Anda di halaman 1dari 22

Larva Nyamuk

Perkembangan stadium larva bertingkatan pula, antara tingkatan yang


satu dengan tingkatan lainnya bentuk dasarnya sama. Sepanjang stadium
larva dikenal empat tingkatan yang tingkatan masing - masing
dinamakan instar. Untuk larva nyamuk instar pertama, kedua, ketiga
Universitas Sumatera Utara
dan keempat bulu - bulu sudah lengkap sehingga untuk identifikasi larva
diambil larva instar keempat. Stadium larva memerlukan waktu kurang
lebih satu minggu. Pertumbuhan dan perkembangan larva dipengaruhi
beberapa faktor, diantaranya adalah temperatur, cukup tidaknya bahan
makanan, ada tidaknya pemangsa dalam air dan lain sebagainya .

Pupa Nyamuk
Pupa adalah stadium akhir dari nyamuk yang berada di dalam air.
Stadium pupa tidak memerlukan makanan dan merupakan stadium
dalam keadaan inaktif. Pada stadium ini terjadi pembentukan sayap
sehingga setelah cukup waktunya nyamuk yang keluar dari pupa dapat
terbang. Meskipun stadium pupa dalam keadaan inaktif, bukan berarti
tidak ada proses kehidupan. Pupa tetap memerlukan oksigen, oksigen
masuk ke dalam tubuh melalui corong nafas. Stadium ini mengambil
waktu 12 hari .
Nyamuk Dewasa
Nyamuk dapat dibedakan antara nyamuk jantan dan betina. Nyamuk
jantan keluar dari pupa terlebih dahulu sebelum nyamuk betina. Setelah
nyamuk jantan keluar, maka jantan tersebut tetap tinggal di dekat sarang.
Kemudian setelah jenis betina keluar, maka jantan kemudian akan
kahwin dengan betina sebelum betina tersebut mencari darah. Betina

yang telah kahwin akan beristirahat untuk sementara waktu (1-2 hari)
kemudian baru mencari darah. Setelah perut dipenuhi oleh darah, betina
akan beristirahat lagi untuk menunggu proses pematangan dan
pertumbuhan telurnya. Selama hidupnya nyamuk betina hanya kahwin
sekali. Nyamuk betina menghisap darah untuk memenuhi kebutuhan zat
bagi telur. Waktu proses perkembangan telurnya berbeda - beda
tergantung pada temperatur dan kelembapan serta spesies nyamuk.

(A)

(D)

(B)

(C)

(E)
(F)

(H)

(G)

(I)
(J)

(J1)
Gambar 2 Morfologi nyamuk dewasa yang diperoleh di Cikaniki dan Bodogol: (a).
Ae. albolineatus, (b). Ae. albolateralis, (c). Ae. albotaeniatus, (d). Ae.(Finlaya) sp.,
(e). Armigeres (Leicesteria ) sp., (f). He. communis, (g). Tr. aranoides, (h).
Tripteroides sp., (i). Tx. kempi dan (j & j1). Uranotaenia bimaculata (tanda panah
menunjukkan bercak hitam).

2.1.5 Identifikasi Larva Nyamuk


Anatomi Larva Nyamuk
Setelah menetas, telur akan berkembang menjadi larva. Pada stadium
ini, kelangsungan hidup larva dipengaruhi suhu, pH air, perindukan,

ketersediaan makanan, cahaya, kepadatan larva, lingkungan hidup, serta


adanya predator di tempat menetas .

Gambar . Anatomi Larva Nyamuk

Berikut ini adalah ciri-ciri dari larva:


1. Adanya corong udara (siphon) pada segmen terakhir. Pada corong
udara tersebut memiliki gigi pecten serta sepasang rambut dan jumbai.
2. Pada segmen-segmen abdomen tidak dijumpai adanya rambut-rambut
berbentuk kipas (palmate hairs).
3. Pada setiap sisi abdomen segmen kedelapan ada comb scale sebanyak
8-21 atau berjejer 1-3.
4. Bentuk individu dari comb scale seperti duri. Pada sisi thorax terdapat
duri yang panjang dengan bentuk kurva dan adanya sepasang rambut di
kepala.
Morfologi Larva Nyamuk
Larva nyamuk memerlukan empat tahap perkembangan. Waktu
perkembangan larva tergantung pada suhu, ketersediaan makanan dan
keberadaan larva dalam sebuah kontainer. Dalam kondisi optimal, waktu
yang dibutuhkan dari telur menetas hingga menjadi nyamuk dewasa
adalah tujuh hari, termasuk dua hari dalam masa pupa. Sedangkan pada
suhu rendah dibutuhkan waktu beberapa minggu Larva ini dalam
pertumbuhan dan perkembangannya mengalami 4 kali pergantian kulit
(ecdysis) dan larva yang terbentuk berturut-turut disebut instar I, II, III dan IV.
(Depkes RI, 2003).
(Depkes RI, 2005)

