Anda di halaman 1dari 12

Pengolahan Air Limbah

Air limbah adalah air yang telah mengalami penurunan kualitas karena

pengaruh manusia. Air limbah perkotaan biasanya dialirkan di saluran air

kombinasi atau saluran sanitasi, dan diolah di fasilitas pengolahan air limbah atau

septic tank. Air limbah yang telah diolah dilepaskan ke badan air penerima

melalui saluran pengeluaran. Air limbah, terutama limbah perkotaan, dapat

tercampur dengan berbagai kotoran seperti feses maupun urin.

Sistem pembuangan air adalah infrastruktur fisik yang mencakup pipa,

pompa, penyaring, kanal, dan sebagainya yang digunakan untuk mengalirkan air

limbah dari tempatnya dihasilkan ke titik di mana ia akan diolah atau dibuang.

Sistem pembuangan air ditemukan di berbagai tipe pengolahan air limbah, kecuali

septic tank yang mengolah air limbah di tempat.

Setiap bahan yang mampu dioksidasi yang ada di saluran air atau air limbah

industri akan dioksidasi secara biokimia oleh bakteria, atau secara kimiawi.

Akibatnya adalah kadar oksigen di dalam air akan berkurang. Secara umum,

reaksi biokimia oksidasi adalah sebagai berikut:

¿ Bahan yangmampu dioksidasi+bakteri+nutrisi+O 2 →CO 2 +H 2 O+O

¿

3

Konsumsi oksigen oleh bahan kimia yang tereduksi seperti sulfida dan nitrit,

adalah sebagai berikut :

¿ ¿+2O 2 →SO 4

¿

S ¿

Atau

¿

1

¿

¿+ 2 O 2 →NO

3

NO

¿

2

Karena semua saluran air secara alami mengandung bakteri dan nutrisi,

hampir semua komponen sampah yang masuk akan mengalami reaksi biokimia

seperti di atas. Reaksi biokimia tersebut adalah yang diteliti di laboratorium

Tugas Umum

sebagai kebutuhan oksigen biologis (BOD). Berbagai bahan kimia juga mampu

bereaksi akibat bahan oksidator kuat dan reaksi kimia ini diukur di dalam

laboratorium sebagai kebutuhan oksigen kimiawi (COD). Baik uji BOD maupun

COD adalah ukuran efek pengurangan kadar oksigen akibat kontaminasi sampah.

Keduanya diadopsi sebagai ukuran efek polusi terhadap lingkungan, karena kadar

oksigen yang berkurang meyebabkan makhluk hidup yang biasa hidup di air,

menjadi semakin sulit ditemukan.

Indikator lainnya yang juga digunakan yang merupakan indikator yang

terihat sebagai hasil reaksi maupun kondisi awal air limbah seperti temperatur,

pH, kadar garam, kadar logam berat, kadar bahan padat terlarut, tingkat kejernihan

air, bau, dan sebagainya.

Pengolahan limbah, atau pengolahan air limbah domestik, adalah proses

penghilangan kontaminan dari air limbah dan limbah rumah tangga, baik limpasan

(efluen) maupun domestik. Hal ini meliputi proses fisika, kimia, dan biologi untuk

menghilangkan kontaminan fisik, kimia dan biologis. Tujuannya adalah untuk

menghasilkan aliran limbah (atau efluen yang telah diolah) dan limbah padat atau

lumpur yang cocok untuk pembuangan atau penggunaan kembali terhadap

lingkungan. Bahan ini sering secara tidak sengaja terkontaminasi dengan banyak

racun senyawa organik dan anorganik.

Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah

tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan

apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah. Sebagai contoh,

mari kita lihat Kota Jakarta. Jakarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat

sehingga letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan

dengan sumber air tanah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa

285 sampel dari 636 titik sampel sumber air tanah telah tercemar oleh bakteri coli.

