Anda di halaman 1dari 16

ep

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

P U T U S A N
No. 26 K/TUN/2004

ng

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA


MAHKAMAH AGUNG

gu

memeriksa perkara Tata Usaha Negara dalam tingkat kasasi telah mengambil
putusan sebagai berikut dalam perkara :

PT. BONINDO ABADI, berkedudukan di Jalan Raya Jember

Km. 9 Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten

Bondowoso, yang diwakili oleh Direkturnya : ROHADI,

ub
lik

ah

kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Jalan


Raya Jember Km. 9, Desa Pekauman, Kecamatan

am

Grujugan,

Kabupaten

Bondowoso,

dalam

hal

ini

memberikan kuasa kepada : BAMBANG SOETJIPTO, SH.,


MHum., YUNUS SUSANTO, SH. dan RISAL RAHIM, SH.,

ah
k

ep

Advokat, berkantor di LAW FIRM & LEGAL CONSULTANT


BAMBANG SOETJIPTO, SH. MHum., YUNUS SUSANTO,

In
do
ne
si

SH. & RISAL RAHIM, SH., beralamat di Komplek


Pertokoan Bumi Jenggala Plaza Blok D No. 1 Jl. K.H.

A
gu
ng

Mukmin No. 11 Sidoarjo, berdasarkan Surat Kuasa Khusus


tanggal 7 Nopember 2003, Pemohon Kasasi dahulu
Penggugat/Pembanding ;
M e l a w a n:

BUPATI BONDOWOSO, berkedudukan di Jl. Letnan Amir


Kusman No. 2 Bondowoso, dalam hal ini memberikan
kuasa kepada :

lik

ah

1. ACHMAT PRAJITNO, SH., Warga Negara Indonesia,


pekerjaan Pegawai Pemerintah Kabupaten Bondowoso,

beralamat di Jl. Letnan Amir Kusman No. 2 Bondowoso ;

ub

2. SYARIF OESMAN, SH., Warga Negara Indonesia,

ka

pekerjaan Pegawai Pemerintah Kabupaten Bondowoso,

ep

beralamat di Jl. Raya Sukosari No. 42, Kecamatan


Sukosari, Kabupaten Bondowoso ;

ah

3. Drs. YAHYA RACHIM, Warga Negara Indonesia,

es

pekerjaan Pegawai Pemerintah Kabupaten Bondowoso,

ng

beralamat di Jl. Mastrip No. 193 A Bondowoso ;

on

Hal. 1 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

Termohon Kasasi dahulu Tergugat/Terbanding ;

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 1

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Mahkamah Agung tersebut ;

Membaca surat-surat yang bersangkutan ;

ng

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang


Pemohon Kasasi dahulu sebagai

Penggugat telah menggugat sekarang

Termohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat di muka persidangan Pengadilan

gu

Tata Usaha Negara Surabaya pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut :

1. Bahwa, Penggugat adalah perusahaan yang melakukan produksi dan

memperoleh persetujuan dari Pemerintah Negara Republik Indonesia dalam


hal ini :

ub
lik

ah

pemasaran jenis barang kertas budaya, sumpit bambu dan pulp yang telah

a. Ijin Prinsip dari Menteri Negara Penggerak Dana lnvestasi/Ketua Badan


Koordinasi

Penanaman

Modal

berdasarkan

Surat

Persetujuan

am

Penanaman Modal Dalam Negeri No. 818/I/PMDN/1994 tanggal 19


Desember 1994 ;

ep

b. Ijin Lokasi dari Kantor Pertanahan Kabupaten Bondowoso berdasarkan

ah
k

Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bondowoso No.


460.35.36-108-LL tentang Pemberian Ijin Lokasi untuk keperluan

In
do
ne
si

Pembangunan Pabrik Kertas Budaya, Chopstick dan Industri Batu oleh :


PT. BONINDO ABADI tanggal 21 Januari 1995 ;

A
gu
ng

Dalam hal butir 8 Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten

Bondowoso No. 460.35.36-108-LL tentang Pemberian Ijin Lokasi untuk


keperluan Pembangunan Pabrik Kertas Budaya, Chopstick dan Industri Batu
oleh : PT. BONINDO ABADI tanggal 21 Januari 1995 disebutkan :

" Diwajibkan menyelesaikan pembangunan pada Iokasi tersebut dalam


waktu 18 (delapan belas) bulan sejak dikeluarkannya ijin ini "

lik

kepada Tergugat, namun tidak dikabulkan oleh Tergugat dengan alasan


yang tidak berdasarkan hukum sehingga Penggugat telah mengajukan
gugatan terhadap Tergugat di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya.
terdaftar

perkara

No.

ub

ah

Atas dasar itulah Penggugat telah mengajukan permohonan ijin HO dan IMB

77lG.TUN/19981PTUN.SBY

berkenaan

tidak

ka

dikabulkannya/diterbitkannya permohonan ijin HO dan IMB oleh pihak

ep

Tergugat yang dimohonkan Penggugat di atas, namun perkara di Pengadilan

ah

Tata Usaha Negara tersebut diatas kesepakatan Penggugat dan Tergugat

ditandatangani oleh Penggugat dan Tergugat pada tangga16 Mei 1999

on

Hal. 2 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

dihadapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya ;

es

telah diakhiri dengan mengadakan perjanjian Perdamaian yang dibuat dan

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 2

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

2. Bahwa, dalam Perjanjian Perdamaian tertaanggal 6 Mei 1999 tersebut telah


tertuang hak dan kewajiban antara Penggugat maupun Tergugat, di

ng

antaranya dalam butir 4 yang berbunyi sebagai berikut :

