Anda di halaman 1dari 20

BATAK KETURUNAN ISRAEL?

JAWABAN SAYA:
Adakah Batak Toba itu keturunan dari 10 suku Israel Utara yang terhilang dalam
sejarah Keyahudian? Saya setuju sekali dengan seluruh ulasan anda, kecuali yang
nomor 13; orang Majus itu adalah orang Batak tersebut. Bukan menolak mentahmentah, tapi perlu dukungan yang lebih baik lagi.
Mungkin bisa saya tambahkan:
a. Bakat menyanyi juga merupakan ciri-ciri Israel.
b. Lebih mudah beradaptasi ke agama Kristen; suku-suku Batak mayoritasnya adalah
Kristen.
Penyebaran 10 suku Israel ini benar-benar sangat luas sekali. Mereka ini lebih suka
beradaptasi dengan bangsa-bangsa penyembah berhala.
a. Dalam perjalanan di padang gurun, dibawah pimpinan Harun, mereka membuat
patung anak lembu emas. Harun adalah suku Lewi, salah satu suku yang
terbuang ke Asyur juga.
b. Korah, suku Lewi juga, memimpin pemberontakan melawan kepemimpinan Musa.
Korah meragukan bahwa Musa pilihan TUHAN.
>> Bilangan 16:40

Itu menjadi suatu peringatan bagi orang Israel, supaya


jangan tampil orang awam yang bukan dari keturunan
Harun untuk membakar ukupan di hadapan TUHAN,
dan jangan ia menjadi seperti Korah dan
kumpulannya--seperti yang difirmankan TUHAN
kepadanya dengan perantaraan Musa.

c. Mungkin kelompok 10 suku juga yang menuntut Israel menjadi kerajaan, supaya
mereka serupa dengan bangsa-bangsa lain. Mereka tidak mau dipimpin oleh
ALLAH yang tidak kelihatan.
>> 1Samuel 8:5 dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu
tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang
raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala
bangsa-bangsa lain."
8:6 Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja
untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel,
maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.
8:7 TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan
bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu,
sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang
mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

8:8 Tepat seperti yang dilakukan mereka kepada-Ku sejak hari Aku
menuntun mereka keluar dari Mesir sampai hari ini, yakni
meninggalkan Daku dan beribadah kepada allah lain,
demikianlah juga dilakukan mereka kepadamu.
d. Di zaman matinya Salomo, Yerobeam memimpin pemberontakan melawan keluarga
Daud. Yerobeamlah yang memulai terpecahnya kerajaan Israel menjadi kerajaan
Utara dan Selatan.
>> 1Raja-raja 12:16

12:19

Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak


mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat
menjawab raja: "Bagian apakah kita dapat dari pada
Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu!
Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang
rumahmu sendiri, hai Daud!" Maka pergilah orang
Israel ke kemahnya,
Demikianlah mulanya orang Israel memberontak
terhadap keluarga Daud sampai hari ini.

e. Yerobeam juga yang memulai penyesatan Israel;


>> 1Raja-raja 12:29
12:30
12:31
12:32

12:33

Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain


ditempatkannya di Dan.
Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat
pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan
menyembah patung yang lain.
Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit
pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari
kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.
Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada
hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti
hari raya yang di Yehuda, dan ia sendiri naik tangga
mezbah itu. Begitulah dibuatnya di Betel, yakni ia
mempersembahkan korban kepada anak-anak lembu
yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel
imam-imam bukit pengorbanan yang telah diangkatnya.
Ia naik tangga mezbah yang dibuatnya di Betel itu pada
hari yang kelima belas dalam bulan yang kedelapan,
dalam bulan yang telah direncanakannya dalam hatinya
sendiri; ia menentukan suatu hari raya bagi orang Israel
dan ia naik tangga mezbah itu untuk membakar korban.

Suku Israel yang manakah yang menurut nubuatan akan TUHAN serakkan ke antara
bangsa-bangsa, jika hanya 2 suku saja yang masih setia mendiami Palestina? Jelas itu
tentang 10 suku.

>> Mazmur 44:11

(44-12) Engkau menyerahkan kami sebagai domba sembelihan


dan menyerakkan kami di antara bangsa-bangsa.

>> Yeremia 49:36

Aku akan mendatangkan atas Elam keempat angin dari keempat


penjuru langit dan akan menyerakkan mereka ke segala mata
angin ini, sehingga tidak ada bangsa yang tidak kedatangan
orang-orang yang berserakan dari Elam.

Nubuatan itu menyatakan tidak ada bangsa yang tidak kedatangan suku Elam yang
TUHAN serakkan ke 4 penjuru mata angin. Letak Elam adalah tetangganya Babilon.
Di Elam ini banyak dihuni suku-suku Israel yang terserak;
>> Yesaya 11:11

Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk


menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di
Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan
di pulau-pulau di laut.

>> Yesaya 60:9

Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh;


kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anakanakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta,
untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang
Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau.

>> Yesaya 66:19

Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan


mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput

kepada
bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud, ke Mesekh dan
Rosh, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang
belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum
pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan
kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa.
Bukankah Indonesia merupakan satu-satunya negara yang banyak pulaunya? Dan
jika Indonesia itu pusatnya Jakarta, bukankah Kepulauan Seribu itu letaknya di utara
Jakarta?
>> Yeremia 31:10

>> Zakharia 10:8

Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah


itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah
menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan
menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

Aku akan bersiul memanggil mereka dan Aku akan


mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan
mereka, dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dahulu.
10:9 Sekalipun Aku telah menyerakkan mereka ke antara bangsa-

bangsa, tetapi di tempat-tempat yang jauh mereka akan ingat


kepada-Ku; mereka akan hidup bersama-sama anak-anak
mereka dan mereka akan kembali.
10:10 Aku akan membawa mereka kembali dari tanah Mesir, dan dari
Asyur Aku akan mengumpulkan mereka; Aku akan membawa
mereka masuk ke tanah Gilead dan ke Libanon, sehingga tidak
ada tempat lagi bagi mereka.
10:11 Mereka akan menyeberangi laut Mesir dan Ia akan memukul
gelombang di laut, sehingga segala tempat yang dalam di
sungai
10:12

Nil menjadi kering. Kebanggaan Asyur akan diturunkan dan


tongkat kerajaan Mesir akan lewat.
Aku akan menguatkan mereka, dan mereka akan bermegah di
dalam nama TUHAN," demikianlah firman TUHAN.

