Anda di halaman 1dari 19

Malnutrisi

(Gizi Buruk)
Anti Sophia/Dinda Safitri/Riska Nauli/Syarif Hidayatulloh

Malnutrisi yaitu gizi buruk


atau Kurang Energi Protein
(KEP)
dan
defisiensi
mikronutrien
merupakan
masalah yang membutuhkan
perhatian khusus terutama di
negara-negara
berkembang,
yang merupakan faktor risiko
penting terjadinya kematian
pada ibu hamil dan balita.

Definisi...

Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana


seseorang dinyatakan kekurangan zat gizi,
atau dengan ungkapan lain status gizinya
berada di bawah standar rata-rata. Zat gizi
yang dimaksud bisa berupa protein,
karbohidrat dan kalori. Gizi buruk (severe
malnutrition) adalah suatu istilah teknis
yang umumnya dipakai oleh kalangan gizi,
kesehatan dan kedokteran.

Gizi buruk ini biasanya terjadi pada


anak balita (bawah lima tahun) dan
ditampakkan oleh membusungnya
perut (busung lapar). Gizi buruk
dapat
berpengaruh
kepada
pertumbuhan dan perkembangan
anak, juga kecerdasan anak. Pada
tingkat yang lebih parah, jika
dikombinasikan dengan perawatan
yang buruk, sanitasi yang buruk, dan
munculnya penyakit lain, gizi buruk
dapat menyebabkan kematian.

Pada gizi buruk terdapat perubahan


nyata dari komposisi tubuhnya seperti
jumlah dan distribusi cairan, lemak,
mineral, dan protein terutama protein otot.
Tubuh mengandung lebih banyak cairan.
Keadaan ini merupakan akibat hilangnya
lemak, otot dan jaringan lain.
Cairan ekstra sel terutama pada anakanak dengan edema terdapat lebih banyak
dibandingkan tanpa edema. Kalium total
tubuh menurun terutama dalam sel
sehingga
menimbulkan
gangguan
metabolik pada organ-organ seperti ginjal,
otot dan pankreas.
Dalam sel otot kadar natrium dan fosfor
anorganik meninggi dan kadar magnesium
menurun. Kelainan organ sering terjadi
seperti sistem alimentasi bagian atas
(mulut,
lidah
dan
leher),
sistem
gastrointestinum
(hepar,
pankreas),

Ciri ciri Gizi Buruk

Otot mengecil
Ujung tangan dan kaki terasa dingin
Perut membuncit
Kulit kering dan keriput
Pertumbuhan lambat
Feses encer

Anak balita (bawah lima tahun) sehat


atau kurang gizi dapat diketahui dari
pertambahan berat badannya tiap bulan
sampai usia minimal 2 tahun. Apabila
pertambahan berat badan sesuai dengan
pertambahan umur menurut suatu
standar organisasi kesehatan dunia, dia
bergizi baik. Kalau sedikit dibawah
standar disebut bergizi kurang yang
bersifat kronis. Apabila jauh dibawah
standar dikatakan bergizi buruk. Jadi
istilah gizi buruk adalah salah satu bentuk
kekurangan gizi tingkat berat atau akut
(Pardede, J, 2006).

Klasifikasi Gizi Buruk


Marasmus

Marasmus/busung
lapar
adalah
gangguan gizi karena kekurangan
karbohidrat dan protein. Gejala yang
timbul diantaranya muka seperti
orangtua (berkerut), tidak terlihat
lemak dan otot di bawah kulit
(kelihatan tulang di bawah kulit),
rambut mudah patah dan kemerahan,
gangguan kulit, gangguan pencernaan
(sering diare), pembesaran hati dan
sebagainya. Anak tampak sering rewel
dan banyak menangis meskipun
setelah makan, karena masih merasa
lapar.

Penyebab Marasmus
Secara garis besar sebab-sebab marasmus adalah sebagai
berikut :
a. Asupan makanan yang kurang, marasmus terjadi akibat
masukan kalori yang sedikit, pemberian makanan yang
tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari
ketidaktahuan orang tua si anak, misalnya konsumsi susu
kaleng yang terlalu encer.
b. Infeksi yang berat dan lama menyebabkan marasmus,
terutama infeksi enteral misalnya infantil gastroenteritis.
c. Kelainan bawaan misalnya : penyakit jantung bawaan.

d.

Prematuritas

dan

penyakit

pada

masa

neonatus. Pada keadaan tersebut pemberian ASI


kurang akibat reflek mengisap yang kurang kuat.
e.