" Bahwa, PIHAK PERTAMA bersedia mengeluarkan ijin HO dan IMB


sebagaimana yang dimohonkan oleh PIHAK KEDUA, selambat-lambatnya

gu

30 (tiga puluh) hari setelah Perjanjian Perdamaian ini ditandatangani oleh


kedua belah pihak dengan syarat PIHAK KEDUA memenuhi kewajiban

a. Mengajukan permohonan HO dan IMB sesuai dengan kenyataan ;

b. Menanam tanaman bambu agar tidak merugikan petani bamboo di


Bondowoso ;
c. Membayar ABT ;

am

d. Melaksanakan JAMSOSTEK ;
e. Membayar PBB ;
Penggugat

telah

melaksanakan

seluruh

kewajibannya

ep

Sedangkan

ub
lik

ah

sesuai Peraturan Perundangan yang berlaku antara lain :

ah
k

sebagaimana dimaksud dalam butir 4 di atas dan berkas permohonan serta


kelengkapan persyaratannya telah diserahkan secara lengkap dan berulang

In
do
ne
si

kali kepada Tergugat, namun Tergugat justeru tidak mentaati kesepakatan


dalam Perjanjian Perdamaian dengan berbagai alasan, yakni seyogyanya

A
gu
ng

berkenan menerbitkan ijin HO dan IMB sebagaimana telah dimohonkan

Penggugat selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah Perjanjian


Perdamaian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak tetapi sampai saat ini
HO

dan

IMB

sebagaimana

dimohonkan

oleh

diterbitkan/dikeluarkan oleh Tergugat ;

Penggugat

tidak

3. Bahwa, Tergugat pada tanggal 16 Juli 2002 telah menerbitkan Surat


No.

648/766/430.513/2002

perihal

Perintah

Pembongkaran

lik

Bangunan IIegal seluas 10.104,4 m2 milik Penggugat dengan dalih bahvva


Penggugat tidak memperhatikan dan menanggapi Surat Kepala Dinas
Perkotaan, Pemukiman dan Pengembangan Wilayah Kabupaten Bondowoso

ub

ah

Perintah

No. 648/1708/438.53/2002 tanggal 13 Desember 2001 perihal kelengkapan

ka

Permohorran IMB dan Surat No. 648/1737/430.513/2002 tanggal 15 Januari

ep

2002 perihal Kelengkapan Persyaratan Permohonan IMB, namun dalih yang

ah

dikemukakan oleh Teergugat tersebut adalah tidak benar karena Penggugat

ijin HO dan IMB kepada Tergugat, sebagaimana kesepakatan yang terjalin

on

Hal. 3 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

antara Penggugat dan Tergugat yang tertuang dalam Perjanjian Perdamaian

es

telah melengkapi dan menyerahkan kelengkapan persyaratan permohonan

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 3

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

tanggal 6 Mei 1999, dan terakhir Penggugat telah melengkapi kembali dan

telah menyerahkan kelengkapan persyaratan permohonan ijin HO dan IMB

ng

kepada. Tergugat pada tanggal 21 November 2041 ;

4. Bahwa, keputusan yang telah diterbitkan oleh Tergugat berupa Surat


Perintah

No.

648/766/430.513/2002

tanggal

16

Juli

2002

perintah

gu

Pembongkaran Bangunan IIegal seluas 10.104,4 m2 adalah perbuatan yang


sewenang-wenang dan melawan hukum serta merugikan Penggugat, dan

Perintah No. 648/766/430.513/2002 tanggal 16 Juli 2002 perihal Perintah


Pembongkaran Bangunan Ilegal seluas 10.104,4 m2 dinyatakan tidak sah
atau batal ;

ub
lik

ah

atas dasar itulah Penngugat mohon agar Keputusan Tergugat berupa Surat

5. Bahwa, oleh karena Tergugat menerbitkan Keputusan berupa Surat Perintah

am

No.

648/7661430.513/2002

tanggal

16

Juli

2002

perihal

Perintah

Pembongkaran Bangunan IIegal seluas 10.104,4 m2 dan tidak menerbitkan

ep

ijin HO dan IMB kepada Penggugat merupakan tindakan yang sangat

ah
k

merugikan Penggugat, oleh karena Tergugat dengan kewenangannya telah


menerbitkan Keputusan dengan sewenang- wenang dan tidak teliti dan

In
do
ne
si

cermat serta tidak memperhatikan Asas-asas Umum Pemerintahan Yang


Baik ( AAUPB ) dan karenarya merupakan perbuatan melawan Hukum dan

A
gu
ng

pelanggaran Tata Usaha Negara yang dapat dikualifikasikan sebagai


memenuhi unsur Pasa1 53 ayat ( 2 ) huruf a, b dan c Undang-Undang No. 5
Tahun 1986 ;

