Anda di halaman 1dari 8

Perbedaan klinis antara depresi unipolar dan bipolar:

berdasarkan BDRS (Bipolar Depression Rating Scale)


Filipe Galvao, Sarah Sportiche, Jerome Lambert, Marie Arniez, Catherine Musa, Isabel
Nieto, Jean Pierre Lepine.

ABSTRAK
Objektif
Saat ini banyak yang menganggap tidak ada perbedaan yang penting antara tampilan klinis
pada depresi unipolar dan bipolar. Kegagalan dalam membedakan depresi bipolar dengan
unipolar akan mengarah ke terapi yang tidak tepat dan hasil yang tidak maksimal. Pada jurnal
ini, peneliti membandingkan pasien depresi bipolar dengan unipolar, untuk mengidentifikasi
spesifitas klinis secara khusus pada depresi bipolar.
Metode
Dua kelompok yang terdiri dari pasien depresi unipolar dan bipolar telah direkrut, dengan 55
orang pada sampel A dan 49 orang pada sampel B. Kedua sampel tersebut dibandingkan
dalam beberapa hal yaitu karakteristik sosiodemografi, komorbiditas, Montgometry and
Asberg Depression Scale (MADRS; mengukur keparahan depresi, CORE (mengukur
gangguan psikomotor), dan Bipolar Depression Rating Scale (mengukur gejala yang spesifik
dari depresi bipolar).
Hasil
Hasilnya serupa pada kedua sampel. Skor MADRS pada pasien bipolar dan unipolar (33 dan
34); p= 0,74. Pada CORE, terdapat skor yg lebih tinggi pada kelompok bipolar. Skor BDRS
lebih tinggi pada kelompok bipolar dibandingkan unipolar (33 dan 27; p<0,001). Perbedaan
gejala campuran pada BDRS dihitung dengan sistem cut off point, dengan sensibilitias 62%
dan spesivisitas 82%.

Kesimpulan
Terjadi gejala campuran selama episode depresi merupakan khas dari depresi bipolar. Skala
BDRS dapat membedakan bipolar dan unipolar.

1. PENDAHULUAN
Major depressive episodes (MDEs) adalah bagian gejala klinis gangguan bipolar dan
gangguan depresi berat. Dalam praktek klinis saat ini, diagnosa banding MDD dan BPD
berdasarkan adanya episode hipomanik atau manik di masa lalu. Perkiraan jarak antara gejala
mood awal dan diagnosis bipolar sekitar 7-10 tahun. Kekeliruan diagnosis dapat berdampak
terapi yang tidak tepat maupun resistensi terapi.
Beberapa penelitian lain membedakan bipolar dengan unipolar yaitu umumnya
terdapat gejala atipikal seperti reaktivitas mood, nafsu makan bertambah atau kenaikan berat
badan, hiperinsomnia, dan melankolis atau katatonik. Gejala lainnya seperti gejala psikotik,
agitasi, mudah tersinggung, dan cemas. Beberapa karakteristik seperti riwayat keluarga
dengan BPD, onset di usia muda, riwayat seringnya episode depresi sebelumnya,
penyalahgunaan obat psikoaktif terjadi lebih sering pada BPD.
Berk et al. membuat sebuah instrumen spesifik untuk evaluasi klinis depresi bipolar
yaitu Bipolar Depression Rating Scale (BDRS).
Tujuan utama dalam penelitian ini yaitu membandingkan pasien depresi bipolar dan
unipolar, untuk membedakan gejala klinis dari depresi bipolar dan unipolar. Tujualn lainnya
yaitu mengukur kegunaan BDRS sebagai instrumen yang dapat membedakan bipolar dan
unipolar.

2. MATERIAL DAN METODE


Partisipan dalam penelitian ini yaitu berusia 18-85 tahun, dirawat dengan episode
depresi berat. Didapatkan 2 kelompok sampel yaitu A dan B yang direkrut dari 2 rumah sakit,
dan diwawancara oleh 2 psikiater. Sampel A terdiri dari 55 pasien yang direkrut dari RS.
Widal di Paris pada Februari 2009-Februari 2010, yang diwawancara oleh psikiater 1. Sampel
B terdiri dari 49 pasien yang direkrut dari RS. Louis Mourier di Colombia pada November
2

