Anda di halaman 1dari 177

Satuan Pendidikan

: MAN LAMONGAN

Kelas/Semester

: X/1

Mata Pelajaran

: Biologi

Topik

: HAKIKAT BIOLOGI

Waktu

: 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti SMA kelas X


1. Meghayati dan mengamalkan ajaran yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisa, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
perabadan terkait penyebab penomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah kongkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
3.1. Memerinci prosedur keselamatan kerja dan biosafety sederhana
dilaboratorium biologi secara disiplin dan bertanggunjawab.
3.1.1 Menyebutkan faktor-faktor prosedur keselamatan kerjA.
3.2. Mengidentifikasi ruang lingkup biologi berdasarkan objek dan
permasalahannya pada berbagai tingkat organisasi kehidupan
3.2.1 Menjelaskan pengertian biologi
3.2.2 Menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup sebagai objek biologi
3.2.3 Menentukan objek, permasalahan, dan tingkat organisasi
kehidupan dari contoh cabang ilmu biologi
3.2.4 Menjelaskan karakteristik Biologi sebagai ilmu

4.2. Membuat desain penelitian tentang suatu objek biologi


pemasalahannya pada tingkat organisasi kehidupan tertentu.

dan

4.2.1 Menyebutkan langkah-langkah metode ilmiah


4.3. Melakukan observasi untuk mengidentifikasi objek, permasalahan,
produk dan profesi berbasis biologi dan menyajikan data hasil
observasi dalam bentuk table.
4.3.1 Menentukan rumusan masalah, objek/ Variabel penelitian, dan
hipotesis
4.3.2 Menentukan prosedur penelitian
4.3.3 Membuat tabel pengamatan
4.3.4 Menyediakan alat dan bahan yang diperlukan untuk penelitian
4.3.5 Melakukan percobaan
4.3.6 Mengumpulkan data hasil pengamatan
4.3.7 Menafsirkan data hasil pengamatan
4.3.8 Menyimpulkan hasil penelitian
4.3.9 Menkomunikasikan hasil penelitian

C. Tujuan Pembelajaran
Dengan kegiatan diskusi kelompok dalam pembelajaran menemukan konsep
fungsi ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan
bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan,
memberi saran dan kritik, serta mampu:
1. Menjelaskan pengertian biologi dan Menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup
sebagai objek biologi
2. Menentukan objek, permasalahan, dan tingkat organisasi kehidupan dari
contoh cabang ilmu biologi dan dapat Menjelaskan karakteristik Biologi
sebagai ilmu
3. Dapat menentukan rumusan masalah, objek/ Variabel penelitian, dan
hipotesis, prosedur penelitian, tabel pengamatan,
4. Dapat menyediakan alat dan bahan yang diperlukan untuk penelitian
5. Dapat melakukan percobaan sesuai prosedur keselamatan kerja yan telah
dibuat sebelumnya
6. Dapat mengumpulkan, Menafsirkan, Menyimpulkan dan Menkomunikasikn
hasil penelitian

1. Materi
Pengertian biologi

Biologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan yang


pernah hidup.

Ciri-ciri makhluk hidup

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Berespirasi
Melakukan metabolisme
Tumbuh dan berkembangbiak
Mengeluarkan zat sisa (Eksresi)
Peka terhadap rangsanangan (Iritabilitas)
Bernafas (Respirasi)

Tingkat Organisasi Mahkluk Hidup

Molekul, Sel, Jaringan, Organ, Sistem Organ, Individu, Populasi,


Komunitas, Ekosistem, Bioma, Biosfer.
Pengertian Biologi sebagai Ilmu

Bahwa Ilmu Biologi diperoleh melalui serangkaian metode ilmiah atau


penelitian.
Metode Ilmiah

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Merumuskan masalah
Membuat Hipotesis
Melakukan Percobaan
Mengumpulkan data
Mengolah data
Membuat kesimpulan

Prosedur Keselamatan Kerja

1. Pakailah jas laboratorium saat berada dalam ruangan pemeriksaan


akan tau diruanan laboratorium. Tinggalkan jas laboratorium setelah
selesai bekerja
2. Cuci tangan sebelum memulai peraktikum

2.

Pendekatan /Model /Metoda Pembelajaran


Pendekatan pembelajaran : Scientific
Model Pembelajaran : Cooperatif Learning tipe Eksperimen
Metoda Pembelajaran : Diskusi/tanya jawab

3. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu

Pendahuluan

1. Guru
memberikan
gambaran
tentang 10
pentingnya memahami konsep fungsi dan menit
aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Guru
memberikan
apersepsi
untuk
mengingatkan kembali dan mendorong rasa
ingin tahu , berfikir kritis :
Membuat langkah-langkah metode
ilmiah
Membuat objek penelitian
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai.
4. Guru memotivasi siswa

Inti

Mengamati
Mengamati kehidupan masa kini
berkaitan
dengan
biologi
seperti

70

yang menit
ilmu

kedokteran,
gizi,
lingkungan,
makanan,
penyakit dll di mana semua berhubungan
dengan biologi
Menanya
Apakah kaitan kegiatan-kegiatan tersebut
dengan biologi?
Apakah
Biologi,
apa
yang
dipelajari,
agaimana mempelajari biologi, apa metode
ilmiah dan keselamatan kerja dan karir
berbasis biologi?
Mengumpulkan data(Eksperimen/Eksplorasi)
Melakukan
pengamatan
terhadap
permasalahan biologi pada objek biologi dan
tingkat organisasi kehidupan di alam dan
membuat laporannya.
Melakukan studi literatur tentangcabangcabang biologi, obyek biologi, permasalahan
biologi dan profesi yang berbasis biologi
(distimulir
dengan
contoh-contoh
dan
diperdalam dengan penugasan/PR)
Diskusi tentang kerja seorang peneliti biologi
dengan menggunakan metode ilmiah dalam
mengamati
bioproses
dan
melakukan
percobaan
dengan
menentukan
permasalahan,
membuat
hipotesis,
merencanakan
percobaan
dengan
menentukan variabel percobaan, mengolah
data
pengamatan
dan
percobaan
dan
menampilkannya dalam tabel/grafik/skema,
mengkomunikasikannya secara lisan dengan
berbagai media dan secara tulisan dengan
format laporan ilmiah sederhana
Diskusi aspek-aspek keselamatan kerja
laboratorium
biologi
dan
menyepakati
komitmen bersama untuk melaksanakan
secara tanggung jawab aspek keselamatan
kerja di lab.
Mengamati contoh laporan hasil penelitian
biologi dalam jurnal ilmiah berbahasa
Indonesia atau Bahasa Inggris tentang
komponen/format laporan dan mengamati
komponennya dan mengaitkannya dengan
ruang lingkup biologi sebagai mata pelajaran
kelompok ilmu alam

Mengasosiasikan
Mendiskusikan hasil-hasil pengamatan dan
kegiatan tentang ruang lingkup biologi,
cabang-cabang biologi, pengembangan karir
dalam biologi, kerja ilmiah dan keselamatan
kerja
untuk
membentuk/memperbaiki
pemahaman tentang ruang lingkup biologi
Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan secara lisan tentang ruang
lingkup
biologi,
kerja
ilmiah
dan
keselamatan
kerja,
serta
rencana
pengembangan karir masa depan berbasis
biologi

Penutup

10
1. Siswa
diminta
menyimpulkan
tentang menit
pengamatan masing-masing kelompok
2. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan
pesan untuk selalu belajar dan tetap
semangat.

4. Alat / Media / Sumber Pembelajaran


1. Lembar Kerja siswa
2. Lembar penilaian
3. Buku Siswa Biologi SMA/MA Kelas X, Kemdiknas 2013

5. Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian : Pengamatan, tes tertulis
2. Prosedur Penilaian :

No

Aspek yang dinilai

1.

Sikap
a. Terlibat
aktif
dalam
pembelajaran menyusun
penelitian untuk menguji
adanya pengaruh factor
terhadap pertumbuhan
b. Bekerjasama
dalam
kegiatan kelompok.

Teknik
Penilaian
Pengamatan

Waktu Penilaian

Selama pembelajaran
dan saat diskusi

No

Teknik

Aspek yang dinilai

Penilaian

Waktu Penilaian

c. Toleran terhadap proses


penelitian
masingmasing
2.

Pengetahuan
Menentukan factor-faktor Pengamatan dan
yang
mempengaruhi hasil
kerja
pertumbuhan.
kelompok

3.

Penyelesaian
tugas kelompok
Sesudah
diskusi
kelompok

Keterampilan
Terampil dalam
melakukan penelitian
dalam menyelesaikan
masalah.

Pengamatan

Penyelesaian
tugas
(baik individu maupun
kelompok) dan saat
diskusi

6. Instrumen Penilaian
NO

SOAL

KUNCI JAWABAN

1.

Sebutkan langkah-langkah
metode ilmiah

1. Merumuskan
masalah
2. Membuat hipotesis
3. Mengumpulkan
data
4. Mengolah data
5. Membuat
kesimpulan

2.

Sebutkan
cabang-cabang
biologi
dalam
bidang
pertanian

1. Botani
2. Ekologi
3. Morfologi
tumbuhan
4. Anatomi tumbuhan
5. Fisiologi tumbuhan

3.

Sebutkan

1. Molekul

tingkat

PENSKORAN

organisasi kehidupan

2. Sel
3. Jaringan
4. Organ
5. Sistem Organ
6. Individu
7. Populasi
8. Komunitas
9. Ekosistem
10.Bioma

4.

Sebutkan
sistematika
penulisan laporan ilmiah

1.
2.
3.
4.
5.

5.

Perhatikan Judul penelitian


dibawah ini:
Pengaruh
lama
perendaman biji Phaseolus
radiatus
terhadap
kecepatan
pertumbuhan
Phaseolus radiatus
Tentukan:
a.
Perumusan masalah
b.
Hipotesis Nol (Ho)
c.
Hipotesis alternative
(H1)
d.
Variabel bebas (Vb)
e.
Variabel terikat (Vt)

a. Bagaimana
pengaruh
lama
perendaman
biji
Phaseolus radiates
terhadap kecepatan
pertumbuhan
Phaseolus radiates
b. Tidak ada pengaruh
lama perendaman
biji
Phaseolus
radiatus
terhadap
kecepatan
pertumbuhan
Phaseolus radiates
c. Ada pengaruh lama
perendaman
biji
Phaseolus radiatus
terhadap kecepatan
pertumbuhan
Phaseolus radiates
d. Lama perendaman
biji
Phaseolus
radiatus
e. Kecepatan
pertumbuhan

Pendahuluan
Tinjauan pustaka
Hipotesis
Metode penelitian
Hasil
dan
pembahasan
6. Simpulan
dan
saran
7. Daftar pustaka
8. lampiran

Phaseolus radiatus

Mengetahui

Lamongan, 18 Juli 2014

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag

Nurul Khomsatul Maktubah, S.Pd

NIP. 19611118 199903 1 001

NIP. 19760707 200701 2 025

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Alokasi Waktu

: MAN LAMONGAN
: Biologi
: X/1
: 9x 45 menit (3 pertemuan x 3 jam pelajaran)

KOMPETENSI INTI:
KI -1 : Menghargai dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2
: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah ling-kungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif, dan
proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.

KI-3

: Memahami dan me ne rapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural


dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu meng-gunakan metode, sesuai kaidah keilmuan.

KI-4

KOMPETENSI DASAR:
3.3
Mendeskripsikan ciri-ciri,replikasi, dan peran virus bagi kehidupan
3.4
Membuat usulan tindakan preventif untuk meminimalisir dampak infeksi
virus (HIV, SARS, Herpes, dan lain-lain) pada manusia dan menjelaskan
peran virus dalam rekayasa genetika
3.5
Merancang model dan menyajikan replikasi virus

PERTEMUAN I
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1.
Menguraikanarti kata virus.
2.
Menguraikansejaraperkembanganpenelitian tentang virus yang
dilakukanolehbeberapailmuwan.
3.
Membedakanciridari virus berdasarkan ukuran tubuhnya.
4.
Menjelaskan struktur tubuh virus.
5.
Menyebutkan pengertian dari bakteriofage disertai satu buah contohnya.
6.
Mengidentifikasi bagian-bagian tubuh virus bakteriofage.
MATERI PEMBELAJARAN
FAKTA
Aldolf Meyer (Jerman) pada tahun 1883 menyelidiki penyakit yang
menyebabkan daun tembakau berbintik-bintik kuning yang disebabkan oleh
organisme yang lebih kecil dari bakteri. Pada tahun 1893 Dimitri Ivanowsky (Rusia)
melakukan penyelidikan yang sama dengan menyaring ekstrak dari tumbuhan
tembakau tersebut dan membuktikan bukan disebabkan oleh bakteri. Tahun 1897
M.W Beijerinck menyimpulkan organisme tersebut lebih kecil dari bakteri dan hanya
hidup pada makhluk hidup.
KONSEP
-

Ciri-ciri Virus
Virus memiliki ciri diantaranya yaitu berukuran antara 0,02-0,3 m, tubuh
terdiri atas asam nukleat (DNA atau RNA), bentuk tubuh beraneka ragam,
dapat berada di luar dan dalam sel, hanya dapat berkembang biak di dalam
makhluk hidup.

Struktur virus
Virus terdiri atas DNA/RNA, selubung protein, ada yang memiliki serabut ekor
dan lempengan dasar (virus T)

PRINSIP
Virus dapat dikatakan sebagai benda mati karena dapat dikristalkan. Virus
dapat juga dikatakan sebagai makhluk hidup karena dapat berkembang biak. Ukuran
virus yang lebih kecil dari bakteri tentu saja tidak bias diamati melalui pengamatan
mikroskop biasa. Bentuk dan Struktur virus sangat beraneka ragam.
PROSEDUR
-

Pengamatan terhadap ciri/karakteristik virus dapat dilakukan dengan


pengamatan gambar.
Membandingkan bentuk dan struktur virus dengan mengamati gambar
macam-macam bentuk virus

PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN


Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode
: diskusi

Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1.
2.
3.

Powerpoint Unit 2virusdan Buku Advanced Learning Biology XA.


Gambar struktur virus atau bakteriofage.
literatur ilmiah atau akses internet.

Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk mulai belajar dan memotivasi.
b. Apersepsi: bertanya jawab tentang virus. Siswa diminta men jawab
Preview Testhalaman 49.
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran tentang definisi virus dan
sejarah penemuan virus.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati slide presentationmengenai sejarah penemuan virus.
2) Membaca jurnal ilmiah atau mengakses jaringan internet untuk
mencari tahu mengenai definisi virus dan sejarah penemuan virus.
3) Mengamati gambar struktur atau bagian-bagian virus atau sebuah
bakteriofage.
Mengkomunikasi

1) Setiap kelompok mengutarakan definisi virus berdasarkan apa yang


mereka temukan saat kegiatan mengamati.
2) Mengutarakan pendapat kelompok tentang virus sebagai makhuk
hidup atau bukan makhluk hidup.
3) Menjelaskan struktur virus dan sifat-sifatnya yang khas.
4) Menerangkan sejarah penemuan virus.
Menanya
Kelompok lain menanggapi diskusi mengenai definisi virus dan virus
sebagai makhluk hidup.
Mengasosiasi
1) Menggambar struktur tubuh virus beserta bagian-bagiannya.
2) Menyimpulkan sifat virus yang khas seperti ukuran, bentuk,
kandungan kimia, dan bahan-bahan yang melindunginya.
3) Menghubungkan bagian-bagian virus dengan fungsinya dalam
menghubungkan virus dengan dunia luar.
b. Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
3.Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan
menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Memberikan tes tertulis.
c. Mendorong siswa untuk selalu berhati-hati ketika bekerja untuk ilmu
pengetahuan.
d. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada
kelompok atau individu berkinerja baik.
PERTEMUAN II
A. Tujuan
Melalui kegiatan eksperimen, tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari
unit ini siswa diharapkan mampu:
1. Mengkategorikan empat tingkatan takson dalam klasifikasi virus menurut
ICTV.
2. Mengkategorikan pengelompokan virus DNA dan RNA disertai contoh
penyakit yang ditimbulkannya.
3. Mengkategorikan pengelompokan virus berdasarkan jenis sel inang yang
diinfeksinya disertai dengan contoh.
4. Menjabarkan dua cara siklus reproduksi virus.
5. Membedakan daur litik dan daur lisogenik pada reproduksi virus.
B. Materi Pembelajaran
KONSEP
Reproduksi Virus
Virus dapat berkembang biak dengan 2 cara yaitu secara lisis dan secara
lisogenik. Secara lisis melalui 3 tahapan yaitu adsopsi, penetrasi, replikasi dan
lisis. Secara Lisogenik terdiri atas tahap adsopsi, penetrasi, penyisipan gen
virus dan pembelahan

PROSEDUR
Dua macam reproduksi virus dapat dibedakan dengan cara membandingkan
gambar siklus perkembangbiakannya.

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode
: diskusi, dan eksperimen.
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Powerpoint Unit 2Virusdan Buku Advanced Learning Biology XA.
2. Diagram fase reproduksi virus.
3. literatur ilmiah (buku atau jurnal) dan internet.
4. Video siklus litik dan lisogenik virus.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi. Mengilustrasikan bagaimana
virus menginfeksi inangnya.
b. Apersepsi:
Bagaimana orang dapat tertular demam flu ketika berada di sekitar

orang yang sakit?


Macam virus ternyata beragam. Bagaimana para ilmuwan dapat

mengenalinya dengan benar dan mengelompokkannya?


c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai klasifikasi
virus dan cara reproduksi virus.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Membaca jurnal ilmiah atau buku teks mengenai pengklasifikasian
virus.
2) Mengamati gambar atau video reproduksi virus dan merinci setiap
tahapnya.
Mengasosiasi
1) Menyimpulkan beberapa kelompok virus berdasarkan beberapa
kriteria.
2) Menguraikan aturan mengenai penamaan virus dan subspesiesnya.
3) Menyusun klasifikasi virus sederhana berdasarkan informasi yang
didapat dalam bentuk tabel.
4) Mengerjakan Task 2.2di halaman 62 untuk menyimpulkan dua
daur reproduksi virus.
5) Menyimpulkan mengapa virus bereproduksi dengan daur litik atau
daur lisogenik.
Mengkomunikasi
1) Menerangkan kembali faktor yang mengklasifikasikan virus menjadi
beberapa kelompok.

2) Mengurai tahapan reproduksi virus menggunakan model yang telah


dibuat.
3) Mengurai daur litik dan daur lisogenik.
b. Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan
menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mendorong siswa untuk selalu kerja sama ketika bekerja merangcang
model cara perkembangbiakan virus.
c. Mengingatkan siswa untuk bersyukur akan tubuh yang sehat sebagai
karunia dari Tuhan.
d. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada
kelompok atau individu berkinerja baik.

PERTEMUAN III
A. Tujuan
Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Mengurai manfaat virus bagi manusia.
2. Mengurai peranan virus yang merugikan.
3. Mencari informasi mengenai tindakan pencegahan dan pengobatan dari
infeksi virus.
B. Materi Pembelajaran
FAKTA

KONSEP
Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi
genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam
virus diubah menjadi gen baik (penyembuh) disebut vaksin. Contohnya
pembuatan vaksin polio, rabies, hepatitis B, influenza, cacar, dan vaksin MMR
(Measles, Mumps, Rubella) untuk cacar gondong, dan campak.
Pada umumnya virus bersifat rnerugikan. Virus sangat dikenal sebagai
penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini
tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara
khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus dapat menginfeksi
tumbuhan, hewan, dan manusia sehingga menimbulkan penyakit
PRINSIP
Virus merupakan parasit obligat, artinya hanya dapat hidup didalam
tubuh inangnya saja. Virus merupakan organism peralihan antara makhluk
hidup dan benda mati, virus dikatakan sebagai benda mati karena virus dapat

dikristalkan, dan virus dikatakan sebagai makhluk hidup karena virus dapat
berkembangbiak dengan cara replikasi DNA/RNA.
PROSEDUR
-

Penyakit yang disebabkan oleh virus


Virus dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.
Untuk lebih mengenal virus tersebut dapat dilakukan dengan mengamati
gambar virus dan membuat poster virus yang terdiri atas gambar, struktur,
penyakit yang ditimbulkan, cara pencegahan dan pengobatannya
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode
: diskusi
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Powerpoint Unit 2Virusdan Buku Advanced Learning Biology XA.
2. Gambar beberapa penyakit yang disebabkan virus pada tumbuhan, hewan,
dan manusia.
3. Gambar antibiotik, vaksinasi, dan imunisasi.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan gambar vaksinasi.
b. Apersepsi:
Apa saja penyakit yang ditimbulkan oleh virus.
Apa yang kalian ketahui tentang vaksinasi?
Bagaimana vaksin dibuat?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai peranan
virus dan cara pencegahan indeksi virus.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati gambar penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia
yang disebabkan virus.
2) Mencari tahu bagaimana virus menginfeksi tubuh inang dan gejala
yang ditimbulkan melalui membaca jurnal ilmiah atau mengakses
buku teks di internet.
3) Mencari tahu peranan virus dalam pembuatan vaksin dan imun dan
cara pencegahan dari infeksi virus yang lain.
Mengasosiasi
1) Mengelompokkan virus yang menyerang hewan.
2) Mengelompokkan virus yang menyerang tumbuhan.
3) Mengelompokkan virus yang menyerang manusia.

Mengkomunikasi
1) Mempresentasikan manfaat dan peranan virus.
2) Mengurai kerugian yang disebabkan oleh virus.
3) Menjelaskan beberapa cara untuk pencegahan infeksi virus.

b. Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk


bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan
menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mendorong siswa untuk selalu disiplin ketika bekerja untuk ilmu
pengetahuan.
c. Mengingatkan siswa untuk bersyukur akankesehatan sebagai karunia
dari Tuhan.
d. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada
kelompok atau individu berkinerja baik.

PENILAIAN
1. Teknik dan bentuk instrumen
Teknik
Pengamatan sikap
Tes unjuk kerja
Tes tertulis
2. ContohContoh instrumen
a. Lembar pengamatan sikap

No

Bentuk Instrumen
Lembar pengamatan sikap
Tes uji kerja
Tes uraian dan pilihan

Aspek yang dinilai

Menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan

Memiliki rasa ingin tahu (curiosity)

Menunjukkan ketekunan dan tanggungjawab


dalam belajar dan bekerja baik secara
individu maupun berkelompok

Menyampaikan ide, informasi, dan


argumentasi

Mengajukan pertanyaan

Menghargai pendapat orang lain

Partisipasi dalam kelompok belajar

Kerapihan laporan percobaan

Hasil
Penilaian
*)

Keterangan

*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.


b. Lembar tes unjuk kerja
Pertemuan I

Nama:
Kelompok:
Kelas:
1. Gambarkanlah struktur tubuh virus beserta nama bagian-bagiannya.

2. Apa saja ciri-ciri virus? Jelaskan.

.
..............
3. Jelaskanlah mengenai sifat virus.

.
..............
3. Bagaimana cara pengelompokan virus? Jelaskan.

.
..............
4. Menurut pendapat Anda, apakah virus termasuk makhluk hidup? Berikan
alasannya.

.
...............

Pertemuan II
No

Aspek yang dinilai

Hasil

Keterangan

Penilaian
*)
1
2

Keterampilan menggunakan computer


Ketereampilan menggunakan software untuk
membuat model perkembangbiakan
3
Terampil dalam mempresentasi hasil kegiatan
*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.
c. Lembar tes tertulis
1) Virus berasal dari kata virion yang artinya....
a. organisme yang kecil
d. penolak racun
b. organisme yang berbahaya
e. pembunuh bakteri
c. racun
2) Tingkatan takson teratas pada virus adalah....
a. filum
d.spesies
b. divisio
e.ordo
c. genus
3) Bagian tubuh bakteriofage yang berfungsi sebagai pelindung adalah....
a. kapsid
d.badan
b. ekor
e.kapsul
c. kepala
4) Virus berikut ini yang termasuk ke dalam contoh deoksiribovirus (virus
DNA) adalah....
a. virus toga
b. virus hepatitis
c. virus arena
d. virus herpes
e. virus rabies
5) Bakteriofage adalah....
a. bakteri yang menyerang virus
b. virus yang menyerang bakteri
c. bakteri dan virus yang hidup bersama, saling menguntungkan
d. hidup bersama, bakteri dirugikan sedangkan virus diuntungkan
e. virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan
6) Sebutkan tahapan daur litik pada proses reproduksi virus.
7) Sebutkan tiga manfaat virus bagi kehidupan.
8) Sebutkan tiga contoh virus yang menyerang manusia beserta penyakit
yang ditimbulkannya.

Mengetahui

Lamongan, 18 Juli 2014

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag

Nurul Khomsatul Maktubah, S.Pd

NIP. 19611118 199903 1 001

NIP. 19760707 200701 2 025

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Satuan Pendidikan: MAN LAMONGAN
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas/Semester
: X/1
Alokasi Waktu
:9x 45 menit (3 pertemuan x 3 jam pelajaran)
KOMPETENSI INTI
KI -1 : Menghargai dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2
: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah ling-kungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif, dan
proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
KI-3
: Memahami dan me ne rapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI-4
: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu meng-gunakan metode, sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
3.4

Mengidentifikasi ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi


kehidupan berdasarkan percobaan secara teliti dan sistematis.
3.4.1 Mengidentifikasi ciri-ciri umum archaebacteria dan eubacteria.
3.4.2 Mengidentifikasi klasifikasi dari archaebacteria dan eubacteria.
3.4.3 Mejelaskan perkembangbiakan bakteri.
3.4.4 Menjelaskan peranan archaebacteria dan eubacteria dalam kehidupan.
3.4.5 Menjabarkan pengelompokkan dalam archaebacteria dan eubacteria.

4.6

Melakukan percobaan pengamatan koloni bakteri pada medium buatan dari


berbagai lokasi (ruang terbuka, tempat lembab, lingkungan bersih) dan
menghubungkannya dengan penanggulangannya menggunakan disinfektan,
sabun, antis, karbol, dan lain-lain, serta melaporkannya dalam bentuk
laporan.
4.6.1 Terampil melakukan pembiakan bakteri pada medium buatan.
4.6.2 Menjelaskan disinfektan yang tepat untuk menanggulangi bakteri
berbahaya.

PERTEMUAN I
A. Tujuan
Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Mengemukakan ciri-ciri makhluk hidup prokariot.
2. Melakukan study literature dari buku sumber atau internet mengenai
perbedaan archaebacateria dan eubacteria.
3. Menguraikan ciri-ciri, habitat, klasifikasi dari archaebacteria.
4. Mengurai ciri-ciri, habitat, dan struktur dari eubacteria.
B. Materi Pembelajaran
Kingdom Monera merupakan mikroorganisme yang memiliki inti sel, tapi tidak
bermembran yang dikenal dengan prokariotik
Archaeobacteria
1.

Ciri-Ciri Umum
Susunan tubuh sangat sederhana, dinding sel tidak tersusun atas peptidoglikan;

habitat pada lingkungan ekstrim yang tidak semua organisme mampu hidup di
sana;
terdiri atas satu sel yang hidup berkoloni atau berupa filamen berukuran kecil.
2.

Klasifikasi

Berdasarkan habitatnya, Archaeobacteria dibedakan menjadi:


Metanogen
Hidup pada lingkungan anaerobik yang ekstrim seperti pada lumpur di dasar rawa
dan danau, saluran pencernaan hewan dan manusia, serta di bawah lapisan es
Greenland. Kelompok ini mampu menghasilkan gas metana (CH4) dari H2 dan CO2.
Contoh: Lachnospira multiporus (memecah pektin), Succinomonas amylolytica dan
Ruminococcus albus (memecah selulosa).
Halofil
Habitat pada lingkungan yang berkadar garam tinggi 12 15% (sementara kadar
garam air laut sekitar 3,5%). Contoh: genus Halobacterium, Halorubrum, Halococcus,
dan Haloarcula.
Termofil
Hidup pada lingkungan bersuhu tinggi dan bersifat asam. Contohnya genus
Sulfolobus dan Pyrolobus fumarii.

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode
: diskusi dan discovery
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Powerpoint Unit 3Archaebacteria dan Eubacteria buku paket biologi X.
2. Charta Sistem Tiga Domain, gambar struktur Archaebacteria dan
Eubacteria.
3. Buku teks, jurnal ilmiah, dan akses internet.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan gambar anak
bermain di air. Guru berkata bahwa ada makhluk hidup tak kasat
mata yang hidup di tanah, air, kulit, dan dalam tubuh makhluk lain.
b. Apersepsi:
Apamakhluk hidup tersebut?
Apakah makhluk yang hidup di dalam usus tersebut berbahaya?
Apa peranan makhluk tersebut yang sebenernya?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai makhluk
hidup prokariot dan klasifikasi umumnya.
2. Inti
a. Menyampaikan informasi mengenai ciri-ciri makhluk hidup prokariot.
b. Membimbing siswa untu berkelompok dan
Mengumpulkan data
Mempelajari pengelompokkan prokariot menjadi archaebacteria dan
eubacteria disertai dengan bukti yang menguatkannya melalui buku
teks, jurnal ilmiah, atau internet.
Mengamati
Mengamati dan membandingkan struktur tubuh dari archaebacteria
dan eubacteria.
Mengasosiasi
1) Menyimpulkan fakta yang membedakan kelompok archebacteria dan
eubacteria.
2) Menemukan esensi dari Sistem Tiga Domain yang menggantikan
Sistem Kingdom dan menghapus Kingdom Monera.
Mengkomunikasi
1) Menguraikan
ciri-ciri,
habitat,
dan
struktur
kelompok
Archaebacteria.
2) Menguraikan klasifikasi dari kelompok Archaebacteria.
3) Mengurai ciri-ciri, habitat, dan struktur kelompok Eubacteria.
4) Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
3. Penutup

a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan


menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mendorong siswa untuk selalu teliti dan cermat ketika membaca dan
menyimpulkan sebuah kesimpulan ilmiah.
c. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada
kelompok atau individu berkinerja baik.

PERTEMUAN II
A. Tujuan
Melalui kegiatan eksperimen, tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari
unit ini siswa diharapkan mampu:
1. Mengamati bentuk bakteri.
2. menjelaskan cara perkembangbiakan bakteri melalui pembelahan biner.
3. menjelaskan cara perkembangbiakan bakteri melalui konjugasi.
4. Menjabarkan kelompok bakteri yang masuk ke dalam kelompok Eubacteria.
B. Materi Pembelajaran

BAKTERI
Ciri-ciri bakteri :
1.Tubuh berukuran 1 5 mikron
2.Mikroorganisme bersel satu.
3.Dapat hidup disegala tempat baik di darat, air, udara, maupun dalam tubuh
manusia ,tumbuhan dan hewan.
4.Tidak memiliki klorofil, tetapi ada beberapa jenis yang mempunyai pigmen deperti
klorofil.
5.Reproduksi secara vegetatif dan generatif dengan konyugasi.
6.Inti sel bersifat prokariotik, yaitu inti sel belum mempunyai selaput inti.
7.Dalam kondisi lingkungan kurang menguntungkan dapat membentuk endospora.
8.Cara hidup ada yang soliter, berkoloni, simbiosis,saprofit dan parasit.
Struktur tubuh bakteri :
1.Kapsul, merupakan lapisan luar berupa lendir yang menyelubungi dinding secara
keseluruhan berfungsi : ~sebagai tempat cadangan makanan, ~melindungi bagian
dalam, ~pengikat antara sel
2.Dinding sel, terdiri atas selulose dan kitin berfungsi :~memberikan bentuk sel,
~perlindungan, ~memproduksi sel
3.Membran sitoplasma, berfungsi untuk mengatur transportasi zat..
4.Sitoplasma, berbentuk koloid, tersusun atas karbohodrat, protein,
enzim,belerang,kalsium karbonat,dan air.

5.Inti sel, bahan inti (DNA) untuk yang bersifat prokariotik


6.Flagel sebagai alat gerak, Macam-macam bakteri.

Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibedakan menjadi :
1.Atrik : tidak memiliki flagela
2.Monotrik : memiliki satu flael pada salah satu ujungnya
3.Lofotrik : memiliki sekelompok flagel pada salah satu ujung tubuhnya
4.Amfitrik : memiliki flagel pada kedua ujungnya.
5.Peritrik : memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya.
Berdasarkan bentuknya, bakteri dibedakan menjadi tiga , yaitu :
1.Kokus(bulatseperti bola) dengan variasi bentuk :
a.Monokokus : tunggal,contoh : Monococcus gonorhoe
b.Diplokokus: hidup berpasangan,contoh Diplokokus pneumoniae
c.Tetrakokus : hidup berkelompok, contoh : Sarcina sp.
d.Sterptokokus: bergandengan seperti rantai,contoh ;Strptococcus pyrogenes
e.Stafilokokus: hidup betrgerombol seperti buah anggur contoh , Staphylococcus
aureus
2.Basilus: berbentuk batang terdiri atas :
a.Monobasil:hidup soliter contoh; Escherichia coli
b.Diplobasil : hidup berpasangan
c.Streptobasil hidup bergandengan seperti rantai : Azotobcter sp.
3.Spirilum berbentuk spiral terdiri atas :
a.bentuk koma contoh Vibrio cholerae
b.bentuk spiral contoh Treponema pallidum
Berdasarkan kemampuan membuat makanannya, bakteri dibedakan menjadi :
1.Bakteri autotrof , yaitu bakteri yang mampu mensintesis sendiri makanannya.
a.Bakteri fotoototrof(energi berasal dari cahaya),contoh bakteri ungu,bakteri hijau
b.Bakteri kemoototrof(energi berasal dari reaksi kimia), contoh : bakteri nitrit,bakteri
nitrat,bakteri belerang,bakteri besi dan bakteri hidrogen.
2.Bakteri heterotrof,yaitu bakteri yang hidupnya bergantung pada organisme ototrof
a.Bakteri saprofit yaitu bakteri yang hidupdari zat-zat organik sisa makhluk hidup
atau sampah.

b.Bakteri parasit yaitu bakteri yang hidup didalam tubuh makhluk hidup ~ Parasit
fakultatif ;bakteri yang dapat hidup sebagai saprofit ~ Parasit obligat; mutlak sebagai
parasit ~ Patogen ; penyebab penyakit pada manusia/hewan.

