Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................1

PENGERTIAN LIMBAH...................................................................2

MACAM MACAM LIMBAH.........................................................2

MANFAAT LIMBAH........................................................................5

KESIMPULAN...................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................8

Pengertian Limbah
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu
kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industry,
pertambangan, dll. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak
dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah.
Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank,
cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah,
akan menyebabkan kualitas air menurun. Dari 636 sampel, 285 titik sampel
sumber air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber
tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari
unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan

Macam Macam Limbah


Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam,
yaitu :
1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
1) Limbah cair
Limbah cair bersumber dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan air
dalam sistem prosesnya. Di samping itu ada pula bahan baku mengandung air
sehingga dalam proses pengolahannya air harus dibuang. Air terikut dalam
proses pengolahan kemudian dibuang misalnya ketika dipergunakan untuk
pencuci suatu bahan sebelum diproses lanjut. Air ditambah bahan kimia tertentu
kemudian diproses dan setelah itu dibuang. Semua jenis perlakuan ini
mengakibatkan buangan air.
2

Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu penyumbang


limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-industri besar,
seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang
dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri
kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat penting dan besarnya dampak
yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan, penting bagi sektor industri
kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair.
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian
lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun
industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat
setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan
kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan.
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya
telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air
buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3
metode pengolahan:
1.

pengolahan secara fisika

2.

pengolahan secara kimia

3.

pengolahan secara biologi

Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat
diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.
Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair
(PP 82 thn 2001). Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada :
a.Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat
limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik
b. Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA
c. Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru
Indofenol
d. Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik
g. Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
3

2 Limbah padat
Limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Limbah domestik
pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan
perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat
umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik,
metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll
Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang
berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi
dua bagian, yaitu limbah padat yaitu dapat didaur ulang, seperti plastik, tekstil,
potongan logam dan kedua limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis.
Bagi limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani dengan
berbagai cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali kemudian
dibuang dan dibakar.
3 Limbah gas dan partikel
Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah)
yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida,
nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.
Udara adalah media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas atau asap yang
diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara.
Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2
dan Jain-lain. Penambahan gas ke dalam udara melampaui kandungan alami
akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara.
Zat pencemar melalui udara diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu partikel
dan gas. Partikel adalah butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata
telanjang seperti uap air, debu, asap, kabut dan fume-Sedangkan pencemaran
berbentuk gas tanya aapat dirasakan melalui penciuman (untuk gas tertentu)
ataupun akibat langsung. Gas-gas ini antara lain SO2, NOx, CO, CO2,
hidrokarbon dan lain-lain.
4 Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun

Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan


berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun
tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau
membahayakan kesehatanmanusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah
bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena
rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang
memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk
limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah
meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi,
bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui
termasuk limbah B3.

Manfaat Limbah
Mendengar kata limbah tentu bayangan kita langsung melayang ke tumpukan
sampah yang berbau busuk dan membuat kita harus menutup hidung saat berada
di dekatnya. Namun sadarkah kita bahwa bagi sebagian orang yang bisa melihat
sesuatu dari sudut peluang bisnis, maka tumpukan limbah yang kotor dan bau
tersebut bisa disulap menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Contoh
pemanfaatan limbah untuk kehidupan sehari - hari dibawah ini bisa menjadi
panduan bagi kita dalam menangani serta mengolah limbah yang ada di sekitar
kita.

CONTOH PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK KEHIDUPAN SEHARI HARI


1. DIBUAT MENJADI KOMPOS
Ini merupakan langkah umum yang sekarang ini banyak digalakkan oleh
pemerintah. Dengan memisahkan limbah organik dan tidak organik kemudian
memproses limbah organik menjadi kompos dan memanfaatkan kompos
tersebut untuk emnyuburkan lahan pekarangan rumah penduduk.

2. DIBUAT MENJADI KERTAS DAUR ULANG


5

Di era serba go green sekarang ini, segala sesuatu yang bersifat recycled akan
emndapat simpati dari masyarakat termasuk kertas daur ulang salah satunya.
Kertas daur ulang bisa dibuat dari limbah kertas
3. DIKUMPULKAN DAN DIJUAL
Biasanya ibu - ibu rumah tangga rajin mengumpulkan barang - barang yang
sudah tidak terpakai dan kemudian menjualnya di pemulung atau pengepul
barang bekas
4. DIJUAL MELALUI GARAGE SALE
Garage sale adalah sebuah proses menjual barang bekas / barang yang sudah
tidak terpakai dengan harga yang sangat miring. Garage sale ini sekarang
sedang menjadi trend di kalangan masyarakat Indonesia saat ini
5. DIBUAT MENJADI ANEKA PERLENGKAPAN RUMAH
Limbah padat yang berupa serbuk kayu atau kayu biasanya bisa dijadikan
sebagai bahan untuk membuat aneka perlengkapan rumah tangga, seperti: meja,
almari, dll
6. DIJADIKAN PAKAN TERNAK
Limbah rumah tangga yang berupa sisa nasi / makanan, sayuran, dll biasanya
dimanfaatkan sebagai makanan ternak / hewan peliharaan. Alasan inilah yang
mendasari mengapa masyarakat lebih memilih memelihara ayam / hewan ternak
lainnya

Kesimpulan
6

Limbah ebagai hasil dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala
industry, pertambangan maupun skala rumah tangga, mampu merusak stabilitas
ekosistem, mencemari lingkungan serta member kehidupan bagi kuman-kuman
penyebab penyakit. Limbah rumah tangga yang notabene dari masyarakat
banyak member kontribusi efek negative dari pembuangan limbah yang dibuang
secara sembarangan. Senyawa-senyawa kimia yang terkandung didalamnya
sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itulah diperlukan pengolahan
atau daur ulang limbah sebagai cara untuk mangurangi resiko pencemaran
lingkungan.
Tujuan utama pengolahan limbah ialah untuk mengurangi kandungan bahan
pencemar didalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba
pathogen dan senyawa organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
yang terdapat dialam. Dengan kemajuan terknologi seperti ini, kiranya tidak
terlalu susah bagi kita untuk mengupayakan pengolahan limbah RT sendiri.

Daftar Pustaka
1. http://sulaimantap.wordpress.com/2011/03/04/jenis-jenis-limbah/
2. http://mangadicted.wordpress.com/makalah-ilmiah-biologi-limbah-danpemanfaatannya/
3. http://carapedia.com/pemanfaatan_limbah_kehidupan_sehari_hari_info36
76.html