Anda di halaman 1dari 14
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM “ VOTON (VOTE ONLINE) ” SEBAGAI SISTEM PEMUNGUTAN SUARA SECARA

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

VOTON (VOTE ONLINE)SEBAGAI SISTEM PEMUNGUTAN SUARA SECARA ONLINE UNTUK MENEKAN ANGKA GOLPUT KARENA FAKTOR PEKERJAAN

BIDANG KEGIATAN:

PKM-GT

Diusulkan oleh:

Deny Dwi Yulianto

115090313111007

2011

Muhammad Ibadurrohman

115090301111001

2011

Vidya Putri Mumayiz

115090301111005

2011

Mia Anggun Pawestri

105090303111001

2010

UNIVERVISTAS BRAWIJAYA MALANG

2013

HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PENGESAHAN ii

KATA PENGANTAR

Allah SWT atas karunia dan pertolongan

yang diberikan kepada penulis untukdapat menyelesaikan karya tulis ini. Tidak lupa juga shalawat serta salam senantiasa penulis berikan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan pengikutnya yang terhadap teladan yang diberikan.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat

Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak- pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan dan melancarkan pengerjaan karya tulis ini.Pertama-tama ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua penulis yang telah selalu memberikan semangat kepada penulis.Kepada bapak Drs. Ach. Hidayat, S.Si.,M.Si, selaku dosen pembimbing, bapak Drs. Adi Susilo, M.Si, Ph.D selaku Ketua Jurusan Fisika, Bapak Ir. H. RB. Ainurrasjid, MS, selaku pembantu rektor III bidang kemahasiswaan Universitas Brawijaya, serta teman-teman dan kerabat yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini.

Penulis sadar karya tulis ini masih jauh dari sempurna.Oleh karena itu penulis menerima saran dan kritik yang membangun dari para pembaca sekalian untuk karya tulis ini.Dan semoga gagasan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Malang, 07 Maret 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN

ii

KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

iv

DAFTAR GAMBAR

v

RINGKASAN

1

PENDAHULUAN

2

Latar Belakang

2

Tujuan dan Manfaat Penulisan

2

GAGASAN

3

Pihak-Pihak Penting dalam Implementasi Gagasan

6

Langkah-Langkah yang Dilakukan dalam Implementasi Gagasan

6

KESIMPULAN

7

DAFTAR PUSTAKA

7

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

8

DAFTAR GAMBAR

Bagan 1. VotOn Security Fingerprint

4

Bagan 2. VotOn Log-in standart

5

1

“VOTON (VOTE ONLINE)” SEBAGAI SISTEM PEMUNGUTAN SUARA SECARA ONLINE UNTUK MENEKAN ANGKA GOLPUT KARENA FAKTOR PEKERJAAN

Oleh : Deny D Y, M Ibadurrohman, Vidya P M

RINGKASAN

Sejak Indonesia merdeka, Indonesia telah beberapa kali melakukan pemilu.Pemilu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di Indonesia dalam rangka memilih sosok yang bisa dipercaya dalam memimpin bangsa dan menyuarakan aspirasi rakyat.Permasalahan yang terjadi di Indonesia yaitu kurangnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum baik tingkat daerah maupun nasional.Hal itu disebabkan oleh kesibukan masyarakat sehingga tidak ada waktu untuk pergi ke TPS. Maka, dengan ditawarkannya gagasan VotOn diharapkan bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah golput terutama karena faktor pekerjaan. Gagasan ini menawarkan sistem pemilihan umum secara online, dimana bisa mempermudah masyarakat dalam berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan pemilu meskipun tanpa mendatangi TPS.

Metode yang digunakan dalam menyusun karya tulis ini yaitu dengan metode analisa kondisi masyarakat dan melihat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi di Indonesia. Dengan menggabungkan kedua variabel tersebut bisa didapatkan gagasan yang bisa membuat sistem pemilu di Indonesia lebih efisien.

