Anda di halaman 1dari 28

OLEH :

A. A. BAWA PUTRA

OLEH :
A. A. BAWA PUTRA

HIDROGEN
Atom

hidrogen diantara unsur-unsur lain


adalah atom yang teringan dan paling
sederhana, yakni terdiri dari 1 proton dan 1
elektron.

Atom hidrogen mempunyai 3 isotop : 1H, 2H

(deuterium, D), dan 3H (tritium, T). Sifat kimia


dari ketiganya sama. Kemungkinan bentuk
molekulnya H2, D2, T2, HD, HT, dan DT.
3

Dalam keadaan normal, hidrogen berbentuk

gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan


tidak larut dalam air.
Hidrogen dapat bersenyawa dengan hampir

semua unsur (kecuali dengan gas mulia) dan


di alam kebanyakan merupakan senyawasenyawa yang sangat penting, terutama air
dan senyawa-senyawa karbon.

Ikatan-ikatan Yang Terjadi


Dengan Hidrogen
Lepasnya elekton valensi
Dengan melepaskan elektron 1s maka

terbentuk H+ (proton). Muatan proton ini


berkemampuan mempengaruhi awan
elektron atom-atom lain.
Contoh :
dalam

larutan air : HCl, H2SO4,


dalam protonnya : H3O+,
5

Pengambilan satu elektron


Atom hidrogen dapat menerima satu

elektron dan membentuk ion hidrida H(strukturnya 1s2)


Pada umumnya berupada senyawaan
yang berbentuk padatan kristal
Contoh :
LiH

, dimana hidrogen dalam hal ini


bermuatan negatip (H-)

Pembentukan ikatan pasangan elektron


Atom hidrogen membentuk struktur 1s2

dengan terjadinya ikatan pasangan


elektron.
Ikatan ini dapat homopolar seperti H2
atau heteropolar seperti HCl.
Senyawaannya terbentuk secara ikatan
kovalen
Contoh :
H2,

H2O, HCl(gas), CH4

PEMBUATAN HIDROGEN
1000oC
C + H2O CO + H2
gas air
CO + H2 + O2

CO2 + H2O + Panas

+H2O
CO + H2 2H2 + CO2
gas air
450oC Fe2O3
8

CH4 + H2O
CH4 + 2H2O

CO + 3H2
CO2 + 4H2

CO + H2O
absorben
K2CO3 + CO2 + H2O

CO2 + H2

2KHCO3

2HOCH2CH2NH2 + CO2 + H2O


(HOCH2CH2NH3)2CO3

Elektrolisis
Anoda
2eKatoda

2OH2H2O + 2e-

Keseluruhan

H2O

H2O + 1/2O2 +
2OH- + H2
H2 + 1/2O2

10

Reaksi Asam dengan


Logam
Zn + H2SO4

ZnSO4 + H2

2Al + 2NaOH + 6H2O


+ 3H2

2Na[Al(OH)4]

11

Reaksi Hidrida Garam


dengan Air
LiH + H2O
H2

LiOH +

12

Ion Hidrida (H-)


Hidrogen, disamping dapat membentuk ion

unipositip seperti alkali, juga dapat


membentuk ion hidrida dengan muatan
negatip yang analog dengan halogen.
Afinitas elektron hidrogen sangat kecil,
sehingga kecenderungan terjadinya ion
negatip ini sangat rendah. Misalnya bila
dibandingkan
energi
pembentukannya
dengan energi pembentukan Br- sudah
sangat jauh bedanya.
13

Reaksi
H2H(g)
H(g)

H = 52 kkal/mol

e-

H-(g)

H = -16 kkal/mol

H2 +

e-

H-(g)

H = +36 kkal/mol

dibandingkan dengan
Br2
Br(g) H = 27 kkal/mol
Br(g)

e-

Br-(g) H = -78 kkal/mol

Br2 +

e-

Br-(g) H = +-51 kkal/mol

Karena terbentuknya ion H- bersifat endotermis, maka


pembentukan ion hidrida hanya mungkin dengan
unsur-unsur yang sangat elektropositip saja.
14