Pemberian

ASI

yang

terlalu

lama

tanpa

pemberian makanan tambahan yang cukup.


f.

Gangguan

metabolik,

misalnya

lactose

intolerance.
h. Penyapihan yang terlalu dini disertai dengan
pemberian makanan tambahan yang kurang.

Kwashiorkor adalah bentuk malnutrisi


disebabkan oleh defisiensi protein.

yang

Tipe kwashiorkor ditandai dengan


gejala tampak sangat kurus dan
atau edema pada kedua punggung
kaki
sampai
seluruh
tubuh,
perubahan status mental, rambut
tipis kemerahan seperti warna
rambut jagung, mudah dicabut
tanpa rasa sakit, rontok, wajah
membulat dan sembab, pandangan
mata
sayu,
pembesaran
hati,
kelainan kulit berupa bercak merah
muda yang meluas dan berubah
warna menjadi coklat kehitaman
dan terkelupas, cengeng dan rewel.

Tipe
marasmik-kwashiorkor
merupakan
gabungan beberapa gejala klinik kwashiorkor
Marasmus. Pada penderita demikian disamping
menurunnya berat badan < 60% dari normal
memperlihatkan
tanda-tanda
kwashiorkor,
seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit,
sedangkan kelainan biokimiawi terlihat pula.

Faktor penyebab gizi buruk


Ada 2 faktor penyebab dari gizi buruk antara lain :
Penyebab Langsung
Kurangnya asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi
Menderita penyakit infeksi. Anak yang
mendapat
makanan yang cukup tetapi diserang diare atau infeksi,
nafsu makan menurun, akhirnya dapat menderita gizi
buruk. Sebaliknya, anak yang makan tidak cukup baik,
daya tahan tubuh akan melemah dan mudah diserang
infeksi.
Kebersihan lingkungan, tersedianya air bersih, dan
berperilaku hidup bersih dan sehat akan menentukan
tingginya kejadian penyakit infeksi.

Penyebab tidak langsung

Ketahanan pangan dalam keluarga adalah kemampuan


keluarga untuk memenuhi kebutuhan makan untuk seluruh
anggota keluarga baik dalam jumlah maupun dalam komposisi
zat gizinya.
Pola pengasuhan anak, berupa perilaku ibu atau pengasuh
lain dalam hal memberikan makan, merawat, kebersihan
memberi kasih sayang dan sebagainya. Kesemuanya
berhubungan dengan kesehatan ibu (fisik dan mental), status
gizi, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, adat kebiasaan dan
sebagainya dari si ibu dan pengasuh lainnya.
Faktor pelayanan kesehatan yang baik, seperti; imunisasi,
penimbangan anak, pendidikan dan kesehatan gizi, serta
pelayanan posyandu, puskesmas, praktik bidan, dokter dan
rumah sakit.

Patofisiologi gizi buruk

Rambut mudah rontok dikarenakan kekurangan protein, vitamin A, vitamin C dan


vitamin E. Karena keempat elemen ini merupakan nutrisi yang penting bagi
rambut.

Pasien juga mengalami rabun senja. Rabun senja terjadi karena defisiensi vitamin
A dan protein. Pada retina ada sel batang dan sel kerucut. Sel batang lebih hanya
bisa membedakan cahaya terang dan gelap. Sel batang atau rodopsin ini
terbentuk dari vitamin A dan suatu protein. Jika cahaya terang mengenai sel
rodopsin, maka sel tersebut akan terurai. Sel tersebut akan mengumpul lagi pada
cahaya yang gelap. Inilah yang disebut adaptasi rodopsin. Adaptasi ini butuh
waktu. Jadi, rabun senja terjadi karena kegagalan atau kemunduran adaptasi
rodopsin.

Turgor atau elastisitas kulit jelek karena sel kekurangan air (dehidrasi). Reflek
patella negatif terjadi karena kekurangan aktin myosin pada tendon patella dan
degenerasi saraf motorik akibat dari kekurangn protein, Cu dan Mg seperti
gangguan neurotransmitter. Sedangkan, hepatomegali terjadi karena kekurangan
protein. Jika terjadi kekurangan protein, maka terjadi penurunan pembentukan
lipoprotein. Hal ini membuat penurunan HDL dan LDL. Karena penurunan HDL dan
LDL, maka lemak yang ada di hepar sulit ditransport ke jaringan-jaringan, pada
akhirnya penumpukan lemak di hepar.