Anda di halaman 1dari 16

BAB IV BALL MILL

4.1. Landasan Teori


Panjang bagian silender dari mill kira-kira sama dengan diameternya. Ball mill
dibedakan menurut cara pengeluarannya produknya (discharge). Bila produk
gerusan keluar dengan sendirinya disebut overflow, tetapi bila produk keluar
melalui saringan yang dipasang pada ujung pengeluaran produk disebut grate
discharge mill. Pada tlpe discharge yang terakhir ini, produk dapat dengan bebas
keluar, peremukan material di dalam mill rendah (lebih rendah dari overflow mill)
dan over grinding minimum.

Gambar 4.1 Ball Mill


Alat yang banyak dipakai pada tahap penggerusan adalah penggerus bola (ball
mill), ditunjukkan secara skematik alat penggerus bola. Bentuk alat penggerus ini
mirip drum minyak yang kedua ujungnya berbentuk kerucut dengan diameter dan
ball mill dapat bekerja secara sinambung, masukan pada salah satu sisi dan
keluaran pada sisi yang lainnya. Ball mill berputar melalui sumbu horizontal
tinggi untuk masing-masing ujung berbeda kemudian diletakkan horizonal.
NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

Biasanya nisbah antara panjang drum terhadap diameternya berkisar 1,5:1 atau
lebih kecil. Apabila nisbah ini lebih besar dari 1,5:1 maka biasanya disebut tube
mill. Penggerus diputar pada porosnya dengan kecepatan tertentu. Ke dalam alat
ini dimasukkan bola baja sebagai media penggerus, air untuk membentuk lumpur
(pulp), dan material yang akan digerus. Umpan basah (biasanya sekitar 6O-70%
solid) dimasukkan dari salah satu ujung dan produk yang telah halus keluar dari
ujung yang lain. Operasi penggerusan terjadi antara bola baja (atau bola keramik,
tergantung kebutuhan) yang diselimuti lumpur material dengan dinding drum.
Agar dinding drum tidak aus maka di permukaannya dipasang 'liner' yang selain
berfungsi sebagai pelindung dinding drum, juga berfungsi sebagai pengingkat
materiai mengikuti putaran drum.

Gambar 4.2 Ball Mill


Ball mill merupakan suatu mesin penggiling berbentuk silinder yang digunakan
untuk menggiling atau mencampurkan material seperti biji, bahan baku keramik
dan cat. Ball mill berputar melalui sumbu horisontal yang dipenuhi dengan
material yang ingin digiling beserta dengan medium penggiling. Berbagai material
dapat digunakan sebagai media seperti bola keramik, batu api, dan bola yang
terbuat dari stainless steel.
Pada skala industri, ball mill dapat bekerja secara sinambung, masukan pada salah
satu sisi dan keluaran pada sisi yang lainnya. Ball mill berkualitas tinggi dapat
menggiling partikel campuran menjadi sekecil 5 nm, meningkatkan luas
permukaan dan laju reaksi secara besar. Ball mill dapat menggiling berbagai
macam biji dan material baik basah ataupun kering. Terdapat dua macam ball mill
NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

berdasarkan cara pelepasan material, yaitu tipe parutan dan tipe overfall. Selain
jenis ball mill yang biasa, terdapat jenis kedua dari ball mill yang disebut dengan
Planetary Ball Mill .
Jenis ball mill ini memiliki ukuran lebih kecil daripada ball mill yang biasa dan
biasa digunakan dalam laboratorium untuk menggiling material sampel menjadi
ukuran terkecil. Planetary Ball Mill Terdiri dari paling sedikit satu botol
penggiling yang disusun secara eksentris pada roda matahari. Arah pergerakan
dari roda matahari berlawanan dengan botol penggiling. Bola penggiling dalam
botol penggiling diletakkan di atas pergerakan rotasi yang disebut dengan gaya
Corioli. Perbedaan kecepatan antara bola dan botol penggiling menghasilkan
interaksi antara gaya gesek dan tekan yang melepaskan energi dinamik yang
tinggi. Perbedaan gaya ini menghasilkan tingkat pengecilan ukuran yang tinggi
dan efektif dari Planetary Ball Mill.
Prinsip Kerja Ball Mill Mesin Ball
Mill ini memiliki tipe horisontal, berbentuk tabung, dan dua tempat penyimpanan.
Bagian luar mesin berjalan sepanjang roda gigi. Material masuk secara spriral dan
merata dalam tempat penyimpanan pertama. Dalam tempat penampungan ini ada
ladder scaleboard atau ripple scaleboard, dan steel ball dengan berbagai macam
spesifikasi yang dipasang pada scaleboard. Seiring dengan perputaran tubuh barel
yang kemudian menghasilkan gaya sentrifugal, steel ball akan terbawa pada
ketinggian tertentu dan jatuh untuk membuat material tergiling. Setelah proses
penggilingan dalam tempat penyimpanan pertama, material akan masuk dalam
tempat penampungan kedua untuk kembali digiling dengan steel ball dan
scaleboard. Akhirnya, bubuk akan dibawa ke papan penampungan produk akhir
dan proses kerja sepenuhnya lengkap.
A. Klasifikasi Ball Mill
Klasifikasi ball mill didasarkan pada efektivitas pengurangan ukuran partikel,
total energi yang dikonsumsi, dan waktu pengausan dari dinding tabung ball mill
Mill dan bola-bola penggerus. Tipe-Tipe Grinding yaitu:

a. Tumbling
NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

Merupakan suatu alat silinder yang horisontal yang hampir separuhnya diisi
dengan alat-alat penghancur, biasanya besi cor atau bola baja. Alat ini terdiri dari
silinder rotasi yang berukuran besar, yang secara ekstensif digunakan pada
beberapa industri untuk meremukkan dan menggerus material ukur an besar
menjadi material berukuran butir (granular) atau bahkan menjadi materia l
dengan ukuran sangat halus (mill). Tumbling Mill bisa digolongkan menurut
bentuknya ke dalam dua tipe, yaitu silindris dan cylindro-conical.
b. The Hardinge Mill
Alat Ini adalah suatu peralatan yang dipicu oleh daya yang berasal dari bijih yang
ada didalamnya sehingga merubah ukuran dari bijih tersebut menjadi lebih halus
lagi. Hal ini menyebabkan bijih yang sangat lembut meluap sebagai suatu ukuran
yang lebih halus lagi ke bagian yang berikutnya.
c. The Cascade Mill
Dalam studi menyangkut proses dinamis, atau mengetahui suatu gangguan,
tentang proses penggerusan, maka ada empat hal yang perlu untuk
dipertimbangan:
1. Proses penggerusan memberi suatu pengertian yang mendalam ke dalam cara
dimana suatu perubahan pada setiap variabel mempengaruhi capaian proses
penggerusan, yang dapat memperlambat atau mempercepat proses, kumulatif
setelah jangka waktu tertentu atau yang dihaluskan oleh suatu hak milik yang
yang self-stabilising menyangkut sirkit, dan ke dalam mana bagian
menyangkut sirkit menjadi perubahan didalam variabel individu merasa
kebanyakan.
2. memungkinkan cause-effect hubungan untuk dikenali dan suatu pemilihan
benar untuk dibuat dari menyangkut variabel yang mana harus digunakan
untuk kendali tertentu tujuan.
3.

Data

dinamis

mungkin

adalah

digunakan

untuk

membangun

dan

memverifikasi model dinamis menyangkut proses yang mana boleh kemudian


digunakan untuk mendisain dan test mengendalikan rencana.

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

4.

Data dinamis yang mana diperoleh dengan mempelajari diatas suatu interval
waktu yang pendek/singkat adalah tanggapan suatu proses kepada manipulasi
yang yang sengaja suatu variabel memberi data yang lebih dapat dipercaya dan
akurat tentang capaian suatu proses dibanding lakukan posisi mantap data. Alasan
untuk ini adalah kesalahan itu dapat jauh lebih siap dideteksi dengan data dinamis.

Gambar 4.3 Ball Mill

Penggerusan adalah proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah berukuran
2,5 cm menjadi ukuran yang lebih halus. Pada proses penggerusan dibutuhkan
media penggerusan yang antara lain terdiri dari :
1.

Bola-bola baja atau keramik (steel or ceramic balls).

2.

Batang-batang baja (steel rods).

3.

Campuran bola-bola baja dan bahan galian atau bijihnya sendiri yang
disebut semi autagenous mill (SAG).

4.

Tanpa media penggerus, hanya bahan galian atau bijihnya yang saling
menggerus dan disebut autogenous mill.