2009-May 2010, yang diwawancarai oleh psikiater 2. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan
gangguan kognitif berat, skizofrenia, atau kelainan psikotik lainnya. Seluruh partisipan telah
dilakukan inform consent sebelumnya untuk mengikuti penelitian ini. Kriteria inklusi adalah
seluruh pasien yang dirawat dengan episode depresi berat dan memberikan persetujuan
mengikuti penelitian ini.
Pasien diwawancarai oleh psikiater selama 1 minggu dirawat. Wawancara
berlangsung selama 50-60 menit, meliputi pengukuran terstruktur mengenai karakteristik
sosiodemografi dan Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI).
Ada 3 skala yang digunakan untuk mengukur MDEs yaitu MADRS, BDRS, dan
CORE. MADRS yaitu 10 jenis tingkat instrumen, dibuat untuk mengetahui derajat keparahan
dari gejala depresi tetapi gejala yang berat seperti retardasi mental atau gambaran atipikal
tidak termasuk dalam instrumen ini.
CORE merupakan 18 jenis tingkat skala, dibuat untuk mengukur gangguan
psikomotor dari MDE seperti retardasi, agitasi, dan non-interaktifitas.
BDRS adalah 20 jenis tingkatan skala, dibuat oleh Berk et al untuk mengevaluasi
depresi bipolar secara spesifik. Berdasarkan analisis faktor dari BDRS, terlihat 3 faktor dalam
skala tersebut yaitu depresi somatik, depresi psikologis, dan kumpulan gejala campuran.
2.1 Analisis statistik
Beberapa variabel dikategorikan dengan jumlah dan persentasenya, lalu dibandingkan
antara pasien bipolar dan unipolar, menggunakan uji Fisher. Hubungan antara skala MADRS
dan BDRS telah dihitung dari seluruh sampel dan dipisahkan antara kelompok bipolar dengan
unipolar menggunakan statistik rho Spearman. Semua uji dilakukan dua sisi dengan p=0,05
sebagai tingkat signifikan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik R2.10.1.

3. HASIL
Penelitian ini terdiri dari 55 subjek dalam kelompok A (23 bipolar dan 32 unipolar),
dan 49 subjek pada kelompok B (24 bipolar dan 25 unipolar). Kedua kelompok memiliki
keserupaan mengenai fitur sosiodemografi. Total sampel terdiri 104 subyek (60 perempuan
dan 44 laki-laki), 47 dengan depresi bipolar dan 57 dengan depresi unipolar. Seperti yang
3

diharapkan, dibandingkan subyek dengan UPD, pada subyek dengan BPD mereka memiliki
usia lebih dini pada onset pertama (25 vs 40 tahun; p = 0,003), dan episode depresi lebih (6
vs 2 episode; p<0.001). Riwayat keluarga dengan gangguan depresi secara signifikan tidak
berbeda antara kedua kelompok, namun riwayat keluarga dengan gangguan bipolar lebih
umum pada subyek bipolar (Tabel 1).
Tabel 1
Sosiodemografi pada kelompok dengan gangguan bipolar dan pada kelompok dengan
gangguan depresi berat
Jumlah (%) atau median [IQR]

Unipolar

Bipolar

(n=57)

(n=47)

Jumlah episode depresi sebelumnya

2 [13]

6 [49]

<0.00

Usia saat onset

39.5 [24.7554]

25

1
0.003

Riwayat gangguan bipolar pada keluarga


Riwayat gangguan depresi berat pada

2 (3.9%)
21 (41.2%)

35]
11 (25%)
19

[22

0.005
1

(43.2%)

keluarga

Komorbiditas gangguan kecemasan dan penggunaan narkoba secara signifikan tidak


berbeda antara kedua kelompok tersebut. Setengah dari subyek unipolar dan 65,1% dari
subjek bipolar memiliki setidaknya salah satu komorbiditas (Tabel 2).
Tabel 2
Perbandingan komorbiditas antara kelompok dengan ganguan bipolar dan kelompok dengan
gangguan depresi berat
Komorbiditas n (%)
Gangguan cemas
Addiksi
Gangguan
adiksi

Unipolar (n=57)

Bipolar (n=47)

20 (36.4)
13 (24.1)
27 (50)

16 (37.2)
17 (39.5)
28 (65.1)

1
0.124
0.154

dan / atau kecemasan

Perbandingan skor MADRS pada dua kelompok, CORE dan BDRs ditunjukkan pada
Tabel 3. Pada kedua kelompok, skor pada skala MADRS adalah serupa. Pada skala CORE, di
grup 2, nilai pada "agitasi" subskala lebih tinggi di antara subjek bipolar, namun hasil ini
4

tidak ditemukan pada kelompok 1. pada akhirnya, skala BDRs pada kedua kelompok, skor
lebih tinggi pada subjek bipolar. Untuk subscales skor, subjek bipolar secara signifikan
memiliki skor lebih tinggi pada subskala campuran (Tabel 3).
Tabel 3
Perbandingan skor MADRS, CORE DAN BDRS pada dua kelompok
Median [IQR]

MADRS
CORE
Tidak interaktif
Retardasi
Agitasi
BDRS
Psikologis
Somatic
Campuran

Grup A
Unipolar

Bipolar

(n=32)

