Anda di halaman 1dari 34

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Meningkatkan mutu pendidikan merupakan tanggung
jawab

semua

pendidikan

pihak

yang

terlibat

terutama

bagi

guru

dalam

pada

pelaksanaan

tingkat

Sekolah

Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) karena pada tingkat inilah


yang pertama dan paling utama dalam membentuk peserta
didik. Bagi peserta didik, tingkat SD/MI merupakan tempat
awal terjadinya interaksi antara siswa dengan guru, interaksi
antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan warga
sekolah yang lainnya dan interaksi yang lebih khusus lagi
terjadi melalui proses pembelajaran di kelas. Pembelajaran
yang merupakan proses komunikasi dua arah, dilakukan oleh
pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar terpusat
pada peserta didik.1
Setiap guru (terutama guru SD/MI) harus menggunakan
strategi

dan

media

pembelajaran

yang

tepat

karena

peningkatan mutu pendidikan berkaitan erat dengan proses


1Tantri, Tanggu Dan Pudjawan, Pengaruh Model pembelajaran Quantum
Teaching Bermuatan Permainan Puzzle Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV SD
Gugus I Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung Tahun Pelajaran
2012/2013, Jurnal Penelitian Pendidikan, (Singaraja: Universitas Pendidikan
Ganesha Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan PGSD dan Teknologi Pendidikan,
2012), hlm. 2.

pembelajaran dalam kelas. Saat pembelajaran dalam kelas


berlangsung, akan ditemui masalah atau persoalan yang
menghambat

proses

pembelajaran

dan

berpengaruh

langsung terhadap pencapaian prestasi belajar siswa.


Berkenaan dengan proses pembelajaran dalam kelas,
kurikulum 1984 Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah
Pertama,

pada

pelaksanaan

lampiran

kurikulum

di

dalam

tersurat

bab

bahwa

pokok-pokok

proses

belajar

mengajar dilaksanakan dengan pendekatan keterampilan


proses. Begitu juga Kurikulum 1994 Pendidikan Dasar dan
Sekolah

Menengah

Umum
menekankan
penggunaan
1
pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA.
Dengan demikian, jelaslah bahwa aspek proses dituntut
dalam pembelajaran IPA dan sudah sewajarnya pula apabila
keterampilan proses menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari guru sains pada jenjang pendidikan manapun.2
Setiap

materi

pembelajaran

yang

diajarkan

pasti

berbeda dan memiliki tujuan yang berbeda, oleh karenanya


akan ditemui masalah pembelajaran yang berbeda dan
membutuhkan

penerapan

strategi

pembelajaran

yang

berbeda pula. Begitu juga halnya dengan pembelajaran IPA,

2Nuryani, Strategi Belajar Mengajar Biologi, (Malang: UM Press, 2005),


hlm. 76.

materi pembelajaran yang berbeda dan sudah tercantum


dalam buku pelajaran menjadi hal pokok bagi guru dalam
membuat perencanaan pembelajaran yang tepat.
Berdasarkan survey awal pada hari senin tanggal 15
September 2014 di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Gunung Jati
Sukun dan di Madrasah Ibtidaiyah Maarif I Kota Malang,
peneliti mendapatkan hal yang menjadi masalah pada proses
pembelajaran IPA yang dilaksanakan di kelas, yakni:
1. Guru masih mengeluh tentang materi pelajaran yang
terlalu banyak dan kurangnya waktu untuk mengajarkan
semua materi pembelajaran
2. Keterbatasan kemampuan pendidik dalam pemanfaatan
media pembelajaran elektronik seperti laptop dalam
mengemas pembelajaran berbasis tampilan gambar dan
suara saat menyampaikan materi pembelajaran
3. Rendahnya daya tangkap siswa terhadap

materi

pembelajaran membuat guru pengampu mata pelajaran


IPA mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk
terlibat

langsung

dalam

penelaahan materi pelajaran


4. Rendahnya
daya
ingat

proses
siswa

penggalian
terhadap

dan
materi

pembelajaran yang telah diajarkan,3 hal ini diketahui

3Sumartiasih Guru IPA Kelas V Dan Lilik Malihah Guru Wali Kelas V,
Wawancara Pribadi Pada Survey Awal, Sukun, Senin 20 Oktober 2014,
Pukul 09.30-11.00 Wib.

peneliti pada saat melakukan observasi langsung dalam


kelas
5. Siswa masih beranggapan mata pelajaran IPA

sebagai

mata pelajaran yang bersifat teoritis semata. Akibatnya,


ketika mengikuti pembelajaran IPA siswa merasa cukup
mencatat dan menghafal materi yang disampaikan oleh
guru, bahkan tugas-tugas yang diberikan dikerjakan
hanya sekedar menyelesaikan tugas semata.4
Masalah-masalah

dalam

pembelajaran IPA sebagaimana


membawa

pengaruh

pada

penyelenggaraan

dikemukakan di atas, jelas

kualitas,

proses

dan

hasil

pembelajaran. Kondisi semacam ini tentu tidak sejalan


dengan semangat untuk menciptakan pembelajaran yang
bermakna bagi siswa, apabila pada proses pembelajaran guru
masih

menerapkan

pembelajaran

strategi

konvensional,

ceramah

dan

komunikasi

pendekatan

lebih

banyak

berlangsung searah, dan penilaian hanya menekankan aspek


kognitif, maka pembelajaran yang kurang bermakna ini akan
semakin meluas pada materi pembelajaran berikutnya.
Dalam usaha meningkatkan

proses

dan

prestasi

pembelajaran mata pelajaran IPA, guru diharapkan mampu

4Yulia Distri Andini, Guru Kelas V MI Sunan Gunung Jati, Tahun Ajaran
2014/2015, Wawancara Pribadi Pada Survey Awal, Sukun, Senin, 15
September 2014, Pukul 11.0013.30 Wib.