Melalui konsep sistem pemilu online dengan aplikasi bernama VotOn, dimana pemungutan suara dilakukan secara online. Dengan dua gagasan log-in yang ditawarkan yaitu VotOn fingerprint-security sistem log-in dengan menggunakan sidik jari pemilih dan VotOn log-in standart dimana pemilih bisa log-in menggunakan NIP (Nomor Induk Penduduk) dan password. Kedua gagasan tersebut menawarkan kemudahan dalam mengakses halaman voting, dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

2

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pemilu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di Indonesia dalam rangka memilih sosok yang bisa dipercaya dalam memimpin bangsa dan menyuarakan aspirasi rakyat.Bangsa Indonesia sejak tahun 1955 hingga 2009 sudah melaksanakan 10 kali pemilihan umum legislatif (pileg). Fakta dalam setiap pelaksanaan pileg masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya selalu ada dan cenderung meningkat dari setiap pelaksanaan pileg. Perilaku tidak memilih pemilih di Indonesia dikenal dengan sebutan golput.(Arianto, 2011)

Apatisme masyarakat terhadap pemilihan umum yang banyak digelar mengurangi jumlah partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.Ada rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik dan juga para calon yang maju, membuat masyarakat enggan mendatangi tempat pemilihan suara.Pada Pemilu 2014 diperdiksi angka partisipasi masyarakat hanya sekitar 60 persen.Sejak Pemilu 1999 lalu, ada tren penurunan angka partisipasinya masyarakat hak politiknya. Angka partisipasi tertinggi terjadi pada tahun 1999 lalu, pasca reformasi bergulir yakni mencapai 93,33 persen. Pemilu 2004, angka itu turun menjadi 84,9 persen. Pada Pemilu 2009 lalu, kembali turun hanya menyisakan 70,99 persen masyarakat yang mau datang ke TPS. (malangpost.com,2013)

Dalam pembuatan usulan PKM Gagasan Tertulis ini penulis mengusulkan adanya sistem pemungutan suara online “VotOn” (Vote Online) sebagai usaha untuk menekan angka golput di Indonesia khususnya akibat faktor pekerjaan.

Tujuan dan Manfaat Penulisan

Tujuan dari penulisan gagasan adalah memberikan efisiensi dan kemudahan pada masyarakat dalam mengikuti ajang pemilu sehingga mengurangi jumlah kalangan golput pemilu khususnya pada golongan pekerja.Dengan begitu, manfaat yang diperoleh dapat meningkatkan keaktifan partisipasi masyarakat Indonesia dalam pemilu.Sehingga berpengaruh baik terhadap kemajuan, kemandirian bangsa, serta perekonomian Indonesia karena dapat menekan biaya anggaran APBN dalam penyelenggaraan pemilu.

3

GAGASAN

Era globalisasi saat ini telah banyak berkembang berbagai macam teknologi untuk memudahkan perkerjaan manusia, seperti laptop, tablet pc, dan ponsel. Dimana semua teknologi tersebut bisa terhubung ke jaringan internet.Penggunaan internet sendiri sudah bukan merupakan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mempergunakan internet dengan baik. Sedangkan untuk pemilihan umum sendiri sistem yangdigunakan di Indonesia masih menggunakan sistem kertas suara yang dilakukan dengan cara mencoblos atau mencontreng foto calon yang akan dipilih. Hal itu sangat tidak sejalan dengan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, dimana semua hal bisa menjadi praktis karena adanya teknologi.

