Anda di halaman 1dari 15

Hari/Tanggal : Sabtu Minggu, 23 24 November 2013

Rekan kerja

: Fisika IPB angkatan 49 (G712)

LAPORAN BIOFISIKA UMUM


FISIKA LINGKUNGAN

ZUDAH SIMAATUL KUBRO


G74120023
ASISTEN:
1. TATANG GUNAWAN

(G74100023)

2. DIDY MULIAWAN

(G74110011)

3. LUPITA MAHARDIKA

(G74110036)

4. FITRAH HADI F

(G74110058)

5. CITRA KUSUMAWARDANI

(G74110069)

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2013

A. Judul : BIOFISIKA LINGKUNGAN


B. Tujuan
Mengukur distribusi temperatur dibawah dan diatas permukaan tanah dan
mengukur pola siklus diurnal lingkungan.
C. Alat dan bahan
1. SPARK
2. Explorer GLX
3. Sensor suhu
4. Rafia
5. Mistar
6. Jam
D. Teori Singkat
Bidang biofisika lingkungan merupakan salah satu cabang terapan dari
ilmu biofisika yang mempelajari mengenai kajian tentang energi dan
pertukaran massa antara organisme hidup dengan lingkungannya khususnya
lingkungan sekitar. Pada umumnya reaksi biokimia pada organisme sangat
bergantung dengan suhu antara organisme dan lingkungan sekitarnya,
distribusi radian kalor laten, kapasitas kalor, dan resistansi (Cotterill 2002)
Perkembangan dalam bidang biofisika lingkungan terfokus pada dua
bidang yaitu, penggunaan model-model matematis untuk mengkuantifikasi
laju transfer panas dan massa, dan Pengunaan persamaan kontinuitas yang
telah mengantar pada analisis neraca energi (Campbell 1977).

Dalam biofisika lingkungan dipelajari mengenai bagaimana penerapan


konsep-konsep fisika pada interaksi antara mahluk hidup dengan lingkungan
fisiknya, sehingga dalam konteks ini dipelajari mengenai aplikasi konsepkonsep fisika pada interaksi antara pekerja dan lingkungan fisiknya ketika
melakukan aktivitas di alam terbuka (Campbell 1977).
E. Prosedur
1. Pilih tempat disekitar yang mudah dijangkau dan diperhatikan.
2. Untuk dibawah permukaan tanah: Gali lubang kecil sampai kedalaman
20 cm dari permukaan tanah, kemudian masukan kabel (sensor suhu)
yang sudah terhubung dengan SPARK. Amati dan catat suhunya selama
24 jam dengan skala 10 menit.
3. Untuk diatas permukaan tanah: tinggi dari permukaan tanah haruslah 2
m. Tempatkan Explorer GLX pada tinggi 2 m, misalnya pada dahan
pohon agar tidak dipegangi oleh praktikan sehingga ketinggiannya stabil.
Amati dan catat suhunya selama 24 jam dengan skala 10 menit.
4. Amati dan catat pula kondisi lingkungan pada saat pengamatan.
5. Tempatkan satu penunjuk waktu yang akurat agar skala yang didapatkan
benar-benar 10 menit.

F. Data

Kedalaman

: 20 cm

Suhu / waktu awal

: 30 oC / Sabtu, 23 November 2013, pukul 19.30

Suhu / waktu akhir : 28,6 oC / Minggu, 24 November 2013, pukul 12.00

Ketinggian

:2m

Suhu / waktu awal

: 33,8 oC / Sabtu, 23 November 2013, pukul 12.00

Suhu / waktu akhir : 33,2 oC/ Minggu, 24 November 2013, pukul 12.00

Waktu (s)

Suhu
Udara
(oC)

Suhu
Tanah
(oC)

Waktu
(s)

Suhu
Udara
(oC)

33.8

24000

29.9

600

33.5

24600

29.6

1200

33.6

25200

29.4

Suhu
Tanah
(oC)

