Anda di halaman 1dari 16

BAB III

TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOLOGI


3.1 Radiografi Konvensional
1) Foto polos Manus
Posisi pasien dan film (Postero-anterior)
Pasien duduk dengan kaset berada diatas meja, tangan dalam keadaan pronasi, tangan
dan jari tangan dalm keadaan istirahat tanpa menggunakan alas atau sarung tangan. Jari-jari
yangan dalam keadaan relaksasi agar ada kontak langsung antara jari dan film yang akan
memperbesar bayangan dari jari-jari tangan menuju ke radius dan prosesus styloideus pada
ulna.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar-X datang dari arah vertikal tepat pada puncak dari tulang metakarpal III.
Posisi pasien dan film (Antero-posterior)
Dari posisi PA, tangan dirotasikan kea rah lateral sekitar 450. Jari-jari tangan dalam
keadaan ekstensi tetapi direlaksasi dengan tip jari tangan.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar-X datang dari arah vertikal tepat pada puncak dari tulang metakarpal V.
Sentrasi sinar secara langsung mengenai puncak metakarpal III.

Posisi pasien dan film (Lateral)


Tangan berada diatas kaset dengan aspek bagaian medial dari pergelangan tangan berda
dibagian tengah dari meja, dan aspek bagian medial pada tangan dan digiti V kontak langsung
pada film. Dengan posisi tangan tegak lurus 90 0 terhadap film, jari-jari tangan dalam keadaan
ekstensi dan digiti I dalam keadaan abduksi. Film diambil dalam keadaan yang cukup lebar
dari processus styloideus pada radius dan ulna.
Sentrasi sinar-X
Arah cahaya dari arah vertikal menyinari menuju os. metakarpal II membentuk sudut
900 dari arah vertikal. Sehingga tepat menyinari bagaian os. metakarpal II.

Antero-Posterior (posisi alternatif)


Dalam beberapa kasus diantaranya kasus trauma berat, pasien tidak mampu untuk
membolak balik telapak tangannya, sehingga dilakukan pemeriksaan anteroposterior.
Posisi Pasien dan Film
Kaset diletakkan dengan arah vertikal dari meja, dengan menggunakan sebuah papan
penghambat atau sandbags. Tangan yang mengalami luka diletakkan pada aspek medial
didepan kaset dengan dorsum berkontak langsung dengan kaset.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar datang secara langsung dengan arah horizontal kira-kira 2 cm dari arah
proksimal menuju ke digiti III (jari tengah) menuju ke sendi metacarpophalangeal III.
Patologi
Dalam beberapa kajian patologi tangan, misalnya arthritis rheumatoid, biasanya saat
pemeriksaan radiologi dengan menggunakan kedua tangan

dalam satu kali penyinaran.

Temuan permukaan tulang dan tulang dapat dikomparasikan. Untuk pemeriksaan ini pasien
harus duduk dengan wajah menhadap kearah meja (depan) dan lutut berada dibawah meja,
selain itu pasien diberikan apron lead karet untuk melindunginya dari radiasi. Lead karet juga
diletakkan dibawah dibawah kaset guna, menyerap radiasi primer yang melewati kaset.
Postero anterior kedua tangan
Posisi pasien dalam keadaan duduk menghadap ke depan dengan wajah menghadap ke
arah meja, kedua tangan diletakkan di atas meja dan tangan berkontak langsung dengan kaset
yang berukuran
relaksasi.