Faktor pekerjaan adalah pekerjaan sehari-hari pemilih.Faktor pekerjaan pemilih ini dalam pemahaman penulis memiliki kontribusi terhadap jumlah orang yang tidak memilih. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2010 dari 107,41 juta orang yang bekerja, paling banyak bekerja di sektor pertanian yaitu 42,83 juta orang (39,88 persen),disusul sektor perdagangan sebesar 22,21 juta orang (20,68 persen), dan sektor jasakemasyarakatan sebesar 15,62 juta orang (14,54 persen).(Arianto, 2011)

Akibat dari perkembangan teknologi juga memunculkan paradigma baru di masyarakat bahwa segala sesuatunya harus efisien dan praktis. Tidak dapat dipungkiri, kesibukan orang-orang sebagai pekerja pada usia produktif menuntut mereka untuk bekerja keras dan berpacu dengan waktu khusunya pada masyarakat kalangan menengah keatas. Selain itu, ada pekerjaan masyarakat yang mengharuskan mereka untuk meninggalkan tempat tinggalnya seperti para pelaut, dan penggali tambang. Kondisi seperti ini membuat mereka terpaksa tidak bisa memilih, karena faktor lokasi mereka bekerja yang jauh dari TPS. Pemilih dalam kondisi seperti ini dihadapkan pada dua pilihan menggunakan hak pilih yang akan mengancam berkurangnya penghasilannya atau pergi bekerja dan tidak memilih.(Arianto, 2011)

Solusi yang pernah ditawarkan dalam mengantisipasi golput atau pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya karena faktor pekerjaan adalah pemerintah menetapkan hari pemilu sebagai hari libur nasional.Namun, pada kenyataannya, tidak semua intstansi meliburkan karyawannya. Hal itu dikarenakan banyak instansi khusus perusahaan swasta tidak mau mengalami kerugian karena aktifitas produksi yang tidak berjalan.

Dari ulasan di atas, maka penulis menggagaskan sebuah ide yaitu sebuah sistem pemungutan suara secara online untuk menekan angka golput pada pemilu

4

khusunya karena faktor pekerjaan. Sistem tersebut bisa diintegrasikan pada suatu aplikasi khusus yang bisa didownload pada perangkat pengguna, dan sebutan aplikasi tersebut “VotOn berasal dari kata “Vote” dan “Online” yang berarti memilih secara online. Terdapat dua gagasan yang ditawarkansebagai solusi dari masalah tersebut yaitu, VotOn sistem fingerprint-security dan VotOn sistem log- in standart.

1. VotOn Fingerprint-security (VotOn FpS)

VotOn fingerprint-security merupakan gagasan pertama untuk mendukung adanya sistem pemilihan umum online.Pada awalnya gagasan ini penulis tujukan hanya untuk kalangan menengah-atas atau lebih khususnya kepada pebisnis dan pengusaha dimana mereka terhalang waktu dan kesibukan untuk pergi ke TPS dan mengantri untuk mencoblos.Namun, dengan melihat bahwa perkembangan teknologi canggih sudah merambah ke kalangan menengah-bawah, maka gagasan tersebut ditujukan kepada semua kalangan yang memiliki hak pilih dan memiliki perangkat ponsel baik itu smartphone ataupun tablet pc.

Seperti penamaan sistem tersebut, yaitu fingerprint-security, dimana cara mengakses halaman votting menggunakan sidik jari sebagai “password”,maka perangkat yang bisa mendukung sistem tersebut hanyalah perangkat dengan layar touchscreen. Seperti telah diketahui, saat melakukan registrasi e-KTP di kelurahan, salah satu cara untuk mem-verifikasi data adalah menggunakan sidik

jari, karena memang sidik jari setiap manusia di muka bumi memiliki keunikan masing-masing sehingga tidak akan mungkin terjadi kesalahan data, kecuali dilakukan oleh admin. Oleh karena itu, sistem keamanan yang didapat akan sangat tinggi. Jika sidik jari tersebut sudah melakukan voting, maka ketika melakukan log-in untuk kedua kalinya, aplikasi tersebut tidak akan bisa merespon dan tidak

Berikut flow-chart sistem VotOn fingerprint-

akan muncul pemilih ganda security :

Berikut flow-chart sistem VotOn fingerprint- akan muncul pemilih ganda security : Bagan 1. VotOn Security Fingerprint