1800

33.7

25800

29.2

2400

33.8

26400

29.1

3000

33.6

27000

28.9

3600

33.8

27600

28.7

30

4200

34.5

28200

28.5

30

4800

35.3

28800

28.6

29,9

5400

34.6

29400

28.3

29,9

6000

34.4

30000

28.2

29,8

6600

34.2

30600

28.0

29,9

7200

34.2

31200

28.1

29,7

7800

34.1

31800

27.8

29,8

8400

33.8

32400

27.7

29,8

9000

33.7

33000

27.8

29,7

9600

33.6

33600

27.6

29,6

10200

33.5

34200

27.5

29,7

10800

33.3

34800

27.5

29,5

11400

33.2

35400

27.4

29,5

12000

33.1

36000

27.3

29,5

12600

32.9

36600

27.2

29,4

13800

32.7

37200

27.1

29,4

14400

32.6

37800

27.1

29,5

15000

32.6

38400

27.4

29,4

15600

32.2

39000

27.3

29,4

16200

32.1

39600

27.1

29,3

16800

32.0

40200

27.0

29,3

17400

31.9

40800

27.0

29,2

18000

31.7

41400

26.8

29,3

18600

31.3

42000

26.8

29,1

19200

31.2

42600

26.7

29,1

19800

31.0

43200

26.7

29,1

20400

30.8

43800

26.6

29,1

21000

30.6

44400

26.6

29

21600

30.4

45000

26.5

29

22200

30.4

45600

26.4

29

22800

30.2

46200

26.3

29

23400

30.1

46800

26.2

29

Waktu (s)

Suhu
Udara
(oC)

Suhu
Tanah
(oC)

Waktu
(s)

Suhu
Udara
(oC)

Suhu
Tanah
(oC)

47400

26.1

28,8

71085

25.9

27,9

48000

26.1

28,9

71691

26.1

27,9

48600

26.0

28,9

72297

26.5

27,8

49200

25.9

28,8

72904

26.7

27,9

49800

25.9

28,8

73510

27.0

27,9

50400

25.9

28,7

74116

27.6

27,9

51000

25.8

28,8

74722

28.4

27,9

51600

25.7

28,6

75328

28.8

27,8

52200

25.6

28,6

75934

29.3

27,8

52800

25.4

28,6

76541

29.5

27,8

53400

25.5

28,7

77147

29.8

27,8

54000

25.4

28,5

77753

30.1

27,8

54600

25.4

28,6

78359

30.6

27,8

55200

25.4

28,5

78965

31.2

27,8

55800

25.4

28,5

79572

31.9

27,8

56400

25.4

28,5

80178

31.9

27,8

57000

25.3

28,4

80784

31.8

27,8

57600

25.2

28,5

81390

31.8

27,8

58200

25.2

28,3

81996

32.2

27,9

58800

25.2

28,3

82602

33.8

27,9

59400

25.0

28,3

83209

34.3

28
8

60000

25.0

28,3

83815

33.1

28

60780

24.9

28,3

84421

33.3

28,1

61386

24.8

28,2

85027

33.4

28,2

61992

24.7

28,3

85633

33.9

28,3

62599

24.6

28,3

86239

32.9

28,4

63205

24.5

28,1

86846

33.5

28,5

63811

24.5

28,1

87452

33.2

28,6

64417

24.6

28,1

65023

24.6

28,1

65629

24.6

28,1

66236

24.7

28

66842

24.7

28

67448

24.8

28,1

68054

25.6

28,1

68660

25.1

27,9

69266

25.3

28

69873

25.4

28

70479

25.5

27,9

Tabel Suhu Atas (Udara) dan Suhu Bawah (Tanah)

G. Pengolahan Data
1. Suhu Atas ( Udara)

Grafik Waktu vs Suhu


40
35
30
25

Suhu C

20
15
10
5
0
0

10

15

20

25

30

Suhu maximum = 35,3 C


Suhu minimum = 24,5C

10

Suhu rataan =

Suhu maximum+ Su hu minimum


2
35,3+ 24,5
=27,45 C
2

2. Suhu Bawah (Tanah)

Grafik Waktu vs Suhu


12
10
8
Suhu C
6
4
2
0
0

10

15

20

25

30

Suhu maximum = 30C


Suhu minimum = 27,8 C
Suhu rataan =

Su h u maximum+ Su hu minimum
2
30+ 27,8
=28,9 C
2

H. Pembahasan
Praktikum kali ini yaitu melakukan pengamatan suhu lingkungan yang
berada pada ketinggian 2 m di atas permukaan tanah dan suhu di dalam
11