Berdasarkan cara memperoleh energi melalui respirasi dibedakan menjadi :


1.Bakteri aerob yaitu bakteri yang memerlukan oksigen bebas Contoh:
Nitrosomonas,Nitrococcus,Nitrobacterdan Azotobacter.
2.Bakteri aerob, yaitu bakteri yang tidak memerlukan oksigen bebas, tetapi energi
diperoleh dengan cara mereduksi senyawa yang sudah mati. Contoh : Nitrococcus
denitrificans, dan Clostridium tetani
Reproduksi bakteri
Reproduksi bakteri dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.Secara aseksual dengan pembelahan biner, yaitu membelah secara langsung
menjadi dua sel anakan setiap 20 menit
2.Secara seksual /replikasi terjadi melalui :
a. Transformasi, terjadi pemindahan sebagian materi genetik berupa DNA dari sel
bakteri ke bakteri lainnya
b. Transduksi, terjadi pemindahan sebagian materi genetik DNA antar bakteri melalui
perantara virus.
c. Konyugasi, terjadi pemindahan sebagian materi genetik karena kontak langsung
antara bakteri donor dengan bakteri resipiens dengan mentuk jembatan atau melalui
ujung pilus.
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode
: diskusi dan eksperimen
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Powerpoint Unit 3 Archaebacteria dan eubacateria dan buku paket Biologi.
2. Video bentuk bakteri dan perkembangbiakan bakteri.
3. Gambar klasifikasi eubacteria.
4. Alat dan bahan untuk kegiatan praktek : tusuk gigi, kaca objek, metilen
biru, minyak imersi, pembakar spiritus, dan mikroskop.

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan gambarStafilokokus
aureus.
b. Apersepsi:

Tahukan benda apa ini?


Apa bentuknya?
Sebutkan cara bakteri berkembang biak.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai bentuk
bakteri dan cara perkembangbiakan bakteri.
2. Inti
a. Membimbing siswa untuk berkelompok melakukan kegiatan
Mengamati
1) melakukan kegiatan praktikum.
2) Mengamati video bentuk-bentuk bakteri.
3) Mengamati video cara perkembangbiakan bakteri atau membaca
buku sumber atau jurnal ilmiah.
4) Mengamati charta klasifikasi Eubacteria.
Mengasosiasi
1) Membandingkan gambar bentuk bakteri dengan hasil kegiatan
pengamatan.
2) Menggambarkan hasil pengamatan dan memberi keterangan bentuk
bakteri dengan benar.
3) Mengelompokkan bateri berdasarkan persamaan ciri-ciri ke dalam
satu kelompok besar.
Menanyakan
Menanyakan bagaimana cara perkembangbiakan bakteri secara seksual
berdasarkan pengamatan video.
Mengkomunikasi
1) Mempresentasikan hasil pengamatan bentuk bakteri.
2) Siswa lain akan menanggapi dan memberi komentar.
3) Mengemukakan bagaimana perkembangbiakan seksual bakteri.
4) Mengemukakan bagaimana perkembangbiakan aseksual bakeri.
5) Menguraikan perbedaan konjugasi, transformasi, dan transduksi
pada bakteri.
6) Menjelaskan klasifikasi kelompok Eubacteria.
7) Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
8)
Guru melengkapi jawaban-jawaban siswa pada saat diskusi.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan
menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mendorong siswa untuk selalu teliti ketika bekerja mengamati bentuk
tubuh bakteri.
c. Mengingatkan siswa untuk bersyukur atas kekuasaan Tuhan yang
mampu menciptakan makhluk hidup dengan bermacam peranan dalam
kehidupan.
d. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada
kelompok atau individu berkinerja baik.

PERTEMUAN III

A. Tujuan
Melalui kegiatan eksperimen dan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Menjelaskan peran positif kelompok prokariot dalam kehidupan.
2. Menjelaskan peran negatif kelompok prokariot dalam kehidupan.
3. Mengisolasi dan melakukan pembiakan koloni bakteri pda medium buatan.
4. Mengemukakan berbagai macam disinfektan dan memberi usulan
disinfektan yang tepat untuk menghindari bakteri tertentu.
B. Materi Pembelajaran
Peranan Archaebacteria bagi Kehidupan Manusia
Enzim dari Archaebacteria ditambahkan ke dalam sabun cuci atau detergen
untuk meningkatkan kemampuan sabun cuci dan deterjen pada suhu dan pH
tinggi.
Beberapa enzim Archaebacteria juga digunakan dalam industri makanan
untuk mengubah pati jagung menjadi dekstrin (sejenis karbohidrat).
Beberapa jenis Archaebacteria digunakan untuk mengatasi pencemaran,
misalnya tumpahan minyak.
Peranan Eubacteria bagi Kehidupan Manusia
Bakteri yang bermanfaat
Lactobacillus casei digunakan dalam pembuatan keju.
Streptoccocus lactis dan S. cremonis digunakan dalam pembuatan keju dan
mentega.
Lactobacillus citrovorum digunakan untuk memberi aroma pada mentega
dan keju.
Bacillus brevis menghasilkan antibiotik tirotrisin .
Bacillus subtilis menghasilkan antibiotik basitrasin.
Bacillus polymyxa menghasilkan antibiotik polimixin.
Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan nitrobacter berperan dalam proses
penambahan kesuburan tanah ( membentuk humus )
Acetobacter penting dalam pembuatan asam cuka dan nata de coco.
Beberapa asam lemak penting dapat dihasilkan oleh bakteri, misalnya :
asam propionat dihasilkan oleh Propionibacterium (penting dalam
pembentukan keju); asam butirat dihasilkan oleh beberapa spesies dari genus
Clostridium. Asam butirat ini penting untuk menghasilkan butil alkohol,
aseton, dan isopropil alkohol.
Beberapa bakteri saprofit berperan penting dalam pembuatan biogas yang
dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Bakteri penyebab penyakit
Mycobacterium tuberculosis, bakteri ini menyerang paru paru dan
menyebabkan penyakit TBC. (baca selengkapnya : disini).
Treponema pertenue, bakteri ini penyebab penyakit patek (frambusia).
Yersinia pestis, bakteri ini menyerang manusia dan binatang pengerat
(rodentia) menyebakan penyakit pes (sampar).
Clostridium tetani, bakteri ini penyebab penyakit tetanus.
Neisseria gonorrhoeae, bakteri ini menyerang saluran kandung kemih dan
menyebabkan penyakit kencing nanah.
C. Metode Pembelajaran

Pendekatan umum : keterampilan proses


Metode
: diskusi dan eksperimen
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Powerpoint Unit 3 Archaebacteria dan Eubacteria dan buku paket Biologi X
2. Charta postulat Koch.
3. Gambar beberapa penyakit yang disebabkan bakteri pada tumbuhan,
hewan, dan manusia.
4. Gambar biogas, yoghurt, nata de coco, mentega, dan produk kasil olahan
bakteri.
5. Alat dan bahan untuk praktek: beaker glass, batang pengaduk, gelas ukur,
tabung reaksi, pH meter, corong,kertas saring, kapas, cawan petri,
pembakar spiritus, autoclave, kaldu daging, akuades, bacto pepton, agaragar, dan sukrosa.
6. Buku teks, jurnal ilmiah, dan akses internet.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan gambar yoghurt.
b. Apersepsi:
Bagaimana yoghurt dibuat?
Apakah bakteri dapat bermanfaat bagi manusia?
Apa contoh manfaat bakteri?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai peranan
prokariot dan isolasi bakteri untuk langkah awal penelitian tentang
bakteri.
2. Inti
a. Menyampaikan informasi mengenai prokariot atau bakteri khususnya
dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Penelitian mengenai bakteri terus dilakukan untuk mengetahui cara
pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit itu.
b. Membimbing siswa untu berkelompok dan
Mengumpulkan data
Melakukan percobaan untuk mengisolasi bakteri dan membiakkannya
pada medium buatan.
Membaca buku sumber mengenai cara mencegah dan menghindari
bakteri merugikan pada makanan atau benda lain.
Mengamati
1) Mengamati charta postulat Koch.
2) Mengamati hasil biakan bakteri pada medium buatan setelah
beberapa hari.
3) Mengamati gambar beberapa peranan bakteri dapal kehidupan.
Mengkomunikasi
1) Menghubungkan bahwa setiap penelitian mengenai bakteri
menggunakan dasar yang sama yaitu Postulat Koch.
2) Menguraikan peran disinfektan dalam mencegah keberadaan
bakteri merugikan dan melakukan tanya jawab bersama teman
kelompok.
Mengasosiasi

1) Menyimpulkan bahwa bakteri hidup dan tersebar di mana-mana.


2) Menyimpulkan bahwa cara yang sama (Postulat Koch) digunakan
untuk mengetahui peranan bakteri dalam pengolahan makanan dan
hal bermanfaat lainnya.
3) Menyimpulkan manfaat bakteri.
4) Menguraikan peran negatif dari bakteri.
5) Mengusulkan disinfektan yang baik untuk membunuh bakteri
merugikan.
c. Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan
menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mendorong
siswa
untuk
selalu
cermat
dan
berhati-hati
ketikamengisolasi dan membiakkan bakteri pada medium buatan.
c. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada
kelompok atau individu berkinerja baik.

PENILAIAN
1. Teknik dan bentuk instrumen
Teknik

Bentuk Instrumen

Pengamatan sikap

Lembar pengamatan sikap

Tes unjuk kerja

Tes uji kerja

Tes tertulis

Tes uraian dan pilihan

2. Contoh instrumen
a. Lembar pengamatan sikap
Hasil
No

Aspek yang dinilai

Penilaian
*)

Menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan

Memiliki rasa ingin tahu (curiosity)

Menunjukkan ketekunan dan tanggungjawab


dalam belajar dan bekerja baik secara
individu maupun berkelompok

Menyampaikan
argumentasi

Mengajukan pertanyaan

Menghargai pendapat orang lain

ide,

informasi,

dan

Keterangan

Partisipasi dalam kelompok belajar

Kerapihan laporan percobaan

*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.


b. Lembar tes unjuk kerja
Pertemuan II
Hasil
No

Aspek yang dinilai

Penilaian

Keterangan

*)
1

Keterampilan mendemonstrasikan membuat


preparat

Keterampilan menggunakan mikroskop

Pemahaman prosedur kegiatan

Keterampilan
pengamatan

mempresentasikan

hasil

*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.

Pertemuan III
Hasil
No

Aspek yang dinilai

Penilaian

Keterangan

*)
1

Keterampilan membuat medium buatan

Keterampilan menginokulasi bakteri

Berhasil membuat biakan bakteri

Keterampilan membuat preparat bakteri

Ketelitian dalam pekerjaan

Pemahaman prosedur kerja

Keterampilan
kegiatan

mempresentasikan

hasil

*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.


c. Tes tertulis
1) Apa pengertian dari Monera? Jelaskan. (skor 3)
2) Sebutkan dua kelompok yang termasuk ke dalam kingdom Monera. (skor
2)
3) Sebutkan tipe-tipe flagela pada bakteri. (skor 3)
4) Sebutkan macam bakteri berdasarkan lokasi pembentukan endosporanya.
5) Sebutkan cara perkembangbiakan bakteri secara seksual dan aseksual.
6) Jelaskan mengenai proses konjugasi pada bakteri. (skor 2)

7) Apa perbedaan antara transformasi dan transduksi. (skor 3)


8) Sebutkan lima kelompok bakteri yang termasuk ke dalam Eubacteria.
9) Sebutkan dua contoh bakteri gram positif (skor 2)
10) Sebutkan tiga manfaat bakteri bagi kehidupan (skor 3)

Mengetahui

Lamongan, 18 Juli 2014

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag

Nurul Khomsatul Maktubah, S.Pd

NIP. 19611118 199903 1 001

NIP. 19760707 200701 2 025

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : MAN LAMONGAN


Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas/Semester

: X/1

Alokasi Waktu

: 12x 45 menit (4 pertemuan x 3 jam pelajaran)

KOMPETENSI INTI:
KI -1 : Menghargai dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah ling-kungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif, dan proaktif)
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 :Memahami dan me ne rapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu meng-gunakan metode, sesuai kaidah keilmuan.

KOMPETENSI DASAR:
3.5 Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista dan perannya bagi
kehidupan berdasarkan pengamatan.
3.5.1 Menyebutkan ciri utama dari kingdom Protista.
3.5.2 Mengidentifikasi klasifikasi Protista mirip jamur.
3.5.3 Menyebutkan ciri-ciri Protista mirip tumbuhan.
3.5.4 Menyebutkan ciri-ciri Protista mirip hewan.
3.5.5 Mengidentifikasi klasifikasi Protista mirip tumbuhan.
3.5.6 Mengidentifikasi klasifikasi Protista mirip hewan.
3.5.7 Mengidentifikasi peranan Protista mirip jamur bagi kehidupan.
3.5.8 Mengidentifikasi peranan Protista mirip tumbuhan bagi kehidupan.

3.5. 9Mengidentifikasi peranan Protista mirip hewan bagi kehidupan.


4.7 Membuat kultur Paramecium dan membuat gambar hasil pengamatannya dengan
mikroskop.
4.7.1 Melakukan percobaan atau praktikum untuk mengamati Protozoa.

PERTEMUAN I
A. Tujuan
Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Menguraikan ciri utama dari kingdom Protista.
2. Mengkategorikan tiga kelompok dalam klasifikasi Protista.
3. Membedakan ciri-ciri dari ketiga filum Protista mirip jamur.
4. Mengemukakan contoh spesies dari filum protista mirip jamur.
B. Materi Pembelajaran
Ciri dan struktur Protista
Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau
berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa),
protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold).
Protista pertama kali digunakan oleh Ernst Haeckel tahun 1866. Protista dapat hidup
di berbagai lingkungan seperti di perairan. Banyak protista yang seperti Alga yang
merupakan organisme yang dapat berfotosintesis, plankton yang hidup di laut, ada
juga Protista Kinetoplastids dan Apicomplexa yang dapat menyebabkan sakit seperti
Malaria dan penyakit tidur.
Protista memiliki cara makan yang berbeda-beda, dan dapat digolongkan dalam tiga
kategori:
1. Protista autototrof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu
berfotosintesis. Contohnya:Alga
2. Protista menelan makanan, dengan cara fagositosis melalui membran sel.
Contohnya: Protozoa
3. Protista saprofit dan parasit, mencerna makanan di luar sel dan menyerap
sari-sari makanannya. Contoh: jamur
Klasifikasi modern
Sekarang Protista merupakan organisme yang Uniselluler dan Eukariotik,
merupakan sel yang mandiri, dapat pula hidup berkoloni, dan tidak
emperlihatkan perbedaan jaringan. Protozoa digunakan sebagai organism yang
heterotrof dan tidak berbentuk benang.

Definisi protista Mirip Jamur


Jamur protista dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a. Myxomycota (Filum Jamur Lendir)
Jamur lendir terdapat banyak di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah
lembab, sampah basah, kayu lapuk. Jamur lendir dapat berkembangbiak dengan
cara vegetatif dan generatif. Fase vegetatif, plasmodium bergerak ameboid mengelilingi
dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam Vacuola
makanan, sisa yang tidak dicerna ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah
dewasa plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium yang masak
akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan
membentuk sel gamet yang bersifat haploid, dan sel gamet ini melakukan singami.
Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama (yang tidak
dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil peleburan berupa zigot dan zigot
tumbuh dewasa.
Jamur lendir ini mempunyai dua tipe yaitu tidak bersekat (Mixomycota) dan bersekat
(Acrasiomycota). Siklus hidup Acrasiomycota merupakan sel tunggal yang bebas. Sel
berkumpul membentuk suatu masa multiseluler tunggal. Masa sel berbentuk siput,
bergerak atau bermigrasi menuju lokasi yang cacah. Ketika berhenti bergerak, siput
mengatur untuk membentuk tangkai (stalk) dengan kotak spora diujung (dipuncak).
Pada saat kotak spora matang, kotak spora melepaskan spora ke udara. Spora
tersebut terdiri dari sel yang haploid.
Contohnya adalah: Dictyostelium discoideum
b. Oomycota (Filum Jamur Air)
Oomycota merupakan jamur yang hidup di tempat lembab (air). Ciri-cirinya:
a. Benang-benang hifa tidak bersekat melintang di dalamnya terdapat inti dalam
jumlah banyak.
b. Dinding selnya terdiri dari selulosa
c. Melakukan reproduksi aseksual membentuk zoospora memiliki 2 flagela untuk
berenang.Reproduksi seksual dengan membentuk gamet, setelah fertilisasi
membentuk zigot dan tumbuh menjadi oospora.
Contoh jamur ini: Saprolegnia, Phytophtora, Pythium.
Saprolegnia
Phytophtora
Saprolegnia =Jamur yang hidup saprofit pada hewan-hewan yang mati di air
Phytophthora= Jamur karat putih ada yang hidup saprofit dan ada yang hidup
parasit.
Yang parasit =

1. Phytophtora infestans = parasit pada kentang


2. P. nicotinae parasit pada tembakau
3. P palmifera parasit pada kelapa
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 4Protista dan Buku Biologi XA.
2. Gambar atau model contoh beberapa jenis protista mirip jamur.
3. Buku teks, jurnal ilmiah, dan akses internet.

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan informasi bahwa ada makhluk
hidup yang berukuran kecil selain virus dan prokariot, yaitu protista.
b. Apersepsi:
Apa yang membuat kolam berwarna hijau?
Pernahkah Anda melihat rumput laut?
Apakah rumput laut?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai ciri-ciri dan definisi
protista.
2. Inti
a. Membimbing siswa untu berkelompok dan
Mengamati
1) Gambar kolam air tawar yang berwarna hijau.
2) Mencari informasi mengenai ciri-ciri dan definisi protista melalui buku teks
sumber dan internet.
3) Mencari informasi mengenai protista mirip jamur, protista mirip tumbuhan, dan
protista mirip hewan.
4) Menggali informasi mengenai protista mirip jamur melalui membaca buku teks
atau jurnal ilmiah.
Mengkomunikasi

1) Mengemukakan ciri-ciri protista mirip jamur dan melakukan tanya jawab tentang
perbedaannya dengan jamur sejati.
2) Menguraikan ciri-ciri Myxomycota dan hal-hal yang membedakannya dengan
Oomycota, dan Acrasiomycota.
Mengasosiasi
1) Menyebutkan ciri-ciri dan definisi protista.
2) Merangkum tiga kelompok besar pada kingdom Protista.
3) Membedakan tiga filum yang termasuk dalam protista mirip jamur.
4) Menyebutkan contoh jenis protista mirip jamur dan peranannya.
b. Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya
mengenai materi yang bersangkutan.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan me
nemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mendorong siswa untuk selalu rajin membaca dan mengembangkan wawasan serta
imajinasi dengan membaca.
c. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PERTEMUAN II
A. Tujuan
Melalui kegiatan diskusi dan ekspositori, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Membedakan ciri-ciri, struktur tubuh protista mirip tumbuhan.
2. Mengkategorikan tujuh divisi dalam pengelompokkan algae.
3. Membedakan Euglenophyta, Chorophyta, Crysophyta, Pyrophyta, Phaeophyta,
Rhodophyta, dan Charophyta dilihat dari struktur tubuhnya disertai contoh.
B. Materi Pembelajaran
Protista mirip tumbuhan
Para ahli biologi awalnya mendeskripsikan protista adalah seluruh hewan-hewan
eukarioyik bersel tunggal, akan tetapi perkembangan selanjutnya para ahli
memasukkan alga ke dalam protista sehingga protista memilkicakupan pembahasan
yang cukup luas meliputi eukariotik bersel satu (uniseluler) sampai organisme
eukariotik bersel banyak (multiseluler) dengan bentuk sederhana. Berdasarkan
pertimbangan struktur anatomi dan morfologinya yang masih sderhana maka alga
digolongkan ke dalam protista.

Alga merupakan kelompok organisme yang bervariasi baik bentuk, ukuran, maupun
komposisi senyawa kimianya. Alga ini ada berbentuk uniseluler (contoh Chlorococcus
sp), koloni (Volvox sp), benang (filamen) (contoh Spyrogyra sp) serta bercabang atau
pipih (contoh Ulva sp, Sargasum sp dan Euchema sp).
Ciri-ciri lainnya pada alga adalah, alga ini tidak memiliki akar, batang dan daun
sejati. Tubuh seperti ini dinamakan talus. Itulah sebabnya alga tidak dapat
digolongkan sebagai tumbuhan (plantae). Di dalam sel alga terdapat berbagai plastida
yaitu organel sel yang mengandung zat warna (pigmen). Plastida yang terdapat pada
alga terutama kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berperan penting dalam
proses fotosintesis. Sehingga alga bersifat autrotof karena dapat menyusun sendiri
makanannya berupa zat organik dan zat-zat anorganik.
Pigmen yang terkandung terdapat di dalam sel-sel alga adalah :
Fikosianin : warna biru;
Xantofil : warna kuning;
Karoten : warna keemasan;
Fikosantin : warna pirang;
Fikoeritrin : warna merah;
Berdasarkan pigmen yang dikandungnya, alga dikelompokkan menjadi 6 fillum yaitu:
Chlorophyta (alga hijau)
Alga ini merupakan kelompok alga yang paling beragam karena ada yang bersel
tunggal, koloni dan bersel banyak. Pigmen yang dimilikinya adalah klorofil yang
mengandung karoten. Banyak terdapat di danau, kolam tetapi sebagian ada juga yang
hidup di laut. Beberapa contoh alga hijau yang sering anda jumpai di kolam sekitar
anda antara lain :
a. Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak
1. Chlorella
Organisme ini banyak ditemukan sebagai plankton air tawar. Ukuran tubuh
mikroskopis, bentuk bulat, berkembangbiak dengan pembelahan sel.
Peranannya bagi kehidupan manusia antara lain, digunakan dalam penyelidikan
metabolisme di laboratorium. Juga dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan,
bahan kosmetik dan bahan makanan. Serbuk Chlorella dalam industri obat-obatan
dimasukkan dalam kapsul dan dijual sebagai suplemen makanan dikenal dengan
Sun Chlorella. Pengembangannya saat ini di kolam-kolam (contohnya di Pasuruan)
2. Chlorococcum
Tubuh bersel satu, tempat hidup air tawar, bentuk bulat telur, setiap sel memiliki
satu kloroplas bentuk mangkuk. Reproduksi dengan membentuk zoospora (secara
aseksual)
b. Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak
Chlamidomonas

Bentuk sel bulat telur, memiliki 2 flagel sebagai alat gerak, terdapat 1 vacuola, satu
nukleus dan kloroplas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat
stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.
Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora dan reproduksi seksual dengan
konjugasi (perhatikan gambar berikut ini).
c. Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak
Contoh: Hydrodictyon
Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti
jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Reproduksi
vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara
melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Sedangkan reproduksi
generatif dengan konjugasi.
d. Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Contoh: Volvox
Volvox ditemukan di air tawar, koloni berbentuk bola jumlah antara 500 - 5000 buah.
Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Reproduksi aseksual dengan
fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.
e. Chlorophyta berbentuk benang
Contoh:
Spyrogyra
Ganggang ini didapatkan di sekitar kita yaitu di perairan. Bentuk tubuh seperti
benang, dalam tiap sel terdapat kloroplas berbentuk spiral dan sebuah inti.
Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dengan
konjugasi. Adapun langkah-langkah konjugasi yaitu:
Dua benang saling berdekatan, sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan.
Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran
konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang
lain. Kedua plasma melebur, disebut peristiwa plasmogami dan segera diikuti oleh
peleburan inti yang disebut kariogami. Hasil peleburan membentuk zigospora diploid.
Zigospora mengalami meiosis dan ditempat yang sesuai berkembang menjadi benang
Spirogyra baru yang haploid.
Oedogonium
Ganggang ini berbentuk benang, ditemukan di air tawar dan melekat di dasar
perairan. Reproduksi vegetatif dilakukan oleh setiap sel menghasilkan sebuah
zoospora yang berflagela banyak. Reproduksi generatif adalah salah satu benang
membentuk alat kelamin jantan (antiridium) dan menghasilkan gamet jantan
(spermatozoid). Pada benang yang lain membentuk alat kelamin betina yang disebut
Oogonium. Oogonium akan menghasilkan gamet betina (ovum). Sperma tozoid
membuahi ovum dan terbentuk zigot. Zigot akan tumbuh membentuk individu.
f. Chlorophyta berbentuk lembaran

Contoh:
Ulva
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk
seperti lembaran daun. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora
dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit
haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina.
Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot
berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit
membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami
mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. (perhatikan gambar di bawah):
Chara
Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Bentuk talus seperti
tumbuhan tinggi, menyerupai batang, yang beruas-ruas dan bercabang-cabang,
berukuran kecil. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Di dalam nukula
terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. Di dalam globula terdapat anteridium
yang memproduksi spermatozoid. Spermatozoid akan membuahi ovum dan
menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pada reproduksi secara vegetatif
dilakukan dengan cara fragmentasi.
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi dan ekspositori

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 4 Protistadan Buku Advanced Learning Biology XA.
2. Spesimen basah atau kering algae.
3. Buku teks, jurnal ilmiah, dan internet.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan menunjukkan spesimen alga
seperti rumput laut.
b. Apersepsi:
Apakah ini termasuk protista?
Termasuk ke dalam kelompok mana protista ini?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai protista mirip
tumbuhan.
2. Inti
a. Membimbing siswa untuk berkelompok melakukan kegiatan
Mengamati

1) Pengamatan terhadap beberapa jenis spesimen alga yang tersedia.


2) Menggambar spesimen algae secara detail dan benar pada lembar pengamatan.
3) Mencatat ciri-ciri struktur tubuh spesimen algae.
Mengumpulkan data
1) Melakukan study literature dengan buku teks atau jurnal ilmiah mengenai protista
mirip tumbuhan.
2) Mencocokkan dan melengkapi gambar hasil pengamatan dengan hasil membaca
literatur.
3) Beri keterangan tambahan yang diperlukan pada lembar pengamatan.
Mengkomunikasi
1) Mempresentasikan hasil pengamatan spesimen algae.
2) Menjelaskan
pengamatan.

hasil

studi

literatur

dan

membandingkannya

dengan

hasil

3) Siswa lain akan menanggapi dan memberi komentar.


Mengasosiasikan
1) Menyimpulkan ciri-ciri protista mirip tumbuhan.
2) Menyebutkan klasifikasi dari protista mirip tumbuhan.
b. Mengkonfirmasi hasil diskusi siswa dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
c. Guru melengkapi jawaban-jawaban siswa pada saat diskusi.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mengajukan beberapa pertanyaan lisan untuk menguji wawasan siswa.
c. Mendorong siswa untuk selalu teliti ketika bekerja mengamati spesimen algae.
d. Mengingatkan siswa untuk bersyukur atas kekuasaan Tuhan yang mampu
menciptakan makhluk hidup dengan bermacam peranan dalam kehidupan.
e. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PERTEMUAN III
A. Tujuan
Melalui kegiatan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa diharapkan mampu:
1. Mengurai proses perkembangbiakan algae.

2. Mengkategorikan tujuh divisi dalam pengelompokkan algae.


3. Membedakan Euglenophyta, Chorophyta, Crysophyta, Pyrophyta, Phaeophyta,
Rhodophyta, dan Charophyta dilihat dari struktur tubuhnya disertai contoh.
4. Menjabarkan beberapa contoh
menguntungkan bagi kehidupan.

peran

Protista

mirip

tumbuhan

yang

B. Materi Pembelajaran
Phaeophyta (alga coklat)
Bentuk tubuh alga ini seperti tumbuhan tinggi. Ada sekitar 1.500 spesies alga coklat,
sebagian besar hidup di air laut, terdampar di pantai, melekat pada batu-batuan
dengan alat pelekat (semacam akar = hold fast). Alga coklat ini sering disebut klep
yang merupakan protista laut terbesar dan paling rumit.Berwarna kecoklatan karena
memiliki pigmen yang dominan fikosantin selain klorofil, karoten dan xantofil. Alga
coklat banyak memiliki struktur khusus. Tubuh tanaman yang bercabang dapat
memiliki kantong udara untuk mempertahankan agar tetap dapat mengapung. Daun
alga lebar yang mirip dengan daun tumbuhan biasa terhubung ke tangkai keras
disebut stipe. Holdfasts yang bersel banyak (multiseluler) membuat tanaman tetap
menempel ditempatnya.
Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, reproduksi generatif dengan membentuk
alat kelamin yang disebut konseptakel jantan dan konseptakel betina. Di dalam
konseptakel jantan terdapat Anteridium dan di dalam konseptakel betina terdapat
oogonium yang menghasilkan ovum. Spermatozoid membuahi ovum yang
menghasilkan zigot.
Contoh dari alga ini antara lain : Sargassum, Macrocystis, Ectocarpus, dan Fucus.
Alga coklat seperti alang-alang batu atau Fucus merupkan organisme yang biasa
terdapat digaris pantai perairan dingin yang berbatu-batu. Di Asia berbagai macam
alga coklatdikonsumsi sebagai makanan. Banyak orang menganggap alga coklat dan
alga merah mungkin menjadi sumber makanan bagi manusia untuk masa yang akan
dating. Algin, senyawa yang ditemukan pada alga coklat sering digunakan dalam
pembuatan lateks, bahan untuk mengkilap keramik , kosmetik, dan es krim.
Rhodophyta (alga merah)
Ganggang ini hidup di laut, bentuk tubuh seperti rumput sehingga disebut dengan
rumput laut. Tubuh bersel banyak bentuk seperti lembaran. Warna merah karena
mengandung pigmen fikoeritrin. Reproduksi seksual dengan peleburan antara
spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot. Zigot tumbuh menjadi ganggang merah.
Contoh: Euchemma spinosum, Gelidium, Rhodymenia dan Scinata.
Euchemma spinosum merupakan penghasil agar-agar di daerah dingin. Ganggang
merah mempunyai pigmen yang disebut fikobilin yang terdiri dari fokoeritrin (merah)
dan fikosianin (biru). Hal ini memungkinkan ganggang yang hidup di bawah
permukaan laut menyerap gelombang cahaya yang tidak dapat diserap oleh klorofil.
Kemudian pigmen ganggang ini menyampaikan energi matahari ke molekul klorofil.

Sebgaian alga merah merupakan tumbuhan penghasil makanan yang penting di


beberapa tempat di Asia. Alga merah juga merupakan sumber agar-agar yang
digunakan untuk menumbuhkan organisme di laboratorium.
Gelidium sp
Gelidium sp merupakan spesies Rhodophyta yang sangat rapuh karena kandungan
florideannya yang sangat tinggi. Alga ini memiliki sebaran habitat perairan laut yang
cukup luas, sehingga dapat ditemukan dibeberapa jenis perairan laut. Kekhasan
spora alga ini adalah dapat membentuk tunas. Metegenesis Gelidium sp termasuk
yang mengalami tiga fase, artinya dalam daur hidupnya kita dapat menemukan
Gelidium dalam fase gametofit, karposforofit, dan tetrasporofit.
Chrysophyta (ganggang keemasan)
Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada
yang hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga
ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu:
A. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
B. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
C. Kelas Diatom (Bacillariophyceae)
Berdasarkan pembagian di atas marilah kita uraikan satu persatu.
Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu
warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas
banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen
mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan
spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium
membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari
induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.
Kelas Alga Coklat-Keemasan (Chrysophyceae)
Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel
satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.
Kelas Diatom (Bacillariophyceae)
Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit.
Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang
uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca)
dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella.
Navicula sp.

Alga Api (Pyrrhophyta)


Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata, tubuh tersusun atas satu sel
memiliki dinding sel dan dapat bergerak aktif. Ciri yang utama bahwa di sebelah luar
terdapat celah dan alur, masing-masing mengandung satu flagel. Alga api
berkembangbiak dengan membelah diri, kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil
hidup di air tawar.
Contohnya adalah Perodinium. Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi
yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya, yang kemampuannya disebut
biolumenisai. Alga ini juga sering disebut dengan Dinoflagellata
Euglenophyta
Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak
berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel sehingga dapat bergerak
bebas. Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Hidup di
air tawar, dalam tanah dan tempat lembab, contohnya: Euglena.
Euglena terdapat di air tawar, misal di sawah. Bentuk tubuh sel oval memanjang,
pada mulut sel terdapat cambuk atau flagel dan digunakan untuk bergerak. Dekat
mulut terdapat bintik mata (stigma) yang gunanya untuk membedakan gelap dan
terang. Di dalam sitoplasmanya terdapat butir kloroplas yang berisi klorofil. Oleh
karena itu Euglena berwarna hijau. Contohnya Euglena viridis.
Euglena dapat membuat makanan sendiri dengan cara fotosintesis dan juga dapat
memakan zat-zat organik. Karena Euglena mampu melakukan fotosintesis maka
dikatakan hidup secara fotoautotrof. Di samping itu dikatakan juga sebagai heterotrof
karena memakan bahan organik yang tersedia. Cara berkembang biak yaitu dengan
membelah diri yang disebut pembelahan biner.
Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan
cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur mirip fungi, tetapi gerakan pada fase
vegetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini
mirip ganggang.
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : cooperative learning
Metode

: diskusi jigsaw dan observasi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


4. Powerpoint Unit 4 Protistadan Buku Advanced Learning Biology XA.
5. Buku teks, jurnal ilmiah, dan internet.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan mengulang pembelajaran
terdahulu dengan singkat.

b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai klasifikasi protista


mirip tumbuhan.
2. Inti
a. Membimbing siswa untuk berkelompok menjadi tujuh kelompok (tim ahli) sesuai
dengan tujuh divisi pada protista mirip tumbuhan (Euglenophyta, Chorophyta,
Crysophyta, Pyrophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, dan Charophyta).
Mengumpulkan data
1) Melakukan study literature dengan buku teks atau jurnal ilmiah dan internet
mengenai berbagai hal seperti ciri-ciri, contoh, cara reproduksi, dan peranan masingmasing kelompok yang menjadi tugasnya.
2) Satu orang dari kelompok ini keluar dari kelompok dan membentuk kelompok
baru. Begitu juga yang terjadi pada kelompok lain. Sehingga setiap kelompok baru ini
memiliki masing-masing ahli Euglenophyta, ahli Chorophyta, ahli Crysophyta, ahli
Pyrophyta, ahli Phaeophyta, ahli Rhodophyta, dan Ahli Chorophyta.

