Anda di halaman 1dari 3

Para Pihak

Para Pihak dalam Perjanjian Ticil ini adalah:


1. Andre Bastian (Andre Ticil); dan
2. Andin Aditya Rahman (1337).
Dalam Perjanjian ini, Andre Ticil dan 1337 disebut secara bersama-sama sebagai
Para Pihak.
Latar Belakang
Melalui Perjanjian ini, Andre Ticil menyewakan ruang kantor kepada 1337 di gedung
yang terletak di Jalan Ticil, RT 13, RW 37, Semoticil, Sukoticil, Ticil Tenggara
(Gedung Ticil).
Kepemilikan
Gedung Ticil adalah milik Andre Ticil berdasarkan Sertifikat Hak Milik No. 862 seluas
507 m2 (lima ratus tujuh meter per segi) dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
yang tertuang dalam Keputusan Walikota Ticil Tenggara No. 1337/IMB/2014
tertanggal 1 Januari 2014.
Keseluruhan luas ruang lantai empat Gedung Ticil yang disewakan kepada 1337,
termasuk peralatan dan perlengkapan, adalah milik Andre Ticil (Kantor Ticil).
Andre Ticil menjamin bahwa Kantor Ticil merupakan hak miliknya, dan bebas dari
sengketa dengan atau sitaan oleh pihak mana pun, tidak dijual maupun disewakan
kepada pihak lain, dan tidak dijaminkan kepada pihak lain. Andre Ticil
membebaskan 1337 dari segala tuntutan yang berkaitan dengan hal ini
(kepemilikan Kantor Ticil).
Jangka Waktu
Perjanjian ini berlaku tanggal 1 Januari 2015 dengan jangka waktu 12 (dua belas)
bulan. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.
Apabila janka waktu tersebut hendak diperpanjang, 1337 wajib memberitahukan
Andre Ticil paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya Perjanjian ini (31
September 2015).
Biaya Sewa
Biaya sewa keseluruhan yang harus dibayar oleh 1337 adalah sebesar Rp
1.604.400.000 (satu miliar enam ratus empat juta empat ratus ribu rupiah) dengan
cara pembayaran setiap bulan sebesar Rp 133.700.000 (seratus tiga puluh tiga juta
tujuh ratus ribu rupiah).
Perpajakan untuk biaya sewa tersebut akan ditanggung oleh Andre Ticil. Biaya sewa
tersebut tidak termasuk tagihan listrik dan tagihan telpon.

