Anda di halaman 1dari 10

X.

INTERVENSI
10.1 Tujuan Intervensi
Intervensi berupa konseling dilakukan guna memaparkan hasil pemeriksaan
pertumbuhan dan perkembangan A serta memberikan beberapa rekomendasi yang
bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan A beserta WBS lainnya di PSBG-BK.
10.2 Teori
Konseling yang dilakukan kepada pengasuh di PSBG-BK ini berupa behavior
counseling. Behavior counseling dilakukan agar pengasuh dapat mengetahui hal
yang perlu dilakukan guna meningkatkan kemampuan A (Ivey, DAndrea, Ivey, &
Simek-Morgan, 2009).
10.3 Rancangan Intervensi
Tahapan

Hasil

Action

Entry

Greetings

- Selamat pagi bapak, Apa kabarnya


hari ini?
- Baik, pada pertemuan kali ini saya
akan membahas mengenai hasil
pemeriksaan
pertumbuhan
dan
perkembangan yang telah dijalani
oleh A pada beberpa waktu yang
lalu.

Clarification

Reminder tentang
keluhan

- Sebelumnya apakah bapak masih


ingat alasan bapak merujuk A?
- Sesuai
dengan
pertemuan
sebelumnya,
A dirujuk
untuk
menjalani
pemeriksaan
pertumbuhan dan perkembangan
guna mengatahui usia kronologis A
dan perkembangan A.

Structure

- Reminder dengan
tujuan yang telah
dicapai
- Menjelaskan apa
yang akan

- Baik, melalui pemeriksaan psikologis


yang dilakukan beberapa waktu lalu,
saya
berusaha
mengetahui
gambaran perkembangan A baik dari
aspek
fisik,
kecerdasan,
dan

dilakukan
setelahnya

Result

Fisik

Kognitif

psikososial.
- Setelah mengetahui kondisi A, bapak
akan lebih mudah mengetahui tahap
perkembangan A secara menyeluruh
dan bapak dapat memberikan
pengasuhan atau pembelajaran yang
lebih
sesuai
dengan
tahap
perkembangan A saat ini.

- Usia diperkirakan - Berdasarkan tinggi, berat badan,


15 tahun
tanda-tanda
pubertasnya,
dan
- Motorik
kasar
jumlah gigi, A diperkirakan berusia
15 tahun yang termasuk dalam
setara anak usia 3
kategori middle adolescent.
tahun
- Motorik
halus - Keterampilan motorik kasar A
berkembang setara dengan anak
setara anak usia 3
usia 3 tahun. A mampu berjalan,
tahun 6 bulan
menaiki dan menuruni tangga,
- Terindikasi
mampu bertahan selama 2 detik
mengalami Brain
diatas salah satu kakinya, dan
Injury
melempar bola dengan satu tangan.
- Cerebral palsy tipe
A belum mampu melompat baik
spastic,
topologi
ditempat ataupun ke depan, dan
quadriplegic,
berlari.
tingkat keparahan
- Kemampuan
motorik
halus
A
ringan
berkembang setara dengan anak
berusia 3 tahun 6 bulan dengan
kemampuan
menjumput,
memasukkan mainan ke cangkir,
mencoret-coret
membentuk
lingkaran meski belum sempurna,
hingga menumpuk 9 balok mainan. A
belum mampu menulis dengan baik,
hal ini juga didukung dengan belum
mampunya A untuk membuat
lingkaran ataupun garis lurus dengan
sempurna. A telah mampu makan
secara mandiri dengan sendok
menggunakan tangan kirinya tanpa
tumpah.
- IQ 14 (mentally - Berdasarkan hasil tes, A memiliki
deficit)
nilai IQ sebesar 14 (mentally
- Mental
age:
2
deficit).
tahun 2 bulan
- Kemampuan kognitif A setara
- Anak
masih
dengan anak usia 2 tahun 2 bulan