menciptakan variasi dalam kegiatan pembelajaran dengan


menggunakan media dan alat peraga pengajaran dalam
proses pembelajaran untuk membuat situasi menjadi nyata
bagi murid-murid sehingga membantu memotivasi muridmurid

dan

mampu

membangkitkan

minat

murid-murid

terhadap persoalan yang dihadapi.


Semua bentuk belajar tidak memiliki konsekwensi
otomatis yang memastikan siswa langsung cerdas, pintar
atau bijak dari perenungan informasi ke dalam benak siswa,
begitu

juga

dengan

belajar

IPA.

Belajar

memerlukan

keterlibatan mental dan kerja siswa sendiri yang diarahkan


oleh guru. Penjelasan dan pemeragaan semata tidak akan
membuahkan hasil belajar yang maksimal tanpa adanya
kegiatan belajar aktif. Belajar aktif memerlukan sarana dan
media

pembelajaran,

harus

gesit,

menyenangkan,

dan

bersemangat. Sehingga siswa akan lebih mudah menyerap


ilmu pengetahuan dan dapat bertahan untuk mengikuti
proses pembelajaran dengan adanya media yang digunakan
dalam menyampaikan materi.
Dari survey lanjutan yang dilakukan pada hari Selasa 23
September 2014 di Madrasah Ibtidaiyah Sunan Gunung Jati
dan pada hari Senin 20 Oktober 2014, dilakukan wawancara
dengan

kepala

sekolah

dan

guru

kelas

sekaligus

pengambilan

data

Daftar

Kumpulan

Nilai

(DKN)

harian

semester ganjil mata pelajaran IPA pada materi Penyesuaian


Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya. Data nilai dalam DKN
tersebut merupakan nilai yang diperoleh peserta didik ketika
pembelajaran

yang

disampaikan

pembelajaran

konvensional.

masih

Kemudian

menerapkan
diklasifikasikan

dengan nilai tertinggi, terendah dan nilai rata-rata siswa.5


Tabel 1.1
Daftar Kumpulan Nilai Ulangan IPATahun Ajaran
2010/2011
No

Nomor

Nama

Induk

Nilai

576

Rahma Puspitasari

60

606

Gagah Nur Muhammad

60

640

Farid Hananto

60

557

Muhammad Yusuf

60

562

Achmad Muslih

60

603

Fajrianto

60

604

Fajar Naili

65

626

Aziz Miftahul Huda

65

627

Agus Setiawan

70

10

629

Atim Guntur Wijaya

60

11

631

Ficky Febriansyah

65

12

632

Igun Kurniawan

65

5Yulia Distri Andini, Guru Kelas V MI Sunan Gunung Jati, Tahun Ajaran
2014/2015, Wawancara Pribadi Pada Survey Lanjutan Dan
Pengambilan DKN, Sukun, Senin, 23 September 2014, Pukul 11.00
13.30 Wib.

13

633

Novita Kurnia Sari

60

14

647

Yuliana

70

15

683

Fitri Awaliyah

70

16

684

Muhammad Fajar Mujahid

70

17

639

Wahyu Ramadhan

65

18

702

Mohammad Siswanto

65

19

717

Novan Eka Saputra

65

20

639

Dewi A.

70

Jumlah

1285

Tertinggi

70

Terendah

60

Rata-rata

64,30

Data nilai harian siswa di atas memaparkan bahwa


siswa dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hanya 5
siswa,

berarti

tingkat

kelulusan

siswa

pada

materi

penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya hanya


sebesar 25 %, dan sebanyak 15 siswa tidak mencapai KKM
berati 75 % dari keseluruhan siswa.
Tabel 1.2
Daftar Kumpulan Nilai Ulangan IPA Tahun Ajaran
2011/2012
No
1
2
3
4
5

No
Induk
608
611
628
637
652

Nama
Muhammad Arif
Rangga Adi Putra
Ardi Rizal Setiawan
Tutik Setyaningsih
Achmad Hanafi

Nilai
40
60
60
55
60

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

653
654
655
656
657
658
659
663
669
671
672
676
677
680
682
729
750
638

Alfina Maulina Amanda


Ariel Efendi Widian
Andalusia Islami Matsusitha
Anggi
Bagas Aryahadi Saputra
Desi Novitasari
Dinna Siti Chodijah
Elsa Ilmiah
Muhammad Annas Al-Mukarrom
Mirza Rachma Nabila
Muhammad Isyaiyas sadewa
Reza Putra
Rifky Andika Saputra
Rizan Rochmad dewantoro
Agustin Mega utami
Putri Gita Cahyani
Muhammad Barda Sadeli
Vico Savril Setya Yoga
Jumlah
Tertinggi
Terendah
Rata-rata

