Anda di halaman 1dari 3

I love you, before I meet you

Pasti janggal, membaca judul ini, bagaimana mungkin aku mencintainya sebelum
aku bertemu dengannya. Tapi itu kenyataan, dan aku mengalami nya sendiri.
2 juli 2010
waktu itu aku sedang ada acara keluar kota untuk urusan pekerjaan, dan terpaksa
nya pun aku harus sendirian untuk trip kali ini. 4 hari di luar kota, ada waktu sehari
full free untuk berlibur. lumayan lah ya.
5 juli 2010
aku bertemu dengan kawan lama di kota ini, kota surabaya. Kawan lama semasa
aku masih kuliah dulu.kami pun asik berbincang bincang dan tiba tiba terlontar kata
bromo di mulutnya. Sudah pernah ke bromo?, belum, tentu saja aku jawab belum
karena seumur hidupku aku belum pernah sekalipun mendaki gunung. You have to
try it, it was awsome. Dan sekilas di pikiranku, kenapa enggak?.
6 juli 2010
Dan akupun booking sebuah travel agen ke bromo, just for one person, lha siapa
lagi. Jam 11 malam, mobil jemputan telah datang. Sebenarnya sedikit nervous
waktu itu, maklum ini kali pertama ke gunung, udah terbayang apa saja yang ada di
gunung itu, mungkin seperti yang ditanyangan tv tv kali ya, ah sudahlah, let enjoy
my trip sajalah. mobil pun melaju dengan kencang dan berhenti sejenak, oh
ternyata ada 1 penumpang lagi. Dan mulailah kekacauan dalam otakku ini
Satu penumpang yang baru saja masuk mobil ini, bener bener resek, vocal nya
membuat kupingku serasa mo retak, gendang telingaku serasa mo pecah. Ini orang
sungguh terlalu klo kata itu pak haji roma irama, selama perjalanan, yang ku dengar
cuma suara nya yang sangat menggelegar dan membuatku serasa ingin pindah
mobil lain saja, sangat cerewet dan sangat membosankan mendengar suaranya.
amit amit jabang bayi itu orang
Untung saja aku bawa iPod ku, oh iPod, kamu sangat membantuku disaat seperti ini.
Waktu berlalu, akhirnya kita sampai. Oh God, thanks. Untuk sampai ke puncak kita
harus jalan kali, dan akupun segera ikut rombongan, aku berada di tengah tengah
rombongan, dan kali ini aku harus melepas ipod ku, karena aku harus mendengar
semua intruksi selama perjalanan menuju puncak, kalo aku budeg, pas aku di
panggil , khan gak lucu.
Aku berharap selama perjalanan ini, aku bisa lebih rilex telingaku, tapi boro boro
mau rilex, suara cempreng nya dia itu sungguh memecah gendang telingaku.
Saking aku benci nya suara itu, aku bahkan sama sekali aku tak mau melihat muka
orang itu. Dari suara nya yang cempreng itu pasti dan bisa dipastikan orang nya
jelek, item, pendek, dan sedikit labil ato mungkin lebih parah lagi alay.

Jam tangaknku menunjukkan pukul 2 lewat 10 menit, oh masih gelap disini, ya


pastilah. Lampu senter ku sesekali ku arahkan ke sekeliling ku,dAn tentu nya bisa di
tebak, tidak mungkin aku mengarahkan ke arah belakang, karena di belakangku ada
orang super resek dengan vocal yang bisa memekik leherku. oh tidak.
Aneh, setelah aku membayangkan hal yang mengerikan itu, lampu senterku tiba
tiba padam, ini tidak mungkin, ini lapu senter aku baru beli tadi pagi mana mungkin
ini bisa rusak, pas kondisi seperti ini lagi, aduh gawat. Tiba tiba ada cahaya lampu
senter lain yang membantu ku berjalan, tiap kali aku melangkah, cahaya itu
menuntunku mengarahkan jalan ku mendaku. baik sekali orang ini, pasti orang ini
begitu baik hati nya dan pasti tidak seresek orang itu.Aku tersenyum kecil sambil
terus melangkah mengikuti pemandu ku.
7 juli 2010
Jam 03.12, kita sampai ke puncak, alhamdulilah dan aku pun segera mencari
tempat, spot yang pas untuk melihat matahari terbit pagi ini. Aku yakin ini akan
menjadi sunrise terindah sepanjang hidupku, tentu nya. Disampingku ada beberapa
orang yang sudah siap dengan kamera nya, dan tentunya aku pun begitu, siap
dengan kamera favoritku ini. kakiku terasa agak letih dan akupun duduk sambil
melihat sekelilingku, sesaat aku tertahan saat aku melihat ada sepasang pria dan
wanita berdua duduk bersama sambil menunggu matahari terbit, wah, bagiku itu
sungguh romantis, andai saja aku bisa begitu. Oh Tuhan, aku ingin sekarang ini aku
juga duduk dengan pria pasanganku dan melihat sunrise pagi ini.
Ternyata aku telah melamun beberapa saat, dan tanpa sadar sudah ada seorang
pria yang sudah duduk manis di sampingku. Tapi aku tak memperhartikan muka
orang itu, karena disaat yang sama ketika aku menoleh ke kanan, kearahnya, dia
juga menoleh ke arah kanan.
Dari ujung nun jauh disana, detik demi detik aku melihat ada secercah cahaya yang
keluar dan akupun segera berdiri. Saat aku berdiri, sekian detik kemudian pria
disampingku juga ikut berdiri. Dan kamipun melihat matahari terbit bersama.
Matahari terlihat cantik pagi ini, aku tersenyum. pria disampingku tersenyum ke
arahku dan kami pun saling berpandangan, ada sesuatu yang aneh di hatiku saat
aku melihat nya, cahaya matahari itu seakan membuat hatiku sangat tenang dan
aku merasakan hangatnya dia di sisi ku. Aku tersenyum lebih lama dan kami pun
saling menyadadari hal yang sama. Hatiku mengatakan "aku mencintaimu", seakan
kamu bisa membaca hatiku, aku mendengar suara manis itu terucap dari mulut mu,
"i love you before i meet you". Dan kamu tahu,pria itu adalah orang yang memiliki
suara sangat sangat merusak gendang telingaku selama perjalanan ini. Dan dia
pulalah orang yang telah memanduku selama perjalanan mendaki dengan cahaya
lampu nya ** Bromo, 7 juli 2010, I love you before I meet you ***haruma