(a) Larva instar I, tubuhnya sangat kecil, warna transparan, panjang 1-2
mm, duri-duri (spinae) pada dada (thorax) belum begitu jelas dan corong
pernapasan (siphon) belum menghitam.
(b) Larva instar II bertambah besar, ukuran 2,5-3,9 mm, duri dada belum
jelas, dan corong pernapasan sudah berwarna hitam.Larva instar II
mengambil oksigen dari udara, dengan menempatkan corong udara
(siphon) pada permukaan air seolah-olah badan larva berada pada posisi
membentuk sudut dengan suhu permukaan air sekitar 30C, larva instar
II dalam bergerak tidak terlalu aktif.
(c) Larva Instar III lebih besar sedikit dari larva instar II dan lebih aktif
bergerak.
(d) Larva instar IV telah lengkap struktur anatominya dan jelas tubuh
dapat dibagi jelas menjadi bagian kepala (chepal), dada (thorax) dan
perut (abdomen). Larva ini berukuran paling besar 5 mm. Larva ini
tubuhnya langsing dan bergerak sangat lincah, bersifat fototaksis negatif
dan waktu. Temperatur optimal untuk perkembangan larva ini adalah
25C 30C.

Gambar. Morfologi Larva Nyamuk

Cara Hidup Larva Nyamuk


Larva nyamuk juga disebut sebagai "wrigglers", larva yang baru menetas
dapat dilihat menggeliat naik dan turun dari permukaan air. Untuk
menjaga diri mereka aman, mereka segera menyelam ke dasar air. Larva
Aedes aegypti biasa bergerak-gerak lincah dan aktif. Larva mengambil
makanan di dasar wadah, oleh karena itu larva Aedes aegypti disebut
pemakan makanan di dasar (bottomfeeder). Makanannya terdiri dari
mikroorganisme, detritus, alga, protista,daun dan invertebrata hidup dan
mati (Barry, 1996). Pada saat larva mengambil oksigen dari udara, larva
menempatkan corong udara (siphon) pada permukaan air seolah-olah
badan larva berada pada posisi membentuk sudut dengan permukaan air
sekitar 30C-45C .
Habitat Larva Nyamuk
Larva - larva nyamuk ini mulai ditemukan di kebun kira-kira pada
berumur 2 - 3 minggu setelah dan paling banyak ditemukan pada saat
tanaman padi mulai berbunga sampai menjelang panen. Di daerah yang
musim tanamnya tidak sama dan sepanjang tahun ditemukan tanaman
pada berbagai umur, maka nyamuk ini ditemukan sepanjang tahun
dengan dua puncak kepadatan yang terjadi sekitar bulan Pebruari - April
dan sekitar bulan Juli - Agustus. Anopheles balabacencis dan An.
maculatus adalah dua spesies nyamuk yang banyak ditemukan di daerah
- daerah pegunungan dekat hutan. Kedua spesies ini banyak dijumpai
pada peralihan musim hujan ke musim kemarau dan sepanjang musim
kemarau. Tempat perkembangbiakannya di genangan - genangan air
yang terkena sinar matahari langsung seperti genangan air di sepanjang
sungai, pada kobakan - kobakan air di tanah, di mata air-mata air dan
alirannya dan pada air di lubang batu-batu.

