Anda di halaman 1dari 46

CHECK LIST OSCE SEMESTER III 2014

DASAR TERAPI
6 Langkah Dasar Farmakoterapi
A. Menentukan masalah, masalah pasien dapat diambil dari:
1. Keluhan
subjektif, dari anamnesis terhadap pasien
2. Tanda (sign)
objektif, dari pemeriksaan fisik dokter
B. Menentukan tujuan terapi,
1. Tujuan terapi harus mengacu pada masalah utama
2. Macam-macam terapi:
a. Terapi preventif / profilaksis (terapi pencegahan), dibagi menjadi:
Primer (mencegah terjadinya penyakit, pada orang sehat dan berisiko)
Sekunder (mencegah terjadinya komplikasi, pada orang yang terlanjur sakit)
Tersier (mengembalikan ke kondisi normal / rehabilitasi)
b. Terapi kuratif / kausatif
: mengatasi hal yang mendasari sebuah masalah (diambil dari
akarnya)
c. Terapi supportif / paliatif : membantu meringankan gejala pasien
C. Menentukan Personal Treatment (P-treatment), dibagi menjadi:
1. Non-intervensi
terapi ini hanya diberikan berupa advice (nasihat), saran, dan
himbauan;
Misal: himbauan untuk olahraga teratur, istirahat atau aktivitas lain
2. Intervensi
a. Non-drug
terapi ini diberikan solusi tanpa obat; misal makan sehat, minum
cukup
b. P-Drug (farmakologis);
P-Drug membandingkan obat-obat dalam satu golongan untuk menentukan obat
mana yang paling tepat diberikan pada pasien
Terdiri dari 4 komponen:
Nama
Obat

Efficacy
(berkaitan
dengan potensi
obat)
+++
++
+

Safety
(berkaitan
dengan efek
samping)
++
+
+++

Suitability
(berkaitan
dengan
kontraindikasi)
+
+++
+

Cost
(berkaitan
dengan harga
pasaran)
+++
+
+++

Obat A
Obat B
Obat C
Keterangan:
- Skor / poin tiap obat dapat dibandingkan menggunakan buku MIMS / ISO.

Skor / poin dapat berbeda tiap dokter, tiap pasien, dengan segala keragaman
kondisi
- Dari contoh daftar P-Drug diatas dapat disimpulkan :
Obat A meraih poin 9
Obat B meraih poin 7
Obat C meraih poin 8
- Sehingga, secara kasar dapat disimpulkan Obat A lebih baik dari obat yang lain.
D. Melakukan Terapi
1. Menulis Resep
a. Komponen Resep
Kop Resep : Nama Dokter, NIPD, Alamat Dokter, No. Telp
Tempat, Tanggal
Tanda R/ di awal tiap resep (R/ artinya ambilkan)
Nama Obat (nama generik)
Jumlah dan bentuk sediaan yang dipakai
Numero (jumlah total obat yang diberikan pada pasien selama menjalani terapi)
Tanda S (signa) di awal pemberian dosis
Keterangan dosis (jumlah interval waktu dan jumlah obat yang diminum dalam 1
interval waktu,
contoh: 3 dd 1 tab = 3 kali sehari, tiap minum 1 tablet)
Keterangan pemberian obat (contoh: prn = dihabiskan, pc = setelah makan, dll)
Tanda tangan (paraf) dokter, di setiap resep yang diberikan
Ekor Resep : Probandus (nama pasien), alamat pasien, usia pasien
b. Contoh Resep

E. Konseling, Informasi, Edukasi


1. Ulasan mengenai penyakit yang diderita
2. Ulasan mengenai nama obat, indikasi, kontraindikasi dan dosis yang diberikan
3. Cara pemakaian / konsumsi obat
4. Efek samping obat, dan cara penanganan efek samping
5. Jika sakit berlanjut hubungi dokter (lagi)
F. Monitoring
1 Jika masalah pasien terselesaikan hentikan pengobatan / terapi
2 Jika masalah pasien belum terselesaikan ganti rencana terapi, atau dirujuk

SISTEM MUSKULOSKELETAL
Pemeriksaan Nyeri Sendi
N
o
1.

Check List

Salam
Kenalan

2.

Tujuan
Informed
Concent

3.

Keluhan utama

4.

Sifat nyeri

5.
6.

Onset
Lokasi
Jumlah

7.

8.

Aggravate
(berat)
Alleviate
(ringan)
Trauma
Keluhan Artikuler

9.