50
80
85
60
70
35
70
75
90
80
65
65
60
60
70
65
60
65
1480
90
35
64.34

Dari paparan data nilai harian siswa di atas diperoleh


keterangan bahwa siswa yang mencapai nilai KKM hanya 8
siswa berarti tingkat kelulusan siswa

hanya 28 % pada

materi penyesuaian makhluk hidup dengan lingkungannya


dan 15 siswa tidak mencapai KKM berarti yang tidak lulus
materi 72 %.
Tabel 1.3
Daftar Kumpulan Nilai Ulangan IPA Tahun Ajaran
2012/2013
No

No
Indu

Nama

k
542

Bagus Dwi Saputro

Nilai
43

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

686
665
691
688
666
673
689
690
675
692
678
693
694
695
696
791
793

Dinda Mukti Aisyah


Farid Alamsyah Maulana
Handa Astika Prahma
Ika Anggarista
Lilis Nur Syamsiah
Maria Melinda
Mita Ratnasari
Mohammad Rendy Setyo Putro
Panca Prasetyo
Pramodya Regina Salsabila
Sebtian Febrianto
Siti Halimah
Triana Auviatu Nur Azizah
Ulfi Fathurrohman
Fiona Afadilla
Wimpi Setya Aditya
Tito Bagaskara Pratama
Jumlah
Tertinggi
Terendah
Rata-rata

68
82
73
62
53
70
68
72
56
60
52
60
70
68
63
75
60
1155
82
43
64.16

Dari data nilai siswa di atas diperoleh keterangan


bahwa siswa yang mencapai KKM hanya 6 siswa berarti yang
lulus hanya 35 % dan 12 siswa tidak mencapai KKM atau
berkisar 65 %.
Tabel 1.4
Daftar Kumpulan Nilai Ulangan IPA Tahun Ajaran
2013/2014
No
1
2
3
4
5
6

No
Induk
706
789
709
710
687
712

Nama
Ayu Wandira
Deffi Putri Chandrawati
Deva Chandra Eko Prasetyo
Dinda Hendriyana Tantri
Hendra Novan Riyanto
Indah Maulina

Nilai
50
75
65
75
65
40

10

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

701
717
718
719
720
798
722
723
797
726
721

Madhan Siwi
Nur Chasanah
Nurul Hikmah
Nessa Amelia
Nazwa Sandra Febrina
Sabilla Rina Cahyani
Siti Khodijah Nisa' Mukaromah
Shinta Fadilla Nur Rochmah
Tubagus Reyhan Fahreza
Widiya Safitri
Rizki
Jumlah
Tertinggi
Terendah
Rata-rata

40
70
90
60
100
60
60
90
60
60
40
1100
100
40
64,70

Dari data nilai siswa di atas diperoleh keterangan


bahwa siswa yang mencapai KKM hanya 6 siswa berarti yang
lulus hanya 30 % dan 11 siswa tidak mencapai KKM atau
berkisar 70 %. Data nilai yang telah dipaparkan di atas
menjadi pembuktian bahwa begitu rendahnya prestasi belajar
ilmu pengetahuan alam siswa pada materi penyesuaian
makhluk hidup dengan lingkungannya setiap tahunnya.
Berdasarkan masalah pembelajaran dan pemaparan
data di atas, perlu dilakukan suatu penelitian, oleh karenanya
penulis menyusun rencana penelitian Efektifitas Strategi
Learning Cycle Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Kelas

Madrasah

Ibtidaiyah

Sunan

Gunung

Madrasah Ibtidaiyah Maarif I Sukun Malang.

Jati

Dan

11

Dalam proses pembelajaran nantinya akan digunakan


media

alat

peraga

berupa

gambar

berbentuk

kartu

Penggunaan media ini dimaksudkan untuk membuat suasana


pembelajaran lebih aktif, inovatif serta menyenangkan, tidak
kalah pentingnya pembelajaran IPA melalui Strategi Learning
Cycle

diharapkan

merangsang

peningkatan

kemampuan

profesional guru dalam merancang media pembelajaran


sendiri sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih bermanfaat
dan menyenangkan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan

masalah

dalam

penelitian

yang

akan

Strategi

Learning

Cycle

untuk

menjadi

lebih

dilakukan adalah:
1. Bagaimana

penerapan

mengefektifkan

proses

pembelajaran

menyenangkan sehingga belajar tidak menjadi beban moril


bagi peserta didik?
2. Apakah Strategi Learning

Cycle

berpengaruh

positif

terhadap peningkatan daya ingat siswa terhadap materi


pembelajaran yang diajarkan?
3. Apakah dengan menggunakkan Strategi Learning Cycle
prestasi belajar siswa mengalami peningkatan secara
signifikan?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah:

12

1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan Strategi Learning


Cycle guna mengefektifkan proses pembelajaran yang
menyenangkan.
2. Untuk

mengetahui

apakah

Strategi

Learning

Cycle

berpengaruh positif terhadap peningkatan daya ingat siswa


dalam mengikuti proses pembelajaran.
3. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan dan peningkatan
prestasi

belajar

siswa

yang

signifikan

dengan

menggunakan Strategi Learning Cycle.