Secara kimiawi, 75% dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum

yang parameternya dinilai dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan.

sebagai <a href=kebutuhan oksigen biologis (BOD). Berbagai bahan kimia juga mampu bereaksi akibat bahan oksidator kuat dan reaksi kimia ini diukur di dalam laboratorium sebagai kebutuhan oksigen kimiawi (COD). Baik uji BOD maupun COD adalah ukuran efek pengurangan kadar oksigen akibat kontaminasi sampah. Keduanya diadopsi sebagai ukuran efek polusi terhadap lingkungan, karena kadar oksigen yang berkurang meyebabkan makhluk hidup yang biasa hidup di air, menjadi semakin sulit ditemukan. Indikator lainnya yang juga digunakan yang merupakan indikator yang terihat sebagai hasil reaksi maupun kondisi awal air limbah seperti temperatur, pH, kadar garam, kadar logam berat, kadar bahan padat terlarut, tingkat kejernihan air, bau, dan sebagainya. Pengolahan limbah, atau pengolahan air limbah domestik, adalah proses penghilangan kontaminan dari air limbah dan limbah rumah tangga, baik limpasan (efluen) maupun domestik. Hal ini meliputi proses fisika, kimia, dan biologi untuk menghilangkan kontaminan fisik, kimia dan biologis. Tujuannya adalah untuk menghasilkan aliran limbah (atau efluen yang telah diolah) dan limbah padat atau lumpur yang cocok untuk pembuangan atau penggunaan kembali terhadap lingkungan. Bahan ini sering secara tidak sengaja terkontaminasi dengan banyak racun senyawa organik dan anorganik. Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah. Sebagai contoh, mari kita lihat Kota Jakarta. Jakarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat sehingga letak septic tank , cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa 285 sampel dari 636 titik sampel sumber air tanah telah tercemar oleh bakteri coli. Secara kimiawi, 75% dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan. Tugas Umum " id="pdf-obj-1-75" src="pdf-obj-1-75.jpg">

Tugas Umum

Gambar 1. Trickling filter yang menggunakan plastic media

Dalam kegiatan industri, air limbah akan mengandung zat-zat atau

kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif,

produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan, blowdown

beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary

wastes. Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip

pengendalin limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-

pipe pollution prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe pollution

prevention).

Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk meminimalkan volume

limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya.

Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan

kadar bahan peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu

yang sudah ditetapkan.

Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang

dibayangkan karena pengolahan air limbah memerlukan biaya investasi yang

besar dan biaya operasi yang tidak sedikit. Untuk itu, pengolahan air limbah harus

dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang teliti, pelaksanaan

pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit

pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang cermat.

Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter

kualitas yang digunakan. Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan

menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik.

Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam

limbah. Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen

demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G),

dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah

dapat dilihat dari parameter total suspended solids (TSS), pH, temperatur, warna,

bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah

dapat berupa senyawa organik atau inorganik.

Tugas Umum

Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan

pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba

patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme

yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5

(lima) tahapan, yaitu :

1)

Pengolahan awal (pretreatment)

Tahap ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan

tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang

berlangsung pada tahap ini adalah screen and grit removal, equalization and

storage dan oil separation.

2)

Pengolahan tahap pertama (primary treatment)

Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama inimasih memiliki tujuan yang sama

dengan pengolahan awal. Perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung.

Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama adalah neutralization,

chemical addtion and cougulant, flotation, sedimentation dan filtration.

3)

Pengolahan tahap kedua (secondary treatment)

Pengolahan tahap kedua ini dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut

dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan

pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini adalah activated

sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin,

rotating biological contactor dan anaerobic contactor and filter.

4)

Pengolahan tahap ketiga (tertiary traetment)

Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga adalah

coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange,

membrane separation dan thickening gravity or flotation.

5)

Pengolahan lumpur (sludge trearment)

Lumpur yang terbentuk dari proses sebelumnya diolah kembali melalui proses

digestion or wet combustion, pressure filtration, vacum filtration, centrifugation,

logooning or drying bed, incineration atau landfill.

Pemilihan

proses

yang

tepat

didahului

dengan

mengelompokkan

karakteristik kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator

parameter yang sudah ditampilkan di tabel dibawah ini. Setelah kontaminan

dikarakterisasikan, diadakan pertimbangan secara detail mengenai aspek ekonomi,

aspek teknis, keamanan, kehandalan, dan kemudahan peoperasian. Pada akhirnya,

Tugas Umum

teknologi yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan

karakteristik limbah yang akan diolah.

