Anda di halaman 1dari 1

Definisi, Karakteristik, Pengakuan, Penilaian, Pengukuran Aset Bersejarah

berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan.


Aset bersejarah merupakan aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh
pemerintah yang karena umur dan kondisinya aset tetap tersebut harus
dilindungi oleh peraturan yang berlaku dari segala macam tindakan yang
dapat merusak aset tetap tersebut.
Lazimnya, suatu aset tetap dikategorikan sebagai aset bersejarah jika
mempunyai bukti tertulis sebagai barang/bangunan bersejarah.
Barang/bangunan peninggalan sejarah tersebut sulit ditaksir nilai
wajarnya. Oleh karena itu dalam SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan)
diatur bahwa aset bersejarah tidak disajikan di neraca tetapi cukup
diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Pengungkapan
ini pun hanya mencantumkan kuantitas fisiknya saja tanpa nilai perolehannya.
Apabila aset bersejarah tersebut masih dimanfaatkan untuk
operasional

pemerintah,

misalnya

untuk

ruang

perkantoran,

maka

perlakuannya sama seperti aset tetap lainnya, yaitu dicantumkan di neraca


dengan nilai wajarnya.