Anda di halaman 1dari 4

Handout Akuntansi Biaya

Semester Gasal 2012/2013

HARGA POKOK PROSES LANJUTAN


(ADVANCE PROCESS COSTING)

Harga pokok persediaan produk dalam proses ( HP-PDP) yang dihitung harga pokoknya pada
akhir periode akan menjadi harga pokok persediaan produk dalam proses pada awal periode dalam
departemen produksi yang bersangkutan.
Karakteristik persediaan produk dalam proses awal
Dalam suatu departemen produksi, produk yang belum selesai diproses pada akhir periode akan
menjadi persediaan produk dalam proses pada awal periode berikutnya.
Produk dalam proses awal periode ini membawa harga pokok produksi per satuan yang berasal
dari periode sebelumnya, yang kemungkinan akan berbeda dengan harga pokok produksi per
satuan yang dikeluarkan oleh departemen produksi yang bersangkutan dalam periode sekarang.
Dengan kata lain, dalam sebuah departemen :
PDP pada akhir periode akan menjadi persediaan PDP pada awal periode berikutnya
PDP awal periode ini membawa HP Produksi per satuan yang berasal dari periode
sebelumnya
Kemungkinannya HP Produksi per satuan yang dibawa PDP tersebut berbeda dengan HP
Produksi per satuan dalam periode sekarang
HP Produksi per satuan yang mana yang akan digunakan untuk menentukan HP Produk yang
ditransfer ke dept berikutnya/gudang????
Metode penentuan harga pokok produksi yang digunakan untuk memperhitungkan harga pokok
persediaan produk dalam proses awal adalah metode harga pokok rata-rata tertimbang dan
metode masuk pertama keluar pertama

METODE HARGA POKOK RATA-RATA TERTIMBANG (Weighted average cost method)


HP Persediaan PDP awal ditambah biaya produksi sekarang, hasilnya dibagi dengan unit
ekuivalen
Metode HP rata-rata tertimbang - departemen pertama
o Biaya yang diperhitungkan : biaya yang melekat pada PDP awal dan biaya produksi yang
dikeluarkan periode sekarang
Metode HP rata-rata tertimbang departemen setelah departemen pertama
o Untuk menghitung HP per satuan kumulatif : hitung rata-rata HP per satuan dari dept
sebelumnya dan HP rata-rata yang ditambahkan pada dept bersangkutan

Harga Pokok Proses Lanjutan

Handout Akuntansi Biaya

Semester Gasal 2012/2013

Contoh Kasus :
Untung Corp. memiliki 2 departemen produksi untuk menghasilkan produknya, yaitu departemen 1
dan departemen 2.
Berikut ini merupakan data-data produksi yang terjadi selama bulan Agustus 2012:
Departemen 1
Departemen 2
Produk Dalam Proses Awal
- BB 60%; BK 40%
4.500
- TKL 30%; BOP 50%
6.500
Produk Masuk Proses
55.000
Unit yang ditransfer ke Dept.2
48.500
Unit yang diterima dari Dept.1
48.500
Produk yang ditransfer ke gudang
47.000
Produk Dalam Proses Akhir
- BB 100%; BK 70%
11.000
- TKL 40%; BOP 80%
8.000
HP-PDP Awal
- HP dari Dept.1
Rp. 12.988.000
- Biaya Bahan Baku
Rp. 3.000.000
- Biaya Tenaga Kerja
Rp. 2.000.000
Rp. 1.505.600
- Biaya Overhead Pabrik
Rp. 4.000.000
Rp. 4.952.800
Biaya-biaya Produksi
- Biaya Bahan Baku
Rp. 27.047.500
- BTKL
Rp. 35.991.200
Rp. 25.000.000
- BOP
Rp. 50.008.200
Rp. 32.000.000
Diminta :
Buatlah Laporan Harga Pokok Produksi (Production Cost Report) untuk masing-masing Departemen
produksi dengan menggunakan Metode Rata-rata!

PENYELESAIAN
1. LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. 1
A. Jumlah Unit Produksi
Laporan Produksi (Production report)
Produk Dalam Proses Awal (BB 60% ; BK 40%)
Jumlah masuk proses (unit started)

Unit yang ditransfer ke Dept.2


Produk dalam proses (PDP) akhir (BBB 100%, BK 70%)

Harga Pokok Proses Lanjutan

4.500
55.000 +
59.500
48.500
11.000 +
59.500

Handout Akuntansi Biaya

Semester Gasal 2012/2013

B. Biaya yang dibebankan di Dept. 1


Elemen
Biaya
BBB
BTK
BOP
Jumlah

HPP PDP
Awal
(Rp.)
3.000.000
2.000.000
4.000.000
9.000.000

Biaya Bln
Agt
(Rp.)
27.047.500
35.991.200
50.008.200
113.046.900

Jumlah
(Rp.)

Unit Ekuivalen

30.047.500
37.991.200
54.008.200
122.046.900

48.500+(11.000*100%) = 59.500
48.500+(11.000*70%) = 56.200
48.500+(11.000*70%) = 56.200

HPP/unit
(Rp.)
505
676
961
2.142

C. Biaya Produksi Departemen 1


Perhitungan HP produk selesai ditransfer ke dept 2
HP produk selesai
= 48.500 x Rp. 2.142

Perhitungan HP produk dalam proses (PDP) Akhir dept 1


BBB
= 11.000 * 100% * Rp. 505
= 5.555.000
BTK
= 11.000 * 70% * Rp. 676
= 5.205.200
BOP
= 11.000 * 70% * Rp. 961
= 7.399.700

Rp. 103.887.000

18.159.900 +
122.046.900

Total Harga Pokok Produksi di Dept.1

2. LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. 2


A. Jumlah Unit Produksi
Laporan Produksi (Production report)
Produk Dalam Proses Awal (TKL 30% ; BOP 50%)
Produk yang diterima dari Dept.1

Unit yang ditransfer ke Gudang


Produk dalam proses (PDP) akhir (TKL 40%, BOP 80%)

6.500
48.500 +
55.000
47.000
8.000 +
55.000

B. Biaya yang dibebankan di Dept. 2


Elemen
Biaya
HP Dept.1
BTK
BOP
Jumlah

HPP PDP
Awal
(Rp.)
12.988.000
1.505.600
4.952.800
6.458.400
19.446.400

Harga Pokok Proses Lanjutan

Biaya Bln
Agt
(Rp.)
103.887.000
25.000.000
32.000.000
57.000.000
160.887.000

Jumlah
(Rp.)

Unit Ekuivalen

116.875.000
26.505.600
36.952.800
63.458.400
180.333.400

48.500+6.500 = 55.000
47.000+(8.000*40%) = 50.200
47.000+(8.000*80%) = 53.400

HPP/unit
(Rp.)
2.125
528
692
3.345

Handout Akuntansi Biaya

Semester Gasal 2012/2013

C. Biaya Produksi Departemen 2


Perhitungan HP produk selesai ditransfer ke gudang
HP produk selesai
= 47.000 x Rp. 3.345

Rp. 157.215.000

Perhitungan HP produk dalam proses (PDP) Akhir dept 2


dari Dept.1
= 8.000 * 100% * Rp. 2.125
=
17.000.000
BTK
= 8.000 * 40% * Rp. 528
=
1.689.600
BOP
= 8.000 * 80% * Rp. 692
=
4.428.800 +
Total Harga Pokok Produksi di Dept.2

Harga Pokok Proses Lanjutan

23.118.400 +
180.333.400