Anda di halaman 1dari 16

Nama: Bernardinus Andrie Luiren

NIM

: 11/313083/TK/37785

TUGAS 3 PPK ASPEN-B


1. Membuat PFD Proses
Pertama dibuat terlebih dahulu PFD dari tahap persiapan bahan baku, di
mana alat proses yang terlibat adalah pompa, heater, dan KO-drum untuk
benzene; kompressor untuk udara dan heater untuk memanaskan udara
dan uap benzene.

Selanjutnya dimasukkan komponen yang terlibat. Komponen yang diinput


tidak hanya komponen yang ada pada tahap persiapan bahan baku, tetapi
juga pada tahap selanjutnya.

Kemudian klik next untuk selanjutnya memilih property method yaitu


PENG-ROB.

Input stream bahan baku benzene di mana kondisi nya 30 oC dan tekanan 1
atm dengan flow rate sebesar 3 kmol/jam.

Pada pompa 1 untuk benzene, benzene di tekan hingga tekanannya 1,5


bar.

Untuk heater benzene pada pilihan flash type dipilih vapor fraction karena
pada heater ini digunakan sebagai vaporizer untuk menguapkan 0,8 fraksi
mol benzene.

Kemudian pada KO-drum uap dan cairan benzene tersebut dipisahkan

Udara masuk pada kondisi 30oC dan tekanan 1 atm dengan flow rate 200
kmol/jam. Udara terdiri dari 21% Oksigen dan 79% Nitrogen.

Selanjutnya udara ini ditekan dengan kompresor hingga tekanannya 1,5


bar, dipilih keadaan kompresor isentropic.

Uap benzene hasil pemisahan pada KO-drum dan udara keluar kompresor
kemudian dipanaskan secara bersamaan pada pemanas hingga suhunya
155oC. Hasil keluaran pemanas inilah yang nantinya akan masuk ke
reaktor.

Tahap selanjutnya adalah menginput reaktor. Hasil keluaran heater udara


dan benzene diberi duplikator dikarenakan ingin dibandingkan antara
reaktor adiabatis dan reaktor isentropis.

Selanjutnya kita input reaksi. Reaksi yang terjadi ada 3 yaitu:

Input reaksi yang dimaksud adalah dengan memasukkan komponen yang


terlibat dalam reaksi, koefisien reaksi, dan juga eksponen atau orde pada
persamaan kecepatan reaksi.

Selanjutnya dimasukkan koefisien koefisien yang ada pada persamaan


kecepatan reaksi

Kemudian di klik pada bagian reaktor adiabatis untuk memasukkan kondisi


pada reaktor adiabatis, yaitu jumlah tube, panjang reaktor, diameter,
reaksi yang terlibat, persamaan pressure drop, jumlah katalis, dan sifat
fisis katalis.

Begitu pula untuk reaktor isothermal, bedanya hanya pada reaktor


isothermal kita menggunakan reactor with specified temperature pada
pilihan product type.

Setelah menyelesaikan reaktor, masuk ke tahap pemurnian produk, di


mana alat yang terlibat adalah cooler untuk mendinginkan hasil produk
menjadi 30oC dan expansion valve untuk menurunkan tekanan produk
menjadi 1 bar, KO drum untuk memisahkan fase uap dan cairnya, serta
separator untuk mengambil produk maleat anhidrat. Dipilih yang masuk ke
separtor adalah produk atas dari KO-drum dikarenakan dari hasil diperoleh
bahwa hasil atas KO-drum lebih kaya maleat anhidrat.

Pada separator, diinginkan 99% maleat anhidrat terambil sebagai hasil


bawah sehingga pada 1st spec hasil bawah separator split fraction malet
anhidrat 0,99. Dan ada batas benzene dan air 0,1 % yang dimasukkan
pada 2nd spec nya. Kemudian hasil di run. Sehingga dari hasil tersebut,
PFD akhir yang diperoleh adalah:

2. LFL atau lower flammibility limit dan UFL atau upper flammibility limit
adalah batas bawah dan batas (dalam fraksi volume komponen terhadap
udara) atas di mana campuran suatu komponen dapat menimbulkan
ledakan jika ada sumber api. Di bawah LFL suatu campuran komponen
dikatakan terlalu miskin untuk terjadinya ledakan, sedangkan di atas UFL
campuran dikatakan terlalu kaya untuk terjadi ledakan. Sehingga ledakan
dapat terjadi pada rentang LFL-UFL. Jika dilihat dari umpan masuk reaktor
(S1), benzene masuk sebesar 2,4 kmol/jam sedangkan udara 200
kmol/jam.