Parameter

Konsentrasi (mg/L)

COD

100 – 300

BOD

50 – 150

Minyak nabati

5 – 10

Minyak mineral

10 – 50

Zat padat tersuspensi (TSS)

200 – 400

pH

6.0 – 9.0

Temperatur

38 – 40 [ o C]

Ammonia bebas (NH3)

1.0 – 5.0

Nitrat (NO3-N)

20 – 30

Senyawa aktif biru metilen

5.0 – 10

Sulfida (H2S)

0.05 – 0.1

Fenol

0.5 – 1.0

Sianida (CN)

0.05 – 0.5

Batasan Air Limbah untuk Industri Kepmen LH No. KEP-51/MENLH/10/1995

Setelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu juga dilakukan studi

kelayakan atau bahkan percobaan skala laboratorium yang bertujuan untuk:

1) Memastikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses-proses yang

sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.

2) Mengembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk

menentukan efisiensi pengolahan yang diharapkan.

3) Menyediakan informasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk

penerapan skala sebenarnya.

teknologi yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah. Parameter

Gambar 2. Sedimentation tank

Bottomline, perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. Solusi

terbaik dari pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu

sendiri. Produksi bersih (cleaner production) yang bertujuan untuk mencegah,

mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya

di seluruh bagian-bagian proses dapat dicapai dengan penerapan kebijaksanaan

Tugas Umum

pencegahan, penguasaan teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap

dan perilaku manajemen.

Pengolahan air limbah dibedakan menjadi tiga jenis antara lain pengolahan secara

fisik, kimiawi dan biologi. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga proses

pengolahan diatas.

1)

Pengolahan secara fisik

Pengolahan secara fisik tidak dapat di terapkan untuk berbagai pengolahan

limbah. Dalam pengolahan limbah secara fisik, polutan akan di pisahkan dengan

cara di endapkan. Hasil yang dicapai sangant terbatas dan memerlukan waktu

yang cukup lama.

2)

Pengolahan secara kimiawi

Pengolahan limbah secara kimiawi dilakukan dengan menambahkan bahan-

bahan kimia kedalam air limbah. Dalam hal ini yang sangat penting adalah

menentukan jenis bahan-bahan kimia yang diperlukan. Dalam pengolahan limbah

secara kimiawi, waktu dan area yang di perlukan jauh lebih kecil dibandingkan

pengolahan limbah secara fisik dan biologi. Air limbah yang mengandung zat-zat

kimia termasuk logam berat, sangat tepat bila pengolahan limbah dilakukan secara

kimiawi.

3)

Pengolahan secara biologi

Pengolahan limbah secara biologi terutama memanfaatkan kerja

mikroorganisme. Dalam pengolahan limbah secara biologi, polutan yang

degradabel yang segera dapat dihilangkan. Polutan yang degradabel merupakan

makanan bagi bakteri, sehingga dalam waktu singkat bakteri akan

berkembangbiak dan menghabiskan makanan yang ada didalam air limbah. Proses

penghancuran polutan secara biologi dapat dipercepat dengan memacu

pertumbuhan bakteri.

Bakteri akan tumbuh dan berkembang dengan pesat, apabila kondisi yang

sesuai bagi kehidupan bakteri terpenuhi. Kondisi yang sesuai antara lain adalah

pH air limbah sekitar 7, dan suhu air limbah sekitar 35 0 C.

Tugas Umum

Pengolahan limbah secara biologi sangat baik, tetapi memerlukan waktu yang

lama dan area yang luas.

Sumber Air Limbah

Potensi industri telah memberikan sumbangan bagi perekonomian Indonesia

melalui barang produk dan jasa yang dihasilkan, namun di sisi lain pertumbuhan

industri telah menimbulkan masalah lingkungan yang cukup serius. Buangan air

limbah industri mengakibatkan timbulnya pencemaran air sungai yang dapat

merugikan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, seperti

berkurangnya hasil produksi pertanian, menurunnya hasil tambak, maupun

berkurangnya pemanfaatan air sungai oleh penduduk. Seiring dengan makin

tingginya kepedulian akan kelestarian sungai dan kepentingan menjaga

keberlanjutan lingkungan dan dunia usaha maka muncul upaya industri untuk

melakukan pengelolaan air limbah industrinya melalui perencanaan proses

produksi yang effisien sehingga mampu meminimalkan limbah buangan industri

dan upaya pengendalian pencemaran air limbah industrinya melalui penerapan

installasi pengolahan air limbah.