D. Manfaat Penelitian
Secara
bermanfaat

teoritis,

penelitian

memberikan

ini

sumbangan

diharapkan
pemikiran

akan
dalam

pengembangan ilmu pendidikan, khususnya pengembangan


Strategi Learning Cycle pada berbagai mata pelajaran tingkat
dasar hingga perguruan tinggi guna menemukan konsep
metode

pembelajaran

yang

dinilai

efektif.

Maksud

pengembangan disini adalah pengembangan Learning Cycle


untuk diterapkan pada berbagai disiplin ilmu sehingga
berbagai macam model atau strategi pembelajaran tidak
hanya sekedar diketahui semata tanpa digunakan, tetapi
benar-benar diterapkan oleh tenaga pendidik dalam jenjang
pendidikan apapun.
Secara praktis, penelitian ini diharapkan bermanfaat:

13

1. Sebagai panduan bagi guru atau peneliti lain mengenai


prosedural penggunaan media Strategi Learning Cycle
dalam penyusunan rencana kegiatan pembelajaran yang
aktif

dan

menyenangkan,

sehingga

menghilangkan

kejenuhan siswa pada saat belajar.


2. Meningkatan prestasi belajar siswa, diarahkan untuk
memberikan pemahaman kepada siswa bahwa materi
pembelajaran IPA berkaitan langsung dengan kehidupan
nyata dan berpengaruh langsung dalam kehidupan seharihari.
3. Bagi kepala sekolah untuk pemantauan pengembangan
perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses semua
materi pembelajaran yang dilakukan oleh guru khususnya
pelajaran IPA.
E. Hipotesis Penelitian
Peneliti memahami usia siswa pada tingkat pendidikan
SD/MI khususnya kelas V yang masih memiliki keinginan
bermain

yang

begitu

besar,

perlu

diterapkan

media

pembelajaran yang tepat dan strategi pembelajaran yang


baik, guna menyeimbangakan emosional siswa saat belajar,
oleh karena itu peneliti memahami strategi yang tepat
digunakan dalam pembelajaran IPA pada saat penelitian
nantinya adalah strategi leraning cycle yang dipadu dengan
media card sort, sehingga dengan berdasarkan latar belakang

14

masalah pembelajaran yang dipaparkan di atas

maka

hipotesis penelitian ini adalah dengan Strategi Learning Cycle


proses pembelajaran mejadi lebih aktif dan menyenangkan
serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata
pelajaran IPA materi penyesuaian diri makhluk hidup dengan
lingkungannya di MI Sunan Gunung Jati dan MI Maarif I Sukun
Malang.
F. Ruang Lingkup Penelitian
Lingkup penelitian ini dibatasi pada mata pelajaran IPA
kelas V yang mencakup:
1. Standar Kompetensi: Mengidentifikasi cara makhluk hidup
menyesuaikan diri dengan lingkungannya
2. Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi penyesuaian
hewan

dengan

lingkungan

tertentu

diri

untuk

mempertahankan hidup dan Mengidentifikasi penyesuaian


diri

tumbuhan

dengan

mempertahankan hidup
3. Uraian Materi adalah
lingkungannya

dan

lingkungan

tertentu

untuk

hewan

dengan

tumbuhan

dengan

penyesuaian

penyesuaian

lingkungannya.
G. Originalitas Penelitian
Setiap rencana penelitian yang akan dilakukan harus
benar-benar

berbeda

dengan

penelitian

yang

pernah

dilaksanakan oleh peneliti lain, agar karya ilmiah yang

15

disusun benar-benar orisinil dan tidak merupakan karya tulis


yang disusun berdasarkan plagiasi. Di bawah ini dipaparkan
penelitian terdahulu yang relevan terhadap penelitian yang
akan dilaksanakan.
Hendri Setiawan, Penerapan Model Pembelajaran Card
Sort Berbasis Kontekstual Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan
Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP An Nur Bululawang Pada
Mata Pelajaran PKN, Pascasarjana Universitas Negeri Malang
Program Studi Pendidikan Dasar, Juli 2010. Penelitian ini
adalah penelitian kualitatif dengan bidang penelitian tindakan
kelas (PTK).6 Penerapan media pembelajaran card sort pada
penelitian ini diterapkan pada siswa Sekolah Menengah atau
Madrasah Tsanawiyah MTs pada mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan dengan tujuan meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar siswa.
Kesimpulan penelitian ini menerangkan bahwa (1)
penerapan model pembelajaran tipe card sort berbasis
kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa hal ini
dapat dilihat dari aktivitas kooperatif siswa berjalan dengan
relatif baik, dilihat dari elemen-elemen saling ketergantungan
6Hendri Setiawan, Penerapan Model Pembelajaran Card Sort Berbasis
Kontekstual Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa
Kelas VII SMP An Nur Bululawang Pada Mata Pelajaran PKN,
Pascasarjana Universitas Negeri Malang Program Studi Pendidikan
Dasar, Juli 2010, hlm. 53.