24x30 cm. Semua jari dalam keadaan ekstensi tetapi dalam keadaan

Sentrasi cahaya langsung daari arah vertikal dengan titik poinnya berada diantara sendi
interphalang dari dari digiti I.
Postero oblik- kedua tangan
Posisi pasien dan film
Posisi pasien dalam keadaan duduk menghadap ke depan dengan wajah menghadap ke
arah meja, kedua tangan diletakkan di atas meja. Bagian dorsum dari dari tangan berkontak
dengan kaset 24x30 cm dan aspek medial dari tangan dan digiti Vberkontak dengan bagian
yang lain. Tangan sekarang berotasi kea rah medial 450 posisi (ball catching).
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar datang secara langsung dengan arah vertikal dengan titik tengahnya
diantara tangan setinggi sendi metacarpophalangeal V.
2) Wrist
Posisi pasien dan film (Postero-anterior)
Pasien duduk dekat meja dengan elbow fleksi ke arah kanan dan arm dalam keadaaan
abduksi sehingga mengikuti aspek aterior ke arah bawah dan tangan dalam posisi rileks di
atas meja. Shoulder, elbow, wrist harus dalam posisi yang sama yakni horizontal tetapi posisi
tersebut harus disesuaikan dengan keadaan mobilitas pasien. Posisi film diletakkan di bawah
wrist dengan pusat penyinaran tepat di tengah wrist joint yaitu tepat di antara os radius dan
procesus styloideus os ulna. Film seharusmya mengenai bagian proksimal dua atau tiga os
metatarpal. Jari jari tanagan harus dalam keadaan fleksi sehingga aspek anterior dari wrist
dapat berkontak langsung dengan film.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x datang dari arah vertikal tepat di antara os radius dan procusus
styloideus os ulna.
Posisi Lateral
Sama halnya dengan posisi PA, pada posisi lateral ini tangan di rotasikan dengan sudut
900 ke arah kanan terhadap meja dengan jari digiti I tetap menempel pada digiti II yang
gunanya agar tidak terjadi superimposed.
Sintrasi sinar-X
Sintrasi arah sinar X datang dari arah vertikal tepat di procesus styloideus os ulna.
3) Elbow
Posisi pasien dan film (Lateral)

Pasien duduk disamping meja dalam keadaan abduksi tangan dengan elbow dalam
keadaan fleksi 900 dan telapak tangan dalam keadaaan didirikan. Shoulders dalam keadaan
horizontal terhadap elbow dan wrist sehingga aspek meddial dari digiti I berkontak langsung
dengan meja. Sebagian film menggunakan posisi dimana elbow berada di bawah dengan
pusat penyinaran berada di swendi elbow dan lengan bawah dalam posisi paralel. Kemudian
cek kembali shoulder tangan dan sudut telapak tangan agar tidak bergerak sebelum dilakukan
foto.
Sentrasi Sinar X
Sentrasi sinar x dari arah vertikal tepat pada epikondilus lateralis os humerus.
Posisi pasien dan film (Antero-posterior)
Dari posisi lateral tersebut tangan di rotasikan ke arah lateral dan di ekstensikan
maksimal sehingga aspek anterior tangan berkontak langsung dengan meja. Sebagian film
menggunakan posisi dimana elbow berada di bawah dengan pusat penyinaran berada di
swendi elbow dan lengan bawah dalam posisi paralel. Kemudian cek kembali shoulder
tangan dan sudut telapak tangan agar tidak bergerak sebelum dilakukan foto.
Sintrasi sinar-X
Sentrasi sinar X dari arah vertikal tepat jatuh di tengan sendi elbow diantara
epikondilus os humerus.
4) Shoulders
Posisi pasien dan film (Antero-posterior)
Pasien tidur dalam posisi supine di atas meja dengan shoulder dalam keadaan terlentang
dengan telapak tangan mengarah ke atas dan bagian medial dan lateral os humerus yang
jaraknya sama di atas meja. Posisi kaset film berada di bawah sendi shoulder dan meja.
Sentrasi sinar-X
Sintrasi sinar x datang dari arah vertikal langsung pada procesus coracoideus os
scapula.
5) Hip
Posisi pasien dan film (Antero-posterior)
Pasien tidur dengan posisi supine hip joint berada diatas dipan. Pelvis dalam keadaan
rotasi dan disokong dengan alas yang tidak tembus cahaya. Jika diperluka, spina iliaka
anterior superior harus sejajar dengan alas. Tungkai dalam keadaan rotasi sehingga axis dari
kaki datang dari arah vertikal sesuai dengan posisi sandbag. Bagian tengah dari film setinggi