>> Yehezkiel 37:21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH:


Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsabangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan
mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke
tanah mereka.
Ada waktunya TUHAN akan mengumpulkan kembali. Namun ada yang lebih penting
dari masalah silsilah, yaitu adakah nama pribadi anda tercatat dalam buku sorgawi?
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TULIS ANEZS:
Saya mencoba merentang benang terkusutkan, daripada suatu saat tambah susah
diuraikan, dan mencoba mengurainya dengan rasa cinta dan bangga saya kepada budaya
tradisi suku saya yakni Batak toba. tanpa ada maksud menyalahkan dan
membenarkannya, namun hanya maksud mengabarkan bahwa ada ulasan seorang tokoh
yang bernama:
Claude Mariottini, seorang profesor Perjanjian Lama di Northern Baptist Seminary sejak
tahun 1988. Dan lahir di Brasil. Llulus dari California Baptist College, Golden Gate
Baptist Seminary, The Southern Baptist Seminary, dan telah melakukan kerja lulusan
tambahan di Graduate Theological Union. Dia gembala di gereja-gereja di California,
Kentucky, Missouri dan Illinois. Beliau telah menerbitkan lebih dari 150 artikel dan
resensi buku dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Rusia. Karya-karya akademisnya telah
diterbitkan dalam The Anchor Bible Dictionary, The Mercer Dictionary of the Bible, The
Holman Bible Dictionary, Alkitab Yahudi Quarterly, Perspektif dalam studi Agama,
Alkitab Illustrator, Abstracts Perjanjian Lama, Catholic Biblical Quarterly, The Journal of
Biblical Literature, dan Alkitab. Adapun tulisan beliau tentang Suku Israel yang hilang
adalah sebagai berikut:
(Found: Suku yang Hilang Israe)

(Ada sekelompok orang yang tinggal di Mizoram, sebuah wilayah yang terletak di
bagian timur laut India, berbatasan dengan Burma dan Banglades, pergi melalui proses
konversi dan karena orang-orang Yahudi. Proses konversi termasuk mandi ritual yang
dikenal sebagai Mikvah, sunat bagi laki-laki, dan Membaca Shema: "Dengarlah, hai
orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan adalah satu" (Ulangan 6:4). Mizoram jumlah
penduduk sekitar 800.000 orang. Kebanyakan dari mereka adalah Kristen, tetapi ada
5,000-8,000 orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai orang Yahudi. Menurut klaim
mereka, mereka adalah keturunan dari suku Manasye yang hilang. Mereka menyebut diri
Bnei Menashe atau "Anak-anak Manasye." Orang-orang Yahudi berkata Mizo nenek
moyang mereka dideportasi oleh orang-orang Asyur pada saat penaklukan Kerajaan
Utara.)
(Deportasi dari sepuluh suku yang membentuk Kerajaan Utara Israel adalah sebuah
fakta. Ketika Tiglath-pileser III menjadi raja Asyur pada 745 SM, ia menetapkan
kebijakan penaklukan permanen. Asyur kebijakan ini diperkuat dengan pembalasan yang
brutal dalam kasus pemberontakan. Raja Asyur melaksanakan kebijakan dari total
penaklukan dengan cara kekerasan, kesakitan, dan penderitaan. Pada awal masa
pemerintahannya, Tiglath-pileser memperkenalkan kembali kebijakan deportasi massal.
Kebijakan deportasi massal akan memaksa orang-orang yang ditaklukkan untuk bergerak
dalam jumlah besar ke bagian lain dari kekaisaran. Tujuan deportasi adalah untuk
mencegah kemungkinan pemberontakan internal oleh orang-orang yang kalah. Dalam
rangka menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh mimpi imperialistik Tiglath-pileser,
Kerajaan Utara Israel dan Arameans (Suriah) membentuk aliansi untuk memerangi orangorang Asyur. Ahas, raja Yehuda, diundang untuk bergabung dalam koalisi, tapi ia
menolak.
Karena Ahas menolak untuk bergabung dengan aliansi untuk melawan Asyur, pasukan
gabungan Israel dan Suriah mengepung Yerusalem dengan maksud memecat Ahas dan
menempatkan di atas takhta Yehuda orang lain yang akan bersedia untuk melawan Asyur.
Ahas, panik, mengirim utusan ke Tiglath-pileser meminta bantuan militer. Dia membayar
upeti kepada Asyur dengan menggunakan emas dan perak dari Bait Allah dan dari
perbendaharaan kerajaan, dan meminta bantuan militer. Sebagai tanggapan atas undangan
Ahas, Tiglath-pileser datang ke Palestina untuk membantu Yehuda.)
(Tiglath-pileser menyerang Suriah, membunuh Rezin, raja Arameans, dan dideportasi
rakyat Suriah untuk Kir (2 Raja-raja 16:8-9). Tiglath-pileser juga menguasai beberapa
kota di Galilea dan Naftali, mendeportasi beberapa orang untuk Asyur. Alkitab
mengatakan: "Pada zaman Raja Pekah dari Israel, Tiglath-pileser Raja Asyur datang dan
menangkap ijon, Abel-beth-maacah, Janoah, Kedesh, Hazor, Gilead dan Galilea, seluruh
tanah Naftali, dan ia membawa orang-orang tawanan ke Asyur "(2 Raja-raja 15:29).
Sedangkan suku Manasye, Alkitab mengatakan: "Jadi, Allah Israel menimbulkan
semangat Pul raja Asyur (yaitu, Tiglath-Pileser raja Asyur), yang mengambil Ruben, yang
Gad serta separuh suku Manasye ke pengasingan. Dia membawa mereka ke Halah,
Habor, Hara dan sungai Gozan, di mana mereka sampai hari ini "(1 Chronicle 5:26).
Beberapa tahun setelah kematian ayahnya, Shalmaneser V, putra Tiglath-pileser
menaklukkan semua kota-kota Kerajaan Utara. Dia kemudian mengepung Samaria,
ibukota Kerajaan Utara, selama tiga tahun. Tepat sebelum Samaria jatuh ke Asyur,
Shalmaneser V tewas dalam pertempuran. Dengan kematian Shalmaneser, Sargon II,
saudaranya, menjadi raja Asyur. Sargon selesai penaklukan Samaria pada 722 SM 27.290

