Anda di halaman 1dari 29

IPV4 AND SUBNETING

DASAR KOMPUTER 2

ANGGOTA KELOMPOK
Agus Aprilyansah
Barqi Azmi
Falah Al abrori
Faridian Wahid M
Indra Nurzaman
Nurul Maulana
Zhafir Naufal

IPV4
IPv4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan
di dalam protokoljaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP
versi 4,yakni hanya mampu mengalamati sebanyak 4 miliar host
komputer di seluruh dunia.
Contoh alamat IP versi 4 adalah192.168.0.3.

JENIS-JENIS IPV4
Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah
antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuahInternetworkIP.
Alamatunicastdigunakan dalam komunikasipoint-to-pointatauone-toone.
Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses
oleh setiapnodeIP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast
digunakan dalam komunikasione-to-everyone.
Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses
oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau
berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasione-to-many.

Kelas
Alamat IP
Kelas A

Oktet pertama
(desimal)
1126

PEMBAGIAN KELAS IPV4


Oktet pertama
(biner)

0xxx xxxx

Alamatunicastuntuk
jaringanskala besar
Alamatunicastuntuk
jaringanskala menengah
hingga skala besar

Kelas B

128191

10xx xxxx

Kelas C

192223

110x xxxx

Kelas D

224239

1110 xxxx

Kelas E

240255

Digunakan oleh

1111 xxxx

Alamatunicastuntuk
jaringan skala kecil
Alamatmulticast(bukan
alamatunicast)
Direservasikan;umumnya
digunakan sebagai alamat
percobaan (eksperimen);
(bukan alamat unicast)

Kelas Alamat

Nilai oktet
pertama

Bagian
untukNetwork
Identifier

Bagian
untukHost
Identifier

Jumlah
jaringan
maksimum

Jumlahhostda
lam satu
jaringan
maksimum

Kelas A

1126

X.Y.Z

126

16,777,214

Kelas B

128191

W.X

Y.Z

16,384

65,534

Kelas C

192223

W.X.Y

2,097,152

254

Kelas D

224-239

Multicast IP
Address

Multicast IP
Address

Multicast IP
Address

Multicast IP
Address

Kelas E

240-255

Dicadangkan;
eksperimen

Dicadangkan;
eksperimen

Dicadangkan;
eksperimen

Dicadangkan;
eksperimen

PERBEDAAN IPV4 DENGAN IPV6


Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik
yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP
saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah
alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit
sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.
IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP
yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan
masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran
tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan
hop switch.
IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya,
IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh
kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke
jaringan lain.
IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui
roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap
terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung
perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan
jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur
tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6.


Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar
implementasi IPv6.

Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah
ukuran header options yang dapat bervariasi.
IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah
header pada IPv4 seperti Identification, Flags,
Fragment offset, Header Checksum dan Padding
telah dimodifikasi.

Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch
(perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.
IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan
secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang
memadai

Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses
menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum
Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali
di tempat tujuan.
IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di
samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi
yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat
dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi
dilakukan secara manual.
IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah
host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara
otomatis.

Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan
kebutuhan.
IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas
layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data
berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.

SUBNETTING

APA ITU SUBNETTING?


Subnetting merupakan teknik memecah network
menjadibeberapa subnetwork yang lebih kecil.
Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP
Address kelas B dan IP Address kelas C.
Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network
tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada
dalam tiap network tersebut.

APA TUJUAN SUBNETTING?


Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan
supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address
Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang
digunakan daam suatu network
Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti
akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network

KELAS DALAM SUBNETTING


Kelas A
Kelas B
Kelas C

KELAS A
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8
bit dan panjang host ID 24 bit.
Byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127.

KELAS B
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte
pertamanya selalu bernilai antara 128-191.

KELAS C
IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran
kecil seperti LAN.
Tiga bit pertama IP add diset 111.
Network ID terdiri ress kelas C selalu dari 24 bit dan host ID 8 bit
sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan
masing-masing network memiliki 256 host.

SUBNET MASK
Subnet Mask adalah suatu cara untuk mengekstraksi Network Address
dari sebuah IP Address.

SUBNET MASK
Format Subnet mask :
semua bit yang merepresentasikan Network Address adalah
1,semua bit yang merepresentasikan Host Address adalah 0.
Umumnya Subnet Mask dinyatakan dalam bentuk dotted decimal.

SUBNET MASK UNTUK CLASSFUL


IP ADDRESS

CONTOH SUBNET MASK


IP

: 152 .118 .98 .4

Subnet Mask : 255 .255 .255 .0


Network Add.: 152 .118 .98 .0

AND

FUNGSI SUBNET MASK


Subnet Mask digunakan untuk menentukan Network Address dari sebuah
IP Address. Network Address ini kemudian dicocokkan dengan Routing
Table untuk menentukan jalur transit data

EKUIVALEN DESIMAL DARI POLA


BIT UNTUK SUBNET MASK

SUBNET MASK -SUBNET

Misalnya:
Sebuah Network Address Class B: 152.118.0.0/255.255.0.0
Dipinjam 8 bit dari Host ID sebagai Subnet
Maka Subnet Mask Menjadi:
255 .255 .11111111 .0 = 255.255.255.0
8 bit untuk subnet