memerlukan
dan sangat jauh dari kemampuan
bantuan
dan
anak-anak remaja seusianya.
pengawasan dari - Kemampuan yang telah berkembang
pengasuh
atau
pada A adalah dalam aspek bahasa,
orang
dewasa
daya ingat, penalaran, kemampuan
dalam melakukan
visual-motorik,
serta
intelegensi
aktivitas sehari-hari
sosial.
- Seluruh
kemampuan
tersebut
berkembang jauh di bawah usia
kronologis A jika dibandingkan
dengan anak-anak seusianya.
- Kemampuan bahasa A berkembang
setara dengan anak usia 2 tahun 2
bulan, dimana A telah mampu
mengenali bagian-bagian tubuhnya
maupun bagian tubuh orang lain.
- Selain itu, daya ingat A setara
dengan anak usia 3 tahun. A telah
mampu mengingat dan mengenali
objek-objek
sederhana
dan
ditemuinya sehari-hari. A juga
mampu membedakan warna dengan
baik meskipun A belum memahami
konsep warna.
- Kemampuan visual-motorik A setara
dengan anak usia 3 tahun, dimana A
mampu menirukan bentik lingkaran
meskipun belum sempurna dan
menyusun menara hingga 9 balok
kayu.
- Kemampuan A dalam intelegensi
sosial baru berkembang setara anak
usia 2 tahun 6 bulan. A mampu
memahami
instruksi-instruksi
sederhana dengan cukup baik.
- Kemampuan A dalam penalaran
numerik dan berpikir konseptual
belum terbentuk.
Psikososial - A
mampu - A telah mampu melakukan kegiatan
melakukan
sehari-hari seperti makan dan mandi
kegiatan seharisendiri. Namun, A masih memerlukan
hari seperti makan
instruksi dari pengawas karena A tiak
dan mandi sendiri
megetahui waktu.
- A
merupakan - Berdasarkan Stanford-Binet Test,

anak
yang
pendiam dan lebih
senang menarik
diri

Relationship

kemampuan intelegensi sosial A


telah berkembang setara dengan
usia 2 tahun 6 bulan, dimana A telah
mampu memahami instruksi-instruksi
sederhana yang diberikan melalui
verbal dan non-verbal.
- A termasuk anak yang pendiam dan
lebih senang menarik diri. A juga
pasif, cemas, dan pemalu.
-

Exploration

- Baik, berdasarkan penjelasan saya


tadi, apakah bapak dapat memahami
kondisi A saat ini?
- Jika tidak, apa ada hal yang ingn
bapak tanyakan pada saya?

Consolidation

- Menurut bapak, hal-hal apa saja


yang
dapat
dilakukan
untuk
memaksimalkan kemampuan A?

Planning

- Panti
membuka - Saran yang dapat saya berikan
kelas
terkait dengan kondisi A dan WBS
keterampilan
panti adalah:
meronce
dan - Pihak panti mengadakan kelas
menyusun benda
khusus untuk melatih motorik serta
- Panti
membuat
mengembangkan keterampilan kerja
jadwal piket harian
para WBS. Selain berguna untuk
untuk WBS.
melatih kemampuan motorik halus
para WBS, keterampilan yang
diajarkan ini nantinya akan berguna
sebagai
salah
satu
alternatif
pekerjaan bagi WBS. Kelas khusus
yang diadakan dapat berupa:
1. Kelas latihan meronce, seperti
membuat gelang atau kalung.
2. Kelas
menyusun
benda-benda.
Kelas ini akan melatih WBS untuk
dapat memasukkan dengan rapih
dan sesuai benda-benda ke dalam
kemasan.
- Pihak panti dapat membuat jadwal
piket untuk WBS disesuaikan
dengan kemampuan masing-masing
WBS. Jadwal piket dapat dibuat

menggunakan papan whiteboard


atau papan pengumuman yang
dilapisi dengan kaca yang ditempeli
foto WBS agar WBS dapat
mengetahui jadwal piket mereka
masing-masing. Jadwal piket dapat
terdiri dari:
1. Mengambil pakaian bersih dari lift
dan mengantarkan pakaian-pakaian
tersebut ke masing-masing kamar
WBS.
2. Mengumpulkan pakaian kotor dan
meletakkannya ke dekat lift.
3. Membantu mengangkat barang
perlengkapan dapur yang baru
datang dari pintu utama menuju
dapur.
4. Mengumpulkan piring kotor setelah
jam makan pagi, siang, dan malam.
5. Mengumpulkan sampah yang ada di
aula setelah jam makan pagi, siang,
dan malam.
- Kira-kira apakah bapak bersedia
mendukung
dan
membantu
terlaksananya hal-hal tersebut pada
A?
Termination