penduduk dan dideportasi ke bagian lain dari kekaisaran Asyur. Alkitab mengatakan:
"Pada tahun kesembilan Hoshea raja Asyur merebut Samaria; ia membawa orang Israel
pergi ke Asyur. Dia menempatkan mereka di Halah, di Habor, sungai Gozan, dan di kotakota di Medes "(2 Raja-raja 17:6).
(Setelah bangsa Israel tiba di Asyur, keluarga dan marga-marga yang tersebar di seluruh
kerajaan dan dari titik ini pada mereka pindah dari satu tempat ke tempat lain dan
tampaknya kehilangan kontak dengan satu sama lain melalui asimilasi ke budaya Asiria.
Lenyapnya orang-orang dideportasi ini melahirkan legenda Hilang Sepuluh Suku Israel.
Konsep "Hilang Sepuluh Suku Israel" sangat kontroversial. Ide dasarnya mengacu pada
hilangnya sepuluh suku dari Kerajaan Utara Israel. Orang-orang yang tinggal di kota-kota
Israel dan penduduk Samaria, ibukotanya, dideportasi ke berbagai bagian dari kekaisaran
Asiria dan membaur dengan orang lain dan budaya yang ada di masyarakat Asiria dan
kemudian menghilang dari halaman sejarah. Selama bertahun-tahun, banyak kelompok
telah membuat klaim bahwa mereka adalah sisa-sisa Hilang Sepuluh Suku Israel. Di
antaranya adalah beberapa suku rakyat Afghanistan, orang-orang Yahudi dari Gurun
Sahara, dan beberapa orang di Cina, Mesir, dan Iran. Di negeri ini, Herbert W.
Armstrong, pendiri Radio Gereja Allah, percaya bahwa Anglo-Saxon, Skandinavia, dan
bangsa-bangsa Jermanik adalah keturunan hidup Orang Hilang Sepuluh Suku Israel.
Gereja Mormon, yang juga dikenal sebagai Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci
Zaman Akhir, percaya bahwa pemulihan Sepuluh suku akan hilang di Amerika Utara.
Pasal 10 Mormon's Articles of Faith menyatakan: "Kami percaya literal pengumpulan
Israel dan dalam pemulihan Sepuluh suku; bahwa Sion (Yerusalem Baru) akan dibangun
di atas benua ini [Amerika].")
(Apakah orang Yahudi Mizo keturunan dari suku Manasye yang hilang? Sarjana Yahudi
dibagi atas klaim dari Bnei Menashe. Sebuah laporan oleh seorang antropolog mengklaim
bahwa ada kesamaan antara ritual orang-orang Yahudi yang ditetapkan dalam Imamat dan
praktek-praktek pemujaan orang-orang Yahudi Mizo telah memberikan secercah harapan
bagi mereka yang menyatakan bahwa orang Yahudi Mizo adalah salah satu dari Sepuluh
Suku Hilang Israel. Penelitian genetik belum menunjukkan hubungan antara Mizo orang
Yahudi dan orang-orang Yahudi Israel. Baik DNA mitokondria, lulus dari ibu ke anak,
dan Y-kromosom Harun, seharusnya kromosom bahwa semua keturunan Harun harus
berbagi, belum membuat hubungan etnis antara dua kelompok. Adapun klaim orang
Yahudi Mizo, keputusan telah dibuat. Kepala Kerabian Israel telah menyatakan bahwa
orang-orang yang tinggal di Mizoram dan mengklaim sebagai keturunan dari suku
Manasye yang hilang memang suku Manasye. Para rabbi pengadilan telah memberikan
berkat kepada klaim Yahudi Mizo. Proses konversi selesai dan sekarang, di bawah hukum
kembali, orang-orang Yahudi baru ini akan segera berimigrasi ke Israel dan, untuk
pertama kalinya pada 3.000 tahun, menikmati berkat yang tinggal di Tanah yang
Dijanjikan. Hilang suku Manasye telah ditemukan. Atau begitu mereka katakan! Claude
Mariottini Profesor Perjanjian Lama Northern Baptist Seminary)
Dibawah ini akan kita paparkan ulasan dan uraian tentang Orang Batak toba adalah suku
Israel yang hilang, yang belakangan ini cukup banyak blog mengutipnya, dari kenyataan
ini dapat kita yakini bahwa cukup intusias masyarakat Batak ingin mengetahui isi
paparan ini.
Batak Toba, Keturunan Israel Yang Hilang

Batak Toba, Keturunan Israel Yang Hilang Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku.
Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri
dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda,
atau dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya
Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea. Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut
sebagai Kerajaan Israel. Dalam perjalanan sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas
kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan
hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan
Utara Israel yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak.
Sebagian lagi lari meninggalkan asalnya untuk menghindari perbudakan. Sementara itu
Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah pemusnahan
Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus,
orang-orang Yehudah pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara
lain, terserak diseluruh dunia. Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon
berakhir dan orang-orang Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke negerinya,
dan sepuluh suku Israel dari Kerajaan utara memilih tidak pulang tetapi meneruskan
petualangan kearah Timur. Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut
Hitam, setelah masa perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi
melanjutkan hidup.
BATAK TOBA, KETURUNAN ISRAEL YANG HILANG
(Batak - Israeli)
Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah
menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin
yang kemudian dikenal dengan nama Yehuda, atau dikenal dengan nama Yahudi.
Kerajaan Selatan ini disebut Yehudah, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai
Yudea.
Bagian utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai Kerajaan Israel. Dalam perjalanan
sejarah, 10 suku tersebut kehilangan identitas kesukuan mereka. Kerajaan utara Israel
tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika
penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Kerajaan Utara Israel yang ditawan dan
dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebagian lagi lari meninggalkan
asalnya untuk menghindari perbudakan.
gambar. pembagian wilayah Israel berdasarkan suku.
Sementara itu Kerajaan Yehudah tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi. Setelah
pemusnahan Yerusalem pada tahun 70 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh
jenderal Titus, orang-orang Yehudah pun banyak yang meninggalkan negerinya dan
menetap di negara lain, terserak diseluruh dunia.
Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang-orang
Yehudah atau disebut Yahudi diijinkan kembali ke negerinya, dan sepuluh suku Israel
dari Kerajaan utara memilih tidak pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur.

Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa
perbudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan
hidup.
Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas
mereka sebagai orang Israel. Ada sekelompok penduduk di daerah Tiongkok barat,
diterima sebagai puak Cina, tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda
dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak
mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Allah yang
bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan sepuluh suku Israel yang
hilang yang telah kawin campur dengan penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi
seperti penduduk asli.
Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di negeri Israel ada
sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam. Mereka adalah suku Falasha, yang
sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka
persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal,
rambut keriting, dll.
Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Israel atau disebut Beta Israel, dan
dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang
dituntut oleh Pemerintah Israel yang merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai
Israel perantauan. Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Israel, sebagian dari
mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan transportasi yang
disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.
Mereka seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-perempuan lokal
sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia. Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah
salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat
sida-sida yang dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era
Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.Walaupun banyak yang kembali,
sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan
memelihara Tabut Perjanjian yang konon ada disana.
Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan bahwa etnik
Bangso Batak Toba, adalah juga keturunan bangsa Israel kuno yang hilang? Mungkin saja
tidak, karena orang-orang Batak Toba sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali
segelintir yang memberikan perhatian terhadap hal ini.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia Batak mempunyai arti (sastra), adalah
petualang, pengembara, sedang membatak berarti berpetualang, pergi mengembara.
Walaupun demikian orang Batak dikenali dengan sikap dan tindakannya yang khas, yaitu
terbuka, keras dan apa-adanya.

Hosea 19:17: Allahku akan membuang mereka (ISRAEL YANG MURTAD), sebab
mereka tidak mendengar Dia, maka mereka akan MENGEMBARA diantara bangsabangsa.
Mengapa di Sumatera, karena Sumatera adalah salah satu pulau di Hindia yang
berdekatan dengan India. Bandingkan Yesaya 11:11: Pada waktu Tuhan akan mengangkut
pula tangaNya untuk menebus sisa-sisa umatNya (Bangsa ISRAEL YANG MURTAD)
yang tertinggal di Asyur, dan di Mesir, di Patros, di Ethiopia, dan di Elam, di Sinear, di
Hamat dan di Pulau-pulau di Laut.
Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta dari Belanda,
profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi, guru besar di UI (Universitas In
782 donesia), bahwa tradisi etnik Tapanuli (Batak Toba) sangat mirip dengan tradisi
bangsa Israel kuno.
Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan tradisi orang
Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam Alkitab yang terdapat pada
sebahagian besar kitab Perjanjian Lama,
dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar Alkitab.
Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah keturunan Israel
yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi karena intermarriage dengan
penduduk lokal ditempat mana mereka bermukim membuat orang Batak secara fisik
menjadi seperti orang Melayu.
Seorang Batak Toba, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel dan menjadi warga
negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk pembuktian. Setelah merasa sudah
cukup, dia mengajukannya ke pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM
Yitzak Rabin.
Tetapi tenyata data tersebut belum bisa memenuhi seluruh kriteria. Pemerintah Israel
kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga dapat mencapai 100 persen supaya
pengakuan atas etnis Batak sebagai orang Israel diperantauan dapat diberi. Konon
kekurangan itu terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan
menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam ke perut bumi.
Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel bisa saja mengubah
kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik Batak diterima sebagai bahagian yang
terpisah dari mereka. Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat
untuk menyelidiki sejauh mana budaya Bangso Batak Toba dapat member bukti
similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku yang prominent dan sangat
layak serta absah sebagai kitab pedoman untuk mencari data budaya Israel kuno yang
menyatu dengan unsure sejarah dan spiritual.
Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak Toba dengan tradisi Israel kuno adalah sebagai
berikut:

1). Pemeliharaan silsilah (Tarombo dan Marga)


Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui garis silsilahnya.
Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang tidak mengetahui garis keturunan
kakek moyangnya hingga pada dirinya dianggap na lilu - tidak tahu asal-usul - yang
merupakan cacat kepribadian yang besar.
Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang sangat penting.
Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sangat banyak memuat silsilah,
terutama silsilah dari mereka
yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang ditelusuri dari pihak
bapak(angkat) Nya Yusuf, yang keturunan Daud dan pihak ibuNya (Maria).
Catatan:
MARGA adalah kelompok kekerabatan menurut garis keturunan ayah (patrilineal)
.Sistem kekerabatan patrilineal menentukan garis keturunan selalu dihubungkan dengan
anak laki laki. Seorang ayah merasa hidupnya lengkap jika ia telah memiliki anak lakilaki yang meneruskan marganya. Sesama satu marga dilarang saling mengawini, dan
sesama marga disebut dalam Dalihan Na Tolu disebut Dongan Tubu. Menurut buku
"Leluhur Marga Marga Batak", jumlah seluruh Marga Batak sebanyak 416, termasuk
marga suku Nias.
Catatan: Marga dalam kamus Inggris Hassan Shadily dan John Echols adalah CLAN,
yakni Suku, Marga, dan KAUM. Dalam arti yang lain, Marga bias berarti Warga, dari
bahasa India (Sansekerta, kemungkinannya) . Jadi, kalau ada orang Batak bermarga
Tampubolon, berarti dia berasal dari KAUM TAMPUBOLON. Bandingkan dengan
KAUM LEWI, KAUM YEHUDAH, KAUM SIMEON dan lain-lain.
TAROMBO adalah silsilah, asal-usul menurut garis keturunan ayah. Dengan tarombo
seorang Batak mengetahui posisinya dalam marga. Bila orang Batak berkenalan pertama
kali, biasanya mereka saling Tanya Marga dan Tarombo. Hal tersebut dilakukan untuk
saling mengetahui apakah mereka saling "mardongan sabutuha" (semarga) dengan
panggilan "ampara" atau "marhula-hula" dengan
panggilan "lae/tulang" . Dengan tarombo, seseorang mengetahui apakah ia harus
memanggil "Namboru" (adik perempuan ayah/bibi), "Amangboru/Makela" ,(suami dari
adik ayah/Om), "Bapatua/
Amanganggi/ Amanguda" (abang/adik ayah), "Ito/boto" (kakak/adik) , PARIBAN atau
BORU TULANG (putri dari saudara laki laki ibu) yang dapat kita jadikan istri, dst.
2). Perkawinan yang ber-pariban
Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak, tapi tidak
sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan untuk suami-istri hanya
satu bentuk, disebut marpariban. Cukup report menerangkan hal ini dalam bahasa
Indonesia karena bahasa ini tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan
perkerabatan dalam bahasa Batak. Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni

tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan yang menjadi pariban
bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau anak laki-laki dari saudara perempuan
bapa.
Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-isteri. Karena suku
Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah perkawinan ulang dari kedua belah
pihak yang sebelumnya sudah
terjalin dengan perkawinan.
Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub menikah dengan
paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel. Laban adalah tulang dari Yakub.
(Saudara laki-laki dari Ribka, ibu dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui
hanya orang Israel kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan
perkawinan seperti itu.
3). Pola alam semesta
Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua ginjang (alam sorgawi),
banua tonga (alam dimensi kita), dan banua toru (alam maut). Bangsa Israel kuno juga
membagi alam dengan pola yang sama.
4). Kredibilitas
Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern, setiap orang Batak,
terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun
sehelai ulos, sebatang tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan
hutang pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang diberi
janji. Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja sangat rendah tetapi barang tsb
adalah manifestasi dari martabat penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan
merelealisasikan pembayaran hutang ataupun janjinya. Budaya Israel kuno juga
demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar sebagai jaminan
janji (Kej. 38).
5). Hierarki dalam pertalian semarga
Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-laki yang paling
pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan terdekat dari mendiang suaminya.
Ini dimaksudkan agar keturunan perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear
dengan garis keturunan dari suami yang kedua. Misalnya, seorang janda dari Simanjuntak
sepatutnya menikah lagi adik laki -laki mendiang (bandingkan dengan Rut 1:11).
Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan saudara sepupu
pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah tergolong adik. Jika tidak ada sepupu
pertama, dicari lagi sepupu kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya. Hal semacam ini
diringkaskan dalam ungkapan orang Batak : "Mardakka do salohot, marnata do na
sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan".

Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan Boas. Boas masih
satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas ingin menikahi Rut, tapi ditinjau
dari kedekatannya menurut garis silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh
sebab itu dia mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami Rut,
dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika ada salah satu
diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya, mulai dari pihak yang paling
dekat hubungan keluarganya hingga yang paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas
sendiri. Ya, mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).
6). Vulgarisme
Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-beda pada tiaptiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah: son of a bitch, bastard, idiot, dll yang
tidak patut disebut disini.
Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan serapah : anjing,
babi, sapi, kurang ajar, dll.
Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang spesifik. Dalam
sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut sehelai daun, atau ranting kecil,
atau apa saja yang dapat diremuk
dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang
dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarka 6ea n sumpah serapahnya:, , Sai diripashon
Debata ma au songon on molo so hudege, hubasbas, huripashon ho annon !!!".
Terjemahannya kira-kira begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu
tidak kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!".
Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai symbol kehancuran
seterunya. Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa dengan sumpah serapah yang
melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme seperti ini terdapat banyak dalam kitab
Perjanjian Lama, diantaranya serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22
yang persis sama dengan sumpah serapah orang Batak).
7). Nuh dan bukit Ararat
Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar yang mirip dengan
air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik
Tapanuli juga punya kisah tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah
Alkitab. Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku Batak,
mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan kakek moyang orang
Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit Pusuk Buhit.
Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli Utara, dipinggiran
danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah puncak gunung. Pusuk Buhit tidak
ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu,
ilalang, dan rumput gunung. Bambu dari mana kakek moyang keluar menurut nalar

mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya setelah bambunya
meledak hancur. Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk Buhit yang tandus dan terjal?
Tentu saja karena genangan air yang mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir
besar.
Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena setelah ribuan tahun
terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi
sebentuk perahu bambu berbentuk pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat
berubah menjadi Pusuk Buhit.
8). Mangokal Holi atau Eksumasi (Pemindahan tulang belulang)
Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-belulang para
almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang terkait. Alasan ini sangat praktis.
Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari kerabat yang masih satu
dalam garis silsilah dan dikuburkan di daerah lain adalah praktek yang sangat umum
hingga sekarang. Sering alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun
biayanya sangat mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.
Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah sekuler
menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir ketika bangsa ini keluar dari
sana. Juga dalam kitab lain dalam Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat
memindahkan tulang belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh
seorang nabi).
9). Peratap/Ratapan
Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota keluarga / kerabat
yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka menangisi si mati, dan seseorang
meratapinya. Meratap berbeda dengan menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut
mangandung. Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair kematian
dan syair kesedihan hati.
Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka mangandung ad 676 alah
satu bentuk seni yang menuntut keahlian. Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar.
Bahasa yang digunakan sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari. Setiap orang-tua yang
pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan kehadirannya pada
setiap ada kematian.
Di desa-desa, terutama di daerah leluhur - Tapanuli tidak mengherankan kalau
seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga dengan orang yang meninggal,
bahkan tidak dikenal oleh masyarakat setempat, namun turut mangandung disisi mayat.
Masyarakat mendukung hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama
tangisansangat menyentuh kalbu. Tak jarang pihak keluarga dari si mati memberi
pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar, sekedar menunjukkan rasa terima
kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian si mati yang tidak
dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap adalah semata-mata mengeluarkan
kesedihan akibat kematian keluarga dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang
lebih spesifik yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.
Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-andungnya :,,Da
disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan"Sibokka nahinan adalah anggota
keluarga sipangandung yang sudah meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih
banyak berkisah tentang mendiang familinya itu.
Bagaimana dengan bangsa Israel? Dari sejarah diketahui bahwa ketika Yusuf (perdana
menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar para peratap untuk
mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berkali-kali mencatat kata -kata
ratapan, meratap, peratap. Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek
Israel kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati bukan pada
acara kematian.
10). Hierarki pada tubuh
Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi martabatnya.
Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai permintaan maaf yang sungguhsungguh, bisa berakibat parah. Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya
ialah telapak kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada seseorang
lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah telapak kakiku ini", sambil
mengangkat kaki memperlihatkan telapak kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini
hanya dilontarkan oleh seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap
berkelahi.
Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu diusahakan tidak nampak
ketika duduk bersila. Pada bangsa-bangsa Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi
semacam ini masih tetap dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki
pada orang lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap dianggap
anggota tubuh yang paling hina derajatnya.
11). Tangan kanan dan sisi kanan
Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat kehormatannya
dengan sisi kiri dan tangan kiri. Jangan sekali-kali berinteraksi dengan orang lain melalui
tangan kiri jika tidak karena
terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak tercatat aktivitas sisi
`kanan' yang melambangkan penghormatan atau kehormatan.
Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang menyilangkan
tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca Kejadian 48). Rasul Paulus
dalam salah satu suratnya menyiratkan hierarki anggota tubuh ini. Juga baca Pengkhotbah
10:2, Mzm 16:8, Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.
12). Anak sulung

Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan bapak/ibu ialah anak
sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan berbagai masalah, juga sebagai
panutan bagi semua adik-adiknya. Jika ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang
sudah dewasa akan mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap
seluruh anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu martinditindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu adalah si anak sulung.
Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar, memberi karisma dan wibawa. Karisma
dan wibawa, itulah profil yang melekat pada anak sulung.
Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi tentang anak
sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku Batak yang sekarang, sehingga
the term of the firstborn (istilah anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca
Kel 4:22, 34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9, Hos 9:20,
Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan 18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)
13). Gender
Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan silsilah
selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik orang lain, menjadi
paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa
ini tidak memasukkan anak perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah
dalam Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali jika muncul
sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu Yesus). Kalaupun nama Dina
disebut juga dalam Alkitab, itu bukan karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai
pelengkap nama-nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa
Israel. Dalam Tradisi Israel, anak perempuan tidak dihitung sebagai bangsa, tetapi anak
laki-laki, red.
13). Kemenyan BATAK TOBA
Ada cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera Utara. Salah satu
persembahan yang dibawa tiga majuz atau cendekiawan dari timur untuk bayi Yesus yang
baru dilahirkan di Betlehem itu berasal dari Tanah Tapanuli. Persembahan itu berupa
kemenyan, mendampingi dua persembahan lainnya, emas dan mur. Lewat cerita turuntemurun, masyarakat Tapanuli percaya kemenyan itu dibawa dari Pelabuhan Barus, yang
dulu pernah menjadi pelabuhan besar, menuju Timur Tengah, hingga ke Betlehem. Cerita
itu semakin bergulir mengingat sebagian besar penduduk Tapanuli beragama Kristen dan
Katolik yang erat dengan cerita kelahiran Yesus Kristus.
Kebenarannya memang perlu diteliti, tetapi setidaknya dari cerita itu bisa terlihat bahwa
sampai sekarang pun getah harum bernama kemenyan, yang dalam bahasa Batak disebut
haminjon, itu begitu erat dengan kehidupan orang Tapanuli. Kepala Badan Perencanaan
dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara yang juga mantan Bupati Tapanuli
Utara RE Nainggolan menjelaskan, kemenyan pernah sangat menyejahterakan
masyarakat Tapanuli.

Dan, getah harum itu ikut pula membesarkan namanya. "Nenek saya pedagang
kemenyan," tuturnya. Ia tahu persis, pada tahun 1936 neneknya sudah mempunyai mobil
untuk mengangkut kemenyan dari Tapanuli ke Pelabuhan Sibolga. Saat itu harga satu
kilogram kemenyan sama dengan satu gram emas. Standar itu dipakai terus oleh petani
dan pengepul di Tapanuli: Satu kilogram kemenyan sama dengan satu gram emas. Satu
kilogram kemenyan juga setara satu kaleng (16 kilogram) beras. Selain cerita tentang
persembahan dari timur untuk Nabi Isa itu, tak banyak orang tahu sejarah kemenyan di
Tapanuli. Kebanyakan warga menyebutkannya sebagai tanaman ajaib yang sudah ada
ratusan tahun dan menghidupi masyarakat Tapanuli.
14). Monoteisme Hamalimon Parmalim Ugamo Malim
Hamalimon Parmalim Ugamo Malim, Agama Leluhur Bangso Batak Toba Parmalim,
kaum minoritas yang tegar mempertahankan nilai leluhur batak. Kata Malim berasal dari
bahasa Arab yang terdapat di kitab- kitab suci; yang berarti suci dan saleh dari asal kata
Muallim. Dalam bahasa Arab Muallim merujuk kepada istilah orang suci yang menjadi
pembimbing dan sokoguru. Parmalim diistilah Batak berkembang ke dalam pengertian;
orang-orang saleh berpakaian sorban putih. Parmalim merupakan agama monotheis asli
Bangso Batak Toba. Parmalim sudah ada sejak 497 Masehi atau 1450 tahun Batak.
TUHAN menurut Hamalimon Parmalim Ugamo Malim
Ugamo malim menyebut Tuhan adalah Mulajadi na Bolon (Awal Mula Yang Besar, red).
Mulajadi na Bolon adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak bermula dan tidak berujung.
Bahwa Mulajadi na Bolon atau Tuhan itu wujud atau ada. Tetapi tidak dapat dilihat. Dia
tidak bermula dan tidak mempunyai ujung. Dia adalah mutlak absolut, Maha Esa, Maha
Kuasa, Maha Agung dan tidak dapat dibandingkan. Dia dekat dan jauh dari alam
ciptaannya. Dia adalah kuasa yang menghukum dan kuasa mengampuni. Kuasa kasih dan
kuasa murka. Demikianlah sifat-sifat Mulajadi Na Bolon, Tuhan yang satu bersadarkan
Ugamo Malim.
Dalam Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Salomo dikenal dengan Nabi Sulaiman,
memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan membeli rempah-rempah hingga
ke Ophir. Ophir patut diduga adalah Barus di Tapanuli. Perkiraan itu punya jejak spiritual
berbentuk kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama
asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu Mulajadi Na
Bolon (Parmalim atau Ugamo Malim, pen).
Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Nestorian dari Persia yakni Iran, yang
menjejakkan kakinya di Barus. Kelompok itu diperkirakan datang sekira tahun 600an
Masehi dan mendirikan gereja pertama di Desa Pancuran, Barus.
Tambahan: Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa
Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang
menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur'an, Surat
Al-Anbiya' 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke "tanah

