasal yang terpisah dalam surat ini:
Hampir putus asa ketika jemaat Korintus menolak dia. 2Kor 1:8-11
Penderitaan mental saat Paulus menantikan jawaban atas suratnya. 2Kor 2:12-17
Keletihan fisik yang disebabkan oleh konflik batin. 2Kor 4:16-18
Kesengsaraan karena pertikaian yang tak habis-habisnya dalam membela nama
Yesus. 2Kor 6:3-10
'Pertengkaran dari luar dan ketakutan dari dalam. 2Kor 7:5-8
Kepedihan karena tidak dimengerti dan dituduh dengan tuduhan palsu. 2Kor 11:1-10
Bermacam-macam penderitaan dari pengabar Injil. 2Kor 11:21-29

53

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

6. Garis Besar
[1] Rincian Pertikaian 2Kor 1:1-2:17
2Kor 1:1-14
Menunggu Titus: betapa Paulus menderita
2Kor 1:15-2:4
Menjelaskan ketidakhadirannya
2Kor 2:5-11
'Ampuni lawan-lawan saya'
2Kor 2:12-17
Titus telah tiba: betapa Paulus bersukacita
[2] Kemuliaan Perjanjian Baru 2Kor 3:1-5:21
2Kor 3:1-6
Roh yang dari Allah dan hati manusia
2Kor 3:7-18
Kemuliaan Injil yang lebih besar
2Kor 4:1-6
Kemuliaan yang tersembunyi dari mereka yang terhilang
2Kor 4:7-18
Kemuliaan tersembunyi oleh penderitaan
2Kor 5:1-10
Kematian:pintu gerbang menuju kemuliaan
2Kor 5:11-21
Kemuliaan yang akan datang dan perbuatan masa kini
[3] Keselamatan Dan Tingkah Laku 2Kor 6:1-7:1
2Kor 6:1-10
Tingkah laku Kristen: suatu kesaksian
2Kor 6:11:1
Tingkah laku Kristen: suatu imbauan
[4] Bila Orang Kristen Bertikai 2Kor 7:2-16
2Kor 7:2-4
Pertentangan tanpa sebab
2Kor 7:5-13a
Penderitaan akibat pertentangan antara Kristen
2Kor 7:13b-2Ko 7:16 Kelegaan akibat perdamaian!
[5] Mengenai Uang 2Kor 8:1-9:15
2Kor 8:1-7
Memberi: contoh dari Makedonia
2Kor 8:8-15
Memberi: sekarang bagaimana dengan Anda?
2Kor 8:16-9:5
Beberapa pengaturan praktis
2Kor 9:6-15
Memberi: suatu prinsip rohani
[6] Disiplin Gereja Dan Wewenang Kerasulan 2Kor 10:1-12:13
2Kor 10:1-6
Disiplin: suatu keharusan rohani
2Kor 10:7-12
Disiplin dari jarak jauh
2Kor 10:13-18
Hak seorang misionaris untuk mendisiplin
2Kor 11:1-15
Teladan seorang misionaris dalam disiplin diri
2Kor 11:16-33
'Kelemahan' kerasulan
2Kor 12:1-10
Hak istimewa kerasulan
2Kor 12:11-13
'Sekarang saling memberi penilaian'
[7] Kesimpulan 2Kor 12:14-13:14
2Kor 12:14-21
Saya akan datang: dalam kasih
2Kor 13:1-4
Saya akan datang: untuk menghakimi
2Kor 13:5-10
Ujilah dirimu masing-masing... maka aku tidak perlu
menguji engkau
2Kor 13:11-14
Salam
7. Ayat Mas: 2 Krintus 5:17
8. Tugas:

54

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

GALATIA
Pasal: 1 2 3 4 5 6

1. Mengapa Surat Ini Ditulis.


Paulus menulis surat yang sangat penting ini, karena orang-orang Kristen di Galatia
telah menyimpang dari pengertian yang benar tentang iman Kristen (Gal 1:6). Mereka
dibingungkan oleh orang Kristen keturunan Yahudi yang ingin membebani mereka
dengan kebiasaan sunat dan dengan menaati hukum-hukum Yahudi lainnya (Gal 3:1)
yang mengatakan bahwa hanya dengan jalan ini mereka dapat menikmati hubungan
istimewa dengan Allah. Paulus sangat yakin jika mereka bersandar pada hukum Yahudi
dalam hubungan mereka dengan Allah, berarti mereka menyangkal inti Injil, yaitu
bahwa hubungan Allah dengan manusia bergantung pada iman, bukan pada perbuatan.
Dalam surat ini Paulus menjelaskan hubungannya dengan gereja di Yerusalem. Ia juga
menerangkan tentang sifat kebebasan Kristen yang timbul apabila orang Kristen
beriman terhadap Kristus dan bukan mencoba untuk menyenangkan Allah melalui
ketaatan kepada hukum Taurat.
2. Penulis Dan Pembacanya.
a. Penulis: Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus (Gal 1:1), berisi inti ajaran tentang
iman. Argumentasinya yang kuat mengungkapkan kepribadiannya dan
menunjukkan bahwa ia adalah seorang pengkhotbah dan orang yang tidak takut
untuk berpendirian. Surat ini memberikan kepada kita gambaran rinci mengenai
kehidupannya yang tidak disebut dalam tulisannya yang lain.
b. Pembacanya: Paulus telah berkhotbah kepada pembacanya (Gal 1:8, 9; 4:13) dan
mereka menikmati hubungan yang akrab (Gal 4:15). Beberapa orang mengatakan
bahwa ia menulis kepada orang Kristen di Galatia Utara (Asia Kecil) yang
berbangsa Gaul, yang dikunjungi oleh Paulus dalam perjalanan misionarisnya yang
kedua. Tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa ia menulis untuk orang di propinsi
Galatia Selatan yang dikuasai orang Romawi (termasuk Antiokhia, Ikonum, Derbe
dan Listra) yang telah dikunjungi oleh Paulus pada perjalanan misionarisnya yang
pertama.
3. Waktu Penulisan.
Kapan surat ini ditulis tergantung pada kepada siapa surat ini ditulis. Kebanyakan
orang percaya bahwa surat ini ditulis untuk Galatia Selatan dan ini berarti bahwa surat
ini ditulis pada sekitar tahun 48 M. Jika surat ini untuk Galatia Utara maka ditulis lebih
belakang, tetapi ini masih termasuk dalam surat-surat yang paling awal dalam
Perjanjian Baru.
4. Isi Kitab: Kitab Galatia terbagi atas 6 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat dengan
jelas uraian Rasul Paulus, bahwa orang-orang Kristen hidup oleh iman, bukan oleh
hukum, serta buah kehidupan Kristen timbul dari Roh, bukan dari daging.
5. Tujuan: Supaya orang-orang Kristen mengerti bahwa hidup sebagai orang Kristen
bukanlah hidup yang di bawah atau diperintah Hukum Taurat.
Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 49 sesudah Masehi. Yang ditujukan
kepada Jemaat Kristen di kota Galatia. (Dan juga setiap orang Kristen/jemaat Kristen
di seluruh dunia). Keadaan mereka sedang dibingungkan oleh orang-orang yang
55

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

menjelek-jelekkan dan memfitnah Rasul Paulus; mereka juga mengajarkan Injil lain
(ajaran sesat).
6. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Galatia
a. Pasal 1 (Gal 1:1-10).
Pengajaran tentang Injil yang benar. Dalam nats ini Rasul Paulus mengatakan
bahwa hanya ada satu Injil di dunia ini, yaitu Injil Yesus Kristus.
Pendalaman
o Bacalah pasal Gal 1:8-9 (TB). Apa akibatnya bagi orang yang
memberitakan Injil yang tidak benar ?
b. Pasal 1-2 (Gal 1:11-2:21).
Pengajaran tentang riwayat hidup Rasul Paulus dan kerasulannya Dalam bagian
ini, Rasul Paulus menceritakan siapa dirinya sebelum menjadi Rasul dan sesudah
menjadi Rasul
c. Pasal 3-4 (Gal 3:1-4:31).
Pengajaran tentang arti Injil Kristus yang benar. Dalam pasal-pasal ini Rasul
Paulus menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah penggenapan atas janji Allah
kepada Abraham sebagai Bapa orang beriman dalam arti menjadi anak-anak Allah
karena penebusan Tuhan Yesus.
Fasal 3 dan 4 menjelaskan apa artinya Injil yang murni. Kedua fasal itu
menekankan keunggulan Injil di atas hukum Taurat. Kita akan melihat beberapa
ayat Firman Tuhan yang membuktikan hal ini:

Roh lebih tinggi daripada daging (3:3).

"Karena iman" lebih tinggi daripada "karena melakukan hukum Taurat" (3:2).

"Dibenarkan karena iman" jauh lebih tinggi daripada "dibenarkan karena


melakukan hukum Taurat" (3:8, 11).
Sebenamya Paulus melukiskan dua ajaran kebenaran, yaitu "karena iman" dan
"karena melakukan hukum Taurat". Barangsiapa yang dengan sempurna
melakukan hukum Taurat sampai pada titiknya, akan "hidup karenanya (3:12).
Tetapi Paulus menegaskan bahwa hal ini tidak mungkin dilakukan oleh
siapapun karena terjual di bawah dosa (3:11).
Hanya Kristus telah
melakukannya dengan sempuma. Kristus telah membuka jalan ke surga melalui
ketaatannya itu. Dan barangsiapa yang percaya kepada Kristus, akan dibenarkan
di hadapan Allah, karena "Orang yang benar akan hidup oleh. iman" (3:11), dan
bukan oleh karena melakukan hukum Taurat.

Oleh sebab itu lebih baik "diterima menjadi anak( (yang berdasarkan iman),
daripada menerima. upah yang berdasarkan melakukan sesuatu (4:1-11).

Ini berarti bahwa janji kepada Abraham lebih tinggi daripada janji Musa (3:1529). Pertama berdasarkan iman, kedua berdasarkan hukum Torat (Ul. 28:1-2).
Ditinjau dari segi keselamatan, maka hukum Taurat tidak bisa menyelamatkan,
karena hanya ''menuntun kita kepada Kristus(3:24, menurut bahasa aslinya).

Paulus menarik kesimpulan dalam 4:8 dan 4:21-31 bahwa kemerdekaan yang
berdasarkan iman lebih unggul daripada 'kemerdekaan'' yang berdasarkan
memenuhi persyaratan hukum Taurat. Kemerdekaan" itu adalah kemerdekaan
yang semu, yang dipakai oleh Iblis untuk menipu kita.
56

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

d. Pasal 5-6 (Gal 5:1-6:18).


Pengajaran tentang orang-orang Kristen hidup dalam kemerdekaan dari hukum
Taurat. Dalam bagian ini Rasul Paulus menjelaskan bahwa bila Yesus Kristus
sudah membebaskan orang percaya dari Hukum Taurat, mengapa harus
memberikan diri hidup di dalam perhambaan Hukum Taurat lagi.
Pendalaman
a. Bacalah Gal 5:1-6,13-26. Apakah yang terpenting bagi seorang Kristen?
(lihat ayat 6; Gal 5:6) Bagaimanakah orang Kristen mempergunakan
kemerdekaannya ? (ayat 13-15; Gal 5:13-15). Apakah yang dikatakan
tentang buah-buah daging ? (Gal 5:19-21). Apakah yang dikatakan tentang
buah-buah Roh ? (Gal 5:22).
b. Bacalah Gal 6:11.
Apakah yang dihasilkan perbuatan manusia?
Bagaimanakah perintah Allah tentang sikap orang Kristen terhadap
sesamanya?
Kemerdekaan yang dimaksudkan di sini meliputi dua segi, yaitu:
a. Kita dimerdekakan untuk melayani, yaitu kita merdeka di dalam Kristus untuk
melayani dalam kasih (5:1-15). Dengan demikian jelas bahwa kemerdekaan ini
bukan kemerdekaan daging untuk menambah dosa. Kemerdekaan ini
mempunyai tujuan yang positif, yaitu melayani sesama kita (5:13).
Lain perkara dengan orang-orang yang tidak berdiri tetap di dalam
kemerdekaan yang diberikan oleh Kristus. Dia wajib "melakukan seluruh
hukum Taurat" (ay. 3). "Dia lepas dari Kristus" (ay. 4). "Dia hidup di luar kasih
karunia (ay 4).
b. Kemerdekaan yang dimaksudkan ialah kemerdekaan di dalam Roh, bukan
perhambaan di bawah "keinginan daging" (5:15-6:10). Jelaslah bahwa pokok
utama dalam surat ini adalah KEMERDEKAAN OLEH INJIL. Perkataan
"bebas" atau "merdeka" terdapat kurang lebih 10 kali dalam surat Galatia ini.
7. Garis Besar
[1] Paulus Memberi Salam Kepada Para Pembacanya Gal 1:1-5
Gal 1:1-2
Rasul dan para pembacanya
Gal 1:3-5
Salam Paulus
[2] Paulus Menyatakan Tujuannya Gal 1:6-10
Gal 1:6
Keprihatinannya
Gal 1:7-9
Keyakinannya
Gal 1:10
Motivasinya
[3] Paulus Menerangkan Kesaksiannya Dengan Singkat Gal 1:11-2:21
Gal 1:11-12 Sumber ajarannya
Gal 1:13-17 Kisah panggilannya
Gal 1:18-2:10 Hubungannya dengan Yerusalem
Gal 2:11-14 Perdebatannya dengan Petrus
Gal 2:15-21 Pengertiannya tentang Injil
[4] Paulus Mengembangkan Argumentasinya Gal 3:1-4:31
Gal 3:1-5
Pengalaman orang Galatia
57

Introduksi Perjanjian Baru

Gal 3:6-9
Gal 3:10-14
Gal 3:15-18
Gal 3:19-29
Gal 4:1-11
Gal 4:12-20
Gal 4:21-31

Kasiatin Widianto, M.Th

Contoh dari Abraham


Kutuk hukum Taurat
Keuntungan dari janji hukum Taurat
Maksud hukum Taurat
Sifat Keanakan
Imbauan pribadi
Dua macam 'anak'

[5] Paulus Menjelaskan Tentang Kemerdekaan Kristen Gal 5:1-6:10


Gal 5:1
Jangan mau lagi diperhamba
Gal 5:2-6
Bebas dari sunat
Gal 5:7-12 Imbauan pribadi lainnya Bag. menggunakan kemerdekaan: kasih
Gal 5:16-21 Apa yang bukan kemerdekaan
Gal 5:22-24 Apa kemerdekaan itu
Gal 5:25-6:10 Kemerdekaan dan hubungan hubungan kita
[6] Paulus Menandatangani Suratnya
Gal 6:11-15 Paulus menggarisbawahi pokok ajarannya
Gal 6:16-18 Salam penutup
8. Ayat Mas: Galatia 2:20
9. Tugas:

58

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

SURAT-SURAT YANG DITULIS DALAM PENJARA


Ada empat surat Paulus yang ditulis pada Waktu dia dipenjarakan, yaitu antara tahun 56
dan 62. Surat-surat itu adalah surat Efesus, surat Filipi, surat Kolose dan surat Filemon.
Bandingkan Ef. 3:1; 4:1; 6:20; Fil.1:12, 13; Kol. 1:24 dan Filemon 1. Yang sering
dipersoalkan para theolog adalah tempat pengiriman surat-surat tersebut. Hanya ada dua
kemungkinan saja, yaitu dari Kaisarea atau dari Roma. Disamping itu ada beberapa
penafsir yang berpendapat bahwa surat-surat itu ditulis di Efesus dalam kunjungan Paulus
selama tiga tahun di sana.
Tafsiran yang terakhir ini sulit diterima karena tidak ada laporan dalam Kisah Para Rasul
bahwa Paulus pernah dipenjarakan di Efesus. Tafsiran ini tidak cocok dengan Fit. 4:10-20
yang melaporkan tentang bantuan yang dikirim kepada Paulus. Di Efesus, Paulus
mempunyai banyak teman yang cukup berada. Tentu tidak perlu bantuan dari tuar, karena
orang-orang Efesus mampu menolong dia dalam segala kebutuhannya dalam penjara.
Jadi kita harus memilih entah Kaisarea (Kis. 23:23 dst.) atau Roma (Kis. 28). Mana yang
benar tidak dapat dipastikan. Akan tetapi istilah "istana Kaisar" (Fit.4:22) dan "seluruh
istana" (Fil. 1:3) menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar tempat pengiriman suratsurat ini adalah kota Roma. Pandangan ini juga sesuai dengan tafsiran yang diberikan oleh
kebanyakan teolog. Surat-surat tersebut memberi kesan bahwa Paulus menjalani penjara
yang agak bebas. Jelaslah bahwa orang-orang boleh mengunjungi dia di penjara. Menurut
laporan Kisah Para Rasul, Paulus juga dilayani oleh "sahabat-sahabatnya" waktu dia
dipenjarakan di Kaisarea (Kis. 24:23). Tetapi jelaslah bahwa penjagaan lebih ketat di sana
dibandingkan dengan di Roma (Kis. 28:30-31).
Tidak masuk akal kalau Onesimus, yakni budak Filemon, melarikan diri ke Kaisarea yang
adalah kota Yunani yang luasnya lebih kecil daripada kota Roma. Karena akan sulit
baginya untuk menyembunyikan diri di Kaisarea. Bila dipikirkan tempat yang paling aman
untuk seorang budak adalah kota Roma. Maka dapat disimpulkan bahwa surat-surat ini
dikirimkan dari kota Roma setelah Paulus dipindahkan ke sana, yaitu antara tahun 60 dan
tahun 62

KITAB EFESUS
Pasal: 1 2 3 4 5 6

1. Untuk Siapa Surat Ini Ditulis?


Banyak orang berpendapat bahwa surat ini dimaksudkan untuk diedarkan secara luas,
bukan hanya untuk gereja di Efesus saja. Surat ini mungkin semacam surat edaran yang
ditulis untuk digunakan oleh berbagai kelompok Kristen di daerah Efesus dan
sekitamya. Apa yang ditulis Paulus dalam surat ini dapat diterapkan oleh umat Allah
pada umumnya dan tidak ditujukan untuk suatu gereja tertentu. Tidak ada salam
pribadi. Mungkin surat ini sebenarnya yang dimaksud oleh Rasul Paulus dalam Kolose
4:16 sebagai 'surat dari Laodikia'. Tikhikus dipercayakan untuk menyampaikan surat
ini kepada alamat yang dituju. (Efe 6:21, 22). Surat ini, seperti surat-surat Rasul Paulus
kepada jemaat di Filipi dan Kolose, ditulis dari dalam penjara dan tema utamanya ialah
59

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

sifat, ciri-ciri dan tujuan dari gereja Kristen, yaitu terciptanya apa yang disebut
'masyarakat Allah yang baru'.
2. Gereja Di Efesus.
Paulus tinggal di Efesus selama 3 tahun (Kis 19:8, 10; 20:31). Efesus merupakan suatu
kota yang banyak menyediakan sarana untuk penyembahan berhala. Kuil Dewi Diana
(Artemis) terletak di kota itu. Di sana banyak terdapat orang-orang yang
mempraktekkan ilmu sihir. Namun, waktu kita membaca surat ini kita tidak perlu
mengetahui latar belakang gereja yang menjadi tujuan surat ini, karena isinya bersifat
umum.
3. Isi Kitab: Kitab Efesus terbagi atas 6 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat dengan
jelas uraian tentang arti Gereja yang benar.
4. Tujuan: Supaya orang Kristen mengerti bahwa yang dimaksudkan dengan Gereja
adalah Tubuh Kristus. Ini berarti Gereja adalah Tubuh Kristus. Ini berarti Gereja adalah
orang-orang pilihan Allah, atau kelompok orang-orang yang percaya kepada Tuhan
Yesus sebagai Juruselamatnya.
5. Waktu Penulisan: Kitab ini ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 61 sesudah Masehi,
yang ditujukan kepadaJemaat Kristen di kota Efesus. (Dan juga jemaat-jemaat Kristen
di seluruh dunia).
6. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Efesus
a. Pasal 1-3 (Ef 1:1-3:21).
Pengajaran tentang keselamatan orang-orang percaya. Dalam bagian ini dijelaskan
bahwa keselamatan orang-orang percaya sudah berada dalam rencana Allah, yaitu
terhadap orang-orang yang dipilih-Nya dan orang-orang yang mau menerima
anugerah-Nya di dalam Kristus dengan iman.
Pendalaman
a. Bacalah Ef 1:1-14. Siapakah yang telah dipilih Allah ? (ayat 4; Ef 1:4).
Apakah jaminan keselamatan orang percaya ?
b. Bacalah Ef 2:8-10. Apakah yang menyelamatkan manusia ? Untuk apakah
Allah menyelamatkan manusia ?
Fasal 1 dan 2 meletakkan dasar untuk rahasia Kristus itu, yaitu jemaat.
adalah karya penyelamatan Kristus untuk seluruh umat manusia.

Dasarnya

Warisan kekayaan untuk dinikmati.


Tiga Pribadi Keallahan yang berperan dalam penyelamatan kita:
o Allah Bapa. Ef 1:4-6
o Allah Putra. Ef 1:7-12
o Allah Roh Kudus. 1: 13, 14
Kasih karunia dan damai sejahtera untuk dialami.
Dari keadaan apa kita diselamatkan. Ef 2:1-3, 11, 12
Oleh siapa kita diselamatkan. Ef 2:4-9, 13-18
Untuk apa kita diselamatkan. Ef 2:10, 19-22

60

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

b. Fasal 4-6: Setelah Paulus menguraikan secara terperinci tentang kekayaan yang
kita miliki di dalam Kristus, maka dia melanjutkan dengan menarik beberapa
aplikasi praktis untuk kehidupan jemaat.
1) Dalam 4:1-16 diuraikan tentang kesatuan jemaat dan berfungsinya karuniakarunia yang berbedabeda. Memelihara kesatuan di dalam Roh hanya
mungkin bilamana setiap anggota menunjukkan kasihnya dalam saling
membantu dengan sikap rendah hati, lemah lembut dan sabar. Jemaat yang
benar merupakan persekutuan kasih.
Segi yang kedua adalah bahwa kesatuan itu dilayani oleh berbagai-bagai
karunia. Karunia- karunia itu tidak diberikan untuk mengacaukan jemaat,
tetapi untuk membangunnya sebagaimana dikatakan dalam ayat 16: "Seluruh
tubuh... rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua
bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota".
2) Bagian berikut, yaitu 4:17-32, memberikan petunjuk-petunjuk praktis bahwa
tubuh Kristus liarus hidup di dalam kesucian. Hari lepas hari mereka harus
menanggalkan manusia yang lama yang penuh dengan noda dosa, dan
mengenakan manusia yang baru.
3) Fasal 5:1-21 memberikan nasihat-nasihat dalam arah yang sama. Yang harus
menjadi standar dalam tubuh Kristus ialah belajar menjadi penmut Allah
(ayat1) dan Kristus Yesus (ayat 2). Dengan kata lain, bagian ini berbicara
tentang "Imitatio Dei".' Atau sebagaimana Paulus sendiri berkata: 'Yang
kukehendaki ialah.... menjadi serupa dengan Kristus" (Flp. 3:10).
Dengan demikian maka setiap dosa harus dibuang dan setiap anggota tubuh
Kristus hams hidup sebagai anak-anak terang. Jemaat yang benar tidak
mencemarkan diri dengan mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan
kegelapan. Sebaliknya senantiasa mengucapkan syukur dan mempergunakan
waktu untuk kemuliaan Allah.
4) Bagian berikut, yaitu 5:22-6:9, memberikan nasihat-nasihat praktis tentang
runnah tangga Kristen. Bagian ini terdiri dari tiga sub bagian, yaitu:
1) 5:22-33: Hubungan suami istri
2) 6:1-4 Hubungan orangtua dengan anak-anak.
3) 6:5-9 :Hubungantuan dan haanba-hambanya
Bagian terakhir menyangkut periengkapan rohani (6:10-20). Bagian ini
sekaligus'merupakan kesimpulan dari segala sesuatu yang diuraikan dalam surat
ini. Paulus menasihatkan para pembaca untuk memasuki peperangan rohani hari
lepas hari dengan mengenakan selumh pertengkapan senjata Allah.
Peperangan yang mereka hadapi sebagai tubuh Kristus adalah terhadap Iblis
dengan seluruh pasukannya. Jemaat Allah hanya dapat menang kalau sumbersumber kekuatan yang disediakan oleh Allah dipakai dalam perang itu. Bagian
ini menjelaskan secara dalam tentang sumber-sumber kekuatan itu, yaitu
tentang perlengkapan senjata Allah, yaitu:
1) Ayat 14-15 menjelaskan secara dalam tentang sikap tentara Kristus dalam
perang itu: Berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran dan
61

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

berbajuzirahkan keadilan. Siap sedialah untuk memberitakan Injil damai


sejahtera dengan segala kerelaan. Firman Tuhan ini berkata: Tentara Kristus
tidak usah takut. Majulah untuk berperang.
2) Periengkapan yang tersedia adalah: perisai iman (ay. 16). ketopong
keselamatan (ay. 17), dan pedang Roh, yaitu Firman Allah (ay. 17). - doa
dan permohonan (ay. 18). Pentingnya doa untuk mencapai kesuksesan
dalam perang rohani, begitu ditekankan dalam bagian ini (ay. 18-20).
Surat ini diakhiri dengan pemberitahuan dan salam singkat (6:21-24).
7. Garis Besar
[1] Sebuah Pesan Untuk Orang-Orang Kudus Yang Setia Dalam Yesus Kristus Di
Efesus Ef 1:1, 2
[2] Warisan Kita Sebagai Orang Kristen Ef 1:3-2:22
Ef 1:3-6
Dipilih untuk suatu maksud
Ef 1:7-14
Diselamatkan untuk suatu maksud
Ef 1:15-23
Diterangi untuk suatu maksud
Ef 2:1-10
Dihidupkan untuk suatu maksud
Ef 2:11-22
Didamaikan untuk suatu maksud
[3] Suatu Misteri Yang Disingkapkan Ef 3:1-21
Ef 3:1-6
Orang-orang yang bukan Yahudi juga diikutsertakan
Ef 3:7-12
Pelayanan Paulus yang strategis
Ef 3:13-21
Pengertian penuh sangat penting
[4] Sifat Gereja Ef 4:1-32
Ef 4:1-6
Dipersatukan di dalam Roh
Ef 4:7-12
Diberkati dengan karunia-karunia Roh
Ef 4:13-16
Diperlengkapi untuk bertumbuh
Ef 4:17-24
Diperbarui ciri-cirinya
Ef 4:25-32
Diubahkan penampilannya
[5] Ciri-Ciri, Tingkah Laku Dan Konflik Kristen Ef 5:1-6:24
Ef 5:1-20
Mengikut Kristus
Ef 5:21-6:9 Hidup dengan sesama
Ef 6:10-24
Menghadapi musuh
8. Ayat Mas: Efesus 2:8-9
9. Tugas:
Kasih karunia dan damai sejahtera untuk dialami.
Dari keadaan apa kita diselamatkan. Ef 2:1-3, 11, 12
Oleh siapa kita diselamatkan. Ef 2:4-9, 13-18
Untuk apa kita diselamatkan. Ef 2:10, 19-22