6. Bahwa, oleh karena perintah pembongkaran bangunan yang diterbitkan

Tergugat akan menimbulkan kerugian bagi Penggugat dan terutama dapat


menghentikan aktifitas usaha yang dirintis oleh Penggugat, karena

lik

(seribu empat ratus) orang tenaga kerja akan berdampak terhentinya


kegiatan usaha dan tentunya akan dirasakan, berupa semakin banyaknya
tenaga pengangguran yang semestinya hal ini disadari oleh Tergugat

ub

ah

Penggugat sebagai perusahaan yang memperkerjakan sebanyak 1.400

dengan mengimbangi dalam wujud pemberian pelayanan yang baik kepada

Penggugat

sebagai

Warga

Negara

ep

ka

Penggugat sebagai investor yang berada didaerah Tergugat, padahal


telah

melaksanakan

seluruh

ah

kewajibannya sesuai dengan Perjanjian Perdamaian yang dibuat antara

ini bersesuaian dengan Pasal 67 ayat (4) huruf a, maka sangatlah mendesak

on

Hal. 4 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

bagi Penggugat untuk memohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Tata

es

Penggugat dan Tergugat maupun Peraturan Perundangan yang berlaku, hal

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 4

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Usaha Negara cq. Majelis Hakim yang mengadili perkara ini, agar berkenan

memberikan skorsing dalam bentuk menangguhkan pelaksanaan Keputusan

ng

berupa Surat Perintah No. 648/766/430.513/2002 targgal 16 Juli 2002


perihal Perintah Pembongkaran Bangunan Ilegal seluas 10.104,4 m2, dan

serta tidak melakukan tindakan-tindakan lain dalam bentuk apapun sampai

gu

adanya putusan perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap ( In Kracht


van Gewijsde ) ;

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Penggugat mohon kepada

Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya agar kiranya berkenan memberikan

ub
lik

ah

putusan sebagai berikut :


DALAM PENANGGUHAN PELAKSANAAN :

"Memerintahkan kepada Tergugat urtuk menunda atau menangguhkan

am

pelaksanaan Surat Perintah No. 648/766/430.513/2002 tanggal 16 Juli 2002


perihal Perintah Pembongkaran Bangunan llegal seluas 10.104,4 m2, dan serta

ep

tidak melakukan tindakan-tindakan lain dalam bentuk apapun sampai adanya

ah
k

putusan perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap (In Krachtvan Gewijsde) ;
DALAM POKOK PERKARA :

In
do
ne
si

1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan berupa Surat Perintah No.

A
gu
ng

648/766/430.513/2002 tanggal 16 Juli 2002 perihal Perintah Pembongkaran


Bangunan Ilegal seluas 10.104,4 m2, yang diterbitkan oleh Tergugat ;

3. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Keputusan berupa


Surat Perintah No. 648/766/430.513/2002 tanggal 16 Juli 2002 perihal
Perintah Pembongkaran Bangunan Ilegal seluas 10.104,4 m2 ;

4. Menghukumn Tergugat untuk membayar biaya perkara ini ;

lik

eksepsi yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut :

1. Bahwa Tergugat dengan ini menyatakan menolak semua dalil-dalil gugatan

ub

Penggugat dalam surat gugatannya tanggal 19 Agustus 2002, kecuali yang


secara tegas Tergugat akui kebenarannya ;

2. Bahwa dalil gugatan Penggugat telah dinyatakan bahwa yang menjadi obyek
adalah

Surat

Tergugat

tanggal

ep

sengketa

16

Juli

2002

Nomor

648/766/430.513/2002 perihal Perintah Pembongkaran Bangunan Ilegal

3. Bahwa menurut hemat Tergugat Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya

Hal. 5 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

ng
gu
A

on

tidak berwenang mengadili perkara ini, karena surat tanggal 16 Juli 2002 No.

es

seluas 10.104 M` (Bukti T.1 ) ;

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ik

ah

ka

ah

Bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat mengajukan

Halaman 5

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

648/766/430.513/2002 tidak memenuhi syarat final seperti apa yag diatur


didalam Pasal 1 ayat ( 3 ) Undang-Undarg Namor 5 Tahun 1986. Bahwa

ng

surat a quo menurut hemat Tergugat termasuk kedalam kelompok


keputusan yang belum menimbulkan akibat hkum dan baru perbuatan

persiapan sebelum penetapan tertulis sebenarnya keluar (Lihat Indroharto,

gu

SH., Usaha Memahami Undang-Undang Tentang Peradilan Tata Usaha


Negara, Jilid 1 hal. 173, Pustaka Sinar Harapan, Jakatta 1993) ;

Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara dinyatakan

bahwa " Dalam Hal Suatu Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara diberi

ub
lik

ah

4. Bahwa berdasarkan Pasal ketentuan Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang

wewenang oleh atau berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk


menyelesaikan secara admitistratif sengketa Tata Usaha Negara tertertu

am

maka sengketa Tata Usaha Negara. tersebut harus diselesaikan melalui


upaya administratif yang tersedia".

ah
k

Negara

Surabaya

ep

Dengan demikian gugatan PENGGUGAT kepada. Pengadilan Tata Usaha


adalah

prematur,

karena

PENGGUGAT

dapat

mengajukan permohonan penangguhan terlebih dahulu kepada Bupati

In
do
ne
si

Kepala Daerah berdasarkan ketentuan Pasal 57 ayat (2) Peraturan Daerah


Kabupaten Daerah Tirgkat II Bondowoso Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Ijin

A
gu
ng

Bangunan dalam Kabupaten Daerah Tingkat II Bondowoso (Bukti T. 2) ;


Pasal 57 ayat ( 2 ) :