16

positif siswa terlihat saling membantu dalam kelompok yang


ditunjukkan dengan yang lainnya serta saling memberi
motivasi dalam bentuk verbal. (2) model pembelajaran ini
dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
PKN Kelas VII SMP Annur Bululawang. Hal tersebut dapat
dilihat

dari

rata-rata

tes

siswa

sebelum

diterapkan

pembelajaran tipe card sort hanya 74,48 %. Yang kemudian


meningkat menjadi 76,11 % pada siklus I dan meningkat
menjadi 80,07 % pada pelaksanaan siklis II.7
Islamijati

Setyaningsih,

Pembelajaran

Menggunakan

Peta Konsep Melalui Strategi Learning Cycle Dalam Upaya


Membangun Pemahaman Fungsi Kuadrat Dan Grafiknya,
Pascasarjana

Universitas

Negeri

Malang,

Program

Studi

Pendidikan Matematika, Desember 2010. Penelitian ini adalah


penelitian kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas,
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Malang Kelas X-2
pada tahun ajaran 2009/2010.
Dalam

penelitian

ini

Islamijati

kesimpulan

yang

diterangkannya adalah, (1) pembelajaran menggunakan peta


konsep melalui strategi Learning Cycle 5E dapat membangun
pemahaman siswa kelas X-2 SMA Negeri I terhadap konsep

7Hendri Setiawan, Penerapan Model Pembelajaran Card Sort hlm.


136-138.

17

fungsi kuadrat dan grafiknya. (2) Hasil penelitian dilihat dari


hasil observasi, hasil tes akhir siklus, hasil pembuatan peta
konsep dan wawancara. Dari hasil tes akhir siklus sangat
memuaskan, yaitu persentase ketuntasan belajar klasikal
(TB) sebesar 97,4% yang menunjukkan bahwa siswa dapat
membangun pemahaman fungsi kuadrat dan grafiknya.8
Febi Dwi Widayanti, Pengaruh Pengelompokan Siswa
Berdasarkan Gaya Belajar Dan Multiple Intelegences Pada
Model Pembelajaran Learning Cycle Terhadap Hasil Belajar
Kimia Siswa Kelas XI IPA SMAN 3 Lumajang, Pascasarjana
Universitas

Negeri

Malang,

Program

Studi

Magister

Pendidikan Kimia, Tahun 2010. Penelitian ini merupakan


penelitian eksperimental semu (quasi eksperimental design)
yang bertujuan menguji pegaruh variabel-variabel bebas
terhadap variabel terikat.9 Penelitian ini menyimpulkan bahwa
(1) ada pengaruh pengelompokan siswa berdasarkan gaya
belajar terhadap kemampuan higher order thinking pada
8Islamijati Setyaningsih, Pembelajaran Menggunakan Peta Konsep
Melalui Strategi Learning Cycle Dalam Upaya Membangun Pemahaman
Fungsi Kuadrat Dan Grafiknya, Pascasarjana Universitas Negeri Malang,
Program Studi Pendidikan Matematika, Desember 2010, hlm. 241-242.
9Febi Dwi Widayanti, Pengaruh Pengelompokan Siswa Berdasarkan
Gaya Belajar Dan Multiple Intelegences Pada Model Pembelajaran
Learning Cycle Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XI IPA SMAN 3
Lumajang, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Program Studi
Magister Pendidikan Kimia, Tahun 2010, hlm. 49.

18

model pembelajaran learning cycle (LC) siswa kelas XI IPA


SMAN 3 Lumajang. (2) Ada pengaruh multiple intelegensi dan
kemampuan higher order thinnking pada model pembelajaran
LC siswa kelas XI IPA SMAN 3 Lumajang. (3) Ada pengaruh
pengelompokan berdasarkangaya belajar dan tingkat multiple
intelegences siswa terhadap hasil belajar dan kemampuan
higher order thinking pada model pembelajaran LC siswa
kelas XI IPA SMAN 3 Lumajang.10
Saudah,

Pengembangan

Perangkat

Pembelajaran

Bercirikan Learning Cycle Untuk Meningkatkan Pemahaman


Pada Materi Persamaan Garis Lurus, Pascasarjana Universitas
Negeri Malang, Program Studi Pendidikan Matematika, Maret
2013. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan
yang

bertujuan

untuk

mengembangkan

perangkat

pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


(RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menggunakan model
pengembangan

ADDIE

(Analysis,

Design,

Development,

Implementation, Evaluation) yang dilaksanakan di SMP Negeri


1 Blitar Kelas VIII A Tahun Ajaran 2012/2013.
Pada

penelitian

tersebut

data

hasil

validasi

dan

observasi digunakan untuk menentukan tingkat validasi,

10Febi Dwi Widayanti, Pengaruh Pengelompokan Siswa Berdasarkan


hlm. 83-84.

19

tingkat

kepraktisan

dan

tingkat

keefektifan

perangkat

pembelajaran yang dikembangkan. Analisis data hasil validasi


RPP memiliki rata-rata 3,564 dan hasil validasi LKS rataratanya 3,61. Berdasarkan kriteria kevalidan data hasil
validasi mendapat kategori sangat tinggi dan berdasarkan
kriteria tersebut perangkat pembelajaran yang dikembangkan
memenuhi validitas isi maupun konstruk.11
Eni Titikusumawati, Penerapan Pembelajaran Pendidikan
Matematika Realistik (PMR) Melalui Lerning Cycle Untuk
Meningkatkan Pemahaman Dan Aplikasi Konsep Peluang
Siswa SMAN 1 Plosoklaten Kediri, Pascasarjana Universitas
Negeri Malang, Program Studi Pendidikan matematika, Juli
2009. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan
desain

penelitian

tindakan

kelas

yang

bertujuan

menghasilkan model pembelajaran matematika realistuk


yang diimplementasikan melalui strategi learning cycle.
Penelitian tersebut menyimpulkan, (1) Bahwa telah
dihasilkan model pembelajaran dalam PMR melalui learning
cycle yang dapat meningkatkan pemahaman dan aplikasi
siswa kelas XI IPA 1 SMAN 1 Plosoklaten Kediri pada konsep