Bagi Industri yang terbiasa dengan memaksimalkan profit dan mengabaikan

usaha pengelolaan limbah agaknya bertentangan dengan akal sehat mereka,

karena mereka beranggapan bahwa menerapkan instalasi pengolahan air limbah

berarti harus mengeluarkan biaya pembangunan dan biaya operasional yang

mahal. Di pihak lain timbul ketidakpercayaan masyarakat bahwa industri akan dan

mampu melakukan pengelolaan limbah dengan sukarela mengingat banyaknya

perusahaan industry yang dibangun di sepanjang aliran sungai, dan membuang air

limbahnya tanpa pengolahan. Sikap perusahaan yang hanya berorientasi “Profit

motive” dan lemahnya penegakan peraturan terhadap pelanggaran pencemaran ini

berakibat timbulnya beberapa kasus pencemaran oleh industry dan tuntutan-

tuntutan masyarakat sekitar industry hingga perusahaan harus mengganti kerugian

kepada masyarakat yang terkena dampak. Latar belakang yang menyebabkan

terjadinya permasalahan pencemaran tersebut dapat diidentifikasikan sebagai

berikut :

Tugas Umum

1)

Upaya pengelolaan lingkungan yang ditujukan untuk mencegah dan atau

memperkecil dampak negatif yang dapat timbul dari kegiatan produksi dan jasa

di berbagai sektor industri belum berjalan secara terencana.

2)

Biaya

pengolahan

dan

pembuangan

limbah

semakin

mahal dan dana

pembangunan, pemeliharaan fasilitas bangunan air limbah yang terbatas,

menyebabkan perusahaan enggan menginvestasikan dananya untuk

pencegahan kerusakan lingkungan, dan anggapan bahwa biaya untuk membuat

unit IPAL merupakan beban biaya yang besar yang dapat mengurangi

keuntungan perusahaan.

 

3)

Tingkat pencemaran baik kualitas maupun kuantitas semakin meningkat, akibat

perkembangan penduduk dan ekonomi, termasuk industri di sepanjang sungai

yang tidak melakukan pengelolaan air limbah industrinya secara optimal.

4)

Perilaku sosial masyarakat dalam hubungan dengan industri memandang bahwa

sumber pencemaran di sungai adalah berasal dari buangan industri, akibatnya

isu lingkungan sering dijadikan sumber konflik untuk melakukan tuntutan

kepada industri berupa perbaikan lingkungan, pengendalian pencemaran,

pengadaan sarana dan prasarana yang rusak akibat kegiatan industri.

5)

Adanya Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian

pencemaran air nomor: 82 Tahun 2001, meliputi standar lingkungan, ambang

batas pencemaran yang diperbolehkan, izin pembuangan limbah cair,

penetapan sanksi administrasi maupun pidana belum dapat menggugah industri

untuk melakukan pengelolaan air limbah.

Sifat Air Limbah

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik

industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di

sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black

water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak

dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau

secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa

anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat

Tugas Umum

berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia,

sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan

yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Limbah cair memiliki 2 karakteristik yaitu karakteristik fisik dan kimia.

Adapaun karakter fisiknya antara lain :

1)

Padatan

Pada limbah cair terdapat padatan organic dan nonorganik yang mengendap

dan tersuspensi sehingga bisa mengendap dan menyebabkan pendangkalan.

2)

Kekeruhan

kekeruhan menunjukkan sifat optis di dalam air karena terganggunya cahaya

matahari saat masuk ke dalam air akibat adanya koloid dan suspensi

3)

Bau

Bau dikarenakan karena adanya mikroorganisme yang menguraikan bahan

organik.

4)

Suhu

Limbah cair memiliki suhu yang berbeda dibandingkan dengan air biasa,

biasanya suhunya lebih tinggi karena adanya proses pembusukan

Sedangkan karakter kimia dari limbah cair yaitu :

1)

Keasaman

Keasaman limbah cair dipengaruhi oleh adanya bahan buangan yang bersifat

asam atau basa. Agar limbah tidak berbahaya, maka limbah diupayakan untuk

memiliki pH netral.

2)

Logam berat beracun

Cadmium dari industri tekstil, merkuri dari pabrik cat, raksa dari industri

perhiasan dan jenis logam berat yang lainnya.