62

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

KITAB FILIPI
Pasal: 1 2 3 4

1. Kota Filipi.
Filipi adalah koloni Romawi yang sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari
Italia yang tetap setia kepada Roma. Filipi adalah sebuah kota besar, pusat kegiatan
dagang yang ramai, tetapi tidak terkenal karena standar moral penduduknya.
2. Surat Filipi.
Jelas bahwa Paulus menulis dari dalam penjara (Fili 1:12) boleh jadi di Roma, dan bila
demikian surat ini ditulis antara tahun 61 dan 63 M. Beberapa orang beranggapan
bahwa surat ini ditulis dari Efesus, berarti 10 tahun lebih awal dari anggapan pertama.
Pada dasarnya surat ini merupakan surat'ucapan terima kasih' yang dikirim melalui
Epafroditus untuk gereja di Filipi atas pemberian yang telah mereka kirimkan. Surat ini
datang dari Paulus dan kawannya, Timotius.
Surat Filipi ditujukan kepada "semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi" (1:1)
Filipi adalah kota pertama di Eropa yang dikunjungi oleh Paulus (Kis. 16:11-12). Dulu
kota itu dinamakan Krenides, artinya Tempat Sumber". Raja Filip II (ayah dari
Alexander Agung) dari Makedonia (359-336 B.C.) mengalahkan kota itu dan
mengganti nama Krenides dengan namanya sendiri, yaitu Filipi. Kota Filipi, letaknya
hanya 12-13 kilometer dari pantai dan dikelilingi oleh dua buah sungai. Kaisar Agustus
menjadikan kota itu koloni Romawi, yaitu "kota perantauan orang Roma" (Kis.16:12).
Maka kebanyakan penduduk kota Filipi berwarga negara Roma.
3. Latar Belakang
Salah satu sebab yang nyata dalam surat Filipi sendiri adalah Epafroditus, seorang
pesuruh jemaat Filipi yang telah datang ke Roma untuk mengunjungi Paulus dalam
penjara. Dia membawa persembahan jemaat Filipi sebagai tanda kasih mereka (Flp.
2:25; 4:14,18).
Epafroditus mengalami sakit dan hampir mati dalam perjalanan itu, dan kabar sakitnya
itu telah sampai di Filipi (2:25-29). Sekarang Paulus memakai kesempatan untuk
mengirim surat ini bersama dengan Epafroditus untuk mencurahkan rasa terima
kasihnya kepada jemaat di sana. Kasih mereka telah mendorong mereka untuk selalu
mendoakan Paulus serta menolong dia dalam segala keperluannya, bahkan mengirim
seorang utusan. Itu sebabnya surat ini merupakan surat yang menyatakan isi hati
Paulus. Nampak kelemahlembutan dan kehalusan perasaan Paulus dalam surat ini.
Jemaat Filipi ini sesunggguhnya menjadi teladan yang baik untuk jemaat zending yang
menyokong utusan Injil Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa surat ini adalah surat
utusan Injil kepada zending yang mengutusnya. Mengingat akan sifat ini, maka tidak
mengherankan bahwa surat ini tidak sistematis seperti surat-surat lainnya. Meskipun
demikian ada beberapa pokok yang indah yang tersebar dalam surat ini dan diterangkan
secara praktis.
4. Gereja Di Filipi.
Paulus dipakai Tuhan sebagai pendiri gereja di Filipi. Di sana ia bertemu dengan
kelompok wanita yang sedang berbakti di tepi sebuah sungai dan salah satu dari
mereka, bernama Lidia, menyambut Injil (Kis 16:14). Tak lama kemudian Paulus dan
63

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Silas digiring ke muka pengadilan dengan tuduhan yang dibuat-buat, dipukuli dan
dijebloskan ke dalam penjara. Pada tengah malam, sementara mereka berdoa dan
memuji Allah, terjadilah gempa bumi dahsyat yang menggoncangkan penjara sampai
ke fondasinya. Pengawal penjara yang menyadari bahwa para tawanan dapat
melepaskan diri, hampir saja bunuh diri. Paulus menghalangi niatnya dan orang itu
menangis memohon pertolongan sambil berkata "Tuan-tuan apakah yang harus aku
perbuat, supaya aku selamat?" (Kis 16:30). Setelah mengetahui jalan keselamatan,
bukan hanya pengawal penjara itu saja, tetapi seluruh keluarganya pun bertobat dan
dibaptis.
5. Isi Kitab: Kitab Filipi terbagi atas 4 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat dengan jelas
ajaran Rasul Paulus tentang kesukacitaan hidup di dalam Tuhan Yesus.
6. Tujuan: Supaya orang Kristen mengerti pentingnya pemeliharaan terhadap persekutuan
dan kesatuan dengan Kristus sebagai Tuhan dan Rajanya, sehingga Injil dapat
disebarluaskan.
7. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Filipi
a. Pasal 1 (Fili 1:1-30).
Pengajaran bahwa Kristus adalah hidup orang percaya. Dalam bagian ini, Rasul
Paulus menyatakan bahwa seluruh hidupnya adalah untuk memberitakan Injil, baik
melalui perkataan maupun melalui perbuatan/sikap hidup.
Pendalaman
a. Bacalah Fil 1:21-22. Apakah arti hidup bagi Rasul Paulus ? Dan
bagaimanakah dengan saudara ?
b. Bacalah pasal Fil 1:27. Apakah perintah Rasul Paulus untuk hidup berbuah?
Fasal 1 menyatakan Kristus sebagai kehidupan kita. Hal itu diterangkan melalui
tujuh kenyataan, yaitu:
a. Seorang Kristen yang hidup dengan Kristus mempunyai "kasih mesra Kristus
Yesus'' (1:8). Kasih mesra Kristus telah hidup di dalam setiap orang yang telah
dipersatukan dengan Kristus. Pengalaman keindahan itu secara sadar tergantung
pada dalamnya penyerahan kita.
b. Seorang Kristen yang hidup di dalam Kristus memiliki Kristus (1:12-17).
Maksudnya adalair agar Injil diberitakan sampai dimana-mana. Itulah
identifikasi dari hati Kristus. Paulus telah mengalami hal itu. Oleh sebab itu dia
dapat bersukacita bahwa melalui keadaannya, Injil maju dan banyak orang
menjadi percaya. Begitu juga, dia dapat bersukacita melihat hamba-hamba
Tuhan lain yang mengabarkan Injil walaupun dengan berbagai-bagai motif,
yang penting Injil diberitakan dan itulah yang sesuai dengan kehendak Kristus.
c. Orang Kristen yang hidup di dalam Kristus mempunyai Roh Kristus (1:19).
Roh manusia diisi dan diterangi oleh Roh Kristus. Nampak jelas dalam Flp.
1:19 bahwa Roh Kristus menolong orang Kristen untuk mengenal kehendak
Tuhan.
d. Kristen yang hidup di dalam Kristus hanya mempunyai Satu tujuan, yaitu agar
Kristus dipermuliakan dalam tubuhnya. Pada dasarnya manusia bersedia untuk
mengorbankan segala sesuatu untuk mempertahankan hidupnya. Tetapi seorang
64

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

yang penuh dengan Kristus harus sedia mengorbankan semuanya agar Kristus
dipermuliakan di dalam hidupnya.
Seorang Kristen yang hidup di dalam Kristus mengasihi Yesus Kristus di atas
segala sesuatu. P.Jlah sebdbnya Paulus berkata bahwa mati itu memang jauh
lebih baik dari pada hidup di dunia ini (1:23). Dia rindu untuk tinggal bersama
dengan Kristus selamanya.
Seorang yang hidup di dalam Kristus mempunyai hidup dan kelakuan yang sepadan
dengan hidup Kristus (1:27). Oleh sebab itu sangat ditekankan supaya hidup
seorang Kristen berpadanan dengan Injil Krislus. Bukan hanya mulut kita,
melainkan seluruh keberadaan kita harus menjadi mimbar Kristus.
Orang yang hidup di dalam Kristus harus beranggapan bahwa adalah hak istimewa
untuk menga-nbil bagian dalam sengsara Kristus (1:29-30). Kesadaran ini
menentukan sikap seorang Kristen terhadap orang yang membenci, memusuhi dan
menyakiti kita. Sikap yang sebenarya ditunjukkan oleh Yesus sendiri. Di kayu salib
Dia berkata: "Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
Perbuat"(Luk. 23:34).
b. Pasal 2 (Fili 2:1-30).
Pengajaran tentang kehidupan Kristus merupakan teladan bagi kehidupan orang
Kristen. Dalam bagian ini, Rasul Paulus mengajarkan bahwa kerendahan hati,
kelemahlembutan, kasih, kesabaran dsb. dari sikap hidup Tuhan Yesus, merupakan
teladan bagi hidup segenap orang Kristen.
Pendalaman
o Bacalah pasal Fili 2:1-4,11. Apakah yang ada di dalam Tuhan Yesus ?
Mengapakah Tuhan Yesus dipermuliakan ?
Fasal 2 masuk dalam hal-hal yang lebih spesifik dalam hubungan kita dengan
Kristus. Kristus bukan hanya inti kehidupan seorang Kristen. Alam pikirannyapun
dikuasai oleh Kristus. Kebenaran ini nampak dalam 2:1-5: bahwa kalau pikiran dan
perasaan Kristus mengusai seorang Kristen, maka:
a. Roh persekutuan dipelihara (2:2).
b. Ketulusan hati yang tidak gila hormat dipelihara (2:3a).
c. Roh perdamalan dipelihara (2;3b-4) (bd. istilah "kepentingan sendiri") 2:5
merupakan kesimpulan.
Bagian berikut, yaitu 2:6-11, mempunyai makna Kristologis. Tetapi di samping itu
bagian ini memberikan tujuh kenyataan dari alam pikiran Kristus yang sangat
penting untuk setiap orang-Kristen, yaitu:
a. Walaupun setara dengan Allah, Kristus tidak menganggap hal itu sebagai suatu
keuntungan yang harus dipertahankan.
b. Yesus menghampakan diri.
c. Yesus mengambil keadaan seorang hamba sama dengan manusia.
d. Yesus membatasi pribadi-Nya dengan menaklukkan diri kepada sifat-sifat
manusia.
e. Yesus merendahkan diri dengan melayani manusia, walaupun Dialah yang
sebenarnya dilayani.
65

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

f. Yesus taat sampai mati: Tetapi dalam hal la mati, la mengambil tempat yang
paling indah.
g. Yesus mati tersalib.
Oleh karena ketaatanNya itu Kristus juga ditinggikan dari posisi yang rendah.
Dalam ayat 12-30 Paulus kembali lagi pada himbauannya dalam ayat 1-5, yaitu
supaya contoh Kristus menjadi teladan bagi setiap orang percaya. Dengan
demikian bagian ini yang sebenarnya penuh dengan kebenaran-kebenaran
Kristologis mempunyai makna dan aplikasi praktis. Itu berarti bahwa fasal dua ini
begitu kaya, berupa dorongan, penghiburan dan pengajaran/himbauan.
c. Pasal 3 (Fil 3:1-21).
Pengajaran tentang pengenalan akan Kristus sebagai kebahagiaan bagi kehidupan
orang Kristen
Pendalaman
o Bacalah pasal Fil 3:1-11. Apakah yang dikehendaki oleh Rasul Paulus
dalam ayat 10 (Fil 3:10)? Apakah yang diperoleh dari mengenal Kristus
ayat 11 (Fil 3:11 ) ?
Fasal 3 menggambarkan Kristus sebagai tujuan seorang Kristen. Paulus
menggambarkan dirinya ketika ia pertama kali bertemu dengan Yesus Kristus.
Mendapatkan Kristus itu berarti Paulus mendapatkan tujuan hidup yang baru.
Segala sesuatu yang ada padanya dianggap mgi (3:4-6).
Dalam fasal 3:7-9, Paulus menguraikan tentang keadaannya sekarang setelah
hidupnya berubah. Kebenaran yang dimilikinya dianugerahkan oleh Allah
kepadanya. Hal itu berdasarkan iman.
Dalam fasal 3:10-11 Paulus membuka tentang kerinduannya. Tujuan teralthir
adalah menjadi serupa dengan Kristus dan akhirya beroleh kebangkitan dari antara
orang mati.
3:12-16 menguraikan lebih dalam tentang perlombaan iman, menuju
kesempumaan. Dari satu segi skoring Kristen sudah menjadi sempuma, karena
sudah dibaharui oleh Yesus Kristus (bd. 3:15).
Dari lain segi seorang Kristen tidak mungkin menjadi sempuma selama hidup di
dunia Dia terus-menerus mengejarya sampai "memperoleh hadiah, yaitu panggilan
sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (3:14). Cara menempuh perlombaan itu
adalah melalui "melupakan apa yang telah di belakangnya, dan mengarahkan diri
kepada apa yang dihadapannya, dan beriari-lari kepada tujuan itu" (3:13-14).
d. Pasal 4 (Fil 4:1-23).
Pengajaran tentang Kristus sebagai pendamaian bagi kehidupan orang Kristen
Pendalaman
o Bacalah ayat (Fil 4:1-4,8-9). Apakah yang diperintahkan oleh Rasul Paulus
dalam ayat 2 (Fil 4:2)? Apakah yang harus dilakukan oleh orang Kristen
menurut ayat 8-9 (Fil 4:8-9) ?
Fasal 4 menyatakan bahwa Rristus adalah kekuatan kita. Puncak dari pada tema ini
terdapat dalam 4:3 yang menyatakan bahwa Kristus telah memberikan kekuatan
kepada Paulus, dan bahwa kekuatan ini menyanggupkan Paulus untuk
menanggung segala sesuatu.
66

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Di dalam ayat itu pula terdapat suatu istilah yang penting sekali dalam surat ini,
yaitu "di dalam Dia". Istilah ini menyatakan persatuan kita dengan Kristus, berarti
kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita. Kita mengambil bagian dalam
segala kemenangan Kristus. Itulah artinya kita di dalam Kristus. Tetapi juga, di
manapun kita berada, atau keadaan apapun yang yang kita alami, disitulah Kristus
berada bersama dengan kita. Itulah artinya Kristus di dalam kita.
Kesimpulannya adalah bahwa seorang Kristen dapat menanggung segala sesuatu
dalam Kristus, karena Kristus itu ada di dalam dia. Dan dia dapat berbuat segala
sesuatu, karena dia ada di dalam Kristus. Ayat 12 menguraikan hal ini secarapraktis. Dalam keadaan apapun Paulus merasakan kuasa Tuhan Yesus yang
menolong dia. Tidak mengherankan bahwa fasal ini ditutup dengan doxologi dalam
ayat 20.
Filipi 3:14 menolong kita untuk mengerti dua pemahaman yang ekstrim dalam
kehidupan orang Kristen, yaitu: (a) Aku dapat, artinya kesombongan, dan (b) Aku
tidak dapat, artinya minder. Kedua hal ini berakar pada dosa yang lama. Fasal ini
menjelaskan bahwa tidak ada istilah "aku dapat"; atau "aku tidak dapat". Yang
benar ialah: Aku Dapat Di Dalam Kristus. Kedua ekstrim di atas bersumber pada
dosa keakuan. Di sini berlaku Firman Tuhan dalam Gal. 2:19b-20: "Aku telah
disalibkan dengan Kristus. Namur aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang
hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku".
e. Kesimpulan
Dalam Kitab Filipi, Rasul Paulus mengajarkan bahwa kehidupan yang bersukacita
senantiasa ada di dalam Tuhan Yesus, walaupun di dalam kesulitan dan kesusahan.
8. Tema-tema Kunci
a. Sukacita.
Kata itu menjadi lebih berkesan ketika kita tahu bahwa orang yang mengatakan
"bersukacita selalu", menulisnya dari dalam penjara! Mudah untuk kelihatan
bersukacita ketika keadaan di luar menggembirakan. Namun, Kristen harus tahu
rahasia sukacita hati yang dalam dan menetap, yang tidak terpengaruh oleh keadaan
luar. Sukacita itu dijanjikan sendiri oleh Yesus kepada para pengikut-Nya (Yoh
15:11). Telusuri tema tentang sukacita dalam seluruh surat dan berikan pendapat
tentang alasan utama dari sukacita Rasul Paulus terhadap gereja di Filipi.
b. Keserupaan dengan Kristus.
Filipi 2:5-11 boleh jadi merupakan bagian dari lagu pujian dalam gereja mula-mula.
Ini juga merupakan salah satu perikop tentang Kristologi yang terkenal dalam
Perjanjian Baru. Perikop ini menelusuri langkah-langkah yang diambil oleh Putra
Allah dalam memberikan keselamatan kepada kita. Namun juga, merupakan
teladan yang harus kita ikuti. Kita harus mempunyai sikap mental seperti Kristus,
dengan kata lain, tahu mengorbankan diri. Paulus sering menulis tentang
mencontoh Kristus dan bahkan mencotoh dia sendiri (Efe 5:1; 1Kor 4:16; 11:1; Fili
3:17). Haruskah kita mampu membuat orang meneladani kita?
9. Garis Besar
[1] Sukacita Dalam Penderitaan Fili 1:1-30
Di sini kita membaca Rasul Paulus
Fili 1:1, 2
mengirim salam
67

Introduksi Perjanjian Baru

Fili 1:3-7
Fili 1:8-11
Fili 1:12-14
Fili 1:15-26
Fili 1:27-30

Kasiatin Widianto, M.Th

menyampaikan terima kasih


berdoa
berkemenangkan
mempercayai
menantang

[2] Sukacita Dalam Pelayanan Fili 2:1-30


Paulus memberikan kepada kita beberapa nasihat praktis tentang pelayanan Kristen
Fili 2:1-4
hidup bersama dalam keharmonisan
Fili 2:5-11
meneladani Kristus
Fili 2:12, 13 mempertahankan keselamatan
Fili 2:14-18 berhenti mengeluh
Fili 2:19-30 menghormati pelayan-pelayan Tuhan
o Timotius (Fili 2:19-24)
o Epafroditus (Fili 2:25-30)
[3] Sukacita Di Dalam Kristus Fili 3:1-21
Fili 3:1-11
Yang dulu dibanggakan dianggap sampah
Fili 3:12-16 Perlombaan yang belum selesai
Fili 3:17-21 Kewargaan yang harus dijunjung tinggi
[4] Sukacita Dalam Kepuasan Fili 4:1-20
Fili 4:1-4
Sumber sukacita
Fili 4:5-9
Rahasia sukacita
o tidak perlu kuatir akan apa pun
o selalu berdoa untuk segala sesuatu
o berterima kasih untuk semuanya
Fili 4:10-20 Pemberian sukacita
o hadiah yang diterima dengan penuh syukur
Fili 4:21-23 Salam perpisahan

10. Ayat Mas Kitab: Filipi 3:14


11. Tugas:

68

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

KITAB KOLOSE
Pasal: 1 2 3 4

1. Gereja Di Kolose
Kota Kolose terletak di pedalaman kira-kira 100 mil dari pelabuhan Efesus. Gereja di
Kolose mungkin dimulai sebagai akibat khotbah Paulus di Efesus. Lukas menuliskan
bahwa pada masa itu 'semua yang tinggal di propinsi Asia telah mendengar firman
Tuhan' (Kis 19:10). Namun demikian, Paulus sendiri tidak pernah pergi ke sana (Kol
2:1). Kemungkinan terbesar gereja itu di mulai karena Epafras (Kol 1:7) yang rupanya
datang dari Kolose (Kol 4:12).
Epafras ada bersama dengan Paulus pada waktu Paulus menulis surat-surat ini,
sehingga ia mendapat informasi tentang keadaan di gereja Kolose darinya.
2. Waktu Penulisan
Surat ini ditulis dari penjara (Kol 4:10), tetapi waktu penulisan tergantung pada tempat
Paulus dipenjarakan. Efesus, salah satu kemungkinan. Letak kota itu cukup dekat
sehingga masuk akal untuk dapat ditempuh oleh pelarian seperti Onesimus. Paulus
tampaknya menyatakan bahwa ia pernah di penjara di Efesus (1Kor 15:32). Roma
merupakan kemungkinan lain, tetapi mungkinkah seorang budak melarikan diri ke
Roma, langsung masuk ke mulut singa. Pula, melawan anggapan bahwa surat ini ditulis
di Roma, adalah fakta bahwa ketika ia sedang berada dalam penjara, ia berharap untuk
dilepaskan dan pergi ke barat, ke Spanyol, bukan ke timur, yaitu ke Kolose (Fil 1:22).
Jika surat-surat ini ditulis di Efesus, maka tahun penulisan adalah 55-6 M, pada waktu
perjalanan penginjilan Paulus yang ketiga (Kis 19); jika ditulis di Roma, maka waktu
penulisan ialah sekitar tahun 63 M.
3. Latar Belakang
Paulus menulis berdasarkan laporan dari Epafras. Sebagaian besar dari laporan itu
menyenangkan hati Paulus (1:3-5). Walaupun demikian nampaknya ada ajaran sesat
yang sedang mempengaruhi jemaat di Kolose. Jelas ada unsur Yudaisme, yaitu orangorang Yahudi yang mempersoalkan keselamatan orang-orang kafir, khususnya
hubungannya dengan hukum Taurat. Disamping itu ada juga unsur ajaran Gnostik,
yang berbau mistik. Bila dirumuskan ajaran sesat tersebut, maka ada juga unsur yang
nampak, yaitu:
a. Dunia roh menjadi lebih penting daripada Yesus Kristu (2:18; 1:16). Di sini jelas
nampak ajaran mistisisme yang menjurus pada sinkritisme dan Kristopaganisme.
b. Rupa-rupanya hal-hal yang sekuler dibesar-besarkan untuk menjadi yang paling
penting. Maksudnya ialah: makanan dan minuman, hari raya, bulan baru ataupun
hari sabat 2:16 dst. Dengan mengandalkan hal-hal tersebut mereka pura-pura
merendahkan diri dan menaklukkan tubuh/daging mereka melalui pertapaan.
Bahaya ini masih aktuil sampai pada abad kini juga. Kristus menjadi kabur karena
ditambahkan hal-hal sekunder yang harus dijalankan oleh setiap orang Kristen.
c. Ada kesan bahwa beberapa anggota jemaat mencari suatu hikmat yang lebih
unggul daripada hikmat Yesus Kristus. Sebagai mahasiswa teologia harus waspada
akan hal ini. Setiap hikmat yang tidak berpusatkan Yesus Kristus menempuh jalan
buntu.
69

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Nampaknya Epafras tidak bisa mengatasi keadaan di jemaat itu, sehingga dia pergi
ke Roma mencari Paulus. Paulus menulis surat ini yang begitu polemis sifatnya.
Pola Paulus untuk menghadapi ajaran tersebut adalah menekankan Injil Kristus
yang murni.
4. Isi Kitab: Kitab Kolose terbagi atas 4 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat dengan
jelas keunggulan Tuhan Yesus dari agama-agama lain di dunia.
5. Tujuan: Supaya orang-orang Kristen mengerti tentang keunggulan agama Kristen
(Injil) dari semua ajaran-ajaran yang dibuat oleh manusia, seperti aliran kepercayaan,
filsafat, dan agama-agama lainnya.
6. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Kolose
a. Pasal 1 (Kol 1:1-14).
Salam dari Paulus kepada orang Kristen di Kolose dan seluruh dunia. Dalam bagian
ini, Rasul Paulus memberikan salam dan doa agar orang-orang Kristen
membuahkan perbuatan baik, sabar dan tekun dalam menanggung sesuatu, karena
Allah telah melepaskan orang Kristen dari kuasa kegelapan, yaitu pengampunan
dosa melalui Tuhan Yesus Kristus.
Pasal 1 (Kol 1:15-29).
Pengajaran tentang keunggulan Kristus Dalam bagian ini dijelaskan bahwa Yesus
Kristus lebih unggul dari segala sesuatu, karena segala sesuatu ada dari Dia.
Melalui Yesus Kristus, manusia yang sudah jauh dari Allah kini menjadi dekat,
karena telah diperdamaikan-Nya.
Dalam bagian pertama temanya adalah tentang keutamaan Kristus. Dialah
gambar Allah yang tidak kelihatan (1:15), sulung dari segala yang diciptakan
(1:15). Segala sesuatu diciptakan oleh Dia (1:16). Dia ada terlebih dulu dari
segala sesuatu (1:17). Dia yang pertama bangkit dari antara orang mati (1:18).
Seluruh kepenuhan Allah diam di dalam Dia (1:19). Dialah yang dalam
pribadiNya mempersatukan Allah dengan manusia sesudah Dia mengadakan
pendamaian oleh darah salib Kristus di kayu salib (1:20). Jemaat adalah tubuh
Kristus, yaitu suatu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad, dari generasi ke
generasi, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudusNya. Kristus
ada di tengah-tengah kita. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan (1:2427). Inilah hikmat yang paling besar dan yang patut dicamkan. Hikmat duniawi
adalah jalan buntu dan tak dapat menggantikan hikmat yang berpusatkan Kristus.
b. Pasal 2 (Kol 2:1-23).
Pengajaran tentang keunggulan agama Kristen Dalam bagian ini dijelaskan bahwa,
keunggulan agama Kristen adalah karena di dalamnya kita dapat mengenal rahasia
Allah, yaitu Yesus Kristus, karena di dalam Kristus ada penebusan dosa dan
kepastian keselamatan.
Pendalaman
a. Bacalah Kol 2:11-14). Apakah arti sunat yang benar ?
b. Bacalah Kol 2:18,21-23). Apakah perintah Tuhan tentang makanan, harihari perayaan, dan bulan baru ? Bagaimanakah sikap saudara ? Apakah
saudara masih mau hidup di bawah Hukum Taurat ?

70

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

c. Pasal 3-4 (Kol 3:1-4:18).