Morning stiffness

Ke Pasien

Ke Dosen Juri

Selamat (siang), (bu). Saya dr. Andrian yang


bertugas memeriksa ibu hari ini. Sebelumnya saya cek
dulu identitasnya ya bu,
Namanya siapa, ibu?
Alamatnya dimana?
Usianya sekarang berapa?
Sudah menikah? Sudah punya anak?
Pekerjaannya apa ibu, kalo boleh tahu?
Baik, sebelumnya sampaikan dulu, bahwa disini saya
akan menanyakan beberapa hal yang berkaitan
dengan keluhan ibu. Ibu tenang saja segala hal yang
ibu katakan akan menjadi rahasia saya juga. Jadi
silakan ibu mengungkapkan keluhan ibu secara
lengkap. Apakah ibu bersedia?
Baik, kita langsung mulai saja ya, ibu.
Yang dikeluhan apa, ibu?
Oh, nyeri ya bu?
Rasanya seperti apa, bisa diceritakan?
Sejak kapan ibu, seperti ini?
Letaknya di bagian mana ibu?
Di tempat lain ada nggak?
Di bagian kanan / kiri seperti ini juga?
Nyerinya kerasa kalo pas lagi ngapain bu?
Trus enakan kalo dibuat ngapain bu?
Sebelumnya pernah jatuh atau kecelakaan?

Itu sendinya terasa:


Bengkak?
Merah & Panas?
Krek-krek?
Lemas / sulit digerakin?
Kalo pagi hari gitu terasa kaku nggak bu?
Berapa jam kira-kira kakunya?

10 Keluhan Ekstra.
Artikuler
11
.
12
.

Obat
Sakit
Keluarga
Pekerjaan
Hobi

13 Sistemik
.

14 Review
.

15 Penutupan
.

Ibu demam nggak kalo pas lagi sakit?


Ada bengkak atau benjolan di tempat lain mungkin?
Atau mungkin ada bercak merah-merah gitu di kulit?
Selama sakit ini ibu sudah pernah minum obat?
Sebelumnya pernah sakit kaya gini nggak bu?
Di rumah ada anggota keluarga yang menderita
seperti ini nggak, bu?
Kalo di tempat kerja ibu suka ngangkat berat-berat,
nggak?
Ibu punya hobi olahraga atau aktivitas lain
mungkin?
Maaf ibu, apakah ibu merokok? Kalau minum
minuman beralkohol bagaimana?
Akhir-akhir ini sering stress nggak, bu?
Ada keluhan di tempat lain nggak, bu?
Pusing-pusing?
Penglihatan kabur?
Sesak nafas?
Dada berdebar?
Gatal-gatal di kulit?
Mual? Sakit perut? Diare?
Makannya lancar?
BAK & BAB-nya lancar?
Baik, saya akan membacakan ulang hasil tanya jawab
barusan dengan ibu.
()
Apakah ada yang ingin ibu sampaikan atau tanyakan?
Terimakasih ibu, sekarang mari kita lanjutkan ke
pemeriksaan fisik

GALS Examination
N
o
0
1.

2.

Check List

Ke Pasien

Cuci Tangan

Salam
Kenalan
Tujuan
Informed

Selamat (siang), (pak). Saya dr.


Andrian yang bertugas memeriksa
bapak hari ini.
Jadi nanti saya akan meminta tolong

Ke Dosen Juri
Saya mencuci tangan sebelum
melakukan pemeriksaan
-

Concent

3.

3 pertanyaan
skrining

4.

Gait

5.

Observasi A P
L

(bapak) untuk melakukan


serangkaian tes, (bapak) tenang
saja, jika nanti ada yang sakit
segera bilang ke saya.
Apakah (bapak) bersedia?
Baik, sebelumnya saya akan
menanyakan beberapa pertanyaan
terlebih dahulu
Apakah (bapak) punya nyeri dan
kaku sendi, baik di tangan,
kaki, ataupun punggung?
Kesulitan untuk naik turun tangga
nggak, (pak)?
Kalau mengancingkan baju bisa
dilakukan sendiri atau harus
dibantu?
Sekarang, saya minta tolong (bapak)
untuk berjalan dari sini ke sana 5
langkah saja, kemudian kembali lagi
kesini ya, (pak)
Silakan (bapak) berdiri tegak,
menghadap ke sana

6.

Spine (gross)

7.

Spine (cervical)

8.

Spine (lumbar)

9.

