Anda di halaman 1dari 7

FORMAT

ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

Inisial pasien
Status interaksi perawat-pasien
Lingkungan
Deskripsi pasien

: Tn. T
Kelompok : 14
: Fase perkenalan
Tanggal
: 25 November2014
: Bersih, nyaman, suasana tenang
Jam
: 10.00 Wib
: Ekspresi wajah datar, kooperatif,
Ruang
: Bekisar
penampilan cukup rapi
Tujuan (Berorientasi pada pasien) : BHSP sehingga pasien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan perasaannya secara terbuka
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT
VERBAL
PADA PERAWAT
PR : Selamat pagi, boleh saya PR
:
Memandang PR : Ingin membuka
duduk di sebelah Bapak ?
pasien dan tersenyum
percakapan
dengan
PS : Iya mbak, silahkan
PS : Ekspresi datar
pasien dan berharap
dengan sapaan sederhana
perawat bisa diterima
pasien
PR : Merasa senang ada
tanggapan
PR : Perkenalkan saya Nur PR
:
Memandang PR : Mencoba menggali
Alisa biasa dipanggil Nur. pasien
sambil kondisi pasien
Saya Mahasiswa dari Stikes tersenyum
PR
:
Merasa
Hang Tuah Surabaya yang PS : Ekspresi datar
pertanyaannya mendapat
KOMUNIKASI VERBAL

ANALISA BERPUSAT
PADA PASIEN
PS : Merasa belum
mengerti
dengan
kedatangan perawat
PS : Ragu terhadap
orang baru

PS : Menduga-duga
pertanyaan dan berpikir
PS : Mulai merasa
bahwa perawat datang

RASIONAL
Salam
merupakan
kalimat pembuka untuk
memulai
suatu
percakapan sehingga
dapat terjalin rasa
percaya

Menunjukkan
perhatian pada pasien
sehingga
terjalin
hubungan
saling

sedang praktik di ruang ini.


Kalau boleh tau nama Bapak
siapa ? senang dipanggil
siapa?
PS : Nama saya Muhammad
Taufik biasa dipanggil Taufik
PR : Saya boleh minta
waktunya sebentar ? 15 menit
ya pak ?
PS : Iya
PR : Bagaimana perasaan Pak
Taufik hari ini ? ada keluhan
Pak?
PS : Alhamdulillah Baik, tidak
ada keluhan.
PR : Dengan keadaan Bapak
sekarang, bagaimana perasaan
Bapak ? apakah bpk merasa
kesepian?
PS : Biasa saja

PR
:
Memandang
pasien penuh perhatian
PS : Ekspresi datar
hanya menunduk
PR : Menunjukkan
wajah penuh perhatian
PS : Ekspresi datar,
kontak mata kurang

PR : Menunjukkan
perhatian
PS : Menatap perawat
sebentar lalu menunduk
lagi

respon

untuk membantu

percaya

PR
:
Meminta
persetujuan dan kontrak
awal
PR : Sedikit kecewa
PR : Mencoba menggali
data lebih dalam
PR
:
Merasa
pertanyaannya mendapat
respon

PS : Tampak ragu
PS : Masih ada keraguan

Kontrak awal untuk


menunjukkan
rasa
percaya pada pasien

PS
:
Mencoba
menangkap pertanyaan
dan memikirkan jawaban
PS : Merasa jawabannya
akan membantu tindakan
atas dirinya
PS
:
Berusaha
memikirkan
PS : Merasa bahwa
perawat datang untuk
membantu

Menggali data lebih


menunjukkan
kesan
membantu pasien

PR : Mencoba menggali
data
mengenai
kemampuan sosialisasi
pasien
PR
:
Merasa
pertanyaannya mendapat
respon
PR : Tentunya Bapak bosan ya PR : Menunjukkan PR : Mencoba menggali PS : Membayangkan
berada disini terus ? Jika perhatian dan menatap data perasaan pasien keluarganya

Teknik eksplorasi pada


pasien membuat pasien
mau
memperhatikannya

Teknik fokusing untuk


mendapatkan
data

Bapak pulang nanti siapa


orang yang ingin Bpk temui ?
PS : Iya saya bosan ingin
cepat pulang dan bertemu
dengan keluarga saya di rumah
PR : Kalau boleh tau, bapak
masuk ke RSJ karena apa dan
diantar oleh siapa ?
PS : Saya tidak ingat mbak,
saya hanya merasa sakit
pinggang dan pusing
PR : Pak T, selama bpk disini
apa saja kegiatan yang yang
bpk lakukan ?
PS : Tidak ada