Pengajaran tentang keunggulan panggilan Kristen Dalam bagian ini dijelaskan
bahwa panggilan Kristen adalah untuk menjadikan setiap orang menjadi manusia
baru. Baru dalam arti kehidupan sehari-hari dan baru dalam hubungan dengan
Allah.
Pendalaman
o Bacalah Kol 3:5,8-9,12-17; 3:18-4:6 . Apa yang harus dimatikan menurut
ayat 5 (Kol 3:5) ? Berdasarkan ayat 8-9 (Kol 3:8-9), apakah yang harus
dibuang ? Berdasarkan ayat 12-17 (Kol 3:12-17), apakah yang harus
dikenakan orang Kristen ? Berdasarkan ayat 18-4:6 (Kol 3:18-4:6),
bagaimanakah sikap seorang istri terhadap suami, dan suami terhadap
istrinya ?
d. Kesimpulan
Melalui Kitab Kolose dapatlah diketahui dengan jelas bahwa Kekristenan melebihi
segala sesuatu di dunia ini, sebab Kristus adalah pencipta segala sesuatu dan
pendamai manusia dengan Allah.
7. Garis Besar
[1] Paulus Dan Jemaat Kristen Kolose Kol 1:1-14 Kol 1:1-2 Salam Kol 1:3-8 Apa
yang telah kami dengar tentang kamu Kol 1:9-14 Apa yang kami doakan untuk
kamu
[2] Keagungan Yesus Kol 1:15-29 Kol 1:15-20 Siapakah Yesus Kol 1:21-23 Apa yang
telah Yesus lakukan Kol 1:24-29 Kristus di dalam kamu, harapan kemuliaan
[3] Yesus: Cukup Untuk Setiap Kebutuhan Kol 2:1-23 Kol 2:1-7 Dipersatukan,
diperlengkapi, berdiri teguh Kol 2:8-15 Apa yang telah Kristus lakukan bagi kita
Kol 2:16-23 Hidup seperti mereka yang telah mati bersama Kristus
[4] Perlengkapan Baru Kol 3:1-4:6 Kol 3:1-4 Hiduplah seperti mereka yang telah
dibangkitkan bersama Kristus Kol 3:5-9 Menanggalkan pakaian lama Kol 3:10-17
Memakai pakaian baru Kol 3:18-4:1 Sesuaikan pakaian itu Kol 4:2-6 Berbicara
kepada Allah dan manusia: berdoa dan bersaksi
[5] Begitu Banyak Teman Kol 4:7-18 Kol 4:7-9 Dua orang teman akan datang
kepadamu Kol 4:10-14 Enam orang tetap tinggal bersamaku Kol 4:15-17 Salam
dan dorongan semangat Kol 4:18 Jangan lupakan saya... di penjara

8. Ayat Mas: Kolose 3: 16


9. Tugas: Mengapakah Kekristenan lebih unggul dari agama lain ?

71

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

KITAB FILEMON
Pasal: 1

Sebenarnya surat Filemon termasuk surat-surat Penggembalaan (Pastoral), karena bersifat


pribadi dan berisikan nasehal-nasehat pastoral. Itulah sebabnya surat Filemon dalam kanon
Perjanjian Baru dimasukkan sesudah surat-surat penggembalaan. Namun demikian surat
ini dibahas sehubungan dengan surat-surat lain yang ditulis oleh Paulus dalam penjara.
Jelaslah bahwa hubungan dengan surat Efesus dan surat Kolose sangat erat. Kita sudah
melihat bahwa Tikhikus merigantarkan surat Efesus dan surat Kolose. Di samping itu dia
turut membawa surat Filemon juga, karena dalam perjalanan ke Asia, dia bersama-sama
dengan Onesimus yang membawa surat ini untuk Filemon di Kolose (bnd. Kol. 4:7-9; Flm.
1 dan 10).
1. Alamat
Surat ini ditulis oleh Paulus dan dialamatkan kepada "Filemon yang kekasih, teman
sekerja kami dan kepada Apfia, saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman di
rumahmu" (Flm. 1-2).
Timbul pertanyaan: Siapakah Filemon?
Filemon adalah seorang Kolose yang merupakan buah Pekabaran Injil Paulus (Flm.
19). Menurut Kis. 19 Paulus pernah melayani di "ruang kuliah Tiranus". Waktu itu
Efesus menjadi pusat Pekabaran Injil di seluruh daerah itu. Ada kemungkinan besar
bahwa Filemon bertobat sebagai akibat dari pelayanan itu.
Di Kolose, Filemon berkedudukan tinggi dan mempunyai rumah yang cukup besar di
mana diadakan kebaktian-kebaktian (Flm. 2), dan juga dipakai untuk menyambut
hamba-hamba Tuhan (Flm. 22). Dia telah demikian maju secara rohani sehingga
Paulus memanggil dia teman sekerjanya (Flm. 1).
Filemon adalah seorang yang kaya karena dia mempunyai budak-budak. (Flm. 15-16).
Di antara budak-budaknya itu adalah seorang yang bemama Onesimus yang telah
rnenipu hartanya serta melarikan diri (Flm. 18).
Di samping Filemon ada dua orang lain yang disebut, yaitu Apfia dan Arkhipus
(Flm.2). Menurut banyak penafsir ada kemungkinan bahwa Apfia adalah isteri
Filemon, dan bahwa Arkhipus adalah anaknya.
2. Latar Belakang
Onesimus adalah budak pelarian yang telah melarikan diri dari Filemon, tuannya. Di
kota Roma dia bertemu dengan Paulus yang kemudian melayani dia. Akhimya
Onesimus bertobat dan melayani Paulus dalam penjara (Flm. 10-13). Tetapi budakbudak pelarian, jika tertangkap kembali, dapat saja dijatuhi hukuman mati. Namun
demikian Paulus merasa bahwa Onesimus harus kembali kepada tuannya, yaitu
Filemon. Dia mengirim Onesimus kembali bersama dengan Tikhikus, dan mereka
membawa surat ini dengan permohonan supaya Onesimus diterima kembali, bukan
hanya sebagai budak melainkan sebagai saudara dalam Kristus.
Onesimus rela mendengar nasihat Paulus untuk kembali kepada tuannya. Setelah
Filemon menerima surat ini, maka ia sangat tergerak, dan setahu kita dia menerima
72

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Onesimus kembali sebagai saudara dalam Kristus. Menurut tradisi lama Onesimus
kemudian hari menjadi uskup di Efesus.
3. Sistem Perbudakan Pada Zaman Kerajaan Romawi
Di Kerajaan Romawi jumlah budak sangat banyak. Ketika kita mempelajari surat
Roma, nampak jelas bahwa separuh penduduk kota Roma adalah budak-budak..
Budak-budak itu dijadikan seperti barang yang dapat diperjualbelikan (bnd. Wahyu
18:12-13). Kebanyakan mereka melaksanakan pekerjaan kasar bagi tuannya. Yang
lebih pandai atau cantik ditempatkan dalam keluarga untuk melakukan pekeraan yang
lebih tinggi nilainya. Kalau mereka mempunyai ketrampilan khusus, maka mereka
dihargai oleh tuannya sehingga boleh melayani melalui keahliannya itu, misalnya
menjadi dokler pribadi atau guru keluarga. Jika seorang budak berlaku setia dan
berjasa, maka tuannya akan secara resmi membebaskan dia sehingga dia menjadi
seorang yang berstatus bebas. Hal ini merupakan penghargaan besar bagi para budak.
Bila dia ingin bekerja dengan tuannya, maka biasanya diijinkan bekerja, namun
statusnya sebagai seorang upahan.
Para budak tidak mempunyai hak asasi. Mereka tidak bebas untuk menikah,
berkeluarga dan tidak memiliki harta pribadi. jika mereka membuat kesalahan, maka
tuannya boleh secara bebas menjatuhi hukuman atasnya; hukuman matipun boleh.
Tidak ada orang yang bisa membela mereka.
Bagaimana sikap orang Kristen terhadap masalah perbudakan? Jelaslah bahwa orang
Kristen tidak bangkit melawan sistem perbudakaan itu. Dalam surat Filemon sikap
yang sama nampak. Paulus tidak mau menghapus perbudakan itu sebagai ketentuan
sosial. Secara hukum Paulus masih mengaku hak Filemon atas budaknya. Yang
penting bagi Paulus adalah bahwa Onesimus sudah menjadi budak Kristus. Dengan
demikian Filemon sudah kehilangan haknya atas Onesimus. Onesimus sudah menjadi
saudara seiman, dan Filemon tidak lagi dapat orang menganggapnya sebagai budaknya.
Dalam persekutuan orang Kristen status hukum tidak dipersoalkan. Semua saudara
mempunyai hak yang sama (bnd. Gal. 3:26-28). Mereka.semua terikat kepada Kristus,
dan dengan demikian mereka semua dimasukkan dalam persekutuan kasih sebagai satu
keiuarga.
Bahwa persekutuan Kristen ini menjadi titik tolak untuk mengubah pikiran banyak
orang tentang masalah perbudakan, sehingga akhirnya sistem perbudakan juga dihapus
sebagai ketentuan sosial. Ini terjadi setelah pengaruh Kristen makin besar dalam
masyarakat dan pemerintah.
4. Isi Kitab: Kitab Filemon terbagi atas 1 pasal. Di dalam Kitab ini kita dapat melihat
ajaran Rasul Paulus tentang cara hidup orang Kristen dalam menghadapi orang lain
yang bersalah dan mau bertobat.
5. Intisari Berita Surat Filemon
Surat yang pendek ini berisikan permohonan Paulus mengenai Onesimus, supaya
Filemon menerima dia kembali dengan sikap yang baru. Beberapa hal yang penting
dalam surat ini antara lain:
1) Filemon. sudah menjadi seorang Kristen dan teman sekerja Paulus (Flm. I).
Dengan demikian seharusnya dia mempunyai sikap yang baru terhadap budak73

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

budaknya. Tetapi Onesimus melarikan dan ini tentu melukai hati Filemon. Oleh
sebab itu kesungguhan iman Filemon diuji melalui kembalinya Onesimus. Jangan
sampai Filemon bertindak sebagai manusia lama, yang menggunakan haknya untuk
menghukum Onesimus.
2) Paulus memuji Onesimus karena perubahan telah terjadi di dalam hidupnya, tetapi
dia tidak menutup dosanya. Dia minta supaya Onesimus kembali pada tuannya
untuk membereskan segala masalahnya.
3) Jalan yang dipakai oleh Paulus untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini adalah
percaya akan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati orang lain, yaitu Filemon dan
Onesimus. Paulus sungguh percaya akan buah Roh Kudus pada diri Filemon,
sehingga dia akan menerima Onesimus dengan penuh kasih. Dalam surat ini Paulus
tidak memaksa Filemon dengan kewibawaan rohaninya. Dia hanya percaya bahwa
Roh Kudus sudah mengubah pikiran dan sikap Filemon
Paulus percaya juga akan pekerjaan Roh Kudus di dalam diri Onesimus, sehingga
tak mungkin Onesimus akan melarikan diri sekali lagi. Sekarang Onesimus
bersedia menghormati dan mengindahkan tuannya sesuai dengan nasihat Paulus
dalam Ef. 6:5-8.
4) Berdasarkan hal ini kita dapat menarik beberapa kesimpulan dan pengajaran untuk
diri kita juga, antara lain:
a. Kalau timbul masalah, maka pakailah argumen-argumen rohani. Percayalah
akan pekerjaan Roh Kudus di dalam orang lain. Di dalam Kristus tidak ada
perbedaan.
b. Surat ini menggarisbawahi suatu kebenaran rohani yang menyangkut etika
Kristen, yaitu bahwa dengan kelahiran baru seseorang tidak luput dari
membereskan hubungan secara manusiawi, yaitu Onesimus harus kembali
kepada Filemon. Kebenaran ini penting untuk kita. Orang yang sudah lahir
baru harus membereskan masalah-masalah-manusiawi.
c. Dari surat ini kita belajar bahwa tugas kita adalah mengabarkan Injil, kepada
semua orang, baik yang kaya dan berkedudukan tinggi dalam masyarakat
(contohnya: Filemon), maupun kepada. yang paling rendah dan hina
(contohnya: Onesimus).
d. Martin Luther menafsirkan Surat Filemon secara allegoris. Dia berkata: Apa
yang Paulus perbuat untuk Onesimus di hadapan Filemon, itulah juga yang
telah ,dibuat oleh Kristus untuk kita di hadapan Allah Bapa. Kita manusia
sebenamya milik Allah lama seperti Onesimus milik Filemon. Kita telah
berbuat dosa dan melarikan diri; maka hukuman sudah menunggu dan suara
hati kita menghakimi kita. Seperti Onesimus mendapat perlindungan daripada
Tuhan Yesus sahabat orang berdosa yang telah membawa kita kepada rahasia
hidup baru seperti halnya dengan Onesimus. Paulus berkata: Kalau dia
(Onesimus) sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu,
tanggungkanlah itu semuanya kepadaku (Flm.18). Aku akan membayamya
(Flm. 19), Demikianlah telah dibuat oleh Tuhan Yesus dengan segala hutang
dosa kita (bnd. 2 Kor.5:21). Hati Onesimus diperdamaikan dengan Filemon
sehingga dengan rela kembali kepada tuannya. Kita juga setelah diperdamaikan
74

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

dengan Allah, kembalilah kita kepadaNya serta menjadi milik Tuhan untuk
selama-lamanya (Flm. 15).
e. Dalam surat ini masih terkandung satu prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu
bahwa masalah-masalah antara orang-orang Kristen dapat diatasi dengan
kebijaksanaan rohani (ay. 8-16)
6. Garis Besar
[1] Pembukaan File 1:1-7
File 1:1-3
Salam
File 1:4-7
Terima kasih, Filemon
[2] Budak Yang Melarikan Diri File 1:8-22
File 1:8-14
Onesimus yang baru: berguna bagi saya
File 1:15-20 Tolonglah, terimalah ia kembali
File 1:21-22 Dan bersiaplah untuk menyambut saya
[3] Salam Dan Kasih Karunia File 23-25

7. Ayat Mas: Filemon 1:16

75

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI TESALONIKA


1 TESALONIKA
Pasal: 1 2 3 4 5
1. Gereja Dan Situasinya.
1) Tesalonika adalah ibu kota Makedonia. Kota itu makmur dan memiliki pelabuhan
alam yang indah terletak di jalan raya Romawi ke arah timur. Akibatnya, kota itu
menjadi kota yang multi-rasial dengan kebudayaan yang beraneka ragam dan
terbuka untuk menerima segala macam kepercayaan agama.
2) Pendirian gereja: Kisah 17:1-10 mengisahkan bahwa Paulus dan Silas mendirikan
gereja di Tesalonika pada perjalanan penginjilan Paulus yang kedua. Kunjungan
mereka ke Tesalonika hanya berlangsung kurang dari sebulan sebelum orang
Yahudi membayar segerombolan penjahat yang menyebabkan Paulus dan Silas
meninggalkan kota dengan terburu-buru, dan para pendukung mereka dibelenggu
untuk menjaga ketenangan.
3) Gereja yang Paulus tulisi surat: Mengingat permulaannya yang tidak
menguntungkan, gereja muda ini menunjukkan kekuatan yang luar biasa.
Anggotanya kebanyakan orang-orang bukan Yahudi yang bertobat dari
kepercayaan kafir dan kini menghadapi lingkungan yang sangat kafir dan
bermusuhan.
2. Waktu Dan Alasan Penulisan Surat Ini.
Sejak Paulus meninggalkan Tesalonika ia sangat ingin tahu bagaimana perkembangan
mereka. Timotius telah membawa kabar kepadanya (1Te 3:6) dan ia ingin
mengungkapkan kepuasannya dan menguatkan mereka agar tetap bertahan dalam iman.
Ia menulis surat ini tak lama sesudah ia meninggalkan mereka, yaitu ketika ia berada di
Korintus, sekitar tahun 50. Karena itu, surat ini bersama dengan surat ke Galatia
termasuk surat-surat Paulus terawal.
3. Isi Kitab: Kitab I Tesalonika terbagi atas 5 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat
dengan jelas pengajaran tentang pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus
kedua kali.
4. Tujuan: Supaya orang-orang Kristen mengerti tentang hari kedatangan Kristus kedua
kali dan pengajaran akan cara hidup jemaat dalam menantikan hari itu.
5. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab I Tesalonika
a. Pasal 1-3 (1Tes 1:1-3:13).
Pengajaran tentang kehidupan pertobatan orang-orang Kristen di Tesalonika.
Bagian ini menjelaskan pertobatan orang Kristen di Tesalonika yang membawa
perluasan pemberitaan Injil, karena mereka menerima Injil dengan sukacita,
beriman kepada Allah saja, menolak penyembahan kepada berhala-berhala dan
hidup sesuai dengan Firman Allah. Pertobatan orang-orang Tesalonika kepada Injil,
dikarenakan pemberitaan Rasul Paulus yang didasarkan atas hati yang suci, dan
kehidupan yang benar (1Tes 2:4,9-10).

76

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Pendalaman
a. Bacalah pasal 1Tes 1:6,9. Bagaimanakah seharusnya sikap kita dalam
mendengar Firman Allah ? Apakah yang dimaksudkan dengan beriman
kepada Allah ?
b. Bacalah pasal 1Tes 3:6-13. Apakah yang dikatakan oleh Rasul Paulus
mengenai kehidupan orang Kristen di Tesalonika ?
b. Pasal 4-5 (1Tes 4:1-5:28).
Pengajaran tentang kehidupan dalam menantikan hari kedatangan Tuhan Yesus
yang kedua kali. Dalam bagian ini, Rasul Paulus mengajarkan bahwa orang Kristen
harus selalu melakukan apa yang suci dan tidak mencemarkan diri. Kedatangan
Tuhan Yesus kedua kali adalah suatu penghiburan terhadap orang percaya (Kristen)
yang pernah kehilangan keluarga seiman, tetapi hari itu juga merupakan hari
penghukuman bagi dunia dan orang yang tidak percaya.
Pendalaman
o Bacalah pasal 1Tes 4:3-14; 5:12-22. Apakah yang Allah kehendaki dari
orang Kristen ? Apakah yang diperintahkan Allah kepada orang Kristen di
dalam ayat 7-8 dari pasal 5 (1Tes 5:7-8)? Bagaimanakah seharusnya sikap
orang Kristen, ketika saudaranya mengalami kematian ?
c. Kesimpulan
Kitab I Tesalonika mengajarkan tentang kehidupan orang Kristen di dalam cara hidup
yang benar dan penuh pengharapan dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus yang
kedua kali.
6. Garis Besar
[1] Salam 1Te 1:1
[2] Gereja Tesalonika - Penyebab Sukacita 1Te 1:2-10
1Te 1:2, 3
Sifat mereka
1Te 1:4, 5
Pemilihan mereka
1Te 1:6, 7
Tanggapan mereka
1Te 1:8-10
Reputasi mereka
[3] Perilaku Pribadi Paulus - Dasar Pembelaan 1Te 2:1-16
1Te 2:1, 2
Keberanian yang ditunjukkannya
1Te 2:3, 4
Motivasi yang dimilikinya
1Te 2:5-7
Cara yang dipakainya
1Te 2:8-9
Dukungan yang diberikannya
1Te 2:10-12
Teladan yang diberikannya
1Te 2:13-16
Akibat yang diterimanya
[4] Keprihatinan Paulus Yang Besar - Suatu Ungkapan Perasaan 1Te 2:17-3:13
1Te 2:17, 18
Keinginan Paulus
1Te 2:19, 20
Motivasi Paulus
1Te 3:1-5
Utusan Paulus
1Te 3:6-10
Kelegaan Paulus
1Te 3:11-13
Doa Paulus
[5] Tingkah Laku Sosial Orang Kristen - Suatu Petunjuk 1Te 4:1-12
1Te 4:1-8
Moralitas seksual
77

Introduksi Perjanjian Baru

1Te 4:9,10
1Te 4:11,12

Kasiatin Widianto, M.Th

Kasih persaudaraan
Mencari nafkah

[6] Kedatangan Kristus Kedua Kali - Wilayah Yang Dipersoalkan 1Te 4:13-5:11
1Te 4:13-18
Apa yang terjadi dengan orang yang sudah mati?
1Te 5:1-3
Kapan itu akan terjadi?
1Te 5:4-11
Dengan demikian bagaimana kita harus hidup?
[7] Kehidupan Gereja Di Tesalonika - Bidang Yang Memerlukan Perbaikan 1Tes.
5:12-22
1Te 5:12, 13
Mengenai para pemimpin
1Te 5:14, 15
Mengenai orang lain
1Te 5:16-18
Mengenai keadaan
1Te 5:19-22
Mengenai ibadat
[8] Doa Penutup Dan Salam 1Te 5:23-28

7. Ayat Mas: 1 Tesalonika 5:16-18


8. Tugas:
Bagaimanakah sikap seorang Kristen apabila ada keluarga yang sudah percaya
meninggal ? Dan mengapa demikian ?

78

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

2 TESALONIKA
Pasal: 1 2 3

1. Surat Lain Kepada Jemaat Di Tesalonika.


Paulus menulis surat ini kepada orang-orang yang sama yang ia telah surati dalam I
Tesalonika, dan mungkin tidak lama sesudah suratnya yang pertama itu. Jika Anda
membaca pendahuluan suratnya, Anda akan mengerti gambaran gereja itu dalam
pikiran Paulus. Sekali lagi ia menambahkan nama-nama kawan seperjalanannya,
Silvanus (atau Silas dalam Kisah para Rasul) dan Timotius.
2. Mengapa Ia Menulis Lagi?
1) Membaca dengan memahami apa yang tersirat di dalamnya, kita tahu bahwa gereja
masih mengalami penganiayaan. Kita tidak tahu siapa yang sebenarnya melakukan
penganiayaan - mungkin orang Yahudi - tetapi mereka berada dalam kondisi yang
berat. Mungkin mereka mulai meragukan apa gunanya menjadi Kristen. Dalam
keadaan seperti itu siapa pun bisa saja tergoda untuk menyerah.
2) Ketika Paulus menulis suratnya yang pertama, mereka sedang bingung tentang
kedatangan Yesus kembali. Rupanya sebagian dari mereka terpesona dengan
masalah itu - yang juga selalu menjadi godaan bagi Kristen - ada pula yang
mengalami obsesi, sehingga mereka tidak lagi memikirkan hal-hal lainnya.
Meskipun Paulus telah menjelaskan secara rinci dan panjang lebar pada waktu ia
bersama mereka, tetapi ia tidak mempunyai cukup waktu untuk menjelaskan semua
seperti yang diinginkannya. Tampaknya mereka juga sudah lupa tentang apa yang
telah diajarkannya! Sebagian mereka mengharapkan Yesus datang segera - jika
bukan hari ini, esok hari! Kegairahan mereka itu menggoyahkan gereja. Selain itu,
ada beberapa orang yang benar-benar menyesatkan orang Kristen dengan
mengatakan bahwa Yesus sudah datang kembali - dan lebih dari itu, mereka
mengatakan itulah yang diajarkan oleh Paulus. Sama seperti yang sudah-sudah,
pasti ada orang yang ingin mengisi masa penantian ini dengan mencari jawaban
kapan kedatangan Yesus yang kedua itu akan terjadi.
3) Sebagian orang tidak lagi mencari nafkah. Ada kemungkinan disebabkan oleh
obsesi mereka tentang kedatangan Yesus kembali dan akhir zaman. Boleh jadi pula
hal itu semata-mata disebabkan mereka melihat cara hidup yang begitu mudah
dengan mengandalkan kemurahan hati sesama orang Kristen. Kita tidak tahu apa
pastinya. Yang kita ketahui ialah bahwa Paulus menasihati mereka dengan tegas.
Ingatlah bahwa ia memperingatkan mereka yang dapat bekerja, tetapi tidak mau bukan mereka yang ingin bekerja, tetapi tidak mendapatkan pekerjaan.
4) Paulus harus menganjurkan mereka untuk mempertahankan standar Kristen,
walaupun karena itu harus putus hubungan dengan mereka yang tidak sejalan.
3. Bagaimana Surat-Surat Ditulis.
Pada masa itu orang sering menggunakan sekretaris untuk menulis surat. Mereka
mendiktekan apa yang ingin mereka sampaikan dan setelah surat itu selesai ditulis
mereka akan menulis sendiri sepatah kata penutup di akhir surat itu. Mungkin karena
ada orang lain yang telah menggunakan nama baik Paulus untuk menyebarkan ajaran
yang salah, ia sungguh-sungguh menekankan hal tersebut pada akhir suratnya.

79

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus. Sekitar tahun 51 sesudah Masehi. Ditujukan kepada
Jemaat Kristen di Tesalonika (dan juga untuk setiap jemaat Kristen di seluruh dunia).
4. Isi Kitab: Kitab II Tesalonika terbagi atas 3 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat
dengan jelas penjelasan Rasul Paulus, dalam usaha meniadakan pengertian yang keliru
tentang kedatangan Kristus kedua kali, karena ada yang mengajarkan bahwa Kristus
sudah datang kedua kali ke dunia.
5. Tujuan: Supaya orang Kristen mengerti arti kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang
kedua kali, sehingga mereka dapat mempunyai pengharapan yang benar akan
kedatangan Kristus yang kedua kali.
6. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab II Tesalonika
a. Pasal 1 (2Tes 1:1-12).
Pengajaran tentang kedatangan Kristus yang kedua kali. Dalam bagian ini
dijelaskan bahwa pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali adalah
penghiburan besar di tengah-tengah penganiayaan dan kesukaran yang ditanggung
oleh orang-orang Kristen demi nama Kristus.
Pendalaman
o Bacalah 2Tes 1:6-9. Apakah arti hari Tuhan bagi anak-anak-Nya ? (lihat
ayat 6-7; 2Tes 1:6-7. Apakah arti hari Tuhan bagi orang-orang yang tidak
percaya ? (lihat ayat 8-9; 2Tes 1:8-9). Saudara mau yang mana, dari kedua
hal di atas ?
Dalam fasal satu Paulus menghibur orang-orang Kristen di Tesalonika yang
sedang
mengalami penganiayaan. Kata-kata penghiburan itu berisikan berita tentang
kedatangan Yesus (ay 4-7) maksudnya adalah menghibur mereka untuk bertahan
dalam penganiayaan itu. Dalam ay. 8-12, baru dimaksudkan kata-kata penghiburan
untuk masa depan, yaitu tentang upah yang akan diterima oleh setiap orang yang
setia. Dengan demikian kita mengerti bahwa bahwa kata-kata penghiburan tentang
kedatangan Yesus tidak hanya menyangkut masa depan, tetapi sungguh menolong
setiap orang percaya pada masa sekarang.
b. Pasal 2 (2Tes 2:1-17).
Pengajaran tentang peringatan mengenai saat kedatangan Kristus kedua kali. Dalam
bagian ini dijelaskan bahwa saat kedatangan Kristus kedua kali akan diawali
dengan adanya kedurhakaan besar. Karena itu kita perlu membenahi pikiran yang
salah tentang hari Tuhan dan cara-cara hidup yang benar dalam
menantikankedatangan-Nya yang kedua kali.
Pendalaman
o Bacalah 2Tes 2:3-4,17. Apakah yang mendahului kedatangan Kristus yang
kedua kali ? Bagaimanakah cara hidup orang Kristen dalammenantikan
kedatangan Kristus yang kedua kali ?
Dalam fasal dua, Paulus mengingatkan orang-orang Tesalonika mengenai bebempa
pengajaran yang salah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Pengajaranpengajaran tersebut telah mengakibatkan tingkah laku mereka yang salah.
Dalam fasal 2:1-12 Paulus menjelaskan tentang soal waktu dan cara kedatangan
Tuhan Yesus, yaitu "kapan" dan "bagaimana."
80

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Dalam fasal 2:13-17 Paulus menerangkan soal menantikan kedatangan Tuhan


Yesus.
Mari kita sedikit memperdalam penyajaran. fasal dua tentang kedatangan Tuhan
Yesus. Sebelum Dia datang akan terjadi tanda-tanda, antara lain :

Haruslah terjadi lebih dahulu

Haruslah dinyatakan dahulu


(ay.3).Ini sesuai dengan
Mat. 24; 2 Tim. 3:1-9,13; Wahyu 13 dan 19. "Manusia durhaka" itu diberi
banyak nama, antara lain "binatang" (Why, 19:20), "antikristus" (1
Yoh.2:18).

