Anda di halaman 1dari 4

Kategori

Ilmu Saraf
Judul
hemiparesis dextra pada stroke non haemorrhage
Abstrak
Insiden stroke bervariasi di berbagai negara di Eropa, diperkirakan terd
apat 100-200 kasus stroke baru
per 10.000 penduduk per tahun (Hacke dkk, 2003). Di Amerika diperkirakan terdapa
t lebih dari 700.000 insiden
stroke per tahun, yang menyebabkan lebih dari 160.000 kematian per tahun, dengan
4.8 juta penderita stroke yang
bertahan hidup. (Goldstein dkk, 2006). Rasio insiden pria dan wanita adalah 1.25
pada kelompok usia 55-64 tahun,
50 pada kelompok usia 65-74 tahun, 1.07 pada kelompok usia 75-84 tahun dan 0.76
pada kelompok usia diatas 85 tahun.
ISI
Seorang laki-laki berinisial TN.S berusia 57 Tahun datang ke IGD dengan
keluhan kelemahan anggota gerak sebelah
kanan, Keluhan lemas anggota gerak bagian kanan sudah dirasakan 2 hari SMRS (seb
elum masuk rumah sakit), pasien
juga disertai bicara pelo, bibir perot. Pada mulanya pasien berjalan dan terjatu
h karena badannya lemah, mendadak
lemah bagian kanan. Pasien mengeluhkan pusing terasa muter-muter 1 hari, mual-mu
ntah, pingsan disangkal oleh
pasien. Pasien tidak memiliki riwayat stroke, hipertensi, atau diabetes mellitus
,
Riwayat Penyakit Dahulu Hipertensi, Diabetes Mellitus, Sakit Jantung, Trauma, Sa
kit kepala sebelumnya Disangkal.
Keluarga pasien tidak mempunyai riwayat Hipertensi, Diabetes mellitus, penyakit
jantung.
Pemeriksaan fisik Keadaan Umum Tampak sakit sedang, Tekanan Darah 110 /
70 mmHg, Nadi 68x / menit,
Pernafasan 20 x / menit, Suhu 36,3oC (per aksila), Tingkah Kesadaran Kompos ment
is, E4M6V5 GCS15, tanda meningeal
sign negatif, Motorik gerakan terbatas-bebas-terbatas-bebas, kekuatan otot 2/5-2
/5, Refleks Fisiologis Refleks Biceps,
Refleks Triceps, Refleks Patella, Refleks Achilles positif. Refleks Patologis Ho
ffman Trommer, Babinski, Chadock,
Oppenheim, Gordon, Schaeffer, Rosollimo, Mendel Behterew, Klonus paha, Klonus ka
ki negatif.
Pemeriksaan laboratorium Cholesterol total 137 mg/dL, Trigliseride 74 mg
/dL, LDL 114 mg/dL,
Asam urat 5,9 mg/dL, SGOT 8 mg/dl, SGPT 8 mg/dl. Hasil pemeriksaan CT Scan kepal
a non kontras Kesan: Infark
di nucleus lentiformis sinistra, Tak tampak gambaran intracerebral hemorrhage /
mass.
Diagnosis
Hemiparesis Dextra e.c Stroke non hemmorhage
Terapi
Infus Asering 20tpm
Injeksi piracetam 2 x 3gr
Injeksi citicoline 2 x 500mg
Injeksi ranitidin 2 x 1A
Inf. Manitol 6 x 75cc
Clopidogel 1-0-1

Neurodex 1-10
Simvastatin 20mg 2x1
Diskusi
Secara non hemoragik, stroke dapat dibagi berdasarkan manifestasi klinik dan pro
ses patologik (kausal):
Berdasarkan manifestasi klinik:
a. Serangan Iskemik Sepintas/Transient Ischemic Attack (TIA)
Gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak akan mengh
ilang dalam waktu 24 jam.
b. Defisit Neurologik Iskemik Sepintas/Reversible Ischemic Neurological Deficit
(RIND) Gejala neurologik yang
timbul akan menghilang dalam waktu lebih lama dari 24 jam, tapi tidak lebih dari
seminggu.
c. Stroke Progresif (Progressive Stroke/Stroke In Evaluation)
Gejala neurologik makin lama makin berat.
d. Stroke komplet (Completed Stroke/Permanent Stroke)
Kelainan neurologik sudah menetap, dan tidak berkembang lagi.
Berdasarkan Kausal:
a. Stroke Trombotik
Stroke trombotik terjadi karena adanya penggumpalan pada pembuluh darah di otak.
Trombotik dapat terjadi pada
pembuluh darah yang besar dan pembuluh darah yang kecil. Pada pembuluh darah bes
ar trombotik terjadi akibat
aterosklerosis yang diikuti oleh terbentuknya gumpalan darah yang cepat. Selain
itu, trombotik juga diakibatkan
oleh tingginya kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL). Sedang
kan pada pembuluh darah kecil,
trombotik terjadi karena aliran darah ke pembuluh darah arteri kecil terhalang.
Ini terkait dengan hipertensi
dan merupakan indikator penyakit aterosklerosis.
b. Stroke Emboli/Non Trombotik
Stroke emboli terjadi karena adanya gumpalan dari jantung atau lapisan lemak yan
g lepas. Sehingga, terjadi
penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan darah tidak bisa mengaliri oksigen
dan nutrisi ke otak.
Tanda dan gejala dari stroke adalah (Baughman, C Diane.dkk,2000):
1.Kehilangan motorik
Disfungsi motorik paling umum adalah hemiplegia (paralisis pada salah satu sis
i) dan hemiparesis
(kelemahan salah satu sisi) dan disfagia
2.Kehilangan komunikasi
Disfungsi bahasa dan komunikasi adalah disatria (kesulitan berbicara) atau afasi
a (kehilangan berbicara).
3.Gangguan persepsi
Meliputi disfungsi persepsi visual humanus, heminapsia atau kehilangan penglihat
an perifer dan diplopia,
gangguan hubungan visual, spesial dan kehilangan sensori.
4.Kerusakan fungsi kognitif parestesia (terjadi pada sisi yang berlawanan).
5.Disfungsi kandung kemih meliputi: inkontinensiaurinarius transier, inkontinens
ia urinarius peristen atau
retensi urin (mungkin simtomatik dari kerusakan otak bilateral), Inkontinensia u
rinarius dan defekasiyang
berlanjut (dapat mencerminkan kerusakan neurologi ekstensif).
Tanda dan gejala yang muncul sangat tergantung dengan daerah otak yang terkena:
1. Penngaruh terhadap status mental: tidak sadar, konfus, lupa tubuh sebelah
2. Pengaruh secara fisik: paralise, disfagia, gangguan sentuhan dan sensasi, g
angguan penglihatan