Larva-larva ditemukan di genangan air yang berasal dari mata air seperti
penampungan air yang dibuat untuk mengairi kolam, untuk merendam
bambu/kayu, mata air, bekas telapak kaki kerbau dan kebun salak. Pada
umumnya kehidupan larva dapat hidup secara optimal pada genangan air
yang terlindung dari sinar matahari langsung, diantara tanaman/vegetasi
yang homogen seperti kebun salak, kebun kapulaga dan lain-lain. Ada
yang umumnya ditemukan di daerah pegunungan, ditemukan pula di
daerah persawahan dan daerah pantai yang ada sungai kecil-kecil dan
berbatu-batu.
Puncak kepadatan dipengaruhi oleh musim. Pada musim kemarau
kepadatan meningkat, hal ini disebabkan banyak terbentuk tempat
perindukan berupa genangan air di pinggir sungai dengan aliran lambat
atau tergenang. Perkembang biakan nyamuk cenderung menurun bila
aliran sungai menjadi deras (flushing) yang tidak memungkinkan adanya
genangan di pinggir sungai sebagai tempat perindukan
2.2.1. Malaria
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit jenis.
Plasmodium ditandai demam berkala, menggigil dan berkeringat, yang
ditularkan oleh nyamuk genus Anopheles, juga penyakit ini dapat
mengakibatkan kematian.
Malaria ditularkan ke penderita dengan masuknya sporozoit plasmodium
melalui gigitan nyamuk betina Anopheles yang spesiesnya dapat berbeda
dari satu daerah dengan daerah lainnya. Terdapat lebih dari 15 spesies
nyamuk Anopheles yang dilaporkan merupakan vektor malaria di
Indonesia. Penularan malaria dapat juga terjadi dengan masuknya parasit
bentuk aseksual (tropozoit) melalui transfusi darah, suntikan atau
melalui plasenta (malaria congenital).
Dikenal adanya berbagai cara penularan malaria:
Penularan secara alamiah (natural infection)
Penularan ini terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles betina yang
infektif. Nyamuk menggigit orang sakit malaria maka parasit akan ikut
terhisap bersama darah penderita malaria. Di dalam tubuh nyamuk
parasit akan berkembang dan bertambah banyak, kemudian nyamuk
menggigit orang sehat, maka melalui gigitan tersebut parasit ditularkan
ke orang lain.

Penularan yang tidak alamiah


a. Malaria bawaan (congenital)
Terjadi pada bayi yang baru dilahirkan karena ibunya menderita malaria.
Disebabkan adanya kelainan pada sawar plasenta sehingga tidak ada
penghalang
infeksi dari ibu kepada bayi yang dikandungnya.
b. Secara mekanik
Penularan terjadi melalui transfusi darah atau melalui jarum suntik.
Penularan melalui jarum suntik banyak terjadi pada para pecandu obat
bius yang menggunakan jarum suntik yang tidak steril.
c. Secara oral (melalui mulut)
Cara penularan ini pernah dibuktikan pada burung, ayam (P.gallinasium)
burung dara (P.Relection) dan monyet (P.Knowlesi).
2.2.2 Demam Berdarah Denggi
Demam Berdarah Dengaue adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes
albopictus, yang ditandai demam mendadak 2-7 hari tanpa penyebab
yang jelas, lemah, gelisah, nyeri ulu hati, disertai bintik perdarahan di
kulit, kadang mimisan, muntah darah, bahkan dapat mengakibatkan
kematian.
Mekanisme Penularan
Demam berdarah dengue tidak menular melalui kontak manusia dengan
manusia. Virus dengue sebagai penyebab demam berdarah hanya dapat
ditularkan melalui nyamuk.
Oleh karena itu, penyakit ini termasuk kedalam kelompok arthropod
borne diseases. Virus dengue berukuran 35-45 nm.
Virus ini dapat terus tumbuh dan berkembang dalam tubuh manusia dan
nyamuk.
Terdapat tiga faktor yang memegang peran pada penularan infeksi
dengue, yaitu manusia, virus, dan vektor perantara. Virus dengue masuk

ke dalam tubuh nyamuk pada saat menggigit manusia yang sedang


mengalami viremia, kemudian virus dengue ditularkan kepada manusia
melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang
infeksius.