Mengkomunikasi
Setiap anggota kelompok baru tersebut saling berdiskusi dan berbagi informasi
mengenai masing-masing kelompok algae.
Menanya
1) Guru memberi kesempatan siswauntuk mengajukan materi yang masih belum
dipahami.
2) Siswa lain akan menanggapi dan memberi jawaban.
3) Menjelaskan peranan masing-masing algae bagi lingkungan atau manusia.
Mengasosiasikan
1) Perwakilan siswa merangkum informasi dari masing-masing kelompok algae.
2) Menyimpulkan peranan protista mirip tumbuhan bagi lingkungan dan manusia.
b. Mengkonfirmasi hasil diskusi siswa dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
c. Guru melengkapi jawaban-jawaban siswa pada saat diskusi.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mengajukan beberapa pertanyaan lisan untuk menguji wawasan siswa.
c. Mendorong siswa untuk selalu santun dan menghormati pendapat yang
berseberangan dengan pendapat sendiri ketika berdiskusi.

d. Mengingatkan siswa untuk bersyukur atas kekuasaan Tuhan yang mampu


menciptakan makhluk hidup dengan bermacam peranan dalam kehidupan.
e. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PERTEMUAN IV
A. Tujuan
Melalui kegiatan diskusi dan eksperimen, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Menjelaskan ciri-ciri dan definisi protista mirip hewan.
2. Mengkategorikan empat filum protista mirip hewan.
3.Membuat kultur paramecium dan mengamatinya.
4. Menjabarkan peranan protista mirip hewan bagi lingkungan dan manusia.
B. Materi Pembelajaran
Protozoa yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama,
zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan
mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, air payau dan ada juga
yang hidup di dalam tubuh organisme multiseluler. Seluruh kegiatan hidupnya
dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain
membran plasma , sitoplasma dan mitokondria. Beberapa protozoa ada yang
mempunyai peranan dalam menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati,
tetapi ada juga yang bersifat parasit di dalam tubuh organisme, misalnya dapat
menyebabkan penyakit tidur, malaria, dan disentri. Protozoa hidup secara individual,
tetapi ada juga diantara mereka yang hidupnya berkoloni.
Protozoa berkembangbiak dengan cara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner
dan membentuk spora serta secara seksual yaitu melalui konjugasi. Hewan ini
memilki alat gerak berupa cilia, flagel, dan kaki semu (Pseudopia), tetapi ada juga
yang tidak memiliki alat gerak.
Pada dasarnya protozoa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Organisme uniseluler (bersel satu)

Eukariotik (memiliki membran nukleus

Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni

Umumnya tidak dapat membuat makananya sendiri (heterotof)

Hidup bebas, saprofit dan parasit

Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup

Alat gerak berupa pseudopia , silia atau flagella

Klasifikasi protozoa
Berdasarkan struktur alat geraknya , filum protozoa dibedakan menjadi empat kelas:
1.

Kelas Rhizopoda (sarcodina)

2.

Kelas Ciliata

3.

Kelas Flagellata

4.

Kelas sporozoa

1. Kelas Rhizopoda
Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma
sel, yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Hidup di air tawar, air laut,
tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau
manusia. Perkembangbiakan secara tidak kawin melalui pembelahan biner dan
pembentukkan kista. Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba. Pada Amoeba
, pergerakkan Amoeba dengan menggunakan kaki semu terjadi karena adanya
rangsangan makanan. Makananya dapat berupa ganggang, bacteri atau sisa-sisa
organik. Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup liar di luar tubuh organisme
lain (hidup bebas). Contohnya Amoeba proteus, Foraminifera , Arcella, Radiolaria.
Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme , contohnya
Entamoeba histolityca, dan Entamoeba coli.
Struktur tubuh Amoeba:
Sel dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel organel,
diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan.
Membrane sel atau membran plasma
Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma.
Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan
lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan
umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula.
Didalam endoplasma terdapat 1 inti, satu vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola
makanan. Inti sel (nukleus) berfungsi untuk mengatur selurug kegiatan yang
berlangsung di dalam sel.
Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Rongga berdenyut disini berfungsi sebagai organ eksresi sisa makanan. Vakuola
kontraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan
osmosis di sekitarnya.
Rongga makanan (vakuola makanan )
Rongga makanan atau sering disebut dengan vakuola makanan berfungsi sebagai alat
pencernaan. Makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui rongga
berdenyut.

Tempat hidup dan habitat

Berdasarkan tempat hidupnya Amoeba dibedakan menjadi :


a. Ektamoeba : hidup di luar tubuh organisme (hidup bebas). Misalnya Amoeba
proteus
b. Entamoeba : hidup di dalam organisme , misalnya manusia: contohnya Entamoeba
histolityca, yang hidup di dalam usus halus manusia, bersifat parasit dan
menyebabkan penyakit perut (Disentri). Entamoeba coli, hidup dalam colon (usus
besar manusia). Amoeba ini tidak bersifat parasit , tetapi kadang-kadang dapat
menyebabkan buang air besar terus-menerus. Entamoeba ginggivalis, hidup dalam
rongga mulut dan menguraikan sisa-sisa makanan, sehingga merusak gigi dan gusi.
Terdapat juga contoh dari Rhizopoda lainnya seperti:
1. Arcella
Memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di air
tawar. Berbentuk seperti piring, dengan satu permukaan cembung dan permukaan
lainnya cekung atau datar , yang ditengahnya terdapat lubang tempat keluarnya kaki
palsu.
2. Diffugia
Rangka luar diffugia dapat menyebabkan butir-butir pasir halus dan benda-benda
laindapat melekat.
3. Foraminifera
Memiliki rangka luar yang terdiri dari silica atau zat kapur (mengandung kalsium
karbonat). Semua anggota foraminifera ini hidup di laut. Genus yang paling terkenal
dari Foraminifera ini adalah Globigerina, karena lapisan Foraminifera dapat
digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.
4. Radiolaria
Merupakan organisme laut bertubuh bulat seperti bola dan memilki banyak duri
yang terbuat dari zat kitin dan stonsium sulfat. Radiolaria yang mati akan
mengendap yang disebut dengan Lumpur radiolaria yang digunakan sebagai bahan
alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genusnya : Achantometro dan
Collosphaera.
2. Kelas Flagellata (Mastigophora)
Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan
alat bantu untuk menangkap makanan. Dibedakan menjadi dua yaitu:

Flagellata autotrofik (berkloroplas) , dapat berfotosintesis. Contohnya Euglena


viridis, Noctiluca mliliaris, volvox globator.

Flagellata heterotrofik (tidak berkloroplas), tidak dapt berfotosintesis.


Contohnya Trypanosoma gambiense, Leishmania. Sebagian besar hidup bebas dan
ada pula yang sebagai parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit pada
organisme mati.
Flagellata juga dibagi menjadi dua yaitu : Fitoflagellata dan zooflagellata.

1. Fitoflagellata
Adalah flagellata yang dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromatofora.
Fitoflagellata mencerna makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernanya
di dalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau
mencerna organisme yang sudah mati (saprofit). Habitat fitoflagellata di perairan
bersih dan perairan kotor. Fitoflagellata bergerak dengan menggunakan flagella.
Fitoflagellata mempunyai
a. struktur tubuh
Tubuhnya diselubungi oleh membrane selulosa, misalnya Volvox. Ada pula yang
memiliki lapisan pelikel, misalnya euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk
dari selaput plasma yang mengandung protein.
b. Reproduksi
Cara reproduksi ada dua, yaitu secara konjugasi dan secara aseksual dengan
membelah diri.
c. Klasifikasi
Dibagi menjadi 3 kelas:
1. Euglenoida : Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel.
Contohnya yang terdapat pada Euglena viridis.
Euglena viridis mempunyai ciri-ciri :
1. Ukuran tubuhnya 35 60 mikron
2. Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk
3. Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk
membedakan gelap dan terang.
4. Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis
5. Memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat inilah
makanan yang berupa hewan hewan kecil dicerna.
Gambar : Euglena sp
2. Dinoflagellata : contohnya terdapat pada Noctiluca milliaris, yang mempunyai ciriciri :
1. Memiliki satu flagella, satu panjang dan satu pendek
2. Dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu
3. Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik.
3. Volvocida yang mempunyai ciri-ciri mempunyai ciri-ciri :
1. bentuk tubuh umumnya bulat
2. koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua
flagella

3. Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.


2. Zooflagellata
Adalah flagellata yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan. Ada yang hidup
bebas namun kebanyakan bersifat parasit. Mempunyai :
a. Struktur tubuh
Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi
untuk menghasilkan aliran iar dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga
berfungsi sebagai alat gerak.
b. Reproduksi
Dilakukan secara aseksual dengan membelah biner secara longitudinal , sedangkan
reproduksi seksual belum diketahui.
Contohnya adalah:
1. Trypanosoma
Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang pipih dan panjang seperti daun , merupakan
parasit dalam darah vertebrata , dan tidak membentuk kista.
Jenis jenis Trypanosoma antara lain adalah:
a. Trypanosome lewisi hidup pada tikus , hospes perantaranya adalah lalat tse-tse
b. Trypanosoma evansi , penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak; hospes
perantaranya adalah lalat tse tse.
c. Trypanosoma gambiense dan T. rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada
manusia manusia.
d.Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil)
2. Leishmania
merupakan penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah. Jenis-jenis
Leismania adalah :
a. Leishmania donovani, penyebab penyakit kalazar yang ditandai dengan demam dan
anemia, hewan ini banyak terdapat di Mesir , sekitar laut tengah , dan india.
b. Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit , disebut penyakit oriental sore,
terdapat di Asia (daerah mediterania) dan sebagian Amerika selatan.
c. Leishmania brasiliensis, juga oenyebab oenyakit kulit dimeksiko dan amerika
tengah selatan.

3. Kelas Ciliata
Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) . Pada fase hidupnya yang
digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari
flagel. Memilki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar), yang
mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensintesis RNA, juga berperan

penting dalam reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan
pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ada vakuola kontraktil yang
berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhya. Banyak hidup di air laut
dan tawar. Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella,
Balantidium coli . Alat geraknya berupa rambut getar (silia). Ciliata mempunyai
beberapa ciri-ciri , antara lain :
a. Struktur tubuh
1. Kebanyakan ciliata berbentuk simetris kecuali ciliate primitiv, simetrinya radial.
2. Tubuhnya diperkuat oleh perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh sitoplasma
padat
3. Tubuhnya diselimuti oleh silia , yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut
silia somatic
4. Ciliata mempunyai dua tipe inti sel (nukleus), yaitu makronukleus dengan
mikronukleus.
5. Ciliata tidak mempunyai struktur khusus pertukaran udara dan sekresi nutrisi
dan
cara makan
Ciliata memilki mulut atau sitosom yang terbuka menjadi saluran pendek. Di
sitofaring pada hewan primitiv , mulut terletak di ujung interior tetapi pada
kebanyakan Ciliata , bagian tersebut diganti oleh bagian posterior. Terdapat dua
macam mulut pada ciliata yaitu:
1. Mulut membran berombak : merupakan ciliata yang menyatu dalam barisan
panjang
2. Membran yang berupa barisan pendek dari cilia yang bersatu membentuk piringan
Fungsi ciliata pada mulut adalah untuk menghasilkan makanan dan mendorong
partikel makanan menuju sitofaring . Contoh anggota Ciliata yang terkenal misalnya
Paramecium.
a. Struktur Paramecium
Ujung depan tubuh tumpul, sedangkan belakang meruncing hingga bentuknya
seperti sandal atau sepatu.
Terdapat contoh Ciliata yang lain antara lain seperti :
1. Stentor ; Bentuk seperti terompet dan menetap di air tawar yang tergenang atau
mengalir. Makanan hewan ini adalah Ciliata yang ukurannya lebih kecil.
2. Didinium ; Merupakan predator pada ekosistem perairan yaitu pemangsa
Paramecium.
3. Vortisella ; Bentuk seperti lonceng, bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau
spiral yang dilengkapi silia sekitar mulutnya. Hidup di air tawar , menempel dengan
tangkai batang yang bersifat kontraktil pada substrak. Makananya berupa bakteri
atau sisa-sisa bahan organik yang masuk bersama aliran air melalui celah mulutnya.

4. Styllonichia ; Bentuknya seperti siput, silia berkelompok


5. Ballanthidium coli ; habitatnya pada kolon atau usus besar manusia bagian
asenden dan transenden yang dapat menyebabkan gangguan pada perut.
4). Apicomplexa (Sporozoa)
Semua anggota dari Sporozoa ini bersifat endoparasit. Tubuhnya berbentuk bulat
atau bulat panjang dan Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora
(Sporozoid) sebagai cara perkembangbiakannya. Makanannya langsung diperoleh dari
inang tempat hidupnya. Hidup parasit pada tubuh manusia ataupun dapat juga
parasit pada hewan. Sporozoid memiliki organel-organel komplek pada salah satu
ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang.
Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax.
Merupakan golongan protista yang menyerupai jamur, karena sporotozoa dapat
membentuk spora yang dapat menginfeksi inangnya dan tidak memiliki alat khusus,
sehingga geraknya mengubah ubah kedudukan tubuh, sporozoa hidup sebagai
parasit. Respirasi dan eksresi terjadi secara difusi.
1. Plasmodium vivax : Penyebab penyakit malaria tertiana, dengan gejala demam
(masa sporulasi) ,selang waktu 48 jam
2. Plasmodium malariae : Penyebab penyakit malaria quartana , dengan gejala
demam (masa sporulasi) , selang waktu 72 jam
3. Plasmodium falciparum : Penyebab penyakit malaria tropika, dengan gejala demam
(masa sporulasi) , yang tidak teratur. Bisa 1- 3 X 24 jam.
4. Plasmodium ovale : Penyebab penyakit malaria ovale tertiana (limpa), dengan gejala
demam lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium
vivax. Dengan masa sporulasi 48 jam. Tetapi plasmodium ini tidak ditemukan di
Indonesia.
a. Struktur tubuh Sporozoa
a. Tubuhnya berbentuk bulat panjang,
b. Ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi didalam usus manusia atau
hewan yang dapat mencapai 10 mm.
c. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior
kadang kadang terdapat kait pengikat atau filament sederhana untuk melekatkan
diri pada inang.

b. Reproduksi
Reproduksi secara aseksual dengan spizogoni, yaitu pembelahan diri yang
berlangsung di dalam tubuh inang tetap, dan sporogoni yaitu pembentukan spora
yang terjadi pada inang sementara (hospes intermediet).
Produksi secara seksual melalui persatuan gamet (mikro gamet = gamet jantan dan
makro gamet = gamet betina) yang berlangsung did dalam tubuh nyamuk.

Contohnya adalah Plasmodium.


Siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh inang berhasil diungkapkan oleh Charles
Laverans dan Grasy, dengan siklus sebagai berikut :
- Bila seekor nyamuk anopheles menghisap darah , maka dikeluarkanlah zat anti
pembekuan darah agar darah korban tidak membeku . zat ini disebut dengan anti
kougulan. Bersamaan dengan zat anti kogulan maka keluarlah sporozoit zporozoit
dari mulut nyamuk dan masuk melalui luka gigitan di tubuh korban.
- Setelah tiga harisporozoit keluar dari inti, kemudian menyerang sel-sel darah merah
dan memasukinya. Fase ini disebut fase eritrositer.
- Sporozoit di dalam sel darah merah disebut tropozoit. Setelah sel-sel darah merah
pecah, merezoit keluar dan mencari sel-sel darah merah yang baru . kejadian ini
berulang beberapa kali. Bersama dengan pecahnya sel-sel darah merah itu, penderita
merasa demam (panas).
- Setelah beberapa waktu mengalami skizogami, beberapa merezoit berubah menjadi
gametogenesit yaitu persiapan untuk menjadi gamet jantan dan betina.
- Jika saat itu sel darah manusia ini dihisap oleh nyamuk anopheles betina, maka di
dalam tubuh nyamuk , gametosit akan berubah menjadi gamet jantan dan betina,
dua gamet ini kemudia melebur menjadi satu membentuk zigot. Zigot ini akan
menjadi ookinet, dan pengisap makanan dari nyamuk.
- Ookinet berubah menjadi bulat disebut oosita. Menghasilkan beribu-ribu sporozoit
dengan cara sporozoit. Dari tahapan inilah kemudian sporozoit akan sampai pada
kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi dan eksperimen

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 4 Protista dan Buku Paket Biology X.
2. Alat dan bahan untuk eksperimen Activity 4.1: Mikroskop cahaya, lampu spiritus,
batang ose, kaca objek, kaca penutup, kertas lensa, air rendaman jerami umur 2-3
hari, air kolam, dan vaselin.
3. Gambar macam-macam protozoa.
4. Buku teks, jurnal ilmiah, dan internet.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan

a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan menunjukkan gambar macammacam protozoa.
b. Apersepsi:
Tahukah bahwa ada protista kecil yang menyerang sel darah manusia?
Tahukah nama penyakit yang disebabkan oleh protista tersebut?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai protista mirip hewan.
2. Inti
a. Membimbing siswa untuk berkelompok melakukan kegiatan
Mengamati
1) Menggali informasi mengenai ciri-ciri, klasifikasi, peranan serta definisi protista
mirip hewan melalui membaca buku teks atau jurnal ilmiah dan internet.
2) Melakukan pengamatan bentuk Paramecium dari hasil membiakan/mengkultur
Paramecium.
3) Menggambar hasil pengamatan pada lembar pengamatan.
Mengumpulkan data
1) Melakukan percobaan mengenai membuat kultur Paramecium.
2) Melakukan studi literatur mengenai struktur Paramecium dan bagian-bagiannya
melalui buku teks atau jurnal ilmiah dan mencocokkannya dengan gambar hasil
pengamatan.
Mengkomunikasi
1) Mempresentasikan hasil pengamatan Paramecium.
2) Menguraikan
membedakannya.

klasifikasi

protista

mirip

hewan

dan

faktor-faktor

yang

3) Mengemukakan beberapa peranan protista mirip hewan, baik yang merugikan dan
bermanfaat bagi kehidupan.
4) Siswa lain berkesempatan untuk menanggapi dan bertanya mengenai ciri-ciri,
klasifikasi dan peranan protista mirip hewan.
Mengasosiasikan
1) Menyimpulkan ciri-ciri protista mirip hewan.
2) Menyebutkan klasifikasi dari protista mirip hewan.
3) Menjelaskan peranan protista mirip hewan bagi kehidupan.
b. Mengkonfirmasi hasil diskusi siswa dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
c. Guru melengkapi jawaban-jawaban siswa pada saat diskusi.

3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mengajukan beberapa pertanyaan lisan untuk menguji wawasan siswa.
c. Mendorong siswa untuk selalu teliti dan berhati-hati ketika bekerja mengkultur
Paramecium dan mengamatinya melalui mikroskop.
d. Mengingatkan siswa untuk bersyukur atas kekuasaan Tuhan yang mampu
menciptakan makhluk hidup dengan bermacam peranan dalam kehidupan.
e. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PENILAIAN
1. Teknik dan bentuk instrumen
Teknik
Pengamatan sikap
Tes unjuk kerja
Tes tertulis
2. Contoh instrumen
a. Lembar pengamatan sikap
No

Bentuk Instrumen
Lembar pengamatan sikap
Tes uji kerja
Tes uraian dan pilihan

Aspek yang dinilai

Menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan

Memiliki rasa ingin tahu (curiosity)

Menunjukkan ketekunan dan tanggungjawab


dalam belajar dan bekerja baik secara
individu maupun berkelompok

Menyampaikan ide, informasi, dan


argumentasi

Mengajukan pertanyaan

Menghargai pendapat orang lain

Partisipasi dalam kelompok belajar

Kerapihan laporan percobaan

Hasil
Penilaian
*)

Keterangan

*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.


b. Lembar tes unjuk kerja
Pertemuan I
Lembar Kerja Siswa Pengamatan Protista Mirip Jamur
Nama:
Kelas:

Filum
Myxomycota

Gambar

Ciri-ciri

Reproduksi

Peranan

Nama

spesies:

Nama

spesies:

Nama

spesies:

Oomycota

Acrasiomycota

Pertemuan II
Lembar Kerja Siswa Pengamatan Protista Mirip Tumbuhan
Nama:
Kelas:
No
Klasifikasi
1
Divisio:
Classis:
Ordo:
Familia:
Genus:
Species:
2
Divisio:
Classis:
Ordo:
Familia:
Genus:
Species:
3
Divisio:
Classis:
Ordo:
Familia:
Genus:
Species:
4
Dst.

Gambar

Ciri-ciri

Peranan

Pertemuan IV
Lembar Kerja Siswa Pengamatan Protozoa
No.

No

Gambar Protozoa

Kelas

Aspek yang dinilai

Keterampilan membiakkan Paramecium

Keterampilan membuat preparat Paramecium

Keterampilan mendemonstrasikan membuat


preparat

Ketelitian menggunakan mikroskop

Pemahaman prosedur kegiatan

Keterangan

Hasil
Penilaian
*)

Keterangan

Keterampilan mempresentasikan hasil


pengamatan
*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.
c. Tes tertulis
1) Sebutkan tiga ciri utama kingdom Protista. (skor 3)
2) Sebutkan ciri-ciri tubuh dari Protista mirip jamur. (skor 3)
3) Sebutkan dua contoh Protista mirip jamur beserta peranannya bagi
kehidupan. (skor 4)
4) Sebutkan pigmen dominan dan cadangan makanan dari alga divisi
Euglenophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. (skor 8)

5) Sebutkan perbedaan antara Euglenophyta, Chlorophyta, dan Chrysophyta


dilihat dari struktur tubuhnya. (Skor 6)
6) Jelaskan cara perkembangbiakan alga secara vegetatif. (Skor 5)
7) Sebutkan manfaat alga bagi manusia. (skor 5)
Mengetahui
Kepala Sekolah

Sukatani, Desember 2014


Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag

Nurul Khomsatul Maktubah, S.Pd

NIP. 197711008 199903 1 001

NIP. 19760707 200701 2 025

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 SUKATANI


Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas/Semester

: X/1

Alokasi Waktu

:15x 45 menit (5 pertemuan x 3 jam pelajaran)

KOMPETENSI INTI:
KI -1 : Menghargai dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah ling-kungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif, dan proaktif)
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 : Memahami dan me ne rapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu meng-gunakan metode, sesuai kaidah keilmuan.

KOMPETENSI DASAR:
3.6 Mengelompokkan jenis-jenis jamur berdasarkan ciri- ciri dan perannya bagi
kehidupan melalui percobaan.

3.6.1 Mengidentifikasi cara hidup jamur.


3.6.2 Mengidentifikasi struktur tubuh jamur.
3.6.3 Mengidentifikasi cara reproduksi jamur.
3.6.4 Mengidentifikasi klasifikasi jamur.
3.6.5 Mengidentifikasi peran jamur bagi kehidupan.
3.6.6 Mengidentifikasi struktur tubuh lichenes.
3.6.7 Menjelaskan peranan lichenes dalam kehidupan.
4.8 Mengamati berbagai jenis jamur melalui pengamatan langsung atau gambar dan
mengelompokkannya berdasarkan ciri atau peranannya bagi kehidupan.
4.8.1 Melakukan pengamatan struktur tubuh jamur.
4.8.2 Membuat produk makanan yang memanfaatkan jamur.

PERTEMUAN I
A. Tujuan
Melalui kegiatan eksperimen, tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari unit ini
siswa diharapkan mampu:
1. Mengemukakan bagian-bagian struktur tubuh jamur.
2. Membedakan pengertian hifa dan miselium.
3. Menjabarkan fungsi dari haustorium pada jamur.
4. Membedakan cara hidup jamur secara parasit, saprofit dan mutualisme.
5. Membedakan cara reproduksi seksual dan aseksual pada jamur.
6. Menjabarkan 6 divisio dari kingdom jamur.
7. Menguraikan ciri-ciri divisio Chytridiomycota dilihat dari habitat dan flagelnya
disertai contohnya.
8. Menguraikan ciri dari jamur divisio Zygomycota dilihat dari habitat, jenis hifa dan
cara reproduksi disertai contohnya.
B. Materi Pembelajaran
A. Cir-ciri Jamur
Ciri-ciri jamur adalah sebagai benikut.
Mempunyal membran Intl (eukariot), tetapi dapat membuat makanan sendiri
kanena mengandung kiorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di
sekitarnya.
Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut
hifa.

Cabang dan hifa disebut dengan miselium yang berfungsi menyerap makanan dan
substratnya.
Bersifat saprofit dan parasit.
Berkembang biak secara aseksual dan seksual.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh jamur yang bersel tunggal
(uniseluler), yaitu dengan pertunasan dan pemutusan hifa (fragmentasi).
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan membentuk askus spora.

B. Kiasifikasi Jamur
1. Zygomycota
Nama Zygomycoto berasal dan jenis perbanyakan diri seksual, terutama pada
pembentukan zigospora. Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota
adalah:
Biasa hidup sebagai saprofit.
Miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa
atau buluh.
Dinding sel terdiri atas kitin, tidak memfliki zoospora sehingga sporanya merupakan
sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang tersebar ke mana-mana.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari
sporangium yang telah pecah.
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa
betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan si selnya. Hifa
betina adalah hifa yang menerima isi selnya.

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi dan eksperimen.

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 5 Jamur dan Buku BiologI XA.
2. Gambar atau foto contoh beberapa jenis jamur.
3. Alat dan bahan untuk Activity 5.1: mikroskop, pipet, pinset, kaca objek, kaca
penutup, tempe, dan air.
4. Buku teks, jurnal ilmiah, dan akses internet.

E. Kegiatan Pembelajaran

1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan menunjukkan gambar contoh
jenis jamur.
b. Siswa menjawab pertanyaan dari Preview Test halaman 175.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai ciri-ciri dan definisi
jamur.
2. Inti
a. Membimbing siswa untu berkelompok dan
Mengamati
1) Menggali informasi mengenai ciri-ciri, definisi, cara hidup
perkembangbiakanjamur melalui buku teks sumber dan internet.

dan

cara

2) Mengamati struktur tubuh Zygomycota melalui kegiatan Activity 5.1 halaman 184.
Mengkomunikasi
1) Perwakilan siswa menerangkan hasil pengamatannya mengenai struktur tubuh
zygomycota.
2) Siswa lain berkesempatan untuk menanggapi, bertanya dan menjawab berbagai hal
mengenai jamur sebagai bagian dari diskusi.
3) Mengemukakan kesimpulan diskusi mengenai ciri-ciri, definisi, cara hidup, dan
cara perkembangbiakan jamur Zygomycota.
Mengasosiasi
Menyimpulkan ciri-ciri jamur dari hasil pengamatan dan mencatatnya di lembar
pengamatan.
b. Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya
mengenai materi yang bersangkutan.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan untuk menguji wawasan
siswa mengenai cara hidup jamur.
c. Mendorong siswa untuk selalu teliti dalam mengamati melalui dan menggunakan
mikroskop.
d. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PERTEMUAN II

A. Tujuan
Melalui kegiatan diskusi, eksperimen, dan ekspositori, setelah mempelajari unit ini
siswa diharapkan mampu:
1. Menguraikan ciri dari jamur divisi Glomeromycota dilihat dari cara hidup, struktur
tubuh, dan cara reproduksinya.
2. Menguraikan ciri dari jamur divisi Ascomycota dilihat dari cara hidup, struktur
tubuh, dan cara reproduksinya.
3. Mejabarkandelapan contoh Ascomycota disertai peranan yang ditimbulkannya.
4. Menguraikan ciri dari jamur divisi Basidiomycota dilihat dari cara hidup, struktur
tubuh, dan cara reproduksinya.
5. Membedakan bagian-bagian dari tubuh buah pada jamur Basidiomycota.
6. Menguraikan enam contoh Basidiomycota disertai peranan yang ditimbulkannya.
B. Materi Pembelajaran
2. Ascomycota
Ascomycota adalah kelompok jamur yang berkembang biak dengan membentuk spora
di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus. Pembentukan askus inilah yang
menjadi ciri Ascomycota. Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan
pembentukan askospona melalui beberapa tahap, yaitu:
Perkawinan (kopulasi) antara gametangiUm jantan dan gametangium betina,
Bersatunya plasma kedua gametangium yang disebut dengan plasmolisis.
Bersatunya Intl yang berasal dan gametangium yang disebut dengan kariogami.
Kariogami yang menyebabkan terjadinya pembelahan reduksi, dilanjutkan dengan
pembentukan askospora secara endogen menurut pembentukan sel bebas.
Perkembangbiakan secara aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan konidium,
fragmentasi, dan pertunasan.
a. Saccharomycota
Hidup sebaga saprofit dan sering dimanfaatkan untuk pembuatan kue, tape,
alkohol, roti, bersifat uniseluler, sel berbentuk bulat, tidak berhifa, dan berkembang
biak dengan pertunasan.
Ragi atau Sacharomyces cereviceae dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan
roti dan pembuatan alkohol.
b. Penicillium sp.
Dapat memberi citarasa yang khas untuk keju rokefort dan kamembert
Sedangkan penicillium notatum dan penicillium chrysogenum adalah pembuat
penicilin karena bersifat racun yang dapat menghasilkan zat mematikan, yaitu
antibiotika,

c. Neurospora crassa
Merupakan jamur yang dimanfaatkan untuk pembuatan oncom.
Berwarna oranye dan sering tumbuh di kayu yang telah terbakar.
3. Basidiomycota
Basidiomycota merupakan kelompok jamur yang pembentukan sporanya terjadi di
atas sel yang disebut basidium.
Basidium terdiri dari beberapa sel yang masing-masing membentuk satu
basidiospora.
Jamur kelompok ini dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk
konidiumdan berkembang biak secara seksual dengan membentuk spora basidium.
Contoh jamur yang termasuk dalam Basidiomycota adalah jamur merang
(Volvariella volvacea) yang dapat dimakan dan dikembangkan; jamur kuping
(Auricularia polytricha) yang hidup dikayu lapuk, dapat dimakan dan dikembangkan;
jamur tiram (Pleurotes) dapat dimakan; jamur api yang dapat merusak tanaman tebu;
jamur beracun (Amanita phalloides) berwarna putih dan merah, hidup di tanah;
jamur upas (Corticum salmonella).
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi dan ekspositori

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 5 Jamurdan Buku Advanced Learning Biology XA.
2. Alat dan bahan untuk Activity 5.3: pisau, lup, mikroskop, pinset, jamur divisi
Basidiomycota (jamur kuping, jamur kancing, jamur merang, atau jamur tiram)
3. Buku teks, jurnal ilmiah, dan internet.

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan menunjukkan contoh jamur
kancing.
b. Apersepsi:
Jamur ini, termasuk ke dalam divisi apa?
Perhatikan kembali ciri-ciri yang melekat padanya?
Adakah kesamaan dengan jamur yang kita amati kemarin?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai jamur divisi
Glomeromycota, Ascomycota, dan Basidomycota.

2. Inti
a. Guru merinci informasi pendahuluan mengenai kegiatan pengamatan jamur.
b. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan mengarahkan siswa untuk
Mengamati
1) Pengamatan terhadap jamur Basidiomycota melalui kegiatan Activity 5.3 halaman
196.
2) Menggambar struktur jamur secara detail dan benar pada lembar pengamatan.
3) Mencatat ciri-ciri struktur tubuh jamur yang diamati.
Mengumpulkan data
1) Melakukan studi literatur dengan buku teks
mencocokkan ciri dari tiap bagian jamur yang diamati.

sumber dan

internet

dan

2) Mencocokkan dan melengkapi gambar hasil pengamatan dengan hasil membaca


literatur.
3) Beri keterangan tambahan yang diperlukan pada lembar pengamatan.

Mengkomunikasi
1) Menerangkan hasil pengamatan jamur mengenai struktur tubuh.
2) Menjelaskan
pengamatan.

hasil

studi

literatur

dan

membandingkannya

dengan

hasil

3) Siswa lain akan menanggapi dengan bertanya atau memberi jawaban.


4) Mengemukakan kesimpulan diskusi mengenai ciri-ciri, definisi, cara hidup, dan
cara perkembangbiakan jamur Zygomycota.
Mengasosiasikan
1) Menyimpulkan ciri-ciri dan struktur tubuh dari jamur Basidiomycota.
2) Menentukkan alasan mengapa jamur-jamur ini digolongkan ke dalam kelompok
Basidiomycota.
c. Mengkonfirmasi hasil diskusi siswa dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
d. Guru melengkapi jawaban-jawaban siswa pada saat diskusi.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Mengajukan beberapa pertanyaan lisan untuk menguji wawasan siswa.

c. Mendorong siswa untuk selalu teliti ketika bekerja mengamati struktur tubuh
jamur.
d. Mendorong siswa untuk saling membantu dan bekerja sama ketika sedang bekerja
dalam kelompok.
e. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PERTEMUAN III
A. Tujuan
Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Menyebutkan ciri-ciri dari tiap kelompok jamur.
2. Menguraikan ciri-ciri jamur Deuteromycota.
3. Mengemukakan minimal tiga contoh jamur Deuteromycota disertai peranan yang
ditimbulkannya.
B. Materi Pembelajaran
4. Deuteromycota (Jamur imperfeksi)
Jamur DeuteromYCOta adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan
belum diketahui tahap seksualnya.
Tidak termasuk dalam kelas jamur AscomycOta dan Bosidiomycota. Oleh karena
itu, jamur ini merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfecti).
Jamur-jamur yang tergolong pada jamur imperfeksi ini banyak yang menimbulkan
penyakit.

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 5 Jamur dan Buku BiologI XA.
2. Gambar atau foto contoh beberapa jenis jamur.
3. Buku teks, jurnal ilmiah, dan akses internet.

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan

a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan menunjukkan gambar contoh


jenis jamur.
b. Siswa menjawab pertanyaan apersepsi:
Apa kegunaan jamur yang Anda ketahui?
Mengulang ciri-ciri jamur yang Anda ketahui.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai ciri-ciri dan definisi
jamur.
2. Inti
a. Membimbing siswa untuk berkelompok menjadi enam kelompok (tim ahli) sesuai
dengan enam divisi pada Kingdom Fungi yaitu, Chytridiomycota, Zygomycota,
Glomeromycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota.
Mengamati
1) Melakukan study literature dengan buku teks atau jurnal ilmiah dan internet
mengenai berbagai hal seperti ciri-ciri, contoh, cara reproduksi, dan peranan masingmasing kelompok yang menjadi tugasnya.
2) Satu orang dari kelompok ini keluar dari kelompok dan membentuk kelompok
baru. Begitu juga yang terjadi pada kelompok lain. Sehingga setiap kelompok baru ini
memiliki masing-masing ahli Chytridiomycota, ahli Zygomycota, ahli Glomeromycota,
ahli Ascomycota, ahli Basidiomycota, dan Deuteromycota.
Menanya
1) Guru memberi kesempatan siswauntuk mengajukan materi yang masih belum
dipahami.
2) Siswa lain akan menanggapi dan memberi jawaban.
3) Menjelaskan peranan masing-masing kelompok jamur bagi lingkungan atau
manusia.