- Bapak
dapat
mencoba
untuk
melakukan
hal-hal
yang
telah
dikatakan tadi (saya rekomendasikan
tadi).
- Keterlibatan bapak secara langsung,
aktif,
dan
konsisten
akan
memberikan dampak positif bagi
perkembangan WBS di panti.
- Terima kasih

10.4 Tujuan dan Pelaksanaan Konseling


Tujuan dari konseling ini adalah untuk memaparkan pemeriksaan pertumbuhan
dan perkembangan yang telah dilakukan pada A. Selain itu, juga memberikan

beberapa rekomendasi khususnya dalam penanganan kepada A agar keberfungsian


A dapat lebih maksimal. Konseling hasil dilakukan pada tanggal 16 Mei 2014
bertempat di ruang presentasi kantor PSBG-BK.
10.5 Temuan Saat Konseling
Konseling hasil berlangsung pada waktu WBS makan snack dan WBS
diperbolehkan berjalan-jalan ke luar gedung. Hal ini menyebabkan konseling yang
dilakukan di ruang presentasi kantor juga diikuti oleh WBS bersangkutan. Konseling
yang dilakukan kepada pengasuh berjalan lancar, meskipun terdapat gangguan dari
beberapa WBS lain yang membuka dan menutup pintu ruangan.
Selama konseling berlangsung, pengasuh terlihat memahami penjelasan yang
diberikan. Selain memahami penjelasan yang diberikan, pengasuh juga menyetujui
dan membenarkan penjelasan yang diberikan selama sesi konseling. Pengasuh juga
memperoleh insight atas penanganan yang tepat dilakukan pada A setelah
memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai pertumbuhan dan perkembangan A.
10.6 Hasil Akhir Konseling
Hasil akhir dari konseling yang telah dilakukan adalah terlihat adanya komitmen
dari pengasuh untuk menjalankan rekomendasi yang telah disarankan dengan baik
untuk memperbaiki perilaku A, terlebih rekomendasi yang diberikan dapat diterapkan
kepada anak-anak lainnya di PSBG-BK.
10.6 Behavior Modification
a. Target Perilaku:
Target perilaku dalam program ini adalah perilaku cuci tangan dengan benar
sebelum dan sesudah makan.
b. Definisi Operasional Perilaku:
Perilaku cuci tangan yang benar sebelum dan setelah makan pagi, siang, dan
malam terdiri dari membuka keran air di westafel, meletakkan kedua tangan di
bawah aliran air keran, mengambil sabun, menggosok kedua tangan dengan sabun,

meletakkan kedua tangan di bawah aliran air keran hingga tangan bersih dari sabun,
mematikan keran air, mengeringkan tangan menggunakan handuk kecil di sebelah
westafel.
c. Tujuan:
Membentuk perilaku cuci tangan agar A dapat mencuci tangannya dengan
tahapan yang benar dan bersih sebelum dan setelah makan.
d. Teknik Behavior Modification yang Digunakan:
Dalam membentuk perilaku cuci tangan pada A, dilakukan prompting dan
pemberian positive reinforcement. Prompt adalah bantuan yang di berikan pada
anak untuk mengarahkan perilaku anak agar sesuai dengan target perilaku yang
diinginkan (Kazdin, 2008).
Positve Reinforcement adalah pemberian penguatan pada target perilaku yang
diinginkan untuk mengembangkan dan mempertahankan target perilaku. Hal-hal
yang dapat digunakan sebagai positive reinforcement adalah hal atau benda yang
disukai oleh anak, seperti makanan atau mainan yang anak sukai, pujian terhadap
anak, kondisi atau situasi yang anak sukai (jalan-jalan, melakukan permainan yang
anak sukai, dan sejenisnya) (Kazdin, 2008).
e. Pengukuran Baseline Perilaku:
Baseline perilaku berteriak diukur pada 17, 18, 20, dan 21 Maret 2014 dengan
melihat frekuensi cuci tangan A sebelum dan setelah makan siang. Teknik
pengukuran yang digunakan dalam rancangan ini adalah kategorisasi diskrit
(discrete categorization) karena teknik pengukuran ini seringkali sangat berguna
untuk mengklasifikasi respon berdasar pada kategori seperti tepat/tidak tepat,
muncul/tidak muncul, pantas/tidak pantas (Kazdin, 2001), sehingga pada program ini
pengukuran baseline yang dibuat adalah muncul atau tidaknya perilaku cuci tangan
pada A. Berikut gambaran baseline perilaku mencuci tangan sebelum dan setelah
makan siang pada A:

f. Program:
No.