Senyawa Hidrida
Semua senyawa yang terbentuk dari

atom hidrogen dengan unsur lain


selain persenyawaan organik dan asam
disebut senyawa hidrida.
Umumnya hidrogen dapat membentuk
beberapa macam senyawa dengan
hampir semua unsur meskipun
beberapa sifatnya belum diketahui.
15

Pengelompokan Senyawa
Hidrida

hidrida garam / hidrida ion,


hidrida logam / hidrida logam

transisi,
hidrida garis batas / hidrida
lanjut,
hidrida kovalen.
16

Hidrida Garam / Hidrida


Ion

Hidrida garam adalah kristal berwarna putih dan umumnya sangat

reaktif.
Dibuat langsung dari unsur-unsurnya pada suhu di atas 700 oC.
Unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah (kecuali Be dan Mg)
membentuk senyawa hidrida garam.
Hidrida garam dapat larut di dalam alkalihalida, misalnya CaH 2 larut
dalam LiCl + KCl (360oC).
LiH dapat dilelehkan tanpa mengalami penguraian.
Kereaktifannya dapat dianggap dari rumus H-H sebagai asam dari
garam MH, sehingga dengan sedikit H + (misalnya dari air) segera
bereaksi dengan H- atau garam hidridanya.
NaH + H+ Na+ + H2
(H- + H+
H 2)
Potensial standar H 2/H- besarnya sekitar -2,25 V, menyebabkan H sebagai pereduksi sangat kuat. Misalnya dalam kimia preparatif
digunakan LiH dan CaH 2 (juga sebagai zat pengering), meskipun
penggunaannya tidak sesering hidrida kompleksnya, LiAlH 4 atau
NaBH4.
17

Hidrida Logam / Hidrida Logam


Transisi
Hidrida

logam dibentuk oleh unsur-unsur


golongan transisi.
Sifat kimia dari senyawa hidrida logam belum
banyak di ketahui. Dari beberapa senyawa
hidrida logam sangat tidak stabil pada suhu
kamar sehingga senyawa ini jarang ditemukan
pada suhu kamar.

18

Hidrida Garis Batas / Hidrida


Lanjut
Unsur-unsur yang dapat membentuk hidrida

batas adalah Cu, Ag, Au, Zn, Cd, Hg, In, dan Tl.
Kebanyakan dari hidrida batas sifat-sifatnya
belum diketahui, kecuali hidrida tembaga CuH.
Hidrida batas dari unsur lainnya tidak stabil dan
sukar dibuat. CuH adalah zat padat berwarna
putih, sedikit bersifat pereduksi, tidak larut dan
tahan terhadap air, tetapi diuraikan oleh asam
dan membebaskan hidrogen.
19

Hidrida Kovalen
Hidrida kovalen terbentuk dari persenyawaan hidrida dengan unsur-

unsur B, Al, Ga, golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA.


Senyawa-senyawa ini terbentuk karena terjadinya pasangan-pasangan
elektron dengan unsur-unsur lain dan unsur-unsur lain ini pada
umumnya menentukan sifat senyawa kovalen yang terbentuk
Kecuali pada molekul H 2 yang mempunyai elektronegativitas sama
dengan nol, sedangkan semua senyawa HX lainnya bersifat polar.
Ternyata perbedaan sifat kimia yang penting dari senyawa-senyawa itu
berasal dari perubahan arah dipol ikatannya.
Hidrida kovalen dalam larutannya (pelarut polar) memungkinkan
terjadinya ionisasi sehingga dapat bersifat asam, misalnya HCl di
dalam air bersifat asam kuat, sedangkan di dalam pelarut benzena
(pelarut non polar) tidak terionisasi, sehingga sifatnya sama saja
dengan HCl dalam keadaan gas.
Dalam fase cair, antara molekul-molekul hidrida kovalen hanya
terdapat gaya tarik dipol-dipol dan gaya van der Walls saja dan dalam
keadaan tertentu mungkin terjadi ikatan hidrogen.
Kuatnya ikatan H-X dan kestabilan termal dari hidrida kovalen
tergantung dari keelektronegatipan dan ukuran atom X.
20