Mengkomunikasi
Setiap anggota kelompok baru tersebut saling berdiskusi dan berbagi informasi
mengenai masing-masing kelompok jamur.
Mengasosiasi
1) Perwakilan siswa merangkum informasi dari masing-masing kelompok jamur.
2) Menyimpulkan peranan Kingdom Fungi bagi lingkungan dan manusia.
b. Mengkonfirmasi hasil diskusi siswa dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
c. Guru melengkapi jawaban-jawaban siswa pada saat diskusi.
4. Penutup

a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan


nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan untuk menguji wawasan
siswa mengenai cara hidup jamur.
c. Mendorong siswa untuk selalu santun dan menghormati pendapat yang
berseberangan dengan pendapat sendiri ketika berdiskusi.
d. Mengingatkan siswa untuk bersyukur atas kekuasaan Tuhan yang mampu
menciptakan makhluk hidup dengan bermacam peranan dalam kehidupan.
e. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PERTEMUAN IV
A. Tujuan
Melalui kegiatan tanya jawab, eksperimen, dan diskusi, setelah mempelajari unit ini
siswa diharapkan mampu menguraikan peranan jamur pada pembuatan tape ketan.
B. Materi Pembelajaran
Peranan jamur atau fungi dalam kehidupan sangat luas. Jamur berperan dalam
keseimbangan lingkungan yaitu sebagai dekomposer. Sebagai dekomposer, jamur
menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga bisa dimanfaatkan oleh
organisme lain. Hal ini sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem di bumi,
karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya keseimbangan
antara produksi biomasa oleh organisme fotosintetik dan perombakan-perom- bakan
atau daur ulang nutrien yang dikandungnya. Dalam proses daur ulang senyawa
organik ini, fungi memiliki peran yang menonjol di semua ekosistem utama. Jamur
juga bisa bersimbiosis dengan organisme lain.
Dengan akar tumbuhan tertentu jamur bersimbiosis membentuk mikoriza. Mikroriza
merupakan struktur yang berperan penting dalam suplai unsur hara. Kalian bisa
membaca kembali bagian awal dari bab ini yang membicarakan cara jamur
memperoleh makanan. Berdasarkan posisi jamur terhadap akar tumbuhan, dikenal
adanya endomikoriza (bila hifa menembus korteks akar) dan ektomikoriza (bila hifa
hanya menem bus epidermis akar).
Kelompok jamur yang sering bersimbiosis dengan akar tumbuhan umumnya
termasuk anggota Divisi Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina. Bentuk
simbiosis lain dari jamur adalah lumut kerak. Lumut kerak merupakan organisme
yang mampu hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim dan sangat sensitif
terhadap pencemaran udara. Sehingga lumut kerak ini biasa digunakan sebagai
bioindikator kualitas udara. Bersama dengan kelompok tumbuhan lain, seperti
tumbuhan lumut (Bryophyta) dan anggrek, lumut kerak banyak menghiasi
pepohonan mulai dari daerah dataran rendah sampai pegunungan yang tinggi
sebagai epifit. Tetapi bila terjadi pencemaran udara, jenis-jenis organisme epifit
tersebut, terutama lumut kerak dan tumbuhan lumut akan mati.

Jamur juga berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obat-obatan.
Sebagai contoh, pada Divisi Zygomycotina, sedikit- nya ada 2 jenis Rhizopus yang
digunakan secara komersial dalam industri pil kontrasepsi dan anestesi, yaitu R.
arrhizus dan R. nigricans. Beberapa jenis lain juga dimanfaatkan dalam industri
alkohol dan untuk mengempukkan daging. Ada pula jenis lain yang mampu
memproduksi pigmen kuning yang digunakan untuk memberi warna pada margarin.

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi dan eksperimen

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 5 Jamur dan Buku BiologI XA.
2. Alat dan bahan untuk Activity 5.2: panci, pengaduk, kompor, daun pisang,
kantung plastik, tampah, dandang, beras ketan, ragi tempe, dan air.
3. Gambar atau slide produk makanan dan lain-lain sebagai hasil pengolahan jamur.
4. Buku teks, jurnal ilmiah, dan akses internet.

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi siswa dengan menunjukkan gambar contoh
produk bermanfaat yang diolah atau terbuat dari jamur.
b. Siswa menjawab pertanyaan apersepsi:
Apa maksud dari gambar ini?
Apa hubungannya dengan pembelajaran Kita soal Kingdom Fungi.
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai pembuatan tape
ketan.
2. Inti
a. Membimbing siswa untuk berkelompok dan bekerja sama melakukan
Mengamati
Membuat tape ketan sebagai contoh produk makanan dari olahan jamur.
Menanya
1) Guru memberi kesempatan siswa untuk mengajukan materi yang masih belum
dipahami.
2) Siswa lain akan menanggapi, bertanya dan memberi jawaban.

Mengkomunikasi
1) Siswa menunjukkan hasil jadi pembuatan tape ketan.
2) Siswa mempresentasikan cara mengolah beras menjadi tape dan bagaimana peran
jamur dalam mengubah kukusan ketan menjadi tape.
3) Menjawab pertanyaan dari lembar kegiatan yang disediakan.
Mengasosiasi
Menyimpulkan peranan Kingdom Fungi bagi lingkungan dan manusia.
b. Mengkonfirmasi hasil diskusi siswa dan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya mengenai materi yang bersangkutan.
c. Guru melengkapi jawaban-jawaban siswa pada saat diskusi.
3. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Guru mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan untuk menguji wawasan
siswa mengenai cara hidup jamur.
c. Mendorong siswa untuk disiplin dan mematuhi tata tertib di laboratorium.
d. Mengingatkan siswa untuk bersyukur atas kekuasaan Tuhan yang mampu
menciptakan makhluk hidup dengan bermacam peranan dalam kehidupan.
e. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PERTEMUAN V
A. Tujuan
Melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi, setelah mempelajari unit ini siswa
diharapkan mampu:
1. Menjabarkan struktur tubuh Lichenes.
2. Menguraikan bentuk simbiosis antara alga dan jamur pada Lichenes.
3. Menguraikan cara reproduksi pada Lichenes.
4. Mengemukakanlima contoh dari Lichenes.
5. Menguraikan peranan Lichenes bagi kehidupan.
B. Materi Pembelajaran
Lumut kerak (atau Lichenes dalam istilah ilmiah) adalah suatu organisme majemuk
yang merupakan suatu bentuk simbiosis erat dari fungus(sebagai mycobiont) dengan
mitra fotosintetik (photobiont), yang dapat berupa alga hijau (biasanya Trebouxia)

atau sianobakteri (biasanyaNostoc). Kerja sama ini demikian eratnya sehingga


morfologinya pun berbeda dari komponen simbiotiknya. Pada beberapa kasus bahkan
masing-masing komponen akan mengalami kesulitan hidup apabila ditumbuhkan
terpisah.
Organisme ini sebenarnya kumpulan antara Fungi dan Algae, tetapi sedemikian rupa,
hingga dari segi morfologi dan fisiologi merupakan suatu kesatuan.
Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan, tetapi dapat jiga di atas tanah,
terutama di daerah tundra di sekitar kutub utara. Di daerah ini areal dengan luas
ribuan km2 tertutup oleh lichenes. Baik di atas cadas maupun di dalam batu, tidak
terikat tingginya tempat di atas permukaan air laut. Lichenes dapat kita temukan
dari tepi pantai sampai di atas gunung-gunung yang tinggi. Tumbuhan ini tergolong
dalam tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Beberapa
jenis dapat masuk pada bagian pinggir batu-batu, oleh karenanya disebut bersifat
endolitik.
Lichenes tidak memerlukan syarat-syarat hidup yang tinggi, dan tahan kekurangan
air dalam jangka waktu yang lama. Karena panas yang terik lichenes yang hidup
pada batu-batu dapat menjadi kering, tetapi tidak mati, dan jika kemudian turun
hujan, Lichenes dapat hidup kembali. Pertumbuhan thalusnya sangat lambat, dalam
satu tahun jarang lebih dari 1 cm. tubuh buah baru terbentuk setelah mengadakan
pertumbuhan vegetatif bertahun-tahun.
Algae yang ikut menyusun tubuh Lichenes disebut gonidium, dapat bersel tunggal
atau berkoloni. Kebanyakan gonidium adalah ganggang biru (Cyanophyceae) antara
lain Chroococcus dab Nostoc, kadang-kadang juga ganggang hijau 9chlorophyceae)
misalnya Cystococcus dan Trentepohlia.
Kebanyakan cendawan yang ikut menyusun Lichenes tergolong ke dalam Ascomycetes
terutama Discomycetales, hanya kadang-kadang Pyrenomycetales. Mungkin juga
Basidiomycetes mengambil bagian dalam pembentukan Lichenes. Kebanyakan
cendawan-cendawan tertentu bersimbiosis dengan ganggang tertentru pula. Untuk
memelihara Lichenes pada medium buatan dijimpai bamnyak kesukaran. Tetapi jika
cendawan dan ganggangnya dipisahkan, masing-masing dapat dipiara dengan mudah
pada medium buatan. Pada umumnya Lichenes pada medium buatan tidak
memperlihatkan pertumbuhan yang kuat. Jadi daya untuk hidup sendiri telah hilang,
sehingga cendawan itu dalam jarang sekali ditemukan dalam keadaan hidup bebas.
Dalam kultur murni cendawan itu memperlihatkan susunan morfologi menurut
jenisnya, tetapi bentuk thalus seperti Lichenes baru terjadi, jika bertemu dengan
jenis ganggang yang tepat. Lain ganggang akan menghasilkan lain Lichenes. Jadi
bentuk lichenes bergantung pada macam cara hidup bersama antara kedua macam
organisme yang menyusunnya.
Hidup bersama antara dua organisme yang berlainan jenis umumnya disebut
simbiosis. Masing-masing organisme itu sendiri disebut simbion. Dalam pembicaraan
sehari-hari simbiosis itui sering diartikan sebagai hidup bersama dengan keuntungan
bagi kedua simbion, yang seharusnya dinamakan mutualisme.
Pada lichenes simbiosis antara fungi dan algae diberikan tafsiran yang berbeda-beda.
Ada yang menafsirkan sebagai mutualisme, karena dipandang kedua-duanya dapat

memperoleh keuntungan dari hidup bersama itu. Ganggang memberikan hasil-hasil


fotosintesis terutama yang berupa karbohidrat kepada cendawan, dan sebaliknya
cendawan memberikan air dan garam-garam kepada ganggang.
Dapat juga hubuingan antara ganggang dan jamur itu dianggap sebagai suatu
helotisme. Keuntungan yang timbal balik itu hanya sementara, yaitu pada permulaan
saja, tetapi akhirnya ganggan diperalat oleh cendawan, hubungan mana menyerupai
hunbungan seorang majikan dengan budaknya (heloot). Dalam hal ini hidup bersama
natara cendawan dan ganggang pada Lichenes dinamakan helotisme. . Mengenai hal
tersebut memang masih belum tercapai persesuaian paham.
Pada penampang melintang talus lichenes tampak hifa cendawan sering kali
membalut sel-sel ganggang, bahkan ada yang memasukkan haustorium ke dalam selsel ganggang. Ganggang tetap hidup, tetapi tidak dapat membiak dengan sel-sel
lembaganya sendiri. Adapula yang miselium cendawan hanya msuk kedalam selaput
lender sel-sel ganggang. Dalam hal tersebut bentuk ganggang menentukan bentuk
Lichenes. Pada umumnya miselium cendawan jauh lebih banyak bagian dalam takus
terdiri atas anyaman hiva yang renggang dan merupakan lapisan teras(lapisan
empulur). Dalam lapisan ini dekat dengan permukaan sel-sel ganggang, bergerombol
yang merupakan lapisan yang dinamakan lapisan gonidium. Kulit luarnya terdiri atas
mislelium cendawan lagi yang teranyam sebagai plektenkim dengan rapat.
Menurut habitusnya kita membedakan Lichenes yang talusnya menyerupai
lembaran-lembaran, dan seperti semak. Yang pertama biasanya melekat dengan
benang-benang menyerupai rizoid pada substratnya dengan seluruh sisi bawah talus,
sedang yang kedua mempunyai ujung talus yang bebas dalam udara. Pembagian ini
sama sekali tidak menunjukkan hubungan filogenetik antara anggota-anggota yang
tergolong di dalamnya. Kebanyakan Lichexnes berkembang biak vegetatif, karena bila
sebagian talus terpisah lalu tumbuh menjadi individu baru. Pada bebarapa jenis
Lichenes,pembiakan berlangsung dengan perantaraan soredium, yaitu kelompok kecil
sel-sel ganggang yang sedang membelah dan diselubungi benang-benang miselium
menjadi suatu badan yang dapat terlepas dari indukknya. Dengan robeknya dinding
talus soredium tersebar seperti debu yang ditiup angin. Benda-benda tersebut pada
tempat lain dapat tumbuh menjadi Lichenes baru. Seringkali soredium itu tetjadi
dalam talus pada tempat-tempat yang mempunyai batas yang jelas yang dinamakan
soralum. Pada talus Lichenes, cendawan akhirnya dapat membentuk tubuh buah
yang menurut jenis cendawan dapat berupa apotesium atau peritesium. Spora yang
dilepaskan , di tempat yang baru jika menjumpai jenis ganggang yang tepat, yang
sama dengan jenis ganggang pada talus indukknya.
Menurut habitusnya, Lichen dibagi menjadi dua yaitu :
a. Lichenes dengan talus berbentuk lembaran-lembaran
b. Lichenes dengan talus berbentuk semak-semak
Pada tipe Lichen dengan talus lembaran, talus seluruhnya melekat dengan sisi
bawahnya pada alas sedangkan tipe Lichen dengan talus berbentuk semak-semak,
hanya pangkal talus saja yang melekat pada alas dan ujungnya tetap bebas dan
bercabang-cabang seperti batang Cormophyta.

Macam-macam Lichen (Google, 2009)


Karakteristik Lichenes
Ciri-ciri umum
Lichenes memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:
Pada Penampang melintang talus Lichenes, kelihatan hifa cendawan membalut selsel algae, bahkan ada yang memasukkan haustorium ke dalam sel-sel algae. Algae
tetap hidup tetapi tidak dapat membiak dengan sel-sel lembaganya sendiri.
Ada pula yang miselium cendawannya hanya masuk ke dalam selaput lander selsel algae, sehingga bentuk algae menentukan bentuk Lichenesnya.
Bagian dalam talus terdiri dari anyaman hifa yang renggang dan merupakan
lapisan teras / empulus. Dalam lapisan ini sel-sel algae bergerombol membentuk
lapisan gonidium. Kulit luarnya terdiri atas miselium cendawan yang teranyam
sebagai plektenkim yang rapat.
Bagi lichenes yang talusnya menyerupai lembaran, biasanya melekat dengan
benang-benang yang menyerupai rizoid. Sedangkan ujung semak menyerupai ujung
talus yang bebas dalam udara.
Lichenes hidup sebagai epifit pada pohon-pohonan, tetapi dapat juga di atas tanah,
terutama di daerah tundra, digolongkan sebagai tumbuhan perintis yang ikut
berperan dalam pembentukan tanah. Beberapa jenis dapat masuk pada pinggir
batuan, disebut endolitik.
Syarat hidupnya tidak sulit dan taha terhadap kekurangan air dalam waktu yang
lama.Dapat menjadi kering akibat terik matahari tetapi tidak mati, dan jika kemudian
turun hujan, Lichenes dapat hidup kembali
Pertumbuhaan talus sangat lambat. Tubuh buah baru terbentuk setelah
mengadakan pertumbuhan vegetative bertahun-tahun.
Kebanykan Lichenes bereproduksi dengan perantaan soredium.
Komponen cendawannya sering dapat membentuk spora dan hanya membentuk
lichenes jika jatuh dekat algae yang merupakan simbionnya.
Menurut cendawan penyusunnya, Lichenes dibagi menjadi 2 kelas, yaitu
Ascomychenes dan Basidiolichenes.
Lumut tidak memiliki akar dan tidak perlu air setiap saat seperti tumbuhan tinggi
besar, sehingga mereka dapat tumbuh di lokasi yang mustahil bagi kebanyakan
tanaman, seperti batu gundul, tanah atau pasir steril, dan berbagai struktur buatan
seperti dinding, atap dan monumen.
Banyak lumut juga tumbuh sebagai epifit (epi - pada permukaan, phyte - tanaman)
pada tanaman lain, terutama pada batang dan cabang-cabang pohon. Ketika tumbuh
pada tanaman lain, lumut tidak parasit , mereka tidak mengkonsumsi bagian dari
tanaman atau racun itu. Beberapa yang tinggal di tanah lumut, seperti anggota
subgenus Cladina (lumut rusa), bagaimanapun, menghasilkan bahan kimia yang

larut ke dalam tanah dan menghambat perkecambahan benih tanaman dan


pertumbuhan tanaman muda.
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan umum : keterampilan proses
Metode

: diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Powerpoint Unit 5 Jamur dan Buku BiologI XA.
2. Gambar dan spesimen kering atau basah dari berbagai macam Lichenes.
3. literatur ilmiah (buku atau jurnal) dan internet.
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Pemusatan perhatian dan pemotivasi. Mengilustrasikan bagaimana jamur dapat
bersimbiosis dengan alga.
b. Apersepsi:
Ada yang pernah melihat Lichenes sebelumnya?
Apakah Anda menyadari bahwa Lichenes termasuk ke dalam Kingdom Fungi?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini mengenai Lichenes.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati gambar atau spesimen Lichenes dan merinci setiap bagiannya.
2) Membaca jurnal ilmiah atau buku teks mengenai struktur tubuh Lichenes, ciri,
cara perkembangbiakan, klasifikasi, dan peran Lichenes bagi lingkungan.
Mengumpulkan Data
Menggambar Lichenes di lembar pengamatan dan menyertakan ciri-ciri khusus
bagiannya.
Mengkomunikasi
1) Menunjukkan hasil pengamatan pada spesimen Lichenes.
2) Menerangkan hasil studi literatur
perkembangbiakan, dan peranan Lichenes.

mengenai

ciri-ciri

Lichenes,

cara

3) Siswa lain dapat menanggapi, menambahkan, bertanya, dan menjawab presentasi


siswa.
4) Mendiskusikan hasil laporan dan memberi kesempatan siswa untuk bertanya
mengenai materi yang bersangkutan.

4. Penutup
a. Mendorong siswa untuk melakukan, menyimpulkan, merefleksi, dan menemukan
nilai-nilai yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
b. Memberi pertanyaan lisan untuk menguji wawasan barunya.
c. Mengingatkan siswa untuk bersyukur atas ciptaan Tuhan dengan berbagai
peranannya dalam kehidupan di Bumi.
d. Memberikan penghargaan (pujian dalam lisan atau tulisan) kepada kelompok atau
individu berkinerja baik.

PENILAIAN
1. Teknik dan bentuk instrumen
Teknik
Pengamatan sikap
Tes unjuk kerja
Tes tertulis
2. Contoh instrumen
a. Lembar pengamatan sikap
No

Bentuk Instrumen
Lembar pengamatan sikap
Tes uji kerja
Tes uraian dan pilihan

Aspek yang dinilai

Menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan

Memiliki rasa ingin tahu (curiosity)

Menunjukkan ketekunan dan tanggungjawab


dalam belajar dan bekerja baik secara
individu maupun berkelompok

Menyampaikan ide, informasi, dan


argumentasi

Mengajukan pertanyaan

Menghargai pendapat orang lain

Partisipasi dalam kelompok belajar

Kerapihan laporan percobaan

Hasil
Penilaian
*)

Keterangan

*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.


b. Lembar tes unjuk kerja
Pertemuan I
No
1

Aspek yang dinilai


Keterampilan mendemonstrasikan membuat

Hasil
Penilaian
*)

Keterangan

preparat
2

Ketelitian menggunakan mikroskop

Pemahaman prosedur kegiatan

Keterampilan mempresentasikan hasil


pengamatan
*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.
Pertemuan II
No

Aspek yang dinilai

Keterampilan mendemonstrasikan membuat


preparat

Ketelitian menggunakan mikroskop

Pemahaman prosedur kegiatan

Hasil
Penilaian
*)

Keterangan

Keterampilan mempresentasikan hasil


pengamatan
*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.

Pertemuan IV
No

Aspek yang dinilai

Keterampilan membuat tape ketan

Kerapihan dan hasil akhir produk

Pemahaman prosedur kegiatan

Hasil
Penilaian
*)

Keterangan

Keterampilan mempresentasikan hasil


kegiatan
*) 5=sangat baik, 4=baik, 3=cukup, 2=kurang, dan 1=sangat kurang.
c. Lembar tes tertulis
1) Sebutkan dan jelaskan kelompok jamur berdasarkan reproduksi
seksualnya.
2) Jelaskan ciri dari jamur divisi Zygomycota dilihat dari habitat dan jenis
hifanya.
3) Sebutkan cara reproduksi aseksual pada jamur. (skor 5)
4) Jelaskan perbedaan ektomikoriza dan endomikoriza. (skor 2)
5) Sebutkan masing-masing dua contoh dari jamur Ascomycota dan
Basidiomycota. (skor 4)
6) Sebutkan minimal tiga peranan jamur Basidiomycota. (skor 4)
7) Sebutkan lima divisi yang termasuk ke dalam kingdom Fungi. (skor 5)
8) Sebutkan tiga contoh jamur beserta peranannya bagi kehidupan. (skor 5)
9) Jelaskan peran ragi dalam pembuatan tape ketan. (skor 10)

10) Jelaskan mengapa Deuteromycota disebut jamur tidak sempurna. (skor 2)


11) Jelaskan simbiosis antara alga dan jamur pada lichenes. (skor 4)
12) Sebutkan peranan lichenes dalam kehidupan. (skor 4)

Mengetahui

Lamongan, 18 Juli 2014

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag

Nurul Khomsatul Maktubah, S.Pd

NIP. 19611118 199903 1 001

NIP. 19760707 200701 2 025

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Satuan Pendidikan:
MA NEGERI 1 SUKATANI
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X/I
Alokasi Waktu
: 9 JP x 45 menit(3 minggu)
KOMPETENSI INTI:
KI-1
: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2
: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3
: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4
: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
3.2

Menganalisisdatahasilobervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman


hayati (gen, jenis, dan ekosistem)diIndonesiadan usaha pelestariannya.
3.2.1 Menjelaskan pengertian keanekaragaman hayati.
3.2.2 Mengidentifikasikan 3 macam keanekaragaman hayati.
3.2.3 Melakukan praktikum untuk mengamati keanekaragaman gen dan jenis
pada makhluk hidup.

3.2.4 Mendeskripsikan sebaran keanekaagaman hayati di permukaan bumi.


3.2.5 Mendeskripsikan keanekaragaman hayati di Indonesia.
3.2.6 Mengidentifikasikan usaha pelestarian keaneka-ragaman hayati.
4.2

Menyusun usulan upaya pelestariankeanekaragamanhayati


Indonesiaberdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai
keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indoensia yang
dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.
4.2.1 Mengusulkan upaya pelestariankeanekaragamanhayati
Indonesiaberdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai
keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indoensia.
4.2.2 Menyampaikan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai
keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indoensia yang
dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.

PERTEMUAN I
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melakukan percobaan untuk mengamati keanekaragaman jenis dan jenis
pada makhluk hidup.
2. Menjelaskan pengertian keanekaragaman hayati.
B. Materi Pembelajaran
Keanekarahaman Hayati
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme
yang menunjukkan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.
Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk,
penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik
tingkatan gen, tingkatan spesies, maupun tingkatan ekosistem. Gampangnya,
keanekaragaman hayati adalah semua jenis perbedaan antar mahkluk hidup.
Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman hayati menjadi
tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan
keanekaragaman ekosistem.
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum : Cooperative learning
2. Metode
: Discovery, diskusi, praktikum
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Alat/Bahan
:
Daun dari berbagai jenis tumbuhan (contohnya
daun-daun seperti pada gambar), lup atau kaca pembesar, dan
penggaris.
2. Media
: Powerpoint Unit 6
3. Sumber : Buku Biologi kelas X, Penerbit Grafindo Media Pratama
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan

a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa terkait


tentang praktikum pengamatan keanekaragaman bentuk daun.
b. Apersepsi:
- Pernahkah Anda memperhatikan bentuk daun tumbuhan yang
berbeda-beda bentuknya?
- Apakahyangmenyebabkan hal tersebut dapat terjadi?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari initentang praktikum
pengamatan keanekaragaman bentuk daun.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati berbagai jenis bentuk daun.
2) Menyimak uraian tentang pengertian keanekaragaman hayati.
Menanya
1) Mampu mengajukan pertanyaan tentang berbagai jenis bentuk
daun.
2) Bertanya tentang pengertian keanekaragaman hayati.
Pengumpulan Data
1) Mengumpulkan data hasil pengamatanberbagai jenis bentuk daun.
2) Mengumpulkan informasi tambahan tentang berbagai jenis bentuk
daun dari berbagai sumber seperti artikel, majalah, atau internet.
Mengasosiasi
1) Menganalisis data hasil pengamatanberbagai jenis bentuk daun.
2) Menyimpulkan hasil analisis data pengamatanberbagai jenis bentuk
daun.
3) Merangkum tentang pengertian keanekaragaman hayati.
Mengkomunikasikan
1) Menyampaikandata hasil pengamatan berbagai jenis bentuk daun
dalam bentuk media informasi seperti poster atau leaflet.
2) Menyebutkan pengertian keanekaragaman hayati.
b. Mendiskusikan hasil pengamatan dan menyimpulkan tentang berbagai
jenis bentuk daun sebagai salah satu bentuk keanekaragaman hayati.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkan tentangberbagai jenis bentuk daun sebagai salah satu
bentuk keanekaragaman hayati.
b. merefleksikan tentangberbagai jenis bentuk daun sebagai salah satu
bentuk keanekaragaman hayati.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur, teliti, objektif, kerja sama, dan
komunikatif yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.
PERTEMUAN II
A. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan pengertian keanekaragaman gen.
2. Menyebutkan contoh keanekaragaman gen.
3. Menjelaskan pengertian variasi disertai contohnya.

4.
5.
6.
7.

Menjelaskan pengertian keanekaragaman jenis.


Menyebutkan contoh keanekaragaman jenis.
Menjelaskan pengertian keanekaragaman ekosistem.
Menyebutkan contoh keanekaragaman ekosistem.

B. Materi Pembelajaran
1. Keanekaragaman gen
Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan
yang terdapat di dalam kromosom. Setiap individu mempunyai kromosom yang
membawa sifat menurun (gen) dan terdapat di dalam inti sel. Perbedaan jumlah dan
susunan faktor menurun tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman
gen.
Makhluk hidup satu spesies (satu jenis) bisa memiliki bentuk, sifat, atau ukuran
yang berbeda. Bahkan pada anak kembar sekalipun terdapat perbedaan. Semua
perbedaan yang terdapat dalam satu spesies ini disebabkan karena perbedaan gen.
anekaayam Keanekaragaman hayati (biodiversitas)

Perbedaan sesama ayam (satu spesies) termasuk keanekaragaman gen


Jadi, keanekaragaman gen adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk
hidup dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini misalnya,
tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan,
yaitu berbeda dari segi warna. Atau perbedaan apa pun yang ditemui pada sesama
ayam petelor dalam satu kandang.
2. Keanekaragaman jenis
Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara
morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya
(interhibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan
generasinya. Kumpulan makhluk hidup satu spesies atau satu jenis inilah yang
disebut dengan populasi.
Keanekaragaman jenis adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup
antar jenis atau antar spesies. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu
keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar
individu dalam satu spesies (keanekaragaman gen).
keanekaragaman hayati Keanekaragaman hayati (biodiversitas)
Keanekaragaman jenis adalah perbedaan makhluk hidup antar spesies. Contohnya
sangat banyak.
Contohnya, dalam keluarga kacang-kacangan dikenal kacang tanah, kacang buncis,
kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut
kita dapat dengan mudah membedakannya karena di antara mereka ditemukan ciri
khas yang sama. Akan tetapi, ukuran tubuh atau batang, kebiasaan hidup, bentuk
buah dan biji, serta rasanya berbeda.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Cooperative learning
: Discovery, diskusi,

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
: Powerpoint Unit 6
2. Sumber : Buku Biologi kelas X, Penerbit Grafindo Media Pratama
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa terkait
tentang keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan
keanekaragaman ekosistem.
b. Apersepsi:
- Tahukah Anda mengapa di bumi terdapat berbagai jenis hewan dan
tumbuhan?
- Apakah yang menyebabkan hal tersebut?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari ini tentang
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman
ekosistem.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Menyimak uraian tentang pengertian keanekaragamangen, variasi,
keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
2) Membaca contoh keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan
keanekaragaman ekosistem.
Menanya
1) Menanyakan tentang pengertian keanekaragamangen, variasi,
keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
2) Mampu mengajukan pertanyaan mengenai contoh keanekaragaman
gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
Pengumpulan Data
1) Mengumpulkan informasi tambahan tentang keanekaragamangen,
variasi, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistemdari
sumber lain.
2) Mengumpulkan
informasi
tambahan
tentang
contoh
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman
ekosistem dari sumber lain.
Mengasosiasi
1) Menyimpulkan pengertian keanekaragamangen, variasi,
keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.
2) Menganalisis data informasi tambahan tentang contoh
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman
ekosistem.
Mengkomunikasikan
1) Menyebutkan
pengertian
keanekaragamangen,
variasi,
keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

2) Menyampaikan
hasil
informasi
tambahan
tentang
contoh
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman
ekosistem.
3) Mendiskusikan hasil laporan dan menyimpulkan tentang
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman
ekosistem.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkantentangkeanekaragaman gen, keanekaragaman jenis,
dan keanekaragaman ekosistem.
b. merefleksikan tentangkeanekaragaman gen, keanekaragaman jenis,
dan keanekaragaman ekosistem.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur, teliti, dan komunikatif yang dapat
dipetik dari aktivitas hari ini.

PERTEMUAN III
A. Tujuan Pembelajaran
1. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi sebaran makhluk hidup.
2. Menjelaskan pengertian zoogeografi dan fitogeografi.
3. Menjelaskan keanekaragaman hewan di Indonesia.
4. Menjelaskan keanekaragaman hewan di Indonesia.
5. Membedakan 3 wilayah persebaran keanekaragaman hewan di Indonesia
disertai contoh hewannya.
6. Menjelaskan keanekaragaman tumbuhan di Indonesia.
7. Menjelaskan keanekaragaman jamur dan mikroorganisme di Indonesia.
B. Materi Pembelajaran
Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Indonesia terletak pada garis 6 LU 11 LS dan 95 BT 141 BT. Dengan demikian,
Indonesia terletak di daerah beriklim tropis dan dilewati oleh garis khatulistiwa. Letak
ini menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Indonesia
juga memiliki berbagai jenis ekosistem, seperti ekosistem perairan, ekosistem air
tawar, rawa gambut, hutan bakau, terumbu karang, dan ekosistem pantai.
1. Persebaran Tumbuhan (Flora) di Indonesia
Jenis tumbuh-tumbuhan di Indonesia diperkirakan berjumlah 25.000 jenis atau
lebih dari 10% dari flora dunia. Lumut dan ganggang diperkirakan jumlahnya 35.000

jenis. Tidak kurang dari 40% dari jenis-jenis ini merupakan jenis yang endemik atau
jenis yang hanya terdapat di Indonesia dan tidak terdapat di tempat lain di dunia.
Tumbuhan yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, Philipina sering disebut kelompok
tumbuhan Malesiana. Beberapa jenis tumbuhan khas di Indonesia :
Durian ( Durio zibethinus ), ada beberapa varietas : Durian Petruk (Jepara),
durian Simas (Bogor), durian Sitokong (Ragunan-Jakarta).
Salak ( Salacca edulis ), beberapa varietas : salak pondoh (sleman), salak bali,
salak condet (jakarta).
Bunga Bangkai ( Rafflesia arnoldi ) dari Bengkulu
Pohon Jati (Tectona grandis), Mahoni (Switenia mahagoni), Kenari
(Canarium
caesius) banyak ditemukan di Jawa, keruing (Dipterocarpus sp), Matoa (Pometia
pinnata) dari Papua.
Meranti (Shorea sp), rotan (Calamus caesius) di kalimantan.
Cendana (Santalumalbum), kayu putih (Eucalyptus alba)
2. Persebaran Hewan (Fauna) di Indonesia
Persebaran hewan-hewan di dunia dikelompokkan menjadi 6 (enam) daerah utama,
yaitu :

Jenis-jenis hewan yang ada di Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 220.000


jenis yang terdiri atas lebih kurang 200.000 serangga ( 17% fauna serangga di
dunia), 4.000 jenis ikan, 2.000 jenis burung, serta 1.000 jenis reptilia dan amphibia.
Penyebaran keanekaragaman hayati di Indonesia, khususnya hewan, sangat
berkaitan erat dengan letak geografis Indonesia. Penyebaran hewan ini secara umum
terbagi menjadi dua wilayah, yaitu kawasan timur (Benua Australia) dan kawasan
barat (Benua Asia).
Dalam ekspedisinya ke Indonesia, Alfred R. Wallace (1856) menemukan perbedaan
hewan di beberapa daerah di Indonesia. Jenis burung yang ada di Bali tidak
dijumpai di Lombok, dan sebaliknya. Hewan yang terdapat di Sumatera, jawa, Bali,
dan Kalimantan mirip dengah jenis hewan di daerah geografis Oriental (Asia),
sehingga Wallace membuat garis pembatas yang dikenal dengan garis wallace yang
memisahkan daerah oriental dengan daerah Australian (meliputi Papua, Maluku,
Sulawesi, dan Nusa Tenggara).
Ahli zoology Jerman, Max Weber menjumpai hewan di daerah Sulawesi mirip dengah
hewan di daerah Oriental dan Australian (merupakan peralihan), sehingga membuat
garis pembatas yang dikenal garis weber yang membentang daerah Sulawesi ke
selatan hingga kepulauan Aru.
Dengan demikian, hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe daerah Orental,
Australian, dan Peralihan
3. Hewan dan Tumbuhan endemik di Indonesia

Hewan dan tumbuhan endemik Indonesia adalah hewan dan tumbuhan yang hanya
ada di di Indonesia.
Hewan yang endemik misalnya : harimau jawa (Panthera tigris sondaicus),
harimau bali (sudah punah), jalak bali putih (Leucopsar
rothschildi) di Bali, badak
bercula satu (Rhinoceros sondaicus) di Ujung Kulon, binturong (Artictis binturong),
monyet (Presbytis thomasi), tarsius (Tarsius bancanus) di Sulawesi Utara, kukang
(Nycticebus coucang), maleo (hanya di Sulawesi), komodo (Varanus komodoensis) di
Pulau Komodo dan sekitarnya.
Tumbuhan yang endemik terutama dari genus Rafflesia misalnya Rafflesia arnoldii
(endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), Rafflesia borneensis (Kalimantan),
Rafflesia cilliata (Kalimantan Timur), Rafflesia horsfilldii (Jawa), Rafflesia patma
(Nusa Kambangan dan Pangandaran), Rafflesia rochussenii (Jawa Barat), dan
Rafflesia contleyi (Sumatra bagian timur).
Bedali (Radermachera gigantean), Kepuh (Stereula foetida), Bungur (Lagerstroemia
spesiosa), Nangka celeng (Arthocarpus heterophyllus), Mundu (Garcinia dulcis),
Sawo kecik (Manilkara kauki), Winong (Tetrameles nudiflora), Kluwak (Pingium
edule), Gandaria (Bouea macrophylla).
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Direct instruction
: Discovery, diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Powerpoint Unit 6
2. Sumber : Buku Biologi kelas X, Penerbit Grafindo Media Pratama
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa terkait
keanekaragaman hayati Indonesia.
b. Apersepsi:
- Tahukah Anda apa saja hewan dan tumbuhan yang hanya ditemukan
di Indonesia?
- Sebutkan contoh mikroorganisme yang Anda ketahui?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari ini tentang
keanekaragaman hayati Indonesia.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Menyimak uraian tentang faktor yang mempengaruhi sebaran
makhluk hidup.
2) Membaca pengertian zoogeografi dan fitogeografi.
3) Menyimak uraian tentang keanekaragaman hewan, keanekaragaman
tumbuhan, dan keanekaragaman mikroorganismeyang ada di
Indonesia.