Arm (bahu)

Selanjutnya (pak), sekarang silakan


menekuk leher ke samping seperti
ini, ke kanan dan ke kiri bergantian
Terimakasih, sekarang (bapak)
membungkuk seperti ini, usahakan
sampai menyentuh kaki ya, (pak).
Permisi, (pak) saya memeriksa pada
bagian punggung (bapak)
Oke, (pak) sekarang silakan
meletakkan kedua tangan di
belakang kepala seperti ini,
kemudian tarik ke belakang ya
Baik, permisi ya pak, saya minta
tolong tangan bapak untuk
diluruskan seperti ini dan silakan

10 Arm (siku)
.

Saya mengamati cara berjalan


pasien, adakah kelainan atau
tidak
Saya mengamati posisi badan
secara anterior, posterior, dan
lateral
Saya juga mengamati tulang
belakang, apakah ada kifosis,
lordosis, atau scoliosis
-

Saya mengamati dengan dua jari


pada bagian lumbar

Saya mengamati adanya


deformitas sendi siku dan tangan

11 Arm
.
(genggaman)

12 Arm (precision
.
pinch)

13 Arm (MCP
.
squeeze)

14 Leg (lutut)
.

15 Leg (panggul)
.

ditekuk, kemudian diputar (supinasi)


seperti ini, tangan kanan dan kiri ya
(pak)
Sekarang saya minta tolong (bapak)
untuk menggenggam sekuatkuatnya jari telunjuk saya ini ya,
(pak).
Baik, tangan selanjutnya
Oke, sekarang saya minta (bapak)
untuk melakukan gerakan seolaholah mengambil nasi untuk dimakan
seperti ini (pak).
Terimakasih. Boleh saya lihat tangan
bapak. Maaf ya pak, saya tekan
sedikit, apakah bapak merasakan
nyeri?
Untuk tangan yang satunya?
Baik pak, sekarang silakan bapak
berbaring dulu.
Permisi, saya akan memeriksa
bagian lutut bapak.
Baik, pak, sekarang saya akan
memeriksa keadaan sendi panggul

16 Leg (patellar tap


.
test)

Terimakasih, silakan kaki bapak


diluruskan, saya akan memeriksa
bagian lutut. Permisi ya pak.

17 Leg (deformitas)
.

18 Leg (MTP
.
squeeze)

Permisi ya, pak, saya akan


melakukan tes pada jempol kaki
bapak, apakah terasa sakit?
-

19 Mencatat Hasil
.
20 Penutupan
.

Baik, pak. Pemeriksaan fisik sudah


selesai. Terimakasih atas kerjasama
bapak, mari kita lanjutkan ke tes

Saya melakukan palpasi pada


sendi lutut sambil melakukan
ekstensi dan fleksi, untuk
mengetahui crepitus
Saya melakukan fleksi, ekstensi,
dan rotasi sendi panggul pada
pasien
Saya melakukan pijatan dari
suprapatelar menuju bagian atas
patella, kemudian dengan 2 jari
saya menekan patella untuk
mengetahui adanya efusi cariran
sendi
Sekaligus saya juga mengamati
adanya deformitas sendi kaki
yang lain
-

berikutnya.

Knee Examination
N
o
1.

2.

Check List
Salam
Kenalan
Tujuan
Informed
Concent

Ke Pasien
Selamat (siang), (pak). Saya dr.
Andrian yang bertugas memeriksa
sendi lutut bapak hari ini.
Jadi nanti saya akan meminta tolong
(bapak) untuk melakukan
serangkaian tes, (bapak) tenang
saja, jika nanti ada yang sakit
segera bilang ke saya.
Apakah (bapak) bersedia?
-

3.

Cuci Tangan

4.

Observasi

Pak, permisi saya ingin mengamati


keadaan lutut bapak, silakan berdiri
dulu.

5.

Palpasi

Pak, silakan berbaring di tempat


tidur. Permisi ya, pak, saya akan
memeriksa lutut bapak.
Silakan bapak menekuk lutut bapak

6.

Patellar tap test

Silakan diluruskan kembali, pak,


lututnya. Saya akan melakukan tes
selanjutnya.

7.

Bulge test

Ke Dosen Juri
-

Saya memastikan tangan saya


bersih dan steril sebelum
melakukan pemeriksaan, dengan
mencuci tangan terlebih dahulu
Saya mengamati ada/tidaknya:
Genu varus
Genu valgus
Pembengkakan
Kemerahan
Skar (bekas luka)
Lutut kanan dan kiri
Saya melakukan pengamatan
terhadap:
Suhu
Saya melakukan pengamatan
terhadap:
Batas (margin) sendi
Saya akan melakukan patellar tap
test, dengan cara mengurut
suprapatellar sampai patellar,
kemudian menekan dengan jari,
dan mengamati adakah bouncing
dari patella yang mengindikasikan
adanya efusi cairan sendi
Saya melanjutkan dengan bulge
test, dengan cara menekan sisi

8.