yang Kami berkati atasnya" (al-ardha l-lati barak-Na fiha). Di manakah gerangan letak
negeri Ophir yang diberkati Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa
negeri Ophir itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat
pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike
Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus.
Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera
dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.
Secara "teologis" bisa dikatakan bahwa ugamo malim juga menganut paham
monoteistik, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena tujuan akhir semua doa
mereka tetap diarahkan kepada debata Mulajadi Nabolon (Tuhan Pencipta langit dan
bumi). Ini hal yang luar biasa uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu
jika tidak menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno
yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan kurun waktu ribuan
tahun.
Dalam melaksanakan ibadah, Parmalim melaksanakan upacara (ritual) Patik Ni Ugamo
Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta memohon ampun dari Tuhan Yang
Maha Esa yang diikuti dengan bergiat melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua
aturan Ugamo Malim.
Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang "Parmalim" wajib mengikuti 7 aturan Ugamo Malim
dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan tersebut adalah :
1. Martutuaek (kelahiran)
2. Pasahat Tondi (kematian)
3. Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
4. Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
5. Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
6. Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan Simarimbulubosi)
7. Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)
Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang "Parmalim" harus menjunjung tinggi nilai
nilai kemanusiaan seperti menghormati dan mencintai sesama manusia, menyantuni fakir
miskin, tidak boleh berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya.
Diluar hal tersebut, seorang "Parmalim" juga diharamkan memakan daging babi, daging
anjing dan binatang liar lainnya, serta darah.
Manusia yang mematuhi dan mengikuti ajaran Tuhan dan melakukannya dalam
kehidupannya, memiliki pengharapan kelak ia akan mendapat kehidupan roh suci nan
kekal.-Kata bijak Ugamo Malim
Secara implisit, inilah yang menjadi ajaran suci keyakinan Ugamo Malim atau lebih
dikenal dengan Parmalim di Tanah Batak sejak turun temurun, seperti yang dikatakan
Raja Marnakkok Naipospos selaku Ulu Punguan (pemimpin spiritual) Parmalim terbesar
di Desa Hutatinggi Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Menurut beberapa pandangan ilmuwan sosial, sebenarnya Ugamo Malim layak menjadi
sebuah agama resmi. Alasannya ialah dalam ajaran aliran ini juga terdapat nilai-nilai
religius yang bertujuan menata pola kehidupan manusia menuju keharmonisan, baik
sesama maupun kepada Pencipta.
Dan secara ilmu sosial tujuan ini mengandung nilai luhur. Bahkan, ajaran Parmalim
menuntut manusia agar hidup dalam kesucian," jelasnya kemudian menerangkan secara
detail asal-muasal kata Parmalim yang berasal dari kata "malim". Malim berarti suci dan
hidup untuk mengayomi sesama dan meluhurkan Oppu Mulajadi Nabolon atau Debata
(Tuhan pencipta langit dan bumi). "Maka, Parmalim dengan demikian merupakan orangorang mengutamakan kesucian dalam hidupnya," jelas Marnangkok. Yang kami puja tak
lain adalah Oppu Mula Jadi Na Bolon bukan"begu" (roh jahat)," katanya.
"Dan inilah yang menjadi bias negatif dari masyarakat terhadap Parmalim." Marnangkok
kemudian menjelaskan, Oppu Mula Jadi Nabolon adalah Tuhan pencipta alam semesta
yang tak berwujud, sehingga Ia mengutus sewujud manusia sebagai perantaraannya
(parhiteon), yakni Raja Sisingamangaraja yang juga dikenal dengan Raja Nasiak Bagi.
Raja Nasiak Bagi merupakan julukan terhadap kesucian (hamalimon) serta jasa-jasanya
yang hingga akhir hidupnya tetap setia mengayomi Bangsa Batak. Nasiak Bagi sendiri
berarti ditakdirkan untuk hidup menderita. Ia bukan raja yang kaya raya tetapi hidup
sama miskin seperti rakyatnya.
Dengan demikian, Parmalim meyakini bahwa Raja Sisingamangaraja dan utusanutusannya mampu mengantarkan mereka (Bangsa Batak) kepada Debata. Ugamo Malim
diyakini sebagian orang sudah ada sebelum ajaran Kristen dan Islam masuk ke daerah itu.
Hidup dalam kepasrahan. Barangkali itu jugalah intisari dari pernyataan kata bijak
Parmalim yang mengatakan: "Baen aha diakkui sude bangso on hita, ia anggo so diakkui
Debata pangalahon ta." (Tidakklah begitu berarti pengakuan semua bangsa terhadap kita,
dibandingkan pengakuan Tuhan terhadap perilaku kita).
Catatan: Sisingamangaraja, adalah Singa yang merajai. Para Datu atau Tua-Tua Batak
Toba, menjuluki Singa bagi Hukum dan Singa bagi para raja. Padahal Singa tidak ada di
Tapanuli, yang ada hanyalah Harimau. Kalau dilihat dari makna simbolis alkitab, hanya
Suku Yehuda yang dijuluki Singa Yehudah.
Seperti apa yang kemudian dijelaskan Marnangkok, Pemimpin Parmalim, " Untuk apa
pengakuan dari setiap bangsa jika Tuhan sendiri tidak mengakui perbuatan kita di dunia
ini?" Nampaknya, perjuangan Ugamo Parmalim sudah berujung pada kepasrahan. Dalam
kepasrahan ini tentu saja masih ada harapan. Tapi, harapan itu bukanlah berasal dari
dunia, melainkan dari Oppu Mula Jadi Nabolon. Dalam harapan itu, ada pula ketaatan
untuk selalu mempertahankan hidup suci.
Selanjutnya ia mengucapkan kalimat dalam bahasa Batak, "Berilah kepada kami
penghiburan yang menangis ini, bawalah kami dari kegelapan dunia ini dan berilah
kejernihan dalam pikiran kami." Mereka yakin Debata hanya akan memberkati orang