(ay. 3).

Menurut Wahyu 13 kita mengerti bahwa antikristus" itu adalah seorang pemimpin
dunia, dan boleh jadi pemimpin sistem idiologis (Wah. 13:15-16). Sifat-sifat
"antikiistus" adalah melawan segala sesuatu. Dia mempunyai kemampuan untuk
"meninggikan diri" dan menyamakan diri dengan "segala yang disembah sebagai
Allah". Di samping itu dia akan memerintah dunia (Watiyu 13:7b-8a). Dengan kata
lain dia mau menjadi seperti Allah (Wahyu13:7-15; Mat. 24:9-10). Inilah arti dari
kata "antikristus", yailu "anti" berarti "mengganti".
Dalam 2Tes.2:6-8 disebut tentang "yang menahan" manusia durhaka untuk bekerja
secara leluasa. Siapa atau apa yang menahan itu ? Banyak penafsir berkata bahwa
yang dimaksudkan oleh Paulus adalah pemerintahan kerajaan Roma yang sungguh
menjaga tata tertib pada zaman Paulus. Kesulitan bahwa Kerajaan Roma
tidak ada lagi, diatasi dengan talsiran bahwa pemerintahan itu diganti dengan
pemerintahan-pemerintahan yang lain di dunia ini sampai hari ini (bd. Roma 13:17). Menurut tafsiran ini, maka "yang menahan" adalah tata tertib dunia yang
dijalankan oleh pemerintah-pemerintah.
Masalahnya adalah bahwa surat 2 Tes. 2:7 menunjuk pada satu oknum atau pribadi,
dan bukan pada tata tertib atau jabatan.
c. Pasal 3 (2Tes 3:1-18).
Fasal tiga secara khusus memberi nasihat tentang masa menanti-nanti kedatangan
Tuhan Yesus. Nasihat-nasihat itu menyangkut hidup dan tingkahlaku orang-orang
Kristen.
Empat kali dipakai istilah "berpesan" atau istilah-istilah yang hampir sama (bd. 2
Tes. 3:4, 6, 10, 12).
Paulus mulai dengan memberi nasihat yang paling mendasar, yaitu tentang
pentingnya menghadapi masa yang gelap dengan sikap doa (3:1-2). Kemudian dia
memuji jemaat di Tesalonika karena mereka dengan tekun berbuat sesuai dengan
apa yang telah dipesankan oleh Paulus kepada mereka (3:3-5).
Mulai dengan ayat 6 kita diheritahukan tentang isi dari nasihat-nasihatnya, yaitu
bahwa mereka harus bekerja dan melayani selama menanti kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali.

81

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Pendalaman
a. Bacalah 2Tes 3:1-2. Apakah khasiat daripada doa orang Kristen ? (lihat
ayat 1-2; 2Tes 3:1-2.
b. Bacalah 2Tes 3:6-15. Apakah yang dimaksudkan dengan hidup
orangKristen yang tidak tertib ? (lihat ayat 6-15; 2Tes 3:6-15).
7. Tema-tema Kunci
Kedatangan Yesus.
Fakta bahwa Yesus akan datang kembali muncul beberapa kali. Tidak ada keraguan
tentang hal ini, walaupun Paulus sendiri tidak mengetahui waktunya yang tepat.
2Te 1:7, 9, 10, 12; 2:1-2, 8, 14. Kata-kata kunci adalah 'dinyatakan', yaitu menarik
tirai dan menunjukkan kepada kita apa yang terjadi selama ini; 'datang' dipakai
untuk menyatakan kunjungan resmi oleh seorang raja atau pembesar; 'kemuliaan'
dalam Alkitab berarti kehadiran Allah sendiri. Pikirkanlah apa arti semua ini ketika
Kristus datang kembali.
Dalam Kitab II Tesalonika dapat diketahui bahwa kedatangan Kristus yang kedua
kali belumlah terjadi, dan kedatangan Kristus ini merupakan pengharapan yang
memberikan penghiburan di dalam penganiayaan sebagai orang-orang Kristen.
Penghakiman.
Oleh karena Allah itu adil dan melihat segalanya, pada suatu hari Ia akan mengadili
segala yang diperbuat oleh manusia, laki-laki dan perempuan. 2Te 1:5-10; 2:8, 1112. Dalam arti tertentu penghakiman Allah sudah berlaku di dunia ini. Pikirkan apa
arti penghakiman Allah bagi orang percaya dan bagi mereka yang tidak percaya.
Bagaimana kita harus siap untuk menghadapinya?
Setan.
Iblis nyata dalam surat ini, dan ia menggunakan manusia untuk mencapai
maksudnya. 2Te 2:3-12. Bagaimana semua ini mengajarkan kepada kita tentang
apa yang akan terjadi atas dunia ini? Apakah kita dapat mengenali kegiatan Setan?
Bertahan.
Menjadi Kristen berani meneruskan apa yang sudah dimulai. Ini dapat berarti
bertahan terhadap penganiayaan, mengenal Allah melalui pengalaman-pengalaman
baru atau semata-mata bekerja keras. Dorongan apa yang diberikan oleh surat itu
kepada kita dalam hidup Kekristenan kita? Alasan-alasan apa yang diberikan agar
kita tetap berjuang?
8. Garis Besar
[1] Dari Kami Untuk Kalian... 2Te 1:1-2
Paulus dan kawan-kawannya memberi salam kepada jemaat.
[2] Syukur Bagi Allah Saudara-Saudara Tetap Berdiri Teguh!. 2Te 1:3-4
2Te 1:3
Iman dan kasih
2Te 1:4
Reputasi kalian
[3] Penghakiman Segera Tiba! 2Te 1:5-10
2Te 1:5
Mengapa saudara-saudara menderita
2Te 1:6-7
Allah itu adil
2Te 1:8-10
Terjadi pemisahan besar pada waktu Yesus datang
82

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

[4] Kami Berdoa Untuk Saudara-Saudara... 2Te 1:11-12


2Te 1:11
Supaya bertumbuh
2Te 1:12
Supaya Kristus dipermuliakans
[5] Sebelum Yesus Datang Kembali Ada Hal-Hal Yang Harus Terjadi 2Te 2:1-12
2Te 2:1-2
Jangan bingung dan gelisah
2Te 2:3-7
Tantangan akan bertambah
2Te 2:8
Tetapi Tuhan akan menghancurkannya
2Te 2:9-12
Yang jahat akan dikalahkan
[6] Tetapi Kami Merasa Lega Karena Saudara-Saudara... 2Te 2:13-17
2Te 2:13
Saudara-saudara benar-benar bertobat
2Te 2:14
Allah akan menyelesaikan pekerjaan
2Te 2:15-17 Berpeganglah terus
[7] Kami Juga Memerlukan Doa-Doa Saudara 2Te 3:1-5
2Te 3:1-2
Untuk pelayanan khotbah kami
2Te 3:3-5
Sebab Allah itu baik
[8] Berhentilah Bermalas-Malasan! 2Te 3:6-15
2Te 3:6
Beberapa orang telah berhenti bekerja
2Te 3:7-10
Kita bukan pemalas
2Te 3:11-15 Pastikan semua orang bertindak sesuai teladan
[9] Selamat Tinggal Dan Allah Memberkati! 2Te 3:16-18

9. Ayat Mas: 2 Tesalonika 2:16


10. Tugas: Bagaimana cara hidup orang Kristen dalam menantikan kedatangan Kristus
yang kedua kali?

83

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

SURAT-SURAT KIRIMAN PASTORAL


Yang dimaksudkan dengan surat-surat kiriman Pastoral atau surat-surat Penggmbalaan
adalah 1 & 2 Timotius dan Titus. Nama ini diberikan sebab sebagian besar isinya
merupakan nasihat yang diberikan oleh seorang gembala yang dewasa kepada orang-orang
yang lebih muda yang untuk giliran berikutnya akan membimbing orang-orang lain untuk
memikul tugas penggembalaan.

1 TIMOTIUS
Pasal: 1 2 3 4 5 6

1. Isi Kitab: Kitab I Timotius terbagi atas 6 pasal. Kitab ini ditulis untuk meminta
Timotius tetap tinggal di Efesus, agar Timotius menasehati orang-orang tertentu yang
mengajarkan ajaran lain, dan membicarakan dongeng-dongeng yang justru membawa
masalah bagi jemaat (1Tim 1:3-4). Tujuan khusus, ialah Paulus hendak menguatkan
iman Timotius karena mungkin banyak orang tidak mau mendengarkan Timotius.
Mereka itu adalah orang-orang yang mau menjadi pemimpin tetapi sebenarnya tidak
mengenal Firman Allah.
2. Timotius
Ayah Timotius adalah seorang Yunani, tetapi ibunya seorang Yahudi. Ia bertobat pada
usia kurang lebih lima belas tahun, ketika Rasul Paulus mengunjungi kota asalnya,
Listra (Kis 16:1-3; 1Tim 1:2). Tujuh tahun kemudian ia ikut dalam pelayanan
penginjilan Paulus dan terjalinlah hubungan persahabatan yang sangat erat antara
Paulus yang saat itu sudah berumur kira-kira tujuh puluh tahun dengan rekannya yang
lebih muda. Setelah pemenjaraan Paulus yang pertama, ia mengunjungi beberapa
tempat antara lain Efesus, dan karena tidak dapat lama berada di sana ia meninggalkan
Timotius untuk memikul pelayanan di sana. Ketika ditinggal sendirian Timotius
mendapatkan ujian yang sangat berat, karena sebelumnya ia sangat bergantung kepada
nasihat Paulus. Sifatnya agak pemalu dan peka. Paulus menulis surat kepadanya dari
Korintus untuk mendorong dia dan memberikan beberapa nasihat. Ayat kunci kitab ini
adalah 1Ti 3:15. Paulus sangat ingin melihat anak rohaninya memenuhi tanggung
jawabnya sebagai seorang pemimpin Kristen. Ia berkeinginan supaya dalam segala hal
Timotius dapat memberi teladan kepada jemaat yang mengharapkan kepemimpinannya
(1Tim 4:12).
2. Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus. Sekitar tahun 63 Masehi.Ditujukan kepada seorang
pendeta muda yang bernama Timotius, di kota Efesus. (Dan juga semua jemaat Kristen
di dunia). Keadaan di jemaat Efesus: ada orang yang menjadi guru, tetapi tidak tahu
Firman Allah. Mereka menyimpang dari ajaran Alkitab. Kehidupan rohani yang tidak
bertumbuh. Juga ada persoalan-persoalan pribadi dan persoalan kepemimpinan dalam
ibadah jemaat.
3. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab I Timotius
a. Pasal 1 (1Tim 1:1-20).
Pengajaran tentang tugas seorang pendeta jemaat setempat

84

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Pendalaman
a. Bacalah 1Tim 1:1-2. Siapakah yang memerintahkan Rasul Paulus untuk
memberitakan Injil ? Siapakah yang memerintahkan saudara untuk
memberitakan Injil ?
b. Bacalah 1Tim 1:3-10. Apakah yang harus dikerjakan oleh Timotius (tugastugas yang harus ia laksanakan) ? Apakah saudara seorang pendeta ?
Bagaimanakah caranya Timotius menghadapi pengajar-pengajar sesat ?
Bagaimanakah caranya saudara menghadapi pengajaran-pengajaran yang
sesat ?
Dalam bagian pertama Paulus memberikan nasihat tentang ajaran-ajaran yang
sesat. Sebaiknya Timotius tidak menghadapi orang-orang yang tersesat dengan akal
budi atau diskusi-diskusi yang panjang lebar, melainkan dengan memberitakan Injil
Kristus seperti Paulus sendiri pernah mengajar kepadanya (1:3-20). Nasihat ini
tidak hanya berdasarkan teori saja, melainkan pengalaman pribadi Paulus dari kasih
karunia Allah. Kesaksian Paulus dalam 1 Tim. 1:12-17 sangat indah sekali.
b. Pasal 2 (1Tim 2:1-15).
Pengajaran tentang ibadah jemaat dan sikap di dalam beribadah. Dalam bagian ini
dijelaskan mengenai isi doa anggota jemaat dan bagaimana sikap laki-laki ketika
beribadah dan bagaimana sikap seorang perempuan di dalam ibadah.
Pendalaman
a. Bacalah 1Tim 2:1-7. Apakah yang dikehendaki. Allah dari doa anggota
jemaat ? Apakah isi doa jemaat yang diperintahkan dalam ayat-ayat itu ?
b. Bacalah 1Tim 2:8-15. Bagaimanakah sikap seorang laki-laki ketika
beribadah kepada Allah ? Bagaimanakah sikap seorang wanita ketika
beribadah dalam kebaktian ? Apakah perhiasan yang indah di hadapan
Tuhan ?
Tentang ibadah jemaat, ada satu hal yang ditekankan oleh Paulus dalam
nasihatnya kepada Timotius sebelum dia memberikan nasihat tentang syarat-syarat
bagi pelayan-pelayan dalam jemaat, yaitu pentingnya doa syafaat (2:1 dst.). Doa
syafaat tu harus merangkul semua orang, juga raja-raja dan pembesar-pembesar.
Sebabnya adalah bahwa Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan
(2:4).
c. Pasal 3 (1Tim 3:1-16).
Pengajaran tentang syarat-syarat pekerja-pekerja gereja (Penatua/diaken). Dalam
bagian ini Rasul Paulus memberikan syarat-syarat seseorang yang akan dipilih
menjadi pekerja-pekerja gereja, penatua, dan diaken. Tetapi walaupun demikian
syarat-syaratini juga merupakan pembuktian kedewasaan rohani setiaporang
Kristen.
Pendalaman
a. Bacalah 1Tim 3:1-7. Sebutkanlah dengan lengkap semua syarat seorang
penilik jemaat dan apakah hal itu ada pada saudara.

85

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

b. Bacalah 1Tim 3:8-13. Sebutkanlah dengan lengkap semua syarat untuk


menjadi seorang diaken dan apakah hal itu sudah ada pada saudara.
Mulai dengan 3:1 disebut tentang syarat-syarat bagi pelayan-pelayan
Yang ditekankan tentang segala jabatan gerejani adalah kesucian hidup.
syarat lain dapat berbeda-beda dan tidak sama untuk semua jabatan.
masalah kesucian hidup sama untuk semua orang yang akan memegang
dalam jernaat.

jemaat.
SyaratTetapi
jabatan

d. Pasal 4-6 (1Tim 4:1-6:21).


Pengajaran tentang kehidupan seorang hamba Tuhan dan setiap orang Kristen.
Dalam bagian ini dijelaskan bahwa seorang hamba Tuhan haruslah menjadi seorang
hamba Tuhan Yesus Kristus yang baik, yaitu tekun dalam mengajar dan setia
kepada kebenaran Firman Allah. Dan kehidupannya haruslah dapat menjadi teladan
setiap orang, khususnya dalam pergaulannya dengan semua anggota jemaat.
Ada dua hal yang menjadi ciri khas hamba-hamba Tuhan yang baik, yaitu, (i)
mengajar dengan setia (bnd. 4:1-11), dan (ii) hidup sebagai teladan (bnd. 4:12-16).
Hal itu berarti bahwa hamba-hamba Tuhan harus mempersiapkan dari dalam dua
arah yang tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain, yaitu secara teologis melalui
pendidikan teologia, dan secara pembentukan melalui belajar disiplin. Satu
Timotius tidak menempatkan satu di atas yang lain. Kedua segi ini dianggap sama
pentingnya.
Ada banyak hamba Tuhan, yang menganggap remeh segi persiapan teologis.
Mereka mengatakan bahwa "terang Roh Kudus" cukup untuk melayani. Tetapi itu
tidak benar (bnd. I Tim. 4:6). Menjadi hamba Tuhan yang baik merupakan
pekerjaan yang berat. Kita harus berkeringat untuk belajar teologia dan melatih
diri berdisiplin di dalam,segala langkah hidup kita.
Dalam fasal 5-6 Paulus mengajar tentang sikap gembala jemaat terhadap
golongan-golongan terlentu, yaitu orang-orang tua dan orang-orang muda (5:1-2),
penatua-penatua (5:17-25), orang-orang yang menderita penyakit bersilat kata,
pecinta-pecinta uang (6:1-19), dan janda-janda(5:3-16).
e.

Kesimpulan
Dalam I Timotius diajarkan dengan jelas akan kehidupan dari setiap orang Kristen
dalam melayani jemaat atau Gereja, baik ia seorang pendeta, penatua, maupun
anggota jemaat biasa. Ada empat hal penting yang Rasul Paulus ingatkan kepada
Timotius:
1)
2)
3)
4)

Larilah dari pertengkaran/pertentangan dan cinta akan uang.


Carilah buah-buah Roh.
Lawanlah ajaran sesat dengan iman yang teguh.
Peliharalah Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, dengan melaksanakannya
dalam sukacita.

4. Ayat Mas: 1 Timotius 3:16


5. Tugas:
86

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

2 TIMOTIUS
Pasal: 1 2 3 4

1. Isi Kitab: Kitab II Timotius ini terbagi atas 4 pasal. Di dalamnya dapat kita lihat
tuntutan hidup bagi seorang hamba Tuhan, agar melakukan dan menuruti panggilannya
sebagai seorang hamba Yesus Kristus.
2. Latarbelakang
Surat ini bersifat sangat pribadi. Oleh karena Paulus tahu bahwa sebentar lagi dia akan
meninggal, maka surat ini memuat pesan-pesan terakhir dari Paulus kepada teman
sekerjanya, yaitu Timotius.
Oleh sebab itu latarbelakang surat ini sedikit berbeda dari latarbelakang 1 Timotius.
Sekarang Paulus dibelenggu seperti seorang penjahat (2:9). Jelas bahwa dia sudah
dipenjarakan lagi, dan bahwa dia menderita dalam penjara itu. Demas sudah
m,eninggalkannya dan pergi ke Tesalonika (4:10). Sebabnya ialah bahwa dia mulai
mencintai dunia ini. Paulus merasa sepi. Pada waktu Paulus dipenjarakan pertama
kali, Demas bersama-sama dengan dia untuk menghiburnya. Tetapi sekarang rupanya
kurban itu terlalu berat untuk Demas (Kol.4:14; Filemon 24). Juga banyak orang lain
yang dulu diandalkan sudah meninggalkan Paulus. Titus sudah berangkat ke Dalmatia
(4:10) Markus tidak ada lagi. Hanya Lukas yang masih tinggal bersama dia (4:11).
Dalam surat-surat Paulus lainnya tak ada bagian-bagian yang begitu sedih seperti 2
Timotius 4:9-18.
Sekarang Paulus menulis dan minta Timotius datang secepatnya dan membawa Markus
(4:11). Surat ini dituli oleh Rasul Paulus. Sekitar tahun 65-67 sesudah Masehi.
3. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab II Timotius
a. Pasal 1-2 (2Tim 1:1-2:13).
Pengajaran atau tantangan terhadap seorang hamba Tuhan untuk tetap setia
melaksanakan panggilan-Nya. Dalam bagian ini, seorang hamba Tuhan ditantang
untuk melakukan panggilannya, yaitu dengan setia melayani walaupun berada di
dalam penderitaan. Dan memberikan pengajaran terhadap orang lain.
Rupanya Timotius sudah menjadi putus asa menghadapi berbagai masalah dalam
jemaat di Efesus (1:6-7; 4:2). Paulus tahu bahwa dia sendiri telah mengakhiri
pertandingan yang baik (4:7). Justru oleh sebab itu begitu penting bagi kawan
sekerjanya meneruskan pelayanan dengan penuh semangat. Oleh karena itu Paulus
menasihatkan supaya Timotius mengobarkan karunia Allah yang ada padanya
(1:6). Pelayanan Timotius sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu Timotius harus
membaharui dedikasinya. Setiap hamba Tuhan seharusnya memperhatikan nasihat
Paulus ini.
Nasihat kedua adalah supaya Timotius membentuk dan mendidik lebih banyak
hamba Tuhan yang dapat diikutsertakan dalam tugas yang mulia itu, yaitu
pelayanan Injil. Timotius diajak untuk mempercayakan segala sesuatu yang telah

87

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

didengarnya dari Paulus kepada orang yang cakap mengajar orang lain (2:2).
Prinsip-prinsip pemuridan diletakkan di sini.
Dia diperingatkan untuk tetap melayani walaupun banyak orang berpaling
daripadanya (1:15 dst.). Akhirnya Paulus memperingatkan dia bahwa segala
penderitaan yang mereka tanggung ialah karena mereka memberitakan Firman
Tuhan (2:8-13). Oleh karena itu: sabarlah segala penderitaan tidak berarti bila
dibandingkan dengan "mahkota kebenaran" yang akan kita nikmati kelak bersamasama dengan Yesus Kristus (2:4-7).
Pendalaman
a. Bacalah 2Tim 1:3-18. Apakah sebabnya Rasul Paulus mengucap syukurbila
mengingat Timotius ? (lihat ayat 3-5; 2Tim 1:3-5).
b. Bacalah 2Tim 1:7,11-13. Roh apakah yang ada di dalam orang Kristen ?
Mengapakah Rasul Paulus harus mengalami penderitaan ?
c. Bacalah 2Tim 2:1-3. Apakah yang diperintahkan kepada Timotius ? Dan
apakah saudara sudah melakukan hal yang sama ?
b. Pasal 2-3 (2Tim 2:14-3:9).
Pengajaran tentang guru-guru palsu dan orang-orang pada akhir zaman. Dalam
bagian ini, dijelaskan cara-cara seorang hamba Tuhan untuk mempertahankan
pengajaran Firman Allah dengan benar, yaitu dengan hidup yang sesuai dengan
Firman Allah. Dan bagaimana perbuatan dari orang-orang yang hidup di akhir
zaman.
Dalam fasal 2:14, berisikan nasihat-nasihat dalam menghadapi para pengajar sesat
(2:14-26). Ada dua hal yang ditekankan, yaitu:
a. Berjuanglah terus-menerus melawan ajaran yang sesat.
b. Jagalah supaya jangan dipengaruhi oleh ajaran yang sesat itu.
Khususnya pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar (3:1 dst.). Banyak
orang yang sesat akan masuk ke dalam jemaat. Tetapi jangan berkompromi
dengan mereka. Jauhilah mereka itu (3:5).
Pendalaman
a. Bacalah 2Tim 2:13-26. Apakah yang perlu diusahakan dari seorang hamba
Tuhan menurut ayat 15 (2Tim 2:15) dan apakah saudara sudah melakukan
hal yang sama ? Apakah yang harus ditinggalkan oleh orang yang menyebut
nama Tuhan ? (lihat ayat 19; 2Tim 2:19).
b. Bacalah 2Tim 3:1-9). Sebutkanlah sifat-sifat dan cara-cara kehidupan dari
orang-orang yang hidup di akhir zaman.
c. Pasal 3 (2Tim 3:10-17).
Pengajaran tentang perlengkapan seorang hamba Tuhan dan kegunaan dari
Firman Allah. Dalam bagian ini, dijelaskan apa yang harus dilakukan atau yang
menjadi pegangan seorang hamba Tuhan, dan apa kegunaan atau kekuasaan dari
Firman Allah.
Dalam menghadapi masa yang akan datang dengan segala kesusahannya, ada dua
hal yang penting, yaitu:
88

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah
apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan
pengajaran" (4:2).

Kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan


pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu" (4:5).
Pendalaman
o Bacalah 2Tim 3:10-17.
Apakah yang sudah diteladani oleh Timotius dari kehidupan Rasul
Paulus ? (lihat ayat 10; 2Tim 3:10).
Apakah yang akan dialami oleh setiap orang yang beribadah kepada
Yesus Kristus ? (lihat ayat 12; 2Tim 3:12).
Kepada apakah Timotius harus tetap berpegang ? Apakah saudara
melakukan hal yang sama ? (lihat ayat 14; 2Tim 3:14).
Apakah manfaat dari Firman Allah yang disebutkan dalam ayat 1517 ? ( 2Tim 3:15-17)
Untuk apakah Allah memperlengkapi orang-orang Kristen ?

Dalam 4:6, Paulus menjelaskan tentang keadaannya sendiri. Sekarang Paulus


dalam penjara, dan dia sudah mengerti bahwa tidak ada harapan lagi bahwa dia
akan meneruskan pelayanannya. Walaupun demikian surat ini penuh dengan
sukacita. Sebentar lagi dia akan bertemu dengan Tuhan Yesus dalam kemuliaan.
Oleh sebab itu dia bersyukur atas "mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan
kepadanya" (4:8). Khususnya dalam fasal terakhir ada kata-kata yang indah sekali,
yang hanya dapat diucapkan oleh seorang hamba Tuhan yang sepanjang hidup
melayani dengan setia dan yang sudah siap mati. Yang mati di dalam Tuhan tidak
usah khawatir akan apapun, hanya mengarahkan diri pada persekutuan kekal
dengan Tuhan Yesus Kristus.
Mari kita renungkan kesaksian Paulus sendiri:
"Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebaoai persembahan dan saat
kematianku sudah deka. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah
mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia
bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim
yang adil, pada hariNya." (2 Tim. 4:6-8). "Dan Tuhan akan melepaskan aku dari
setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke
dalam kerajaanNya di sorga. Baginya kemuliaanNya selama-lamanya. (2 Tim.
4:18).
d. Kesimpulan
Dalam kitab II Timotius dengan jelas diajarkan arti panggilan seorang hamba
Tuhan. Dan bagaimana ia harus melaksanakan tugas panggilannya itu, serta
penjelasan tentang perlengkapan dalam menunaikan tugas panggilan menjadi
hamba Tuhan Yesus Kristus.
4. Ayat Mas: II Timotius 3:16
5. Tugas: Sebutkanlah manfaat dari Firman Allah
89

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

TITUS
Pasal: 1 2 3

1. Isi Kitab: Kitab Titus terbagi atas 3 pasal. Di dalam Kitab ini kita dapat melihat
pengajaran Rasul Paulus dalam memperbaiki kehidupan jemaat, yang terancam
termakan oleh kehidupan yang tidak baik, omongan kosong, yang semuanya itu tidak
sesuai dengan kehidupan sebagai orang Kristen.
2. Pengirim dan Penerima Surat: Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus. Sekitar tahun 65
Masehi.Ditujukan kepada Titus (Tit 1:4). Di daerah Kreta ini, perkembangan Injil
terancam oleh orang-orang yang tidak tertib hidupnya. Dengan omongan-omongan
yang sia-sia mereka mau menyesatkan pikiran orang Kristen (Tit 1:10), yaitu dengan
ajaran-ajaran tentang penyunatan, yang sebenarnya tidak ada artinya sedikitpun di
dalam keselamatan.
Paulus mengirimkan surat ini untuk menasehati Titus dalam tugasnya yang begitu
penting di pulau Kreta. Jemaat di sana baru berdiri, walaupun ada orang-orang Kreta
yang bertobat pada hari Pentakosta pertama (Kis. 2:11). Yang jelas, jemaat itu terlantar
selama beberapa tahun. Rupanya melalui pelayanan Paulus dan Titus, jemaat itu mulai
hidup kembali. Tugas yang diberikan kepada Titus ialah untuk menetapkan penatuapenatua, dan mengatur hal-hal yang lain yang menyangkut ibadah jemaat (bnd. Titus
2:11-15).
3. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Titus
a. Pasal 1 (Tit 1:1-16).
Pengajaran tentang persyaratan pekerja gereja. Dalam bagian ini, Rasul Paulus
menyebut Titus sebagai anak rohaninya dan ia meminta Titus agar tetap setia
melayani di pulau Kreta. Secara praktis Paulus memberikan penjelasan tentang
syarat-syarat bagi penatua dan penilik jemaat (1:5-16). Paulus menekankan prinsip
bahwa tidak semua orang dapat dipilih untuk menduduki jabatan-jabatan dalam
jemaat. Di sini ada satu hal yang sering kurang diperhatikan dalam jemaat jemaat
kita sendiri. Yang ditekankan oleh Paulus adalah sebagai berikut:
a. Dalam hal memilih orang untuk jabatan-jabatan dalam jemaat Paulus
mengutamakan kualitas rohani calon hamba Tuhan, dan bukan kepintarannya.
Khususnya dalam tiga hal mereka tidak boleh mencela, yaitu:
Pertama, dalam masalah keluarga : hanya mempunyai satu isteri, dan
rumah tangga yang rukun. Di sini berlaku prinsip yang ditegaskan dalam 1
Tim. 3:5: "Seorang kepala keluarga yang tidak tahu mengepalai keluarganya
sendiri, bagaimana ia dapat mengurus ]emaat Allah"?