" Bila selambat-lambatnya 30 ( tiga puluh ) hari sesudah perintah


pembongkaran tersebut pada ayat (1) disampaikan kepada pemilik

bangunan tidak mematuhi perintah tersebut, maka Bupati Kepala Daerah


atas biaya dan resiko pemilik bangunan dapat membongkar bangunan

tersebut seluruhnya atau sebagian, kecuali pemilik bangunan mengajukan

lik

ah

permohonan penangguhan kepada Bupati Kepala Daerah, sedangkan


Penggugat sampai saat ini belum pernah mengajukan penangguhan kepada

ub

Tergugat sebagaimana diatur dalam Pasal 57 ayat (2) Peraturan Daerah


Kabupaten Daerah Tingkat II Bondowoso Nomor 4 Tahun 1997. Seandainya

ep

PENGGUGAT diajukan ke Pengadilan Negeri, bukan diajukan ke Pengadilan


Tata Usaha Negara Surabaya ;

5. Bahwa dalil gugatan Penggugat pada lembar 2 Nomor 1 telah menyatakan

on

Hal. 6 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

ng
gu
A

es

dengan tegas artara lain :

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ik

ah

ka

Surat a-quo dianggap sudah menimbulkan kerugian, seyogianya gugatan

Halaman 6

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

" Penggugat adalah Perusahaan yang melakukan produksi dan pamasaran

jenis barang kertas budaya supit bambu dan pulp yang telah memperoleh

ng

persetujuan dari Pemerintah Negara Republik Indonesia dalam hal ini :

1.1 Ijin Prinsip dari Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan
Koordinasi

Penanaman

Modal

berdasarkan

Surat

Persetujuan

gu

Penanaman Modal Dalam Negeri Nomor 81811/PAMN/1994 Tanggal 19


Desember 1994... ".

BKPM Republik Indonesia Nomor 818/I/PMDN/1994 tanggal tanggal 19


Desember 1994 sesuai dalam Pasal 2 ayat ( 2 ) Surat Keputusan Menteri

ub
lik

ah

Untuk semertara ini Penggugat baru memiliki Surat Persetujuan Prinsip dari

Perindustrian RI Nomor 286/M/SK/10/1989 tanggal 11 Oktober 1999


Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaannya Ijin Usaha Industri (

am

Bukti T.3 ) ;

Persetujuan Prinsip dimaksud tersebut diatas diberikan kepada Perusahaan


untuk

dapat

langsung

melakukan

persiapan

dan

ep

Industri

usaha

ah
k

pembangunan, pengadaan, pemasangan instalasi peralatan dan lain-lain


yang diperlukan termasuk dimulainya kegiatan percobaan.

Sedangkan

In
do
ne
si

berdasarkan Pasal 14 ayat ( 5 ) Keputusan Menteri Perindustrian RI Nomor :


286/M/SK/10/1989 Persetujuan Prinsip yang dimiliki oleh PENGGUGAT

A
gu
ng

dipergunakan dan dianggap berlaku sama dengan Surat Ijin Usaha Industri
untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan produk komersial dengan
demikian Penggugat dapat dikategorikan sebagai penyelundupan hukum

dan sangat berpengaruh sekali dalam proses penerbitan Ijin HO dan IMB

oleh Tergugat yang telah dimohon oleh Penggugat, oleh karena sampai saat

ini Penggugat melanggar Pasal 13 ayat (1) jo Pasal 14 ayat (1) Undang-

lik

6. Bahwa, seharusnya Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya secara ex


officio menyatakan dirinya tidak berwenang memeriksa dan mengadili
perkara No. 90/G.TUN/2002/PTUN.SBY tersebut ;

ub

ah

Undang Nomor 5 Tahun 1984 Tentang Ijin Usaha Industri (Bukti T.4) ;

Oleh karena PENGGUGAT (PT. Barindo Abadi Bondowoso) telah diduga

ka

melakukan pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 yang sampai

ep

saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan penyidikan pihak Kepolisian

ah

Resort Bondowoso terhadap

saksi-saksi dan Tersangka maka Majelis

mempertimbangkan ketentuan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14

on

Hal. 7 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

Taluan 1970 yang isinya Pengadilan Dilakukan Dengan SEDERHANA,

es

Hakim Pemeriksa Perkara Nomor : 90/G.TUN/2002/PTUN.SBY. dapatnya

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 7

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

CEPAT dan BIAYA RINGAN dan sangat beralasan sekali apabila Majelis
Hakim setelah mempertimbangkan Eksepsi dari Tergugat dapatnya

ng

memberikan putusan sela sebelum memeriksa pokok perkara dengan


menyatakan gugatan Penggugat ditangguhkan/ditunda sampai perkara
pidana mempunyai kekuatan hukum tetap ;

gu

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Tata

Usaha Negara Surabaya telah mengambil putusan, yaitu putusannya Nomor :


6 Januari 2003 yang amarnya sebagai

90/G.TUN/2002/PTUN.SBY. tanggal
berikut :

ub
lik

ah

I. DALAM PENUNDAAN :

Menolak permohonan Penundaan Pelakasanaan Keputusan Tata Usaha


Negara yang disengketakan oleh Penggugat ;

am

II. DALAM EKSEFSI :


-

Menolak Eksepsi-eksepsi dari Tergugat ;

ep

ah
k

III. DALALAM POKOK PERKARA :


-

Menolak Gugatan Perggugat untuk seluruhnya ;

Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.

bahwa

dalam

tingkat

banding

In
do
ne
si

Menimbang,

1.419.000,- (Satu juta empat ratus sembilan belas ribu rupiah) ;


atas

permohonan

A
gu
ng

Penggugat, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya tersebut telah

dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya Nomor :


