Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lipoma merupakan tumor jinak jaringan mesenkim yang tersering dengan prevalensi
rata-ratanya 2,1 % per 1000 penduduk. Lipoma dapat terjadi setiap waktu sejak pubertas pada
wanita dan pria dan dapat ditemukan di semua bagian tubuh. Angka kejadian ini tidak
dominan pada laki-laki maupun perempuan tetapi lebih sering pada usia 50-60 tahun. Lipoma
lebih sering ditemukan pada wanita karena wanita memiliki massa lemak yang lebih banyak
dari pada pria.
Lipoma adalah tumor lemak yang pertumbuhan nya lambat dan berada di antara kulit dan
lapisan otot. Sering kali lipoma mudah diidentifikasi karena tumor ini langsung bergerak jika
ditekan dengan jari. Lipoma dapat terjadi pada segala usia dan tumor ini dapat bertahan
dikulit selama bertahun-tahun. Lipoma adalah tumor jinak subkutis yang berisi jaringan
lemak, lipoma merupakan tumor mesenkim jinak (benign mesenchymal tumors) yang berasal
dari jaringan lemak (adipocytes). Lipoma adalah tumor jaringan lunak yang paling sering
ditemukan. Tumor ini muncul dimana saja di tubuh, leher, punggung, tetapi umum nya sering
pada jaringan subkutis.1
B. Perumusan masalah
Berdasarkan uraian tersebut diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan lipoma?
2. Bagaimana Karakteristik, etiologi, dan penatalaksanaan pada lipoma?
C. Tujuan Penulisan
1. Mampu menjelaskan definisi lipoma
2. Mampu menjelaskan tanda dan gejala klinis lipoma
3. Mampu menjelaskan penatalaksanaan lipoma
D. Manfaat Penulisan
Bagi Rumah Sakit

: Dapat memberikan penanganan secara cepat dan tepat

pada pasien yang menderita lipoma.


Bagi Peneliti
: Referat ini diharapkan dapat memberikan informasi dan
pengetahuan bagi penulis dan pembaca tentang lipoma.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI
Lipoma adalah tumor jinak subkutis yang berisi jaringan lemak. Lipoma merupakan
tumor mesenkim jinak (benign mesenchymal tumors) yang berasal dari jaringan lemak
(adipocytes). Tumor lipoma merupakan jaringan lunak yang paling sering ditemukan, tumor ini
dapat muncul dimana saja di tubuh, Lipoma merupakan neoplasma jinak yang konsistensinya
lunak, sering mempunyai kapsul, kadang-kadang tumbuh infiltratif.1,2
2

B. GEJALA KLINIS
Lipoma bersifat lunak pada perabaan, dapat digerakan, dan tidak nyeri. Pertumbuhan nya
sangat lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Lipoma kebanyakan berukuran kecil, namun
tumbuh hingga mencapai lebih dari diameter 6 cm.
C. ETIOLOGI
Penyebab dari lipoma tidak diketahui dengan pasti tetapi ada faktor yang menyebabkan
timbul nya lipoma biasanya dipicu dengan trauma kecil pada daerah yang bersangkutan, lipoma
dapat menyerang anak-anak maupun dewasa, dan lebih sering terjadi pada laki-laki. Lipoma
timbul tidak selalu karena factor keturunan, namun ada suatu sindrom yang disebut hereditary
multiple lipomatosis, yaitu seseorang yang mempunyai lebih dari 1 lipoma pada tubuhnya. Tidak
ada korelasi antara pertumbuhan lipoma dengan kelebihan berat badan (over weight).
Biasanya lipoma dijumpai pada usia lanjut (40-60 tahun), namun juga dapat dijumpai
pada anak-anak, karena lipoma merupakan lemak, maka dapat muncul dimanapun pada tubuh
ini. Jenis paling sering adalah yang berada lebih ke permukaan kulit (superficial). Biasa nya
lipoma berlokasi di kepala, leher, bahu, badan, punggung, atau lengan, jenis yang lain adalah
yang letak nya lebih dalam dari kulit seperti dalam otot, saraf, sendi, ataupun tendon.1
Adapun gejala-gejala lipoma antara lain:

Lokasi lipoma terletak di bawah kulit dan tidak menonjol. Lipoma sering terjadi
di leher, punggung, lengan dan paha.

Rasa lipoma jika disentuh terasa empuk dan mudah bergerak jika sedikit ditekan
dengan jari.

Ukuran paling sering lipoma berukuran kecil, dengan diameter kurang dari 2 inci
(5 cm). Tapi lipoma dapat tumbuh besar dengan diameter mencapai lebih dari 4
inci (10 cm).

Lipoma bisa juga menyakitkan jika tumor lemak ini tumbuh dan ditekan di dekat
saraf, atau jika mengandung banyak pembuluh darah. Karena pertumbuhannya
lambat, mungkin baru tahu memiliki lipoma setelah bertahun-tahun.