11Saudah, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bercirikan


Learning Cycle Untuk Meningkatkan Pemahaman Pada Materi
Persamaan Garis Lurus, Pascasarjana Universitas Negeri Malang,
Program Studi Pendidikan Matematika, Maret 2013, hlm. 122.

20

peluang. (2) Penerapan model pembelajaran PMR telah dapat


meningkatkan pemahaman dan aplikasi konsep peluang,
yang ditunjukkan dengan keberhasilan siswa menguasai
aspek

pemahaman

dan

aplikasi

melebihi

indikator

keberhasilan yang ditetapkan yaitu sebesar 85% total siswa


kelas XI IPA 1 yang mendapat nilai lebih dari atau sama
dengan

65

setelah

melalui

siklus

tindakan.

Aspek

pemahaman siklus 1 sebesar 66,67 dan siklus 2 sebesar


84,6%. Sedangkan pada aspek aplikasi siklus 1 sebesar
66,67% dan siklus 2 sebesar 92,3 %. Skor rata-rata yang
diperoleh pada aspek pemahaman dan aplikasi siklus 1
adalah 70,3 dan siklus 2 adalah 80,3. (3) Siswa memberikan
respon yang positif terhadap penerapan model pembelajaran
Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Melalui Lerning Cycle
Untuk

Meningkatkan

Pemahaman

Dan

Aplikasi

Konsep

Peluang.12
Wulan Agustini, Efektivitas Model Pembelajaran Problem
Based Learning (PBL) Learning Cycle 5 Fase (LCM) Terhadap
Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Purwosari,
Pascasarjana

Universitas

Negeri

Malang,

Program

Studi

12 Eni Titikusumawati, Penerapan Pembelajaran Pendidikan


Matematika Realistik (PMR) Melalui Lerning Cycle Untuk Meningkatkan
Pemahaman Dan Aplikasi Konsep Peluang Siswa SMAN 1 Plosoklaten
Kediri, Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Program Studi
Pendidikan Matematika, Juli 2009, hlm. 138-139.

21

Pendidikan Fisika, Februari 2011. Pendekatan penelitian ini


adalah kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu
(quasi Eksperimental) bertujuan untuk menguji perbedaan
model pembelajaran PBL dengan LCM terhadap prestasi
belajar siswa kelas X SMKN I purwosari.
Kesimpulan dari

penelitian

ini

adalah bahwa,

(1)

Prestasi belajar fisika siswa yang belajar menggunakan PBL


berbeda dengan yang menggunakan LCM. Pada pembelajaran
PBL siswa lebih termotivasi dan mendapatkan pengalaman
yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. (2) PBL lebih
efektif

daripada

memberikan

LCM,

respon

model
yang

pembelajaran

positif

terhadap

tersebut
model

pembelajaran yang diberikan, sedangkan siswa yang belajar


menggunakan model LCM memberikan respon yang netral
terhadap model pembelajaran yang diberikan.13
Fenti Eka Nurulia, Pengembangan Modul Elektronik
Senyawa Hidrokarbon Berbasis Mind Map Dengan Pendekatan
Learning Cycle 5 E Untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 2
Lumajang, Pascasrajana Universitas Negeri Malang, Januari
2013. Desai penelitian ini pengembangan yang menggunakan

13 Wulan Agustini, Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based


Learning (PBL) Learning Cycle 5 Fase (LCM) Terhadap Prestasi Belajar
Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Purwosari, Pascasarjana Universitas Negeri
Malang, Program Studi Pendidikan Fisika, Februari 2011, hlm. 61.

22

model penegembangan 4D. Penelitian ini menyimpulkan, (1)


Modul elektronik materi senyawa hidrokarbon berbasis mind
map

dengan

pengembangan

pendekatan
dikemas

learning

dalam

cycle

bentuk

file

hasil

elektronik.

Berdasarkan penilaian kelayakan isinya, modul pembelajaran


pengembangan
kelayakan

termasuk

penampilannya,

pengembangan

juga

layak.

Berdasarkan

media

termasuk

penilaian

pembelajaran

layak.

(2)

hasil

Berdasarkan

evaluasi terhadap hasil belajar siswa, maka siswa yang


dibelajarkan denganb modul elektronik materi senyawa
hidrokarbon berbasis mind map dengan pendekatan learning
cycle 5E lebih efektif dibandingkan dengan yang dibelajarkan
tanpa berbasis mind map.14
Untuk memperjelas bagaimana originalitas penelitian
ini dengan penelitian yang telah dilakukan penelliti-peneliti
sebelumnya dan untuk menghindarkan penelitian ini dari
hasil plagiasi, pada tabel di bawah ini dicantumkan secara
jelas perbedaan atau persamaan penelitian terdahulu:

14Fenti Eka Nurulia, Pengembangan Modul Elektronik Senyawa


Hidrokarbon Berbasis Mind Map Dengan Pendekatan Learning Cycle 5
E Untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 2Lumajang, Pascasrajana
Universitas Negeri Malang, Januari 2013. hlm. 82.