arteri femoralis pada hip joint dan seharusnya foto diambil mengenai sepertiga femur bagian
proksimal.
Sentrasi sinar -X
Sentrasi sinar x berada dibagian tengah dari arteri femoralis dan hip joint atau 2,5 cm
dari bagian distal perpendikularis dari garis sendi terhadap spina iliaka anterior superior dan
simfisis pubis. Sentrasi sinar x harus berada di perpendikularis dari film.
Posisi pasien dan film (lateral)
Pasien tidur dengan posisi supine hip joint berada diatas dipan. Badan dirotasikan
dengan arah 45 derajat kearah sendi yang diperiksa dan disokong dengan alas yang tidak
tembus cahaya. Pinggul dan lutut saat pemeriksaan harus dalam keadaan fleksi sehingga
bagian lateral dari kaki berkontak langsung dengan dipan. Selama pemeriksaan kaki yang
tidak diperiksa di angkat ke samping. Bagian tengah dari film setinggi arteri femoralis pada
hip joint dan seharusnya foto diambil mengenai sepertiga femur bagian proksimal.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x berada dibagian tengah dari arteri femoralis dan hip joint. Sentrasi sinar
x harus berada di tengah perpendikularis dari film.
6) Vertebre Thorakalis
Posisi pasien dan film (Antero-posterior)
Kebanyakan pasien dalam posisi supine atau erek dengan aspek posterior dada dengan
arah verikal terhadap meja bucky. Kaset diletakkan di bawah vertebre thorakal pasien dengan
ukuran kaset 40cm biasa nya untuk orang dewasa dan anak anak disesuaikan dengan panjang
badan anak. Foto diambil mulai dari prominensia kartilago tiroid sampai bagian atas vertebre
thorakalis XII.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x harus berada kirakira 2,5cm di bawah sudut epigastrium.
Posisi pasien dan film (lateral)
Posisi pasien adalah lateral decubitus diatas meja bucky dengan tangan yang menempel
di meja diletakan di bawah pipi. Columna vertebralis harus sejajar dengan film. Pada posisi
lateral decubitus sebuah bantal di letakkan di bawah kepala dan sebuah benda yang tidak
tembus cahaya di letak di kedua lutut.
Sentrasi sinar X
Sentrasi sinar x harus berada setinggi garis axilaris media tepatnya pada prosesus
spinosus vertebre thorakalis V atau 2,5cm dibawah sudut epigastrium, lalu pasien disuruh

melakukan inspirasi saat foto dilakukan. Pasien tidak boleh bergerak dan dalam keadaan
stabil.
7) Vertebre Lumbalis
Posisi pasien dan film (Anter-posterior)
Pasien tidur dalam posisi terlntang di atas meja bucky dengan bagian sagital dan medial
dengan pesawat x ray tyerletak di tengah meja. Spina illiaka anterior superior harus berada
tepat di atas meja. Hip dan knee harus dalam keadaan fleksi dengan aspek telapak kaki tepat
menempel dengan meja sehingga lumbal menempel dengan meja dan sejajar dengan film.
Film harus mencakup bagian bawah vertebre thorakalis dan sendi sakro illiaka dan berada di
tengah setinggi bawah kostae.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x datang dari arah vertikal dengan pusat sentrasi berada di costae XII,
lalu pasien disuruh melakukan inspirasi saat foto dilakukan. Pasien tidak boleh bergerak dan
dalam keadaan stabil.
Posisi pasien dan film (Lateral)
Dengan posisi AP pasien harus dimiringkan 900 di atas meja bucky, jika beberapa
lumbal mengalami skoliaosis posisi lateral sangat cocok untuk menilai kurv skoliosis
tersebut. Tangan yang menepel dengan meja di letakkan di bawah pipi, lutut dan hip harus
dalam keadaan fleksi suatu benda diletakkan di antara lutut. Columna vertrebralis harus
sejajar dengan film. Film berada di tengah setinggi coste XII. Pasien harus dalam kondisi
stabil dan tidak boleh bergerak.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x harus berada pada regio lumbal columna vertrebralis, 7,5cm dari
prosesus spinosus lumbal III setinggi coste XII.