Bagan 1. VotOn Security Fingerprint

5

2. VotOn Log-in Standart (VotOn LiS)

VotOn log-in standart merupakan gagasan kedua yang ditawarkan dalam mendukung pengembangan sistem pemilu online. Pada dasarnya sistem log-in standart hampir sama dengan sistem fingerprint-security, hanya saja sistem log-in standart menawarkan fleksibilitas pada berbagai perangkat komunikasi yang mendukung koneksi internet. Jika pada sistem fingerprint-security perangkat dengan layar jenis touchscreen yang bisa menggunakan,sedangkan pada sistem log-in standart bisa digunakan pada berbagai jenis layar dan perangkat yang memiliki dukungan koneksi internet. Jika pada fingerprint-security menggunakan sidik jari sebagai “password” mengakses halaman, pada sistem log-in standart,tersebut, log-in yang bisa dilakukan sudah banyak digunakan di berbagai media di dunia maya, seperti saat log-in email, jejaring social, blog, dan lain-lain. Yaitu dengan memasukan NIP (Nomor Induk Penduduk) sebagai username dan pin khusus sebagai password (misal, tanggal lahir).Integrasi dengan aplikasi yang diharapkan (VotOn LiS.apk) pada perangkat pengguna yaitu bisa memudahkan dalam mengakses halaman voting online tersebut.Aplikasi tersebut bisa digunakan pada perangkat touchscreen maupun non-touchsreen dan berbagai sistem operasi.

Berikut flow-chart sistem VotOn LiS :

maupun non-touchsreen dan berbagai sistem operasi. Berikut flow-chart sistem VotOn LiS : Bagan 2. VotOn Log-in

Bagan 2. VotOn Log-in standart

6

Pihak-Pihak Penting dalam Implementasi Gagasan Pemerintah

Pemerintah memegang peranan besar dalam mengatur dan mengelola peraturan yang berkaitan dengan implementasi gagasan, pengelolaan dana APBN dan APBD untuk gagasan tersebut hingga memberikan batasan-batasan, dengan kata lain menambah atau mengurangi gagasan tersebut jika dirasa akan memberikan kebaikan bagi masyarakat Indonesia.

Pihak Pengembang Aplikasi

Dalam mengoptimalkan implementasi gagasan tersebut, maka diperlukan kerjasama dengan pihak pengembang software atau aplikasi. Pihak tersebut merupakan salah satu pihak penting dalam membuat suatu aplikasi yang dinamakan VotOn ,dimana aplikasi tersebut bukanlah aplikasi open-source alias “gampangan”, namun aplikasi tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga tingkat keamanannya sangat terjamin, mudah digunakan oleh masyarakat serta sensitifitas tinggi. Pihak pengembang nantinyaakan melakukan uji coba sensitifitas aplikasi terhadap data pada server, sehingga diperlukan kerjasama antara kementrian dan pihak pengembang demi kelancaran dan kesuksesan.

Langkah-Langkah yang Dilakukan dalam Implementasi Gagasan

Pemerintah melakukan kerjasama dengan pihak pengembang aplikasi dalam rangka pembuatan software atau aplikasi VotOn. Pemerintah harus secara rinci menjelaskan sistem kerja software yang akan dibuat sehingga aplikasi yang nanti tercipta sesuai dengan apa yang diharapkan.Pihak pengembang aplikasi yang telah bekerja sama dengan pemerintah melakukan proses pembuatan software. Simulasi yang dilakukan dengan menggunakan data buatan sendiri, bukan data dari server pemerintah. Setelah aplikasi VotOn selesai dibuat, dilakukan uji coba dengan data sesungguhnya pada server. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa optimal kerja aplikasi tersebut ketika digunakan data pada server. Jika aplikasi tersebut dirasa sukses, maka aplikasi tersebut siap digunakan dan dipublikasikan secara umum. Selanjutnya pemerintah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sistematika pemilu dengan sistem online, dimana aplikasi tersebut dapat diakses dan diunduh pada situs pemerintah. Setelah seluruh informasi tersebar ke masyarakat, maka pemerintah perlu meningkatkan bandwith atau kecepatan jaringan internet di Indonesia dimana masih tergolong rendah di Asia.