4)

Mengamati 3 wilayah persebaran keanekaragaman hewan di


Indonesia disertai contoh hewannya.
Menanya
1) Bertanya tentang faktor yang mempengaruhi sebaran makhluk
hidup.
2) Menanyakan pengertian zoogeografi dan fitogeografi.
3) Mampu mengajukan pertanyaan tentang keanekaragaman hewan,
keanekaragaman
tumbuhan,
dan
keanekaragaman
mikroorganismeyang ada di Indonesia.
4) Bertanya tentang 3 wilayah persebaran keanekaragaman hewan di
Indonesia disertai contoh hewannya.
Pengumpulan Data
1) Mengumpulkan
informasi
tambahan
tentang
faktor
yang
mempengaruhi sebaran makhluk hidupdari sumber lain.
2) Mengumpulkan informasi tambahan tentang keanekaragaman
hewan,
keanekaragaman
tumbuhan,
dan
keanekaragaman
mikroorganismeyang ada di Indonesia dari sumber lain.
Mengasosiasi
1) Menyimpulkan faktor yang mempengaruhi sebaran makhluk hidup.
2) Menganalisis data informasi mengenai keanekaragaman hewan,
keanekaragaman
tumbuhan,
dan
keanekaragaman
mikroorganismeyang ada di Indonesia dari sumber lain.
Mengkomunikasikan
1) Menyebutkan pengertian zoogeografi dan fitogeografi.
2) Menyebutkanfaktor yang mempengaruhi sebaran makhluk hidup.
3) Menyampaikan
hasil
pengamatan
informasi
mengenai
keanekaragaman
hewan,
keanekaragaman
tumbuhan,
dan
keanekaragaman mikroorganismeyang ada di Indonesia dari sumber
lain.
b. Mendiskusikan hasil laporan pengamatan tentang keanekaragaman
hayati Indonesia.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkantentangkeanekaragaman hayati Indonesia.
b. merefleksikan tentangkeanekaragaman hayati Indonesia.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur, teliti, dan komunikatif yang dapat
dipetik dari aktivitas hari ini.
PERTEMUAN IV
A. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan pentingnya dilakukan pelestarian keanekaragaman hayati.
2. Menjelaskan kegiatan pokok dalam upaya pelestarian keanekaragaman
hayati.
B. Materi Pembelajaran
Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Agar keanekaragaman makhluk hidup dapat terus lestari dan mampu memberi
manfaat yang sebesar-besarnya kepada manusia, pemanfaatannya harus secara

bijaksana. Beberapa usaha penyelamatan dan pelestarian keanekaragaman makhluk


hidup sebagai berikut.
1. Sistem tebang pilih dengan cara memilih tanaman yang bila ditebang tidak
sangat berpengaruh terhadap ekosistem.
2. Peremajaan tanaman dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan
hasil dengan mempersiapkan tanaman pengganti.
3. Penangkapan musiman yang dilakukan pada saat populasi hewan paling banyak
dan tidak pada saat kondisi yang dapat mengakibatkan kepunahan. Contohnya tidak
berburu pada saat musim berkembang biak.
4. Pembuatan cagar alam dan tempat perlindungan bagi tumbuhan dan hewan
langka seperti suaka margasatwa dan taman nasional. Tempat-tempat tersebut
melindungi flora atau fauna yang sudah terancam punah.
Perlindungan (konservasi) keanekaragaman hayati bertujuan untuk melindungi flora
dan fauna dari ancaman kepunahan. Konservasi dibagi dua macam, yaitu:
1.

In Situ

In situ adalah konservasi flora dan fauna yang dilakukan pada habitat asli. Misalnya
memelihara ikan yang terdapat di suatu danau yang dilakukan di danau tersebut,
tidak dibawa ke danau lain atau sungai. Ini dilakukan agar lingkungannya tetap
sesuai dengan lingkungan alaminya. Meliputi 7 kategori, yaitu cagar alam, suaka
margasatwa, taman laut, taman buru, hutan, atau taman wisata, taman provinsi,
dan taman nasional.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Direct instruction
: Discovery, diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
: Powerpoint Unit 6
2. Sumber : Buku Biologi kelas X
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa terkait
upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
b. Apersepsi:
- Apa yang Anda akan lakukan jika menemukan hewan langka yang
diburu oleh manusia?
- Upaya seharusnya dilakukan bila melihat kejadian tersebut?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari initentang upaya
pelestarian keanekaragaman hayati.
2. Inti

a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk


Mengamati
1) Menyimak uraian tentang pentingnya dilakukan pelestarian
keanekaragaman hayati.
2) Membaca uraian tentang kegiatan pokok dalam upaya pelestarian
keanekaragaman hayati.
Menanya
1) Mampu mengajukan pertanyaan tentang pentingnya dilakukan
pelestarian keanekaragaman hayati.
2) Bertanya tentang kegiatan pokok dalam upaya pelestarian
keanekaragaman hayati.
Pengumpulan Data
1) Mengumpulkan informasi tambahan tentangpentingnya dilakukan
pelestarian keanekaragaman hayati dari sumber lain.
2) Mengumpulkan informasi tambahan tentangkegiatan pokok dalam
upaya pelestarian keanekaragaman hayati dari sumber lain.
Mengasosiasi
1) Merangkuminformasi tambahan tentangpentingnya dilakukan
pelestarian keanekaragaman hayati dari sumber lain.
2) Menyimpulkan informasi tambahan tentangkegiatan pokok dalam
upaya pelestarian keanekaragaman hayati dari sumber lain.
Mengkomunikasikan
1) Memaparkan informasi tambahan tentangpentingnya dilakukan
pelestarian keanekaragaman hayati dari sumber lain.
2) Menyampaikan informasi tambahan tentangkegiatan pokok dalam
upaya pelestarian keanekaragaman hayati dari sumber lain.
b. Mendiskusikan dan menyimpulkan mengenai upaya pelestarian
keanekaragaman hayati.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkantentangupaya pelestarian keanekaragaman hayati.
b. merefleksikan tentangupaya pelestarian keanekaragaman hayati.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur, teliti, dan komunikatif yang dapat
dipetik dari aktivitas hari ini.

PERTEMUAN V
A. Tujuan Pembelajaran
1. Membedakan pengertian pelestarian insitu dan eksitu disertai contohnya.
2. Membedakan keuntungan dan kelemahan pelestarian secara in-situ dan exsitu.
B. Materi Pembelajaran
Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

2.

Ex Situ

Ex situ adalah konservasi flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat asli, namun
kondisinya diupayakan sama dengan habitat aslinya. Perkembangbiakan hewan di
kebun binatang merupakan upaya pemeliharaan ex situ. Jika berhasil
dikembangbiakan, sering kali organisme tersebut dikembalikan ke habitat aslinya.
Contohnya, setelah berhasil ditangkar secara ex situ, jalak Bali dilepaskan ke habitat
aslinya di Bali. Misalnya: konservasi flora di Kebun Raya Bogor dan konservasi fauna
di suaka margasatwa Way Kambas, Lampung.
Upaya melestarikannya juga meliputi ekosistem di suatu wilayah. Perlindungan
tersebut di antaranya:
1.

Cagar Alam

Cagar alam adalah membiarkan ekosistem dalam suatu wilayah apa adanya.
Perkembangannya terjadi secara proses alami. Manusia dilarang memasukinya tanpa
izin khusus. Cagar alam bertujuan untuk:
a.

melindungi ciri khas tumbuhan, hewan, dan ekosistem alami

b.

mempertahankan keanekaragaman gen

c.

menjamin pemanfaatan ekosistem secara berkesinambunga

d. memelihara proses ekologi


Contohnya Cagar Alam Pangandaran (Jawa Barat).
2.

Suaka Margasatwa

Merupakan pelestarian satwa langka. Perburuan dibuatkan peraturan tertentu.


Satwa langka dilindungi oleh undang-undang konservasi, sehingga kepemilikannya
harus memiliki izin khusus.
3.

Taman Nasional

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli.
Taman nasional dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan,
pendidikan, penunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman nasional juga
berfungsi melindungi ekosistem, melestarikan keanekaragam flora dan fauna, dan
melestarikan pemanfaatan sumber daya alam hayati.
Beberapa taman nasional tersebut misalnya Taman Nasional (TN) Gunung Leuseur
(Aceh dan Sumatera Utara), TN Kerinci Seblat (Sumatera Selatan dan Bengkulu), TN
Bukit Barisan Selatan (Bengkulu dan Lampung), TN Ujung Kulon (Banten), TN
Gunung Gede Pangrango (Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat), TN Kepulauan Seribu
(DKI Jakarta), TN Bromo Tengger (Jawa Timur), TN Meru Betiri (Jawa Timur), TN
Baluran (Banyuwangi, Jawa Timur), TN Bali Barat, TN Komodo (Nusa Tenggara Barat)
dan TN Tanjung Puting (Kalimantan Tengah).
4.

Taman Laut

Taman laut adalah wilayah lautan yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna
yang tinggi dan indah. Kawasan ini dijadikan sebagai konservasi alam, misalnya
Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara.

Konservasi alam adalah upaya pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin
kelangsungan hidup manusia di masa kini dan masa mendatang. Konservasi alam
meliputi tiga hal, yaitu:
a. perlindungan, melindungi proses ekologis dan sistem penyangga kehidupan.
Misalnya, perlindungan siklus udara dan air.
b.

pelestarian, melestarikan sumber daya alam dan keanekaragam hayati

c. pemanfaatan, memanfaatkan secara bijaksana sumber daya alam dan


lingkungannya.
5.

Hutan Lindung

Hutan lindung biasanya terletak di daerah pegunungan. Hutan tersebut berfungsi


sebagai resapan air. Hal ini untuk mengatur tata air dan menjaga agar tidak terjadi
erosi.
6.

Kebun Raya

Kebun raya adalah kebun buatan yan berguna untuk menghimpun tumbuhan dari
berbagai tempat untuk dilestarikan. Selain itu, kebun raya ialah Kebun rata Bogor
dan Kebun Raya Ppurwodadi (Jawa Timur)
Masyarakat awam hendaknya tidak memelihara hewan atau tumbuhan langka yang
rawan punah. Memelihara burung, kera, atau orang utan di rumah akan
menyebabkan hewan hewan tersebut semakin cepat punah. Sebaiknya, hewan
tersebut dibiarkan hidup secara alami atau diserahkan pemeliharaannya kepada
orang yang ahli agar ditangkarkan dan kemudian dilepaskan kembali ke habitat
aslinya. Kita dapat berperan serta untuk melestarikannya dengan memelihara hewan
atau tumbuhan hasil penangkaran atau budi daya, misalnya burung kenari, ikan
hias, tanaman hias, kucing dan anjing.
Kita dapat membantu melestarikan keanekaragaman makhluk hidup dengan cara:
a. tidak membunuh hewan dan tumbuhan liar
b. tidak mempermainkan hewan liar dan memetik tumbuhan langka
c. sewaktu bertamasya atau berkemah, tetaplah memelihara kelestarian lingkungan,
tidak membawa pulang hewan dan tumbuhan langka
d. tidak membuang sampah di sembarang tempat, karena dapat mengganggu
kesehatan hewan jika termakan hewan tersebut
e tidak membuang limbah ke lingkungan, misal limbah rumah tangga atau
pestisida, karena dapat membahayakan kehidupan hewan dan tumbuhan yang ada di
lingkungan tersebut.

C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Direct instruction
: Discovery, diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
: Powerpoint Unit 6
2. Sumber : Buku Biologi kelas X
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa terkait
tingkat upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
b. Apersepsi:
- Pernahkah Anda mengunjungi kebun binatang atau kebun raya?
- Tahukah Anda tenta pelestarian secara ex-situ dan in-situ? Apa
bedanya?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari initentang upaya
pelestarian keanekaragaman hayati.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Membaca pengertian pelestarian in-situ dan ex-situ disertai
contohnya.
2) Menyimak uraian tentang keuntungan dan kelemahan pelestarian
secarain-situ dan ex-situ.
Menanya
1) Bertanya tentang pengertian pelestarian in-situ dan ex-situ disertai
contohnya.
2) Mampu mengajukan pertanyaan tentang keuntungan dan
kelemahan pelestarian secarain-situ dan ex-situ.
Pengumpulan Data
1) Mencari informasi tambahan tentang contoh dari pelestarian in-situ
dan ex-situdari sumber lain.
2) Mencari informasi tambahan tentang keuntungan dan kelemahan
pelestarian secarain-situ dan ex-situ dari sumber lain.
Mengasosiasi
1) Merangkum pengertian pelestarian in-situ dan ex-situ disertai
contohnya.
2) Menyimpulkan tentang contoh dari pelestarian in-situ dan ex-situ.
Mengkomunikasikan
1) Menyebutkan pengertian pelestarian in-situ dan ex-situ disertai
contohnya.
2) Menyampaikan contoh dari pelestarian in-situ dan ex-situ.
b. Mendiskusikan dan menyimpulkan mengenai upaya pelestarian
keanekaragaman hayati.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkantentangupaya pelestarian keanekaragaman hayati.
b. merefleksikan tentangupaya pelestarian keanekaragaman hayati.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur dan komunikatif yang dapat
dipetik dari aktivitas hari ini.

PENILAIAN
1. Teknik dan Bentuk Instrumen

Teknik
Pengamatan Sikap

Tes Unjuk Kerja

Bentuk Instrumen
Lembar Pengamatan Sikap dan
Rubrik
Tes Uji Praktik Kerja dan Rubrik

Tes Tertulis
Portofolio

Tes Uraian dan Pilihan


Panduan Penyusunan Portofolio

2. Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No
1

Aspek yang dinilai

Keterangan

Menunjukkan rasa syukur kepada


Tuhan mengenai keanekaragaman hayati
yang ada di Bumi.

Menunjukkan rasa ingin tahu terhadap


materi yang sedang dipelajari dalam
aktivitas sehari-hari

Menunjukkan sikap objektif dan kritis


dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil kesimpulan

Menunjukkan sikap aktif dalam


berdikusi/tanya jawab dan
menyelesaikan masalah

Rubrik Penilaian Sikap


No
1

Aspek yang dinilai


Menunjukkan rasa syukur
kepada Tuhan mengenai
keanekaragaman hayati
yang ada di Bumi.

Rubrik
3: selalu menunjukkan ekspresi rasa syukur
kepada Tuhan YME Tuhan mengenai
keanekaragaman hayati yang ada di Bumi
2: jarang menunjukkan ekspresi atau
ungkapan syukur, namun menaruh minat
terhadap kebesaran Tuhan saat refleksi
1: tidak pernah menunjukkan ekspresi rasa
syukur, atau menaruh minat terhadap
terhadap kebesaran Tuhan saat refleksi

Menunjukkan rasa ingin


tahu terhadap materi yang
sedang dipelajari dalam
aktivitas sehari-hari

3: selalu menunjukkan rasa ingin tahu yang


besar, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan
belajar baik individu maupun berkelompok
2: jarang menunjukkan rasa ingin tahu,
namun tidak terlalu antusias, dan baru
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika

disuruh
1: tidak pernah menunjukkan antusias dalam
pengamatan, sulit terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok walaupun telah didorong
untuk terlibat
3

Menunjukkan sikap
objektif dan kritis dalam
mengemukakan pendapat
dan mengambil kesimpulan

3: selalu bersikap objektif dan kritis dalam


mengemukakan pendapat dan mengambil
kesimpulan.
2: jarang bersikap objektif dan kritis dalam
mengemukakan pendapat dan mengambil
kesimpulan
1: tidak pernah bersikap objektif dan kritis
dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil kesimpulan

Menunjukkan sikap aktif


dalam berdikusi/tanya
jawab dan menyelesaikan
masalah

3: selalu bersikap aktif dalam


berdikusi/tanya jawab dan menyelesaikan
masalah.
2: jarang bersikap aktif dalam
berdikusi/tanya jawab dan menyelesaikan
masalah
1: tidak pernah bersikap aktif dalam
berdikusi/tanya jawab dan menyelesaikan
masalah

Deskripsi sikap ini digunakan untuk pertimbangan dalam menentukan profil siswa
(bukan angkanya yang penting, namun deskripsi sikap siswa).
b. Lembar Tes Unjuk Kerja
No
1

Aspek yang dinilai


Pengetahuan terhadap alat praktikum
yang akan digunakan dalam
pembelajaran praktikum

Menguasi penggunaan alat dan bahan


dengan benar dalam kegiatan praktikum

Aktif dan objektif dalam proses


mengamati dan observasi

Bekerja sama dengan baik bersama


dengan teman saat melakukan
pengamatan

Jujur dalam mengumpulkan data hasil


pengamatan, observasi dengan benar
dan mengolah serta menyajikan data

Ya

Tida
k

Keterangan

hasil pengamatan
6

Membersihkan dan menyimpan kembali


peralatan ke tempatnya setelah
menyelesaikan praktikum

Contoh Tabel Laporan Bentuk Daun


No

Nama
Tumbuhan

c.

Bentuk
Daun

Lebar
Daun

Panjang
Daun

Gambar

Lembar Tes Tertulis


1.

Kacang merah yang berasal dari satu induk, tetapi memiliki ciri yang
beranekaragam disebabkan oleh....
a. perkawinan
b. variasi lingkungan
c. adaptasi
d. perilaku yang berbeda
e. pola dan jenis makanan

2.

Keanekaragaman pada tingkat genetik digambarkan oleh ....


a. bermacam-macam ikan di laut
b. bermacam-macam kacang-kacangan
c. bermacam-macam warna bunga mawar
d. bermacam-macam tumbuhan di darat
e. bermacam-macam burung

3.

Munculnya keanekaragaman tingkat ekosistem disebabkan oleh ....


a. setiap gen memiliki kemampuan interaksi dengan faktor lingkungan
yang berbeda-beda
b. setiap jenis memiliki kemampuan interaksi dengan faktor
lingkungan yang berbeda-beda
c. setiap gen terkandung dalam kromosom yang berbeda-beda
d. setiap kromosom memiliki jumlah gen yang berbeda-beda
e. setiap individu memiliki jumlah gen dan kromosom yang berbedabeda

4.

Pada ekosistem A terdapat populasi pohon kelapa, pandanus,


ketapang, semak belukar, dan rerumputan. Pada ekosistem B terdapat
pohon cemara, pinus, mahoni, semak belukar, dan perdu kecil-kecil.
Antara pohon kelapa dan pandan pada ekosistem A memiliki interaksi
dengan faktor cahaya dan kelembapan udara yang ....
a. sama
b. beda
c. kadang sama kadang beda
d. tidak tentu
e. tergantung dari jumlah gennya

5.

Masih pada kasus soal di No. 4. Adapun kemampuan interaksi


terhadap cahaya dan suhu udara antara semak belukar yang terdapat
pada ekosistem A dengan semak belukar yang terdapat pada ekosistem
B adalah ....
a. sama
b. beda
c. kadang sama kadang beda
d. tidak tentu
e. tergantung dari jumlah gennya

6.

Ciri khas hewan di pulau Sumatra adalah .


a. burung yang bisa terbang
b. reptil dan hewan melata
c. hewan berkantung di pohon
d. mamalia besar
e. burung yang tidak bisa terbang

7.

Hewan yang banyak ditemukan di Indonesia bagian timur adalah ....


a. gajah
b. badak
c. banteng
d. kasuari
e. trenggiling

8.

Hewan-hewan yang ditemukan di wilayah Indonesia bagian barat


memiliki kesamaan dengan hewan yang berada di wilayah ....
a. Cina

d. Jerman

b. Hongkong

e. Australia

c. Asia
9.

Tumbuhan endemik Indonesia adalah ....


a. bunga Rafflesia
b. bunga kol
c. bunga mawar
d. bunga aster
e. bunga bakung

10. Fauna Indonesia wilayah timur banyak kemiripan dengan wilayah ....
a. Cina

d. Jerman

b. Hongkong

e. Australia

c. Asia
Penyelesaian:
1.
2.
3.
4.
5.

a
c
b
a
b

6. d
7. d
8. c
9. a
10.e

d. Lembar Portofolio
Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia sangatlah tinggi, sehingga mungkin
saja banyak hewan dan tumbuhan yang ada di Kepulauan Indonesia tidak semuanya
Anda ketahui. Oleh karena itu, bersama teman kelompok Anda, carilah informasi dari
buku atau internet tentang jenis fauna lainnya yang tersebar di ketiga zona
persebaran hewan di Indonesia. Buatlah table pengelompokkan hewan yang
keberadaan tinggi dan keberadaan rendah (langka). Kemudian diskusikan bersama
guru dan teman kelompok lainnya, bagaimana langkah-langkah yang harus
dilakukan untuk mencegah kepunahan. Hewan langka tersebut. Buatlah kesimpulan
dari kegiatan diskusi tersebut yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran pada unit
ini.

Mengetahui

Lamongan, 18 Juli 2014

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag


Maktubah, S.Pd
NIP. 19611118 199903 1 001

Nurul Khomsatul
NIP. -

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

SATUAN PENDIDIKAN

: SMA NEGERI 1 SUKATANI

MATA PELAJARAN

: BIOLOGI

KELAS / SEMESTER

: X /II

MATERI POKOK

: PLANTAE

WAKTU

: 2 mg x 3 jp (6 X45 menit)

A. Kompetensi Inti:

KI 1:
KI 2:

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,prosedural

KI 3:

dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan


wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada


bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

KI 4:

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara


mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
1.1

Mengagumi

keteraturan

dan

kompleksitas

ciptaan

tuhan

tentang

keanekaragaman hayati, ekosistem dan lingkungan hidup


1.2

Menyadari

dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan

mengamati bioproses
1.3

Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga


dan menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengalaman ajaran
agama yang dianutnya

2.1

Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur, sesuai data dan fakta, disiplin,


tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani
dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong,

bekerjasama, cinta damai,

berpendapat

secara kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan percobaan didalam kelas/laboratorium
maupun diluar kelas/laboratorium
2.2

Peduli terhadap

keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan

prinsip keselamatan kerja

saat melakukan kegiatan pengamatan dan

percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar

3.7

Menerapkan prinsip

klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan

kedalamdivision berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis


tumbuhan

serta

mengkaitan

peranannya

dalam

kelangsungan

kehidupan dibumi
3.7.1 Mendeskripsikan ciri umum dunia tumbuhan
3.7.2 Menjelaskan
tumbuhan

ciri-ciri
paku

umum

tumbuhan

(Pterydophta),

lumut

dan

(Bryophyta),

tumbuhan

biji

(Spermatophyta)
3.7.3 Menyebutkan

contoh-contoh

divisio

dari

tumbuhan

lumut,

tumbuhan paku, dan tumbuhan biji.


3.7.4 Mengklasifikasi penggolongan dunia tumbuhan
3.7.5 Menyebutkan

peranan

tumbuhan

bagi kehidupan

dari segi

ekonomi, sosial, masyarakat, dan lingkungan sekitar


4.7 Menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai
aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa dapat:

1. Menghayati fenomena alam kebesaran Tuhan yang harus kita syukuri.


2. Berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari
pembelajaran ilmu fisika.

3. Mendeskripsikan ciri-ciri umum plantae


4. Menjelaskan

ciri-ciri umum tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan

tumbuhan biji

5. Menjelaskan ciri-ciri umum tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan tumbuhan


biji

6. Mendeskripsikan siklus hidup plantae berdasarkan gambar


7. Menjelaskan peranan tumbuhan bagi kehidupan
8. Membuat laporan hasil pengamatan plantae
9. Menyajikan hasil laporaan plantae dengan mempresentasikan di depan kelas.

D. Materi Pembelajaran
Fakta:

Kingdom plantae terdiri atas bryophyta,spermatophyta,pteridophyta


Jumlah kingdom plantae mencapai 4000 spesies
Kingdom plantae terbagi 2 bagian vaskuler dan aveskuler
Tumbuhan plantae merupakan kelompok mahluk hidup tersendiri
Kita sebagai mahluk ciptaan tuhan yang maha esa seharusnya bersyukur
karena dapat menikmati keindahan dunia. Misalnya keindahan berbagai
macam tumbuhan sekitar kita.tumbuhan dapat menghasilkan bahan
makanan,dapat menyediakan Oksigen yang dibutuhkan manusia

Konsep:

Cirri-ciri kingdom plantae :

Organisme eukariotik multiseluler, autotrof,

vaskuler dan nonvaskuler, reproduksi secara generatif dan vegetatif. Meliputi


Tumbuhan Alga lumut, tumbuhan paku, dan tumbu han biji

Tumbuhan Ganggang ( Alga )


Tumbuhan ganggang berupa tumbuhan talus ada yang bersel satu berbentuk
benang, atau bersel banyak. Tumbuhan ini telah mempunyai klorofil yang
terdapat dalam kloroplas, mempunyai pigmen tambahan lain

Tumbuhan lumut ( Bryophyta )


Tumbuhan yang sudah menye-suaikan dengan lingkungan darat yang lembab
dan basah. Memiliki pergiliran keturunan. Belum memiliki jaringan
pengangkut , tidak berkormus. Meliputi lumut daun dan lumut hati.

Tumbuhan paku ( Pterydophyta )


Tumbuhan yang hidup didarat yang basah dan lembab, memiliki jaringan
pengangkut, berkormus, dan bermetagenesis. Meliputi paku homospor, paku
heterospor, dan paku peralihan.

Tumbuhan biji (Spermatophyta).


Spermatophyta Berkembangbiak menggunakan biji. Meliputi Angiospermae
dan Gymnospermae.

Prinsip:

Carilah tumbuhan lumut, paku, tumbuhan biji dan bagaimanakah ciri-ciri


umum plantae dan ciri-ciri tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan biji.

Bagaimanakah dasar pengelompokkan tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan


biji berdasarkan studi literatur

Bagaimanakah pergiliran keturunan lumut dan paku

Bagaimanakah

alat

reproduksi

tumbuhan

biji

(angiospermae

dan

gymnospermae).

Prosedur :

E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran.


Pendekatan
Model
Metode

: Saintific
: Problem Based Learning
: Ceramah, diskusi, tanya jawab dan penugasan.

F. Media Pembelajaran:

1. Gambar-gambar yang menunjukkan hewan invertebrate dan vertebrata


2. Laptop, LCD, Wifi

G. Sumber Belajar

1. Buku paket Pelajaran biologi Kelas X, Grafindo media pratama, Bandung


2. Buku Penuntun Belajar biologi . D.A. Pratiwi penerbit Erlangga, Jakarta

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi
Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi
1. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar
para siswa
2. Guru dan siswa berdoa bersama-sama
3. Pengkondisian kelas (sebagai implementasi nilai
disiplin)
4. Guru mengingatkan kembali materi tentang materi
biologi yang pernah dipelajari sebelumnya
5. Apersepsi:

Alokasi
waktu
10
menit

Kegiatan

Alokasi

Deskripsi

waktu

6. Motivasi :
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti

Mengamati:
Siswa mengamati

95
gambar

hutan

hujan

tropis

menit

dengan berbagai jenis tumbuhan


Menanya:

Terdapat berbagai jenis tumbuhan.Bagaimana mengenali

nama dan mengelompokannya?


Apa ciri-ciri masing-masing kelompok?

Mengeksplorasikan:
Mengamati ciri umum tumbuhan yang di bawa siswa

(lumut,paku, tumbuhan biji) membandingkan ciri-ciri


plantae
Mengasosiasikan:
Menganalisis informasi dan data yang didapat
mengenai ciri umum tumbuhan lumut,paku,biji
Mengomunikasikan:
Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tulisan
tentang cirri umum tumbuhan lumut,paku,biji
berdasarkan cirri-ciri yang ada
Penutup

Fase Memberikan penghargaan


1. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan

20
menit

dengan bimbingan guru.


2. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
3. Guru memberikan PR yang harus dikerjakan oleh
individu. mencari artikel tentang contoh division
dan penggolongan tumbuhan lumut,paku,biji
4. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang.
5. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.
Pertemuan ke-2
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi
Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi

Alokasi
waktu
10
menit

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi
waktu

1. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar


para siswa
2. Guru dan siwa berdoa bersama-sama
3. Pengkondisi kelas (sebagai implementasi nilai disiplin)
4. Guru mengingatkan kembali materi tentang cirri
tumbuhan lumut,paku,biji yang pernah dipelajari
sbelumnya
5. Apersepsi:
Guru memberikan gambar tumbuhan yang sering
dijumpai peserta didik,jawaban yang diharapkan
lumut
6. Motivasi :

Inti

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran


Mengamati:
Mengamati melalui kegiatan kelompok tentang
berbagai macam gambar, video tumbuhan
lumut,biji,paku yang ditampilkan oleh guru

95
menit

Menanya:
Begitu banyak jenis tumbuhan lumut,paku dan biji
apa persamaan dan perbedaannya?
Bagaimana mengenali kelompok tumbuhan tersebut
berdasarkan cirri-cirinya?
Mengeksplorasikan:
Mengamati cirri umum division tumbuhan
lumut,paku,biji
Mengasosiasikan:
Menganalisis informasi dan data yang didapat
mengenai pengelompokan division tumbuhan
paku,lumut,biji berdasarkan cirri-ciri yang ada
dalam lembar siswa
Mengomunikasikan:
Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tulisan
pengelompokan division berdasarkan cirri-ciri yang
ada dalam lembar siswa

Penutup

Menjelaskan contoh dari division masing-masing


tumbuhan lumut,paku,biji

Fase Memberikan penghargaan


1. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan

20
menit

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi
waktu

dengan bimbingan guru.


2. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
3. Guru memberikan PR yang harus dikerjakan
individu. mencari artikel tentang peranan
tumbuhan bagi kehidupan dari segi
ekonomi,social,dan masyarakat
4. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang
5. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.
Pertemuan 3
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi
Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi
1. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar

Alokasi
waktu
10
menit

para siswa
2. Guru dan siswa berdoa bersama-sama
3. Pengkondisian kelas (sebagai implementasi nilai
disiplin)
4. Guru mengingatkan kembali materi tentang materi
biologi yang pernah dipelajari sebelumnya
5. Apersepsi:
6. Motivasi :
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti

Mengamati:
Mengamati melalui kegiatan kelompok tentang
pengelomokan division tumbuhan lumut,paku,biji
Menanya:
Begitu banyak jenis hewan apa persamaan dan
perbedaannya?
Apa peranan dari division yang sudah dilihat?
Mengeksplorasikan:
Mengamati tumbuhan paku,lumut,biji dan
meyebutkan peranan tumbuhan tersebut
berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar kerja
siswa
Mendiskusikan hasil pengamatan tumbuhan

95
menit

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi
waktu

tersebut untuk memahami berbagai peranan bagi


kehidupan dari segi ekonomi,social,dan masyarakat
Mengasosiasikan:
Menganalisis informasi dan data yang didapat
mengenai peranan tumbuhan bagi kehidupan dari
segi ekonomi,social,dan masyarakat
Mengomunikasikan:
Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tulisan
peranan tumbuhan bagi kehidupan dari segi
ekonomi,social,dan masyarakat
Penutup

Fase Memberikan penghargaan


1. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan

20
menit

dengan bimbingan guru.


2. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
3. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang.
4. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.
Inti

Mengamati:
Mengamati berbagai macam kegiatan atau produk
yang berhubungan dengan hewan vertebrata dan
invertebrate melalui kegiatan kelompok
menggunakan gambar, video hewan yang
ditampilkan oleh guru
Menanya:
Apa peranan hewan-hewan tersebut bagi kehidupan
dan lingkungan hidup
Mengeksplorasikan:
Mengidentifikasi hewan vertebrata dan invertebrate
berdasarkan pengamatan gambar/video
Mendiskusikan peranan invertebrate dan vertebrata
dalam ekosistem, ekonomi,masyarakat,dan
pengembangan ilmu pengetahuan dimasa yang akan
datang
Mengasosiasikan:
Menggunakan hasil diskusi dari pengamatan untuk
kesimpulan tentang peranan invertebrate dan
vertebrata dalam ekosistem,
ekonomi,masyarakat,dan pengembangan ilmu
pengetahuan
Mengomunikasikan:

95
menit

Penutup

Peserta didik menjelaskan tentang ciri-ciri dan


pemanfaatan serta peran invertebrate dan
vertebrata di depan kelas yang ditunjuk oleh setiap
kelompok secara bergantian
20

Fase Memberikan penghargaan


1. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan

menit

dengan bimbingan guru.


2. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
3. Guru memberikan PR yang harus dikerjakan oleh
individu. membuat fortofolio dari
rangkuman/catatan pembahasan hewan vertebrata
dan invertebrat
4. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang.
5. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.

Penilaian
1. Mekanisme dan prosedur
Penilaian dilakukan dari proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan melalui
observasi kerja kelompok, kinerja presentasi, portofolio dan laporan tertulis.
Sedangkan penilaian hasil dilakukan melalui tes tertulis.
2. Aspek dan Instrumen penilaian
Instrumen observasi menggunakan lembar pengamatan dengan fokus utama pada
aktivitas dalam kelompok, tanggungjawab, dan kerjasama.
Instrumen kinerja presentasi menggunakan lembar pengamatan dengan fokus
utama pada aktivitas peran serta, kualitas visual presentasi, dan isi presentasi
Instrumen laporan praktik menggunakan rubrik penilaian dengan fokus utama
pada kualitas visual, sistematika sajian data, kejujuran, dan jawaban pertanyaan.
Instrumen tes menggunakan tes tertulis uraian dan/atau pilihan ganda
3. Contoh Instrumen (Terlampir)

Sukatani, 26 Desember 2013

Kepala SMA Negeri 1 Sukatani

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag

Nurul Khomsatul Maktubah, S.Pd

Nip. 197110081999031001

Nip. 19760707 200701 2 025

D. Istrument Penilaian Hasil Belajar


a. Penilaian Sikap
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
PENILAIAN OBSERVASI

Satuan Pendidikan

: SMAN 1 SUKATANI

Mata Pelajaran

: BIOLOGI

Kelas/Semester

:X

Tahun Pelajaran

: 2013/2014

Waktu Pengamatan

: Pada saat Pelaksanaan pembelajaran.

Kompetensi dasar

: 2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data


fakta,disiplin,

dan

tanggung jawab, dan peduli dalam observasidan

eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan


dan

beraargumentasi,

peduli

lingkungan,gotong

royong,

bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis,


responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan

pengamatan

dan

percobaan

kelas/laboratorium maupun diluar kelas/laboratorium


Indikator

: 1. Tanggung jawab

4. disiplin

2. Kerjasama

5. Santun

3. Toleran

4. Percaya diri

di

dalam

Rubrik:
Indikator sikap Tanggung jawab dalam pembelajaran:
1. Kurang

baik

jika

menunjukkan

sama

sekali

tidak

ambil

bagian

dalam

pembelajaran
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran
tetapi belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada

usaha ambil bagian dalam pembelajaran

tetapi belum ajeg/konsisten


4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas
kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Baik jika menunjukkan sudah ada

usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan

kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.


4. Sangat baik jika menunjukkan adanya

usaha bekerjasama dalam kegiatan

kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda


dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum
ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan

masalah

ajeg/konsisten.

yang

berbeda

dan

kreatif

tetapi

masuih

belum

4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan
ajeg/konsisten.
Indikator sikap disiplin terhadap proses pembelajaran
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap disiplin selama proses pembelajaran.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap disiplin selama
proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap disiplin selama proses
pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap disiplin selama
proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap santun terhadap proses pembelajaran
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap santun selama proses pembelajaran.
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap santun selama
proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap santun selama proses
pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan ada usaha untuk bersikap santun selama proses
pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap percaya diri dalam menyampaikan gagasan/ide/pendapat
1. Kurang baik jika sama sekali tidak percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnya saat diskusi (diam saja)
2. Cukup jika menunjukkan ada sedikit rasa percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnya tetapi masih belum ajeg/konsisten (hanya

menyampaikan lewat

kawannya supaya gagasannya tersampaikan)


3. Baik jika menunjukkan sudah ada rasa percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnya tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah rasa percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnyasecara terus menerus dan ajeg/konsisten.(mampu mengemukakan
pendapatnya)

Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Sikap
Tanggung

No

Nama Siswa

Kerjasama
Toleran
Disiplin
Santun
Percaya diri
Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB
1

1
2
3
4
5
6
7

Keterangan :

: Kurang

: Baik

: Cukup

SB

: Sangat Baik

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN DIRI
Satuan Pendidikan : SMAN 1 SUKATANI
Mata Pelajaran
: BIOLOGI
Kelas/Semester
:X
Tahun Pelajaran
: 2013/2014

Kompetensi Dasar

: 2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data dan


fakta,disiplin,

tanggung

jawab,

dan

peduli

dalam

observasidan

eksperimen,

berani

dan

santun

dalam

mengajukan pertanyaan dan beraargumentasi,

peduli

lingkungan,gotong royong,

bekerjasama, cinta damai,

berpendapat secara ilmiah

dan kritis, responsive dan

proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan


pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium
maupun diluar kelas/laboratorium
Indikator:
1. Memiliki motivasi internal selama proses pembelajaran
2. bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok
3. menunjukkan sikap konsisten dalam menerapkan aturan
4. menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun
kelompok
5. menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau
menyajikan hasil diskusi
6. Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/cara dalam
menyelesaikan masalah

PENILAIAN DIRI
Nama

: ....

Kelompok

Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 6, tulis masing-masing huruf sesuai dengan


pendapatmu!

A = Selalu
B = Sering
C = Jarang
D = Tidak pernah
saya memiliki motivasi dalam diri saya sendiri selama proses
pembelajaran

Saya bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok

Saya menunjukkan sikap konsisten dalam menerapkan aturan

5
6
7.

Saya menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas


individu maupun kelompok
Saya menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan
gagasan, bertanya, atau menyajikan hasil diskusi
Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/cara
dalam menyelesaikan masalah
Selama kegiatan pembelajaran, tugas apa yang kamu lakukan?

Pedoman Penskoran:
Skor 4, jika A = Selalu
Skor 3, jika B = Sering
Skor 2, jika C = Jarang
Skor 1, jika D = Tidak pernah
Skor Perolehan =

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN TEMAN SEBAYA
Satuan Pendidikan : SMAN 1 SUKATANI
Mata Pelajaran
: BIOLOGI
Kelas
:X
Kompetensi dasar:
2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data

dan fakta,disiplin,

tanggung jawab, dan peduli dalam observasidan eksperimen, berani dan santun
dalam mengajukan pertanyaan dan beraargumentasi,

peduli lingkungan,gotong

royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsive
dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan

pengamatan dan

percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun diluar kelas/laboratorium

Indikator:
1. Siswa tidak meniru (menyontek) hasil kerja teman ketika mengerjakan tugas
individu materi plantae
2. Siswa tangguh dalam menyelesaikan masalah terkait materi plantae
3. Siswa menunjukkan sikap kritis dalam diskusi kelompok maupun klasikal
4. Siswa menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun
kelompok terkait materi plantae

Instrumen

Petunjuk:
Berilah tanda (X) pada pilihan yang paling menggambarkan kondisi teman sejawat kamu dalam
kurun waktu 1 (satu) minggu terakhir.
Nama Teman yang Dinilai : ..........................................
Tidak Pernah
Jarang
Sering
Selalu
No.
1.

Aspek Penilaian

Siswa tidak bertanya kepada teman ketika mengerjakan tugas


individu
2. Siswa tidak meniru/menyontek pekerjaan teman pada saat ulangan
3. Siswa tidak mengeluh ketika menyelesaikan tugas individu atau
kelompok
4. Siswa menuntaskan tugas yang diberikan guru
5. Siswa bertanya kepada guru atau teman ketika proses pembelajaran
berlangsung
6. Siswa mengumpulkan tugas tepat waktu
Jumlah
Total Skor
Keterangan:
Tidak Pernah (intensitas sikap yang diamati tidak muncul)
Jarang (intensitasnya sikap yang diamati sebagian kecil muncul)
Sering (intensitasnya sikap yang diamati sebagian besar muncul)
Selalu (intensitasnya sikap yang diamati selalu muncul)

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN JURNAL
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas

: SMAN 1 SUKATANI
: BIOLOGI
:X

Kompetensi dasar:
2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data dan fakta,disiplin, tanggung jawab, dan
peduli dalam observasidan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan
beraargumentasi, peduli lingkungan,gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat
secara ilmiah dan kritis, responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan
pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun diluar kelas/laboratorium
Indikator:

1. Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain


2. Siswa menunjukkan sikap disiplin dan jujur
3. Siswa menunjukkan sikap toleransi dalam perbedaan
Jangka Waktu Pengamatan :
Format Jurnal

FORMAT JURNAL
Nama

: ____________________________________________

Kelas

: ____________________________________________

No.

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

Hari/Tanggal

Sikap/Perilaku
Positif
Negatif

1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kesimpulan:

Tes Tulis (Bentuk Uraian)

Lampiran
a. Lembar Observasi dan kinerja presentasi

Keterangan

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI


DAN KINERJA PRESENTASI
Mata Pelajaran : BIOLOGI
Kelas/Program : X/MIA
Kompetensi
: KD 3.8 dan 4.8
Observasi
Nama Peserta
didik

No

Akt tgjwb
(1)

1.

ARIS

Kerjs
m

Prnsr
t

Visual

Isi

(3)

(4)

(5)

(6)

(2)
4

Kinerja Presentasi

Jml
Skor
21

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang
Lembar kerja praktik
No

Aspek yang dinilai

Ya

Tida
k

Keterangan

NilaI

Pengetahuan terhadap alat praktikum


yang
akan
digunakan
dalam
pembelajaran praktikum

Menguasi penggunaan alat dan bahan


dengan benar dalam kegiatan praktikum

Aktif
dan
objektif
dalam
mengamati dan observasi

Bekerja sama dengan baik bersama


dengan
teman
saat
melakukan
pengamatan

Jujur dalam mengumpulkan data hasil


pengamatan, observasi dengan benar
dan mengolah serta menyajikan data
hasil pengamatan

Membersihkan dan menyimpan kembali


peralatan
ke
tempatnya
setelah
menyelesaikan praktikum

proses

Lembar Kerja Siswa (LKS) Biologi


Judul

Spermatophyta

Kelas/Semester

X/2

Tujuan : 1. Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri tumbuhan biji


2. Siswa dapat menyebutkan manfaat dari Tumbuhan biji
Dasar teori
Angiospermae merupakan sebutan untuk tumbuhan yang meiliki biji tertutup,
yaitu biji berada atau terbungkus di dalam daging buah. Angiospermae sering juga
disebut Anthophyta (tumbuhan berbunga). Anthophyta digolongkan menjadi dua
kelas yaitu Monocotyledonae dan Dicotyledoneae.
Alat dan Bahan :

Tumbuhan dikotyl dan monocotyl

Kaca pembesar

Cara Kerja

1. Amatilah ciri-ciri morfologinya


2. Catat pada lembar pengamatan
Lembar Pengamatan
No.

Nama
Tumbuhan

Daun

Batang

Jumlah

Akar

petal bunga

Kelas
(Monokotil atau
Dikotil)

Pertanyaan:
1. Adakah persamaan antara struktur tubuh pada tumbuhan Monocotyledonae
dan Dicotyledoneae?Sebutkan persamaan tersebut!
2. Adakah perbedaan struktur tubuh pada tumbuhan Monocotyledonae dan
Dicotyledoneae?Sebutkan perbedaan tersebut!
3. Sebutkan contoh masing-masing tumbuhan Monocotyledonae dan
Dicotyledoneae! Sebutkan pula manfaatnya!

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

SATUAN PENDIDIKAN

: MAN LAMONGAN

MATA PELAJARAN

: BIOLOGI

KELAS / SEMESTER

: X /II

MATERI POKOK

: ANIMALIA

WAKTU

: 2 mg x 3 jp (6 X45 menit)

I. Kompetensi Inti:
KI 1:
KI 2:

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa

KI 3:

dalam pergaulan dunia.


Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,prosedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada


bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
KI 4:

memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

J. Kompetensi Dasar
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang keanekaragaman hayati,
ekosistem dan lingkungan hidup
1.2

Menyadari
bioproses

dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan

mengamati

1.3

Peka dan peduli terhadap

permasalahan

lingkungan hidup,

menjaga

dan

menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengalaman ajaran agama yang


dianutnya
2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur, sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,
dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan
pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta
damai, berpendapat secara kritis, responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan
dalam melakukan pengamatan dan percobaan didalam kelas/laboratorium maupun diluar
kelas/laboratorium
2.2

Peduli terhadap

keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip

keselamatan kerja

saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di

laboratorium dan di lingkungan sekitar


3.8

Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan kedalam filum


berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengkaitkan peranannya
dalam kehidupan
3.8.1 Mengidentifikasi cirri-ciri umum kingdom animalia hewan invertebrate
dan vertebrata
3.8.2 Mengelompokan

kingdom animalia

berdasarkan

cirri-ciri

umum

animalia
3.8.3 Menjelaskan

proses

perkembangbiakan

hewan

invertebrate

dan

vertebrata
3.8.4 Menyebutkan contoh-contoh hewan invertebrate dan vertebrata

4.8

Menyajikan data tentang perbandingan kompleksitas jaringan penyusun tubuh


hewan dan peranannya pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan
4.4.1 Membuat laporan hasil diskusi tentang

hewan invertebrate dan

vertebrata
4.4.2 Menyajikan laporan tentang hewan invertebrate dan vertebrata

K. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa dapat:

10.

Mengagumi

ciptaan

tuhan

tuhan

serta

kompleksitas

ciptaannya

tentang

keanaekaragaman hayati dan lingkungan hidup.

11.

Berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran

biologi.

12.

Menganalisis ilmu biologi

13.
14.
15.

Menjelaskan cirri-ciri umum hewan invertebrate dan vertebrata.


Menjelaskan pengelompokan hewan invertebrate dan vertebrata
Menjelaskan peranan
hewan invertebrate dan vertebrata

dalam

ekosistem,masyarakat,pengembangan ilmu pengetahuan


16. Menganalisis konsep biologi tentang hewan invertebrate da vertebrata.
17. Menyajikan hasil telaah tentang hewan invertebrate dan vertebrata

dalam

bentuk tulisan.

18.

Membuat laporan hasil diskusi tentang kajian hewan invertebrate dan

vertebrata

19.

Menyajikan laporan tentang kajian hewan invertebrate dan vertebrata

L. Materi Pembelajaran
Fakta:

Pengelompokan hewan animalia diawali riset Charles Darwin

Konsep:

Pengelompokan animalia berdasarkan tulang belakang terdiri atas invertebrate


dan vertebrata

Hewan

invertebrate

terdiri

coelenterate,platyhelminthes,

dari

beberapa

filum

porifera,

nemathelminthes, annelid,mollusca,

arthopoda,

echinodermata

Hewan

vertebrata

terdiri

dari

beberapa

filum

chordate,kelas

chondrichthyes,osteichthyes, amphibian,reptilian,aves dan mamalia

Prinsip:

Cirri ciri filum invertebrate dan vertebrata


untuk membedakannya yaitu dengan mengamati morfologi tubuhnya

Peranan filum invertebrate dan vertebrata


Peranan yang menguntungkan dan merugikan dari setiap filum invertebrate
dan vertebrata

Prosedur :

Mengelompokan hewan invertebrate dan vertebrata

Menyediakan

sampel

hewan

invertebrata

kemudian

mengamati

dan

mengelompokannya berdasarkan cirri kesamaan morfologinya

Cirri - cirri hewan


Menyediakan, membedah, salah satu contoh hewan vertebrata (ikan) untuk
mengamati dan mencatat struktur anatominya

M. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran.


Pendekatan
Model
Metode

: Saintific
: Problem Based Learning
: Ceramah, diskusi, tanya jawab dan penugasan.

N. Media Pembelajaran:

3. Gambar-gambar yang menunjukkan hewan invertebrate dan vertebrata


4. Laptop, LCD, Wifi

O. Sumber Belajar

3. Buku paket Pelajaran biologi Kelas X, Grafindo media pratama, Bandung


4. Buku Penuntun Belajar biologi . D.A. Pratiwi penerbit Erlangga, Jakarta

P. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi
Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi
2. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar
para siswa
3. Guru dan siswa berdoa bersama-sama
4. Pengkondisian kelas (sebagai implementasi nilai
disiplin)
5. Guru mengingatkan kembali materi tentang materi
biologi yang pernah dipelajari sebelumnya
6. Apersepsi:
Guru menanyakan sebutkan ciri umum pada
plantae jawaban yang diharapkan selnya
mempunyai dinding sel klorofil
7. Motivasi :
Adakah sel yang tidak memiliki dinding sel?
8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Alokasi
waktu
10
menit

Kegiatan
Inti

Penutup

Deskripsi
Mengamati:
Mengamati melalui kegiatan kelompok tentang
berbagai macam gambar, video hewan invertebrate
yang ditampilkan oleh guru
Menanya:
Begitu banyak jenis hewan apa persamaan dan
perbedaannya?
Bagaimana mengenali kelompok hewan tersebut
berdasarkan cirri-cirinya?
Mengeksplorasikan:
Mengamati cirri umum pengelompokan
porifera,coelenterate,platyhelminthes,nemathelminth
es, berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar
kerja siswa
Mengasosiasikan:
Menganalisis informasi dan data yang didapat
mengenai pengelompokan
porifera,coelenterate,platyhelminthes,nemathelminth
es, berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar
kerja siswa
Mengomunikasikan:
Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tulisan
pengelompokan
porifera,coelenterate,platyhelminthes,nemathelminth
es, berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar
kerja siswa
Fase Memberikan penghargaan
6. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan
dengan bimbingan guru.
7. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
8. Guru memberikan PR yang harus dikerjakan oleh
individu. mencari artikel tentang cirri-ciri,
klasifikasi, contoh dan perkembangbiakan hewan
Annelida,Molusca,Arthopoda,dan Echinodermata
9. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang.
10.Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.

Pertemuan ke-2

Alokasi
waktu
95
menit

20
menit

Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi
Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi
1. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar

Alokasi
waktu
10
menit

para siswa
8. Guru dan siwa berdoa bersama-sama
9. Pengkondisi kelas (sebagai implementasi nilai disiplin)
10. Guru mengingatkan kembali materi tentang materi
pengelompokan Porifera, Coelenterate,
Platyhelminthes, Nemathelminthes yang pernah
dipelajari sbelumnya
11. Apersepsi:
Sebutkan hewan yang termasuk invertebrata
12. Motivasi :
Guru menampilkan gambar orang yang sedang
memancing dan menanyakan apa umpan yang selalu
digunakan untuk memancingjawaban yang

Inti

diharapkan cacing tanah


13. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Mengamati:
Mengamati melalui kegiatan kelompok tentang
berbagai macam gambar, video hewan invertebrate
yang ditampilkan oleh guru
Menanya:
Begitu banyak jenis hewan apa persamaan dan
perbedaannya?
Bagaimana mengenali kelompok hewan tersebut
berdasarkan cirri-cirinya?
Mengeksplorasikan:
Mengamati cirri umum pengelompokan hewan
Annelida,Molusca,Arthopoda,dan Echinodermata
berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar
kerja siswa
Mengasosiasikan:
Menganalisis informasi dan data yang didapat
mengenai pengelompokan hewan
Annelida,Molusca,Arthopoda,dan Echinodermata
berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar siswa
Mengomunikasikan:
Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tulisan
pengelompokan hewan
Annelida,Molusca,Arthopoda,dan Echinodermata
berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar siswa

95
menit

Kegiatan
Penutup

Deskripsi
Fase Memberikan penghargaan
1. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan

Alokasi
waktu
20
menit

dengan bimbingan guru.


2. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
3. Guru memberikan PR yang harus dikerjakan
individu. mencari artikel tentang cirriciri,klasifikasi , contoh perkembangbiakan hewan
Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves dan Mamalia
4. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang
5. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.
Pertemuan 3
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi
Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi
8. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar

Alokasi
waktu
10
menit

para siswa
9. Guru dan siswa berdoa bersama-sama
10.Pengkondisian kelas (sebagai implementasi nilai
disiplin)
11.Guru mengingatkan kembali materi tentang materi
biologi yang pernah dipelajari sebelumnya
12.Apersepsi:
sebutkan hewan reptilian yang anda ketahui?
13.Motivasi :
14.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti

Mengamati:
Mengamati melalui kegiatan kelompok tentang
berbagai macam gambar, video hewan vertebrate
yang ditampilkan oleh guru
Menanya:
Begitu banyak jenis hewan apa persamaan dan
perbedaannya?
Bagaimana mengenali kelompok hewan tersebut
berdasarkan cirri-cirinya?
Mengeksplorasikan:

95
menit

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi
waktu

Mengamati cirri umum pengelompokan


aves,Pisces,Reptilia,Mamalia berdasarkan cirri-ciri
yang ada dalam lembar kerja siswa
Mendiskusikan hasil pengamatan vertebrata untuk
memahami berbagai cirri yang dimilikinya sebagai
dasar pengelompokannya
Membandingkan kompleksitas ciri hewan vertebrata
Mengasosiasikan:
Menganalisis informasi dan data yang didapat
mengenai pengelompokan
aves,Pisces,Reptilia,Mamalia berdasarkan cirri-ciri
yang ada dalam lembar kerja siswa
Mengomunikasikan:
Membuat hasil pengamatan dalam bentuk tulisan
pengelompokan aves,Pisces,Reptilia,Mamalia
berdasarkan cirri-ciri yang ada dalam lembar kerja
siswa
Penutup

Fase Memberikan penghargaan


5. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan

20
menit

dengan bimbingan guru.


6. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
7. Guru memberikan PR yang harus dikerjakan oleh
individu. mencari artikel tentang peranan
invertebrate dan vertebrata
8. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang.
9. Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.
Pertemuan ke 4
Kegiatan
Pendahuluan

Deskripsi
Fase Menyampaikan tujuan dan memotivasi
1. Guru memberikan salam dan menanyakan kabar
para siswa
2. Guru dan siswa berdoa bersama-sama
3. Pengkondisian kelas (sebagai implementasi nilai
disiplin)
4. Guru mengingatkan kembali materi tentang materi
biologi yang pernah dipelajari sebelumnya

Alokasi
waktu
10
menit

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi
waktu

5. Apersepsi:
6. Motivasi :
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Inti

Penutup

Mengamati:
Mengamati berbagai macam kegiatan atau produk
yang berhubungan dengan hewan vertebrata dan
invertebrate melalui kegiatan kelompok
menggunakan gambar, video hewan yang
ditampilkan oleh guru
Menanya:
Apa peranan hewan-hewan tersebut bagi kehidupan
dan lingkungan hidup
Mengeksplorasikan:
Mengidentifikasi hewan vertebrata dan invertebrate
berdasarkan pengamatan gambar/video
Mendiskusikan peranan invertebrate dan vertebrata
dalam ekosistem, ekonomi,masyarakat,dan
pengembangan ilmu pengetahuan dimasa yang akan
datang
Mengasosiasikan:
Menggunakan hasil diskusi dari pengamatan untuk
kesimpulan tentang peranan invertebrate dan
vertebrata dalam ekosistem,
ekonomi,masyarakat,dan pengembangan ilmu
pengetahuan
Mengomunikasikan:
Peserta didik menjelaskan tentang ciri-ciri dan
pemanfaatan serta peran invertebrate dan
vertebrata di depan kelas yang ditunjuk oleh setiap
kelompok secara bergantian

95

Fase Memberikan penghargaan

20

6. Siswa menyimpulkan materi yang telah didiskusikan


dengan bimbingan guru.
7. Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik
8. Guru memberikan PR yang harus dikerjakan oleh
individu. membuat fortofolio dari
rangkuman/catatan pembahasan hewan vertebrata
dan invertebrat
9. Guru menginformasikan tentang materi yang akan
dipelajari pada pertemuan yang akan datang.
10.Guru mengakhiri pelajaran dan memberikan pesan
untuk selalu belajar dan tetap semangat.

menit

menit

Penilaian
1.

Mekanisme dan prosedur


Penilaian dilakukan dari proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan melalui
observasi kerja kelompok, kinerja presentasi, portofolio dan laporan tertulis.

Sedangkan penilaian hasil dilakukan melalui tes tertulis.


2. Aspek dan Instrumen penilaian
Instrumen observasi menggunakan lembar pengamatan dengan fokus utama
pada aktivitas dalam kelompok, tanggungjawab, dan kerjasama.
Instrumen kinerja presentasi menggunakan lembar pengamatan dengan fokus
utama pada aktivitas peran serta, kualitas visual presentasi, dan isi presentasi
Instrumen laporan praktik menggunakan rubrik penilaian dengan fokus utama
pada kualitas visual, sistematika sajian data, kejujuran, dan jawaban
pertanyaan.
Instrumen tes menggunakan tes tertulis uraian dan/atau pilihan ganda
3. Contoh Instrumen (Terlampir)

Sukatani, 26 Desember 2013

Kepala MAN Lamongan

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag

IIN INDRIYANI, S.Pd

Nip. 197110081999031001
A. Instrument Penilaian Hasil Belajar
b. Penilaian Sikap
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
PENILAIAN OBSERVASI

Satuan Pendidikan

: SMAN 1 SUKATANI

Mata Pelajaran

: BIOLOGI

Kelas/Semester

:X

Tahun Pelajaran

: 2013/2014

Waktu Pengamatan

: Pada saat Pelaksanaan pembelajaran.

Kompetensi dasar

: 2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data


fakta,disiplin,

dan

tanggung jawab, dan peduli dalam observasidan

eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan


dan

beraargumentasi,

peduli

lingkungan,gotong

royong,

bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis,


responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam
melakukan

pengamatan

dan

percobaan

di

dalam

bagian

dalam

kelas/laboratorium maupun diluar kelas/laboratorium


Indikator

: 1. Tanggung jawab

4. disiplin

2. Kerjasama

5. Santun

3. Toleran

4. Percaya diri

Rubrik:
Indikator sikap Tanggung jawab dalam pembelajaran:
5. Kurang

baik

jika

menunjukkan

sama

sekali

tidak

ambil

pembelajaran
6. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha ambil bagian dalam pembelajaran
tetapi belum ajeg/konsisten
7. Baik jika menunjukkan sudah ada

usaha ambil bagian dalam pembelajaran

tetapi belum ajeg/konsisten


8. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas
kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
5. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok.
6. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan
kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
7. Baik jika menunjukkan sudah ada

usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan

kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.


8. Sangat baik jika menunjukkan adanya

usaha bekerjasama dalam kegiatan

kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda


dan kreatif.

5. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif.
6. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum
ajeg/konsisten
7. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan

masalah

yang

berbeda

dan

kreatif

tetapi

masuih

belum

ajeg/konsisten.
8. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap
proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan
ajeg/konsisten.
Indikator sikap disiplin terhadap proses pembelajaran
5. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap disiplin selama proses pembelajaran.
6. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap disiplin selama
proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten
7. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap disiplin selama proses
pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
8. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap disiplin selama
proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap santun terhadap proses pembelajaran
5. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap santun selama proses pembelajaran.
6. Cukup jika menunjukkan ada sedikit usaha untuk bersikap santun selama
proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten
7. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap santun selama proses
pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten.
8. Sangat baik jika menunjukkan ada usaha untuk bersikap santun selama proses
pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap percaya diri dalam menyampaikan gagasan/ide/pendapat
5. Kurang baik jika sama sekali tidak percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnya saat diskusi (diam saja)
6. Cukup jika menunjukkan ada sedikit rasa percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnya tetapi masih belum ajeg/konsisten (hanya

menyampaikan lewat

kawannya supaya gagasannya tersampaikan)


7. Baik jika menunjukkan sudah ada rasa percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnya tetapi masih belum ajeg/konsisten.
8. Sangat baik jika menunjukkan sudah rasa percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnyasecara terus menerus dan ajeg/konsisten.(mampu mengemukakan
pendapatnya)

Bubuhkan tanda pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Sikap
Tanggung

No

Nama Siswa

Kerjasama
Toleran
Disiplin
Santun
Percaya diri
Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB K C B SB
1

1
2
3
4
5
6
7

Keterangan :

: Kurang

: Baik

: Cukup

SB

: Sangat Baik

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN DIRI
Satuan Pendidikan : SMAN 1 SUKATANI
Mata Pelajaran
: BIOLOGI
Kelas/Semester
:X
Tahun Pelajaran
: 2013/2014

Kompetensi Dasar

: 2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data

dan

fakta,disiplin, tanggung jawab, dan peduli dalam observasidan


eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan
dan beraargumentasi,

peduli lingkungan,gotong royong,

bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah

dan

kritis, responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam


melakukan

pengamatan

dan

percobaan

di

dalam

kelas/laboratorium maupun diluar kelas/laboratorium

Indikator:
1. Memiliki motivasi internal selama proses pembelajaran
2. bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok
3. menunjukkan sikap konsisten dalam menerapkan aturan
4. menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu maupun
kelompok
5. menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan, bertanya, atau
menyajikan hasil diskusi
6. Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/cara dalam
menyelesaikan masalah

PENILAIAN DIRI
Nama

: ....

Kelompok

Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 6, tulis masing-masing huruf sesuai dengan


pendapatmu!

A = Selalu
B = Sering
C = Jarang
D = Tidak pernah
saya memiliki motivasi dalam diri saya sendiri selama proses
pembelajaran

Saya bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok

Saya menunjukkan sikap konsisten dalam menerapkan aturan

5
6
7.

Saya menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas


individu maupun kelompok
Saya menunjukkan rasa percaya diri dalam mengemukakan
gagasan, bertanya, atau menyajikan hasil diskusi
Menunjukkan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat/cara
dalam menyelesaikan masalah
Selama kegiatan pembelajaran, tugas apa yang kamu lakukan?

Pedoman Penskoran:
Skor 4, jika A = Selalu
Skor 3, jika B = Sering
Skor 2, jika C = Jarang
Skor 1, jika D = Tidak pernah
Skor Perolehan =

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN TEMAN SEBAYA
Satuan Pendidikan : SMAN 1 SUKATANI
Mata Pelajaran
: BIOLOGI
Kelas
:X
Kompetensi dasar:
2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data

dan fakta,disiplin,

tanggung jawab, dan peduli dalam observasidan eksperimen, berani dan santun
dalam mengajukan pertanyaan dan beraargumentasi, peduli lingkungan,gotong
royong,

bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah

responsive

dan

proaktif

dalam

setiap

pengamatan dan percobaan di dalam

tindakan

dan

dalam

dan kritis,
melakukan

kelas/laboratorium maupun diluar

kelas/laboratorium

Indikator:
5. Siswa tidak meniru (menyontek) hasil kerja teman ketika mengerjakan tugas
individu materi animalia
6. Siswa tangguh dalam menyelesaikan masalah terkait animalia
7. Siswa menunjukkan sikap kritis dalam diskusi kelompok maupun klasikal
8. Siswa menunjukkan sikap disiplin dalam menyelesaikan tugas individu
maupun kelompok terkait materi animalia

Instrumen

Petunjuk:
Berilah tanda (X) pada pilihan yang paling menggambarkan kondisi teman sejawat kamu dalam
kurun waktu 1 (satu) minggu terakhir.
Nama Teman yang Dinilai : ..........................................
Tidak Pernah
Jarang
Sering
Selalu
No.
1.

Aspek Penilaian

Siswa tidak bertanya kepada teman ketika mengerjakan tugas


individu
2. Siswa tidak meniru/menyontek pekerjaan teman pada saat ulangan
3. Siswa tidak mengeluh ketika menyelesaikan tugas individu atau
kelompok
4. Siswa menuntaskan tugas yang diberikan guru
5. Siswa bertanya kepada guru atau teman ketika proses pembelajaran
berlangsung
6. Siswa mengumpulkan tugas tepat waktu
Jumlah
Total Skor
Keterangan:
Tidak Pernah (intensitas sikap yang diamati tidak muncul)
Jarang (intensitasnya sikap yang diamati sebagian kecil muncul)
Sering (intensitasnya sikap yang diamati sebagian besar muncul)
Selalu (intensitasnya sikap yang diamati selalu muncul)

LEMBAR PENILAIAN SIKAP


PENILAIAN JURNAL
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas

: SMAN 1 SUKATANI
: BIOLOGI
:X

Kompetensi dasar:
2.1 Berperilaku ilmiah : teliti,tekun,jujur terhadap data

dan fakta,disiplin,

tanggung jawab, dan peduli dalam observasidan eksperimen, berani dan santun
dalam mengajukan pertanyaan dan beraargumentasi,
royong,

peduli lingkungan,gotong

bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah

dan kritis,

responsive dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan
dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun diluar kelas/laboratorium
Indikator:
4. Siswa dapat bekerjasama dengan orang lain
5. Siswa menunjukkan sikap disiplin dan jujur
6. Siswa menunjukkan sikap toleransi dalam perbedaan
Jangka Waktu Pengamatan :
Format Jurnal

FORMAT JURNAL
Nama

: ____________________________________________

Kelas

: ____________________________________________

No.

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

Hari/Tanggal

Sikap/Perilaku
Positif
Negatif

1
2
3
4
5
6
7
8
9
Kesimpulan:

Tes Tulis (Bentuk Urai

Lampiran

Lembar Observasi dan kinerja presentasi


LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI
DAN KINERJA PRESENTASI
Mata Pelajaran : BIOLOGI
Kelas/Program : X/MIA

Keterangan

Kompetensi

: KD 3.8 dan 4.8


Observasi

Nama Peserta
didik

No

Akt tgjwb
(1)

21. ARIS

Kerjs
m

Prnsr
t

Visual

Isi

(3)

(4)

(5)

(6)

(2)
4

Kinerja Presentasi

Jml
Skor
21

22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.