tanah dengan kedalaman 20 cm. Alat yang digunakan untuk pengukuran


adalah Explorer GLX dan SPARK. Praktikum ini dilakukan di belakang
student center, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut
Pertanian Bogor. Praktikum ini berlangsung selama 24 jam, dimulai tepat
pukul 11.00 pada hari Sabtu, 23 November 2013 hingga pukul 11.00, hari
Minggu 24 November 2013 dengan pengambilan data setiap 10 menit sekali.
Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan suhu mula-mula di atas dan
di dalam permukaan tanah berturut-turut adalah 33,8 oC dan 30 oC dan suhu
akhirnya didapatkan yaitu 33,2 oC dan 28,6 oC. Selain itu, juga didapatkan
suhu maksimum pada permukaan tanah yaitu 35,3 oC pada Sabtu, 23
November 2013 pukul 13.20 dan suhu minimumnya adalah 24,5 oC pada
Minggu, 24 November 2013, pukul 05.30. Sedangkan untuk di dalam tanah,
suhu maksimumnya adalah 30oC pada Sabtu, 23 November 2013, pukul 19.10
dan suhu minimumnya adalah 27,8 oC pada Minggu, 24 November 2013,
pukul 08.10. Untuk rata-rata, didapatkan suhu di atas permukaan tanah
sebesar 29,9 oC dan di bawah permukaan tanah 28,9 oC. Seluruh data tersebut
didapatkan pada saat kondisi cerah.
Data suhu yang di dapatkan dari waktu ke waktu mengalami
perubahan, baik yang berada di atas permukaan tanah maupun yang berada di
bawah permukaan tanah. Seperti yang kita ketahui Suhu dan kelembaban
merupakan faktor lingkungan yang penting di daratan dan demikian eratnya
berhubungan, hal ini biasanya diakui sebagai bagian penting dari iklim (Sari
dkk 2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu dipermukaan bumi antara
lain Jumlah radiasi yang diterima, dimana sejak pagi hinga sore hari terjadi
aliran panas dari permukaan tanah menuju ke lapisan tanah di bawahnya.
Perpindahan panas ini terjadi lapis demi lapis sesuai dengan tingkat
kedalaman masing-masing. Mekanisme perpindahan panas itu terjadi
dimulainya dengan pemanasan suhu udara maupun suhu permukaan tanah
oleh radiasi sinar matahari maupun aliran panas dari dalam bumi akibat suhu
dalam bumi lebih tinggi daripada suhu permukaan. Pada pagi hingga siang
hari terjadi penyerapan energi sinar matahari yang menyebabkan suhu

12

permukaan tanah meningkat dan juga terjadi aliran panas secara konduksi
dari permukaan tanah menuju ke lapisan bawah tanah. Menjelang sore hari
sudut penyinaran matahari makin kecil sehingga penerimaan dan pemancaran
panas juga menurun. Pada keadaan ini pemancaran panas lebih besar daripada
penerimaan panas yang diakibatkan oleh reaksi permukaan bumi untuk
melepaskan kalor ke atmosfir sehingga baik suhu udara maupun suhu
permukaan tanah akan terus turun. Penurunan suhu permukaan ini selain
dengan jalan konveksi ke atmosfir, juga dengan jalan konduksi ke lapisan
tanah di bawahnya (Wibisono 2001). Faktor selanjutnya yaitu ketinggian
tempat, angin (secara tidak langsung angin yang membawa panas dari
sumbernya secara horizontal), panas laten ( yaitu panas yang disimpan dalam
atmosfer), penutup tanah (yaitu tanah yang ditutupi vegetasi yang mempunyai
temperatur yang lebih rendah daripada tanah tanpa vegetasi), tipe tanah (tanah
gelap indeks suhunya lebih tinggi), pengaruh sudut datang sinar matahari,
dimana sinar yang tegak lurus akan membuat suhu lebih panas daripada yang
datangnya miring (Kartasapoetra 2004). Untuk di bawah permukaan tanah,
hal-hal yang mempengaruhi perubahan suhu antara lain, pengaruh radiasi
matahari langsung dan pantulannya oleh benda-benda sekitar, gangguan
tetesan air hujan, tiupan angin yang terlalu kuat, pengaruh lokal gradient suhu
tanah akibat pemanasan dan pendinginan permukaan tanah setempat (Lubis
2007).
Berdasarkan grafik hubungan suhu dengan waktu terlihat perbedaan
antara suhu di ketinggian 2 meter dan yang berada pada kedalaman 20cm,
terlihat dari kurvanya, kedua Grafik mengalami penurunan dalam kurun
waktu yang cukup lama, hingga pada titik tertentu mencapai titik maksimum
penurunan, lalu akan naik secara signifikan. Dilihat dari bentuk nya, kurva
pada suhu atas (udara) penurunannya cenderung lebih landai daripada bentuk
kurva