2.2.3. Filarasis
Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria,
yang mengakibatkan gejala akut dan kronis (kaki membesar seperti kaki
gajah) yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Di Indonesia telah
ditemukan sebanyak 27 jenis nyamuk yang disebabkan oleh genus
Culex, Anopheles, Aedes dan Mansonia.
Cacing jantan dan betina hidup di saluran dan kelenjar limfe; bentuknya
halus seperti benang dan berwarna putih susu. Cacing betina
mengeluarkan mikrofilaria yang bersarung. Microfilaria ini hidup di
dalam darah dan terdapat di aliran darah tepi pada waktu-waktu tertentu
saja, jadi mempunyai periodisitas. Pada umumnya, microfilaria W.
bancrofti bersifat periodisitas nokturna, artinya microfilaria hanya
terdapat di dalam darah tepi pada waktu malam. Pada siang hari,
microfilaria terdapat di kapiler alat dalam paru, jantung, ginjal dan
sebagainya (Medical Microbiology And Immunology, 1992).
2.2.4. Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit menular sejenis demam disertai nyeri otot
yang bersifat epidemik dan endemic yang disebabkan oleh Alvavirus
yang ditularkan oleh beberapa jenis nyamuk yaitu Aedes Aegypti, Aedes
albopictus, Culex fatigans dan Mansonia sp. Meskipun penyakit ini
tidak mengakibatkan kematian namun dapat menimbulkan rasa nyeri
yang hebat di persendian tubuh bahkan seperti kelumpuhan dan dapat
berlangsung selama 2 bulan.
MEKANISME TRANSMISI DAN EPIDEMIOLOGI
Demam chikungunya disebabkan oleh CHIK virus (CHIKV), virus ini
termasuk famili Alphavirus. Fakta sejarahmenyatakan bahwa virus
chikungunya terjadi pertama di negara Afrika dan selanjutnya
menyebar ke Asia. Chikungunya telah menyebar ke beberapa daerah
seperti wilayah Afrika dan Asia, termasuk India, Srilanka, Myanmar,
Thailand,Indonesia, dan Malaysia.
Studi secara filogenetik melaporkan bahwa strain viruschikungunya
termasuk dalam tiga genotype berdasarkan kasus di Afrika,
Afrika tengah/timur dan Asia, dan selanjutnya termasuk ke dalam grup
yang diisolasi dari Klang di Malaysia

Gambar 1. Family Alphavirus (CHIKV)

2.2.5. Encephalitis
Encephalitis.Salah satu jenis penyakit Encephalitis adalah Japenese
Encephalitis (JE). Encephalitis adalah suatu penyakit yang menyerang
susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh
nyamuk genus Culex sp.
Penyakit encephalitis atau radang otak masih
banyak diternukan terutama pada anak-anak.
Penyakit ini dapat disebabkan karena infeksi
dari bakteri, jarnur atau virus. Apabils penyebabnya
adalah bakteri, rnaka pada urnurnnya cairan
otak penderita akan berwarna keruh dan rnengandung
banyak lekosit. Sedangkan kalau disebabkan
oleh virus atau jarnur, rnaka cairan
otak akan tetap jernih dengan jurnlah lekosit
rnasih dalan~ batas normal. Sekarang ini diduga
penyakit encephalitis disebabkan oleh virus
lebih ban yak dibandingkan dengan yang disebabkan
oleh bakteri, karena telah banyak
digunakan obat antibiotika berkhasiat tinggi.
Secara klinis saja, sukar mernbedakan encephalitis
karena bakteri atau virus, karena keduanya
mernpunyai gejala yang sangat mirip.
2.1.6 Bionomi

Bionomi
Bionomik vektor meliputi kesenangan tempat perindukan nyamuk,
kesenangan nyamuk menggigit, kesenangan nyamuk istirahat, lama
hidup dan jarak terbang :
1) Kesenangan tempat perindukan nyamuk.
Tempat perindukan nyamuk biasanya berupa genangan air yang
tertampung disuatu tempat atau bejana. Nyamuk Aedes tidak dapat
berkembangbiak digenangan air yang langsung bersentuhan dengan
tanah. Genangannya yang disukai sebagai tempat perindukan nyamuk ini
berupa genangan air yang tertampung di suatu wadah yang biasanya
disebut kontainer atau tempat penampungan air bukan genangan air di
tanah.Survei yang telah dilakukan di beberapa kota di Indonesia
menunjukkan bahwa tempat perindukan yang paling potensial adalah
TPA yang digunakan sehari hari seperti drum, tempayan, bak mandi,
bak WC, ember dan sejenisnya. Tempat perindukan tambahan adalah
disebut non-TPA, seperti tempat minuman hewan, vasbunga, perangkap
semut dan lain-lainnya, sedangkan TPA alamiah seperti lubang pohon,
lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, kulit kerang, pangkal
pohon pisang, potongan bambu, dan lain-lainnya.
Nyamuk Aedes aegypti lebih tertarik untuk meletakkan telurnya pada
TPA berair yang berwarna gelap, paling menyukai warna hitam, terbuka
lebar, dan terutama yang terletak di tempat-tempat terlindungsinar
matahari langsung.Tempat perindukan nyamuk Aedes yaitu tempat di
mana nyamuk Aedes meletakkan telurnya terdapat di dalam rumah
(indoor) maupun di luar rumah(outdoor). Tempat perindukan yang ada di
dalam rumah yang paling utama adalah tempat-tempat penampungan air:
bak mandi, bak air WC, tandon air minum,tempayan, gentong tanah liat,
gentong plastik, ember, drum, vas tanaman hias,perangkap semut, dan
lain-lain. Sedangkan tempat perindukan yang ada di luar rumah
(halaman): drum, kaleng bekas, botol bekas, ban bekas, pot bekas,
pottanaman hias yang terisi oleh air hujan, tandon air minum, dan lainlain.
2) Kesenangan nyamuk menggigit
Nyamuk Aedes hidup di dalam dan di sekitar rumah sehingga makanan
yang diperoleh semuanya tersedia di situ. Boleh dikatakan bahwa