3.

Pengaruh terhadap komunikasi, bicara tidak jelas, kehilangan bahasa.

Tujuan intervensi adalah berusaha menstabilkan tanda-tanda vital dengan melakuka


n tindakan sebagai berikut:
Mempertahankan saluran nafas yang paten yaitu lakukan pengisapan lendiryang serin
g, oksigenasi, kalau perlu
lakukan trakeostomi, membantu pernafasan.
Mengendalikan tekanan darah berdasarkan kondisi pasien, termasuk untuk usaha memp
erbaiki hipotensi dan hipertensi.
Berusaha menentukan dan memperbaiki aritmia jantung.
Menempatkan pasien dalam posisi yang tepat, harus dilakukan secepat mungkin pasie
n harus dirubah posisi
tiap 2 jam dan dilakukan latihan-latihan gerak pasif.
Mengendalikan hipertensi dan menurunkan TIK
Dengan meninggikan kepala 15-30 menghindari flexi dan rotasi kepala yang berlebi
han,
Pengobatan Konservatif
a.Vasodilator meningkatkan aliran darah serebral (ADS) secara percobaan, tetapi
maknanya: pada tubuh manusia
belum dapat dibuktikan.
b.Dapat diberikan histamin, aminophilin, asetazolamid, papaverin intra arterial.
c.Anti agregasi thrombosis seperti aspirin digunakan untuk menghambat reaksi pel
epasan agregasi thrombosis yang
terjadi sesudah ulserasi alteroma.
d.Anti koagulan dapat diresepkan untuk mencegah terjadinya/ memberatnya trombosi
s atau emboli di tempat lain
di sistem kardiovaskuler.
Kesimpulan
Pada kasus ini diagnosis klinis hemiparese dextra ditegakkan berdasarkan anamnes
a dan pemeriksaan fisik yang
dilakukan terhadap pasien. Dari anamnesa pasien mengeluhkan kelemahan pada anggo
ta gerak sebelah kanan yang
terjadi secara mendadak saat pasien berjalan. Lalu pasien juga mengalami ganggua
n berbicara yaitu bicara pelo.
Pada pemeriksaan fisik tampak kelemahan pada sisi kanan tubuh pasien, kekuatan m
otorik dari pasien yang kurang dan
gerakan dari anggota gerak sebelah kanan pasien yang sulit digerakan.
Diagnosa etiologik Stroke Non Hemoragik (SNH) ditegakkan berdarsarkan anamnesa d
an pemeriksaan penunjang.
Pada anamnesa didapatkan onset terjadi mendadak pada saat pasien sehabis beristi
rahat, pada pasien ini kelemahan
terjadi secara tiba-tiba saat pasien berjalan. Hal ini merupakan ciri khas dari
SNH yang terjadi saat pasien
dalam keadaan tidak beraktivitas.
Refrensi
1.Baehr, M. dan Frotscher, M. Serebrum. Dalam: Diagnosis Topik Neurologis DUUS:
Anatomi, Fisiologi, Tanda, Gejala. Edisi ke-4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC. Hlm. 292-309.
2.Price, A. Sylvia.2006 Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit edisi
4. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
3.L. Hauser, Stephen. Disease of Nervous System : Harrison s Neurology in clinical
medicine. 3rd Edition. 2013 : Mc Graw Hill.
4.World Health Organization, 2006. STEP Stroke Surveillance. Available from: htt
p://www.who.int/entity/chp/steps/Section1_Introduction.pdf
5.Anonym. Pengenalan & Penatalaksanaan Kasus-kasus Neurologi. 2007. Edisi ke-2.
Jakarta: Departemen Saraf RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
6.S. Snell, Richard. Clinical Neuroanatomy, 7th edition. 2010 : Lippincott Willa
ms and Wilkins.

Penulis
Muhammad Fikri Husein, Program Elective Posting. Bagian Ilmu Saraf, RSUD Salatig
a, Kota Madya Salatiga, Jawa Tengah.