Keterangan pengisian skor


4. Sangat tinggi
3. Tinggi
2. Cukup tinggi
1. Kurang
Lembar Kerja Praktik

No

Aspek yang dinilai

Ya

Tida

Keterangan

NilaI

k
1

Pengetahuan terhadap alat praktikum


yang
akan
digunakan
dalam
pembelajaran praktikum

Menguasi penggunaan alat dan bahan


dengan benar dalam kegiatan praktikum

Aktif
dan
objektif
dalam
mengamati dan observasi

Bekerja sama dengan baik bersama


dengan
teman
saat
melakukan
pengamatan

Jujur dalam mengumpulkan data hasil


pengamatan, observasi dengan benar
dan mengolah serta menyajikan data
hasil pengamatan

Membersihkan dan menyimpan kembali


peralatan
ke
tempatnya
setelah
menyelesaikan praktikum

proses

Tabel Pengamatan Hewan Arhtropoda

No
1
2
3

Nama Hewan

Bagian
Tubuh

Jumlah
Kaki

Sayap

Kelas

Tabel Pengamatan Hewan Vertebrata

No

Jenis
Hewan

Habitat

Penutup
Tubuh

Alat
Gerak

Alat
Respirasi

Cara
Reproduksi

Kelas

1
2
3
4
5

1. Buatlah laporan praktik dengan struktur seperti berikut. Gunakan


laptop/komputer untuk mendapatkan laporan yang baik
2. Struktur laporan adalah sebagai berikut
a. Judul
b. Tujuan
c. Landasan teori
d. Alat dan bahan (sertakan dengan gambar atau foto)
e. Langkah kerja
f. Data percobaan
g. Jawaban pertanyaan
h. Kesimpulan
i. Referensi
a.

Lembar Tes Tertulis


1.

Berikut ini adalah beberapa contoh hewan yang termasuk kedalam


kingdom Animalia. Hewan yang termasuk kelompok diploblastik
adalah ....
a. Porifera dan Coelenterata

b. Coelenterata dan Platyhelmynthes


c. Platyhelmynthes dan Nematoda
d. Nemathelmynthes dan Annelida
e. Annelida dan Mollusca
2.

Suatu hewan tubuhnya berbentuk bulat panjang, tersusun atas


segmen-segmen yang berbentuk cincin, sistem peredaran darah
tertutup, dan alat pencernaan lengkap. Hewan yang dimaksud
adalah ....
a. Coelenterata
b. Platyhelmynthes
c. Nematoda
d. Annelida
e. Mollusca

3.

Ciri-ciri hewan
adalah ....

yang

termasuk

ke

dalam

filum

Arthropoda

a. tubuhnya beruas-ruas
b. kakinya beruas-ruas
c. punya sayap dan kaki
d. memiliki antena sepasang
e. dapat bergerak
4.

Porifera yang spikulanya tersusun atas serabut bahan organik


termasuk ke dalam kelas ....
a. Calcareae

d. Anthozoa

b. Hexactinelidae

e. Schypozoa

c. Demospongiae
5.

Platyhelmynthes yang hidup parasit di dalam tubuh domba


adalah ....
a. cacing pita

d. cacing hati

b. cacing planaria

e. cacing filaria

c. cacing kremi
6.

Mollusca yang bergerak dengan delapan tentakel dikelompokkan ke


dalam kelas ....
a. Gastropoda

d. Cephalopoda

b. Bivalvia

e. Schapopoda

c. Amphineura
7.

Ciri-ciri hewan yang termasuk ke dalam Chordata adalah ....


a. memiliki corda dorsalis
b. memiliki alat gerak
c. hidup di darat
d. memiliki daun telinga
e. umumnya bertelur

8.

Hewan spon yang dimanfaatkan sebagai alat penggosok berasal dari


filum dan kelas ....
a. Porifera, kelas Anthozoa
b. Mollusca, kelas Gastropda

c. Coelenterata, kelas Schyphozoa


d. Nemathelmynthes, kelas Nematoda
e. Porifera, kelas Demospongiae

9.

Hewan yang tidak dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan


dalam rangka memenuhi kebutuhan protein adalah ....
a. Arthropoda

d. Echinodermata

b. Mollusca

e. Crustacea

c. Platyhelmynthes
10. Hewan-hewan dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan
adalah ....
a. cacing hati

d. cacing perut

b. belalang

e. lintah

c. bintang laut

Penyelesaian:
1.
2.
3.
4.
5.

d.

a
d
b
c
d

6. d
7. a
8. e
9. c
10. b

Lembar Portofolio

Bagilah kelas Anda dalam enam kelompok yang terdiri dari 7-8 orang.
- Kelompok 1 dan 2 mengamati kelompok hewan aves.
- Kelompok 3 dan 4 mengamati kelompok hewan reptil.
- Kelompok 5 dan 6 mengamati kelompok hewan mammalia
Kunjungilah kebun binatang di daerah sekitar Anda bersama dengan teman
kelompok Anda. amati dan dokumentasikan hewan-hewan yang terdapat di sana.
Tergolong kedalam kelompok apa sajakah hewan-hewan tersebut. Buatlah laporan
hasil kunjungan Anda, kemudian presentasikan di depan kelas dan diskusikan
bersama dengan guru dan teman Anda untuk saling tukar-menukar informasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Satuan Pendidikan: SMA NEGERI 1 SUKATANI


Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas/Semester

: X/I

Alokasi Waktu

: 12 JP x 45 menit (4 minggu)

KOMPETENSI INTI:
KI-1

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2
: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3
: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4
: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KOMPETENSI DASAR:

3.7

Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan


semua interaksi yang berlangsung di dalamnya.
3.7.1 Membedakan pengertian ekosistem dan komunitas.
3.7.2 Mengidentifikasikan komponen penyusun ekosistem
3.7.3 Mengidentifikasi satuan makhluk hidup dalam ekosistem.
3.7.4 Melakukan pengamatan untuk menyimpulkan faktor penyusun suatu
ekosistem.
3.7.5 Mengidentifikasikan tipe-tipe ekosistem.
3.7.6 Mengidentifikasi interaksi antarkomponen dalam ekosistem.
3.7.7. Menjelaskan tingkat trofik dalam ekosistem.
3.7.8. Menjelaskan rantai makanan dan piramida ekologi.
3.7.9 Menjelaskan daur biogeokimia.

4.9 Mendesain bagan tentang interaksi dan jejaring makanan dan daur
biogeokimia yang berlangsung dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya
dalam berbagai bentuk media.
4.9.1 Menyajikan bagan interaksi, jejaring makanan, dan daur biokimia yang
berlangsung dalam ekosistem melalui berbagai bentuk media..
PERTEMUAN I
A. Tujuan Pembelajaran
1. Membedakan pengertian individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan
bioma.
2. Menyebutkan 2 komponen penyusun lingkungan/ ekosistem.
3. Menyebutkan 7 contoh komponen abiotik pada lingkungan.
4. Membedakan peranan dari 7 contoh komponen abiotik pada lingkungan.
5. Menyebutkan contoh komponen biotik pada lingkungan.
B. Materi Pembelajaran
1. Tingkat Organisasi Makhluk Hidup
Objek biologi dikaji pada seluruh tingkat organisasi kehidupan. Urutan tingkatan
organisasi kehidupan disebut hierarki kehidupan. Tingkatan organisasi kehidupan
dari yang terendah sampai tertinggi:
Molekul
Sel
Jaringan
Organ

Sistem Organ
Organisme (Individu)
Populasi
Komunitas
Ekosistem
Biosfer

Molekul
Molekul adalah bahan kimia dasar penyusun kehidupan. Molekul mengalami
kondensasi sehingga membentuk asam amino, substansi kehidupan yang akan
membentuk menjadi sel. Contoh: asam nukleat berupa DNA/RNA.
Sel
Sel adalah satuan (unit) kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Contoh: sel darah
merah dan sel darah putih.

Jaringan
Jaringan adalah kelompok sel yang sejenis, memiliki bentuk dan fungsi yang sama
dalam tubuh makhluk hidup multiseluler. Contoh: jaringan epitel, jaringan otot,
jaringan tulang, dll. pada hewan dan jaringan epidermis, jaringan meristem,
jaringan pengangkut, dll. pada tumbuhan.
Organ
Organ adalah kelompok jaringan yang bersatu dan bekerja sama yang
menjalankan fungsi tertentu. Contoh: usus, lambung, paru-paru, jantung, dan
lain-lain.
Sistem Organ
Sistem organ adalah gabungan dari organ-organ yang bekerja sama untuk
membentuk suatu sistem dalam kehidupan. Contoh: sistem pencernaan disusun
oleh lambung, usus halus, usus besar, dan usus 12 jari; sistem koordinasi dan
indera disusun oleh otak, sumsum tulang belakang, serabut saraf, dan panca
indera.
Organisme (Individu)
Organisme gabungan dari sistem-sistem organ yang bekerja sama membentuk
kehidupan. Satu organisme dapat disebut juga individu. Individu adalah satu

makhluk hidup tunggal. Contoh: seorang manusia, seekor anjing, seekor kucing,
sebuah pohon jambu, dll.
Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang menempati suatu daerah
tertentu. Contoh: populasi harimau berjumlah 30 ekor, populasi badak berjumlah
100 ekor, populasi gajah berjumlah 23 ekor, dll.
Komunitas
Komunitas adalah seluruh makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu.
Contoh: komunitas sawah, terdiri dari padi, tikus, ular, elang; komunitas kolam
terdiri dari teratai, ikan, katak, dll.
Ekosistem
Ekosistem adalah sekumpulan makhluk hidup dengan benda mati dalam satu
kesatuan tempat hidup yang mempunyai hubungan timbal balik. Contoh:
ekosistem hutan, benda mati terdiri dari tanah, bebatuan, hujan, angin, dll.,
makhluk hidup terdiri dari harimau, lintah, gajah, dll.; ekosistem laut, benda mati
terdiri dari air laut, batu karang, dll., makhluk hidup terdiri dari ikan, udang,
kepiting, plankton, dll.
Biosfer
Biosfer (lapisan kehidupan) adalah seluruh planet bumi beserta makhluk hidup
yang ada di dalamnya.
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Cooperative learning
: Discovery, diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
: Powerpoint Unit 9, foto/gambar/ poster/ CD aquarium kecil
lengkap dengan ikan, siput, tumbuhan air, batu-batuan yang
ada di dalamnya
2. Sumber : Buku Biologi kelas X
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa tentang
tingkat organisasi makhluk hidup dan komponen penyusun
ekosistem. Menyiapkan foto/gambar/ poster/ CD suatu ekosistem.
b. Apersepsi:
- Apakahyang Anda ketahui tentang ekosistem?
- Apa saja yang terdapat dalam suatu ekosistem?

c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari ini tentang tingkat


organisasi makhluk hidup dan komponen penyusun ekosistem.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati foto/gambar/ poster/ CD suatu ekosistem untuk
mengetahui komponen penyusun dalam suatu ekosistem.
2) Menyimak uraian tentang komponen penyusun ekosistem disertai
dengan contohnya.
Menanya
1) Menanyakan 2 komponen penyusun ekosistem.
2) Bertanya tentang
lingkungan.

peran

contoh

komponen

abiotik

pada

3) Mampu menanyakan tentang contoh komponen abiotik dan


komponen biotik pada lingkungan.
Pengumpulan Data
1)
2)
3)

Mengumpulkan data pengamatan komponen penyusun dalam


suatu ekosistem dari foto/gambar/ poster/ CD suatu ekosistem.
Mengumpulkan data pengamatan 2 komponen penyusun
ekosistem.
Mengumpulkan data informasi tambahan tentang contoh
komponen abiotik dan komponen biotik pada lingkungan.

Mengasosiasi
1) Menganalisis data hasil pengamatan komponen penyusun dalam
suatu ekosistem darifoto/gambar/ poster/ CD suatu ekosistem.
2) Menyimpulkan data hasil pengamatan komponen penyusun
dalam suatu ekosistem
darifoto/gambar/ poster/ CD suatu
ekosistem.
3) Menganalisis data hasil pengamatan 2 komponen penyusun
ekosistem.
4) Menyimpulkan data hasil pengamatan 2 komponen penyusun
ekosistem.
5) Merangkumcontoh komponen abiotik dan komponen biotik pada
lingkungan.
Mengkomunikasikan

1) Menyampaikan data hasil pengamatan komponen penyusun


dalam suatu ekosistem
darifoto/gambar/ poster/ CD suatu
ekosistem.
2) Menyampaikan data hasil pengamatan 2 komponen penyusun
ekosistem.
3) Menyebutkan contoh komponen abiotik dan komponen biotik pada
lingkungan.
b. Mendiskusikan hasil pengamatan dan menyimpulkan tentang tingkat
organisasi makhluk hidup dan komponen penyusun ekosistem.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkan tentangtingkat organisasi makhluk hidup dan
komponen penyusun ekosistem.
b. merefleksikan tentangtingkat organisasi makhluk hidup dan
komponen penyusun ekosistem.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur, teliti, dan komunikatif yang
dapat dipetik dari aktivitas hari ini.

PERTEMUAN II
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melakukan pengamatan faktor penyusun suatu ekosistem pada dua jenis
ekosistem berbeda.
2. Menyimpulkan faktor penyusun suatu ekosistem.
B. Materi Pembelajaran
Komponen-komponen dalam Ekosistem
1. Komponen Ekosistem
Abiotik Dan Biotik
Secara umum, komponen ekosistem terbagi atas dua kelompok yakni biotik dan
juga abiotik. Komponen biotik sendiri merupakan komponen berupa mahluk
hidup. Sementara itu komponen abiotik mencakup semua hal di luar mahluk
hidup dalam sebuah satuan ekosistem. Meski tak hidup, namun komponen abiotik
ini sangat mempengaruhi keberlangsungan hidup dari komponen biotik. Apa saja
komponen abiotik tersebut, antara lain:
Suhu.
Tanah dan Batu.
Air
Udara

Cahaya
Iklim
Sementara itu komponen biotik mencakup beberapa hal yang dapat
dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Berdasarkan fungsi komponen tersebut,
maka ia akan dibagi menjadi dua komponen dasar yakni autotrof dan juga
komponen heterotrof. Pengertian keduanya adalah sebagai berikut :
Autotrof tak lain adalah istilah yang menunjuk pada mahluk hidup yang bisa
membentuk sendiri makanannya sendiri.
Heterotrof sendiri adalah organisme konsumen yang tak bisa membentuk
makanannya sendiri sehingga ia mengambil kebutuhan tersebut dari luar dirinya.
Sementara itu jika dilihat dari susunan trofiknya, maka komponen ekosistem
biotik dibagi ke dalam 3 kelompok yakni:
Produsen. Secara sederhana diartikan sebagai penghasil makanan. Ia adalah
mahluk hidup atau organisme yang menghasilkan makanannya sendiri. Organisme
yang tercakup dalam kelompok ini adalah tumbuhan yang memiliki klorofil. Dalam
ekosistem darat, tumbuhan sangat diperlukan sebagai sumber makanan mahluk
hidup lainnya. Sementara itu dalam ekosistem perairan, organisme dengan klorofil
adalah berbagai jenis alga juga fitoplankton.
Komponen ekosistem biotik selanjutnya adalah konsumen. Ia secarasederhana
diartikan sebagai pemakai. Kelompok ini mencakup semua organisme yang tak
bisa menghasilkan makanan bagi dirinya sendiri sehingga ia harus mendapatkan
makanan dari organisme lainnya untuk mempertahankan keberlangsungan
hidupnya. Konsumen ini dibagi ke dalam 3 bagian yakni: konsumen tingkat
pertama meliputi semua organisme yang mengkonsumsi zat langsung dari
tumbuhan atau disebut herbivora. Konsumen tingkat kedia yakni semua mahluk
hidpu yang memperoleh makanan dengan memangsa herbivora tadi atau disebut
karnivora. Terakhir adalah konsumen tingkat ketiga yakni mahluk hidup yang
memangsa konsumen tingkat kedua.
Pengurai atau decomposer. Merupakan komponen ekosistem biotik yang sangat
berperan dalam hal menguraikan bahan-bahan organis yang muasalnya dari
mahluk hidup yang telah mati atau juga hasil pembuangan sistem pencernaan
mahluk hidpu. Organisme pengurai ini cukup penting sebab ia menjaga stabilitas
ekosistem dengan mengurai zat-zat buangan tersebut sehingga diserap oleh tanah
dan menjadi unsur hara bagi perkembangan tumbuhan.
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Direct instruction
: Discovery, diskusi, praktikum

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Alat/Bahan
: Ekosistem alami, seperti sungai dan hutan, ekosistem
buatan, seperti sawah dan kolam, alat tulis.
2. Media
: Powerpoint Unit 9
3. Sumber : Buku Biologi kelas X
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa tentang
komponen penyusun ekosistem alami dan ekosistem buatan.
b. Apersepsi:
- Apakahyang Anda ketahui tentang komponen penyusun ekosistem?
- Adakah perbedaan antara komponen penyusun ekosistem alami
dan buatan?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari ini tentang komponen
penyusun ekosistem alami dan ekosistem buatan.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Melakukan pengamatan di dua jenis ekosistem
yaituekosistem alami dan ekosistem buatan.

berbeda,

2) Menyimak uraian tentang faktor penyusun suatu ekosistem.


Menanya
1) Menanyakan tentang faktor penyusun suatu ekosistem.
2) Mampu mengajukan pertanyaan tentang faktor penyusunfaktor
pada dua jenis ekosistem berbeda, yaituekosistem alami dan
ekosistem buatan.
Pengumpulan Data
1)

2)

Mengumpulkan data tentang faktor penyusun faktor pada dua


jenis ekosistem berbeda, yaitu ekosistem alami dan ekosistem
buatan.
Mengumpulkan informasi faktor penyusun suatu ekosistemdari
sumber lain.

Mengasosiasi
1) Menganalisis data hasil pengamatan faktor penyusun faktor pada
dua jenis ekosistem berbeda, yaitu ekosistem alami dan ekosistem
buatan.

2) Menyimpulkan data hasil pengamatan faktor penyusun faktor


pada dua jenis ekosistem berbeda, yaitu ekosistem alami dan
ekosistem buatan.
Mengkomunikasikan
1) Menyampaikan data hasil pengamatan faktor penyusun faktor
pada dua jenis ekosistem berbeda, yaitu ekosistem alami dan
ekosistem buatan.
2) Menyebutkan faktor penyusun suatu ekosistem.
3) Mendiskusikan hasil pengamatan dan menyimpulkan tentang
komponen penyusun ekosistem alami dan ekosistem buatan.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkan tentangkomponen penyusun ekosistem alami dan
ekosistem buatan.
b. merefleksikan tentangkomponen penyusun ekosistem alami dan
ekosistem buatan.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur, teliti, kerja sama, tanggung
jawab, dan komunikatif yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.

PERTEMUAN III
A. Tujuan Pembelajaran
1. Membedakan 4 tipe ekosistem.
2. Mengemukakan contoh dari 4 tipe ekosistem.
B. Materi Pembelajaran
Tipe-Tipe Ekosistem
Ada berbagaimacam jenis ekosistem yang terdapat di darat, laut atau
buatan. Berikut uraian masing-masing tipe-tipe ekosistem. Ekosistem Perairan
Dalam. Komunitas ekosistem perairan dalam di Indonesia belum banyak diketahui
secara pasti. Hal ini dikarenakan belum dikuasainya perangkat teknologi untuk
meneliti hingga mencapai perairan dalam, tetapi secara umum keanekaragaman
komunitas kehidupan yang ada pada perairan dalam tersebut tidaklah setinggi
ekosistem di tempat lain. Komunitas yang ada hanya konsumen dan pengurai,
tidak terdapat produsen karena pada daerah ini cahaya matahari tidak dapat
tembus. Makanan konsumen berasal dari plankton yang mengendap dan vektor
yang telah mati. Jadi, di dalam laut ini terjadi peristiwa makan dan dimakan.
Jika diamati hewan-hewan yang hidup di perairan dalam warnanya gelap
dan mempunyai mata yang peka dan mengeluarkan cahaya. Daur mineralnya

terjadi karena gerakan air dalam pantai ke tengah laut pada lapis atas.
Perpindahan air ini digantikan oleh air dari daerah yang terkena cahaya, sehingga
terjadi perpindahan air dari lapis bawah ke atas.
Ekosistem Pantai Pasir Dangkal. Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal
terletak di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya mencakup
pesisir terbuka yang tidak terpengaruh sungai besar atau terletak di antara
dinding batu yang terjal/ curam. Komunitas di dalamnya umumnya didominasi
oleh berbagai jenis tumbuhan ganggang dan atau rerumputan. Jenis ekosistem
pantai pasir dangkal ada tiga, yaitu sebagai berikut.
1) Ekosistem Terumbu Karang
Ekosistem ini dapat kita jumpai di perairan jernih. Terumbu karang
terbentuk sebagai hasil dari kegiatan berbagai hewan laut seperti kerang, siput,
cacing, Coelenterata dan alga kapur (Halimeda). Syarat hidup binatang kerang,
yaitu airnya jernih, arus gelombang kecil, dan lautnya dangkal. Ekosistem ini
dapat kita temukan di pantai sebelah barat Sumatra, pantai selatan Jawa, Bali,
Nusa Tenggara, serta pantai utara Sulawesi dan Maluku.
2) Ekosistem Pantai Batu
Jenis ekosistem ini terbentuk dari bongkahan-bongkahan batu granit yang
besar atau berupa batuan padas yang terbentuk dari proses konglomerasi
(berkumpul dan menyatunya) antara batu-batu kecil atau kerikil dengan tanah liat
dan kapur. Ekosistem tersebut biasanya didominasi vegetasi jenis Sargassum atau
Eucheuma. Di mana ekosistem pantai batu itu dapat kita jumpai? Ekosistem ini
dapat kita jumpai di wilayah pesisir berbukit yang berdinding batu mulai dari
sepanjang pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sampai
pantai selatan Maluku.
3) Ekosistem Pantai Lumpur
Ekosistem pantai lumpur terbentuk dari pertemuan antara endapan
lumpur sungai dengan laut yang berada di muara sungai dan sekitarnya. Apabila
sungainya besar, lumpur tersebut membentang luas sampai menjorok ke laut. Di
mana dapat kita jumpai ekosistem pantai lumpur ini? Ekosistem pantai lumpur
terdapat di muara yang disebut sebagai monsun estuaria. Habitatnya berbagai
jenis biota ikan gelodok. Komunitas tumbuhannya adalah Tricemia, Skeratia, dan
rumput laut/Enhalus acoroides. Binatang-binatang ini memiliki nilai ekonomi
yang tinggi. Biasanya ekosistem pantai lumpur dapat kita jumpai di pantai-pantai
pada pulau cukup besar yang memiliki sungai-sungai lebar seperti di Pulau
Kalimantan, Irian Jaya, Sumatra, dan Jawa.
Ekosistem Darat Alami. Di negara kita Indonesia, ekosistem jenis ini
terbentuk dari tiga vegetasi utama, yaitu vegetasi pamah, vegetasi pegunungan,
dan vegetasi monsun.

Vegetasi Pamah/Dataran Rendah. Vegetasi pamah merupakan vegetasi


dataran rendah bagian terbesar hutan yang mencakup kawasan paling luas di
Indonesia, terdiri atas vegetasi rawa dan vegetasi darat yang terletak pada
ketinggian antara 01000 m di atas permukaan laut (dpl). Vegetasi ini meliputi
jenis-jenis berikut.
1) Hutan Bakau
Hutan bakau tersebar hampir di seluruh pantai Kepulauan Indonesia.
Jumlah jenis hutan bakau sekitar 95 jenis tumbuhan, komposisi jenis hutan
tersebut dapat berbeda antara satu dengan lainnya, tergantung dari kombinasi
faktor-faktor habitat yang mempengaruhinya. Penyebaran berbagai jenis bakau
terletak mulai dari laut ke arah daratan membentuk jalur berbeda-beda.
a) Jalur Pedada (Soneratia sp), jalur ini selalu terendam air asin setiap
terjadi pasang yang tinggi karena menjadi perintis endapan lumpur pada batas air
surut dengan jenis tumbuhan meliputi Soneratia spp dan Avicenia spp.
b) Jalur Bakau (Rhizophora sp.), merupakan hutan bakau yang memiliki
perakaran khas (akar napas) dengan jenis tumbuhan meliputi Rhizophora sp.,
Bruguiera spp dan Ceriops spp.
c) Jalur Tancang (Bruguiera sp.), jalur ini berada paling dekat dengan
daratan sehingga hanya dapat dicapai air pasang surut yang luar biasa tinggi
seperti pada saat air pasang bulan purnama atau gerhana bulan, dengan jenis
tumbuhan meliputi Bruguiera spp, Kondelia spp, Rhizophora spp. dan lain-lain.
d) Jalur nipah jalur ini terdapat ke arah daratan, di daerah ini cukup
kering. Pada lautan bakau dilingkari oleh lautan nipah (Nypa fruticans).
Hewanhewan yang terdapat pada hutan bakau, antara lain udang-udangan,
kerang, ikan glodok, kerang, kepiting, cacing laut, ular, buaya muara, kadal, dan
berbagai jenis burung.
2) Hutan Rawa Air Tawar
Hutan rawa air tawar berada dalam kawasan yang luas, terletak di
belakang hutan bakau. Berbagai jenis hutan rawa terdapat di delta, umumnya
mempunyai pohon-pohon dengan ketinggian yang sama, sekitar 30 m memiliki
kanopi lebat. Hal ini disebabkan di delta secara teratur dibanjiri air tawar sebagai
akibat gerakan pasang surut.
3) Hutan Tepi Sungai
Hutan tepi sungai terdapat di sepanjang tepi sungai besar yang merupakan
habitat transisi dengan hutan rawa air tawar. Vegetasinya terdiri atas tumbuhan
rawa musiman yang berbeda. Lapisan tanahnya dalam, subur, dan gembur.
Sebagian besar tumbuhannya memiliki perakaran kuat, berkayu, daunnya
menyempit, dan penyebaran bijinya melalui air atau ikan. Hutan tepi sungai
merupakan habitat kayu ulin (besi) dan tengkawang, terdapat di Kalimantan.

Hutan tepi sungai juga dapat dijumpai di tebing-tebing berbatu yang vegetasinya
sebagian besar berupa tumbuhan berkayu dengan perakaran kuat yang hidup di
antara celah-celah batu, jenis tumbuhannya adalah reofit.
4) Hutan Rawa Gambut
Hutan rawa gambut terbentuk dari timbunan gambut yang sangat tebal,
berkisar antara 0,5 20 m. Permukaan gambut terbentang luas berbentuk cekung
yang tidak terkena genangan air sehingga bersifat asam dengan pH<4 dan
kandungan haranya rendah. Hal itu menyebabkan jenis tumbuhannya terbatas,
yaitu pohon-pohonnya tinggi, kurus, dan tidak lebat. Hutan rawa gambut di
Indonesia banyak terdapat di Pulau Kalimantan.
5) Hutan Sagu
Hutan sagu berkembang baik di daerah dengan aliran air tawarnya yang
teratur. Di bawah hutan sagu tidak terdapat tumbuhan lain dan lainnya terdiri
atas lapisan serasah daun bergambut. Hutan sagu dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu hutan sagu murni dan hutan sagu campuran dengan hutan lain. Habitat
kedua jenis hutan sagu tersebut dapat Anda jumpai di Maluku dan Irian Jaya
Vegetasi Pegunungan. Vegetasi pegunungan terletak di ketinggian lebih dari
1000 m di atas permukaan laut (dpl).
1) Vegetasi Hutan Pegunungan
Jenis hutan pegunungan ada dua, yaitu sebagai berikut.
a) Hutan pegunungan bawah, yaitu berada pada ketinggian berkisar 1000
1500 m dpl. Semakin ke atas vegetasinya semakin rendah, jika tumbuh semakin
tinggi maka diameternya semakin kecil. Vegetasi pada punggung dan lereng
gunung umumnya berupa pohon pendek atau semaksemak. Vegetasinya meliputi
tanaman anggrek, paku-pakuan, dan lumut.
b) Hutan pegunungan atas berada pada ketinggian berkisar 1500-3300 m
dpl. Hutannya lebat dengan ketinggian pohonnya mencapai 25 m, variasi
vegetasinya lebih sedikit dibandingkan dengan hutan pegunungan di bawahnya.
2) Vegetasi Padang Rumput
Padang rumput terletak pada ketinggian berkisar antara 2500-4100 m dpl
yang berada di Pegunungan Irian Jaya dan Kamabu. Jenis vegetasinya meliputi
padang rumput dengan paku pohon, padang rumput semak tepi hutan, padang
rumput merumpun, vegetasi lumut kerak, dan hutan sub alpin. Adapun vegetasi
rawa subalpin selain berada di Irian Jaya dan Kamabu juga berada di Jawa seperti
di Gunung Dieng, Gunung Gede, dan Gunung Patuha.
3) Vegetasi Danau

Danau umumnya berada di pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1500


m dpl. Vegetasi danau mempunyai daerah yang kaya mineral hasil perairan
meliputi daerah perairan terbuka sampai perairan tertutup. Tumbuhan danau
berada di Gunung Dieng.
Vegetasi Monsun
Vegetasi monsun berada di daerah beriklim kering musiman dengan
kelembapan udara lebih dari 33% dan curah hujan sekitar 1500 mm/th. Jenis
vegetasinya seperti berikut.
1) Padang Rumput. Padang rumput ini menempati kawasan yang sangat
luas dan biasanya bersinambungan dengan savana. Vegetasinya terdiri atas
komunitas campuran berbagai rumput, terna, dan perdu.
2) Savana. Savana terdiri atas padang rumput dengan pohon terpencar
jarang sampai lebat. Savana terdapat di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan
Irian Jaya.
3) Hutan Monsun. Hutan monsun berada pada ketinggian berkisar 0800
m dpl, vegetasinya terdiri atas pohon-pohon setinggi sekitar 25 m dan memiliki
batang yang kurus dan bercabang rendah. Terdapat di jawa Timur, NTT, Sulawesi
Selatan dan Tenggara.
Ekosistem Buatan. Ekosistem suksesi buatan merupakan ekosistem yang
dengan sengaja dibuat sesuai kebutuhan manusia seperti pembuatan
danau/waduk/bendungan, hutan tanaman, agroekosistem, dan sebagainya.
Beberapa contoh ekosistem buatan sebagai berikut.
Bendungan/Waduk
Adakah waduk/bendungan di daerah tempat tinggal Anda? Tujuan
dibangunnya waduk/bendungan, yaitu sebagai tempat penampungan air untuk
memenuhi kebutuhan manusia seperti pengairan/irigasi pertanian, pembangkit
tenaga listrik, tempat rekreasi, dan sarana olahraga. Selain itu, waduk merupakan
ekosistem baru dengan substrat dasar biasanya berasal dari kebun atau sawah
maupun hutan dengan sifat geologi yang berbeda-beda. Pada umumnya,
komunitas biotik terbentuk masih dalam fase suksesi dengan umur yang berbedabeda seperti pada mulanya berbagai macam ikan ditebarkan kemudian banyak
tumbuhan pendatang tumbuh, misalnya kiambang dan enceng gondok yang
menutupi permukaan dan menjadi dominan di waduk itu.
Hutan Tanaman
Hutan tanaman merupakan vegetasi yang terdiri atas tanaman budidaya
bernilai tinggi yang dengan sengaja ditanam pada kawasan tertentu. Biasanya jenis
tanaman yang dibudidayakan bernilai tinggi, seperti tanaman jati, mahoni, pinus,
damar rasamala, ampupu, manglit, dan puspa.

Agroekosistem
Agroekosistem merupakan ekosistem yang dengan sengaja dibuat untuk
keperluan pertanian. Keanekaragaman ekosistem ini dipengaruhi oleh faktor jenis
tanah, topografi, iklim, dan budaya. Agroekosistem yang dikembangkan di
Indonesia pada saat ini antara lain: 1) sawah irigasi, 7) kolam, 2) sawah tadah
hujan, kebun, 3) sawah surjan, 9) pekarangan, 4) sawah rawa, 10) perkebunan, 5)
sawah pasang surut, 11) ladang. 6) tambak.
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Direct instruction
: Discovery, diskusi

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
: Powerpoint Unit 4, gambar/foto/CD berbagai tipe ekosistem
2. Sumber : Buku Biologi kelas X, Penerbit Grafindo Media Pratama
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa tentang
tipe-tipe ekosistem.
b. Apersepsi:
- Apakahyang Anda ketahui tentang tipe-tipe ekosistem?
- Tipe ekosistem apa yang banyak ditemukan di daerah tempat
tinggal Anda?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari initentang tipe-tipe
ekosistem.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati 4 tipe ekosistem dari gambar/foto/CD berbagai tipe
ekosistem.
2) Menyimak uraian tentang contoh dari 4 tipe ekosistem.
Menanya
1) Mampu mengajukan pertanyaan tentang4 tipe ekosistem dari
gambar/foto/CD berbagai tipe ekosistem.
2) Menanyakan tentang contoh dari 4 tipe ekosistem.
Pengumpulan Data
1)

Mengumpulkan data pengamatan 4


gambar/foto/CD berbagai tipe ekosistem.

tipe

ekosistem

dari

2)

Mengumpulkan data informasi tambahan tentang contoh dari 4


tipe ekosistem.

Mengasosiasi
1) Menganalisis data hasil pengamatan 4 tipe ekosistem dari
gambar/foto/CD berbagai tipe ekosistem.
2) Menyimpulkan data hasil pengamatan 4 tipe ekosistem dari
gambar/foto/CD berbagai tipe ekosistem.
3) Merangkum contoh dari 4 tipe ekosistem.
Mengkomunikasikan
1) Menyampaikan data hasil pengamatan 4 tipe ekosistem dari
gambar/foto/CD berbagai tipe ekosistem.
2) Menyebutkan contoh dari 4 tipe ekosistem.
b. Mendiskusikan hasil pengamatan dan menyimpulkan tentang tipetipe ekosistem.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkan tentangtipe-tipe ekosistem.
b. merefleksikan tentang tipe-tipe ekosistem.
c. menemukan nilai-nilai teliti, kerja sama, dan komunikatif yang dapat
dipetik dari aktivitas hari ini.