23

Tabel 1.5
Perbedaan Dan Persamaan Dengan Penelitian
Sebelumnya
Nama
N
o.

1.

Peneliti,
Judul Dan Persamaan

Originalitas

Perbedaan

Penelitian

Tahun
Penelitian
Fenti
Eka Strategi

Desain

Menggunak

Nurulia,

Yang

Penelitian

an Strategi

Pengemb

Digunak

Pengembang

Pembelajar

angan

an

an Learning

Modul

Adalah

an
Menggunaka

Elektroni

Learning

Cycle

Senyawa
Hidrokarb
on

Cycle
Model- Menggunak

Pengembang

an

an 4D
Diterapkan

Card

Pada Tingkat

Berbasis

SMA
Bertujuan

Mind Map

Mengemban

Dengan

gkan

Pendekat

Pembelajara

an

n
Betujuan

Learning
Cycle 5 E
Untuk
Siswa

Modul

Meningkatka
n

Hasil

Belajar Siswa

Media
Sort

sebagai
pendukung
pembelajar
an
Bertujuan
Meningkatk
an Aktivitas
Belajar
Bertujuan
Meningkatk
an
Belajar

Hasil

24

Kelas

Diterapkan

SMA
Negeri

Pada
2

Pelajaran

Lumajang

Ilmu

Pengetahua

Pascasraj

n Alam (IPA)
Dilaksanaka

ana

Universit

Tinggi, Yaitu

Malang,

Kelas V MI
Penelitian

Januari
2013.
Islamijati

Menggunak-

Dilaksanakan

Setyanin

an

Pada Tingkat

gsih,
Pembelaj

Strategi
Pembela

SMA
Pembelajara

aran

jaran

Menggun
akan Peta
Konsep

Memahami
Fungsi

Strategi

Kuadrat Dan

Learning
-

Grafiknya
Desain

Dalam

Penelitian

Upaya

Tindakan

Membang

Kelas (PTK)

un
Pemaha
man
Fungsi

Yang
Dilakukan
Adalah
Penelitian

Peta Kuantitatif

Konsep
Learning
- Bertujuan
Cycle
Untuk

Melalui

Cycle

Pada

Kelas

as Negeri

2.

Mata

Dengan
Desain
Penelitian
Eksperimen
Murni.

25

Kuadrat
Dan
Grafiknya
,
Pascasarj
ana
Universit
as Negeri
Malang,
Program
Studi
Pendidika
n
Matemati
ka,
Desembe
3.

r 2010.
Febi
Dwi Menggunak

Desain

Widayant

an

Penelitian

i,

Model

Eksperim

Pengaruh

Pembela

Pengelom

jaran

en Semu
Bertujuan

pokan

Learning

Siswa

Cycle

Menguji
Pegaruh
Variabel-

Berdasar

Variabel

kan Gaya

Bebas

Belajar

Terhadap

Dan

Variabel

Multiple
Intelegen
ces Pada

Terikat
Diterapka

26

Model

Pada

Pembelaj

Tingkat

aran

SMA

Learning
Cycle
Terhadap
Hasil
Belajar
Kimia
Siswa
Kelas

XI

IPA SMAN
3
Lumajang
,
Pascasarj
ana
Universit
as Negeri
Malang,
Program
Studi
Magister
Pendidika
n

Kimia,

Tahun
4.

2010.
Saudah,

Pengemban

Desain

Pengemb

gan

Penelitian

angan

Perangk

Pengemb

Perangka

at

angan

27

Pembela

Pembelaj

jaran

Mengemb

aran

Bercirika

angkan

Bercirika

Perangka

Learning

Learning

Cycle

Pembelaj

Bertujuan

Cycle

aran

Untuk

Berupa

Meningka

RPP

tkan

LKS
Model

Pemaha

Pengemb

man Pada

angan

Materi
Persamaa
n

Dan

Garis

ADDIE
Diterapka
n

Lurus,

Pada

Tingkat

Pascasarj

SMP

ana
Universit
as Negeri
Malang,
Program
Studi
Pendidika
n
Matemati
ka, Maret
2013.
5.

Eni

Strategi

Diterapka

Titikusum

Yang

Pada

awati,

Digunak

Tingkat

28

Penerapa

an

Learning

Pembelaj

Cycle

SMA
Desain
Penelitian
Tindakan

aran
Pendidika

Kelas
Bertujuan
Menghasi

Matemati

lkan

ka

Model

Realistik

Pembelaj

(PMR)

aran

Melalui

Matemati

Lerning

ka

Cycle

Realistik

Untuk
Meningka

(PMR)
Diterapka

tkan

Pemaha

Materi

man Dan

Pelajaran

Aplikasi

Matemati

Konsep

ka

Peluang
Siswa
SMAN

Plosoklat
en Kediri,
Pascasarj
ana
Universit
as Negeri
Malang,

Pada

29

Program
Studi
Pendidika
n
matemati
ka,
6.

