Anda di halaman 1dari 3

10 tehnik manajemen kontemporer

10 Tehnik manajemen Kontemporer


Pada umumnya, para manajer menggunakan perangkat berikut ini untuk
mengimpilkasikan startegi besarperusahaan dan membantu mencapai
kesuksesan berdasarkan critical success factors ( CSF). Sebagai berikut :

1. Benchmarking ( tolak ukur)


Adalah proses di mana perusahaan mengidentifikasikan CSF , mempelajari
praktik praktik terbaik yang dilakukan oleh perusahaan lain dan kemudian
mengiplementasikan ke dalam perusahaan agar memperoleh keberhasilan yang
sama atau lebih dari para pesaing. Contoh : ISO adalah standart international
yang banyak diminati oleh perusahaan retail seperti Ranchmarket, Hero. Sebagai
tolak ukur untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

2. Total Quality Manajemen (TQM) manajemen mutu Total.


Adalah tehnik di mana manajemen mengembangkan kebijakan dan praktik
praktik untuk meyakinkan bahwa produk dan jasa perusahaan melampaui
harapan pelanggan ( service excellent). Pendekatan ini meliputi peningkatan
fungsional produk, keandalan, ketahanan, dan kemudahan produk untuk
diperbaiki. Mengecek produk dari input sampai output dengan total kualitas.

3. Continues Improvement ( perbaikan berkelanjutan)


Adalah tehnik manajemen di mana para manajer dan pekerja mempunyai
komitmen terhadap program perbaikan terus menerus dalam hal kualitas dan
CSF lainnya. Dan pada implementasi nya tehnik ini sering dipadukan dengan
tolak ukur dan TQM.
Contoh : perusahaan manufaktur di jepang selalu berusaha mencapai kualitas
terbaik agar dapat diakui di mata dunia international dan sekarang terbukti
bahwa semua mengakui produk jepang memang layak contoh alat electronic,
mobil , dll.

4. Activity Based Costing and Activity Based Management.


Merupakan alat strategis utama bagi banyak perusahaan dengan proses operasi
yang kompleks atau divesifikasi produk yang banyak. CSF nya dengan analisa
dari memperbaiki perencanaan, menentukan harga pokok, mengendalikan
operational. Contoh penelusuran biaya ke produk atau penelusuran pelanggan
individu.

5. Reengineering ( perekayasaan ulang)


Merupakan proses untuk menciptakan keunggulan kompetitif dimana
perusahaan mengorganisasikan kembali fungsi organisasi dan manajemennya,
seringkali juga menghasilkan pesanan/pekerjaan yang sudah dimodifikasi,
digabungkan atau dihilangkan.

6. The theory of Constraint ( teori kendala)


Merupakan tehnik strategis untuk membantu perusahaan secara efektif
memperbaiki CSF yang sangat penting : waktu siklus, yakni tingkat kecepatan
bahan baku diubah menjadi produk jadi.TOC ,membantu menemukan dan
menghilangkan kemacetan produksi. Banyak manajer berpendapat bahwa focus
pada kecepatan, dalam pendekatan TOC adalah sangat penting.

7. Mass customization (kustomisasi massal)


Merupakan tehnik manajemen dimana pemasaran dan proses produksi
dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menangani menigkatnya variasi yang
timbul dari pengiriman produk pesana dan jasa kepada pelanggan. Contohnya :
Dell merakit Komputer berdasarkan spesifikasi yang tepat dari pelanggan.
(system just in time , perancangan dan produksi berbasis computer, auto
replenishment atau otomatisasi) semua dapat membantu dalam proses
pemesanan dan produksi.

8. Target Costing ( perhitungan biaya berdasarkan target )


Merupakan tehnik manajemen yang menentukan biaya yang diharapkan untuk
suatu produk berdasarkan harga yang kompetitif, sehingga produk tersebut akan
dapat memperoleh laba yang diharapkan. Jadi biaya ditentukan oleh harga .
contohnya :produsen kamera seperti Minolta mengetahui harga pasar dari setiap
jenis kamera yang mereka produksi, sehingga mereka mendesain ulang produk
dengan lebih murah dan menurunkan biaya produksi sehingga target biaya yang
ditentukan mencapai.

9. Life Cycle Costing (perhitungan biaya selama siklus hidup produk)


Tehnik manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memonitor biaya
produk selama siklus hidupnya. Siklus hidup produk meliputi :
- Penelitian dan pengembangan.

- Perancangan produk termasuk membuat prototype dan pengujian.


- Produksi, inspeksi, pengemasan, dan pergudangan.
- Pemasaran, promosi dan distribusi
- Penjualan dan pelayanan.
Value chain atau rantai nilai dapat digunakan sebagai alat analisa untuk
mengidetifikasi langkah2 spesifik untuk menyediakan barang/jasa yg kompetitif
bagi pelanggan.

10. Balanced Scorecard


Penggunaan Informasi strategis, baik informasi keuangan maupun nonkeuangan,
laporan akuntasi mengenai kinerja perusahaan sekarang ini sering kali
berdasarkan factor factor keberhasilan dalam empat dimensi yang berbeda,
yaitu :
- Kinerja keuangan , mengukur profitabilitas dan nilai pasar.
- Kepuasan pelanggan, mengukur kualitas , pelayanan, dan rendahnya biaya,
diantaranya, sebagai indicator seberapa baik perusahaan memuaskan pelanggan
.
- Proses bisnis internal. Mengukur efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam
memproduksi barang atau jasa.
- Inovasi dan pembelajaran. Mengukur kemampuan perusahaan dalam
mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya manusia untuk mencapai
tujuan strategis saat ini dan masa mendatang.
Contoh perusahaan dell computer yang memperoleh keuntungan dengan
memperhatikan 4 dimensi informasi yang di atas juga.