Penyebab pasti dari lipoma belum jelas hingga saat ini. Kadang lipoma terdeteksi setelah
ada luka. Tapi belum diketahui apakah lipoma disebabkan oleh trauma atau mungkin
pendeteksiannya hanya kebetulan saat kulit terluka. Lipoma juga cenderung terjadi pada satu
keluarga, sehingga diyakini faktor genetis memiliki peran penting dalam memicu terjadinya
tumor lemak ini.3
D. PATOFISIOLOGI
Pada umumnya tumor-tumor jaringan lunak (soft tissue tumors) adalah proliferasi
masenkimal yang terjadi di jaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh, tidak termasuk visera,
selaput otak, dan system limforetikuler. Dapat timbul di tempat di mana saja, meskipun kira-kira
40% terjadi di ekstermitas bawah, terutama daerah paha, 20% di ekstermitas atas, 10% di kepala
dan leher, dan 30% di badan dan retroperitoneum.
E. MANIFESTASI KLINIS
Lipoma seringkali tidak memberikan gejala (asymptomatic). Gejala yang muncul
tergantung dari lokasi, misalnya;
a. Pasien dengan lipoma kerongkongan (esophageal lipoma) dapat disertai obstruction,
nyeri saat menelan (dysphagia), regurgitation, muntah (vomitus), dan reflux.
b. Lipoma disaluran nafas (major airways) dapat menyebabkan gagal nafas (respiratory
distress)
c. Lipoma juga dapat terjadi di payudara, tetapi tak sesering mengingat luasnya jaringan
lemak.
d. Lipoma dapat terjadi di usus (intestines) misalnya pada duodenum, jejunum
menyebabkan nyeri perut (abdominal pain)
Pada gambar ini terlihat lipoma atau tumor jinak subkutis yang berisi jaringan lemak :

F. INDIKASI
Lipoma dihilangkan dengan alasan sebagai berikut ;
a. Untuk evaluasi jaringan (histology)
b. Bila disertai gejala
c. Saat tumbuh membesar lebih dari 5 cm
G. VARIAN LIPOMA
1. Angiolipoma
2. Angiolipoleimyma
5

3. Hibernoma
4. Intradermal spindle celi lipoma
5. Neural fibrolipoma
6. Lipoma corpus callosum
7. Plemorphiclipoma
8. Spindle cell lipoma
9. Superficial subcutaneus lipoma
10. Chondroid lipoma

H. TERAPI PEMBEDAHAN
Pembedahan sebaiknya segera dilakukan karena semakin kecil lipoma, semakin mudah di
eksisi dikerjakan. Selain itu lipoma dapat terus membesar, tujuan pembedahan adalah
membebaskan mielum dari perlekatan yang sesudah lipoma di eksisi semaksimal mungkin. Pada
umumnya pembedahan tidak sederhana, karena batas antara jaringan saraf dengan jaringan
lipoma sukar ditentukan akibat timbul fibrosis sehingga diperlukan bedah mikro.
I. PERAWATAN PASCA PEMBEDAHAN
a. Rasa nyeri akan timbul beberapa hari,tergantung banyak hal misalnya lokasi lipoma, ukuran
lipoma, keadaan pasien secara keseluruhan.
b. Luka tidak boleh kena air minimal 7 hari, bisa lebih lama tergantung dari proses operasi yang
dilakukan.
c. Pada pasien yang lipoma cukup besar dan letaknya dalam diperlukan pemasangan drain/
selang pada luka operasi untuk mengalirkan sisa-sisa bekuan darah post op.
d. Pencegahan agar tidak terjadi infeksi luka operasi, jaga agar kondisi luka tetap kering.
J. PROGNOSIS
Jika tidak diobati, lipoma kulit cenderung perlahan-lahan meningkatkan ukuran atau tetap
statis. Jika dipotong, mayoritas sembuh tanpa insiden. Ada 1% sampai 2% tingkat
kekambuhan , dan ini mungkin memerlukan re-eksisi jika terdapat kenaikan dalam ukuran
lesi atau gejala. Lesi di obati dengan sedot lemak dan lipolisis memiliki tingkat kekambuhan
yang tinggi karena pengangkatan yang tidak lengkap dari lesi awal.2

BAB III
6

KESIMPULAN
A. KESIMPULAN
Lipoma adalah tumor jinak subkutis yang berisi jaringan lemak. Lipoma merupakan
tumor mesenkim jinak (benign mesenchymal tumors) yang berasal dari jaringan lemak
(adipocytes).
Lipoma bersifat lunak pada perabaan, dapat digerakan, dan tidak nyeri. Pertumbuhan nya
sangat lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Lipoma kebanyakan berukuran kecil, namun
dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari diameter 6 cm.
Pada umumnya tumor-tumor jaringan lunak (soft tissue tumors) adalah proliferasi
masenkimal yang terjadi di jaringan nonepitelial ekstraskeletal tubuh, tidak termasuk visera,
selaput otak, dan system limforetikuler. Dapat timbul di mana saja, meskipun kira-kira 40%
terjadi di eksterimitas bawah, terutama daerah paha, 20% di ekstermitas atas, 10% di kepala dan
leher, dan 30% di badan dan retroperitoneum.
Pembedahan sebaiknya segera dilakukan karena semakin kecil lipoma, semakin mudah
eksisi dikerjakan. Selain itu, lipoma dapat terus membesar, baik dalam kanalis spinalis, maupun
ke luar. Tujuan pembedahan adalah membebaskan mielum dan perlekatan yang sesudah di eksisi
semaksimal mungkin. Pada umumnya pembedahan tidak sederhana karena batas antara jaringan
saraf dengan jaringan lipoma sukar ditentukan akibat timbul fibrosis sehingga diperlukan bedah
mikro.2,3

Daftar Pustaka
7

1. Jong, wim de. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta : EGC
2. Siregar. 2002. Saripati penyakit kulit, Edisi 2. Jakarta : EGC
3. Robbins, 2007. Buku Ajar Patologi Edisi 7. Jakarta : EGC