Anda di halaman 1dari 7

APA ARTINYA SAYA MENGAKUI MUSLIM?

1.

Saya harus mengislamkan Aqidah Saya


Untuk mengaqidahkan saya, maka konsekweksinya adalah sebagai berikut :
1) Meyakini bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Hakim (Maha Bijaksana), Qadir
(Mahakuasa), Alim (Maha Mengetahui), dan Qayyum (Selalu mengurus Makhluknya)
dengan bukti adanya keindahan, kesempurnaan, keserasian, dan ketergantungan sebagiannya
kepada sebagian lainyang mustahil ia bisa bertahan dan terus ada tanpa dikendalikan oleh
Tuhan Al-Aliy (Yang Maha Tinggi) dan Al-Qadir (Yang Maha kuasa) ini. (Al-Anbiya :22)
2) Meyakini Bahwa Allah tidak menciptakan alam semesta ini secara sia-sia. (Al-Mukminun
:115-116)
3) Mayakini bahwa Alllah telah mengutus utusannya dan menurunkan kitab-kitab untuk
mengenalkan manusia kepada pengetahuan tentang-Nya. (An-Nahl : 36)
4) Meyakini Tujuan keberadaan manusia ini adalah mengenal Allah. (Adz-Dzariat : 56-58)
5) Meyakini balasan bagi mukmin yang taat adalah surga dan kafir yang bermaksiat adalah
neraka. (Asy-Syura : 7)
6) Meyakini bahwa manusia Kebajikan dan kejahatan merupakan kehendak dan ikhtiarnya,
tetapi kebaikan adalah taufik dan pertolongan Allah. (Asy-Syam : 7-10)
7) Meyakini bahwa menetapkan hukum merupakan hak Allah yang tidak boleh dilanggar.
(Asy-Syura:10)
8) Mengetahui sifat dan nama-nama Allah
9) Merenungkan ciptaannya bukan Dzat-Nya
10) Meyakini bahwa pendapat ulama salaf lebih utama untuk diikuti
11) Beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.(AnNahl :36)
12) Takut kepadanya dan tidak takut kepada selain-Nya.(An-Nuur : 52)
13) Harus mengingatnya dan senantiasa mengingatnya.(Ar-Rad : 28)
14) Mencintai Allah dengan kecintaan yang senantiasa merindukan kebaikan, berkorban, dan
berjihad.
15) Bertawakal kepada Allah dalam kondisi apapun
16) Bersyukur atas nikmat yang diberikan
17) Selalu memohan ampun atas segala dosa.
2. Saya harus mengislamkan Ibadah saya

Dalam Adz-Dzariyat ayat 56, ALLAH berfirman, Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
Konsekuensi dalam point kedua ini maka kita harus :
1) Beribadah dengan khusyuk sehingga bisa menghayati kehangatan komunikasi dengan ALLAH
2) Sepenuh hati dalam beribadah
3) Tamak dari beribadah, tidak pernah merasa puas
4) Memiliki keinginan besar untuk melaksanakan qiyamullail (shalat malam). Firman ALLAH
dalam Al-Muzammil 6, Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk
khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

5) Menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan firman ALLAH dalam Al-Quran.
Rasulullah bersabda, Seutama-utama ibadah umatku adalah membaca AL-Quran. (HR.Abu
Naim, dalam Fadhailul Quran)
6) Doa harus menjadi tanggaku dalam memohon kepada ALLAH dalam setiap keadaan.
Firman ALLAH, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenan-kan bagimu.
3. Saya harus mengislamkan akhlak saya
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad, Rasululllah bersabda, Sesungguhnya Aku
diutus oleh ALLAH untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Suatu waktu, seperti yang diriwayatkan Ahmad, Rasulullah ditanya, Apakah agama itu?
Beliau menjawab, Akhlak yang baik.
Kemudian beliau ditanya tentang kesialan. Beliau menjawab, Akhlak yang buruk.
Diantara sifat yang seyogianya terdapat pada seorang muslim sejati adalah:
1) Bersikap wara (hati-hati) terhadap syubhat
2) Menahan pandangan (ghadul bashar)
3) Menjaga lidah
4) Malu (haya)
5) Pemaaf dan sabar
6) Jujur
7) Rendah hati
8) Menjauhi prasangka, ghibah, dan mencari cela sesama muslim
9) Dermawan dan pemurah
10) Menjadi teladan yang baik
4. Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya
Dalam At-Tahrim ayat 6, ALLAH berfirman, Hai orang-orang yang beriman, peliharah dirimu
dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Beberapa hal yang ditekankan dalam bagian ini adalah:
1) Tanggungjawab pernikahan
-Pernikahan harus dilaksanakn semata-mata karena ALLAH
-Hendaklah salah satu tujuan pernikahanku adalah menahan pandangan, memelihara kemaluan,
dan bertakwa kepada ALLAH
-Memilih istri dengan sebaik-baiknya. Rasulullah bersabda, Hendaklah kalian memilih untuk
nutfah kalian, karena gen itu dapat menurun (niza).
-Memilih wanita yang berakhlak dan beragama
-Berhati-hati jangan sampai melanggar perintah ALLAH dalam pernikahan
2) Tanggungjawab pasca pernikahan
-Bersikap baik dan menghargai istri agar tumbuh kepercayaan antara satu dan lainnya.
Rasulullah bersabda, Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik kepada istrinya, dan aku adalah
yang terbaik di antara kalian terhadap istriku. (HR.Ibnu Majah dan Hakim)
-Jangan sampai hubungan dengan istri hanya sebatas ranjang dan nafsu. Lebih penting lagi
adalah kesesuaian dalam pemikiran, spiritual dan emosi. ALLAH berfirman dalam Thaha ayat
132, Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam

mengerjakannya.
-Hubungan dengan istri dengan tuntunan syara. Rasul bersabda, Tidaklah seseorang menuruti
istrinya dalam hal yang diinginkan nafsunya, kecuali ALLAH pasti menelungkupkan wajahnya
di neraka. Dalam kesempatan lain, beliau berkata, Sungguh celaka budak istri.
3) Tanggungjawab bersama dalam mendidik anak
Pada hakikatnya, buah yang diharapkan dari terbentuknya rumah tangga muslim adalah
memunculkan keturunan yang shaleh.
Dalam Al-Furqan, ayat 74, ALLAH berfirman, Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami
istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa.
Rasulullah bersabda, Tiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah
yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR. Muttafaq ilaih)
Selain itu, Rasul juga berkata, Tidaklah seorang ayah memberi kepada anaknya suatu
pemberian yang lebih utama daripada adab yang baik. (HR. Tirmidzi)
5. Saya harus mengalahkan nafsu saya
ALLAH berfirman, Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka ALLAH
mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya,
beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang
mengotorinya. (Asy-Syams: 7-10)
Beberapa hal yang dibahas dalam point kelima ini adalah:
1) Sifat-Sifat Manusia
Dalam pergulatan melawan hawa nafsu, manusia terbagi menjadi beberapa tipe:
-Yang dikalahkan oleh nafsu mereka. Mereka cenderungan pada kehidupan dunia. Mereka adalah
orang-orang kafir yang melupakan ALLAH.
-Yang bersungguh-sungguh memerangi nafsunya. Terkadang menang, terkadang kalah. Mereka
berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertaubat.
ALLAH berfirman, Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan ALLAH, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain ALLAH? Dan merekatidak
meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Ali-Imran:135)
Rasulullah bersabda, Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang
yang banyak melakukan kesalahan adalah orang-orang yang banyak bertaubat. (HR.Ahmad dan
Tirmidzi)
Relevan dengan hadits ini, ada sebuah riwayat dari Wahab bin Munabih. Ia berkata,
Sesungguhnya Iblis pernah berjumpa dengan Yahya bin Zakaria. Lalu, Yahya bin Zakaria
berkata kepadanya, Beritahulah aku tentang karakter anak Adam dalam pandangan kalian!
Iblis menjawab, Segolongan dari mereka adalah orang-orang sepertimu yang maksum. Kami
sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa untuk menggoda mereka. Golongan kedua adalah
orang-orang yang di tangan kami ibarat sebuah bola yang ada di tangan anak-anak kalian.
Keadaan diri mereka sendiri telah memberi peluang bagi kami, sehingga kami tidak perlu
bersusah-susah menggoda mereka. Dan golongan ketiga adalah orang-orang yang paling
menyulitkan kami. Kami selalu mendatangi mereka, tetapi setelah kami memperoleh apa yang
kami hajatkan darinya, lantas ia tiba-tiba beristigfar memohon ampun sehingga istigfar itu