Kedua, dalam masalah kepribadian dan kesucian hidupnya (1:7-8).

Dan yang ketiga adalah dalam masalah doktrinnya (1:9).

b. Pasal 2-3 (Tit 2:1-3:15).


Pengajaran tentang kewajiban orang-orang Kristen. Dalam bagian ini dijelaskan
bahwa seorang Kristen baik ia seorang tua, muda, kaya atau miskin hendaklah
hidup dengan benar.

90

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Fasal 2 tidak lagi terbatas pada syarat-syarat yang hanya menyangkut orang-orang
tertentu saja. Fasal ini berisian nasihat-nasihat yang bersangkut paut dengan
seluruh jemaat. Mereka diajak agar dalam segala hal tutus dan setia, supaya
memuliakan ajaran Allah (2:10). Untuk ini ada tiga pendorong, yakni kasih karunia
Allah (2:11), kedatangan Yesus (2:13) dan kematian Yesus untuk membebaskan
kita (2:14).
Bagian 2:11-15 perlu disoroti secara khusus, karena bagian itu adalah bagian
soteriologis yang penting dalam seluruh PB. Ayat-ayat ini menyatakan kebenaran
yang mendatangkan selamat bagi manusia :

Ayat 11 menyatakan fakta masa lampau, yaitu bahwa kasih karunia Allah yang
menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Hal itu terjadi melalui kedatangan
Kristus untuk menyelamatkan manusia berdosa.

Ayat 12 berbicara tentang akibat kasih karunia Allah untuk masa kini. Ia
mendidik kita untuk meninggalkan yang duniawi dan hidup serta beribadah di
dalam dunia sekarang ini.

Ayat 13 berbicara tentang masa yang akan datang. Oleh karena kasih karunia
Allah, maka kita mempunyai pengharapan untuk masa depan. Hidup kita
menjadi terarah. Inti pengharapan kita bukanlah "sesuatu" yang tidak pasti,
melainkan "penuh bahagia".

Dasar segalanya dan juga inti kasih karunia Allah adalah rahasia tentang Tuhan
Yesus yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dan
untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat kepunyaanNya sendiri, yang rajin
berbuat baik.
Pendalaman
o Bacalah Tit 2:1-10. Bagaimanakah kehidupan laki-laki yang tua ? (lihat ayat
2; Tit 2:2 ). Bagaimanakah cara hidup seorang wanita tua ? (lihat ayat 3-5;
Tit 2:3-5). Bagaimanakah cara hidup seorang muda ? (lihat ayat 7-8; Tit
2:7-8). Bagaimanakah cara hidup seorang pekerja/pegawai ? (lihat ayat 910; Tit 2:9-10).
o Bacalah Tit 2:11). Dengan apakah semua orang diselamatkan ?
Fasal 3 mengutamakan perbuatan baik, yang wajib dilakukan oleh orang-orang
Kristen (Tit. 3:1, 8, 14). Perjanjian Baru tidak mengenal pengajaran yang tinggi
yang dikaitkan dengan kelakuan yang buruk. Justru sebaliknya, dalam jemaat
Kristen ada relasi yang erat antara iman Kristen dan perbuatan baik. Hidup dalam
segala macam kejahatan dan hawa nafsu adalah ciri khas hidup yang lama (Tit.
3:3). Lain perkara setelah kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah. Hidup kita
menjadi berubah (3:4-6). Tujuan dari semua ini adalah supaya kita akan menerima
hidup yang kekal (3:7).
Atas dasar ini kita dianjurkan untuk berbuat baik, yaitu tunduk pada pemerintah
(3:1), menghindari persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh (3:9) dan menjauhi
orang bidat (3:10).
Walaupun ada anjuran yang begitu kuat dalam surat ini, namun Paulus tidak hanya
menyerahkan itu kepada kita masing-masing untuk dikerjakan. Dia mengakhiri
91

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

suratnya dengan satu kepastian bahwa kasih karunia Allah akan menyertai kita
dalam melakukan nasihat itu (3:1.5). Oleh sebab itu kita tidak boleh berkecil hati.
Yesus selalu beserta dengan kita yang mengasihi-Dia.
c.

Kesimpulan
Dalam Kitab Titus jelas diketahui tentang kehidupan sebagai pekerja gereja, hamba
Tuhan maupun kehidupan dari setiap orang Kristen.

4. Ayat Mas: Titus 3: 5,6


5. Tugas: Mengapakah setiap orang percaya harus hidup saling menghormati ? (Pasal Tit
2:10).

92

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

IBRANI
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1. Isi Kitab: Kitab Ibrani terbagi atas 13 pasal. Di dalam Kitab ini kita dapat melihat
ajaran penguatan iman Kristen bagi orang-orang yang sudah mulai mundur dari
imannya, yang disebabkan oleh penganiayaan dari orang-orang yang bukan Kristen.
2. Siapa Penulis Surat Ibrani?
Kita sama sekali tidak tahu siapa penulis surat Ibrani. Meskipun surat ini diakhiri
dengan salam hangat, tetapi tidak terdapat alamat pada awal tulisan! Secara umum
orang berpendapat bahwa Paulus yang menulis surat ini, tetapi Ibrani 2:3 mengatakan
bahwa penulis mendengar Injil dari orang lain yang mendengar sendiri ajaran Yesus.
Paulus menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak pernah mendengar Injil dari orang lain
(Gal 1:12). Penulisnya boleh jadi orang Lewi yang bernama Barnabas (Kis 4:36) yang
mengetahui seluk beluk para imam dan pekerjaan mereka. Lukas merupakan
kemungkinan ketiga; gaya penulisan Ibrani mirip dengan gaya penulisan Injil Lukas
dan Kisah para Rasul. Yang keempat, Apolos mengenal Timotius dengan baik (13:23).
Pula, Kisah 18:24 menyatakan bahwa Apolos adalah 'seorang yang mahir dalam soalsoal Kitab Suci'. Siapa pun penulis Ibrani, ia pasti seorang yang mahir dalam soal-soal
Kitab Suci! Dan masih ada banyak pendapat lain. Pada akhirnya kita harus mengatakan
bahwa tidak seorang pun mengetahui siapa penulis surat ini!
3. Siapa Penerima Surat Ini?
Karena tidak ada alamat pada surat ini, maka kita tidak tahu siapa penerimanya.
Penulis menyatakan suratnya sebagai 'nasihat' (13:22). Tetapi, siapa yang ia nasihati?
Mereka adalah orang-orang yang telah dianiaya (Ibr 10:32-34 ). Penulis mengenal
mereka secara pribadi dan berharap untuk segera mengunjungi mereka (13:19 dan 23).
Mereka mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin, tetapi tidak mengalami
kemajuan (5:12). Mereka adalah orang-orang berbahasa Yunani; surat ini ditulis
mungkin dalam bahasa Yunani terbaik dari seluruh Perjanjian Baru. Oleh karena itu,
hampir dapat dipastikan mereka bukanlah orang Yahudi yang tinggal di Yudea. Tetapi,
sama pasti pula mereka adalah orang Yahudi. Orang bukan Yahudi tidak mungkin
dapat mengerti hukum Yahudi secara rinci. Mereka mungkin hidup di Roma. Hal ini
dapat menjelaskan salam yang terdapat dalam 13:24 dari orang Kristen Italia.
4. Mengapa Surat Ibrani Ditulis?
Ada dua kemungkinan. Jika kelompok penerima surat ini adalah Kristen, surat ini
merupakan peringatan bagi mereka tentang bahaya kemurtadan, meninggalkan Kristus.
Tetapi, mungkin kelompok ini adalah orang Yahudi yang masih belum dapat
memutuskan, merasa ragu-ragu antara keputusan mengikuti Kristus atau kembali
kepada cara-cara ibadat mereka yang lama.
5. Waktu Penulisan.
Clemen dari Roma mengetahui surat ini, maka surat ini pasti ditulis sebelum tahun 95
M. Dan karena Ibr 10:1-3 menyatakan bahwa korban masih dipersembahkan, maka
mungkin surat ini ditulis sebelum tahun 70 M, ketika Bait Suci dihancurkan. Jika
penganiayaan yang disebut dalam pasal 10 dilakukan oleh Nero, maka surat ini ditulis
sesudah kebakaran di Roma, yaitu tahun 64 M.

93

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

6. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ibrani


Pasal 1-6 (Ibr 1:1-6:12).
Pengajaran tentang Yesus yang memiliki kedudukan tertinggi. Dalam bagian ini
dijelaskan bahwa semua yang mau kita ketahui tentang Allah dapat diketahui
melalui Tuhan Yesus, karena Ia adalah Cahaya Kemuliaan Allah, Penyuci dosa. Ia
adalah Pencipta, dan juga lebih tinggi dari para malaikat.
Pendalaman
o Bacalah Ibr 1:2-4. Kalau Yesus lebih tinggi dari pada para malaikat dan Ia
adalah Pencipta, penyuci dosa, maka hendaknya setiap orang Kristen
berhati-hati dalam kehidupannya sehari-hari, karena Ia sudah mengambil
keputusan untuk menerima Penebusnya.
o Bacalah Ibr 5:11-14; 6:4-6. Berikanlah pendapat saudara mengenai bagian
ini.

Pasal 6-10 (Ibr 6:13-10:18).


Pengajaran tentang Yesus sebagai imam besar yang paling berkuasa. Dalam
bagian ini dijelaskan bahwa Yesus adalah Jalan ke tempat kudus, karena Ia telah
membebaskan orang percaya dari Iblis dan maut serta ketakutan dari hukuman
dosa.
Pendalaman
o Bacalah Ibr 7:25-27. Apakah yang sanggup dilakukan oleh Yesus dalam
hidup saudara ? Adakah imam yang memenuhi syarat dalam ayat 26; Ibr
7:26, selain Tuhan Yesus ? Apakah yang membedakan Tuhan Yesus dari
imam-imam yang lain ? Siapakah imam saudara untuk dapat datang kepada
Allah ?
o Bacalah Ibr 10:3-4,11-18. Apakah darah hewan (domba) dapat menebus
dosa manusia ? Domba apakah yang menjadi korban orang Kristen ?
Apakah persembahan korban yang dilakukan oleh imam-imam dunia dapat
menghapuskan dosa ? Apakah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi orang
Kristen (manusia) ? (lihat ayat 12-18; Ibr 10:12-18)
Tema surat Ibrani adalah : "Kristus adalah jalan yang baru dan yang hidup" (10:20),
yaitu tentang Keunggulan Kristus.
Sebenamya si penulis tidak menyingkirkan kepercayaan orang Yahudi yang
berdasarkan Hukum Taurat, melainkan memperlihatkan bagaimana PL
disempurnakan dan digenapi oleh PB. Kata kunci surat Ibrani adalah "lebih baik"
(lebih tinggi, lebih utama atau lebih unggul). Kata itu terdapat 13 kali dalam surat
ini (1:4; 6:9; 8:16 dst.).
Di samping itu ada tali merah yang lain, yaitu tekanan pada kesempumaan dan
kecukupan kurban Tuhan Yesus Kristus. Itulah yang dinyatakan dengan istilah
"satu kali untuk selama-lamanya" (7:27; 9:12,26,28; 10:2,10; 12:26,27). Juga kita
perhatikan bahwa dalam fasal 1:1-7:28 tekanan terietak pada pribadi Yesus Kristus.
Dalam fasal 8:1-10:18 pekerjaan Tuhan Yesus yang ditekankan, dan dalam 10:1913:25 tekanan pada jawaban manusia yang pantas kepada pribadi dan pekerjaan
Tuhan Yesus
94

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Seluruh surat Ibrani menguraikan tema keunggulan Kristus. Dalam


pertama Kristus dibandingkan dengan malaikat dan manusia (1:5-4:13)

bagian

a. Yesus Kristus lebih unggul daripada malaikat malaikat (fas. 1-2). Dia adalah
ANAK, sedangkan mereka adalah pesuruh atau hamba (1:5- 9).
b. Yesus Kristus adalah PENCIPTA, sedangkan. mereka adalah makhluk
makhluk yang diciptakan (1:10-12).
c. Yesus Kristus adalah PENGUASA, sedangkan mereka adalah pelayanpelayan (1:13-14).
d. Yesus Kristus adalah POKOK KESELAMATAN yang lebih mulia daripada
malaikat-malaikat, karena dia membawa banyak orang kepada kemuliaan,
sehingga merekapun lebih tinggi dari malaikat-malaikat (2:5, 9-10).
e. Yesus Kristus adalah lebih mulia daripada Musa, padahal Musa yang paling
besar di antara segala nabi (fasal 3). Musa berfungsi sebagai perantara
manusiawi bagi perjanjian yang lama, sedangkan Kristus adalah ahli
bangunan yang mendirikan perjanjian yang baru (3:3-4). Musa setia sebagai
pelayan, tetapi Kristus setia sebagai Anak (3:5-6). Musa sebagai saksi untuk
hal-hal yang akan datang, sedangkan Kristus menggenapi hal-hal itu.
Bagian kedua (4:14 -10:18) adalah puncak daripada uraian tentang kebesaran dan
keunggulan Yesus Kristus. Yesus Kristus dilukiskan sebagai Imam Besar kita.
Melalui penyerahan diri sebagai kurban yang sempuma, la menjadi perantara untuk
perjanjian yang baru yang lebih baik daripada yang lama.
a. Bukan hanya pribadi Yesus Kristus lebih besar daripada segala sesuatu, tetapi
juga pelayananNya lebih baik. Itu sebabnya Dia lebih besar daripada Harun,
imam besar orang Yahudi (4:14 - 7:28). Harun melayani di dunia ini,
sedangkan Kristus melayani di surga (4:14).
b. Kristus meneguhkan keimaman Melkisedek yang lebih baik daripada
keimaman Harun (5:6,10; 7:3,17,18-25). Dikatakan bahwa Melkisedek tidak
berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya
tidak berkesudahan (7:3). Hidupnya saleh, tanpa salah, tanpa dosa, terpisah
dari orang-orang berdosa (7:26), sedangkan Ha-run seorang manusia yang
berdosa, telah mati dan banyak kekurangannya (7:23-25).
Kristus lebih besar daripada Harun karena Dia mempersembahkan diriNya
sebagai kurban. Harun mempersembahkan binatang-binatang. Persembahan
Tuhan Yesus dilakukan sekali untuk selama-lanianya. Persembahan Harun
harus diulangi setiap hari dan tidak mencakup seluruh manusia (7:27).
Dengan demikian surat Ibrani memperlihatkan Injil Kristus sebagai sesuatu
yang lebih baik daripada peraturan agama Yahudi yang berdasarkan
perjanjian yang lama itu.
c. Keunggulan perjanjian yang baru itu di dalam Yesus Kristus, diuraikan lebih
dalam di dalam bagian berikut, yaitu 8:1 dst. Kristus tidak lepas tangan
setelah selesai tugasNya di dunia ini. Dia meneruskan pelayananNya di surga
(8:1-5).
95

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Bagian berikut dapat dirumuskan dalam empat pokok kecil, yaitu


Perjanjian yang baru itu berdasarkan janji janji yang lebih baik (8:6-13).
Perjanjian yang baru itu membuka jalan kepada tempat Mahasuci yang lebih
baik (9:1 - 14).
Perjanjian yang baru itu dimeteraikan oleh kurban yang lebih baik (9:15-20).
Perjanjian yang baru itu mendatangkan hasil-hasil yang lebih baik (10:1-18).
Puncak uraian surat Ibrani adalah pemyataan bahwa oleh karena kurban Kristus,
maka segala dosa kita dilupakan dari ingatan Allah. "Sebab oleh satu kurban saja Ia
telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Jadi
apabila untuk semuanya itu ada pengarnpunan, tidak perlu lagi dipersembahkan
kurban karena dosa" (10:14,18).
Kita patut memuji Tuhan, karena tidak mungkin dan tidak perlu dipersembahkan
korban lagi bagi dosa. Sesungguhnya Ibrani adalah surat Kemerdekaan semua
orang yang percaya kepada Kristus.
. Bagian ketiga (10:19 - 13:25) berisikan peringatan. "Jadi, saudara-saudara, oleh
darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
karena la telah membuka jalan yang baru .... " (10:19-20).
Setelah uraian dogmatis tentang pribadi Yesus Kristus dan pekerjaanNya, sekarang
tiba saatnya untuk mengingatkan tentang jawaban manusia yang pantas, yaitu iman
["Marilah kita menghadap Allah dengan keyakinan iman yang teguh ay.22],
pengharapan ["Marilah kita berpegang pada pengakuan tentang pengharapan
kita ay.23] dan kasih ["Marilah kita saling memperhatikan", ay. 24].

Setelah beberapa peringatan dalam 10:26- 39, uraian tema dilanjutkan dalam pasal
11-13, sebagai berikut:
Fasal 11 dan 12 berkisar pada iman dan pengharapan. "Iman adalah dasar
dari segala sesuatu yang kita harapkan (11:1). Ada hubungan erat antara
iman dan harapan.
Fasal 13 menguraikan tentang kasih, baik kasih persaudaraan, dan juga kasih
yang tertuju kepada orang yang hidup di luar persekutuan dengan Yesus
Kristus.
Fasal 12 adalah salah satu fasal yang banyak menjadi berkat untuk semua orang
Kristen. Inti rohani fasal ini berkisar pada memandang kepada Yesus dan menang
dalam ujian iman dan peperangan iman dalam hidup sehari- hari. Ayat 2a adalah
kunci untuk hal ini. Memandang kepada Yesus sekaligus berarti tidak melihat halhal yang lain. Ada beberapa implikasinya :
Pandanglah kepada Yesus karena Dialah contoh kemenangan kita dalam
perlombaan iman. Pandanglah kepada Yesus, karena Dialah contoh kita dalam
peperangan rohani (ay. 1-3).
Pandanglah kepada Yesus, karena dengan demikian kita tinggal teguh dalam
menerima didikan Tuhan (ay. 4-11).
Pandanglah kepada Yesus, karena dengan demikian kita tidak menjadi lesu
dalam perlombaan itu (ay. 12-15).
96

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Pandanglah kepada Yesus, karena dengan demikian kita tidak melalaikan


kedudukan kita sebagai anak-anak sulung (ay. 16-17).
Pandanglah kepada Yesus, karena dengan demikian kita sampai pada tujuan,
yaitu kota surgawi (ay. 18-29).
7. Pesan
1. Nasihat.
Ibrani merupakan suatu imbauan yang mengingatkan bahwa kita harus maju terus,
bertumbuh dan menjadi dewasa. Kristen selalu tergoda untuk bertahan dalam suatu
titik, untuk memperkuat diri dan tidak berani menanggung risiko untuk lebih maju
dalam kehidupan iman.
2. Peringatan.
Nasihat untuk maju terus selalu diikuti dengan suatu peringatan akan adanya akibat
yang serius apabila tetap berdiam diri atau mundur. Khususnya perhatikan lima
pasal yang berisi peringatan:
a. Tidak bisa luput! Ibr 2:1-4
b. Berpegang teguh! Ibr 3:7-19
c. Tidak ada mundur! Ibr 6:1-20
d. Tidak ada korban lain! Ibr 10:19-39
e. Tidak bisa luput! Ibr 12:25-29
8. Ayat Mas: Ibrani 11:24-25
9. Tugas:

97

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

SURAT-SURAT UMUN
Yang dimaksud dengan istilah Surat- surat umum adalah surat Yakobus, surat 1 dan 2
Petrus, surat I, 2 dan 3 Yohanes dan surat Yudas. Surat-surat ini tidak merupakan satu
kesatuan. Isinya berbeda, sama dengan penulisnya. Walaupun demikian dirasakan cocok
untuk memasukkan ketujuh surat itu dalam satu golongan. Sebabnya adalah bahwa semua
bersama-sama merupakan sumbangan dari kalangan di luar Paulus. Satu ciri khas adalah
bahwa alamatnya lebih umum dibandingkan dengan surat-surat Paulus. Hanya ada satu
pengecualian, yaitu surat 3 Yohanes yang dialamatkan kepada seorang yang bemama
Gayus.

YAKOBUS
Pasal: 1 2 3 4 5

1. Isi Kitab: Kitab Yakobus terbagi atas 5 pasal. Yakobus ingin memberi nasehat dan
penghiburan kepada orang-orang Kristen yang mengalami pencobaan, kesusahan dan
penganiayaan karena iman Kristen. Dan juga Yakobus mengajarkan cara yang terbaik
untuk menghadapi pencobaan. Amanat dalam Kitab ini adalah bahwa iman Kristen
sesungguhnya wajib dinyatakan dalam perbuatan baik (orang Kristen wajib
menyatakan imannya melalui perbuatannya).
2. Penulis Dan Tujuannya
1) Penulis. Penulis surat ini hanya disebut Yakobus tanpa penjelasan lebih lanjut (1:1).
Ia adalah saudara laki-laki Yesus. Pada masa Yesus ada di dunia, ia seorang yang
tidak percaya (Yoh 7:2-5), tetapi ia melihat Yesus sesudah kebangkitan-Nya (1Kor
15:7) dan ia juga hadir pada hari Pentakosta (Kis 1:14). Ia kemudian menjadi
pemimpin gereja di Yerusalem (Kis 12:17; 15:13). Ia menjadi sangat dihormati
karena pengabdiannya, tetapi ia mati sebagai martir pada tahun 62 M. Perhatikan
bahwa ia menyebut dirinya 'hamba' saudaranya.
2) Tujuan penulisan. Yakobus menulis sebagai gembala untuk memberi semangat
kepada Kristen (misalnya Yak 5:7) dan juga untuk menegur mereka. Ia
menekankan pentingnya iman yang diwujudkan dalam perbuatan praktis.
3. Pembacanya
Yak 1:1 menceritakan kepada kita bahwa pembacanya adalah' dua belas suku yang
tersebar di perantauan' dan Yak 2:2 mengatakan bahwa mereka beribadah di suatu
rumah ibadat. Oleh karena itu, hampir dapat dipastikan bahwa mereka adalah orangorang Yahudi yang bertobat menjadi Kristen. Memperhatikan apa yang dikatakan
Yakobus tentang kekayaan, boleh jadi mereka adalah orang-orang miskin
4. Waktu
Menurut keterangan Yosefus, Yakobus mati syahid di Yerusalem pada tahun 62. Jelas
bahwa surat ini ditulis sebelum tahun itu. Ada beberapa hal dalam isinya yang
menolong kita untuk memastikan kapan kira-kira surat Yakobus ditulis, antara lain:
Masalah yang begitu dihebohkan di antara orang-orang Yahudi, yaitu syarat-syarat
terhadap orang-orang kafir yang rnasuk Kristen, tidak disinggung sama sekali dalam
surat ini. Itu berarti bahwa ada kemungkinan surat ini ditulis pada waktu jumlah orang
98

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Kristen yang berlatarbelakang agama kafir belum banyak, yaitu sebelum sidang di
Yerusalem pada tahun 49. Kalau itu benar, surat Yakobus merupakan tulisan yang
paling tua dalam seluruh Perjanjian Baru, yakni ditulis antara tahun 45 dan 49.
5. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Yakobus
Pokok pertama adalah tentang masalah pencobaan. Apabila orang Kristen
mengalami pencobaan, gampang dia mempunyai pikiran yang salah tentang Allah.
Tetapi kita harus mengingat beberapa hal, antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.

Pencobaan bukan dari Allah (1:13, 16-17).


Pencobaan datang karena "keinginan sendiri" (1:14-15).
Allah memakai pencobaan untuk memberi ketekunan (1:2-4).
Oleh sebab itu pencobaan membawa keuntungan bagi kita (1:2, 12).
Surat Yakobus menggarisbawahi apa yang dikatakan oleh Paulus dalam 1 Kor.
10:13 : Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang
tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak
akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu
dicobai la akan memberikan jalan keluar, sehingga kamu dapat
menanggungnya".