Dikarenakan mol sebanding dengan volume makan fraksi volume nya


dapat dihitung:
2,4/200 = 1,2 %. Jika dilihat pada MSDS benzene dimana LFL dan UFL nya
1,2 7,8%, maka dapat disimpulkan campuran benzene dan udara masuk
reaktor pada kondisi aman karena tidak berada pada rentang tersebut.
3. Konversi dan Yield maleat anhidrat pada reaktor adiabatis dan
isotermal.
Klik reaktor adiabatis pada PFD dan pilih stream. Lihat stream S1, S3, dan
S4.

Di mana S1 adalah arus masuk reaktor, S3 adalah arus keluar reaktor


adiabatis, dan S4 adalah arus keluar reaktor isotermal.

a. Adiabatis

Konversi=
Yield=

Benzene masukBenzene keluar 2,42,33


=
=0,00292=0,292
Benzene masuk
2,4

mol maleat produk 0,044


=
=0,0183=1,83
mol benzenemasuk
2,4

b. Isotermal

Benzene masukBenzene keluar 2,42,34


=
=0,0025=0,25
Benzene masuk
2,4
mol maleat produk 0,044
Yield=
=
=0,015=1,5
mol benzene masuk
2,4
Konversi=

Dari hasil tersebut terlihat bahwa konversi dan yield untuk reaktor
adiabatis lebih besar dibandingkan pada reaktor isotermal. Hal ini dapat
terjadi karena pada reaktor adiabatis terjadi kenaikan suhu dikarenakan
reaksi yang terjadi adalah reaksi oksidasi. Kenaikkan suhu ini dapat
meningkatkan kecepatan reaksi karena kecepatan reaksi sebanding
dengan suhu reaksi. Sedangkan pada reaktor isotermal suhunya dijaga
tetap.
4. A. Beban pemanas umpan benzene dapat dilihat pada blok heater
persiapan benzene dan pemanas sebelum reaktor dapat dilihat pada blok
heater pemanas benzene serta udara.

Beban pemanas benzene = 0,0230881 Gcal/jam

Beban pemanas sebelum reaktor = 0,109982 Gcal/jam


B. Spesifikasi pompa dapat dilihat dengan double klik pada blok pompa
kemudian lihat
summary.

Power

= 0,0165747 hp

Volumetric Flow Rate

= 0,270268 m3/jam

Head development = 5,72442 meter


Efisiensi pompa
NPSH

= 29,5658 %
= 9,96272 meter

5. A. Yield vs. Panjang Reaktor


Klik sensitivity kemudian klik new

Pada tab define buat variable in dan out dengan in adalah mole flow
benzene masuk reaktor dan out adalah mole flow maleat keluar reaktor.
Kemudian pada tab fortran yield didefinisikan sebagai out dibagi in.
Kemudian di run.

Grafik yield asam maleat versus panjang reaktor

SUHU GAS VS PANJANG REAKTOR


Klik gambar reaktor adiabatis. Kemudian pilih profiles. Plotkan suhu dan
panjang reaktor menjadi grafik dengan costum graphic.

KOMPOSISI PRODUK VS PANJANG REAKTOR


Komposisi produk dapat diperoleh pada profiles reaktor bagian molar.

B. Diinginkan produk maleat 4 kg/jam


Klik new pada sensitifity. Pada bagian define masukkan variable baru dan
pilih stream keluar reaktor adiabatis dan pada bagian vary pilih variable
temperature masuk reaktor adiabatis dengan range suhu 140-155.
Kemudian klik run

Dari hasil pada sensitivity diperoleh bahwa produk maleat anhidrat


sebanyak 4 kg/jam dapat diperoleh jika suhu masuk reaktor 154,545oC

C. Diinginkan yield maleat anhidrat sebesar 60%


Dengan membuat simulasi reaktor adiabatis dan panjang diasumsikan 100
meter, dilihat apakah yield dapat mencapai 66%. Ternyata yield tidak bisa
mencapai 66%. Begitu pula saat reaktor dibuat sepanjang 1000 meter. Saat
digunakan sensitivity dengan mencari vary panjang reaktor dan define nya
adalah yield, ternyata untuk reaksi ini yield tidak dapat mencapai angka 66%.