merusak apa yang telah kami peroleh darinya. Jadi, kami tidak pernah putus asa menggodanya,
tetapi kami juga tidak pernah mendapatkan apa yang kami perlukan darinya.
2) Perangkat-Perangkat untuk Memenangkan Pertarungan Melawan Hawa Nafsu
-Hati. Ali bin Abi Thalib berkata, Sesungguhnya ALLAH memiliki bejana di bumi-Nya, yaitu
hati. Maka, hati yang paling dicintainya adalah hati yang paling lembut, jernih dan kukuh.
-Akal. Rasulullah bersabda, Barangsiapa dikehendaki baik oleh ALLAH, niscaya Ia
memahamkannya mengenai agama. (HR.Muslim)
3) Indikasi-Indikasi Kekalahan Akhlak
Fathi Yakan menulis, Sesungguhnya, ketika hati mati atau mengeras, ketika akalnya padam atau
menyimpang, dan ia kalah dalam peperangannya melawan setan, ketika itu banyak pintu
kejahatan di dalam dirinya sendiri dan setan mengalir di dalam diri anak Adam sebagaimana
aliran darah. (hal.72)
4) Sarana-sarana untuk membentengi diri dari masuknya setan
Setan mendatangi manusia dari 10 pintu:
Pertama, ambisi dan buruk sangka
Kedua, kecintaan terhadap dunia dan panjang angan-angan
Ketiga, keinginan untuk santai dan bersenang-senang
Keempat, bangga diri
Kelima, meremehkan dan kurang menghargai orang lain
Keenam, dengki
Ketujuh, riya
Kedelapan, kikir
Kesembilan, sombong
Kesepuluh, tamak
6. Saya harus yakin bahwa masa depan adalah milik islam
Keyakinan ini didorong oleh beberapa faktor:
1.Rabbaniyyah Manhaj Islam
2.Universalitas Manhaj Islam
3.Elastisitas Manhaj Islam
4.Kelengkapan Manhaj Islam
5.Keterbatasan sistem-sistem wadhiyyah
BAB 2
APA ARTINYA SAYA BERAFILIASI KEPADA PERGERAKAN ISLAM?
PADA BAGIAN KEDUA, penulis menjelaskan tentang afiliasi terhadap gerakan Islam. Ia
menulis sebagai berikut, Dasar untuk mengaku sebagai aktivis pergerakan Islam adalah
hendaknya pada diri seseorang telah terwujud semua sifat dan karakteristik pengakuannya
sebagai Muslim. Inilah yang menjadikan pergerakan Islam memberikan perhatian terhadap
kaderisasi, agar muncul individu Muslim yang benar keislamannya, sebelum menyiapkannya
sebagai aktivis pergerakan. (hal.83)
Karakteristik yang harus dimiliki oleh setiap Muslim agar pengakuan keislamannya benar,
sebagai berikut:

1. Saya harus hidup untuk islam


Manusia terbagi menjadi tiga golongan:
1. Golongan yang hidup untuk dunia. Kaum materialis. Oleh Al-Quran, mereka disebut
sebagai dahriyin.
Lenin, salah seorang tokoh Komunis Rusia, pernah mengomentari pendapat seorang
filosof seperti ini, Sesungguhnya, alam semesta ini tidak prenah diciptakan oleh Tuhan
atau manusia. Ia telah ada sejak semula dan akan tetap ada. Ia akan menjadi obor yang
hidup abadi, ia akan hidup dan padam mengikuti hukum-hukum tertentu.
Golongan yang tercampakkan di antara dunia dan akhirat. Mereka menjalankan agama
secara ritual, formalitas belaka. Akan tetapi keyakinannya goyah.
Golongan yang menganggap dunia sebagai lahan bagi kehidupan akhirat.
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan
sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah
kamu memahaminya? (Al-Anam: 32)
Bagaimana saya hidup untuk Islam?
1.Mengetahui tujuan hidup
2.Mengetahui nilai-nilai dunia dibandingkan dengan akhirat
Dunia adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafir (HR.Muslim)
3.Menyadari bahwa kematian pasti datang dan mengambil pelajaran darinya
Kubur adalah satu taman diantara taman-taman surga atau satu parit di antara parit-parit
neraka. (HR.Thabrani)
4.Mengetahui hakikat Islam
5.Mengetahui hakikat jahiliyah
Rasulullah berkata, Barangsiapa mempelajari bahasa suatu kaum, maka ia akan aman
dari tipu daya mereka.
1. Saya harus meyakini kewajiban memperjuangkan islam
Memperjuangkan Islam adalah wajib. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang:
1.Kewajibannya sebagai prinsip
2.Kewajibannya sebagai hukum
3.Kewajiban menegakkan Islam sebagai kebutuhan darurat
4.Kewajiban secara individu dan kolektif
5.Barangsiapa berjihad, sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri
3. Pergerakan islam; misi, karakteristik, dan perlengkapannya
1.Misi Pergerakan Islam. Tegaknya agama ALLAH di muka bumi.
2.Karakteristik dasar pergerakan Islam:
-Rabbaniyyah (Ketuhanan)
-Pergerakan independen
-Pergerakan progressif
-Pergerakan komprehensif
-Menjauhi Perselisihan fiqih
3.Spesifikasi Gerakan Islam
-Jauh dari kekuasaan para penguasa dan politikus, walau di antara anggotanya ada yang
menjadi penguasa dan politikus
-Memiliki tahapan dalam dakwahnya. Imam Hasan Al-Banna, dalam Risalah Taalim,