8) Knee Joint
Posisi pasien dan film (Antero-posterior)
Pasien tidur dalam posisi supine dengan lutut dalam keadaan ekstensi. Kaki diupayakan
tidak bergerak dengan menggunakan sandbag. Lutut harus berada di tengah di antara condilus
femoralis. Film diletakkan di bawah sendi lutut yang akan diperiksa.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x harus berada tepat di sendi lutut yaitu di kondilus os tibia.

Posisi pasien dan film (lateral)


Pasien dalam posisi tidur dan dimiringkan 90 0 dengan sendi yang akan diperiksa harus
di fleksikan 300 sedangkan kaki yang lain di posisikan sesuai agar tidak superinpose terhadap
pemeriksaan. Lalu pastikan pastikan pasien dalam keadaan immobilisasi dan stabil dan
letakkan kaset di bawah sendi lutut yang akan diperiksa.
Sentrasi sinar X
Sentrasi sinar x harus berada tepat di sendi lutut tepat pada kondilus os tibia.
9) Pedis
Posisi pasien dan film kaki (Dorsoplantar)
Pasien dalam posisi duduk dengan hip dan lutut dalam keadaan flexi, telapak kaki
menempel pada film. Kaki dalam posisi vertikal.
Sentrasi sinar X
Harus berada di sendi navikular os cuboid diantara tuberositas navikular dan tuberositas
metatarsal V.
Posisi pasien dan film (Dorsoplantar oblique)
Pasien dalam keadaan posisi duduk hip dan lutut dalam keadaan flexi. Aspek plantar
harus kontak langsung dengan film, telapak kaki dirotasikan kearah medial sejajar dengan
film sehingga membentuk sudut 30-45 derajat. Sebuah benda tidak tembus cahaya diletakkan
dibawah telapak kaki untuk mempertahankan posisi tersebut.
Sentrasi sinar X
Harus berada di sendi navikular os cuboid tepatnya di perpendikularis dorsum pedis.
Posisi pasien dan film (Lateral)
Pasien dalam keadaan duduk dengan hip dan lutut dalam keadaan flexi. Telapak kaki
dirotasikan kearah lateral. Film diletakkan dibawah telapak kaki.

Posisi tubuh lainnya

disesuaikan dengan kondisi pasien.


Sentrasi sinar-X
Berada di sendi cuneifom os navikular sejajar dengan bagian plantar telapak kaki.

3.2 Gambaran Radiologi pada Penyakit Tulang dan Sendi


A. Konvensional Radiografi pada Osteoartritis
Modalitas radiografi konvensional merupakan modalitas terbaik dalam membantu
menegakkan diagnosa Osteoartritis. Osteoartritis paling sering terjadi pada sendi sendi besar

seperti bahu, tangan, lutut, ankle, Panggul dan tulang belakang. Adapun teknik pengambilan
foto dan gambaran radiologinya akan dijelaskan sebagai berikut:
1) Osteoartritis pada sendi panggul
Pengambilan foto pada OA sendi panggul adalah dengan cara foto pelvis. Dari foto
tersebut akan terlihat penyempinan celah sendi panggul dan skelosis subchondral dan
akan terbentuknya kista.
2) Osteoartritis pada sendi lutut
Pengambilan foto pada OA sendi Lutut adalah dengan cara foto genu AP/Lateral Dari
foto tersebut akan terlihat penyempinan celah sendi lutut, adanya sklerosi yang di
tandai dengan terbentuknya osteofit dan ditemukannya kista subchondral.
3) Osteoartritis pada sendi bahu
Osteoartritis pada sendi bahu sangat jarang terjadi namun hal tersebut bukan tidak
mungkin akan terjadi mengingat osteartritis merupakan penyeakit degeneratif yang
dapat menegenai semua sendi. Pengambilan foto pada OA sendi bahu adalah dengan
cara foto Shoulder AP, dari foto tersebut akan terlihat penyempinan celah sendi bahu,
adanya sklerosi yang di tandai dengan terbentuknya osteofit dan ditemukannya kista
subchondral.
4) Osteoartritis pada sendi ankle dan jari
Pengambilan foto pada OA sendi ankle adalah dengan cara foto ankle AP/Lateral dan
OA pada sendi jari tangan dan kaki modalitas yg dapat digunakan adalah foto manus
dan pedia AP/Oblique, dari foto tersebut akan terlihat penyempinan celah sendi
interphalang, adanya sklerosi yang di tandai dengan terbentuknya osteofit.
5) Osteoartritis pada spine
Osteoartritis pada tulang belakang atau sering dikenal dengan osteoporosis paling
sering terjadi pada lumbal 4 dan 5 dan paling sering terjadi di bagian anterior.
Modalitas radiologi yang digunakan adalah poto X ray konvensional foto lumbosakral
akan terlihat penyempitan celah sendi dan osteofit.
B. Konvensional Radiografi pada Reumatoid Artritis (RA)
Reumatoid artritis dapat ditegakkan dengan menggunakan pemeriksaan penunjang
laboratorium dengan memeriksakan immunologi rematoid faktor. Pemeriksaan radiologi
digunakan untuk membantu klinisi dalam menyingkirkan diagnosa banding penyakit artritis
yang lain karena pada tahap awal penyakit jarang ditemukan kelainan pada pemeriksaan
radiologi. Pencitraan radiologi yang akan ditemukan pada reumatoid artritis adalah sebagai
berikut:
1) Pembengkakan jaringan lunak
2) Osteoporosis periartikular
3) Penyempitan celah sendi difusi