Ada tiga cara terbaik dalam menghadapi cobaan.


a. Cepat untuk mendengar (Yak 1:19-2:26).
b. Lambat untuk berkata-kata (Yak 1:19; 3:1-18).
c. Lambat untuk marah (Yak 1:19; 4:1-5:6).
Pendalaman
a. Bacalah Yak 3:1-18. Sebutkan mengapa orang Kristen harus lambat
berkata-kata.
b. Bacalah Yak 4:1-10. Sebutkanlah apa sebab kemarahan itu timbul?
Sebutkanlah pula cara penyelesaiannya (ada 10 perintah).
Pokok yang kedua adalah tentang hubungan para pembaca dengan Firman Tuhan
(1:19-25). Tidak cukup hanya menjadi pendengar Firman itu. Mereka harus
menjadi pelaku Firman Allah. Artinya demikian :
Orang Kristen dilahirkan kembali oleh Firman Allah. Hidup yang baru itu
bergantung dari Finnan Allah. Tanpa Firman Allah, maka hidup itu akan mati.
Oleh sebab itu orang Kristen harus selalu mendengar Firman Allah. Melalui
mendengar Firman Allah, maka Firman itu sendiri akan membendung kejahatan
yang ada di dalam diri manusia, dan menolong dia berperang melawan manusia
yang lama, yang masih tetap hidup walaupun sudah disalibkan (ay. 21, bnd.
Roma 6:6). Dengan demikian kita mengerti betapa pentingnya Firman yang
penuh kuasa "tertanam di dalam hati orang- orang Kristen".
Oleh sebab itu tidak cukup bilamana orang Kristen hanya mendengar Firman
Tuhan begitu saja. Dia hams menerima Firman Tuhan sedemikian rupa
sehingga Firman itu berfungsi di dalam dia. Kalau tidak, dia menipu diri sendiri
(ay. 22, bnd. Mat. 7:26).
Yakobus memakai ilustrasi tentang orang-orang yang hanya sepintas lalu
memandang mukanya di depan cermin (ay. 23 dan seterusnya). Dia tidak bisa
tahu sungguh-sungguh bagaimana mukanya itu. Demikianlah orang- orang
99

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

yang hanya mendengar Firman Tuhan, tetapi tidak meresapinya dan


melaksanakannya. Hanya orang-orang yang "rneneliti" Firman Tuhan tidak
melupakannya, dan menjadi pelaku Firman Tuhan.
Hal ini dikaitkan dengan pokok ketiga, yaitu ciri khas dan bukti iman yang benar
(1:26 - 5:6).
a. Orang yang mendengar dan melakukan Firman Allah berlaku murnii dan
takbercacat (1:26-27).
b. Mereka tidak memandang muka (2:1-13).
c. Mereka berbuah di dalam kehidupan mereka. Iman tanpa perbuatan pada
hakekatnya adalah mati (2:14-26). Iman harus menyatakan diri dalam
kehidupan sehari-hari.
d. Mereka mengawasi diri sehingga tidak jatuh ke dalam dosa lidah (3:1- 12).
Kesimpulan Yakobus adalah bahwa barangsiapa yang tidak bersalah dalam
perkataannya, is adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan
seluruh tubuhnya (3:2).
e. Mereka tidak mementingkan diri sendiri, karena soal mementingkan diri
bukanlah hikmat yang datang dari atas, melainkan dari dunia (3:13-18).
Dengan demikian dia juga tidak iri hati. Kedua hal itu, yaitu mementingkan
diri dan iri hati, mendatangkan kekacauan dan segala macam kejahatan.
f. Mereka hidup saleh dalam segala perkara (4:1-5:6). Dia tidak bertengkar
dengan saudara-saudaranya. Sikap bertengkar datang dari hawa nafsu (4:110). Mereka tidak memfitnah orang lain (4:11-12). Kita teringat akan satu
firman dari Paulus : "Hendaklah kamu sating mengasihi sebagai saudara dan
saling mendahului dalam member hormat" (Roma 12:10). Mereka tidak
melupakan Tuhan dalam segala perencanaan (4:13-17). Mereka tidak
memaksakan Tuhan untuk membuat mujizat. Akan tetapi mereka senantiasa
menambah : "Jika Tuhan menghendaki" (4:15).
Mereka tidak
mengandatkan uang dan harta milik. Mereka tidak memperkaya diri
melalui cara yang tidak benar (5:1-6).
Bagian terakhir, yaitu 5:7-20 berisikan anjuran dan dorongan untuk tetap bersabar
dalam penderitaan. Dalam bagian ini ada tiga contoh yang diberikan dalam hal
kesabaran.
a. Petani yang sabar menanti hasil panennya.
b. Nabi-nabi yang tetap bersabar dalam penderitaan.
c. Ayub yang sabar, tekun, setia walaupun menderita.
Tuhan Yang Maha penyayang dan penuh belas kasihan, akan datang.
Yak. 5:13-16 menekankan pentingnya doa syafaat, terutama untuk orang-orang
sakit. Ini bukan tempatnya untuk menguraikan secara dalam. Kita hanya
mencantumkan beberapa rumusan singkat, antara lain :
a. Yang dimaksudkan di sini bukanlah "karunia untuk menyembuhkan" (1Kor.
12:30), yang diberikan oleh Tuhan menurut kehendakNya (1 Kor.12:11).
SuratYakobus berbicara tentang satu pelayanan yang merupakan pelayan
yang wajar di dalam setiap jemaat yang berfungsi secara sehat.

100

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

b. Perlu diperhatikan bahwa anugerah Allah sewaktu-waktu beroperasi dengan


cara-cara yang khusus. Kita tidak boleh bertanya mengapa demikian. Tidak
ada alasan yang masuk akal, hanya bahwa Tuhan menghendaki demikian.
Sehubungan dengan memanggil para penatua jemaat dikatakan supaya
mereka "mendoakan yang sakit serta mengolesnya dengan minyak dalam
nama Tuhan" (ay. 14). Yang paling penting adalah istilah "dalam nama
Tuhan" yang berarti "percaya penuh pada kuasa nama Tuhan".
c. Dosa si pesakit dapat menjadi penghalang untuk penyembuhannya. Tetapi
tidak dapat dibenarkan kalau dikatakan bahwa setiap penyekit adalah akibat
dosa (bnd., "Jika ia telah berbuat dosa" ay. 15, Yoh. 9:1-3).
d. Ayat-ayat ini tidak banyak berbicara tentang iman si pesakit. Juga tidak
dikatakan bahwa setiap orang yang didoakan dengan iman akan sembuh,
hanya bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Juga tidak
dikatakan bahwa bilamana seseorang tidak sembuh setelah didoakan, imannya
tidak beres.
Ayat-ayat ini bernada positif, dan kita tidak boleh menafsirkan secara negatif.
Maksudnya, Yak. 5:16 berkata bahwa doa orang benar, bilamana dengan
yakin didoakan, sangat benar kuasanya.
Dalam ayat ini tidak ada
ditambahkan bahwa bilamana doa itu kurang diyakini, maka tidak ada kuasa
lagi pada Allah untuk menyembuhkan.

6. Ayat Mas: Yakobus 1:12


7. Tugas: Temukan ilustrasi-Ilustrasi.
Yakobus menggunakan ilustrasi yang jelas untuk menyampaikan ajarannya. Pelajarilah
ilustrasi-ilustrasi yang dipakainya dan pikirkan pesan apa yang disampaikannya kepada
Anda. Ilustrasi-ilustrasi tersebut dapat ditemukan dalam Yak 1:6, 11, 17, 23, 26; 3:3, 5,
7, 12; 4:14; 5:1-2, 7.

101

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

1 PETRUS
Pasal: 1 2 3 4 5

1. Isi Kitab: I Petrus terbagi atas 5 pasal. Rasul Petrus mau menjelaskan kepada orangorang Kristen yang sedang menderita, bahwa keselamatan kekal yang dimiliki itu
menjadi sumber kekuatan dalam ketaatan. Ketaatan kepada Yesus Kristus adalah dasar
yang kuat untuk dapat mengatasi penderitaan yang datang. Sedangkan penderitaan
sebenarnya bagi orang Kristen adalah jalan untuk menghasilkan kematangan rohani.
Tetapi perlu bagi jemaat yang sedang mengalami penderitaan ini, seorang pemimpin
yang baik. Jika tidak maka jemaat akan menderita lebih hebat lagi.
2. Penulis
1 Petrus. 1:1 berkata : "Dari Petrus, rasul Yesus Kristus". Jelaslah bahwa yang
dimaksudkan adalah Petrus yang sering kali disebutkan dalam kitab-kitab Injil dan
Kisah Para Rasul. Memang ada banyak penafsir yang meragukan hal itu dan
menganggap surat ini sebagai surat palsu. Kita tidak perlu menguraikan alasan-alasan
yang diberikan karena tidak ada yang cukup meyakinkan. Kita berkeyakinan Petrus,
rasul Yesus Kristus sebagai penulis surat ini.
Mari kita meringkaskan riwayat hidupnya. Ini dapat dibagi dalam empat periode:
1. Periode pertama, Simon yang disebut Petrus sebelum bertemu dengan Yesus.
2. Periode kedua, Petrus bersama-sama dengan Yesus sampai pada hari Pentakosta
yang pertama (Kis. 2).
3. Periode ketiga, Antara hari Pentakosta dan Sidang di Yerusalem (Kis. 15).
4. Periode keempat, Antara Sidang di Yerusalem sampai Petrus meninggal.
Periode Pertama
Sebenamya nama Petrus adalah "Simon" (Kis. 15:4; 2 Ptr. 1:1; Mrk. 1:16;Yoh. 1:45).
Kemudian dia pindah ke Kapernaum, bersama-sama dengan Andreas, saudaranya
(Mrk. 1:21, 29). Kedua kota tersebut terletak dekat Danau Genesaret (Mat. 4:18-22;
Mrk. 1:16- 20; Luk. 5:1-11). Pada waktu itu Petrus bekerja sebagai penjala ikan. Itu
juga pekerjaannya sampai Yesus memanggil dia untuk menjadi penjala manusia.
Petrus berkeluarga dan tinggal serumah dengan saudaranya dan
mertuanya (Mrk. 1:30). Rupa-rupanya Petrus kemudian melayani bersamasama dengan isterinya (1 Kor. 9:5). Ayahnya bemama Yohanes (Yoh.
1:43, 21:15) atau Yonas (Mrk. 16:17). Petrus tidal( berpendidikan tinggi
(Kis. .4:13). Tetapi temyata dia menguasai bahasa Yunani. Ada
kemungkinan bahwa dia menjadi murid Yohanes Pembaptis sebelum dia
bertobat dan menjadi murid Tuhan Yesus (Yoh. 1:35-43).
Periode kedua
Dalam Yoh. 1-.35-42 diceritakan tentang pertobatan Petrus. Kemudian dia dipanggil
menjadi hamba Tuhan (Mat. 4:8-20; Mik. 1:16-18; Luk. 5:1-11). Bersama-sama
dengan Yakobus dan Yohanes, Petrus adalah murid yang paling dekat dengan Yesus
(Mrk. 9:2; 5:37;14:33).

102

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Petrus menjadi pemimpin murid-murid yang lain. Seringkali dia berbicara atas nama
semua murid (Mat. 16:16; 17:24; 18:21; Yoh. 6:68). Petruslah yang paling berani dari
semua murid yang lain waktu Yesus ditangkap di taman Getsemani. Dialah yang
memutuskan telinga hamba Imam Besar dengan pedang. Tetapi justru dia yang jatuh
paling dalam pada waktu dia menyangkal Tuhan Yesus (Mat. 26:33, 35; Mrk. 14:33;
Yoh.18:10,15-16; Luk. 26:56-62). Kemudian Tuhan Yesus mengangkat dia kembali
(Yoh.21:15-19). Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, Dia menampakkan diri
kepada Petrus sebagai yang pertama dari murid-muridNya (1 Kor. 15:5; Luk. 24:34).
Periode ketiga dan keempat
Kita sudah lihat bahwa sebelum pencurahan Roh Kudus, Petrus menjadi pemimpin
para murid. Sesudah pencurahan itu (bnd. Kis. 2) dia menjadi pemimpin dalam gereja
mula-mula. Petrus berbicara dengan berani kepada orang banyak (Kis. 3:12 dst), pula
kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi (Kis. 4:8 dst., 5:29).
Petrus mengambil bagian dalam mengatur jemaat pertama dalam urusan intern. Dialah
yang menghukum Ananias dan Safira (5:1-11), yang paling terkenal di luar jemaat di
Yerusalem adalah Petrus (5:15).
Petrus memainkan peranan penting di dalam pelayanan di ladang misi pertama, yaitu di
Samaria (9:14-17). Di samping itu Petruslah yang pertama memberitakan Injil di
antara orang-orang kafir (10:1-48,15:7). Rupanya dikemudian hari dia menjadi
pemimpin untuk misi di antara orang-orang Yahudi (Gal. 2:7-8). Tetapi sebenarnya
pandangannya lebih luas dari pada itu (Kis. 15:7-9).
Sesudah itu tidak ada banyak keterangan yang pasti tentang Petrus. Menurut Gal. 2:11
dan sermonya dia pernah mengunjungi Antiokhia. Di mana terjadi pertengkaran antara
dia dengan Paulus. Pula ada kemungkinan besar bahwa dia beberapakali mengunjungi
jemaat di Korintus. Di sana ada yang disebut "golongan Kefas" (1 Kor. L:12). "Kefas"
berarti "batu karang" (bahasa Aram). Nama itu diberikan kepada Petrus oleh Tuhan
Yesus sendiri (Yoh. 1:42).
Setelah itu kita tidak mendengar apa-apa tentang pelayanan Petrus sebelum dia menulis
kedua surat ini. Ada tradisi yang agak tua yang mengatakan bahwa dia mati syahid di
Roma di bawah Kalsar Nero.
3. Alamat
Alamat surat ini adalah orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia,
Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih sesuai dengan
rencana Allah" (1:1-2). Di sini ada dua tafsiran :
a. Orang Kristen Yahudi yang tinggal di luar Palestina, yaitu daerah-daerah yang
disebut di atas. Istilah "pendatang" diartikan tentang orang-orang Yahudi yang
tinggal di perantauan.
b. Semua orang Kristen, karena istilah "dipilih sesuai dengan rencana Allah" baru
cocok kalau diartikan tentang semua orang Kristen di atas muka bumi. Dan
sebenarnya mereka adalah pendatang-pendatang di dunia ini yang menantikan
terwujudnya Yerusalem yang baru.

103

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Tafsiran yang kedua ini didukung oleh 1 Ptr.l:17 dan 2:11. Menurut kami maka
kedua tafsiran ini tidak perlu dipertentangkan satu dengan yang lain. Mengingat
hal-hal yang konkrit, yang menunjuk pada keadaan di dalam jemaat-jemaat
tertentu, maka agaknya surat ini mula-mula ditujukan kepada orang-orang
Kristen di wilayah-wilayah tersebut. Namun terkandung maksud yang lebih
luas, yaitu tiap-tiap orang Kristen, di manapun dia berada di dunia ini.
4. Latar Belakang
Menurut 1 Ptr. 5:12, Petrus menulis untuk menasihati dan meyakinkan, bahwa ini
adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Nasihat ini sangat perlu karena para
penerima dihambat (1:6-7; 3:14, 17; 4:1,12-14; 5:8-9), dan diejek (3:9, 16). Hal ini
terjadi karena Kristus (4:14, 16).
Petrus menasehati mereka tentang sikap mereka terhadap pemerintah dan negara. Hal
ini menunjukkan bahwa mereka sedang mengalami tekanan dari pihak lain (2:13, 17).
Juga ada urusan intern yang tidak beres, di mana perlu banyak nasihat (2:11 dst, 4:1-5,
5:2-3).
5. Waktu
Kebanyakan penafsir sependapat bahwa surat ini ditulis tidak lama sebelum Petrus
mati syahid di bawah Kaisar Nero. Rupanya penganiayaan yang dialami oleh jemaat
belum menjadi terorganisir, dan belum ada tanda bahwa orang-orang Kristen sudah
dibunuh. Tetapi jelas bahwa mereka hidup di bawah tekanan. Kebanyakan penafsir
berpendapat bahwa surat ini ditulis bare sebelum penganiayaan di bawah Kaisar Nero
menjadi berat, yaitu pada pertengahan tahun64.
6. Tujuan: Supaya dengan mengerti isi Kitab I Petrus, orang-orang Kristen dikuatkan
dalam menghadapi penderitaan dan tetap berdiri teguh dalam imannya.
7. Alamat
Alamat surat ini adalah orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia,
Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih sesuai dengan
rencana Allah" (1:1-2). Di sini ada dua tafsiran :
a. Orang Kristen Yahudi yang tinggal di luar Palestina, yaitu daerah-daerah yang
disebut di atas. Istilah "pendatang" diartikan tentang orang-orang Yahudi yang
tinggal di perantauan.
b. Semua orang Kristen, karena istilah "dipilih sesuai dengan rencana Allah" baru
cocok kalau diartikan tentang semua orang Kristen di atas muka bumi. Dan
sebenarnya mereka adalah pendatang-pendatang di dunia ini yang menantikan
terwujudnya Yerusalem yang baru.
Tafsiran yang kedua ini didukung oleh 1 Ptr.l:17 dan 2:11. Menurut kami maka
kedua tafsiran ini tidak perlu dipertentangkan satu dengan yang lain. Mengingat
hal-hal yang konkrit, yang menunjuk pada keadaan di dalam jemaat-jemaat
tertentu, maka agaknya surat ini mula-mula ditujukan kepada orang-orang Kristen
di wilayah-wilayah tersebut. Namun terkandung maksud yang lebih luas, yaitu
tiap-tiap orang Kristen, di manapun dia berada di dunia ini.

104

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

8. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab I Petrus


Tema surat 1 Petrus adalah "Kristus, Harapan dan Teladan Kita". Tema ini
diuraikan dari dua segi, yaitu :
a. Keselamatan adalah hanya di dalam Kristus (1:3-2:10). Keselamatan itu
adalah dasar pengharapan kita.
b. Kristus adalah teladan bagi kehidupan Kristen yang sesungguhnya (2:11 5:11).
Sebagaimana disebut di atas, maka latarbelakang surat ini adalah penderitaan yang
sedang dialami oleh para pembaca surat ini. Belum ada penganiayaan yang sampai
membunuh mereka. Tetapi jelaslah bahwa mereka dihambat, diejek dan difitnah
oleh para lawan mereka: Pemerintah masih dianggap sebagai hakim yang baik yang
menghakimi segala kejahatan. Pemerintah masih bersikap melindungi orang-orang
Kristen (2:13-17).
Dalam situasi seperti itu Petrus ingin menguatkan para pembaca melalui surat ini
dan menekankan masa depan yang penuh dengan pengharapan untuk setiap orang
percaya. Mereka tidak usah putus asa walaupun ada tekanan dan penganiayaan.
Mereka diminta untuk mengangkat muka dan melihat ke depan.
Di Samping itu diuraikan tentang sikap orang-orang Kristen dalam menantikan
penggenapan pengharapan mereka, yaitu dengan sikap rendah hati dan sabar.
Pasal 1. Kristus, harapan kita"
Dasar pengharapan orang-orang Kristen adalah kasih karunia Allah yang
dinyatakan di dalam Yesus Kristus (1:2).
Dalam bagian pertama (1:3-2:10) Petrus mengucap syukur atas keselamatan yang
begitu mulia. Akibat dari keselamatan itu adalah suatu hidup yang penuh
pengharapan, karena orang-orang Kristen yang sedang menderita, akhimya akan
menerima berkat-berkat yang tersimpan di surga.
Itu sebabnya orang-orang Kristen patut bergembira walaupun ada banyak hambatan
dan penderitaan (bnd. 1:3-9).
Para nabi telah bemubuat tentang kasih karunia itu. Dan para malaikat ingin
mengetahuinya. Tetapi kasih karunia itu tidak terbatas pada zaman para nabi,
melainkan diuntukkan pada para pembaca surat ini jugs (bnd. 1:10-12).
Oleh sebab itu para pembaca diajak untuk sungguh waspada, dan meletakkan
pengharapan mereka seluruhnya atas kasih karunia Allah. Kasih karunia itu yang
mendatangkan keselamatan bagi mereka, cukup mahal harganya, yaitu mereka
ditebus dengan darah Kristus. Oleh sebab itu hendaklah mereka dalam cara bergaul
saling mengasihi, karena mereka telah menyucikan diri oleh ketaatan kepada
kebenaran (bnd. 1:13-25).
Yang paling penting adalah supaya mereka selalu menguatkan diri melalui Firman
Tuhan yang merupakan "air susu yang mumi dan yang rohani". Hubungan yang
akrab dengan Firman Tuhan sungguh penting mengingat bahwa mereka yang taat
kepada Finnan itu adalah "bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang

105

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya mereka memberitakan perbuatanperbuatan yang besar dari Allah."
Dulu mereka semua hidup di dalam kegelapan. Sekarang mereka telah beroleh
belas kasihan di dalam Kristus (bnd. 2:1-10). Dialah harapan kite satu-satunya di
tengah-tengah kesesakan.
Pasal 2 (1Pet 2:11-12).
Cara mengatasi penderitaan yang tidak wajar. Dalam bagian ini dijelaskan
mengenai cara hidup sebagai hamba Allah dalam menghadapi atau mengatasi
penderitaan, yaitu dengan hidup secara benar, dengan mengikuti teladan Tuhan
Yesus di dalam penderitaan-Nya.
a. Sebagai warga negara maka orang-orang Kristen harus tunduk kepada
pemerintah (bnd. 2:11-17). Sama halnya dengan hamba-hamba. Mereka harus
tunduk kepada tuan-tuan mereka (bnd. 2:18-25). Dalam hal ini Kristus adalah
teladan mereka. Petrus menguraikan ini dengan begitu indah, juga apa
sebabnya orang Kristen harus tunduk. (baca 2:19-25). Ayat 21 berbunyi
demikian : "Untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita
untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti
jejakNya".
Pasal 3-5 (1Pet 3:13-5:14).
Tanggapan yang baik dalam menghadapi pencobaan. Dalam bagian ini dijelaskan
bahwa tanggapan yang baik dalam menghadapi penderitaan akan menghasilkan
kesaksian yang baik kepada orang lain dan akan membawa keselamatan kepada
orang lain melalui pengenalannya akan Kristus.
a. Dalam fasal tiga Petrus meneruskan uraian tentamg cara hidup orang Kristen.
Bagian pertama berisikan nasihat kepada suami dan isteri yang menyangkut
hidup mereka bersama-sama (bd, 3:1-7).
b. Bagian berikut, yaitu 3:8 -4:19 berisi nasihat-nasihat tentang bertahan dalam
kesusahan dan penderitaan. Tidak bisa dihindari bahwa di dunia ini kita akan
mengalami banyak penderitaan, bahkan penganiayaan sebagai orang-orang
percaya. Firman Tuhan berkata : "Janganlah kamu heran akan nyala api siksaan
yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa
terjadi atas kamu" (4:12). Sikap yang sebenarnya untuk menghadapi hal
semacam itu adalah sikap bergembira dan bersukacita, karena Kristus akan
datang kembali untuk menyatakan kemuliaan Allah (4:13-19).
c. Bagian terakhir, yaitu 5:1-11, berisikan nasihatnasihat tentang mengurus rumah
Tuhan, yaitu jernaat. Ada nasihat kepada para penatua supaya mereka menjadi
gembala-gembala yang baik (5:1-4). Sekaligus juga ada nasihat kepada kaum
muda supaya mereka tunduk kepada orang-orang yang lebih tua.
Di samping itu ada suatu pola hidup yang berdasarkan teladan Kristus yang
patut dicontohi dalam pergaulan orang-orang Kristen, yaitu sebagaimana
dikatakan dalam 5:5 : "Kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap
yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang
yang rendah hati".
106

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Prinsip rendah hati begitu penting, karena dengan sikap itu kita dapat "melawan
Iblis yang berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari
orang-orang yang dapat ditelannya" (5:8).
Seperti biasa dalam surat-surat pada abad-abad pertama, maka surat inipun
diakhiri dengan salam. Dalam ayat 13 disebut tentang kota Babilon.
Kebanyakan penafsir menganggap nama ini sebagai nama kiasan untuk kota
Roma.
9. Pesan
1) Allah selalu menang.
Petrus terus menerus menyatakan:
Belas kasihan dan kasih karunia Allah. 1Pe 1:3, 21; 2:9-10; 3:4; 5:10, 12
Kuasa keadilan Allah. 1Pe 1:17; 2:12; 3:22; 4:5, 17; 5:5, 6
Kekudusan Allah. 1Pe 1:16
Kehendak dan maksud Allah 1Pe 2:15; 3:17
Karunia-karunia Allah. 1Pe 4:10-11
2) Pandanglah pada Yesus.
Juruselamat yang menderita. 1Pe 1:18-21; 2:21-25
Gembala yang Agung. 1Pe 2:25; 5:4
Teladan untuk Kristen. 1Pe 2:21; 3:17-18; 4:13
3) Garis pemisahnya adalah ketaatan.
Manusia dibagi berdasarkan apakah mereka taat kepada Allah atau tidak. Kristen
menaati:
Yesus. 1Pe 1:14
Kebenaran, firman Allah atau Injil. 1Pe 1:22; 3: 1; 4:17 Orang bukan Kristen
tidak taat. 1Pe 3:1; 4:17
4) Menerima keadaan Anda.
Reaksi Kristen dalam menghadapi situasi sulit adalah menerima, bukan melawan.
Petrus mengatakannya dalam berbagai cara:
Serahkan kepada Allah. 1Pe 4:19; 5:6, 7
Tunduk atau dengan kata lain, terimalah keadaan yang Allah izinkan, tanpa
protes. 1Pe 2:13, 18; 3:1; 5:5
Jangan membalas dendam. 1Pe 3:9
10. Kesimpulan
Kitab I Petrus mengajarkan kepada orang-orang Kristen bahwa mengalami
penderitaan merupakan hal yang wajar, sebab melalui Penderitaan itu terbentuklah
kedewasaan rohani.
11. Ayat Mas: 1 Petrus 2:9
12. Tugas: Apa yang dihasilkan dari pengalaman penderitaan?

107

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

2 PETRUS
Pasal: 1 2 3

1. Mengapa Petrus Menulis?


Pendapat bahwa gereja-gereja dalam Perjanjian Baru tidak mempunyai masalah
merupakan suatu kekeliruan. Para pembaca dari surat ini sedang berada dalam bahaya
yang nyata.
1) Mereka harus meneruskan apa yang telah mereka mulai dan tidak menyerah kepada
godaan untuk berdiam diri. Terdapat kesempatan luas untuk bertumbuh.
2) Di daerah tempat mereka berada sedang berkembang banyak ajaran palsu yang
jahat. Para pengajar memaksakan ajaran tersebut mengatakan bahwa mereka adalah
Kristen, tetapi cara hidup mereka jauh menyimpang dari hal-hal yang diajarkan
oleh Yesus. Seakan-akan mereka mengatakan bahwa mereka memiliki suatu
pengetahuan istimewa yang memperbolehkan mereka tidak menaati peraturan.
Oleh karena itu, mereka mendukung perbuatan seksual secara liar dan
melakukannya atas nama Kristus! Mereka sudah kehilangan rasa malu, dan tidak
lagi peduli siapa yang mereka seret bersama mereka. Karena pada waktu itu cara
hidup begitu bebas, maka ajaran ini menarik banyak orang yang tidak sungguhsungguh ingin meninggalkan cara hidup mereka yang lama.
3) Kelompok lain adalah mereka yang menjadi sangat sinis tentang janji kedatangan
Yesus kembali. Tahun-tahun telah berlalu dan tidak terjadi apa- apa, oleh karena itu
mereka mulai meragukan apakah benar hal itu akan terjadi.
Semua keadaan itu sangat mengganggu jemaat Kristen yang masih muda, dan Petrus
menulis untuk meluruskan beberapa masalah di samping untuk mendorong mereka
agar tetap percaya kepada Tuhan.
2. Siapa Pembacanya?
Kita tidak tahu - sebab nama mereka tidak disebutkan dalam surat ini. Ada
kemungkinan mereka itu adalah kelompok yang sama dengan penerima surat pertama,
tetapi kita tidak pasti. Rupanya Petrus menulis surat ini karena merasa bahwa ajalnya
sudah dekat. Ia mengatakan bahwa tidak lama lagi ia akan meninggalkan mereka dan
kondisi ini adalah salah satu alasan mengapa ia ingin menuliskan sesuatu di atas kertas
selagi ia masih bisa melakukannya.
Tetapi kalau kita bandingkan dengan 3:1 jelaslah bahwa surat 2 Petrus dialamatkan
kepada orang-orang yang sudah menerima suratnya yang pertama.
Surat 1 Petrus berisikan nasihat-nasihat tentang masalah penganiayaan, yaitu bahaya
yang datang dari luar. Surat 2 Petrus lebih memusatkan pada bahaya rohani di antara
para pembaca sendiri. Bahaya itu lebih menakutkan daripada ba haya penganiayaan,
dan membutuhkan peringatan yang lebih keras. Maksud surat 2 Petrus adalah
memberikan peringatan terhadap pengajar-pengdjar sesat yang membentangkan
"pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan" (2:1).

