Anda di halaman 1dari 2

DIAGNOSIS ERUPSI OBAT ALERGIK DAN SINDROM STEVENSJOHNSON

I. DIAGNOSIS ERUPSI OBAT


Dasar diagnosis erupsi obat alergik sebagai berikut:
1. Anamnesis yang teliti mengenai:
a. Obat-obat yang di dapat, jangan lupa menanyakan tentang jamu
b. Kelainan yang timbul secara akut atau dapat juga beberapa hari sesudah
masuknya obat.
c. Rasa gatal yang dapat disertai demam yang biasanya subfebril.
2. Kelainan kulit yang ditemukan:
a. Distribusi menyebar dan simetris atau setempat
b. Bentuk kelainan yang timbul: eritema, urtikaria, purpura, eksantema, eritema
nodosum.
Obat yang sering menyebabkan reaksi alergik ialah: penisilin dan derivatnya
(ampisilin, amoksilin, kloksasilin), sulfonamida, golongan analgetik antipiretik, misalnya
asam salisilat, metamezol, metampirin, dan parasetamol.

II. DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING SINDROM STEVENS-JOHNSON


Diagnosis SSJ tidak sulit karena gambaran klinisnya khas yakni terdapat trias kelainan
yaitu:
a. Kelainan kulit
b. Kelainan selaput lendir di orifisium
c. Kelainan mata
Karena NET dianggap sebagai bentuk parah SSJ, maka hendaknya di cari apakah
terdapat epidermolisis. Umumnya pasien berbaring, jadi diperiksa punggungnya. Apabila
terdapat epidermiolosis, maka diagnosisnya menjadi NET. Pada NET keadaan umumnya
lebih buruk dari pada SSJ.
Sebagai diagnosis banding ialah NET. Penyakit ini sangat mirip SSJ. Pada NET
terdapat epidermiolisis generalisata yang tidak terdapat pada sindrom SSJ. Dan keadaan
umum NET lebih buruk.
Sumber: buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi ke lima, Mochtar Hamzah, hal:
155, 163 dan 164
Pinondang zaky.