3)

Nitrogen

Umumnya terdapat sebagai bahan organic dan diubah menjadi ammonia oleh

bakteri sehingga menghasilkan bau busuk dan bisa menyebabkan permukaan

air menjadi pekat sehingga tidak bisa ditembus cahaya matahari.

4)

Fenol

Salah satu bahan organik yang berasal dari industri tekstil, kertas, minyak dan

batubara sehingga menyebabkan keracunan.

5)

BOD (Biochemical Oxygen Demand)

Tugas Umum

Kebutuhan oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan senyawa organic yang

ada di dalam air.

6)

COD (Chemical Oxygen Demand)

Kebutuhan oksigen yang diperlukan mikroba untuk menghancurkan bahan

organik.

Pengolahan Air Limbah Secara Sederhana

Pengolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup

terhadap pencemaran air limbah tersebut. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan

mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul

karena pencemaran air limbah tersebut. Namun demikian kemampuan alam

tersebut sangat terbatas sehingga air limbah perlu diolah sebelum dibuang.

Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain:

  • a) Pengenceran (Dilution) Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah

kemudian baru dibuang ke badan-badan air. Makin bertambahnya penduduk

berarti kegiatan manusia makin meningkat sehingga jumlah air limbah yang harus

dibuang terlalu banyak, air yang diperlukan untuk pengenceran juga akan

bertambah banyak oleh sebab itu cara ini tidak dapat dipertahankan lagi.

Disamping itu cara ini menimbulkan kerugian lain diantaranya bahaya

kontaminasi terhadap badan-badan air, pengendapan yang akhirnya menimbulkan

pendangkalan terhadap badan-badan air (selokan, sungai, danau, dan sebagainya),

dan dapat menimbulkan banjir.

  • b) Kolam Oksidasi (Oxidation Ponds)

Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari,

ganggang (algae), bakteri, dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. Air

limbah dialirkan ke dalam kolam besar berbentuk segi empat dengan kedalaman

antara 1-2 meter. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun.

Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman dan berada di daerah yang

terbuka sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.

Cara kerjanya, antara lain sebagai berikut: empat unsur yang berperan dalam

proses pembersihan alamiah ini adalah sinar matahari, ganggang, bakteri, dan

Tugas Umum

oksigen. Ganggang dengan butir khlorophylnya dalam air limbah melakukan

proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari sehingga tumbuh dengan subur.

Pada proses fotosintesis terbentuk O%u2082 (oksigen). Oksigen ini digunakan

oleh bakteri aerobik untuk melakukan dekomposisi zat-zat organik yang terdapat

dalam air buangan.

Pada pengolahan ini juga akan terjadi pengendapan. Sebagai hasilnya nilai BOD

dari air limbah tersebut akan berkurang, sehingga relatif aman apabila dibuang ke

dalam badan-badan air.

c)

Irigasi

Air limbah dialirkan ke dalam parit-parit terbuka yang digali sehingga air akan

merembes masuk ke dalam tanah melalui dasar dan dinding parit-parit tersebut.

Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang

pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan.

Cara ini dapat digunakan terutama untuk air limbah rumah tangga, perusahaan

susu sapi, rumah potong hewan, dan sebagainya dimana kandungan zat-zat

organik dan protein yang diperlukan oleh tanaman cukup tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim01. 2013. Limbah. [Internet].

(http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah, diakses pada tanggal 15 Oktober 2013)

Anonim02. 2013. Pengolahan Air Limbah. [Internet].

Tugas Umum

Oktober 2013)

Anonim03. 2011. Pengolahan Limbah. [Internet].

(66fadli.wordpress.com/2011/11/25/pengolahan-air-limbah/, diakses pada

tanggal 15 Oktober 2013)

Santoso,Budi. 1999. Ilmu Lingkungan Industri. Universitas Gunadarma, Jakarta.

Hidayat, Wahyu. 2008. Teknologi Pengolahan Air Limbah. [Internet].

diakses pada tanggal 15 Oktober 2013)

Wibowo, Suprianto. 2012. Cara Pengolahan Air Limbah Secara Sederhana.

Limbah-Secara-Sederhana, diakses pada tanggal 15 Oktober 2013)

Tugas Umum