PS dengan tersenyum
terhadap keluarga
PS : Merasa keluarganya Eksplorasi data isolasi
PS : Menatap perawat PR : Mencoba melihat tidak
ada
yang
sebentar lalu menunduk ekspresi pasien
memperhatikannya
lagi
PR : Menatap dan
memperhatikan pasien
PS : menjawab sambil
menunduk

PR
:
Memandang
pasien
sambil
tersenyum
PS : Ekspresi datar,,
bicara pelan, kontak
mata kurang

PR : Mencoba menggali
data
tentang
alasan
masuk pasien
PR : Mencoba melihat
ekspresi pasien

PR : Mencoba menggali
kegiatan apa saja yang
bisa
dilakukan
oleh
pasien
PR
:
Merasa
pertanyaannya mendapat
respon
PR : Saya perhatikan, bapak PR : Menatap pasien PR : Mengkaji penyebab
sering menyendiri di kamar. dengan penuh perhatian isolasi sosial
Kenapa tidak mau mengobrol PS : Ekspresi datar,, PR : Sedikit kecewa
dengan teman-temannya Pak ? bicara pelan, kontak karena
pasien
tidak
PS : Saya malas dan malu mata kurang
menatap
tidak bisa berkenalan
PR : Kalau begitu terima kasih PR : Menunjukkan PR
:
Mengakhiri

PS : Berusaha mengingat Membantu mengingat


alasan masuk
memori pasien
PS : Merasa bahwa
perawat ingin membantu

PS : Berusaha mengingat
dan berpikir
PS : Berusaha menjawab
seadanya

Eksplorasi
kegiatan
positif
serta
kemampuan
yang
dimiliki pasien

PS : Masih sedikir ragu


Menggali
penyebab
PS : Berusaha menjawab isolasi sosial
seadanya

PS : Menyiapkan dirinya Konmtrak

berikutnya

atas waktunya ya Pak sudah


mau menobrol dengan saya ?
Bagaimana kalau besok kita
ngobrol lagi cuma 10 menit aja
kok.
Bagaimana
kalau
tempatnya tetap disini saja ?
PS : Iya mbak
PR : Sekali lagi terima kasih
atas kesediaan Pak T untuk
ngobrol dengan saya. Besok
kita lanjutkan dengan belajar
berkenalan ya Pak. Baiklah
selamat pagi sampai ketemu
besok.
PS : Iya mbak, pagi.

perhatian
dan
tersenyum
PS
:
Mencoba
mendengarkan

interaksi
dengan
perasaan bahwa pasien
cukup menerimanya
PR : Senang karena
pasien mau menentukan
kontrak berikutnya

untuk penjelasan dan


tindakan besok
PS : Menunjukkan rasa
percaya pada perawat

harus ditentukan dan


harus
mendapat
persetujuan pasien agar
pasien ingat terhadap
kontraknya

PR : Tersenyum
PR : Menutup fase 1
PS : Berjalan masuk ke PR : Senang karena
dalam kamar
pasien mau menjawab
pertanyaan

PS : Menunjukkan rasa
percaya pada perawat
PS : Menyambut salam
perawat

Salam
penutup
merupakan akhir fase
yang harus dilakukan
untuk
mencegah
ketidakpercayaan
pasien

Kesan Perawat : Pada fase perkenalan pasien sudah kooperatif mau menjawab semua pertanyaan tetapi kontak mata kurang, saat ditanya
pasien hanya menunduk dan bicaranya pelan.

FORMAT
ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

Inisial pasien
Status interaksi perawat-pasien
Lingkungan
Deskripsi pasien

: Tn. T
Kelompok
: SP 1 pasien isolasi sosial
Tanggal
: Bersih, nyaman, suasana tenang
Jam
: Ekspresi wajah datar, kooperatif,
Ruang
penampilan cukup rapi
Tujuan (Berorientasi pada pasien) : Pasien menyadari penyebab isos dan dapat berinteraksi dengan orang lain
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT
VERBAL
PADA PERAWAT
PR : Selamat pagi Pak T ? PR
:
Memandang PR : Ingin membuka
Masih ingat dengan saya ? pasien dan tersenyum
percakapan
dengan
Bagus!
PS : Ekspresi datar
pasien dan berharap
PS : Pagi mbak, mbk Nur.
dengan sapaan sederhana
perawat bisa diterima
pasien
PR : Merasa senang ada
tanggapan
PR : Bagaimana perasaan PR
:
Memandang PR : Mencoba menggali
Bapak hari ini ? ada keluhan pasien
sambil kondisi pasien
Pak ?
tersenyum
PR
:
Merasa
PS : Alhamdulillah sehat PS : Ekspresi datar
pertanyaannya mendapat
KOMUNIKASI VERBAL

: 14
: 26 November2014
: 10.00 Wib
: Bekisar

ANALISA BERPUSAT
PADA PASIEN
PS : Menduga-duga dan
berpikir apa yang akan
dilakukan
PS : Berusaha mengingat

PS : Menduga-duga
pertanyaan dan berpikir
PS : Berusaha menjawab
apa adanya

RASIONAL
Salam
merupakan
kalimat pembuka untuk
memulai
suatu
percakapan sehingga
dapat terjalin rasa
percaya

Menunjukkan
perhatian pada pasien
sehingga
terjalin
hubungan
saling

mbak, tidak ada keluhan.