7

KESIMPULAN

Gagasan yang ditawarkan adalah VotOn atau pemilu online dengan memanfaatkan teknologi seperti ponsel, smartphone, hingga tablet pc.Tujuan gagasan ini adalah untuk menekan angka golput khususnya dari faktor pekerjaan. VotOn tersebut dispesifikasikan menjadi dua antara lain VotOn fingerprint- security dan VotOn log-in standart.

Langkah-langkah implementasi gagasan tersebut agar bisa terealisasikan antara lain dilakukannya kerjasama antara pemerintah dengan pihak pengembang aplikasi, pembuatan aplikasi yang dipantau oleh pemerintah, mengimplementasikan software dengan data server pemerintah, serta dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat tentang sistem pemilu baru tersebut. Dan satu hal penting yang harus diperbaiki adalah jaringan internet di Indonesia, agar tidak mengganggu proses pemilu online jika gagasan tersebut telah terealisasi.

Gagasan tersebut jika telah terealisasi akan memberikan banyak dampak positif baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Bagi pemerintah bisa menekan pengeluaran APBN untuk pemilu dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.Bagi masyarakat sendiri memberikan efisiensi sehingga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemilu tanpa halangan faktor pekerjaan yang kerap menghalangi masyarakat menuju TPS.Selain itu, bisa meningkatkan kemandirian dan kemajuan bangsa dalam hal teknologi dan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Arianto, B. (2011). Analisis penyebab masyarakat tidak memilih dalam pemilu. Jurnal Ilmu Politik & ilmu Pemerintahan, 1(1), 51

2013

sosialisasi-pemilu.diaksestanggal 06 Maret 2013

8

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Ketua kelompok

Nama

: Deny Dwi Yulianto

Tempat, Tanggal Lahir

: Jombang, 06 Juli 1993

NIM

: 115090313111007

Fakultas/Jurusan

: MIPA/Fisika

Universitas

: Universitas Brawijaya

HP

: 085746551628

Alamat

: Jl. KH. Wahid Hasyim belakang PKPR No. 4B Kepanjen, Jombang

Email

Karya Ilmiah yang Pernah Dibuat

:

-

Penghargaan Karya Tulis

:

-

Anggota Kelompok1

Nama

: Muhammad Ibadurrohman

Tempat, Tanggal Lahir

: Sumenep, 12April 1993

NIM

: 115090301111001

Fakultas/Jurusan

: MIPA/Fisika

Universitas

: Universitas Brawijaya

HP

: 08563076860

Alamat

: Jl. Jatiemas Gg I/1 Pangarangan Sumenep

Email

Karya Ilmiah yang Pernah Dibuat

:

-

Penghargaan Karya Tulis

:

-

9

Anggota Kelompok 2

Nama

: Vidya Putri Mumayiz

Tempat, Tanggal Lahir

: Banyuwangi, 28 Mei 1993

NIM

: 115090301111005

Fakultas/Jurusan

: MIPA/Fisika

Universitas

: Universitas Brawijaya

HP

: 085748520400

Alamat

: Jl.Agung No. 5 Genteng Kulon Banyuwangi

Email

Karya Ilmiah yang Pernah Dibuat

:

-

Penghargaan Karya Tulis

:

-

Anggota Kelompok 3

Nama

: Mia Anggun Pawestri

Tempat, Tanggal Lahir

: Ponorogo, 27 Februari 1992

NIM

: 105090303111001

Fakultas/Jurusan

: MIPA/Fisika

Universitas

: Universitas Brawijaya

HP

: 085755533364

Alamat

: Jl.Kertoraharjo 106 Ketawanggede Malang

Email

Karya Ilmiah yang Pernah Dibuat

:

-

Penghargaan Karya Tulis

:

-