92/B.TUN/2003/PT.TUN.SBY. tanggal 19 September 2003 ;

Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada

Penggugat/Pembanding pada tanggal 29 Oktober 2003 kemudian terhadapnya

oleh Penggugat/Pembanding dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan Surat

lik

tertulis pada tanggal 12 Nopember 2003 sebagaimana ternyata dari akte


permohonan kasasi No. 90Srt.G.TUN/2002/P.TUN.SBY. yang dibuat oleh

ub

Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya, permohonan mana disertai


oleh memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan
Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut pada tanggal 20 Nopember 2003 ;
Menimbang, bahwa setelah itu oleh Tergugat/Terbanding yang pada

ep

ka

ah

Kuasa Khusus tanggal 7 Nopember 2003 diajukan permohonan kasasi secara

tanggal 21 Nopember 2003 telah diberitahu tentang memori kasasi dari

Hal. 8 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

Desember 2003 ;

on

Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya pada tanggal 11

es

Penggugat/Pembanding diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ah

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Halaman 8

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasanalasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama, diajukan

ng

dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-

undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat
diterima ;

gu

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon

Kasasi dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah :

terhadap putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya No.

92/B.TUN/2003/PT.TUN.Sby. tanggal 19 September 2003 jo. putusan

ub
lik

ah

1. Bahwa, Pemohon Kasasi mengajukan permohonan pemeriksaan Kasasi

Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya No. 90/G.TUN/2002/PTUN. Sby.


tanggal 6 Januari 2003 dikarenakan pada pertimbangan hukum dan amar

am

putusan Majelis Hakim Tinggi Pemeriksa perkara tingkat Banding.a quo


didasarkan pada adanya KESALAHAN PENERAPAN HUKUM yang telah

ep

dilakukan oleh Majelis Hakim Tinggi Pemeriksa perkara tingkat Banding a

ah
k

quo, dan oleh karena itu sepatutnya dalam perkara ini dilakukan
pemeriksaan ulang dalam tingkat Kasasi yang lebih teliti dan adil serta tidak

In
do
ne
si

memihak dan selanjutnya membatalkan putusan Majelis Hakim Tinggi


Pemeriksa perkara tingkat Banding a quo di atas ;

A
gu
ng

2. Bahwa, kesalahan penerapan hukum yang telah dilakukan oleh Majelis


Hakim Tinggi Pemeriksa perkara tingkat Banding a quo tampak dan

tercermin dalam pertimbangan hukum Majelis Hakim Tinggi Pemeriksa

perkara tingkat Banding a quo pada halaman 5 putusannya, yang dapat


dikutip berikut ini :

3. Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim tingkat Banding memeriksa dan

lik

terdiri dari salinan resmi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya
Nomor : 90/G.TUN/2002/ PTUN. Sby. tanggal 6 Januari 2003 yang
dimohonkan Banding, Berita Acara Persidangan, alat-alat bukti dan

ub

ah

meneliti secara seksama terhadap sengketa ini dari berkas perkaranya yang

kesaksian para saksi dari kedua belah pihak, Memori Banding serta Kontra

pertimbangan-pertimbangan

hukum

Pengadilan

ep

ka

Memori Banding, maka Majelis Hakim tingkat Banding menyatakan bahwa


Tata

Usaha

Negara

ah

Surabaya dalam menjatuhkan putusannya sudah tepat dan benar dan untuk

on

Hal. 9 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

dalam menjatuhkan putusannya, oleh karenanya putusan Pengadilan Tata

es

itu diambil alih sebagai pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat Banding

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 9

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Usaha Negara Surabaya Nomor : 90/G.TUN/2002/PTUN.Sby. tersebut harus


dikuatkan ; "

ng

4. Bahwa, terhadap pertimbangan hukum Majelis Hakim Tinggi Pemeriksa

perkara tingkat Banding a quo sebagaimana tersebut pada butir 4 diatas

Pemohon Kasasi sangat berkeberatan dan menolak dengan sekeras-

gu

kerasnya pertimbangan hukum a quo oleh karena dari pertimbangan hukum

a quo tampak bahwa Majelis Hakim Tinggi Pemeriksa perkara tingkat

putusan No. 92/B.TUN/ 2003/PT.TUN.Sby. tanggal 19 September 2003,


terbukti dari sikap mengadili Majelis Hakim Tinggi Pemeriksa perkara tingkat

ub
lik

ah

Banding a quo telah secara summir memeriksa, mengadili dan menjatuhkan

Banding a quo yang semata-mata hanya mengambil alih seluruh


pertimbangan hukum Majelis Hakim Pemeriksa perkara tingkat Pertama a

am

quo,

tanpa

sungguh-sungguh

berupaya

menggali

guna

selanjutnya

memperoleh kebenaran baik materiil maupun formil di dalam memeriksa dan

ep

mengadili perkara a quo ;

ah
k

5. Bahwa, bilamana Majelis Hakim Tinggi Pemeriksa perkara tingkat Banding a


quo hendak sungguh-sungguh dan lebih teliti serta cermat di dalam

In
do
ne
si

memeriksa dan mengadili perkara a quo dengan berpedoman pada hukum


acara yang berlaku, maka sejatinya akan tampak bahwa di dalam

A
gu
ng

pertimbangan hukum dan putusan Pengadilan tingkat Pertama terdapat


kesalahan penerapan hukum yang telah dilakukan oleh Majelis Hakim
Pemeriksa perkara tingkat Pertama a quo ;