PR : Kalau boleh tau bpk
tinggal di rumah dengan siapa
saja ? dan siapa orang paling
dekat dengan bpk ?
PS : Saya tinggal di rumah
sendiri. Tidak ada orang
terdekat
PR : Kenapa bpk tidak mau
bergaul dengan orang lain ?
PS : Tidak apa-apa

PR
:
Memandang
pasien
sambil
tersenyum
PS : Ekspresi datar dan
hanya menunduk

PR : Menatap pasien
dengan penuh perhatian
PS : Ekspresi datar dan
hanya menunduk

PR : Apakah bpk tau manfaat


memiliki teman dan kerugian
jika tidak punya teman ?
PS : Tidak tau

PR : Menatap pasien
dengan penuh perhatian
PS : Ekspresi datar dan
hanya menunduk

PR : Seperti kontrak kita


kemarin, kita akan belajar
berkenalan dengan temanteman bpk disni ya ? apakah
bpk bersedia ?
PS : Tidak mau mbak, saya

PR : Menatap pasien
dengan penuh perhatian
PS : Ekspresi datar dan
hanya menunduk

respon
PR : Mencoba menggali
kemampuan sosialisasi
pasien
PR : Merasa sedikit
kecewa

PR : Mencoba menggali
kemampuan sosialisasi
pasien
PR : Merasa sedikit
kecewa
PR : Mencoba menggali
pengetahuan
pasien
tentang bersoaialisasi
PR : Merasa sedikit
kecewa dengan jawaban
pasien
PR : Mencoba menggali
kemampuan sosialisasi
pasien
PR : Merasa sedikit
kecewa

PS : Berusaha menjawab
dan berfikir
PS
:
Berusaha
mengingat-ingat

percaya
Eksplorasi kemampuan
pasien
dalam
hal
bersosialisasi
dan
berinteraksi

PS : Berusaha menjawab Menggali data lebih


dan berfikir
dalam agar pasien mau
PS : Berusaha menjawab terbuka
apa adanya
PS : Berusaha menjawab
dan berfikir
PS : Menjawab dengan
nada pelan

Eksplorasi
pengetahuan
pasien
tentang
manfaatmemiliki
teman dan kerugian
jika tidak punya teman
PS : Berusaha menjawab Mengingatkan pasien
dan berfikir
tentang
kontrak
PS
:
Berusaha sebelumnya
yaitu
mengingat-ingat
belajar
berkenalan
dengan orang lain

belum siap
PR : Baiklah kalau belum siap
sekarang, tidak apa-apa. Bpk
siapnya kapan ? mau jam
berapa?
PS : Besok mbak, jam 11

PR : Menatap pasien
dengan penuh perhatian
PS : Ekspresi datar dan
hanya menunduk

PR
:
Mencoba
memahami
keadaan
pasien
PR : Merasa kecewa
karena pasien menolak
untuk diajak belajar
berkenalan
dengan
temannya
PR : Kalau begitu, kita akhiri PR : Menunjukkan PR : Menutup SP 1
saja ngobrolnya hari ini. Besok perhatian
dan Pasien
tentang
cara
kita lanjutkan lagi ya pak tersenyum
berkenalan dengan orang
seperti tadi 10 menit saja dan PS : Tersenyum sambil lain
saya berharap besok bpk mau berjalan menuju kamar PR : Merasa kecewa
diajak berkenalan dengan
karena SP 1 Pasien gagal
teman-temanya. Terima kasih
atas wakatunya. Selamat pagi!
PS : Pagi, ya mbak.

PS : Berusaha menjawab
dan berfikir
PS : Berusaha menepati
janji

Melakukan
kontrak
ulang tentang cara
berkenalan
dengan
orang lain

PS : Menjawab salam
dan tersenyum
PS : Berusaha menepati
janji

Salam
penutup
merupakan akhir fase
yang harus dilakukan
untuk
mencegah
ketidakpercayaan
pasien

Kesan Perawat : Pada SP 1 pasien tentang cara berkenalan dengan orang lain pasien terlihat kurang kooperatif, pasien terlihat malas untuk
berinteraksi, pasien lebih senang menyendiri, kontak mata kurang, saat ditanya pasien hanya menunduk dan bicaranya pelan.