(n=23)

31 [25.533.5]
8.5 [412.5]
2.5 [15]
3 [15.5]
2.5 [14]
25.5 [20.528.5]
12 [1015.5]
11 [912.5]
1 [02]

30 [2833]
13 [8.518]
4 [1.56]
7 [2.59]
2 [24]
30 [2834]
16 [13.517]
13 [10.514]
2 [1.54]

Grup B
Unipolar

Bipolar (n=24)

35 [32.540.5]
10 [6.7517]
3 [26.25]
3.5 [18]
2.5 [14]
35.5 [30.539.5]
18 [1620]
12 [10.513]
4 [2.55.5]

0.23
0.9
0.66
0.54
0.04
0.02
0.06
0.79
<0.001

(n=25)
0.88
0.07
0.29
0.07
0.63
0.002
0.04
0.03
0.003

37 [3440]
11 [712]
4 [35]
6 [37]
1[03]
28[2636]
14.5 [1318.5]
13 [1114]
1 [03]

Perbandingan pada skor MADRS, CORE dan BDRs untuk total sampel ditunjukkan pada
Tabel 4. Pada skala MADRS, didapatkan skor yang serupa di antara kelompok unipolar dan
kelompok bipolar, dengan skor rata-rata 34 untuk kelompok unipolar dan 33 untuk kelompok
bipolar. Pada skala CORE, skor juga serupa di antara kelompok unipolar dan bipolar,
walaupun ada kecenderungan skor yang lebih tinggi pada kelompok bipolar, namun
perbedaan itu tidak signifikan secara statistik. Perbandingan tiga skor subskala '(noninteractiveness, retardasi dan agitasi) tidak menunjukkan perbedaan antara pasien unipolar
dan pasien bipolar.
Pada skala BDRs, skor lebih tinggi pada kelompok bipolar daripada kelompok
unipolar (33 vs 27; p<0.001). Melihat tiga skor subskala, ada kecenderungan untuk skor yang
lebih tinggi di antara kelompok bipolar pada "somatik depresi "(13 vs 12, p = 0,07).
kelompok bipolar memiliki skor yang signifikan lebih tinggi pada "depresi psikologis" (17 vs
14, p = 0,006), dan terutama pada subskala "campuran" (3 vs 1, pb0.001) (Tabel 4).

Korelasi koefisien BDRs dengan MADRS menunjukkan korelasi positif yang kuat
antara kedua skala, di kelompok unipolar maupun bipolar, dengan r = 0,885 di bipolar dan r =
0,935 pada subjek unipolar. Korelasi koefisien antara skor total dari BDRs dan CORE juga
menunjukkan korelasi positif, dengan r = 0,643 di unipolar dan r = 0,584 pada subjek bipolar.
Skor pada subskala campuran dari BDRs dapat bervariasi dari 0 sampai 15. Kami
menguji abilitas pada subskala campuran dari BDRs untuk membedakan bipolar dari depresi
unipolar. Pemotongan 3 point dapat memprediksi depresi bipolar, dengan sensitivitas 62%
dan spesifisitas 82%. Menggunakan potongan 4 poin, spesifisitas mencapai 93%, dengan
sensitivitas 47%.
Kurva analisis The receiver operating characteristics (ROC) untuk subskala campuran
disajikan pada Gambar. 1. Total area berdasarkan kurva (ROC) diperkirakan 0,78 (Gambar.1)
Area di bawah kurva bisa diinterpretasikan sebagai probabilitas bahwa prediksi dan hasil
yang sesuai; misalnya, nilai 0,50 berarti prediksi tidak lebih baik daripada sebuah dugaan,
sedangkan nilai 1,0 akan menunjukkan kemampuan prediksi yang sempurna.