6. Bahwa, kesalahan penerapan hukum yang dilakukan oleh Majelis Hakim

Pemeriksa perkara tingkat Pertama tercermin dari pertimbangan hukumnya

sebagaimana tersebut pada halaman 52 putusannya, yang dapat dikutip

bahwa dari

dokumen-dokumen surat bukti yang diajukan

lik

" Menimbang,

oleh Penggugat maupun dilihat dari surat-surat bukti yang diajukan oleh
Tergugat dihubungkan dengan keterangan saksi Ir. IBNU HADJAR, MM. dan

ub

ah

berikut ini :

saksi BUDI SUSANTO, Majelis Hakim tidak menemukan adanya Surat lzin

ka

Mendirikan Bangunan dari PT. BONINDO ABADI atas bangunan-bangunan

ep

yang luas seluruhnya adalah 10.104,4 m2 sebagaimana yang diharuskan di

Tahun 1997 ;

" Menimbang, bahwa terhadap surat-surat bukti P 6, P 7, P 5, P 9, P 10 dan

on

Hal. 10 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

P 16 hanya mempunyai relevansi dengan bangunan-bangunan yang seluas

es

ah

dalam ketentuan Pasal 3 ayat (1) Perda Kabupaten Bondowvso Nomor 4

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 10

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

11.031 m2 yang tidak diperintahkan untuk dibongkar oleh Tergugat

meskipun bangunan-bangunan tersebut hingga saat ini belum juga

ng

mempunyai kelengkapan IMB ;


Menimbang,

bahwa demikian pula terhadap surat bukti P 14 Perjanjian

Perdamaian antara PT. BONIIVDO ABADI dengan Pemda Kabupaten

gu

Bondowoso hanyalah mempunyai relevansi dengan bangunan-bangunan


yang seluas 11.031 m2 tidak menjangkau terhadap bangunan-bangunan

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan pertimbangan hukum

tersebut Majelis Hakim berkesimpulan dan berpendapat Tergugat Bupati

ub
lik

ah

yang seluas 10.104, 104,4 M2 ;

Bondowoso dalam mengeluarkan obyek sengketa ( surat P 53 = T 42 ) tidak


bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang bersifat material

am

substansial ; "

7. Bahwa, selanjutnya pada halaman 54 putusannya Majelis Hakim Pemeriksa

ep

perkara tingkat Pertama a quo telah mempertimbangkan sebagai berikut :

ah
k

" Menimbang, bahwa perintah bongkar yang dikeluarkan oleh Tergugat


Bupati Bondowoso adalah ditujukan kepada bangunan-bangunan PT.

In
do
ne
si

BONINDO ABADI yang tidak dilengkapi dengan IMB yaitu seluas 10-104,4
m2. Dengan demikian tidak terdapat adanya penyalahgunaan wewenang

A
gu
ng

oleh Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa ( surat bukti P 53 = T


42 ) ; "

" Menimbang,

bahwaTergugat Bupati Bondowoso sebelum menjatuhkan

sanksi berupa perintah bongkar terlebih dahulu telah mempertimbangkan


surat bukti T 21, T 22, T 24 dan T 34 sebagai dasar faktual dan bukti T 5
sebagai landasan yuridis dalam mengeluarkan obyek sengketa ( surat bukti

lik

obyek sengketa yang dikeluarkan oleh Tergugat tidak terdapat adanya unsur
sewenang-wenang ; "

8. Bahwa, Majelis Hakim Pemeriksa perkara tingkat Pertama a quo telah salah

ub

ah

P 53 = T 42 ). Atas dasar hal-hal tersebut menurut pendapat Majelis Hakim

menerapkan hukum di dalam memeriksa dan mengadili perkara a quo yang

ka

mendasarkan sepenuhnya pertimbangan hukum putusannya pada surat

ep

bukti T 5 berupa Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Bondowoso

ah

Nomor 4 Tahun 1997 tentang Izin Mendirikan Bangunan dalam Kabupaten

Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Bondowoso Nomor 6 Tahun 2000

on

Hal. 11 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II

es

Daerah Tingkat II Bondowoso sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 11

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Bondowoso Nomor 4 Tahun 1997 tentang Izin Mendirikan Bangunan dalam

Kabupaten Daerah Tingkat II Bondowoso ( surat bukti T 6 ), tanpa sungguh-

ng

sungguh berupaya menggali dan menemukan kebenaran materiil pada

peraturan perundang-undangan lain yang mengatur masalah Izin Mendirikan


Bangunan yang kedudukannya lebih tinggi dan sesungguhnya substansinya

gu

lebih tepat dan benar diterapkan terhadap perkara a quo dibandingkan


Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Bondowoso a quo yang

substansinya ternyata bertentangan dengan peraturan perundang-undangan


lain yang lebih tinggi a quo ;

ub
lik

ah

9. Bahwa, berdasarkan ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri


Nomor : 7 Tahun 1993 tentang Izin Mendirikan Bangunan dan Izin UndangUndang Gangguan Bagi Perusahaan Industri, disebutkan :

am

" (1) Kepala Dinas PU/Dinas Tata Kota atau Kepala Dinas P2K DKI Jakarta,
mengadakan penelitian kelengkapan persyaratan permohonan IMB

ep

dimaksud Pasa13.

ah
k

(2) Tika persyaratan tetah lengkap dan benar permohonan diterima dan
diberikan tanda bukti penerimaan.