4) Erosi marginal
5) Terlihat simetris
6) Pada kasus yang kronik akan terlihat swan-Neck deformity.
C. Konvensional Radiografi pada Gout Artritis (GA)
Modalitas radiografi konvensinal pada penyakit gout artritis pada fase awal atau fase
akut cenderung normal tetapi pada fase kronik antara 7 sam 10 tahun akan terjadi penekanan
erosi ektra margina, artikular dan para artikular, hal ini khas terlihat pada ruang sendi. Pada
dasarnya penegakkan diagnosa gout artritis bukanlah ditegakkan dengan menggunakan
tekhnik radiologi konvensional, namun gambaran sendi yangg akan didapat adalah adanya
pembengkakan asimetris sendi, kista subkortikal dan erosi pada sendi yang terkena gout.
D. Konvensional Radiografi pada Ankylosis Spondilitis
Sakroiliitis terjadi di awal perjalanan dari ankylosing spondylitis dan dianggap sebagai
ciri dari penyakit.Radiografi, tanda paling awal adalah kesuraman dari sendi. Sendi awalnya
melebar sebelum akhirnya menyempit. Erosi tulang subchondral di sisi iliaka dari sendi
terlihat, ini diikuti oleh sclerosis subchondral dan proliferasi tulang.
Sakroiliitis yang terlihat di Ankylosing Spondylosis biasanya bilateral, simetris, dan
secara bertahap progresif selama bertahun-tahun.Lesi menunjukkan perubahan progresif yaitu
blurring pada permukaan tulang subchondral menjadi erosi ireguler pada tepi sendi
sakroiliaka (pseudowidening) untuk sclerosis, penyempitan, dan akhirnya fusi
Erosi tulang subchondral dari sendi sakroiliaka biasanya terlihat dini di bagian bawah
sendi (karena bagian ini dipagari oleh sinovium) dan di sisi iliaka (karena tulang kartilago ini
meliputi sisi sendi)
Tanda-tanda radiografi Ankylosing Spondylosis adalah akibat enthesitis, terutama dari
anulus fibrosus. Tanda-tanda radiografi awal termasuk squaring dari badan vertebra yang
disebabkan oleh erosi dari margin superior dan inferior, yang mengakibatkan hilangnya
kontur cekung normal dari permukaan anterior badan vertebra. Lesi inflamasi pada entheses
tulang belakang dapat mengakibatkan sclerosis dari margin superior dan inferior badan
vertebra, disebut sudut mengkilap.
E. Konvensional Radiografi pada Reiter
Kelainan tulang berkembang pada sampai dengan 80% dari pasien. Serangan awal mereda
rasa sakit, hanya untuk kambuh kemudian, meninggalkan perubahan progresif pada sendi dan
enthuses (situsinsersi tendon muskuloskeletal). Temuan radiografi klasik adalah:
1) Mineralisasi normal (osteoporosis padafaseakut)
2) periostitis

3)
4)
5)
6)
7)

Sakit menentukan erosi


Distribusiasimetris Bilateral
Ruang penyempitan sendi
Fusiform pembengkakan jaringan lunak
Penampilan pencitraan mirip dengan psoriasis arthritis. Namun perbedaan yang dibuat
berdasarkan distribusi Reiter prdominantly melibatkanekstremitasbawahterutama kaki,
pergelangan kaki, lutut dan sendi SI.