nyamuk Aedes aegypti betina sangat menyukai darah manusia


(antropofilik). Kebiasaan menghisap darah terutama pada pagi hari jam
08.00-12.00 dan sore hari jam 15.00-17.00. Nyamuk betina mempunyai
kebiasaan menghisap darah berpindah-pindah berkali-klali dari satu
individu ke individu yang lain. Hal ini disebabkan karena pada siang
harimanusia yang menjadi sumber makanan darah utamanya dalam
keadaan aktif bekerja/bergerak sehingga nyamuk tidak dapat menghisap
darah dengan tenang sampai kenyang pada satu individu. Keadaan inilah
yang menyebabkan penularan penyakit DBD menjadi lebih mudah
terjadi.Waktu mencari makanan, selain terdorong oleh rasa lapar,
nyamuk Aedes juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu bau yang
dipancarkan oleh inang,temperatur, kelembaban, kadar karbon dioksida
dan warna. Untuk jarak yang lebih jauh, faktor bau memegang peranan
penting bila dibandingkan dengan faktor lainnya.
Sedangkan nyamuk Aedes Albopictus betina aktif di luar ruangan yang
teduh dan terhindar dari angin. Nyamuk iniaktif menggigit pada siang
hari. Puncak aktivitas menggigit ini bervariasi tergantung habitat
nyamuk meskipun diketahui pada pagi hari dan petang hari
3) Kesenangan nyamuk istirahat
Kebiasaan istirahat nyamuk Aedes aegypti lebih banyak di dalam rumah
pada benda-benda yang bergantung, berwarna gelap, dan di tempattempat lain yangterlindung. Di tempat-tempat tersebut nyamuk
menunggu proses pematangan telur. Setelah beristirahat dan proses
pematangan telur selesai, nyamuk betina akanmeletakan telurnya di
dinding tempat perkembangbiakannya, sedikit di ataspermukaan air.
Pada umumnya telur akan menetas menjadi jentik dalam waktu 2 hari
setelah telur terendam air. Setiap kali bertelur nyamuk betina dapat
mengeluarkan telur sebanyak 100 butir. Telur tersebut dapat bertahan
sampai berbulan-bulan bila berada di tempat kering dengan suhu -2C
sampai 42C, danbila di tempat tersebut tergenang air atau
kelembabannya tinggi maka telur dapat menetas lebih cepat.
4) Jarak terbang
Penyebaran nyamuk Aedes Aegypti betina dewasa dipengaruhi oleh
beberapa faktor termasuk ketersediaan tempat bertelur dan darah, tetapi