In
do
ne
si

(3) Dalam jangka waktu 2 ( dua ) hari kerja setetah permohonan diterima,

Pejabat sebagaimana tersebut ayat ( 1 ) menetapkan besarnya

A
gu
ng

retribusi yang wajib dibayar.

(4) Berdasarkan penetapan sebagalmana tersebut ayat ( 3 ), Pemohon


membayar retribusi.

(5) Setetah melunasi retribusi sebagaimana tersebut ayat ( 4 ), Pemohon


dapat melaksanakan pembangunan bangunan secara fisik.

(6) Setetah bangunan selesai Pemohon wajib menyampalkan laporan

lik

a. Berita Acara Pemeriksaan dari Pengawas yang telah diakreditasi.


b. Gambar Siap Bangun (as built drawings).
c. Rekaman bukti pembayaran retribusi."

ub

ah

secara tertulis ditengkapi dengan :

Selanjutnya ketentuan Pasal 3 peraturan a quo, menyebutkan :

ka

" Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diajukan dengan

ep

melengkapi persyaratan sebagai berikut :

ah

a. Rekaman Surat Izin Lokasi.

es
on

Hal. 12 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

b. Rekaman KTP atau bukti diri penandatanganan permohonan.

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 12

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

c. Rekaman Akta Pendirian Perusahaan bagi yang berstatus badan

hukum/badan usaha, atau rekaman Anggaran Dasar yang sudah

ng

disahkan bagi Koperasi.

d. Surat kuasa apabila penandatanganan permohonan bukan dilakukan oleh


Pemohon sendiri.

gu

e. Rekaman serhfikat hak atas tanah, atau bukti perolehan tanah.


f. Rekaman tanda pelunasan PBB tahun terakhir.

teknis bangunan sesuai dengan pedoman teknis yang ditetapkan oleh


Menteri Pekerjaan Umum serta garis sempadan jalan, koefisien dasar
bangunan

dan

koefisien

ub
lik

ah

g. Surat Pernyataan Pemohon tentang kesanggupan mematuhi persyaratan

lantai bangunan

Pemerintah Daerah.

yang

ditetapkan

oleh

am

h. Rekaman rencana tata bangunan dan prasarana industri yang disetujui


Bupati/Walikotamadya, atau disetujui Gubernur untuk DKI Jakarta,

ep

dengan menunjukkan lokasi kapling untuk bangunan yang bersangkutan,

ah
k

bagi perusahaan industri yang berlokasi di kawasan industri.


Keseluruhan ketentuan tersebut di atas apabila dihubungkan dengan surat

In
do
ne
si

bukti P 6, P 9, P 10 dan P 16 yang sesuai fakta telah sesuai dengan


kenyataan luas bangunan secara fisik yang ada lokasi, ternyata dan

A
gu
ng

teranglah bahwa sesungguhnya Pemohon Kasasi telah memenuhi seluruh

kewajibannya sebagai Pemohon dalam rangka memperoleh Izin Mendirikan

Bangunan ( IMB ), khususnya surat bukti dan P 10 merupakan dasar faktual


sekaligus

landasan

yuridis

bagi

Pemohon

Kasasi

melaksanakan

pembangunan bangunan meliputi bangunan pabrik dan kantor secara fisik,


pelaksanaan mana telah sesuai dan selaras dengan maksud ketentuan

lik

yang notabene merupakan petunjuk pelaksanaan Keputusan Presiden R.I.


Nomor Tahun 1993 tentang Tata Cara Penanaman Modal yang tiada lain
merupakan tonggak perubahan penyederhanaan prosedur perizinan yang

ub

ah

Pasal 4 ayat ( 5 ) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 7 Tahun 1993

telah menerapkan sistem post audit, artinya Pengusaha ( investor) tidak

ka

perlu lagi menunggu diterbitkannya IMB terlebih dahulu untuk dapat

ep

melakukan pembangunan sarana maupun prasarana fisik dalam rangka

ah

penanaman modal, sepanjang ia telah melunasi retribusi yang besarnya

(investor) yang bersangkutan telah dapat melakukan pembangunan

on

Hal. 13 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

bangunan secara fisik, walaupun sesuai fakta Pemohon Kasasi ketika itu

es

telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat, maka Pengusaha

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 13

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

belum memperoleh Iain Mendirikan Bangunan ( IMB ) dari Pemerintah


Kabupaten Bondowoso c.q. Tergugat dan pula sesuai fakta tidak ada

ng

pelanggaran yang dilakukan oleh Pemohon Kasasi dan andaikata ada - quod

non - pelanggaran baru terjadi dalam hal Pemohon Kasasi tidak memenuhi

persyaratan sebagaimana telah diatur dan ditentukan dalam ketentuan Pasal

gu

3 huruf g Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1993, antara lain

Pemohon Kasasi dalam kenyataan pendirian bangunan ternyata menyalahi

bangunan sebagaimana telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat,


bahkan senyatanya surat bukti P 53 = T 42 berupa Surat Keputusan berupa

ub
lik

ah

dan/atau melanggar ketentuan koefisien dasar bangunan dan koefisien lantai

Surat Perintah No. 648/766/430.513/2002 tanggal 16 Juli 2002 perihal


Perintah Pembongkaran Bangunan Regal seluas 10.104,4 ma telah

am

diterbitkan

oleh

Termohon

Kasasi

dengan

sewenang-wenang

dan

bertentangan dengan tujuan sebagaimana diatur di dalam ketentuan Pasal 2


Nomor

ep

ayat ( 1 ) dan ( 2 ) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum

ah
k

66/PRT/1993 tentang Persyaratan Teknis Penyelenggaraan Bangunan


Industri dalam Rangka Penanaman Modal ;