F. Konvensional Radiografi pada Skeloderma


Pemeriksaan radiologi pada scleroderma dapat memperlihatkan kalsifikasi subkutis
jari-jari tangan dengan gambaran kalsinosis subkutaneus

BAB III
TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOLOGI
3.1. Rheumatoid Artritis
Posisi pasien dan film pada pengambilan foto polos manus (Postero-anterior)
Pasien duduk dengan kaset berada diatas meja, tangan dalam keadaan pronasi, tangan
dan jari tangan dalm keadaan istirahat tanpa menggunakan alas atau sarung tangan. Jari-jari

yangan dalam keadaan relaksasi agar ada kontak langsung antara jari dan film yang akan
memperbesar bayangan dari jari-jari tangan menuju ke radius dan prosesus styloideus pada
ulna.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar-X datang dari arah vertikal tepat pada puncak dari tulang metakarpal III.
Posisi pasien dan film pada pengambilan foto polos manus (catch ball)
Pasien duduk di samping meja pemeriksaan dengan lengan di flexi kan. Atur tangan
pasien obliq membentuk suatu penjuru kira-kira 45 derjat seperti menggenggam bola. Batas
atas dan batas bawah dari falang sampai sepertiga distal os radius dan ulna.
Gambaran radiologi
Pencitraan radiologi yang akan ditemukan pada reumatoid artritis adalah sebagai
berikut:
7) Pembengkakan jaringan lunak
8) Osteoporosis periartikular
9) Penyempitan celah sendi difusi
10) Erosi marginal
11) Terlihat simetris
12) Pada kasus yang kronik akan terlihat swan-Neck deformity.
3.2. Osteo Artritis
posisi pasien dan film pada pengambilan foto Sendi lutut berdiri
Arahkan pasien untuk standing up right atau berdiri tegak dengan kaset ertikal di
belakang lutut. Posisi objek berada di tengah-tengah kaset atau image reseptor dengan posisi
kedua lutut true AP. Tempatkan jari kaki lurus menghadap ke depan dengan jarak cukup
antara ke dua kaki agar kseimbanan terjaga. Meminta pasien untuk berdiri tegak dengan lutut
full ekstensi dn bobot tubuh seimbang diantara kedua kaki. Prtengahan kaset terletak stengah
inci atau satu koma tiga cm di bawah apek patella
sentrasi sinar x
Arah sinar horizontal dan tegak lurus pertengahan kaset. Pertengahan kaset terletak
setengah inci atau satu koma tiga cm di bawah apek patella.
Gambaran radiologi
Osteoartritis pada sendi lutut Pengambilan foto pada OA sendi Lutut adalah dengan
cara foto genu AP Dari foto tersebut akan terlihat penyempitan celah sendi lutut,
adanya sklerosi yang di tandai dengan terbentuknya osteofit dan ditemukannya kista
subchondral.

3.3 Gout
Posisi pasien dan film pada pengambilan sendi kaki (Dorsoplantar)
Pasien dalam posisi duduk dengan hip dan lutut dalam keadaan flexi, telapak kaki
menempel pada film. Kaki dalam posisi vertikal.
Sentrasi sinar X
Harus berada di sendi navikular os cuboid diantara tuberositas navikular dan tuberositas
metatarsal V.
Posisi pasien dan film (Dorsoplantar oblique)
Pasien dalam keadaan posisi duduk hip dan lutut dalam keadaan flexi. Aspek plantar
harus kontak langsung dengan film, telapak kaki dirotasikan kearah medial sejajar dengan
film sehingga membentuk sudut 30-45 derajat. Sebuah benda tidak tembus cahaya diletakkan
dibawah telapak kaki untuk mempertahankan posisi tersebut.
Sentrasi sinar X
Harus berada di sendi navikular os cuboid tepatnya di perpendikularis dorsum pedis.
Posisi pasien dan film (Lateral)
Pasien dalam keadaan duduk dengan hip dan lutut dalam keadaan flexi. Telapak kaki
dirotasikan kearah lateral. Film diletakkan dibawah telapak kaki.