4. DISKUSI

Mengenai fitur sosiodemografi, penelitian kami menunjukkan tiga perbedaan yang


signifikan antara kelompok unipolar dan bipolar: subjek bipolar memiliki depresi episode
lebih, riwayat keluarga gangguan bipolar lebih, dan usia yang lebih muda saat onset
gangguan dibandingkan dengan subjek unipolar. Hasil konsisten dengan temuan sebelumnya.
Riwayat keluarga dengan depresi juga lebih sering di unipolar seperti dalam subjek bipolar.
Dalam subjek bipolar, riwayat keluarga dengan depresi lebih sering daripada riwayat keluarga
gangguan unipolar. Kami menilai komorbiditas depresi dengan gangguan penggunaan
narkoba dan gangguan kecemasan. Studi kami tidak menemukan perbedaan antara subjek
bipolar dan unipolar dalam hal komorbiditas. Hasil sebelumnya bertentangan: beberapa studi
menunjukkan penggunaan narkoba lebih pada gangguan bipolar daripada kelompok di
unipolar dan temuan lain menemukan tidak ada perbedaan. Sekitar sepertiga dari subjek
unipolar dan bipolar memiliki gangguan kecemasan komorbiditas, tanpa perbedaan antara
kedua kelompok. Prevalensi ini lebih rendah dibandingkan dalam penelitian lain.
Hipotesis utama kami adalah bahwa pasien bipolar dan unipolar akan memiliki profil
klinis yang berbeda. Mengenai MADRS atau CORE skor, kami tidak menemukan perbedaan
antara subjek bipolar dan depresi unipolar. Kurangnya perbedaan pada skor MADRS antara
subjek depresi unipolar dan bipolar mendukung keparahan depresi yang sama pada kedua
kelompok ini. Demikian juga, kurangnya perbedaan antara subjek depresi unipolar dan
bipolar pada skor CORE, menunjukkan bahwa retardasi psikomotor dapat tidak menjadi
gejala yang dapat diandalkan depresi bipolar. Meskipun Demikian, Fitur klinis ini lebih
dilaporkan sering umumnya pada pasien dengan depresi bipolar, dan termasuk dalam
pendekatan probabilistik yang diusulkan oleh Mitchell dan rekan. BDRs adalah satu-satunya
skala yang menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik, dengan nilai yang lebih tinggi
dikelompok bipolar daripada unipolar.
BDRs dengan baik berkorelasi dengan MADRS, antara subjek unipolar (r = 0,935)
subjek bipolar (r = 0,885). Mengingat bahwa bahwa MADRS adalah skala depresi yang
valid, korelasi yang baik ini mendukung BDRs sebagai instrumen yang berguna untuk
menilai depresi, apakah unipolar atau bipolar. Berk dan rekan juga menemukan korelasi kuat
koefisien antara MADRS dan BDRs yang (r = 0,906), dalam populasi subjek depresi bipolar.
selain dalam mengevaluasi depresi, BDRs juga menilai gejala spesifik depresi bipolar, seperti
yang ditunjukkan oleh perbedaan yang signifikan dari nilai pada BDRs antara subjek unipolar
dan bipolar. Perbandingan dari tiga sub skor dijelaskan dalam analisis faktor dari BDRs
menunjukkan skor yang sama antara subjek unipolar dan bipolar pada "depresi somatik",
7

namun nilai pada "psikologis depresi ", dan terutama pada subskala " campuran " secara
signifikan lebih tinggi di antara subjek bipolar. Yang termasuk dalam nilai campuran yaitu
yang labil, peningkatan motor, bicara, agitasi dan gejala psikotik. Gejala-gejala ini hadir
dalam campuran atau manik episode. Gejala-gejala ini tidak termasuk dalam skala depresi
lain, biasanya digunakan untuk menilai depresi pada subjek bipolar. Hasil ini mendukung
kekhususan klinis depresi bipolar, pada dasarnya gejala campuran. Gejala-gejala ini sering
ada di depresi bipolar, bahkan tanpa episode campuran.
Kami menilai kinerja subskala campuran dari BDRs untuk membedakan bipolar
depresi unipolar. Skor N3 pada subskala campuran BDRs, bisa menjadi prediktor yang baik
depresi bipolar, dengan kepekaan dari 62% dan spesifisitas 82%. Selain fitur klinis yang
spesifik, skor pada subskala campuran BDRs yang bisa diintegrasikan dalam pendekatan
probabilistik untuk membedakan depresi bipolar unipolar, seperti yang diusulkan oleh
Mitchell dan rekan.
Keterbatasan utama dari penelitian ini adalah kenyataan bahwa penilai tidak buta tentang
bipolar atau unipolar depresi. Selain itu, beberapa peserta yang termasuk dalam kelompok
unipolar, terutama mereka yang memiliki episode depresi pertama, bisa saja salah
didiagnosis, dalam kasus manik lanjut, hypomanic atau episode campuran.
Penelitian ini membandingkan depresi unipolar dan bipolar dengan tiga skala depresi, BDRs,
MADRS dan CORE. MADRS dan skor CORE tidak dapat membedakan skor depresi
unipolar bipolar, tapi BDRs signifikan lebih tinggi pada depresi bipolar. Perbedaan terutama
ditandai untuk subscore campuran, menunjukkan adanya gejala campuran dalam depresi
mendukung untuk depresi bipolar.
Penelitian lebih lanjut diperlukan, dengan sampel lebih besar. Secara keseluruhan,
penelitian ini mendukung perkembangan gagasan perbedaan klinis yang signifikan antara
depresi unipolar dan bipolar, dan memacu kebutuhan untuk lebih mencirikan kedua jenis
depresi.