Anda di halaman 1dari 4

KEBIJAKAN LINGKUNGAN

Perlindungan Kualitas air permukaan, air tanah, air laut, tanah dan udara
Perlindungan Keaneka- ragaman hayati
Stabilitas dan keamanaan timbunan batuan penutup, dam tailing, lahan bekas
tambang
Pemanfaatan lahan bekas tambang
Penghormatan atas nilai sosial dan nilai budaya setempat
Pengelolaan Erosi
Tujuan dari kegiatan pengelolaan lingkungan terhadap dampak erosi tanah adalah:
1. Mengurangi luasan daerah yang mengalami erosi
2. Menguragi tingkat erosi permukaan
3. Mengurangi volume tanah pucuk yang tererosi
4. Mempertahankan kualitas dan kuantitas lapisan tanah pucuk
5. Mempertahankan kualitas air permukaan

UKL untuk mencegah terjadinya erosi tanah adalah :


Meminimalkan luas daerah yang akan terganggu baik untuk pit penambangan
maupun bangunan sarana prasarana penambangan.
Mempersingkat jangka waktu terbukanya lahan dengan segera melakukan
pengupasan, penggalian, penimbunan, reklamasi, dan revegetasi lahan
Membuat dan memelihara berbagai fasilitas pengontrol erosi dan sedimentasi
seperti: diversin ditch (parit pemisah lokasi terganggu dengan lokasi tidak
terganggu), collection ditch (parit pengumpul erosi dan sedimen), kolam
penampungan, dan lain-lain;
Melakukan penimbunan dan pemeliharaan tanah pucuk dengan baik yang sesuai
dengan kaida-kaidah yang benar
Membuat barrier disekitar stockpile batubara untuk menghindari terangkutnya
butiran-butiran halus batubara ke badan air sungai oleh air hujan
Tumpukan tanah penutup dibuat berjenjang agar tidak mudah terbawa air hujan
dan angin
Segera mungkin melaksanakan kegiatan reklamasi dan revegetasi lahan setelah
penimbunan tanah penutup selesai dilakukan
Pemantauan Erosi
Tujuan pemantauan erosi adalah untuk mengetahui tingkat erosi tanah yang terjadi
akibat kegiatan pertambangan dengan efektifitas dan keberhasilan kegiatan
pengendalian erosi tanah yang dilakukan
Sumber dampak yang akan dipantau sebagai penyebab dampak erosi dan longsor
adalah kegiatan :
1. Pembuatan jalan dan sarana prasarana penambangan
2. Pembukaan dan pembersihan lahan
3. Pengupasan tanah pucuk
4. Pembongkaran tanah pucuk dan tanah penutup

5. Penggalian batubara
6. Penimbunan batubara
UPL untuk mencegah terjadinya erosi tanah adalah :
Mengukur kehilangan lapisan tanah dengan menggunakan tongkat ukur pada
setiap satuan
Pengamatan langsung terhadap bentuk-bentuk erosi permukaan di wilayah kuasa
pertambangan
Menghitung tingkat kekeruhan dan sedimentasi sungai-sungai yang ada di dalam
dan sekitar tambang.
Pengelolaan Kesuburan Tanah
Tujuan dari kegiatan pengelolaan lingkungan terhadap dampak kesuburan tanah
untuk:
1.
Mempertahankan atau mengembalikan tingkat kesuburan tanah pucuk
mendekati kondisi awal.
2. Mengembalikan atau mempertahankan fungsi daya dukung tanah untuk
kegiatan budidaya pertanian.
3. Mempertahankan atau meningkatkan kemampuan tanah yang akan menunjang
tingkat keberhasialan
revegetasi yang akan dilakuakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.
UKL untuk dapat mempertahankan kesuburan tanah adalah :
Penyimpanan tanah pucuk yang tidak terlalu lama pada tempat penimbunan
sementara
Jika penyimpanan akan berlangsung cukup lama, perlu dilakukan pemeliaharaan
dengan menanam cover crop (tanaman penutup) pada tanah pucuk.
Memisahkan lokasi penimbunan material tanah pucuk dan material lapisan tanah
penutup
Apabila diperlukan, dapat dilakukan penambahan beberapa pupuk alam atau
buatan untuk mempertahankan tingkat kesuburan sehingga dapat menunjang
tingkat pertumbuhan tanaman dan keberhasilan revegetasi.
UPL untuk dapat mempertahankan kesuburan tanah adalah :
Pengambilan sampel tanah untuk analisis status unsur hara dan status kesuburan
tanah pada setiap satuan lahan
Mengamati dan mengukur pertumbuhan vegetasi pada tempat-tempat
penumpukan tanah pucuk dan pada setiap area lahan reklamasi
Pengelolaan Air Tanah dan Air Permukaan
Tujuan dari kegiatan pengelolaan lingkungan terhadap dampak dampak
penurunan air tanah dan air permukaan:
Untuk menjaga kuantitas potensi air tanah di sekitar wilayah areal konsesi
penambangan
Untuk menjaga dan meningkatkan fungsi penggunaan air tanah bagi kehidupan
masyarakat di sekitar lokasi pertambangan

