Anda di halaman 1dari 7

Kasus 1

1. Pada kasus diatas, gigi 11 pasien tidak bias dilakukan penambalan karena dari keterangan
pasien, giginya udah 2x dilakukan penambalan, namun lepas. Sehingga bila gigi pasien
dilakukan penambalan lagi, nanti akan lepas lagi tambalannya.
2. Iya. Gigi 11 pasien pada kasus diatas merupakan indikasi suatu mahkota tiruan. Karena
gigi pasien mengalami kerusakan yang tidak bias dilakukan penambalan lagi,gigi pun
telah mengalami karies cukup besar dari segi umur, jaringan periodontal disekitar masih
sehat, dan tidak dapat dilakukan penambalan lagi
3. Mahkota Tiruan yang akan dibuatkan untuk gigi 11 pasien adalah Mahkota Tiruan Penuh
Porselen karena sisa jaringan mahkota gigi masih cukup, pasien memiliki oklusi normal
dan relasi anterior normal, gigi sudah tidak bias ditambal lagi. Selain itu pasien sekertaris
perusahaan swasta dimana ia harus selalu berkomunikasi dengan orang sehingga
memerlukan estetik. Porselen memiliki estetik yang baik karena porselen bersifat
translucent. Selain itu dari segi ekonomi, pasien mampu bila memakai mahkota tiruan
penuh porselen.
Alternatif : Mahkota Tiruan Penuh Logam Porselen lebih murah karna dilihat dari segi
pekerjaan jika memakai MTP Logam Porselen lebih ekonomis, estetiknya pun baik.
4. Prinsip pengasahan gigi porselen :
a. Pengasahan Jaringan : 1.5-2mm(cukup tebal, karena sifat porselen itu rapuh)
b. Bentuk Preparasi servikal : Shoulder. Dan letak preparasi servikal di dalam
sulkus gingival(sub gingival) karena estetik lebih baik, memberikan retensi dan
resistensi yang lebih besar sebab preparasi axial lebih panjang, dan kemungkinan
terjadinya karies lebih kecil karena di dalam sulkus terjadinya karies lebih sukar
daripada di luar sulkus gingival.
c. Perhatikan oklusi
Pada permukaan yang menerima tekanan kunyah, pengasahan harus cukup agar
porselen tidak pecah.
Pada kelas 1 angle, pengasahan yang cukup pada :
Permukaan oklusal gigi posterior
Permukaan palatal gigi anterior atas
Permukaan incical gigi anterior bawah.

d. Estetik
Pada permukaan gigi yang tampak bila pasien bicara/tertawa, pengasahan harus
cukup banyak. Kalau pengasahan kurang, akan mempengaruhi bentuk MT.
e. Retensi
Retensi adalah pertahanan Mahkota Tiruan terhadap gaya yang berlawanan
dengan arah pasang. Untuk mendapatkan retensi :
Perlu kesejajaran preparasi permukaan axial. Semakin sejajar, semakin

retentive
Tinggi/ panjangnya gigi preparasi. Semakin tinggi panjangnya gigi,

semakin retentive.
Luas permukaan gigi dengan permukaan dalam. Semakin luas permukaan

dalam MT, semakin retentive.


f. Gigi sebelah menyebelah
Hindari rusaknya gigi tetangga. Oleh karena itu, gunakan bur yang sesuai.
Posisi gigi tetangga yang overlapping, dapat menghalangi insersi MT. Hal
ini dapat diatasi dengan pengasahan yang cukup.
g. Kesehatan jaringan periodontal
Letak dan bentuk preparasi servikal harus ditetapkan dengan benar agar

tidak menimbulkan iritasi jaringan periodontal.


Pengasahan yang kurang pada tepi servikal, dapat menyebabkan

overcountour MT dan menimbulkan retensi plak.


h. Perlindungan terhadap pulpa
Hindari terbukanya kamar pulpa
Pada pengasahan gigi vital, lapisan dentin harus cukup untuk melindungi
pulpa.
Kasus 2
1. Perawatan saluran akar gigi 21 karena gigi sudah non vital,berubah warna, saluran
akarnya pun harus dikosongkan untuk tempat pasak.
2. Mahkota tiruan pasak karena non vital, berubah warna, akar besar, panjang, dan lurus
(retensi baik untuk membuat MT pasak), gigi telah dirawat PSA, sisa mahkota kurang
dari 50%. Tidak bisa dibuatkan MT lain karena retensi kurang).
3. Mahkota Tiruan Pasak Dettached Dowel Crown with Full Crown.
Mahkota Tiruan Porselen karena social ekonomi baik, estetik baik.
Detteched Dowel Crown karenaoklusi normal, ruang servico isisal cukup

Full Core karena menggantikan seluruh bagian gigi yang rusak atau hilang.
a. Pre Operative :

Pencetakan Study model.

Rontgen photo periapikal karena difokuskan untuk melihat akar


& daerah sekita

Trial pengasahan & Wax up pada study model

Pembuatan mahkota sementara.

Penetapan warna mahkota tiruan Shade Guide.

1.

Pengasahan gigi-gigi penyangga.


- Pemilihan bur.
- Tahapan pengasahan( MTP, MP, MTS).

2.

Penyingkiran gusi.

3.

Pencetakan II Bahan cetak rubber dengan double


impression/alginate

4.

Insersi mahkota tiruan sementara.

5.

Proses pembuatan mahkota tiruan di laboratorium.

6.

Percobaan/ Checking mahkota tiruan di dalam mulut


= kecekatan, tepi servikal, over/under extension, cek oklusi &
artikulasi, kontur, kontak, warna

7.