Peralatan penggerusan yang dipergunakan adalah :


1. Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau keramik.
2. Rod mill dengan media penggerus berupa batang-batang baja.

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

3. Semi autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya sebagian adalah bahan
galian atau bijihnya sendiri.
4. Autogenous mill bila media penggerusnya adalah bahan galian atau bijihnya
sendiri.

Gambar 4.4 Ball Mill Classfier


Ball Fitur Mill:
1. Adalah alat yang efisien untuk grinding banyak bahan menjadi bubuk halus.
2. Pabrik bola digunakan untuk menggiling berbagai jenis bahan tambang dan
lainnya, atau untuk memilih tambang.
3. Pabrik Bola secara luas digunakan dalam bahan bangunan, dan industri kimia.
4. Ada dua cara penggilingan:. cara kering dan cara basah.
5. Bola pabrik dapat dibagi menjadi tipe tabel dan jenis mengalir menurut
tambang differentexpelling.
6. Untuk menggunakan ball mill, bahan untuk digiling dimuat ke dalam barel
neoprene yang berisi media grinding.
7. Sebagai barel berputar, bahan yang hancur antara potongan-potongan
individual dari grinding media bahwa campuran dan menghancurkan produk
menjadi bubuk halus selama beberapa jam.
8. Semakin lama pabrik bola berjalan, lebih halus bubuk akan.
9. Ukuran partikel Ultimate sepenuhnya tergantung pada seberapa keras materi
yang Anda grinding, dan waktu berapa lama pabrik bola berjalan.

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

10. Pabrik bola kami telah digunakan untuk menggiling kaca, bubuk produk
makanan, membuat pernis kustom, membuat glasir keramik, bahan kimia
bubuk yang beragam.
11. Complet ely desain dilas tertutup di bermutu tinggi baja.
B. MEKANISME GERUSAN
Penggerusan dilakukan tumbling mill dipengaruhi oleh ukuran, banyaknya macam
gerakan dan rongga diantara (void) media gerus. Berlawanan dengan peremukan
yang tedadi diantara dua muka yang keras, penggerusan tergantung pada peluang
dari partikel untuk digerus. Penggerusan terjadi karena gaya atau beberapa gaya
bekerja pada partikel, yaitu: Impact atau compresi, chipping dan abrasion. Gayagaya ini mengubah bentuk partikel sampai melewati batas yang ditentukan oleh
tingkat elastisitas dan menyebabkan remuk.
Pengumpanan ke dalam penggerus dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan
cara mengalirkan lumpur ke dalam drum atau dengan cara menggunakan 'scoop
feeder' yang terletak di salah satu ujung drum. Kecepatan putar drum ditentukan
dari diameter drum dan diameter bola penggerus. Secara umum kecepatan
putarnya ditentukan dari kecepatan kritisnya, yaitu :
76.6

NC

(D d )

rpm

di sini D adalah diameter dalam drum (ft) dan d adalah diameter bola penggerus
(ft).
Apabila diameter bola penggerus cukup kecil dibandingkan dengan diameter drum
maka:
NC

76.6
D

rpm

Kecepatan kritis adalah kecepatan putar drum di atas mana material (bola dan
lumpur) akan menempel di permukaan drum, sehingga tidak terjadi penggerusan,
seolah-olah hanya terjadi proses sentrifugal saja. Kecepatan putar drum biasanya
berkisar 80% dari kecepatan kritisnya. Putaran drum yang terlalu cepat akan
NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

mengangkat material cukup tinggi kemudian jatuh menimpa material di


bawahnya, peristiwa ini disebut 'cataracting' di mana gaya impak lebih
berpengaruh daripada gaya gerus. Putaran drum yang terlalu rendah hanya akan
mengangkat material sampai ketinggian tertentu kemudian bergulir kembali ke
bawah sambil berputar, sehingga lebih banyak dipengaruhi gaya gerus, keadaan
ini disebut 'cascading'.
Ditunjukkan secara skematik alur material di dalam penggerus. Putaran penggerus
yang melebihi kecepatan kritisnya mengakibatkan semua material berputar
mengikuti alur lingkaran sehingga tidak terjadi operasi penggerusan. Bila putaran
penggerus cukup rendah, maka material akan mengikuti alur parabolik.
Ditunjukkan bahwa makin besar putaran penggerus maka energi yang diperlukan
akan makin besar pula, sampai mencapai titik tertingginya, kemudian menurun.
Energi akan berkurang bila penggerus berputar melebihi kecepatan kritisnya.
Ditunjukkan secara skematik gaya-gaya yang bekerja pada suatu bola berada di
dalam penggerus. Suatu penggerus berputar dengan kecepatan N putaran per
detik. Bila m adalah massa bola berada pada jarak r dari titik pusat penggerus, dan
V adalah kecepatan linier maka agar bola tidak terlempar ke luar harus terjadi
kesetimbangan gaya :