In
do
ne
si

10. Bahwa, selain itu, Majelis Hakim Pemeriksa perkara tingkat Pertama a quo

telah bersikap memihak kepada Termohon Kasasi sebagaimana tercermin di

A
gu
ng

dalam pertimbangan hukum putusannya pada halaman 53, yang berbunyi :

Menimbang, bahwa mesktpun bangunan-bangunan milik PT. BONINDO

ABADI yang seluas 10.104, 4 m2 tidak dilengkapi dengan IMB akan tetapi
pihak Tergugat tidak secara serta merta mengeluarkan surat perintah

bongkar, hal ini dapat dilihat dari bukti-bukti surat bertanda T 22 dan T 34
masing-masing tertanggal 13 Desember 2001 dan 15 Januari 2002 yang

lik

Wilayah Kabupaten Bondowoso yang ditujukan kepada Direktur PT


BONINDO ABADI, yang antara lain isinya adalah agar PT BONINDO ABADI
segera melengkapi persyaratan terhadap bangunan yang pernah diajukan

ub

ah

dikeluarkan Kepala Dinas Perkotaan, Permukiman clan Pengembangan

permohonan IMB-nya pada tahun 1995 maupun bangunan baru yang belum

ka

diajukan IMB-nya ;

ep

Terhadap pertimbangan hukum a quo Pemohon Kasasi sangat berkeberatan

ah

oleh karena Pemohon Kasasi senyatanya telah melengkapi seluruh

6, P 7, P 8, P 14 dan P 16 yang notabene sama sekali tidak dipertimbangkan

on

Hal. 14 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

oleh Majelis Hakim Pemeriksa perkara Tingkat Pertama a quo ;

es

persyaratan dalam rangka pengajuan permohonan IMB sesuai surat bukti P

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 14

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung


berpendapat :

ng

Mengenai alasana-alasan ad. 1 s/d 4 :

Bahwa alasan-alasan tersebut tidak dapat dibenarkan, karena

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dapat mengambil alih pertimbangan

gu

hukum Hakim tingkat pertama yang dianggap sudah tepat dan benar ;
Mengenai alasan-alasan ad. 5 s/d 10 :

Bahwa alasan-alasan tersebut tidak dapat dibenarkan, karena Judex

Factie tidak salah menerapkan hukum, lagi pula keberatan-keberatan ini pada

ub
lik

ah

hakekatnya mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan


tentang suatu kenyataan, hal mana tidak dapat dipertimbangkan dalam

pemeriksaan pada tingkat kasasi, karena pemeriksaan pada tingkat kasasi

am

hanya berkenaan dengan tidak dilaksanakan atau ada kesalahan dalam


pelaksanaan hukum sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 30 Undang-

ep

Undang No. 5 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 14

ah
k

Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung ;

Menimbang, bahwa berdasarkan apa yang dipertimbangkan diatas, lagi

In
do
ne
si

pula dari sebab tidak ternyata bahwa putusan Judex Factie dalam perkara ini
bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan

A
gu
ng

kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi : PT. BONINDO ABADI, tersebut
harus ditolak ;

Menimbang, bahwa oleh karena Pemohon Kasasi berada di pihak

yang kalah, maka ia harus dihukum untuk membayar biaya perkara dalam
tingkat kasasi ;

Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-undang No. 4 tahun 2004,

lik

Undang-undang No. 5 Tahun 2004 dan Undang-undang No. 5 Tahun 1986


sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 9 Tahun 2004 serta

Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : PT. BONINDO


ABADI, tersebut ;

ep

ka

MENGADILI :

Menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam

on

Hal. 15 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

ng
gu
A

es

tingkat kasasi ini ditetapkan sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ;

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

ik

ah

ub

peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ;

ah

Undang-undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan

Halaman 15

ep
u

hk
am

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

In
do
ne
si
a

putusan.mahkamahagung.go.id

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah

Agung pada hari Rabu tanggal 25 April 2007 oleh Titi Nurmala Siagian, SH.

ng

MH. Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai
Ketua Majelis, Prof. DR. Muchsan, SH. dan Widayatno Sastrohardjono, SH.
MSc. Hakim-Hakim

Anggota,

dan

diucapkan

dalam

terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis beserta

gu

sidang

Agung sebagai

Hakim-Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh Tri Peni Irianto Putro, SH.,

Hakim-Hakim Anggota :

Ketua :

Ttd./ Prof. DR. Muchsan, SH.

Biaya-biaya :

6.000,-

2. R e d a k s i Rp.

1.000,-

1. M e t e r a i Rp.

Panitera Pengganti :
Ttd./

Tri Peni Irianto Putro, SH., MSi.

A
gu
ng

3. Administrasi Kasasi . Rp. 493.000,Jumlah .. Rp. 500.000,==========

ASHADI, SH.
NIP. 220000754

es
on

Hal. 16 dari 16 hal. Put. No. 26 K/TUN/2004

In
d

gu

ng

ah

ep

ka

ub

lik

ah

Untuk slinan
MAHKAMAH AGUNG RI.
a.n. Panitera
Panitera Muda Tata Usaha Negara,

In
do
ne
si

ep

Ttd./ Widayatno Sastrohardjono, SH. MSc.

am

ah
k

ub
lik

ah

MSi. Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak ;

ik

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id
Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 16