Insersi/Penyemenan.

8.

Kontrol I, II.

Kasus 3
1. Dibuatkan mahkota tiruan sebagian karena karies dentin hanya di bagian palatal dan
sedikit di bagian distal, belum mengenai bagian labial, ditambal 2 kali lepas, gigi vital,
usia penderita cukup
2. Gigi anterior sehingga dibuatkan mahkota (mahkota tiruan sebagian anterior).
3.
Keuntungan :
- estetik cukup baik.
- retensi mekanis yang cukup baik.
- kerusakan jaringan gigi relatif kecil karena tidak seluruh permukaan dikurangi.
- iritasi jaringan gusi lebih kecil.
- dapat melindungi jaringan gigi dengan baik.
Kerugian :
-retensinya lebih kecil. pengasahan harus bagus, tinggi & panjang cukup
- kurang memberikan perlindungan terhadap karies. sisa jaringan & MT tidak ada
celah agar makanan tidak terselip. Memakai GIC karena mengandung fluor.
- prosedur klinis dan laboratoriumnyanya agak sulit (memerlukan pengalaman dan
ketrampilan.
- kemungkinan warna logam terbayang sehingga warna gigi menjadi gelap,

terutama

pada gigi yang tipis (labio palatal tipis).


- pada pembuatan groove /alur dapat membahayakan ruang pulpa.
4.

-Didapat dari proksimal groove (syarat gigi harus tebal) dan axial reduction (preparasi
baik)
- Retensi tambahan = Cingulum Modification dalam bentuk Pin Hole

Kasus 1
Seorang Wanita umur 31 tahun sekertaris perusahaan swasta dating dengan keluhan malu kalau
tertawa lebar karena giginya berlubang. Pada pemeriksaan klinis : gigi 11 karies dentin mesio
insisa, sondase positif , chlor ethyl positif , pernah dua kali ditambal, tapi saat ini lepas. Oklusi
normal, relasi anterior normal. Pada pemeriksaan radiologis : akar besar, panjang, dan lurus,
jaringan periodontal sehat. Pasien ingin memperbaiki giginya.
Soal :
1. Apakah gigi tersebut diatas masih dapat dilakukan penambalan? Jelaskan dan sebutkan
alasannya.
2. Apakah gigi tersebut diatas merupakan indikasi suatu mahkota tiruan? Jelaskan dan
sebutkan alasannya
3. Sebutkan jenis MT yang akan dibuatkan dan jelaskan alasannya!
4. Jelaskan prinsip pengasahan pada gigi tersebut
Kasus 2
Pasien laki laki umur 34 tahun, social ekonomi baik, kesehatan umum baik, datang dengan
keluhan gigi depan atas berlubang. Pada pemeriksaan klinis : gigi 21 karies dobel proksimal
telah mengenai pulpa, gigi non vital dan berubah warna, sondase negative, chlor ethyl negative,
oklusi normal, relasi anterior normal. Pada pemeriksaan radiologis : gigi 11 pulpa open, akar
besar, panjang dan lurus. Jaringan periodontal baik, pasien ingin giginya dirawat.
Soal :
1. Perawatan pendahuluan apa yang akan saudara lakukan sebelum dibuatkan restorasi ?
Jelaskan alasannya !
2. Restorasi apa yang akan saudara buatkan untuk pasien tersebut ? (tambalan,MTP,MT
Pasak) Jelaskan alasannya !
3. Jenis MT apa yang akan saudara buatkan dan jelaskan alasannya !
4. Jelaskan tahapan untuk pembuatan restorasi tersebut !
Kasus 3
Pasien wanita umur 23 tahun, mahasiswa PTS datang dengan keluhan gigi depan atas berlubang
dan terasa ngilu bila terkena rangsangan dingin. Pernah 2 kali ditambal komposit tapi lepas. Pada

pemeriksaan klinis gigi 13 terdapat karies dentin yang meliputi permukaan palatal dan sedikit
distal tetapi belum mengenai permukaan labial, gigi vital, oklusi normal, relasi anterior normal.
Pada pemeriksaan radiologis : akar besar, panjang dan lurus, jaringan periodontal sehat. Pasien
ingin giginya dirawat.
Soal :
1.
2.
3.
4.

Perawatan apa yang saudara lakukan pada gigi tersebut di atas ? Jelaskan alasannya !
Secara spesifik sebutkan jenis MT yang akan dibuatkan dan jelaskan alasannya !
Jelaskan keuntungan dan kerugian MT jenis tersebut !
Dimanakah retensi untuk MT tersebut ?

DISKUSI INTEGRASI PROSTHODONSIA

Disusun Oleh:
Kelompok 2 / Kelas B
Jannette Lazia
Juwita Sulastry
Kanya
Kejora H.
Kimmy
Lee Suk Mo
Lidia Putriyani
Lidya Ardiyani
Luciana Latifa
Mahindra M
Maria
Martha Leica
Masriadi
Moudi Faziani Moe
Melati Ayu Petronella
Meliawati
Michael Novendra Savio
Michellina Nikita
Michelle Lucia
M. Vesa Reza

2012-11-081
2012-11-082
2012-11-083
2012-11-084
2012-11-085
2012-11-086
2012-11-087
2012-11-088
2012-11-089
2012-11-090
2012-11-091
2012-11-092
2012-11-093
2012-11-094
2012-11-095
2012-11-096
2012-11-097
2012-11-098
2012-11-099
2012-11-100

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS PROF.DR.MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2014