tampaknya terbatas sampai jarak 100 meter dari lokasi


kemunculan.Akan tetapi penelitian terbaru di Puerto Rico menunjukkan
bahwa nyamuk ini dapat menyebar sampai lebih dari 400 meter terutama
untuk mencari tempat bertelur.Transportasi pasif dapat berlangsung
melalui telur dan larva yang ada di dalam penampung.
5) Lama hidup
Nyamuk Aedes Aegypti dewasa memiliki rata-rata lama hidup 8 hari.
Selama musim hujan, saat masa bertahan hidup lebih panjang, risiko
penyebaran virus semakin besar.Dengan demikian, diperlukan lebih
banyak penelitian untuk mengkaji survival alami Aedes Aegypti dalam
berbagai kondisi.( Anonim, 2009 )
Untuk dapat memberantas nyamuk Aedes Aegypti secara efektif
diperlukan pengetahuan tentang pola perilaku nyamuk tersebut yaitu
perilaku mencari darah, istirahat dan berkembang biak, sehingga
diharapkan akan dicapai Pemberantasan Sarang Nyamuk dan jentik
Nyamuk Aedes Aegypti yang tepat ( Depkes, 2004 ). Perilaku tersebut
meliputi :
a) Perilaku Mencari Darah
1. Setelah kawin, nyamuk betina memerlukan darah untuk bertelur
2. Nyamuk betina menghisap darah manusia setiap 2 3 hari sekali
3. Menghisap darah pada pagi hari sampai sore hari, dan lebih suka pada
jam 08.00 12.00 dan jam 15.00 17.00
4. Untuk mendapatkan darah yang cukup, nyamuk betina sering
menggigigt lebih dari satu orang
5. Jarak terbang nyamuk sekitar 100 meter
6. Umur nyamuk betina dapat mencapai sekitar 1 bulan.
b) Perilaku Istirahat
Setelah kenyang menghisap darah, nyamuk betina perlu istirahat sekitar
2 3 hari untuk mematangkan telur. Tempat istirahat yang disukai :
1. Tempat-tempat yang lembab dan kurang terang, seperti kamar mandi,
dapur, WC
2. Di dalam rumah seperti baju yang digantung, kelambu, tirai.
3. Di luar rumah seperti pada tanaman hias di halaman rumah.
c) Perilaku berkembangbiak

Nyamuk aedes aegypti bertelur dan berkembang biak di tempat


penampungan air bersih seperti:
1. Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari :bak mandi,
WC, tempayan, drum air, bak menara( tower air) yang tidak tertutup,
sumur gali.
2. Wadah yang berisi air bersih atau air hujan: tempat minum burung,
vas bunga, pot bunga, potongan bambu yang dapat menampung air,
kaleng, botol, tempat pembuangan air di kulkas dan barang bekas
lainnya yang dapat menampung air meskipun dalam volume kecil.
2.3 Cara membasmi nyamuk
Seperti dilansir naturalnews, berikut cara membasmi nyamuk yang lebih
aman dari penggunaan pestisida:
1. Gunakan Bacillus thuringiensis v. israelensis (BT) pada genangan air
Pilihan lain untuk membatasi perkembangan nyamuk pada genangan air
adalah dengan mencelupkan Bacillus thuringiensis v. israelensis (BT)
yang mengapung di air dan perlahan-lahan melepaskan racun yang
ampuh membunuh nyamuk dan telurnya. Selain itu, BT ini dianggap
aman bagi manusia.
2. Hindari berada di luar rumah selama jam senja dan fajar saat nyamuk
paling aktif
3. Gunakan pakaian yang tepat
Jika Anda akan berada di luar ruangan untuk jangka waktu yang lama,
pakailah pakaian yang menutupi seluruh kulit tubuh dan berwarna
terang. Pakaian yang bertekstur anyaman rapat adalah pakaian yang
terbaik untuk menghalau nyamuk.
3. Hindari memakai parfum

Nyamuk tertarik pada wewangian seperti parfum, sehingga hindari


pemakaian parfum atau produk beraroma saat berada di luar rumah.
4. Makan bawang putih
Bawang putih melepaskan aroma khas melalui pori-pori kulit yang
membuat nyamuk kebingungan untuk menemukan sasaran pada kulit
tubuh Anda.
5. Memakai minyak alami pencegah gigitan nyamuk
Berikut 4 jenis minyak alami yang efektif melindungi kulit dari gigitan
nyamuk:
1. Minyak lemon Eucalyptus
Minyak ini dianggap sebagai salah satu pembasmi nyamuk alami yang
paling efektif. Minyak lemon Eucalyptus terbukti aman dan memberikan
perlindungan yang sama efektifnya dengan konsentrasi rendah dari
pestisida pengusir nyamuk yang beracun beracun.
2. Minyak Citronella (serai)
Minyak dari serai ini biasanya ditemukan pada lapisan luar lilin dan
produk kecantikan untuk kulit yang dapat menjadi alternatif yang alami
untuk mencegah gigitan nyamuk. Tetapi ada kemungkinan bahwa serai
dapat menyebabkan iritasi kulit pada anak-anak dan orang-orang dengan
kulit sensitif, terutama jika diterapkan secara tidak benar.
3. Minyak kedelai
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam The New England
Journal of Medicine menemukan bahwa minyak kedelai melindungi
seseorang dari gigitan nyamuk lebih lama dari semua jenis perlindungan
yang terbuat dari tanaman.
4. Minyak lavender