PERTEMUAN IV (HARI IV):


A. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan arus energi dalam ekosistem.
2. Menjelaskan tingkat trofik dalam ekosistem.
B. Materi Pembelajaran

Pengertian Aliran Energi dalam Ekosistem adalah proses berpindahnya energi dari
suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya yang dapat digambarkan dengan
rantai makanan atau dengan piramida biomasa. Ekosistem mempertahankan diri
dengan siklus energi dan nutrisi yang diperoleh dari sumber eksternal. Pada
tingkat trofik pertama, produsen primer (tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri)
menggunakan energi matahari untuk menghasilkan bahan tanaman organik
melalui fotosintesis. Hewan Herbivora yang makan hanya pada tanaman membuat
tingkat trofik kedua. Predator yang memakan herbivora terdiri dari tingkat trofik
ketiga, jika predator yang lebih besar hadir, mereka mewakili tingkat trofik lebih

tinggi lagi. Organisme yang makanan pada beberapa tingkat trofik (misalnya,
beruang grizzly yang memakan buah dan salmon) diklasifikasikan pada tertinggi
tingkat trofik di mana mereka makan. Dekomposer, yang meliputi bakteri, jamur,
jamur, cacing, dan serangga, memecah limbah dan organisme mati dan kembali
nutrisi ke dalam tanah.
Aliran Energi
Rata-rata sekitar 10 persen dari produksi energi bersih pada satu tingkat trofik
diteruskan ke tingkat berikutnya. Proses yang mengurangi energi yang ditransfer
antara tingkat trofik termasuk respirasi, pertumbuhan dan reproduksi, buang air
besar, dan kematian nonpredatory (organisme yang mati tetapi tidak dimakan oleh
konsumen). Kualitas gizi bahan yang dikonsumsi juga mempengaruhi seberapa
efisien energi ditransfer, karena konsumen dapat mengkonversi sumber makanan
berkualitas tinggi ke jaringan hidup baru yang lebih efisien daripada sumber
makanan berkualitas rendah.
Rendahnya transfer energi antara tingkat trofik membuat pengurai umumnya lebih
penting daripada produsen dalam hal aliran energi. Dekomposer memproses
sejumlah besar bahan organik dan kembali nutrisi ke ekosistem dalam bentuk
anorganik, yang kemudian diambil lagi oleh produsen primer. Energi tidak didaur
ulang selama proses dekomposisi, melainkan dilepaskan, sebagian besar sebagai
panas (ini adalah apa yang membuat tumpukan kompos dan segar kebun mulsa
hangat). Gambar 6 menunjukkan aliran energi (panah gelap) dan nutrisi (panah
cahaya) melalui ekosistem.
Produktivitas primer bruto Sebuah ekosistem (GPP) adalah jumlah total bahan
organik yang dihasilkannya melalui fotosintesis. Produktivitas primer bersih (NPP)
menggambarkan jumlah energi yang masih tersedia untuk pertumbuhan tanaman
setelah dikurangi fraksi yang tanaman digunakan untuk respirasi. Produktivitas
dalam ekosistem tanah umumnya naik pada suhu sampai sekitar 30 C, setelah
itu menurun, dan berkorelasi positif dengan kelembaban. Di darat produktivitas
primer demikian tertinggi pada daerah yang hangat, zona basah di daerah tropis di
mana bioma hutan tropis berada. Sebaliknya, ekosistem padang pasir semak
belukar memiliki produktivitas terendah karena iklim mereka sangat panas dan
kering.
Di lautan, cahaya dan nutrisi merupakan faktor penting untuk mengendalikan
produktivitas. Sebagaimana dicatat di Unit 3, Oceans, cahaya menembus hanya
ke tingkat paling atas lautan, sehingga fotosintesis terjadi di perairan permukaan
dan dekat permukaan. Produktivitas primer laut yang tinggi di dekat pantai dan
daerah lain di mana upwelling membawa nutrisi ke permukaan, mempromosikan
plankton mekar. Limpasan dari tanah juga merupakan sumber nutrisi di muara
dan sepanjang ambalan kontinental. Di antara ekosistem perairan, tempat tidur
alga, dan terumbu karang memiliki tertinggi produksi primer bersih, sedangkan

harga terendah terjadi di tempat terbuka karena kurangnya nutrisi di lapisan


permukaan diterangi.
Berapa banyak tingkat trofik dapat dukungan ekosistem? Jawabannya tergantung
pada beberapa faktor, termasuk jumlah energi memasuki ekosistem, kehilangan
energi antara tingkat trofik, dan bentuk, struktur, dan fisiologi organisme di tiap
tingkat. Pada tingkatan yang lebih tinggi, predator umumnya secara fisik lebih
besar dan mampu memanfaatkan sebagian kecil dari energi yang dihasilkan pada
tingkat di bawah mereka, sehingga mereka harus mencari makan di daerah yang
semakin besar untuk memenuhi kebutuhan kalori mereka.
Karena kekalahan energi tersebut, ekosistem yang paling terestrial tidak lebih dari
lima tingkat trofik, dan ekosistem laut umumnya memiliki tidak lebih dari tujuh.
Perbedaan antara ekosistem darat dan laut kemungkinan karena perbedaan
karakteristik mendasar dari tanah dan organisme primer laut. Dalam ekosistem
laut, fitoplankton mikroskopik melaksanakan sebagian besar fotosintesis yang
terjadi, sedangkan tanaman melakukan sebagian besar pekerjaan ini di darat.
Fitoplankton adalah organisme kecil dengan struktur yang sangat sederhana,
sehingga sebagian besar produksi utama mereka dikonsumsi dan digunakan
untuk energi oleh organisme merumput yang memakannya. Sebaliknya, sebagian
besar dari biomassa yang tanaman darat memproduksi, seperti akar, batang, dan
cabang, tidak dapat digunakan oleh herbivora untuk makanan, jadi kurang
proporsional dari energi diperbaiki melalui produksi primer perjalanan ke atas
rantai makanan.
Tingkat pertumbuhan juga bisa menjadi faktor penyebab. Fitoplankton sangat kecil
tapi tumbuh sangat cepat, sehingga mereka mendukung populasi besar herbivora
meskipun mungkin ada ganggang lebih sedikit daripada herbivora pada saat
tertentu. Sebaliknya, tanaman darat waktu bertahun-tahun untuk mencapai
kematangan, sehingga atom karbon rata-rata menghabiskan waktu tinggal lebih
lama di tingkat produsen utama di darat daripada yang dilakukannya dalam
ekosistem laut. Selain itu, biaya pergerakan umumnya lebih tinggi bagi organisme
terestrial dibandingkan dengan yang ada di lingkungan perairan.
Cara termudah untuk menggambarkan aliran energi melalui ekosistem adalah
sebagai rantai makanan di mana energi berpindah dari satu tingkat trofik ke
depan, tanpa anjak dalam hubungan yang lebih kompleks antara spesies individu.
Beberapa ekosistem yang sangat sederhana dapat terdiri dari rantai makanan
dengan hanya beberapa tingkat trofik. Misalnya, ekosistem terpencil angin
menyapu Taylor di Antartika Lembah sebagian besar terdiri dari bakteri dan
ganggang yang dimakan oleh cacing nematoda Lebih umum, bagaimanapun,
produsen dan konsumen yang terhubung dalam jaring makanan yang rumit pada
beberapa konsumen makan di beberapa tingkat trofik.

Sebuah konsekuensi penting dari kehilangan energi antara tingkat trofik adalah
bahwa kontaminan mengumpulkan pada hewan jaringan-proses yang disebut
bioakumulasi. Sebagai kontaminan bioakumulasi atas jaring makanan, organisme
di tingkat trofik yang lebih tinggi dapat terancam bahkan jika polutan dimasukkan
ke lingkungan dalam jumlah yang sangat kecil.
Insektisida DDT, yang banyak digunakan di Amerika Serikat dari tahun 1940
hingga 1960-an, adalah kasus terkenal bioakumulasi. DDT dibangun di elang
sampai raptor lainnya ke tingkat yang cukup tinggi untuk mempengaruhi
reproduksi mereka, menyebabkan burung untuk bertelur tipis bercangkang yang
pecah di sarang mereka. Untungnya, populasi telah pulih selama beberapa dekade
sejak pestisida ini dilarang di Amerika Serikat. Namun, masalah tetap ada di
beberapa negara berkembang di mana pestisida bioaccumulating beracun masih
digunakan.
Bioakumulasi dapat mengancam manusia maupun hewan. Sebagai contoh, di
Amerika Serikat banyak lembaga federal dan negara saat ini memperingatkan
konsumen untuk menghindari atau membatasi konsumsi ikan predator besar yang
mengandung kadar merkuri yang tinggi, seperti hiu, ikan todak, tilefish, dan king
mackerel, untuk menghindari risiko kerusakan saraf dan cacat lahir.
Tingkat trofik
Pengertian Tingkat Tropik Pikirkan tentang makanan yang Anda makan hari ini.
Bahan tanaman apakah yang Anda makan? Apakah mungkin makanan yang anda
makan, dulunya telah memakan organisme yang lain? Organisme, termasuk
manusia, sering diklasifikasikan dalam hubungan makan. Dengan kata lain pola
hubungan makan dan dimakan dalam sistem klasifikasi ini disebut dengan rantai
makanan. Sebuah rantai makanan adalah urutan organisme yang memakan satu
sama lain. Meskipun desain rantai makanan dapat bervariasi dalam ekosistem,
semua rantai makanan terdiri dari tingkat trofik dasar yang sama. Tingkat trofik
adalah tingkat dalam rantai makanan di mana suatu organisme memperoleh
energi.
Dalam rantai makanan biasanya ada lima tingkat trofik utama, namun jumlah
tersebut dapat bervariasi tergantung pada komposisi ekosistem. Ekosistem dengan
spesies yang lebih sedikit mungkin memiliki rantai makanan dengan tiga tingkat
trofik, sedangkan ekosistem dengan jumlah spesies yang besar lebih cenderung
memiliki rantai makanan dengan lebih dari lima tingkat trofik.
Contoh rantai makanan sederhana.
Tingkat Tropik pertama berisi sebagin besar organisme yang terdiri dari tanaman.
Organisme dalam lapisan ini disebut produsen primer karena mereka
mendapatkan energi mereka dari sumber abiotik. Produsen yang paling utama

mendapatkan energi langsung dari matahari. Produsen primer yang penting bagi
keseluruhan rantai makanan karena mereka adalah sumber asli dari energi yang
kemudian dilewatkan antara organisme lainnya.
Tiga tingkat trofik berikutnya mengandung organisme yang dikenal sebagai
konsumen. Konsumen adalah organisme yang mendapatkan energi dari makan
organisme lain. Tingkat kedua berisi organisme yang mendapatkan energi mereka
dengan makan produsen primer dan mereka disebut konsumen primer. Konsumen
utama juga disebut herbivora, yang merupakan organisme yang memiliki pola
makan yang sepenuhnya rerumputan, yang termasuk organisme ini seperti rusa,
kelinci, dan domba.
Tingkat trofik ketiga berisi organisme yang disebut konsumen sekunder. Seperti
hal nya konsumen primer, konsumen sekunder seringkali disebut sebagai
karnivora karena mereka makan daging, dan dalam hal ini mereka makan daging
dari konsumen utama dalam tingkat di bawah mereka. Konsumen sekunder
termasuk organisme seperti ular, burung pemakan serangga, dan katak.
Perhatikan gambar tingkat tropik di bawah ini.
gambar tingkat tropik
Tingkat keempat mengandung organisme yang disebut konsumen tersier. Spesies
yang merupakan konsumen tersier sering disebut sebagai predator puncak karena
mereka mengkonsumsi organisme dalam kedua tingkat konsumen di bawah
mereka dan karena mereka sering tidak memiliki predator alami yang
memakannya. Konsumen tersier meliputi spesies seperti serigala, coyote, singa
gunung, dan Orcas.
Tingkat Tropik terakhir adalah detritivor, yang merupakan organisme yang
memakan produk limbah dari hewan lain atau bahan organik mati. Organisme di
tingkat ini sering dilupakan karena mereka kecil dan jarang terlihat. Meskipun
diabaikan, detritivores sangat penting karena mereka memecah bahan yang
mereka konsumsi dan mendaur ulang nutrisi kembali ke lingkungan di mana
organisme lain dapat menggunakannya. Tanpa detritivores, lapisan vegetasi mati
dan bangkai hewan akan menumpuk dan memakan waktu yang sangat lama
untuk terurai. Detritivores umum termasuk cacing tanah, lipan, siput, dan
berbagai jenis bakteri dan jamur.
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
: Direct instruction
2. Metode
: Discovery, diskusi
D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media
: Powerpoint Unit 9
2. Sumber : Buku Biologi kelas X

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa tentang
arus energi dan tingkat trofik dalam ekosistem.
b. Apersepsi:
- Apakahyang Anda ketahui tentang arus energi dan tingkat trofik
dalam ekosistem?
- Apakahyang Anda ketahui tentang Hukum Termodinamika?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari ini tentang arus energi
dan tingkat trofik dalam ekosistem.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Menyimak uraian tentang arus energi dalam ekosistem.
2) Menyimak uraian tentang tingkat trofik dalam ekosistem.

Menanya
1) Menanyakan tentang arus energi dalam ekosistem.
2) Mampu mengajukan pertanyaan tentang tingkat trofik dalam
ekosistem.
Pengumpulan Data
1)
2)

Mengumpulkan informasi tambahan tentangarus energi dalam


ekosistemdari sumber lain.
Mengumpulkan informasi tambahan tentangtingkat trofik dalam
ekosistemdari sumber lain.

Mengasosiasi
1) Menyimpulkan tentangarus energi dalam ekosistem.
2) Menyimpulkan tentangtingkat trofik dalam ekosistem.
Mengkomunikasikan
1) Menyebutkan tentangarus energi dalam ekosistem.
2) Mengomunikasikan tentangtingkat trofik dalam ekosistem.
3) Mendiskusikan hasil pengamatan dan menyimpulkan tentang
arus energi dan tingkat trofik dalam ekosistem.

3. Penutup

Mendorong siswa untuk melakukan:


a. menyimpulkan tentangtentang arus energi dan tingkat trofik dalam
ekosistem.
b. merefleksikan tentangtentang arus energi dan tingkat trofik dalam
ekosistem.
c. menemukan nilai-nilai rasa syukur, teliti, dan komunikatif yang
dapat dipetik dari aktivitas hari ini.

PERTEMUAN V
A. Tujuan Pembelajaran
1. Memberikan contoh rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
2. Membedakan 3 macam piramida dalam ekologi.
B. Materi Pembelajaran
Rantai Makanan dan Piramida Ekologi
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup
dengan urutan tertentu. Dalam rantai makanan ada makhluk hidup yang
berperan sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer. Pada rantai makanan
tersebut terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu. Tiap tingkat
dari rantai makanan dalam suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Pada tingkat
trofik pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri
yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof dengan kata lain sering disebut
produsen. Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen
primer (konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora.
Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder
(Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (carnivora) dan seterusnya.
Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak.
Jaring-jaring makanan adalah gabungan dari rantai-rantai makanan yang
berhubungan dikombinasikan atau digabung, yang tumpang tindih dalam
ekosistem. Pada contoh diatas terdapat 5 rantai makanan yang bergabung menjadi
suatu ekosistem yaitu menjadi sebuah jaring-jaring makanan. Pada tingkat trofik
pertama adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri yaitu
tumbuhan hijau atau organisme autotrof yang sering disebut produsen. Terlihat
pada gambar bahwa yang bertindak sebagai produsen adalah bunga dan sawi.
Organisme yang menduduki tingkat tropik kedua disebut konsumen primer
(konsumen I). Konsumen I biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Terlihat pada
gambar bahwa yang berperan sebagai konsumen I (Herbivora) adalah ulat,
belalang, dan tikus. Organisme yang menduduki tingkat tropik ketiga disebut
konsumen sekunder (Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging
(karnivora). Terlihat pada gambar bahwa yang bertindak sebagai konsumen II
(karnivora) adalah burung pipit dan katak. Organisme yang menduduki tingkat

tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Terlihat pada gambar bahwa burung
elang bertindak sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora).
Macam-macam piramida ekologi
Piramida jumlah merupakan jumlah organisme yang berada di dalam suatu
daerah (areal) tertentu yang dikelompokkan dan dihitung berdasarkan taraf trofi.
Pada piramida jumlah, golongan organisme yang berada pada tingkatan lebih
tinggi memiliki jumlah organisme lebih sedikit di bandingkan dengan tingkatan
organisme yang ada di bawahnya.
Piramida biomassa / berat merupakan taksiran berat organisme yang mewakili
setiap taraf trofi dengan cara tiap-tiap individu ditimbang dan dicatat jumlahnya
dalam suatu ekosistem.
Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik maka berat rata-rata organisme di
tiap tingkat diukur kemudian jumlah organisme di tiap tingkat diperkirakan.
Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan massa seluruh
organisme di habitat tertentu dan diukur dalam gram.
Piramida energi menggambarkan banyaknya energi yang tersimpan dalam 6
tahun yang digunakan senyawa organik sebagai bahan makanan.
Dasar penentuan piramida energi adalah dengan cara menghitung jumlah energi
tiap satuan luas yang masuk ke tingkat trofik dalam waktu tertentu, (misalnya per
jam, per hari, per tahun). Piramida energi dapat memberikan gambaran lebih
akurat tentang kecepatan aliran energi dalam ekosistem atau produktivitas pada
tingkat trofik. Kandungan energi tiap trofik sangat ditentukan oleh tingkat
trofiknya sehingga bentuk grafiknya sesuai dengan piramida ekologi yang
sesungguhnya di lingkungan. Energi yang mampu disimpan oleh individu tiap
trofik dinyatakan satuan kalori per m per satuan waktu (kal/m2/th).
Pada piramida energi tampak jelas adanya penurunan jumlah energi secara
bertahap dari trofik terendah ke trofik di atasnya. Penurunan ini disebabkan oleh
hal-hal berikut.
Hanya sejumlah makanan tertentu yang dapat dimakan oleh organisme trofik di
atasnya.
Beberapa bahan makanan yang sulit dicerna dibuang dalam keadaan masih
mengandung energi kimia.
Hanya sebagian energi kimia dalam bahan makanan yang dapat disimpan dalam
sel dan sebagian lainnya untuk melakukan aktivitas hidup.
Selain itu bentuk piramida energi jika dibandingkan pada suatu tempat dengan
tempat lain, dapat diketahui efisiensi produktivitas pada kedua tempat itu.
C. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan umum
2. Metode

: Direct instruction
: Discovery, diskusi, praktikum

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
: Powerpoint Unit 9
2. Sumber : Buku Biologi kelas X

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa tentang
rantai
makanan
dan
piramida
ekologi.
Menyiapkan
gambar/foto/CDcontoh rantai makanan dan piramida ekologi.
b. Apersepsi:
- Apakahyang Anda ketahui tentang rantai makanan?
- Apakahyang Anda ketahui tentang piramida ekologi?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari ini tentang rantai
makanan dan piramida ekologi.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati contoh rantai makanan dan jaring-jaring makanan
dari gambar/foto/CDcontoh rantai makanan.
2) Mengamati
3
macam
piramida
dalam
gambar/foto/CDcontoh piramida ekologi.

ekologi

dari

Menanya
1) Menanyakan tentang contoh rantai makanan dan jaring-jaring
makanan.
2) Mampu mengajukan pertanyaan tentang 3 macam piramida
dalam ekologi.

Pengumpulan Data
1)
2)

Mengumpulkan informasi tambahan tentang contoh rantai


makanan dan jaring-jaring makanan dari sumber lain.
Mengumpulkan informasi tambahan tentang 3 macam piramida
dalam ekologi dari sumber lain.

Mengasosiasi
1) Merangkum tentang rantai makanan dan jaring-jaring makanan.

2) Merangkum tentang3 macam piramida dalam ekologi.


Mengkomunikasikan
1) Mengomunikasikan tentang rantai makanan dan jaring-jaring
makanan.
2) Menyebutkan 3 macam piramida dalam ekologi.
3) Mendiskusikan hasil pengamatan dan menyimpulkan tentang
rantai makanan dan piramida ekologi.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:
a. menyimpulkan tentangrantai makanan dan piramida ekologi.
b. merefleksikan tentang rantai makanan dan piramida ekologi.
c. menemukan nilai-nilai teliti, kerja sama, dan komunikatif yang dapat
dipetik dari aktivitas hari ini.

PERTEMUAN VI
A. Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan 4 macam daur biogeokimia dalam lingkungan
B. Materi Pembelajaran
Daur Biogeokimia
Definisi dan Fungsi Daur Biogeokimia
Definisi
Biogeokimia adalah pertukaran atau perubahan yang terus menerus, antara
komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup.
Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi
berupa unsur-unsur penyusun bahan organik tersebut didaur-ulang. Unsur-unsur
tersebut masuk ke dalam komponen biotik melalui udara, tanah, dan air. Daur
ulang materi tersebut melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga
disebut Daur Biogeokimia.
Fungsi
Fungsi Daur Biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan
semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik
komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di
bumi dapat terjaga.

Macam-macam Daur Biogeokimia


Daur Nitrogen
Daur Karbon dan Oksigen
Daur Air
Daur Belerang
Daur Posfor
Daur Air
Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di daratan
dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar uap air di
atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan
bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan
laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk
air permukaan tanah dan air tanah.
Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh tumbuhan
air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air
dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup
90% penguapan pada ekosistem darat.
Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan
hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar seperempat air
tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia sebagai urin dan
keringat.
Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau
dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai
dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di
permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan
bumi disebut Siklus Pendek.
Daur Karbon dan Oksigen
Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung jawab atas
perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya CO2 dan O2 atsmosfer
secara musiman disebabkan oleh penurunan aktivitas Fotosintetik. Dalam skala
global kembalinya CO2 dan O2 ke atmosfer melalui respirasi hampir
menyeimbangkan pengeluarannya melalui fotosintesis.
Akan tetapi pembakaran kayu dan bahan bakar fosil menambahkan lebih banyak
lagi CO2 ke atmosfir. Sebagai akibatnya jumlah CO2 di atmosfer meningkat. CO2
dan O2 atmosfer juga berpindah masuk ke dalam dan ke luar sistem akuatik,
dimana CO2 dan O2 terlibat dalam suatu keseimbangan dinamis dengan bentuk
bahan anorganik lainnya.

Daur Nitrogen
Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik seperti urea, protein,
dan asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti ammonia, nitrit, dan
nitrat.
Tahap pertama
Daur nitrogen adalah transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah. Selain air
hujan yang membawa sejumlah nitrogen, penambahan nitrogen ke dalam tanah
terjadi melalui proses fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen secara biologis dapat
dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan polong-polongan,
bakteri Azotobacter dan Clostridium. Selain itu ganggang hijau biru dalam air juga
memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.
Tahap kedua
Nitrat yang di hasilkan oleh fiksasi biologis digunakan oleh produsen (tumbuhan)
diubah menjadi molekul protein.
Selanjutnya jika tumbuhan atau hewan mati, mahluk pengurai merombaknya
menjadi gas amoniak (NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+).
Proses ini disebut dengan amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas mengubah amoniak
dan senyawa ammonium menjadi nitrat oleh Nitrobacter. Apabila oksigen dalam
tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau
oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi.
Daur Belerang (Sulfur)
Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfur direduksi oleh bakteri
menjadi sulfida dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau
hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di
perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati.
Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4).
Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk
hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa jenis
bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio
yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S).
Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof anaerob seperti Chromatium dan
melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri
kemolitotrof seperti Thiobacillus.
Daur Posfor

Posfor merupakan elemen penting dalam kehidupan karena semua makhluk hidup
membutuhkan posfor dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Fosfat), sebagai sumber
energi untuk metabolisme sel.
Posfor terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat (PO43-). Ion Fosfat terdapat dalam
bebatuan. Adanya peristiwa erosi dan pelapukan menyebabkan fosfat terbawa
menuju sungai hingga laut membentuk sedimen. Adanya pergerakan dasar bumi
menyebabkan sedimen yang mengandung fosfat muncul ke permukaan. Di darat
tumbuhan mengambil fosfat yang terlarut dalam air tanah

Herbivora mendapatkan fosfat dari tumbuhan yang dimakannya dan karnivora


mendapatkan fosfat dari herbivora yang dimakannya. Seluruh hewan
mengeluarkan fosfat melalui urin dan feses.
Bakteri dan jamur mengurai bahan-bahan anorganik di dalam tanah lalu
melepaskan pospor kemudian diambil oleh tumbuhan.
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan umum
2. Metode

: Direct instruction
: Discovery, diskusi, praktikum

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
: Powerpoint Unit 9, gambar/foto/CD berbagai macam daur
biogeokimia
2. Sumber : Buku Biologi kelas X, Penerbit Grafindo Media Pratama

E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a. Mengkondisikan siswa untuk belajar dan memotivasi siswa tentang
daur biogeokimia. Menyiapkan gambar/foto/CDberbagai macam daur
biogeokimia.
b. Apersepsi:
- Apakahyang Anda ketahui tentang daur biogeokimia?
- Daur apa saja yang termasuk di dalamnya?
c. Menyampaikan inti tujuan pembelajaran hari ini tentang daur
biogeokimia.
2. Inti
a. Membimbing siswa secara berkelompok untuk
Mengamati
1) Mengamati siklus Nitrogen dari gambar/foto/CDberbagai macam
daur biogeokimia.
2) Mengamati siklus air dari gambar/foto/CDberbagai macam daur

biogeokimia.
3) Mengamati siklus Karbon dari gambar/foto/CDberbagai macam
daur biogeokimia.
4) Mengamati siklus Fosfor dari gambar/foto/CDberbagai macam
daur biogeokimia.
Menanya
1) Menanyakan tentang siklus Nitrogen.
2) Bertanya tentang siklus air.
3) Mampu mengajukan pertanyaan tentang siklus Karbon.
4) Menanyakan tentang siklus Fosfor.
Pengumpulan Data
1)
2)
3)
4)

Mengumpulkan
gambar/foto/CD
Mengumpulkan
gambar/foto/CD
Mengumpulkan
gambar/foto/CD
Mengumpulkan
gambar/foto/CD

data hasil pengamatan siklus Nitrogen


berbagai macam daur biogeokimia.
data hasil pengamatan siklus air
berbagai macam daur biogeokimia.
data hasil pengamatan siklus Karbon
berbagai macam daur biogeokimia.
data hasil pengamatan siklus Fosfor
berbagai macam daur biogeokimia.

dari
dari
dari
dari

Mengasosiasi
1) Menganalisis data hasil pengamatan 4 macam daur biogeokimia
dalam lingkungan dari gambar/foto/CD berbagai macam daur
biogeokimia.
2) Menyimpulkan data hasil pengamatan 4 macam daur biogeokimia
dalam lingkungan dari gambar/foto/CD berbagai macam daur
biogeokimia.
Mengkomunikasikan
1) Menyampaikan data hasil pengamatan 4 macam daur biogeokimia
dalam lingkungan dari gambar/foto/CD berbagai macam daur
biogeokimia.
2) Menyebutkan 4 macam daur biogeokimia.
3) Mendiskusikan hasil pengamatan dan menyimpulkan tentang
daur biogeokimia.
3. Penutup
Mendorong siswa untuk melakukan:

a. menyimpulkan tentangdaur biogeokimia.


b. merefleksikan tentang daur biogeokimia.
c. menemukan nilai-nilairasa syukur, teliti, kerja
komunikatif yang dapat dipetik dari aktivitas hari ini.

sama,

dan

PENILAIAN
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar
Rubrik

Pengamatan

Sikap

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Praktik Kerja dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Uraian dan Pilihan

Portofolio

Panduan Penyusunan Portofolio

dan

2. Contoh Instrumen
a.

Lembar Pengamatan Sikap

No

Aspek yang dinilai

Menunjukkan rasa syukur kepada


Tuhan
mengenai
keanekaragaman
ekosistem yang ada di Bumi.

Menunjukkan rasa ingin tahu terhadap


materi yang sedang dipelajari dalam
aktivitas sehari-hari

Menunjukkan sikap objektif dan kritis


dalam mengemukakan pendapat dan
mengambil kesimpulan

Menunjukkan
sikap
aktif
berdikusi/tanya
jawab
menyelesaikan masalah

Keterangan

dalam
dan

Rubrik Penilaian Sikap


No

Aspek yang dinilai

Rubrik

Menunjukkan rasa syukur 3: selalu menunjukkan ekspresi rasa syukur

kepada Tuhan mengenai kepada


Tuhan
YME
Tuhan
mengenai
keanekaragaman ekosistem keanekaragaman ekosistem yang ada di Bumi
yang ada di Bumi.
2: jarang
menunjukkan
ekspresi
atau
ungkapan syukur, namun menaruh minat
terhadap kebesaran Tuhan saat refleksi
1: tidak pernah menunjukkan ekspresi rasa
syukur, atau menaruh minat terhadap
terhadap kebesaran Tuhan saat refleksi
2

Menunjukkan rasa ingin 3: selalu menunjukkan rasa ingin tahu yang


tahu terhadap materi yang besar, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan
sedang dipelajari dalam belajar baik individu maupun berkelompok
aktivitas sehari-hari
2: jarang menunjukkan rasa ingin tahu,
namun tidak terlalu antusias, dan baru
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika
disuruh
1: tidak pernah menunjukkan antusias dalam
pengamatan, sulit terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok walaupun telah didorong
untuk terlibat

Menunjukkan
sikap 3: selalu bersikap objektif
objektif dan kritis dalam mengemukakan pendapat
mengemukakan pendapat kesimpulan.
dan mengambil kesimpulan
2: jarang bersikap objektif
mengemukakan pendapat
kesimpulan

dan kritis dalam


dan mengambil
dan kritis dalam
dan mengambil

1: tidak pernah bersikap objektif dan kritis


dalam
mengemukakan
pendapat
dan
mengambil kesimpulan
4

Menunjukkan sikap aktif 3: selalu


bersikap
dalam
berdikusi/tanya berdikusi/tanya jawab
jawab dan menyelesaikan masalah.
masalah
2: jarang
bersikap
berdikusi/tanya jawab
masalah

aktif
dalam
dan menyelesaikan
aktif
dalam
dan menyelesaikan

1: tidak pernah
bersikap
berdikusi/tanya jawab dan
masalah

aktif dalam
menyelesaikan

Deskripsi sikap ini digunakan untuk pertimbangan dalam menentukan profil


siswa (bukan angkanya yang penting, namun deskripsi sikap siswa).
b. Lembar Tes Unjuk Kerja
No

Aspek yang dinilai

Ya

Tida

Keterangan

k
1

Pengetahuan terhadap alat praktikum


yang
akan
digunakan
dalam
pembelajaran praktikum

Menguasi penggunaan alat dan bahan


dengan benar dalam kegiatan praktikum

Aktif
dan
objektif
dalam
mengamati dan observasi

Bekerja sama dengan baik bersama


dengan
teman
saat
melakukan
pengamatan

Jujur dalam mengumpulkan data hasil


pengamatan, observasi dengan benar
dan mengolah serta menyajikan data
hasil pengamatan

Membersihkan dan menyimpan kembali


peralatan
ke
tempatnya
setelah
menyelesaikan praktikum

proses

Contoh Tabel Komonen Penyusun Ekosistem


Kompinen Ekosistem
Suhu
Komponen
Abiotik

Kelembaban

Jenis Hewan
Komponen
Biotik

Jenis
Tumbuhan

Ekosistem Alami

Ekosistem Buatan

c.

Lembar Tes Tertulis


1. Berikut ini yang merupakan faktor abiotik penyusun ekosistem

2.

3.

adalah .
a. semut
b. bekicot
c. sampah
d. belalang
e. tunas rumput
Mineral dan kecepatan angin merupakan faktor ....
a. biotik
b. abiotik
c. internal
d. eksternal
e. pendukung
Berikut ini yang merupakan pengertian dari arus energi adalah ....
a. proses perubahan energi dari energi cahaya menjadi energi
kimia
b. proses perubahan energi dari energi kimia menjadi energi gerak
c. proses perpindahan energi melalui peristiwa makan dan

4.

5.

6.

dimakan
d. proses perpindahan energi dari energi bahaya ke energi kimia
e. proses berkurangnya energi dari sumber energi ke konsumen
Padi belalang katak ular burung elang. Tingkat trofi yang
dimiliki rantai makanan tersebut adalah .....
a. 5
b. 4
c. 3
d. 2
e. 1
Dalam rantai makanan no. 4, tingkat trofi I diduduki oleh .
a. padi
b. belalang
c. katak
d. ular
e. burung elang
Dalam rantai makanan no. 4, tingkat trofi yang memiliki energi
paling sedikit adalah ....
a. padi
b. belalang
c. katak
d. ular
e. burung elang

7.

Kembalinya bahan organik menjadi bahan anorganik ke


lingkungannya dengan melibatkan organisme hidup sering disebut

8.

dengan ....
a. arus energi
b. siklus energi
c. arus materi
d. siklus materi
e. produktivitas
Dalam siklus karbon, kembalinya karbon yang terdapat dalam

9.

tanah ke atmosfer melalui peristiwa ....


a. pembakaran bahan bakar fosil
b. pembusukan oleh bakteri
c. evaporasi karbon
d. penguapan bahan bakar
e. respirasi oleh organisme hidup
Suatu ekosistem dicirikan oleh pohon dengan kanopi yang lebar,
keanekaragaman sangat tinggi, terdapat tanaman liliana, terdapat

iklim mikro dengan curah hujan tinggi adalah ekosistem ....


a. savana
b. pantai
c. hutan tropis
d. tundra
e. taiga
10. Tipe ekosistem berikut ini yang merupakan ekosistem buatan
adalah ....
a. pantai
b. kolam
c. hutan pegunungan
d. terumbu karang
e. hutan hujan tropis
Penyelesaian:
1. c
6. e
2. b
7. d
3. c
8. a
4. a
9. c
5. a
10. b
d. Lembar Portofolio
Pada unit ini Anda telah memahami bahwa ekosistem dapat diartikan
sebagi hubungan yang saling memengaruhi atau interaksi antara
oeganisme dengan lingkungan abiotiknya. Dengan adanya interaksiinteraksi
tersebut,
suatu
ekosistem
dapat
mempertahankan
keseimbangannya. Interaksi tersebut dapat terjadi antara individu
sejenis maupun antara individu berbeda jenis. Pada pembahasan
sebelumnya, Anda telah mempelajari contoh-contoh interaksi tersebut.

Dapatkah Anda memberi contoh lain? Untuk meningkatkan rasa ingin


tahu serta minat membaca Anda, carilah literatur yang berisi informasi
mengenai contoh-contoh interaksi yang terjadi dalam ekosistem. Anda
dapat mencarinya melalui buku, majalah atau internet. Setelah itu,
untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi Anda, sampaikanlah
informasi tersebut kepada teman-teman sekelas Anda.

Mengetahui

Lamongan, 18 Juli 2014

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. Akhmad Najikh, M.Ag


Khomsatul Maktubah, S.Pd
NIP. 19611118 199903 1 001

Nurul
NIP. -

Anda mungkin juga menyukai