Jika 1337 tidak membayar biaya sewa pada saat jatuh tempo (per bulan), maka
1337 akan dikenakan denda sebesar 0,3% (nol koma tiga persen) per hari
keterlambatan dari jumlah biaya sewa bulan yang bersangkutan dengan maksimum
denda sebesar 7 (tujuh) hari keterlambatan.
Uang Jaminan Deposito Sewa
Paling lambat pada tanggal 2 Januari 2015, 1337 wajib menyerahkan uang jaminan
deposito sewa (Jaminan Sewa) kepada Andre Ticil sebesar Rp 12.500.000 (dua
belas juta lima ratus ribu rupiah).
Jaminan Sewa akan dikembalikan kepada 1337 pada saat Perjanjian ini berakhir
dengan menunjukan bukti pelunasan tagihan selama berlakunya Perjanjian ini,
seperti tagihan listrik dan tagihan telpon, yang menjadi tanggungan 1337.
Listrik
1337 wajib membayar tagihan listrik setiap bulan, termasuk biaya langganan
bulanan (abodemen) dan pemakaian, sesuai dengan tarif yang diterapkan oleh PT
1337 Listrik Negara (Persero) (PLN), beserta tagihan lain yang dikenakan oleh
PLN. 1337 juga akan dikenakan biaya administrasi sebesar 3 persen dari jumlah
tagihan listrik setiap bulan yang akan ditagih oleh Andre Ticil.
Tagihan listrik akan disampaikan oleh Andre Ticil setiap bulan, dan 1337 wajib
membayar tagihan listrik tersebut paling lambat 2 (dua) minggu setelah menerima
tagihan listrik dari Andre Ticil. Jika terjadi keterlambatan dalam membayar tagihan
listrik, berlaku ketentuan berikut:
1. Jika 1337 tidak membayar tagihan listrik dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
setelah tagihan listrik disampaikan oleh Andre Ticil, maka Andre Ticil berhak
untuk mematikan seluruh aliran listrik Kantor Ticil; dan
2. Jika 1337 tidak membayar tagihan listrik dalam waktu 3 (tiga) bulan, maka
1337 wajib mengosongkan Kantor Ticil, dengan menanggung segala risiko
dan biaya. Jaminan Sewa (jika masih ada) tidak akan dikembalikan kepada
1337, dan sisa masa sewa (jika masih ada) akan menjadi hangus.
Dalam hal listrik dari PLN padam, Andre Ticil akan menyediakan listrik dari genset
Gedung Ticil sebagai pengganti listrik dari PLN. Jika biaya bahan bakar solar untuk
genset Gedung Ticil tersebut melebihi tarif listrik PLN, maka biaya bahan bakar solar
tersebut dapat ditagih kepada 1337 oleh Andre Ticil secara proporsional dengan
besar daya terpasang dan pemakaian listrik oleh 1337 pada saat listrik dari PLN
padam.
Telpon
1337 dikenakan biaya administrasi sambungan telpon sebesar Rp 500.000 (lima
ratus ribu rupiah) per sambungan (tidak akan dikembalikan oleh Andre Ticil), dan
uang jaminan tagihan telpon lokal sebesar Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu

rupiah) per sambungan dan uang jaminan tagihan International Direct Dialling (IDD)
sebesar 3.000.000 (tiga juta rupiah) per sambungan.
Penting untuk dicatat bahwa uang jaminan tagihan telpon tersebut (lokal dan IDD)
tidak diserahkan oleh 1337. Hal ini telah disetujui oleh Andre Ticil.
Asuransi
1337 wajib untuk mengasuransikan Kantor Ticil terhadap risiko kebakaran.
Pengasuransian barang-barang milik 1337 ditanggung oleh 1337.
Pengakhiran Sewa
Dengan berakhirnya Perjanjian ini, 1337 wajib menyerahkan Kantor Ticil dalam
keadaan kosong dan seperti pada saat serah terima Kantor Ticil, dan melunasi
semua tagihan listrik dan tagihan telpon, serta mengembalikan semua
perlengkapan dan peralatan milik Andre Ticil. Jika 1337 terlambat melakukan hal
tersebut, maka 1337 akan dikenakan denda sebesar 0,5% (nol koma lima persen)
dari total biaya sewa 1 (satu) tahun untuk setiap hari keterlambatan dengan
maksimum 14 (empat belas) hari kalender keterlambatan.
Jika 1337 masih tidak mengosongkan Kantor Ticil, sebagaimana dimaksud di atas,
setelah 14 (empat belas) hari kalender, maka Andre Ticil berhak untuk:
1. Mematikan listrik dari PLN dan utilitas lain (sambungan telpon dan air) Kantor
Ticil, dengan segala risiko dan biaya ditanggung oleh 1337
2. Mengosongkan Kantor Ticil dengan bantuan pihak yang berwenang jika
diperlukan
Penyelesaian Sengketa
Apabila terdapat sengketa antara Para Pihak, maka akan diselesaikan dengan
musyawarah dan mufakat. Apabila Para Pihak tidak dapat menyelesaikan sengketa
dengan musyawarah dan mufakat, maka akan diselesaikan melalui Pengadilan
Negeri yang berwenang.
Para Pihak berdomisili hukum di daerah wewenang Pengadilan Negeri Ticil Tenggara.