Menjaga kualitas air permukaan agar tetap sesuai dengan keputusan Gubernur
Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Kalimantan Timur Nomor 339 Tahun 1988
Menjaga kelangsungan hidup bagi berbagai kehidupan biota air disemua badan air
yang berada di dalam lokasi tambang atau yang melewati daerah lokasi tambang
Menjaga kualitas air permukaan yang dapat digunakan untuk keperluan
masyarakat di sekitar lokasi tambang.
UKL untuk mencegah dan mengendalikan penurunan air tanah dan air permukaan
adalah :
Menjaga daerah infiltrasi (incharge) sehingga
terjamin adanya suplai air
permukaan terhadap tubuh air tanah
Menjaga tubuh air tanah dari kontak langsung dengan material yang berpotensi
sebagai sumber pencemar
Membuat dan memelihara berbagai fasilitas pengontrol erosi dan sedimentasi di
lokasi tambang, seperti: parit pemisah lokasi terganggu dengan lokasi yang belum
terganggu (diversion ditch), parit pengumpul erosi dan sedimentasi di dalam lokasi
tambang (collection ditch), dan kolam penampungan (pond) yang berada di dalam
lokasi tambang atau diantara lokasi tambang
Membangun parit yang memadai sepanjang jalan angkut tambang untuk
menangkap air run off serta melakukan pemeliharaan terhadapnya
Melakukan penanganan secara khusus terhadap penimbunan material yang
berpotensi menimbulkan dampak air asam tambang dengan cara melakukan
pengisolasian (capsulate) batuan atau material yang berpotensi menimbulkan air
asam tambang agar tidak terjadi kontak langsung dengan air tanah atau air
permukaan
Melakukan pengerukan endapan limbah secara berkala terhadap settling pond
agar kapasitasnya tetap maksimal dan membuangnya keareal disposal
Melakukan pengolahan air limbah ataupun air yang berasal dari daerah terganggu
sebelum dilakukan pembuangan kelingkungan. Proses pengolahan ini dapat
dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dengan mempertimbangkan aspek
ekonomis
Mengoperasikan oil trap dengan baik agar dapat mencegah jatuhnya ceceran
minyak ke badan air. Pemberian atap untuk fasilitas oil trap diperlukan untuk
mencegah terbawanya minyak kebadan air oleh air hujan
UPL untuk Air Tanah dan

Air Permukaan adalah :

1. Analisis penurunan muka air tanah dilakukan dengan membandingkan ketinggian


muka air tanah dari sumur gali penduduk sekitar area tambang antar sebelum dan
sesudah pembongkaran tanah penutup dan batubara
2. Mencatat munculnya keresahan dan keluhan masyarakat terhadap penurunan
muka air tanah
3. Mengetahui efek langsung maupun tidak langsung penambangan batubara
terhadap kualitas air khususnya parameter Total Suspended Solid (TSS),
Kekeruhan, Fe, Mn dan pH pada kondisi normal
4. Mengetahui efektifitas upaya pengelolaan dampak kualitas air seperti pembuatan
drainase, pencampuran tawas, reklamasi dan revegetasi lahan.

5.