Juli

2009.
Wulan

Strategi

Desain

Agustini,

Yang

Penelitian

Efektivita

Digunak

Eksperim

an

Model

Pembelaj

Learning

aran

Cycle

Menguji
Model

Problem

Pembelaj

Based

aran PBL

Learning

Dan LCM

(PBL)

Terhadap

Learning
Cycle

Prestasi

Fase

(LCM)

Siswa

SMK
Pada
Pembelaj

SMK
Negeri

Pada

Tingkat

Prestasi
Belajar

Belajar
Diterapka
n

Terhadap

Kelas

en Semu
Bertujuan

aran
Fisika

Purwosari
,
Pascasarj

30

ana
Universit
as Negeri
Malang,
Program
Studi
Pendidika
n

Fisika,

Februari
7.

2011.
Hendri

Menggunak-

Setiawan, an
Penerapa
n

Pembelajar

Model an

Pembelaj
aran Card
Sort
Berbasis
Kontekst
ual Untuk
Meningka
Aktivitas
Dan Hasil
Belajar

Card

Sort
Bertujuan

Pada

Siswa

Tingkat
Menengah
Yaitu

Kelas

Meningkatk-

VII SMP
Desain

an Aktivitas

Penelitian

Belajar

Tindakan

Bertujuan

Kelas (PTK)
Diterapkan

Meningkatk
an

tkan

Belajar

Hasil

Pada

Mata

Pelajaran
Pendidikan
Kewarganeg
araan (PKN)

Siswa
Kelas

VII

SMP

An

Nur
Bululawa
ng

Model

Dilaksanakan

Pada

31

Mata
Pelajaran
PKN,
Pascasarj
ana
Universit
as Negeri
Malang
Program
Studi
Pendidika
n

Dasar,

Juli 2010.
Berdasarkan pemaparan penelitian terdahulu di atas,
menunjukkan

bahwa

Strategi

Learning

Cycle

proses

berpengaruh positif terhadap pengembangan kemampuan


siswa dalam belajar dan dapat meningkatan prestasi belajar
siswa.

oleh

karena

itu,

rencana

penelitian

dengan

menggunakan Strategi Learning Cycle juga akan dilakukan


pada siswa Kelas V MI Sunan Gunung Jati dan MI Maarif I
Sukun Malang dengan tujuan utama memperbaiki proses
pembelajaran yang kurang baik dan meningkatkan prestasi
belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pembelajaran
Penyesuaian Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya.
H. Definisi Operasional

32

Definisi operasional kata kuci penelitian ini adalah:


1. Learning Cycle merupakan model pembelajaran yang
berbasis konstruktivisme, hal ini senada dengan penjelasan
Nina pada seminar nasional matematika 3 Desember 2011
di Yogyakarta yang kemudian disusun dalam prosiding UNY,
beliau menjelaskan bahwa siswa memiliki kemungkinan
untuk

menemukan

konsep

sendiri

tentang

materi

pembelajaran atau memantapkan konsep yang dipelajari,


mencegah terjadinya kesalahan konsep, dan memberikan
peluang kepada siswa untuk menerapkan konsep-konsep
yang telah dipelajari pada situasi baru. Implementasi
model pembelajaran learning cycle dalam pembelajaran
sesuai

dengan

kontruktivisme

dimana

pengetahuan

dibangun pada diri peserta didik.15


2. Card Sort merupakan metode yang menciptakan kondisi
pembelajaran yang bersifat kerjasama, saling menolong
dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas yang
diberikan lewat permainan kartu. Merupakan kegiatan
kolaboratif

yang

bisa

digunakan

untuk

mengerjakan

15Nina Agustyaningrum, Prosiding Pascasrjana Universitas Negeri Yogyakarta,


Jurusan Pendidikan Matematika, Implementasi Model Pembelajaran Learning
Cycle 5E Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas
IX B SMP Negeri 2 Sleman, Yogyakarta, 2011, hlm. 381.

33

konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang objek atau


mereview informasi.16
3. Mata Pelajaran IPA ini merupakan salah satu mata
pelajaran eksakta yang diajarkan mulai dari sekolah tingkat
dasar sampai tingkat atas. Dalam penelitian ini bagian dari
mata pelajar IPA yang menjadi materi pokok penelitian
adalah pada materi BAB 5 Penyesuaian Makhluk Hidup
Dengan Lingkungannya,17 yang diajarkan pada semester
ganjil kelas V.
4. Prestasi Belajar siswa yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran
IPA yang telah diberikan penerapan media card sort dan
strategi learning cycle.
5. Siswa Kelas V dalam penelitian adalah siswa kelas V MI
Sunan Gunung Jati yang akan digunakan sebagai kelas
eksperimen dan siswa kelas V MI Maarif I Sukun malang
sebagai kelas kontrol.
Definisi istilah di atas dipaparkan dengan alasan karena
dalam sebuah penelitian, segala komponen yang berkaitan
dengan penelitian harus memiliki definisi yang tepat agar tidak

16Hisyam Zaini, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insani


Madani, 2008), hlm. 50.

17Erni Puspita, Mahir Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD/MI Kelas V,


(Bogor: Jatiwangi, 2012), hlm. 43-48.

34

menimbulkan ambiguitas (bermakna ganda) ketika karya


ilmiah tersebut dilaksanakan dan dibaca oleh orang banyak.