Gambar 4.5 Penampang Dari Ball Mill

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

Bola maka pada kecepatan kritis Nc yaitu pada saat = 00, kesetimbangan yang
terjadi adalah :

Gambar 4.6 Kesetimbangan Gaya pada bola dengan jarak r dari pusat
Dengan memasukkan g=32,2 maka dapat diperoleh dengan mudah Persamaan
NC

76.6
(D d )

rpm

3.2 Tujuan Praktikum


Tujuan praktikum ball mill agar praktikan mampu mengetauhui cara kerja alat
ball mill,dan cara kerja alat ball mill tersebut.

3.3 Sistematika Alat


Prinsip mekanisme kerja ball mill adalah dengan menggunakan energi benturan
bola - bola yang terdapat dalam sebuah tabung yang berputar oleh tenaga motor
penggerak. Bola bola yang digunakan berfungsi sebagai pengahalus material.

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

3.4 Alat Dan Bahan


3.4.1 Alat dan Fungsi.
1. Ball mill sebagai bola penghalus material.
2. Neraca analitik berfungsi sebagai alat menimbang sempel yang di gunakan.
3. Skop sebagai alat pembentu mengambil sempel.
4. Sieve screen berfungsi sebagai alat pengayak sempel setelah di ekstraksi
mengunakan ball mill.
5. Plastik berfungsi sebagai tempat sempel.

Bola Alumina

Kuas

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

Hammer Mill

Neraca Analitik

Skop

Sieve Sceer

Gambar 4.7. Alat Percobaan Ball Mill

3.4.2 Bahan
1. Sempel yang di gunakan ialah sempel yang telah di gerus mengunakan
hammer mill, tiga sempel masing masing berat sempel 15000 gram.
NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

4.6. Aplikasi Ball Mill


Ball Mil is widely used in powder making production line in industries, like
mining,building materials dan kimia industri. Ini adalah peralatan kunci untuk
menggiling semua jenis bijih dan bahan lainnya, termasuk semen, silikat, tipe baru
bahan bangunan, bahan tahan api, pupuk, ganti bijih logam besi dan non-ferrous
metal, keramik kaca, dll.

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

4.7 Prosedur Percobaan


1. Menyiapkan sempel hasil dari hammer mill yang over size.
2. Menimbang sampel yang akan di masukan ke alat ball mill seberat 15000
gram, sebanyak tiga buah.
3. Material hasil reduksi dimasukan ke alat ball mill, dengan mengunakan bola
bola baja.
4. Material sampel 1 dengan ball mill sebanyak 30 buah yang ukuran besar,
sampel ke 2 dengan ball mill sebanyak 70 buah yang sedang, sampel ke 3
dengann ball mill sebanyak 100 buah yang ukuran kecil dan masing - masing
sampel di ekstraksi selama 15 menit.
5. Kemudian di sieve shaker masing masing 5 menit.

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

4.8 Kesimpulan
1. Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai R80 bergantung
a.
b.
c.
2.

pada :
Waktu penggerusan.
Jumlah Ball Mill.
Ketelitian pengisian material
Semakin banyak Ball yang di gunakan dalam pereduksian makan semakin

banyak material yang halus di hasilkan.


3. Di bandingkan rod mill, ball mill sangat efesien untuk mereduksikan sempel di
karenakan boll mill berbentuk bulat sehingga memudahkan ball mill untuk
mereduksi sempel.
4. Untuk percobaan 1, 2, dan 3, yang lebih efesien adalah percobaan ke 3 di
karenakan kita mengunakan ball mill yang kecil dengan jumlah 100 buah.

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1

Persen Komulatif
120
100
80
Persen Komulatif

60
40
20
0

NAMA

:Budianta Ginting
Asissten II

NIM

:10 306 015

Asisten 1