Posisi tubuh lainnya

disesuaikan dengan kondisi pasien.


Sentrasi sinar-X
Berada di sendi cuneifom os navikular sejajar dengan bagian plantar telapak kaki.
Gambaran radiologi
Gambaran sendi yang akan didapat adalah adanya pembengkakan asimetris sendi,
kista subkortikal dan erosi pada sendi yang terkena gout.

3.4. Reiter
Posisi pasien dan film (Postero-anterior) pada pengambilan foto sendi pergelangan
tangan
Pasien duduk dekat meja dengan elbow fleksi ke arah kanan dan arm dalam keadaaan
abduksi sehingga mengikuti aspek aterior ke arah bawah dan tangan dalam posisi rileks di
atas meja. Shoulder, elbow, wrist harus dalam posisi yang sama yakni horizontal tetapi posisi
tersebut harus disesuaikan dengan keadaan mobilitas pasien. Posisi film diletakkan di bawah
wrist dengan pusat penyinaran tepat di tengah wrist joint yaitu tepat di antara os radius dan
procesus styloideus os ulna. Film seharusmya mengenai bagian proksimal dua atau tiga os

metatarpal. Jari jari tanagan harus dalam keadaan fleksi sehingga aspek anterior dari wrist
dapat berkontak langsung dengan film.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x datang dari arah vertikal tepat di antara os radius dan procusus
styloideus os ulna.
Posisi Lateral
Sama halnya dengan posisi PA, pada posisi lateral ini tangan di rotasikan dengan sudut
900 ke arah kanan terhadap meja dengan jari digiti I tetap menempel pada digiti II yang
gunanya agar tidak terjadi superimposed.
Sintrasi sinar-X
Sintrasi arah sinar X datang dari arah vertikal tepat di procesus styloideus os ulna.
Gambaran radiologi
Temuan radiologi adalah:
`
Efusi inra artricular, edema periartrikular, erosi permukaan artrikular, kalsifikasi
vertebra pembengkakan jaringan lunak seperti sosis, penyempitan sendi.
3.5. Ankylosis Spondilitis
Posisi pasien dan film pada pengambilan foto sendi panggul (Antero-posterior)
Pasien tidur dengan posisi supine hip joint berada diatas dipan. Pelvis dalam keadaan
rotasi dan disokong dengan alas yang tidak tembus cahaya. Jika diperluka, spina iliaka
anterior superior harus sejajar dengan alas. Tungkai dalam keadaan rotasi sehingga axis dari
kaki datang dari arah vertikal sesuai dengan posisi sandbag. Bagian tengah dari film setinggi
arteri femoralis pada hip joint dan seharusnya foto diambil mengenai sepertiga femur bagian
proksimal.
Sentrasi sinar -X
Sentrasi sinar x berada dibagian tengah dari arteri femoralis dan hip joint atau 2,5 cm
dari bagian distal perpendikularis dari garis sendi terhadap spina iliaka anterior superior dan
simfisis pubis. Sentrasi sinar x harus berada di perpendikularis dari film.
Gambaran radiologi
Erosi superfisial, sklerosis fokal, osteoporosis periartikular, kalsifikasi.
3.6 Sistemik lupus eritematous
Posisi pasien dan film (Postero-anterior) pada pengambilan foto polos manus

Pasien duduk dengan kaset berada diatas meja, tangan dalam keadaan pronasi, tangan
dan jari tangan dalm keadaan istirahat tanpa menggunakan alas atau sarung tangan. Jari-jari
yangan dalam keadaan relaksasi agar ada kontak langsung antara jari dan film yang akan
memperbesar bayangan dari jari-jari tangan menuju ke radius dan prosesus styloideus pada
ulna.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar-X datang dari arah vertikal tepat pada puncak dari tulang metakarpal III.
Gambaran radiologi

Subluksasi, dislokasi, deviasi ulna, osteoporosis, osteonekrosis (hip, bahu, lutut,

tangan dan kaki) atropi jaringan lunak dan pengapuran sendi.


deviasi ulna, boutonniere, swan neck deformitas, osteoporosis,deformitas thumb.

