Anda di halaman 1dari 13

Jhony A Gultom

Rendi Prasetyo
Roni S Bachry
Ria Andriyani
Dian Elwiningtyas
Dresta Abigael

3351131554
3351131443
3351131513
3351131417
3351131463
3351131488

Hipertensi

tekanan darah persisten dimana


tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg
dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg.
Pada populasi lanjut usia, hipertensi
didefinisikan sebagai tekanan sistolik
160 mmHg dan tekanan diastolik 90
mmHg (Sheps,2005).

Apa itu ARB ?


merupakan salah satu obat antihipertensi
yang

dapat

menurunkan

tekanan

darah

melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron.


ARB menghambat angiotensin II berikatan
dengan

reseptornya,

sehingga

secara

langsung akan menyebabkan vasodilatasi,


penurunan

produksi

vasopresin,

mengurangi sekresi aldosteron.

dan

Efek samping
Secara umum dan melalui berbagai penelitian,
ARB relatif aman dan jarang sekali
menimbulkan komplikasi fatal.
Tetapi beberapa keluhan yang pernah
dilaporkan, antara lain pusing, sakit kepala, dan
hiperkalemia. ARB juga dapat menimbulkan
hipotensi ortostatik, rash, diare, dispepsia,
abnormalitas fungsi liver, kram otot, mialgia,
nyeri punggung, insomnia, penurunan level
hemoglobin, dan kongesti nasal.

Obat-obat ARB
Obat

BA & t1/2

Valsartan

BA : 25%
dengan 95%
terikat
protein

Mekanisme
kerja

bekerja pada
reseptor AT1
secara
selektif,
sehingga
T1/2 : 6
diindikasikan
jam ,
untuk
kemudian
mengatasi
dieksresikan hipertensi
melalui ginjal

Dosis

Efek
samping

80 mg 1
kali/hari
dapat
ditingkatkan
sampai 160
mg/hari atau
dapat
ditambah
diuretik jika
TD belum
dapat
terkontrol.

Sakit kepala,
diare, infeksi
saluran
panas,
pusing,
lemah,
batuk, mual,
sinusitis,
infeksi virus,
nyeri perut,
rinitis, sakit
pinggang,
faringitis,
artralgia

Losartan

T1/2 : 6-8jam,
dieksresikan 1325% melalui
ginjal dan 5060% melalui
bilier

memperlambat
progresivitas
nefropati diabetik
dan kelainan
ginjal lain pada
pasien diabetes
melitus tipe II,
hipertensi, dan
mikroalbuminuria
(>30 mg/hari)
atau proteinuria
(> 900 mg.hari).

Awal 50 mg 1
kali/hari, dapat
ditingkatkan
sampai 100
mg/hari.
Diberikan 1-2
kali/hari. Untuk
gangguan fungsi
ginjal (bersikan
kreatinin < 20
mL/menit atau
pasien dialisis) :
awal 25 mg 1
kali/hari

Irbesartan

BA : 60-80%
T1/2 : 11-15
jam, dan
kemudian
diekskresika
n 20%
melalui
ginjal dan
sisanya
melalui
feses.

Selain
sebagai
antihiperten
si,
irbesartan
juga mampu
menghamba
t
progresivita
s nefropati
diabetik,
mikroalbumi
nuria, atau
proteinuria
pada
penderita
diabetes
melitus

Dosis awal
dan
pemeliharaa
n : 150
mg/hari,
dapat
ditingkatkan
sampai 300
mg. Untuk
usia lanjut :
awal 75 mg.

Hiperkalemi
a, hipotensi,
lelah, diare,
infeksi
saluran
nafas
bagian atas,
batuk.

olmesartan

BA : 26%
T1/2 : 13jam,
40%
dieksresikan
melalui ginjal
dan 60%
melalui bilier

Memblokade
ikatan
angiotensin II
dengan
reseptor AT1
sehingga akan
merelaksasi
otot polos
vaskular

awal 10 mg 1
kali/hari, dapat
ditingkatkan
sampai
maksimal 40
mg/hari atau
ditambahkan
dengan
hidrochlorotiaz
id.

Candesartan

BA : 15-40%
T1/2 : 5,1
sampai 10,5
jam, dan
kemudian
diekskresika
n 33%
melalui
renal dan
67% melalui
feses.

Eprosartan

BA : 15%
T1/2 : 5-9
jam, 10%
dieksresikan
melalui ginjal
90% melalui
bilier

bekerja pada
reseptor AT1
secara
selektif,
sehingga
diindikasikan
untuk
mengatasi
hipertensi

Awal 4 mg 1
kali/hari,
dapat
ditingkatkan
sampai 16 mg
1 kali/hari.

Sakit kepala,
pusing, infeksi
saluran nafas
atas, nyeri.

Menghambat
produksi
norepinefrin
simpatetik
sehingga
menurunkan
TD

600mg , 1x1
pagi hari

Pening,hipote
nsi,kerusakan
ginjal,ruam,
engiodema,
myalgia

Interaksi obat
Obat 1

Obat 2

Interaksi

Obat tekanan
darah tinggi
(semua)

Amfetamin

Obat tekanan darah tinggi


mungkin dilawan,akibatnya
tekanan darah tidak
terkendali dengan baik

Obat angina jantung


(ISDN,nitrogliserin,
dipiridamol,transmukosal)

TD terlalu
rendahhipotensi postural
dengan disertai gejala :
pusing,lemas,pingsan,penur
unan tekanan darah yang
daat menyebabkan kejang
atau syok

Anti aritmika jantung


(Kinidin,disopiramid,
prokainamid)

TD terlalu
rendahhipotensi postural
dengan disertai gejala :
pusing,lemas,pingsan,penur
unan tekanan darah yang
daat menyebabkan kejang
atau syok

Obat 1

Obat 2

Interaksi

Antipsikotika
(Fenotiazin,haloperidol,
loksapin,Klorprotiksen)

hipotensi postural dengan


disertai gejala :
pusing,lemas,pingsan,penuru
nan tekanan darah yang daat
menyebabkan kejang atau
syok

Obat asma (Gol.Efinefrin)


(Efinefrin,terbutalin,albuterol,
isoproterenol)

Obat tekanan darah tinggi


mungkin dilawan,akibatnya
tekanan darah tidak
terkendali dengan baik

Efedrin,fenilpropanolamin,
oksimetazolin,fenilefrin

Obat tekanan darah tinggi


mungkin dilawan,akibatnya
tekanan darah tidak
terkendali dengan baik

Pil pelansing yang


mengandung
fenilpropanolamin

Obat tekanan darah tinggi


mungkin dilawan,akibatnya
tekanan darah tidak
terkendali dengan baik

Metilfenidat (Ritalin)

Obat tekanan darah tinggi


mungkin dilawan,akibatnya
tekanan darah tidak
terkendali dengan baik

Obat 1

Obat 2

Interaksi

candesartan

spironolakton

konsentrasi kalium
pada darah

Obat AINS

fungsi ginjal termasuk


gagal ginjal

Dengan antihipertensi
lain

Interaksi additif

Bisoprolol

konsentrasi kalium
pada darah

Rifampisin

Menurunkan kadar
losartan dalam darah

Telmisartan

HCT

Additif, dapat
menangani hipertensi
yang TD nya tidak
dapat terkontrol dengan
baik

Eprosartan

Diuretik kuat

Menyebabkan hipotensi

Losartan