pada suhu bawah yang cenderung lebih curam. Begitu juga saat

kenaikan, pada suhu atas bentuk kurvanya cenderung lebih landai daripada
suhu di bawah (tanah).

13

Dalam melakukan praktikum, tidak disadari pasti juga terdapat


kesalahan. Begitu juga dengan praktikum mengenai biofisika lingkungan,
pada praktikum kali ini terdapat beberapa kesalahan yang nantinya akan
menghambat dalam proses pengambilan data dan akan berpengaruh terhadap
hasilnya. Kesalahan-kesalahan yang terjadi di antaranya adalah berhentinya
alat SPARK pada pengukuran suhu di dalam tanah, data yang diambil
mengalami over load yang berakibat pada terputusnya data yang diambil,
sehingga pengambilan data kembali dimulai pada pukul 19.30 WIB.
Kesalahan lain yaitu pada proses penggalian tanah untuk pengamatan suhu
dalam tanah, seharusnya saat melakukan penggalian tidak menggunakan air,
karena hal itu berpengaruh pada kelembaban dalam tanah. Kondisi cuaca
yang tidak menentu juga menjadi kendala dalam praktikum kali ini, dimana
kondisi awan yang kadang cerah dan tiba-tiba berawan sangat mempengaruhi
pengambillan data. Seperti kita ketahui bahwa kondisi awan sangat
berpengaruh pada perubahan suhu lingkungan.
I. Kesimpulan
Perubahan suhu pada udara (di atas permukaan tanah pada ketinggian
2 m) dan suhu tanah (dibawah permukaan tanah dengan kedalaman 20cm)
terjadi dari waktu kewaktu. Perubahan suhu pada udara dipengaruhi
dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni Jumlah radiasi yang diterima, angin,
panas laten, penutup tanah, tipe tanah, Pengaruh sudut datang sinar matahari.
Untuk di bawah permukaan tanah, perubahan suhu dipengaruhi oleh pengaruh
radiasi matahari langsung dan pantulannya oleh benda-benda sekitar,
gangguan tetesan air hujan, tiupan angin yang terlalu kuat, pengaruh local
gradient suhu tanah akibat pemanasan dan pendinginan permukaan tanah
setempat.
Penyerapan energi sinar matahari yang menyebabkan suhu permukaan
tanah meningkat dan juga terjadi aliran panas secara konduksi dari
permukaan tanah menuju ke lapisan bawah tanah. Sudut penyinaran matahari
yang makin kecil membuat penerimaan dan pemancaran panas juga menurun

14

yang berakibat pemancaran panas lebih besar daripada penerimaan panas


yang diakibatkan oleh reaksi permukaan bumi untuk melepaskan kalor ke
atmosfir sehingga baik suhu udara maupun suhu permukaan tanah akan terus
turun
J. Daftar Pustaka
Campbell GS. 1977. An Introduction to Environmental Biophysics. New York:
Springers-Verlag
Cotterill R. 2002. Biophysics; An Introduction. New York : John Willey & Sons
Inc
Kartasapoetra G A Ir. 2004. Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman.
Jakarta: Bumi Aksara
Lubis KS. 2007. Aplikasi Suhu dan Aliran PanasTtanah.Medan : Universitas
Sumatera utara
Sari O, Priyono B, Utami NR. 2012. Suhu, Kelembaban, serta Produksi Telur Itik
pada Kandang Tipe Litter dan Slat. Unnes Journal of Life Science 1:21)
Wibisono A. 2001. Pengaruh Bahan Pengkondisi Tanah Terhadap Iklim Mikro
Pada Lahan Berpasir. Jurnal Teknologi Lingkungan 2 : 175 - 184

15