Kondisi

Sebelum atau
setelah A makan
(pagi, siang, atau
malam)
A berada di depan
westafel

2
3

Keran air terbuka

Kedua tangan A
basah

Terdapat sabun di
telapak tangan A

A
telah
menggosokkan
sabun
secara
merata di kedua
telapak tangannya
Kedua
telapak
tangan A telah
bersih dari busa
sabun

Prompt
Mengarahkan
westafel
di
dapur.

A ke
depan

Perilaku yang
diinginkan
A berjalan ke arah
westafel

Mengarahkan A untuk
membuka keran air
(non-verbal)
Mengarahkan A untuk
meletakkan
kedua
tangannya di bawah
kucuran air keran
Mengarahkan A untuk
mengambil
sabun
yang ada di kanan
atas westafel
Mengarahkan dengan
gerakan
menggosokkan kedua
tangan
dengan
gerakan;
Gosokkan
telapak
tangan
kanan/kiri
ke
punggung
tangan
kiri/kanan, dengan jarijari saling mengunci
(berselang-seling)
antara tangan kanan
dan kiri. Gosok selasela jari tersebut.

A mampu
keran air

Mengarahkan A untuk
meletakkan
kedua
tangannya di bawah
kucuran air keran

A
meletakkan
tangannya di bawah
kucuran
air
keran
hingga bersih dari busa
sabun
A
mengeringkan
tangannya
menggunakan handuk
kecil.

Mengarahkan A untuk
mengeringkan
tangannya
dengan
handuk kecil yang ada
di
samping
kanan
westafel

membuka

A meletakkan kedua
tangannya di bawah
kucuran air keran
A menuangkan sabun
ke telapak tangannya.
A
mampu
menggosokkan kedua
tangannya
dengan
gerakan yang benar

NB: Positive Reinforcement yang digunakan dalam program ini adalah pujian berupa
kata pintar dan hebat disertai gerakan mengangkat jempol tangan kanan dan kiri
dan senyum di hadapan A tepat setelah A berhasil menampilkan perilaku yang
diharapkan.
Penggunaan Prompt :
Hari 1
Full
promp
t

Hari 2
Full
promp
t

Hari 3
Promp
t pada
no 2,
3, ,4,
5, 6, 7

Hari 4
Promp
t pada
no 3,
4, 5, 6,
7

Hari 5
Promp
t pada
no 4,
5, 6, 7

Hari 6
Promp
t pada
no 5,
6, 7

Hari 7
Promp
t pada
no 6
dan 7

Hari 8
Promp
t pada
no 7

Hari 9
Tanpa
Promp
t

Pelaksanaan Program:
Program ini akan dilakukan selama 9 hari, yaitu pada tanggal 16 25 Mei 2014
g. Tabel Pelaksanaan Program Cuci Tangan
(dibuat per hari hingga hari ke-9):
HARI 1
1
2
3
4

Sebelum
Makan
Siang Sesudah

h. Hasil Behavior Modification


Maintenance perilaku dilakukan oleh pengasuh A.selama 5 hari setelah program
dijalankan. Maintenance yang dilakukan bertujuan mengetahui bertahan atau
tidaknya perilaku cuci tangan yang telah diajarkan berdasarkan program yang ada.
Program

ini

dievaluasi

menggunakan

changing-criterion

designs,

dimana

keberhasilan intervensi atau program yang diberikan terlihat dari seberapa besar
kesesuaian perilaku yang ditampilkan dengan kriteria yang ada (Kazdin, 2011).
Dalam program ini, kriteria perilaku yang ada adalah perilaku cuci tangan yang
benar dan sesuai dengan 7 tahapan yang diajarkan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, terlihat bahwa A dapat mengingat


dan mempelajari dengan baik perilaku mencuci tangan sebelum dan setelah makan
siang.