108

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

3. Isi Kitab: Isi Kitab II Petrus memperingatkan para pembacanya untuk bertumbuh di
dalam imannya. Di mana pertumbuhan iman dapat berjalan terus, walaupun ada
pengajar-pengajar palsu yang datang, pengejek-pengejek menyerang, karena Allah
telah menganugerahkan kuasa Ilahi bagi orang Kristen yang melawannya.
4. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab II Petrus
Tema surat ini adalah "Waspadalah Terhadap Penyesat-penyesat".
bertanya: Penyesat-penyesat mana yang dimaksudkan ?

Kita harus

Menurut para penafsir maka ajaran sesat yang diajarkan di tengah-tengah jemaat itu
adalah fase pertama dari ajaran Guostik. (lihat surat Kolose). Kita tidak perlu
mengambil banyak waktu untuk menerangkan ajaran Gnostik. Yang penting adalah
supaya kita mengerti akan beberapa akibat ajaran itu supaya kita sendiri luput dari
bahaya itu.
a. Cara hidup mereka dikuasai oleh hawa nafsu (1 Ptr. 2:2,13 dst.).
b. Mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan
mempergunakan nafsu untuk menyesatkan orang-orang yang barumenjadi
Kristen (2 Ptr. 2:18).
c. Mereka adalah orang-orang yang kikir, yang terlatih dalam keserakahan.
"Mereka adalah orang-orang yang terkutuk" (2 Ptr. 2:14-15).
d. Mereka tidak segan-segan menghujat kemuliaan (2 Ptr. 2:10 dst).
e. Kebinasaan tersedia bagi mereka (2 Ptr. 2:1, 3, 9,12).
f. Mereka menyangkal kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya (2 Ptr.3:17).
Surat 2 Petrus ditulis untuk menghadapi masalah-masalah seperti itu. Dalam tiga
fasal yang pendek itu Petrus menguraikan temannya, yaitu "waspadalah terhadap
orang-orang yang datang dengan ajaran-ajaran bahkan cara hidup yang
menyesatkan".
Pasal 1 (2Pet 1:1-21).
Fasal pertama menekankan bahwa hanya pengenalan akan Allah dan akan
Yesus Kristus dapat membendung bahaya kesesatan (1:2, 3, 5, 8). Yang
dimaksudkan oleh Petrus bukan sekedar menambah pengetahuan saja tetapi
satu pengetahuan yang memberikan keyakinan tentang keunggulan kebenaran
Firman Tuhan. Dengan kata lain, bukan menambah pengenalan, melainkan
pengenalan akan Allah yang menambahkan ilmu.
Oleh karena itu ada bahaya yang ditekankan dalam fasal pertama, yaitu:
o Bahaya pengenalan yang statis yang mengakibatkan hidup tanpa
pertumbuhan atau kemajuan (1:3-8). Dimana pengenalan yang benar akan
Allah diabaikan, tidak mungkin ada pertumbuhan rohani.
o Bahaya pengenalan yang tidak disertai oleh perbuatan (1:9-,15).
Pasal 2 (2Pet 2:1-22).
Pengajaran peringatan untuk orang Kristen agar sadar akan adanya penghalangpenghalang dari guru-guru palsu.

109

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

a. Fasal kedua cukup keras menentang pengajar-pengajar yang sesat. Fasal ini
sangat aktuil juga pada masa kini. Biasanya kita kurang senang
diperhadapkan dengan perkataan yang sedemikian kerasnya dan yang bernada
hukuman terhadap orang lain. Kita lebih cenderung untuk membiarkan segala
macam masuk ke dalam gereja-gereja kita.
Rumusan Petrus adalah bahwa segala sesuatu yang tidak memuliakan Kristus
dan yang membinasakan jiwa, tidak boleh dibiarkan. Segala ajaran harus
diuji, dan ajaran yang sesat janganlah disambut di tengah-tengah jemaat.
Sidlow Baxter berkata "Seekor ular memang indah, tapi membawa maut.
Kalau kita berkompromi dengan kenajisan dan ajaran sesat, kita tidak lagi
boleh disebut Kristen, tetapi murtad.
Pasal 3 (2Pet 3:1-38).
Pengajaran tentang menghadapi atau melawan para pengejek yang berusaha
menghancurkan pengharapan orang-orang Kristen.
Dalam fasal 3, Petrus secara khusus membahas pertanyaan-pertanyaan tentang
kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Sebagaimana disinggung di atas, maka
para penyesat menyangkal Tuhan Yesus. Untuk menyelamatknn situasi itu maka
Petrus menekankan beberapa hal, antara lain :

Tuhan pasti akan datang kembali. Oleh karena itu bersiap-sedialah untuk
menyambutNya. "Hari Tuhan akan tiba seperti pencuri" (2 Ptr. 3:8-10).

Di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama
seperti satu hari (2 Ptr. 3:8).

Dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus sikap orang-orang Kristen sangat


penting, yaitu "menantikan dan mempercepat kedatangan Allah" melalui
keterlibatan kita di dalam tugas misi dapat kita bekerja bersama-sama dengan
Allah untuk mempercepat kedatanganNya.

Kesimpulan
Ada dua hal yang penting yang ditekankan di dalam surat ini, yaitu "pengenalan
yang benar" dan "pengharapan yang pasti." Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan
satu dari yang lain. Pengenalan yang benar adalah dasar untuk pengajaran yang
benar, yang senantiasa bertalian dengan hidup yang suci. Kita sudah melihat bahwa
pengajaran yang sesat bertalian dengan hidup yang tidak suci (1:5-10; 3:14,17,1;
2:1,10,14,19). Dengan demikian surat dua Petrus menjadi aktuil bagi kita yang
hidup pada abad ini.

5. Ayat Mas: 2 Petrus 5:10


6. Tugas:

110

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

1 YOHANES
Pasal: 1 2 3 4 5
1. Penulis
Surat 1 Yohanes 1:1-3 memberikan beberapa penjelasan tentang si penulis antara lain:
1. Dia adalah saksi mata dari hidup dan pelayanan Yesus. Itu berarti bahwa dia
menjadi murid Tuhan Yesus waktu Yesus melayani di dunia ini (bnd. 4:14).
2. Dia sendiri bersaksi tentang perbuatan Yesus. Itu berarti bahwa dia adalah hamba
Tuhan (bnd.4:14).
3. Dia adalah seorang pemimpin yang menulis dengan wibawa rasuli (bnd. istilah :
"Aku menulis kepada kannu" 2:12-14).
Kalau kita membandingkan 1 Yohanes dengan Injil Yohanes, maka jelas bahwa
penulisnya sama. Kedua-duanya menekankan bahwa Yesus adalah Finnan (Yoh. 1:1 =
1 Yoh. 1:1); dan bahwa Firman itu telah menjadi manusia (Yoh.1:14 = 1 Yoh. 1:2).
Istilah istilah yang sering dipakai dalam Injil Yohanes muncul juga dalam 1 Yohanes,
contohnya "hidup" dan "maut" (I Yoh. 3:14); 'Terang" dan "kegelapan" (1 Yoh. 1:5-7);
"Allah" dan "dunia" (1 Yoh. 2:15-16); "kebenaran" dan "dusta" (1 Yoh. 2:4).
Kesimpulan kita adalah bahwa 1 Yohanes ditulis oleh Yohanes, rasul Yesus Kristus.
Surat ini ditulis pada waktu Yohanes tinggal di Efesus, yakni antara tahun 80-90.
Menurut tradisi lama, maka surat I Yohanes ditulis sebelum Injil Yohanes.
2. Alamat
Para pembaca pertama dari surat ini adalah satu jemaat di Asia Kecil yang mempunyai
hubungan yang erat dengan Yohanes (2:7, 18, 20, 21, 24, 27; 3:11). Tida ada banyak
kutipan dari Perjanjian Lama. Itu berarti bahwa para pembaca berlatar belakang agama
kafir sehingga mereka tidak mempunyai banyak pengetahun tentang Perjanjian Lama.
Pandangan ini dikuatkan oleh peringatan untuk tidak menyembah berhala (5:21). Yang
jelas ialah bahwa Yohanes mengenal mereka secara dekat. Itu sebabnya dia memakai
istilah "Anak-anakku" (2:1).
3. Latarbelakang
1. Yohanes menulis untuk memberi nasihat tentang sikap para pembaca menghadapi
guru-guru palsu. Guru-guru palsu itu berasal dari mereka sendiri (2:19). Pada
hakekatnya pengajaran mereka adalah bahwa mereka menyangkal Yesus sebagai
Kristus (2:22; bnd. 4:3 dst). Di samping itu ada hal-hal yang tidak beres dalam
kesucian hidup. Yohanes berkata bahwa barangsiapa yang memiliki kebenaran;
juga harus melakukan kebenaran (3:7).
2. Surat 1 Yohanes ditulis untuk memberi nasihat dan dorongan yang positif. Dalam
1:4 Yohanes berkata : "Supaya sukacita kami menjadi sempuma". Dalam 5:13 dia
menjelaskan maksudnya, "Supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah,
tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal". Kalau kita bandingkan dengan Yoh.
20:31, maka kita simpulkan bahwa Injil Yohanes ditulis "supaya mereka percaya",
sedangkan 1 Yohanes ditulis "supaya mereka yang sudah percaya akan tahu apa
yang mereka miliki di dalam Kristus.

111

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Dengan demikian sukacita Yohanes menjadi sempuma. Yohanes tidak hanya mau
mengantar mereka kepada Kristus, dia ingin membina mereka dalam langkahlangkah berikut dalam kehidupan mereka.
4. Isi Kitab: Kitab I Yohanes terbagi atas 5 pasal. Di dalam Kitab ini diuraikan dengan
jelas bagaimana seorang Kristen mengetahui ajaran sesat agar tidak termakan oleh
ajaran sesat tersebut. Dan juga diuraikan tanda-tanda bahwa seseorang memiliki hidup
kekal.
5. Intisari Berita Satu Yohanes
Tidak gampang melihat tali merah dalam surat ini. Tetapi ada beberapa hal yang
menonjol, yang dapat disusun di sekitar tema "Persekutuan Kasih."
Sidlow Baxter membagi surat ini dalam tujuh pertentangan yang menyoroti arah
perhatian penulisnya. Dengan demikian dia membedakan antara persekutuan yang
benar dan persekutuan yang salah. Tujuh pertentangan ini adalah sebagai
berikut:
1. Terang dengan gelap (1:5-2:11).
2. Bapa dengan dunia (2:12-2:17).
3. Kristus dengan antikristus (2:18 - 2:28).
4. Pekerjaan baik dengan pekeijaan jahat (2:29 - 3:24).
5. Roh Kristus dengan roh penyesat (4:1-4:6).
6. Kasih dengan munafik (4:7 - 4:21)
7. Orang yang berasal dari Allah dengan orang lainnya (5:1 - 5:21).
Ini menolong kita untuk mengerti akan isi surat ini, yaitu bahwa di dunia ini ada dua
kuasa yang berperang untuk merebut manusia. Yohanes menguraikan hal ini dari segi
persekutuan orang Kristen yang merupakan terang yang harus menghindari kegelapan
dalam bentuk apapun.
Bagian pertama, yaitu 1:1-4, meletakkan dasar untuk tema kita dengan menjawab
pertanyaan: Orang-orang Kristen mempunyai persekutuan dengan siapa?
Yang ditekankan dalam surat ini bukan satu uraian yang dogmatis dan sistematis
mengenai dasar persekutuan kasih, melainkan satu pribadi, yaitu Allah Bapa dan
Yesus Kristus. Allah sendiri adalah landasan persekutuan orang-orang Kristen.
Bagian kedua, yaitu 1:5 2:3 7, menerangkan syarat-syarat untuk hidup dalam
persekutuan itu, yaitu:
a. Hidup di dalam terang (1:5-7).
b. Mengaku dosa (1:8-10).
c. Jangan hidup di dalam dosa (2:1-2).
d. Tinggallah di dalam kasih persaudaraan dan janganlah mengasihi dunia
(2:3-17).
Bagian ketiga, yaitu 2:18-2:27, menguraikan pertentangan antara Kristus dan
Antikristus. Oleh karena surat ini ditulis kepada orang-orang yang sudah mengenai
Kristus secara pribadi (bnd. istilah "Anak-anakku", 2:1), maka Yohanes mau
mengarahkan mereka dalam menghadapi pengajar-pengajar sesat yang sedang
mengancam mereka. Yohanes memakai beberapa istilah supaya lebih jelas sifat
musuh-musuh orang-orang Kristen:
a. Antikristus-antikristus (2:18).
b. Orang-orang yang berusaha menyesatkan mereka (2:26).
c. Pendusta-pendusta (2:22).
d. Nabi-nabi palsu (4:1).
112

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Dalam surat ini nampak tiga ciri khas pengajaran sesat, yaitu :
a. Mereka menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus (2:22-23). Itu berarti bahwa
doktrin mereka salah.
b. Mereka mengajar bahwa kesucian hidup tidak penting. Mereka berkata bahwa
orang-orang Kristen dapat mengenai Allah tanpa menuruti perintahNya (2:45,15-17). Menurut Yohanes tidak mungkin mengenai Kristus dan pada waktu
yang sama hidup di dalam dosa (3:3, 7-10).
c. Mereka menganggap diri lebih rohani daripada orang-orsng Kristen lainnya.
Mereka berkata bahwa mereka mempunyai pemyataan-pemyataan rohani yang
khusu. Menurut Yohanes itu tidak benar, karena tidak ada pemyataanpemyataan khusus yang lebih rohani daripada yang diberikan kepada semua
orang yang mempunyai pengurapan dari Yang Kudus (2:20,27). Kebenaran itu
mempersatukan dan tidak mengenai golgngan-golongan menurut tingkat rohani
yang berbeda-beda.
Bagian keempat, yaitu 2:28 - 5:12, menguraikan sikap para pembaca dalam
melawan pengajaran yang sesat, dan hidup saleh di dalam dunia ini, antara lain:
a. Tinggalah di dalam Kristus (2:28-29).
b. Kejarah kesucian (3:1-10).
c. Peliharalah kasih persaudaraan (3:11-18,4:7-21).
d. Hindarilah kebimbangan (3:19-24). Bandingkan istilah "mengetahui" yang
menggarisbawahi pentingnya memperoleh kepastian tentang Allah dan Kristus.
Istilah ini dipakai lebih kurang 40 kali dalam surat ini.
e. Ujilah setiap roh (4:1-6).
f. Percayalah kepada Kristus, karena iman mengalahkan dunia (5:1-5).
Barangsiapa yang percaya kepada Kristus, memiliki hidup (5:6-12).
Kesimpulan: Yang penting dipelihara oleh setiap orang Kristen adalah "kebenaran"
yang tidak mengenal kompromi dan "kasih". Irving L. Jensen
berkata : 'True doctrine is the foundation of life with God Christian love is the
natural expression of life with God".
Bagian terakhir, yaitu 5:13-21, menyangkut keyakinan akan hidup kekal. Yohanes
tidak mau mengakhiri surat ini tanpa mengarahkan pandangan para pembaca pada
hidup kekal yang begitu pasti. Dalam sembilan ayat ini istilah "kita tahu" diulangi
terus menerus untuk menggarisbawahi suasana keyakinan. Yohanes ingin
menunjukkan bahwa barangsiapa yang percaya dan taat kepada Injil, memiliki
kepastian akan berkat-berkat suigawi, yang sudah dimiliki sekarang, tetapi baru
akan dinikmati sepenuhnya dalam kekekalan.
6. Outline
Kata Pendahuluan : 1:1-4.
I. Persyaratanbagipersekutuan(1:5-2:17).
II. Musuh-Musuhpersekutuan(2:18-27)III. Berjalan Dalam Terang Berarti Hidup Dalam Kasih Persaudaraan (2:28-3:22).
IV. Hubungan Antara Kasih Persaudaraan Dan Iman Yang Benar (3:23-5:12).
V. Tentang Hidup Kekal (5:13-21).
7. Ayat Mas: 1 Yohanes 5:11-13
8. Tugas:
113

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

2 YOHANES
Pasal: 1

1. Penulis
Kalau kita membandingkan 1 dan 2 Yohanes, jelaslah bahwa penulisnya sama, yaitu
rasul Yohanes. Dia memperkenalkan diri sebagai "penatua". Gelar itu cocok sekali
untuk Yohanes, karena pada waktu dia menulis surat ini dia sudah tua. Gelar itu
merupakan gelar kehormatan bagi Yohanes. Sebabnya Yohanes memperkenalkan diri
dengan memakai gelar ini, tanpa menyebut namanya, ialah bahwa dia sudah cukup
dikenal oleh para pembaca dengan gelar itu. Semua penafsir sependapat bahwa ketiga
surat Yohanes ditulis pada waktu yang sama, yaitu antara tahun 80 dan 90.
2. Alamat
Alamatnya adalah "Ibu yang terpilih". Di sini ada dua tafsiran:
1. Ada yang berpendapat bahwa surat ini merupakan satu-satunya surat dalam
seluruh Perjanjian Baru yang dikirimkan kepada seorang ibu Kristen.
2. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan alamat ini adalah satu
jemaat dengan anggota-anggotanya.
Menurut pendapat kami maka sebaiknya istilah "ibu yang terpilih" diartikan tentang
satu jemaat. Yang meyakinkan kami adalah ayat 4-5 dan ayat 8-10. Kedua bagian ini
jelas berbicara tentang keadaan satu jemaat. Dari lain segi tidak ada ajaran-ajaran
khusus untuk para ibu di dalam surat ini. Dalam gereja mula-mula ada pandangan
bahwa jemaat merupakan ibu untuk semua orang percaya, yaitu bahwa istilah "anakanaknya" melambangkan anggota-anggota jemaat. Bandingkan Gal. 4:26-31.
Dalam ayat 13b ada salam dari "anak-anak saudaramu yang terpilih", Istilah itu
sebaiknya diartikan tentang satu jemaat yang lain yang mengirimkan salam kepada
mereka. Jemaat itu terdapat di salah satu kota di Asia Kecil.
3. Latangbelakang
Latarbelakang surat ini dilaporkan di dalam ayat 7 : "Banyak penyesat telah muncul
dan pergi ke seluruh dunia", Yohanes menulis untuk memberi nasihat bagaimana
menghadapi para penyesat.
4. Isi Kitab: Kitab II Yohanes hanya terdiri dari 1 pasal. Kitab ini pertama-tama ditujukan
kepada "Ibu yang terpilih dan anak-anak-Nya" tetapi juga untuk semua orang Kristen
di dunia. Isi Kitab II Yohanes bertujuan memperingatkan agar para pengajar ajaran
sesat tidak diperbolehkan masuk ke dalam persekutuan orang Kristen, dan orang
Kristen harus tetap hidup dalam ajaran yang benar.
5. Intisari Surat Dua Yohanes
Dalam pembukaan (ay. 1-3) surat ini perkataan "kebenaran" (bahasa aslinya)
disebut empat kali. Oleh karena itu tema surat ini adalah "Berjalan Dalam
Kebenaran."
Bagian ajaran dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu :
a. Ayat 4-6 yang menerangkan tentang kelakuan orang Kristen, yaitu segi praktis
dari "hidup dalam kebenaran". Kita harus berjalan dalam kasih.
114

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

b. Ayat 7-11 menerangkan segi doktrin. Kita harusberhati-hati. Jangan sampai


kita jatuh dalamkesesatan.
Penyesat-penyesat itu tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai
manusia (ayat 7). Ajaran sesat itu sama bentuknya seperti di dalam satu Yohanes.
Kata kunci terdapat di dalam ayat 8, yaitu "Waspadalah". Bisa jadi para penyesat
mempunyai ajaran yang menarik sekali, tetapi dalam hal itu Yohanes memberi
lampu merah yang berbunyi demikian "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam
ajaran Kristus tidak memiliki Allah" (ayat 9). Nasihat konkrit untuk melawan para
penyesat terdapat dalam ayat: 1011. Kita tidak akan menyambut para hamba
Tuhan yang sesat. Kita akan menolak mereka, bahkan tidak memberi salam
kepada mereka. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat
bagian dalam perbuatannya yang jahat" (ay.11).
Ada banyak orang pada masa kini yang menuduh Yohanes karena sikapnya yang
seolah-olah keras sekali. Tetapi kita harus bertanya: Kasih apa yang membiarkan
para penyesat merembes dalam jemaat ?
Kasih persaudaraan menuntut bahwa
para penyesat ditolak. Semua ini adalah sikap seorang dokter yang mempedulikan
pasiennya. Kalau diagnosa sudah ditentukan, maka dokter dapat mengetahui obat
mana yang paling tepat, supaya pasiennya sembuh, dan sewaktu-waktu perlu
operasi. Bisa jadi obat itu pahit rasanya atau operasi, yang harus dijalankan cukup
berat. Tetapi segala cara ditempuh, asal pasien sembuh. Demikian sikap setiap
orang yang mengasihi sesamanya.
Kesimpulan
Keadaan Jemaat pada waktu itu sedang diganggu oleh pengajar-pengajar sesat,
yang tidak mengakui Yesus Kristus sudah datang ke dunia sebagai Tuhan dan
Juruselamat manusia. Para penyesat itu berusaha menarik orang-orang Kristen
untuk mengikuti ajarannya. Tetapi Rasul Yohanes segera mencegahnya dengan
ajaran-ajaran Firman Allah.
5. Ayat Mas: 2 Yohanes 1:9
6. Tugas: Baca 2 Yohanes 1:4-11... Ajaran apakah yang harus diikuti oleh orang
Kristen? Dan apakah bukti daripada orang Kristen yang hidup dalam ajaran Tuhan
Yesus?

115

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

3 YOHANES
Pasal: 1

1. Alamat
Surat Yohanes yang kedua dialamatkan kepada satu jemaat. Surat yang ketiga
dialamatkan kepada seorang pribadi, yaitu Gayus. Jelaslah bahwa dia kawan Yohanes,
dan mungkin dia bertobat melalui pelayanan Yohanes (ayat. 3-4). Kita tidak tahu
dengan pasti siapa Gayus itu, tetapi ada kemungkinan besar bahwa dia adalah anggota
salah satu jemaat di Asia Kecil.
2. Latar Belakang
Rupa-rupanya ada beberapa saudara yang telah datang kepada Yohanes dan
melaporkan tentang keadaan jemaat. Dalam laporan itu disinggung tentang kebaikan
Gayus dalam membuka pintu rumahnya untuk menyambut hamba-hamba Tuhan (ay.
5). Hal itu menggembirakan hati Yohanes.
Dia juga menyinggung tingkah laku Diotrefes yang tidak baik, dan minta supaya Gayus
tidak meneladani kehidupannya. Ada juga orang yang ketiga, yaitu Demetrius.
Rupanya dia orang baik (ay. 12) dan dapat dicontoh kehidupannya. Kita mengerti
bahwa ketiga-tiganya adalah anggota jemaat yang sama. Dalam ayat 9, Yohanes
melaporkan bahwa dia pemah menulis surat kepada jemaat itu. Kalau surat yang
dimaksudkan adalah 2 Yohanes, maka kita mengerti kondisi jemaat lebih dalam dari isi
surati Yohanes ini.
3. Penulis dan waktu
Kitab 3 Yohanes ditulis oleh penulis yang sama dari Kitab 1 dan 2 Yohanes, yaitu
Rasul Yohanes. Tahun penulisan Kitab ini juga sama yaitu, sekitar tahun 90 Masehi
dan ditulis dari Kota Efesus.
4. Isi Kitab: Kitab tiga Yohanes terdiri dari 1 pasal. Tujuan utama penulisan Kitab tiga
Yohanes ialah, Rasul Yohanes ingin memberi perintah kepada orang-orang Kristen,
agar mau menerima dan memberi pertolongan kepada hamba-hamba Tuhan yang
sedang dalam perjalanan. Dan juga Rasul Yohanes ingin memperkenalkan kepada
Gayus seseorang yang bernama Demetrius.
5. Intisari Berita Tiga Yohanes
Surat ini berkisar pada sikap orang-orang Kristen dalam hal menyambut dan
membantu para hamba Tuhan dalam pelayanan. Kita didorong untuk mengikuti
teladan Gayus dan bukan Diotrefes yang hanya mencari kepentingannya sendiri.
Jadi tema surat ini adalah "Petunjuk Mengenai Melayani Para Hamba Tuhan."
Semua orang yang membuka pintu rumahnya untuk menyambut hamba-hamba
Tuhan, sebenarnya membuka pintu rumahnya untuk Tuhan sendiri. Orang-orang
yang demikian itu adalah kawan-kawan sekerja "untuk kebenaran" (ay. 8).
Lain perkara dengan Diotrefes (ayat 9). Dia ingin menjadi orang terkemuka.
Dengan lain kata, dia mencari keuntungan diri sendiri. Dengan demikian jelas
bahwa dia melawan kasih, karena kasih tidak mungkin mencari keuntungan sendiri.
Doktrinnya bisa jadi benar, tetapi hatinya tidak beres. Ini berbicara soal mencari
116

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

kedudukan, ingin menjadi orang besar dan sebagainya. Firman Tuhan menentang
sikap itu. Boleh dikatakan bahwa orang seperti itu hidup di luar kasih
persaudaraan.
6. Ayat Mas: 3 Yohanes 1:4
7. Tugas: Dalam Kitab III Yohanes dapat dilihat tiga macam kepribadian:
Demetrius
Demetrius adalah seorang yang karena nama Tuhan Yesus, melayani berkeliling.
Demetrius ini mempunyai kesaksian hidup yang baik, dan hidup dalam kebenaran.
Pribadi yang pertama ini, mewakili setiap pelayan/hamba Tuhan yang berkeliling.

Gayus
Gayus adalah seorang anggota jemaat yang membuka pintu/rumahnya untuk
memberi pertolongan kepada hamba-hamba Tuhan yang singgah di desanya.

Diotrefes
Diotrefes adalah seorang yang tidak mau menolong dan menerima hamba Tuhan,
karena ia terlalu mementingkan diri sendiri, dan ia mau menjadi seorang yang
terkemuka. Ia adalah seorang yang sombong. Ini menandakan keadaan hatinya
yang tidak memiliki kasih.
Pendalaman
o Sebagai anak-anak Allah, siapakah dari ketiga pribadi itu yang hendak
saudara teladani ?

Pelajaran rohani apakah yang saudara terima setelah mempelajari kitab ini ?