yang menangis. Nah, dalam kepasrahan yang berpengharapan inilah mereka hidup.
Dalam keterasingan itu juga mereka menyerahkan hidupnya pada "kemaliman"
(kesucian). "Parmalim adalah mereka yang menangis dan meratap," katanya.
Dalam ritual Ugamo Parmalim sendiri, terdapat beberapa aturan dan larangan. Selain
mengikuti 5 butir Patik ni Ugamo Malim (5 Titah Ugamo Malim), juga terdapat berbagai
kewajiban lainnya seperti Marari Sabtu atau ibadah rutin yang diadakan setiap Sabtu.
Dalam menjelang hari Sabtu, pengikut Parmalim dilarang bekerja atau melakukan
kegiatan apapun. Atau melakukan ucapan syukur dilakukan umat Parmalim setiap hari
Sabtu.
Marnakkok Naipospos, pemimpin Parmalim mengatakan: "Samisara itu hari ketujuh
bagi orang Batak. Diidentikkan dengan hari Sabtu, supaya berlaku untuk selamanya.
Karena kalau kita bertahan pada kalender Batak, yang muda ini bisa bingung. Makanya
kakek kita menentukan samisara ini hari Sabtu." Kewajiban lain di antaranya adalah
Martutu Aek, yakni pemandian bayi yang diadakan sebulan setelah kelahiran, Pasahat
Tondi yaitu ritual sebulan setelah kematian, Pardebataan, Mangan na Paet dan
Pangkaroan Hatutubu ni Tuhan.
Ada pun larangan yang hingga kini masih tetap dipertahankan di antaranya adalah
larangan untuk memakan daging babi dan darah hewan seperti yang lazim bagi umat
Kristen. Memakan daging babi atau darah dianggap tidak malim (suci) di hadapan
Debata. Padahal dalam ajaran Parmalim sendiri dikatakan, jika ingin menghaturkan
pujian kepada Debata, manusia terlebih dahulu harus suci. Ketika menghaturkan pelean
(persembahan) kesucian juga dituntut agar Debata dan manusia dapat bersatu.
Selanjutnya, Raja Sisingamangaraja memiliki keturunan hingga 12 keturunan. Itu pun
secara roh.
Inilah yang kemudian menjadi acuan pada acara atau ritual-ritual besar Ugamo Parmalim
yang diadakan rutin setiap Sabtu dan setiap tahunnya. Ritual-ritual besar Parmalim itu
seperti Parningotan Hatutubu ni Tuhan (Sipaha Sada) dan Pameleon Bolon (Sipaha
Lima), yang diadakan pertama pada bulan Maret dan yang kedua bulan Juli. Yang kedua
diadakan secara besar-besaran pada acara ini para Parmalim menyembelih kurban kerbau
atau lembu. "Ini merupakan tanda syukur kami kepada Debata yang telah memberikan
kehidupan," kata Marnangkok.
Catatan: Dalam Kitab Paramalim, yakni Tumbang Holing, terdapat kisah manusia
pertama, Adam dan Hawa termasuk taman eden dimana hawa digoda si ular. Hal itu
dalam istilah bahasa Batak Toba. Parmalim itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah
ribuan tahun, jauh sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis
Batak. Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan Batak Toba dan
Parmalim, agama leluhur Bangso Batak Toba, cenderung mendekati simbol-simbol
agama Samawi, misalnya, tongkat, pedang, sorban berwarna putih serta stempel kerajaan.
Jika dihubungkan cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan
rempah-rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah tentang Raja
(Nabi) Sulaiman/ Salomo membutuhkan rempah-rempah dari Ophir (Barus) di Tapanuli,

diperkirakan jejak agama monotheisme Israel terserap dan kemudian mengakar dalam
keyakinan Parmalim Hamlimon Ugamo Malim, agama Bangso Batak Toba.
Saya cukupkan saja dulu hingga disitu, karena terlalu letih untuk membeberkan semua,
termasuk indikasi-indikasi lemah yang banyak jumlahnya. Jika data yang diatas itu saja
dibawa kepada ahli statistik, yang tentu akan mempertimbangkan semua aspek-aspek lain
yang terkait kedalamnya, simililaritasnya dengan tradisi bangsa Israel kuno dengan bukti
autentik tertulis dalam Alkitab, informasi sejarah sekuler, tradisi Semitik yang ada hingga
sekarang, serta kesamaan tradisi itu pada suku Batak setelah kurun waktu kurang lebih
3000 tahun, angka perbandingan untuk mengatakan bahwa suku Batak Toba bukan
keturunan Israel mungkin 1 : 1,000,000 bahkan bisa jadi lebih.
Tulisan ini tidak bermaksud menampilkan superioritas ras, suku atau bangsa atau budaya
tertentu. Jika tulisan ini menimbulkan kesan seolah-olah menonjolkan superioritas suatu
budaya tertentu, hal itu
semata-mata terjadi karena topik yang berfokus pada peran suatu etnis atau Bangso
Batak Toba. keberadaan unsur asing dalam kebudayaan suatu bangsa adalah sebuah
kewajaran. Penyerapan unsur asing ke dalam suatu budaya lokal tidak berarti
menunjukkan inferioritas kebudayaan yang menyerapnya.
Sejarah justru mencatat, kebesaran suatu kebudayaan berkorelasi positif dengan
banyaknya unsur asing yang diserap dan dikembangkan oleh komunitas budaya
bersangkutan. Sejarah juga mencatat interaksi
suatu komunitas budaya dengan komunitas budaya lain, berjalan timbale balik, tidak
pernah searah saja. Tulisan ini mestilah dipahami sebagai upaya menampilkan
kemungkinan terjadinya pertukaran nilai budaya dalam rentang waktu beberapa abad
antara Timur dengan Barat.
Pada jaman Raja-raja Israel dan Yehudah, telah dilakukan kontak dengan Barus, Tapanuli
dengan Israel, Mesir, Persia, Cina, India, Arab, Yunani dan Pakistan yang terjadi satu
milenium sebelumnya, hubungan dagang tersebut sudah berlangsung beberapa abad
sebelum masehi).