Hidrida magnesium (MgH2) dan hidrida

berilium (BeH2) menunjukkan peralihan dari


hidrida
garam
ke
hidrida
kovalen.
Keduanya adalah zat berwarna putih, tidak
menguap dan tidak larut dalam pelarut
organik. Menunjukkan polimerisasi dan
menunjukkan
terdapatnya
jembatan
hidrogen, seperti pada boran.
Kedua hidrida ini bereaksi hebat dengan
air dan alkohol.
Juga seperti hidrida garam, bertindak
sebagai pereduksi kuat.
21

Hidrida Kompleks Boron,


Aluminium, Galium
Kompleks

dari unsur-unsur ini terdapat


sebagai garam-garam dari anion hidridanya,
misalnya Na[BH4], Li([AlH4], Al[BH4]3, dan
sebagainya.
Struktur MH4- diketahui adalah tetrahedral,
seperti BH4-. Kompleks ini terjadi bila MH3
bertindak sebagai akseptor elektron.
Kestabilan kimia dan termal dari ketiga anion
itu banyak tergantung dari sifat asam Lewis
dari MH3 yang urutannya B > Al > Ga.
22

Dari percobaan hidrolisis MH4- :


4H2O

+ MH4-

4H2 + M(OH)3 +

OHReaksinya dimulai MH4- dan H+ membentuk H2


dan MH3, kemudian baru reaksi selanjutnya.
Natrium borohidrida sangat melarut dalam air

dan hanya pada permulaan saja terurai,


karena larutan basa yang terjadi menahan
hidrolisis selanjutnya.
Dalam asam hidrolisisnya sempurna, tetapi
garam Na dari AlH4- dan GaH4- hidrolisisnya
dengan air cepat bahkan dapat eksplosip.
23

Dari

sifat ikatannya NaBH4 dan kebanyakan


borohidrida lainnya bersifat ionik sempurna,
sedangkan garam-garam AlH4- dan GaH4- lebih
banyak
bersifat
kovalen.
Bila
kationnya
mempunyai daya akseptor seperti Be[BH 4]2 atau
Al[BH4]3 cenderung menolak gugusan kompleksnya
[BH4-], sebagai contoh Al[BH4]3 sifatnya sangat
reaktif, zat cair tidak stabil (td = -64,5 oC) dan
sangat larut dalam pelarut organik. B[BH4]3 adalah
zat yang bersublimasi pada 90oC dan tidak melarut
dalam pelarut nonpolar. Hidrida kompleks kovalen
dengan air hidrolisisnya lebih reaktif adakalanya
ekslposip dan di udara dapat terbakar.
24

Kegunaan Hidrida
Komplek
Terutama untuk pereduksi,

baik untuk
pereduksi senyawa anorganik maupun
senyawa organik, misalnya LiAlH4, NaBH4,
KBH4, dan sebagainya. Disamping itu
digunakan pula untuk pembuatan hidrida
lainnya.
4MX + LiAlH4

4MH + LiX + AlX3

dimana X = halogen, OCH3, dan lain sebagainya.


25

LiAlH4 adalah zat berbentuk kristal putih, tidak

mudah terbakar, dan stabil 120oC, dibuat


melalui reaksi :
4LiH

+ AlCl3

LiAlH4 + 3LiCl

26

Hidrida kompleks unsur transisi, sifat dan

senyawanya
belum
banyak
diketahui.
Umumnya dibuat dengan reaksi BH4- terhadap
kompleks halogen. Beberapa contoh kompleks
ini misalnya :
Mn(CO)5H,
Co(CO)4H,
Ta(C5H5)2H3,

Fe(CO)4H2,
Re(C5H5)2H,

Fe(CO)4H-,
W(C5H5)2H,

dan sebagainya.

27

28