Anda di halaman 1dari 7

TATA TERTIB

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN


HIMPUNAN MAHASISWA ASTRONOMI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
(1-2 Februari 2014)

Bab I
Pelaksanaan
Pasal 1
Rapat Anggota Tahunan diselenggarakan di Ruang Seminar 2 Program Studi Astronomi ITB pada
hari Sabtu dan Minggu, 1-2 Februari 2014 mulai pukul 08.00 WIB.

Bab II
Perangkat Rapat Anggota
Pasal 11
Perangkat Rapat Anggota terdiri dari :
a. Ketua Rapat Anggota.
b. Sekretaris Rapat Anggota.
Pasal 12
Ketua Rapat Anggota adalah Anggota Biasa Himastron ITB yang minimal telah satu tahun
menjadi pengurus.

Pasal 13
Tugas ketua RA adalah memimpin RA. Ketua RA dapat dibantu oleh sekretaris dalam pelaksanaan
tugasnya.

Bab III
Peserta
Pasal 2
Peserta yang berhak mengikuti Rapat Anggota Tahunan adalah seluruh anggota Himastron ITB

Bab IV
Hak dan Kewajiban Peserta
Pasal 3
Anggota Biasa memiliki hak bicara dan hak suara.
a. Hak bicara adalah hak untuk menyampaikan pendapat, saran, atau usul terhadap suatu
permasalahan,
b. Hak suara adalah hak untuk mengambil suara dalam proses penetapan keputusan.
Pasal 4
Anggota Muda dan Anggota Kehormatan yang hadir dalam Rapat Anggota hanya memiliki hak
bicara.
Pasal 5
Peserta berkewajiban menjaga tertibnya Rapat Anggota.

Pasal 6
Dalam mengajukan suara, pertanyaan, pendapat, saran, usul, atau dukungan, s etiap peserta
harus meminta izin terlebih dahulu kepada Ketua Rapat Anggota.
Pasal 7
Jika ingin meninggalkan Rapat Anggota dengan alasan tertentu harus mendapatkan izin dari
Ketua Rapat Anggota.
Pasal 8
Hak suara hilang apabila peserta tidak hadir pada saat pengambilan keputusan.
Pasal 9
Tiap-tiap Anggota Biasa yang hadir dalam Rapat Anggota memiliki satu hak suara pada
pengambilan keputusan.

Bab V
Quorum
Pasal 10
Quorum diatur menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himastron ITB, yaitu :
a. Rapat Anggota Tahunan sah apabila dihadiri (hadir berarti ada selama rapat
berlangsung) oleh lebih dari setengah jumlah Anggota Biasa (45 orang).
b. Rapat Tertunda I, satu jam setelah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh
minimal dua perlima jumlah Anggota Biasa (36 orang).
c. Rapat Tertunda II, dua jam setelah waktu yang ditentukan, sah apabila dihadiri oleh
minimal sepertiga jumlah Anggota Biasa (30 orang).

Bab VI
Tata Cara
Pasal 13
Pengambilan keputusan diatur menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Himastron ITB, yaitu :
a. Keputusan Rapat Anggota Himastron ITB diambil secara musyawarah.
b. Bila tidak tercapai mufakat, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
Pasal 14
Pembahasan hasil Pemilihan Umum Ketua Himastron
a. DPM Himastron melaporkan hasil pemilihan umum ketua Himastron.
b. Rapat Anggota bermusyawarah untuk memberikan tanggapan dan ketetapan terhadap
hasil pemilihan umum Himastron.
c. Jika tidak tercapai mufakat, Ketua baru Himastron ditentukan dengan cara voting.
d. Keputusan Rapat Anggota disampaikan oleh Ketua Rapat Anggota.
Pasal 15
Laporan Pertanggungjawaban DPM
a. DPM menyampaikan laporan pertanggungjawabannya.
b. Tanya jawab dilakukan setelah satu topik permasalahan.

Pasal 16
Evaluasi Laporan Pertanggungjawaban DPM
a.
b.
c.
d.
e.

Ketua Rapat Anggota mempersilakan DPM untuk meninggalkan Rapat Anggota.


Peserta Rapat Anggota mengevaluasi laporan pertanggungjawaban dan kinerja DPM.
Anggota Biasa memberikan penilaian terhadap DPM.
Ketua Rapat Anggota mempersilakan DPM untuk mengikuti Rapat Anggota kembali.
Keputusan Rapat Anggota disampaikan oleh Ketua Rapat Anggota di hadapan DPM.

Pasal 17
Pelantikan DPM
Pelantikan DPM dilakukan dengan pengucapan Janji Himastron yang dipimpin oleh Ketua Rapat
Anggota dan diikuti oleh DPM terpilih.
Pasal 18
Laporan Pertanggungjawaban Ketua Himastron
a. Ketua Himastron menyampaikan laporan pertanggungjawabannya.
b. Tanya jawab dilakukan setelah presentasi setiap perangkat kepengurusannya.
c. Pengurus dapat membantu Ketua Himastron dalam menjelaskan presentasinya.
Pasal 19
Evaluasi Laporan Pertanggungjawaban Ketua Himastron
a. Ketua Rapat Anggota mempersilakan Ketua Himastron untuk meninggalkan Rapat
Anggota.
b. Peserta Rapat Anggota mengevaluasi laporan pertanggungjawaban dan kinerja Ketua
Himastron.
c. Anggota biasa memberikan penilaian terhadap Ketua Himastron.
d. Ketua Rapat Anggota mempersilakan Ketua Himastron untuk mengikuti Rapat Anggota
kembali.
e. Keputusan Rapat Anggota disampaikan oleh Ketua Rapat Anggota di hadapan Ketua
Himastron.

Pasal 20
Pelantikan Ketua Himastron
Pelantikan Ketua Himastron dilakukan dengan pengucapan Janji Himastron yang dipimpin oleh
perwakilan DPM terpilih dan diikuti oleh Ketua Himastron terpilih.

BAB VII
Sanksi
Pasal 21
Peserta yang melanggar Tata Tertib Rapat Anggota dapat dikenakan sanksi oleh Ketua Rapat
Angota berupa:
a. Teguran atau peringatan.
b. Tidak diperkenankan mengikuti dan/atau melanjutkan Rapat Anggota dengan
persetujuan peserta Rapat Anggota.
Pasal 22
Peserta Rapat Anggota dapat memberikan peringatan kepada Ketua Rapat Angg ota apabila
Ketua Rapat Anggota melanggar Tata Tertib Rapat Anggota dan dapat dicabut statusnya sebagai
ketua RA dengan persetujuan peserta Rapat Anggota.

BAB VIII
Lain-lain
Pasal 23
Hal-hal yang belum diatur dalam Tata Tertib Rapat Anggota dapat disepakati pada saat Rapat
Anggota berlangsung.
Disahkan di Bandung pada tanggal 21 Januari 2014
Atas nama Anggota Himastron ITB

Dhimaz Gilang Ramadhan


Dewan Pertimbangan Mahasiswa