Wangi minyak lavender tidak disukai oleh nyamuk dan dapat ditemukan
dalam berbagai produk perawatan kulit alami.
Cara membrantas jentik nyamuk
Pasti anda sudah tahu atau pernah mendengar 3M (Menguras, Menutup,
Mengubur), apakah anda sudah melakukan 3M? Atau anda hanya
mengetahuinya saja tetapi belum menjalankannya? Berikut saya akan
membahas sedikit tentang 3M.

Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3


M plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan
nyamuk).

PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan


kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah
Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah)di tempat-tempat
perkembang biakannya.

3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN
yaitu:
Menguras dan menyikat tempat-tempat penampunganair seperti bak
mandi, tatakan kulkas, tatakan potkembang dan tempat air minum
burung.
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air sepertilubang bak
kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yangdapat menampung air
hujan.
Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang
dapatmenampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastikplastikyang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua,
plastikkresek,dll)
Langkah-langkah perlindungan pribadi

Rumah
Pasang kasa nyamuk pada semua pintu dan
jendela.
Semua pintu mesti tutup sendiri dan dibuka ke
luar.

Kegiatan di luar rumah


Pakai kasa nyamuk pada tenda

Pakai penolak nyamuk


Pakai pakaian longgar berwarna muda dengan
lengan panjang, celana panjang dan kaus kaki.

Lokasi
Sadarilah dan hindarilah keterpaparan pada
waktu dan lokasi kegiatan nyamuk, misalnya rawa
bertanaman yang dangkal dan luas.

Buang semua wadah yang menyimpan


air (kaleng, ban, botol) atau simpan di
tempat yang tidak kena hujan.

Perhatikan agar kolam ikan penuh


dengan ikan. Perhatikan agar pinggir
kolam dan saluran pembuangan air
bebas rumput .

Perhatikan agar kolam renang penuh


dan dipelihara dengan baik. Perbaiki
keran yang bocor.

Timbun atau keluarkan air dari tempat


tanah rendah yang digenangi air.
Perhatikan agar got selalu bersih.

Pasang kasa nyamuk pada lubang


ventilasi tangki septik. Tutup semua
celah. Bilas toilet yang tidak terpakai
seminggu sekali.

Pasang kasa nyamuk pada tangki air


hujan. Perhatikan agar air tidak
tergenang di talang. Obati tangki
dengan briket methoprene.

Kosongkan tatakan pot seminggu sekali

atau isi dengan pasir, atau obati


sebulan sekali dengan butiran
methoprene.
Kosongkan dan lap tempat air binatang
peliharaan/burung seminggu sekali.

Pakailah butiran atau briket methoprene


untuk pengendalian jentik jangka
pendek.
Pakai penyemprotan bifenthrin yang
sisanya bertahan lama di lingkungan
untuk pengendalian jangka pendek
terhadap nyamuk dewasa yang
membawa penyakit

Bagian III Penutup


3.1 Kesimpulan
Nyamuk bisa menjadi hewan mematikan karena ia membawa bibit
penyakit yang ditularkan lewat gigitannya. Pelajari baik-baik jenis, ciri,
dan habitat nyamuk agar kita lebih tau nyamuk-nyamuk mana saja yang
ada di sekitar kita, serta pelajari juga cara membasmi nyamuk dan
mencegah perkembang-biakan jentik nyamuk. Mencegah pertumbuhan
jentik nyamuk berpengaruh besar dalam perkembang-biakan nyamuk.
Oleh karena itu lebih baik mencegah dari pada mengobati.

3.2 Daftar Pustaka


http://id.wikipedia.org/wiki/Nyamuk
http://mediaonlinenews.com/aneh-unik/fakta-menarik-tentang-nyamuk
http://narunilif1.wordpress.com/materi-entomology/ciri-ciri-nyamuk/
http://kesehatanlingkungansby.blogspot.com/2011/01/nyamuk-dipteraculicidae.html
http://kesmas-unsoed.com/2011/04/makalah-nyamuk-aedes-danpengendaliannya.html
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16366/2/Chapter
%20II.pdf