117

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

KITAB YUDAS
Pasal: 1

Yang kita hadapi saat ini adalah salah satu dari surat-surat terpendek dalam Perjanjian
Baru, tetapi surat ini benar-benar padat dengan makna. Surat ini mengingatkan kitajika kita
mengasihi orang, kita kadang-kadang harus berlaku jujur, terus terang dan tegas terhadap
mereka.
1. Siapakah Yudas?
Ia sendiri mengatakan bahwa ia 'saudara Yakobus' (1) atau dapat Anda anggap saudara
Yakobus yang terkenal itu. Jadi, siapakah Yakobus? Hanya ada satu orang yang cocok
dengan gambaran itu, yaitu Yakobus saudara Yesus. Berarti Yudas tentu adalah
saudara dari Yesus juga (lihat Mar 6:3; Mat 13:55). Namun demikian, Yudas tidak
pernah menyebut dirinya seorang rasul (walaupun ia berbicara tentang mereka)! Ini
berarti kita sedang berhadapan dengan seorang yang rendah hati dan sederhana yang
tidak ingin menonjolkan diri.
2. Kapan Dan Mengapa Ia Menulis?
Dari caranya ia membicarakan iman dan pengajaran para rasul, tampaknya Yudas
menulis dengan baik pada zaman Perjanjian Baru, meskipun kita tidak dapat benarbenar memastikannya. Tetapi ada yang berpendapat bahwa surat ini ditulis sekitar
tahun 70-80 sesudah Masehi.
Seperti juga banyak gereja-gereja dalam Perjanjian Baru, jemaat ini pun berada dalam
kesulitan, dan yang lebih buruk lagi, masalah itu terjadi di dalam lingkungan gereja.
Banyak orang mengaku bahwa mereka Kristen, tetapi mereka membawa jemaat pada
kehidupan yang tidak senonoh, menyebarkan pemikiran-pemikiran yang palsu dan
tidak bermoral.
Pula, mereka seolah-olah terlihat sedang melakukan ajaran yang 'lebih rohani' dan
'yang lebih tinggi'. Yudas bermaksud untuk menulis kepada mereka surat yang lebih
panjang dan tidak tergesa-gesa tentang ajaran Kristen, tetapi penulisan ini harus
dilakukan dengan cepat. Inilah sebabnya mengapa surat Yudas dan 11 Petrus banyak
kemiripannya. Entah Yudas yang mengutip Petrus dan menyesuaikannya dengan gaya
tulisannya, atau mungkin ia dan Petrus mendapatkan beberapa traktat yang sama.
Hasilnya adalah sepucuk surat yang penting, berbobot dan sarat dengan petunjuk.
3. Bagaimana Tentang Henokh?
Satu hal yang tidak biasa mengenai Yudas ialah bahwa ia tidak hanya mengutip
Perjanjian Lama dan para rasul, tetapi ia juga mengutip kitab-kitab yang tidak kita
punyai dalam Alkitab. Kitab Henokh (14, 15) adalah buku agama yang populer dan
yang sangat banyak dikenal orang pada zaman itu. Pengangkatan Musa (9) merupakan
contoh lainnya. (Ada cerita tentang Mikhael yang dikirim untuk menguburkan Musa
dan bertemu dengan Iblis yang menuntut tubuhnya sebab Musa seorang pembunuh.
Mikhael menyerahkan keputusan itu kepada Allah). Mungkin ada pula rujukan lainnya,
tetapi semua ini tidak berarti bahwa Yudas menganggap kutipan itu setara dengan
Alkitab. Dalam Perjanjian Baru terdapat beberapa kali penulis mengutip ucapanucapan atau tulisan-tulisan terkenal lain hanya untuk menegaskan suatu pendapat, sama
seperti yang dilakukan oleh pengkhotbah-pengkhotbah dewasa ini yang mungkin
mengutip dari karya Shakespeare atau Perjalanan Seorang Musafir, misalnya.
118

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

4. Isi Kitab: Kitab Yudas hanya terdiri dari satu pasal. Di dalam Kitab ini Yudas
menasehati setiap orang Kristen untuk tetap berjuang mempertahankan iman yang telah
disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan.
5. Intisari Berita Surat Yudas
Setelah Yudas menguraikan panjang lebar tentang bahaya murtad, dia sampai pada
nasihat-nasihat positif tentang cara menghadapi kemurtadan.
Semuanya
disimpulkan dalam ay. 17-23. Tema yang mencakup maksud dan isi surat ini
adalah "Berdiri Teguh Di Dalam Kasih Allah."
Surat ini terdiri dari dua bagian :
a. Ayat 3-16 menyatakan apa sebabnya kita harus "berjuang untuk
rnempertahankan iman", yaitu untuk melawan pengajar-pengajar yang sesat.
b. Ayat 17-25 menyatakan cara "berjuang untuk rnempertahankan iman" yaitu
dengan menunjukkan perbekalan kita yang sesungguhnya :
1) Hidup di dalam Firman Tuhan (ay. 17- 19). Di dalam Firman Tuhan ada
penjelasan tentang pengajar-pengajar yang sesat. Itu sebabnya Firman
Tuhan begitu penting bagi kita. Kita harus mendapat pengetahuan tentang
pengajaran-pengajaran yang sesat dan dilengkapi dengan karunia membedabedakan roh. Semuanya mengalir kepada kita melalui Firman Tuhan.
2) Membangun kerohanian kita di atas dasar iman kita yang suci. Dasar iman
kita adalah kebenaran Firman Tuhan, yang harus menjadi makanan rohani
bagi kita (ay. 20).
3) Berdoa (ay. 20).
4) Menantikan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal (ay.
21).
5) Menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu (ay. 22), yaitu
dengan sabar membimbing mereka melalui Firman Tuhan, sehingga mereka
keluar dari keragu-raguan itu. Dengan demikian kita berusaha untuk
menyelamatkan orang lain (ay. 23).
Biarlah surat yang pendek ini mendorong kita supaya "berjuang untuk
mempertahankan iman" untuk memelihara Injil yang sejati. Dan jangan kita
lupakan bahwa dalam perjuangan itu kita membutuhkan kasih Kristus dan
hikmat Roh.
6. Pesan
Ada musuh di dalam selimut
Mereka sudah:
menyelusup masuk. Yud 1:4
menodai persekutuan. Yud 1:12
memecah belah jemaat. Yud 1:19
terbukti sebagai Kristen palsu. Yud 1:19
Mereka menyangkal iman.
Menentang apa yang kita percayai. Yud 1:3
Hidup dalam kejahatan. Yud 1:4, 11, 12, 16
119

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Allah akan mengurus mereka.


Ia telah melakukannya di masa lampau. Yud 1:4, 5, 6, 7, 11
Ia akan melakukannya lagi. Yud 1:14, 15
Kristen sejati akan siap siaga.
Berjuang demi iman. Yud 1:3
Setia kepada Tuhan. Yud 1:4
Ingat akan janji-janji. Yud 1:17
Terus bertahan dan memelihara iman. Yud 1:20,21
Menyelamatkan orang lain. Yud 1:22, 23
Allah akan memelihara kita.
Ia memanggil kita. Yud 1:1
Ia mengasihi kita. Yud 1:1, 2, 21
Ia berkuasa memberikan apa yang kita perlukan. Yud 1:2
Ia akan memelihara kita. Yud 1:24
Ia yang memegang kendali. Yud 1:25
7. Ayat Mas: Yudas ayat 20, 21
8. Tugas:

120

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

KITAB WAHYU
Pasal: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

1. Penulis
Penulisnya disebut sebagai 'Yohanes' sebanyak empat kali (1:1, 4, 9; 22:8), tetapi ia
tidak mengakui dirinya sebagai rasul Yohanes, dan beberapa orang mengemukakan
bahwa penulisnya adalah Yohanes yang lain, sebab:
1. Bahasa Yunani yang dipakai dalam Wahyu sangat tidak biasa, tidak seperti bahasa
Yunani yang dipakai dalam Injil Yohanes.
2. Dalam Injil, Yohanes tidak pernah menuliskan namanya.
3. Ciri-ciri tema dari Injil Yohanes, yaitu kasih dan kebenaran, hampir tidak muncul
dalam Wahyu. Tetapi, keberatan-keberatan ini mudah dijawab. Bahasa Yunani
yang dipakai sengaja tidak seperti biasanya -- bukan bahasa Yunani yang jelek -karena menuliskan nubuatan. Kedua, Injil pada dasarnya adalah biografi dari
Yesus, dan Yohanes tidak ingin memasukkan dirinya ke dalam tulisan itu. Tetapi,
Wahyu merupakan penyataan yang diberikan kepada seseorang, tentu nama orang
itu memberikan keabsahan pada wahyu itu. Ketiga, kita tidak mungkin
mengharapkan kasih menjadi tema kunci dari suatu kitab yang berbicara mengenai
penghakiman!
2. Penerimanya
Kitab ini berisi tujuh surat kepada tujuh jemaat (lebih tegasnya kepada 'para malaikat'
mereka) di Asia. Terdapat banyak jemaat di Asia, tetapi hanya tujuh yang dipilih,
pertama karena angka tujuh menyatakan kesempurnaan atau keutuhan; tujuh
melukiskan seluruh jemaat dalam sepanjang sejarah, dan kedua, sebab ke tujuh jemaat
tersebut melambangkan seluruh ragam jemaat jemaat sepanjang zaman, mulai dari
jemaat di Smirna, yang tidak ada hal buruk disebutkan, sampai jemaat di Laodikia,
yang tidak ada satu hal baik pun disebutkan.
3. Latar Belakang dan Waktu Penulisan
Kitab ini ditulis pada saat yang bersamaan dengan memuncaknya penganiayaan atas
jemaat-jemaat. Kristen sudah mengalami aniaya, tetapi sekarang mereka harus
mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Penganiayaan pertama yang terbesar
terjadi di bawah pemerintahan Kaisar Nero dan seolah-olah tercermin dalam kitab itu -mungkin dengan angka '666' yang misterius itu (13:18).
Ada latarbelakang yang jelas untuk kitab Wahyu. Yohanes berada di pulau Patmos,
sebuah pulau kecil lepas pantai Asia Kecil. Sebabnya Yohanes berada di sana adalah
karena Firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus (1:9). Itu berarti
bahwa Yohanes terpaksa melarikan diri ke sana karena penganiayaan di daratan Asia
Kecil.
Menurut para ahli maka kitab ini ditulis sekitar tahun 96 atau antara tahun 90 - 95,
yaitu menjelang berakhirnya pemerintahun Kaisar Domitian (A.D. 81-96) yang begitu
kejam terhadap orang-orang Kristen. Kemungkinan kedua bahwa Yohanes tidak
melarikan diri, tetapi diusir ke pulau Patmos.
Di Patmos Yohanes "dikuasai oleh Roh Kudus dan mendengar dari belakang suatu
suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala" (1:10). Dia diminta untuk menuliskan
apa yang dilihatnya dan mengirikannya, kepada tujuh jemaat yang semuanya terletak di
121

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Asia Kecil di mana Yohanes pemah melayani. Kita tentu tahu bahwa dia agak lama
melayani sebagai uskup di Efesus (1:11).
4. Isi Kitab: Kitab Wahyu ini terdiri dari 22 pasal. Di dalam Kitab ini, kita dapat melihat
dengan jelas apa yang diwahyukan Allah kepadanya tentang apa yang terjadi sekarang,
dan apa yang akan terjadi kemudian atas seluruh umat manusia.
5. Menafsirkan kitab Wahyu
Kitab ini berisi banyak simbol di antaranya yang paling menonjol adalah angka
tujuh:
Tujuh gereja. Wah 1:4
Tujuh roh. Wah 1:4
Tujuh kaki dian. Wah 1:12
Tujuh bintang. Wah 1:16
Tujuh meterai. Wah 5:1
Tujuh tanduk. Wah 5:6
Tujuh malaikat. Wah 8:2
Tujuh sangkakala. Wah 8:2
Tujuh guruh. Wah 10:3
Tujuh kepala. Wah 12:3
Tujuh malapetaka. Wah 15:1
Tujuh cawan emas. Wah 15:7
Tujuh raja. Wah 17:10
Selain itu, masih mungkin kita temukan hal-hal yang berhubungan dengan angka
tujuh dalam kitab ini, yang tidak dijelaskan secara khusus. Angka tujuh berarti
keutuhan, kesempurnaan. Angka itu merupakan angka Allah, seperti juga halnya
dengan angka enam adalah angka manusia. Kitab ini harus dimengerti sebagai kitab
yang membangkitkan semangat pada saat-saat penganiayaan.
Bahkan kitab ini menandaskan bahwa keberadaan Nero dalam sejarah adalah
bagian dari rencana Allah. Dan, kitab ini menekankan tentang penghakiman: pada
puncaknya Allah akan menuntut perliitungan. Pembohong, penipu, orang-orang
yang amoral seakan-akan terlepas dari penghukuman. Dan, kita sering kali menjadi
tidak sabar' Berapa lamakah?'(Wah 6:10). Hari penghakiman mereka
sudahditetapkan.
Empat pola penafsiran
o Wahyu sebagai sejarah, menafsirkan Wahyu seolah-olah ditujukan kepada
Kristen penerimanya di abad pertama. Petunjuk-petunjuk sejarah hanya untuk
orang dan peristiwa-peristiwa saat itu. Semua rahasia tentang Wahyu
dimengerti oleh para pembaca pertamanya tetapi kita tidak perlu berharap untuk
melihat kesesuaian wahyu tersebut secara rinci dengan zaman kita sekarang.
o

Wahyu sebagai nubuatan, menafsirkan Wahyu sebagai kitab yang


membeberkan garis besar jangka panjang jalannya sejarah, dimulai dari abad
pertama dan melaju dengan pasti sampai pada masa kini terus sampai pada
akhir zaman.

122

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

Wahyu sebagai pemaparan masa depan. Sama sekali tidak memandangnya


sebagai kitab yang menyinggung sejarah tetapi semata membicarakan akhir
zaman.

Wahyu berlsikan lambang-lambang, Wahyu dipandang sebagai sesuatu yang


penuh dengan lambang-lambang yang masing-masing harus ditafsirkan
tersendiri dan tidak mempunyai hubungan dengan sejarah dunia. Mungkin tak
satu pun dari pandangan- pandangan di atas yang memuaskan. Pandangan
sejarah membuat Wahyu hanya sedikit berguna bagi kita, dan pandangan masa
depan membuat kitab ini hanya cocok untuk Kristen yang hidup pada akhir
zaman.

Tetapi nubuat-nubuat sering mempunyai dua pokok acuan, yaitu: kejadian yang
segera akan terjadi dan yang masih jauh. Nubuatan Yesaya yang terkenal tentang
seorang anak (Yes 7:14) menunjuk kepada seorang wanita muda pada zaman
Yesaya dan kepada Maria, ibu Tuhan Yesus. Nubuatan-nubuatan ini juga menunjuk
ke pemerintahan Domitian maupun ke kejadian-kejadian di akhir zaman.
6. Intisari Berita Kitab Wahyu.
1. Judul kitab ini adalah "Wahyu kepada Yohanes". Dalam bahasa Inggris dipakai
kata "Revelation", yang merupakan terjemahan dari kata "Apokalypsis" (bahasa
Yunani). Kata ini dipakai untuk menyatakan sesuatu yang sebelumnya
tersembunyi. Bandingkan ayat-ayat yang lain dalam Perjanjian Baru di mana
istilah yang sama dipakai : Roma 8:18, I Kor.1:7, Gal. 1:12, II Tes. 1:7,1 Pet. 1:7.
13; 14:13; 5:1.
Maksud Yohanes sendiri dinyatakan dalam Why. 1:1-3 "Inilah wahyu Yesus
Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada
hambahambaNya apa yang harus segera terjadi".
2. Fasal 1:9-20 berisikan penglihatan-penglihatan tentang Yesus Kristus sebagai Anak
Manusia:
o Dia memanggil dan menugaskan kita (ay. 9-11).
o Dia mendampingi kita dan tidak meninggalkan kita (ay. 12-16).
o Dia menghibur dan mernberi dorongan kepada kita (ay. 17-20).
3. Sesudah menyatakan pengiihatannya tentang kemuliaan Kristus, dia menulis suratsurat kepada ketujuh jemaat di Asia Kecil. Ada tiga unsur di dalam setiap surat:
o Kemuliaan Kristus ditekankan pada permulaan setiap surat.
o Kemudian diuraikan tentang keadaan jemaat dan panggilan untuk bertobat.
o Ada janji untuk yang menang.
Keadaan jemaat- jemaat dapat digambarkan sebagai berikut :
o Jemaat di Efesus telah meninggalkan kasihnya yang semula (2:1-7).
o Jemaat di Smirna sudah menderita kesusahan, tetapi masih harus menderita lagi
(2:8-11).
o Di dalam jemaat di Pergamus ada beberapa orang yang berkompromi dengan
Iblis, dan harus bertobat (2:12-17).
123

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

o Sedangkan jemaat di Tiatira membiarkan ajaran yang menyesatkan (2:18-20).


Jemaat di Sardis tidak ada kesungguhan. Mereka dikatakan hidup, padahal
mereka mati (3:1-6).
o Dalam jemaat di Filadelfia ada pintu terbuka untuk pekabaran Injil (3:7-13).
o Jemaat di Laodikia suam-suam kuku. (3:14-22).
Dengan demikian dapat kita lihat beberapa ciri-ciri gereja sejati, yaitu; kasih,
penderitaan, kesucian, ajaran yang sehat, kesungguhan, pekaberan Injil dan
kerendahan hati. Tuhan menghendaki supaya hal-hal ini terdapat di dalam jemaatjemaat Kristen.
4. Fasal 4 dan 5 berisikan dua penglihatan, yaitu :
o Penglihatan tentang Allah (4:1-11).
o Penglihatan tentang Anak Domba Allah (5:1-14).
5. Wahyu 6:1-20:15 berisikan penghakiman yang akan berlangsung di atas dunia ini.
Kita tidak dapat menyoroti setiap penglihatan ini, hanya garis-garis besarnya saja.
a. Ketujuh meterai dibuka (6:1-8:5).
Dalam Kitab Wahyu dipakai tiga macam lambang untuk menyatakan
penghakiman Allah, yaitu meterai, sangkakala dan cawan. Penghakiman yang
dinyatakan melalui dibukanya ketujuh meterai lebih ringan dibandingkan
dengan yang lain.
b. Penghakiman yang dinyatakan melalui ketujuh sangkakala (8:6- 9:21, 11:1519).
Penghakiman yang dinyatakan dalam bagian ini lebih berat. Dikatakan bahwa
sekarang tidak ada pertobatan lagi di dunia ini (9:20). Keempat sangkakala
pertama menyangkut nyala api. Sangkakala yang ketujuh bam ditiup dalam
11:15, dan menyatakan kebesaran dan kedahsyatan Allah.
c. Penghakiman yang dinyatakan melalui ketujuh cawan murka Allah (15:116:21).
Inilah penghakiman yang paling ngeri. Sekarang tidak ada pengharapan lagi
bagi dunia ini. Seteiah cawan yang ketujuh ditumpahkan ke angkasa,
kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya sudah terlaksana"
(16:17). Sekarang sudah digenapi apa yang masih merupakan ancaman sebelum
ketiga sangkakala terakhir ditiup, yaitu "Celaka, celaka, celakalah yang diam di
atas bumi"' (8:13).
d. Penghakiman terakhir (19:1 - 20:15).
Wahyu 19:1-5 berisi nyanyian syukur yang terdengar "dari himpunan besar
orang banyak di surga". Itu nyanyian syukur atas penghakimam yang sudah
berlangsung, dan sekaligus merupakan "prolog" untuk peristiwa-peristiwa yang
dahsyat yang akan terjadi sehubungan dengan kedatangan Kristus kembali dan
kemenangan terakhir. Pada waktu itu sungguh nampak siapa yang selamat.
Yang penting bukan kesungguhan, ataupun keberhasilan dalam pelayanan,
tetapi sebagaimana dikatakan dalam 20:15; "Setiap orang yang tidak ditemukan
namanya tertulis di dalam kitab kehidupan, ia dilemparkan ke dalam lautan api
itu".
124

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

5. Langit yang baru dan bumi yang baru (fs. 21-22) Alkitab mulai dengan penciptaan
langit dan bumi serta segala isinya (Kej. 1). Sesudah itu dilanjutkan dengan
penjelasan tentang masuknya dosa ke dalam dunia ini (Kej. 3) Bagian terakhir
dalam Alkitab berisikan cerita tentang langit yang baru dan bumi yang baru.
Sesudah itu dilanjutkan dengan penjelasan tentang orang-orang suci dan keadaan
mereka serta kehidupan mereka di dalam kesempurnaan di Yerusalem yang baru.
Tidak ada lagi dosa, penderitaan ataupun kutuk (Why. 21-22).
Untuk orang-orang Kristen inilah bagian Alkitab yang paling cerah. Memang benar
bumi berada di bawah kutuk dan menuju penghakiman yang terakhir. Tetapi juga
benar bahwa itu bukan kata terakhir bagi orang-orang percaya. Mereka telah
dilahirkan kembali, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan (I Ptr. 1:3). Oleh
sebab itu : "Bersukacitalah dalam pengharapan". (Roma 12:12).
7. Garis Besar
[1] Pendahuluan Wah 1:1-20
Wah 1:1-3
Pengantar
Wah 1:4-8
Salam
Wah 1:9-20
Penglihatan yang pertama
[2] Tujuh Surat Kepada Tujuh Jemaat Wah 2:1-3:22
[3] Penglihatan Tentang Surga Wah 4:1-11
[4] Tujuh MeterAI Wah 5:1-8 :5
Wah 5:1-14
Pendahuluan: kitab dan singa
Wah 6:1-17
Enam meterai dibuka
Wah 7:1-17
Pemeteraian simbolis orang-orang kudus
Wah 8:1-5
Meterai ketujuh dibuka
[5] Tujuh Sangkakala Wah 8:6-11:19
Wah 8:6-9:21
Enam sangkakala berbunyi
Wah 10:1-11:14 Tujuh guruh dan dua saksi
Wah 11:15-19
Sangkakala ketujuh
[6] Tujuh Tanda Wah 12:1-14:20
Wah 12:1-6
Perempuan yang berselubungkan matahari
Wah 12:7-12
Setan diusir
Wah 12:13-17
Peperangan antara Setan dan Sang Putra
Wah 13:1-10
Binatang yang keluar dari laut
Wah 13:11-18
Binatang yang keluar dari bumi
Wah 14:1-5
Penglihatan tentang Anak Domba
Wah 14:6-20
Penglihatan tentang panen
[7] Tujuh Cawan Wah 15:1-16:21
Wah 15:1-8
Tujuh malaikat
Wah 16:1-21
Tujuh cawan dan tujuh malapetaka
[8] Pemerintahan Dan Kehancuran Anti Kristus Wah 17:1-20:15
Wah 17:1-18
Penghakiman atas pelacur
Wah 18:1-19:5 Jatuhnya Babel
Wah 19:6-10
Pernikahan Anak Domba
Wah 19:11-20:15 Kemenangan Allah

125

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

[9] Kota Allah Wah 21:1-22:5


Wah 21:1-4
Pernyataan tentang kota itu
Wah 21:5-8
Kemurnian kota itu
Wah 21:9-27
Kesempurnaan kota itu
Wah 22:1-5
Air kehidupan
[10] Penutup Wah 22:6-21

8. Ayat Mas: Wahyu 22: 7


9. Tugas:

126

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

DAFTAR PUSTAKA
Autrey, Jarry. Surat Kiriman Penjara. Malang: Gandum Mas, 1988.
Baxker,

J. Sidlow. Menggali Isi Alkitab 3 Matius- Kisah Para Rasul. Jakarta: Yayasan
Komunikasi Bina Kasih, 1980.
. Menggali Isi Alkitab 4 Roma-Wahyu. Jakara : Yayasan Komunikasi Bina
Kasih, 1990

Benware, Pauln. Survey of the New Testament. Chicago: Moody Bible Institute, 1990.
Brill, J. Wesley. Dasar yang teguh. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, t.t
. Tafsiran Injil Yohannes. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, t.t
. Tafsiran Surat Korintus Pertama. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1998.
Champman, Adina. Pengantar Perjanjian Baru. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1980.
Chauke, C dan Beckelhymer, B. Penyelidikan Perjanjian Baru III 1Timotius- Wahyu.
Bandung: Yayasan kalam Hidup. t.t
Davids, Peter H. More Hard Sayings of The New Tewtestament. Downers Grove, Illinois:
InterVarity Press, 1991.
Drane, John. Introducing The New Testament. New York: Harper San Francisco, 1992
Duyverman, M.E. Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia,
1992.
Gaebelein, Frank E. The Expositors Bible Commentary, Volume 11. Grand Rapids,
Michigan: 2002.
Guthrie, Donald. New Testamen Introduction. Illinos: Inter Varsity Press, 1974.
Groenen, C. Pengantar Ke dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 1984
John Drane, Memahami Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.
Khumalo, Alpheus; Moalusi, Ephraim dan Snook, Stewart. Penyelidikan Perjanjian Baru
1Matius-Kisah Para Rasul. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, t.t
Ludwig, Charles. Kota-kota Pada Perjanjian Baru. Bandung: Yayasan Kalam Hidup t.t.
Miller, Jeffrery P. Introduksi Perjanjian Baru. Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia,
1993.
Moalusi, Ephraim; Snook, Stewart dan Jordahl, Richard. Penyelidikan Perjanjian Baru 11
Roma-II Tesalonika. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, t.t

127

Introduksi Perjanjian Baru

Kasiatin Widianto, M.Th

. Para Penguasa Pada Zaman Perjanjian baru. Bandung: Yayasan Kalam


Hidup, 1997
Ludwig, Charles. Kota-kota Pada Perjanjian Baru. Bandung: Yayasan Kalam Hidup t.t.
Parcker, J.I; Tenney, Merrill C. dan White, William, JR. The World of the New Testament.
Nashville, Camden, New York: Thomas Nelson Publishers, 1982.
Porter, Stanley E dan McDonald, Lee M. New Testament Introduction. Grand
Michigan: Baker Books, 1995.

Rapids,

Pfitzner, V. C. Ulasan Atas 1 Korintus Kesatuan Dalam Kepelbagian. Jakarta: BPK.


Gunung Mulia, 1999.
Ryrie, Charles C. Teologia Dasar 2. Yogyakarta: Yayasan Kalam Hidup, 1992.
Tenney, Merrill C. Survei Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 1992
Tjandra, Lukas. Latar Belakang Sejarah Perjanjian Baru 1. Malang: Seminari Alkitab
Asia Tenggara, 1993.
. Latar Belakang Sejarah Perjanjian Baru 2. Malang: Seminari Alkitab Asia
Tenggara, 1996.
. Latar Belakang Sejarah Perjanjian Baru 3. Malang: Seminari Alkitab Asia
Tenggara, 2000.
Tulluan, Ola. Introduksi Perjanjian Baru. Batu: Departemen Literatur YPPII, tt

128