3.7 Skleroderma
Posisi pasien dan film pada pengambilan foto polos manus (Postero-anterior)
Pasien duduk dengan kaset berada diatas meja, tangan dalam keadaan pronasi, tangan
dan jari tangan dalm keadaan istirahat tanpa menggunakan alas atau sarung tangan. Jari-jari
yangan dalam keadaan relaksasi agar ada kontak langsung antara jari dan film yang akan
memperbesar bayangan dari jari-jari tangan menuju ke radius dan prosesus styloideus pada
ulna.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar-X datang dari arah vertikal tepat pada puncak dari tulang metakarpal III.
Gambaran radiologi
Kalsifikasi amorpu, destruksi tulang, akrosklerosis, destruksi phalank menyerupai pencil
3.8 Morbus Hansen
Posisi pasien dan film (Antero-posterior)
Pasien tidur dengan posisi supine hip joint berada diatas dipan. Pelvis dalam keadaan
rotasi dan disokong dengan alas yang tidak tembus cahaya. Jika diperluka, spina iliaka
anterior superior harus sejajar dengan alas. Tungkai dalam keadaan rotasi sehingga axis dari
kaki datang dari arah vertikal sesuai dengan posisi sandbag. Bagian tengah dari film setinggi
arteri femoralis pada hip joint dan seharusnya foto diambil mengenai sepertiga femur bagian
proksimal.
Sentrasi sinar -X

Sentrasi sinar x berada dibagian tengah dari arteri femoralis dan hip joint atau 2,5 cm
dari bagian distal perpendikularis dari garis sendi terhadap spina iliaka anterior superior dan
simfisis pubis. Sentrasi sinar x harus berada di perpendikularis dari film.
Posisi pasien dan film (lateral)
Pasien tidur dengan posisi supine hip joint berada diatas dipan. Badan dirotasikan
dengan arah 45 derajat kearah sendi yang diperiksa dan disokong dengan alas yang tidak
tembus cahaya. Pinggul dan lutut saat pemeriksaan harus dalam keadaan fleksi sehingga
bagian lateral dari kaki berkontak langsung dengan dipan. Selama pemeriksaan kaki yang
tidak diperiksa di angkat ke samping. Bagian tengah dari film setinggi arteri femoralis pada
hip joint dan seharusnya foto diambil mengenai sepertiga femur bagian proksimal.
Sentrasi sinar-X
Sentrasi sinar x berada dibagian tengah dari arteri femoralis dan hip joint. Sentrasi sinar x
harus berada di tengah perpendikularis dari film
Gambaran radiologi
Terdapat erosi pada sub kondral, sklerosis, adanya proliferasi pada tulang iliaka.
3.9 Psoriasis Artritis
Posisi pasien dan film pada pengambilan sendi pergelangan kaki
Pasien dalam posisi duduk dengan hip dan lutut dalam keadaan flexi, telapak kaki
menempel pada film. Kaki dalam posisi vertikal.
Sentrasi sinar X
Harus berada di sendi navikular os cuboid diantara tuberositas navikular dan tuberositas
metatarsal V.

Posisi pasien dan film (oblique)


Pasien dalam keadaan posisi duduk hip dan lutut dalam keadaan flexi. Aspek plantar
harus kontak langsung dengan film, telapak kaki dirotasikan kearah medial sejajar dengan
film sehingga membentuk sudut 30-45 derajat. Sebuah benda tidak tembus cahaya diletakkan
dibawah telapak kaki untuk mempertahankan posisi tersebut.
Sentrasi sinar X
Harus berada di sendi navikular os cuboid tepatnya di perpendikularis dorsum pedis.
Gambatan radiologi

Erosi sentral atau marginal, pencil and cup appearance atau cup and saucer,
boutonnier dan swan neck.