menjelaskan bahwa dakwah ini memiliki tiga tahapan: tarif (pengenalan), takwin
(pembentukan), dan tanfidz (pelaksanaan).
Tahapan Tarif Menyebarkan fikrah umum kepada masyarakat, sarananya adalah
pengajian dan bimbingan, pendirian lembaga-lembaga yang bermanfaat, serta saranasarana operasional lainnya.
Tahapan Takwin Menyaring unsur-unsur yang baik untuk memikul beban-bedan jihad
dan membentuk sinergi satu sama lain. Aturan dakwah dalam tahapan ini adalah sufi
murni dilihat dari aspek spiritual dan militer murni dilihat dari aspek operasional. Pada
tahapan ini tidak ada yang berhubungan dengan dakwah selain orang yang memiliki
kesiapan sejati untuk memikul beban-beban jihad yang panjang dan banyak
tanggungjawab. Tanda-tanda pertama kesiapan adalah ketaatan yang penuh.
TahapanDakwah Tanfidz pada tahapan ini berupa jihad tanpa kompromi, aktivitas
berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuan, serta ujian dan cobaan yang tidak
mungkin mampu bersabar menghadapinya selain orang-orang yang tulus. Tidak ada yang
menjamin kesuksesan dalam periode ini selain ketaatan yang penuh pula.
-Mengutamakan aktivitas dan produktivitas ketimbang klaim dan propaganda
-Mengatur napas yang panjang
-Nyata dalam aktivitas, rahasia dalam organisasi
-Uzlah kejiwaan, bukan fisik
-Tujuan tidak menghalalkan segala cara
4.Perlengkapan Pergerakan Islam
-Memiliki keimanan yang kuat
-Meyakini jalan yang mereka tempuh, keistimewaan dan kebaikannya
-Meyakini persaudaraan serta hak-hak dan kesakralannya
-Meyakini agung dan besarnya pahala
-Meyakini akan diri sendiri
4. SAYA HARUS MENGETAHUI JALAN PERJUANGAN ISLAM
Imam Syahid Hasan Al-Banna, dalam Majmuatur Rasail , melukiskan potret pejuang Islam
sebagai berikut:
Wahai para ikhwan, kalian bukanlah organisasi sosial, bukan partai politik, bukan pula
organisasi domestik yang memiliki keterbatasan tujuan. Tetapi kalian adalah ruh baru yang
mengalir di dalam hati sanubari umat ini, kemudian dihidupkan oleh ALLAH dengan cahaya AlQuran. Kalian adalah cahaya baru yang bersinar terang, yang akan memorak-porandakan
kegelapan hidup hedonistis dengan makrifatullah. Ketahuilah, kalian adalah suara yang bergaung
keras dengan menggemakan seruan Rasulullah Saw.
5. SAYA HARUS MENGETAHUI DIMENSI AFILIASI SAYA KEPADA PERGERAKAN
ISLAM

1.Afiliasi dalam akidah


2.Afiliasi dalam tujuan
6. SAYA HARUS MENGETAHUI POROS-POROS PERJUANGAN ISLAM
Tiga Poros Perjuangan Islam :
1.Kejelasan tujuan
2.Kejelasan jalan
3.Komitmen terhadap jalan Rasul Saw.
Posisi Kekuatan Fisik dalam Strategi Rasulullah berkata, Mukmin yang kuat itu Pergerakan
ALLAH daripada mukmin yang lemah. (HR.Muslim)lebih dicintai
7. SAYA HARUS MENGETAHUI PERSYARATAN BAIAT DAN KEANGGOTAAN
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
1.Kualitas bukan kuantitas
2.Baiat dan hukumnya
3.Ketaatan dan hukumnya
4.Rukun-Rukun baiat
5.Kewajiban-Kewajiban Akhi Muslim