Gerakan Aktif

9.
10
.
11
.

Gerakan Pasif
Krepitasi

Valgus stress
(medial
collateral
ligament)
12 Varus stress
.
(lateral collateral
ligament)
13 Anterior draw
.
test

Baik Pak, selanjutnya saya minta


bapak untuk menekuk dan
meluruskan lutut bapak, kanan dan
kiri.
Permisi ya, pak. Saya akan
melakukan hal yang serupa pada
lutut bapak
Pak, sekarang saya akan melakukan
test selanjutnya, nanti jika
merasakan sakit, silakan bapak
langsung bilang ya.
Permisi ya pak.

Pak, mohon maaf, saya akan


memosisikan kaki bapak seperti ini,
untuk melakukan test selanjutnya

14 Posterior draw
.
test

15 Penutupan
.

Baik, pemeriksaan sendi lutut sudah


selesai pak. Terimakasih atas
kerjasamanya. Mari kita lanjutkan ke
pemeriksaan berikutnya.

medial, kemudian sisi lateral,


dan melihat sisi medial apakah
ada penonjolan (bulge) yang
mengindikasikan adanya efusi
cairan sendi
-

Saya memeriksa apakah ada


krepitasi pada sendi lutut selama
gerakan pasif
Saya melakukan valgus stress
untuk mengecek ligament medial
collateral
Kemudian melakukan varus stress
untuk mengecek ligament lateral
collateral
Selanjutnya saya melakukan
penarikan tibia ke anterior atau
melakukan anterior draw test,
untuk mengecek anterior cruciate
ligament
Dilanjutkan melakukan
pendorongan tibia atau
melakukan posterior draw test,
untuk mengecek posterior
cruciate ligament
-

Spine Examination
N
o
1.

Check List

Salam
Kenalan
Informed
Concent

2.

Buka baju

3.

Cuci tangan

4.

Inspeksi

5.

Gait

6.

Postur Anterior
Posterior

7.

Postur Lateral

8.

Palpasi

9.

Servikalis

Ke Pasien
Selamat siang, pak.
Saya dr. Andrian yang
bertugas memeriksa
bapak hari ini, guna
keperluan diagnosis.
Nanti saya akan berikan
beberapa instruksi
dalam tes ini, dan
mungkin akan terasa
agak sakit, apakah
bapak bersedia?
Baik pak, kalau begitu
silakan dilepas dulu
pakaian atasnya.

Pak, silakan bapak


berjalan 5 langkah
kesana, kemudian balik
lagi kemari.
Baik pak, silakan berdiri
disini dulu.

Permisi ya pak, saya


akan menekan-nekan
ringan punggung bapak,
kalau terasa sakit
silakan bilang ya, Pak
Baik, pak, sekarang saya

Ke Dosen Juri
-

Saya mencuci tangan sebelum melakukan


pemeriksaan
Selama pasien melepas baju, saya
mengamati apakah ada kelainan atau
kesulitan dalam kegiatan tersebut
Saya mengamati:
Apakah simetris
Apakah pincang
Saya mengamati postur anatomis bagian
anterior-posterior, untuk mendeteksi adanya
scoliosis, kesimetrisan, atau adanya skar
Saya mengamati juga postur secara lateral,
apakah ada lordosis atau kifosis yang
abnormal
Saya memalpasi bagian prosesus spinosus
vertebrae mulai dari servikal, ke bawah.
Kemudian pada bagian otot spinosus, jika
ada sendi yang bermasalah.
Saya mengamati kehalusan gerakan,

10
.
11
.

12
13 Torako lumbal
.

14
.

15
.

16
.

17 Penutupan
.

minta bapak untuk


apakah ada gerakan yang terganggu, atau
menunduk.
mungin rasa nyeri.
Kalau terasa sakit bapak
ngomong saja
Oke, sekarang kepalanya
tolong ditengadahkan,
Pak
Lalu, silakan tekuk leher
bapak ke samping kanan
dan kiri ya, pak.
Bahunya tidak boleh
diangkat.
Oke, sekarang tolehkan
ke kanan dan kiri.
Nah, Pak, sekarang
silakan bapak
membungkuk, dan
usahakan tangan bapak
menyentuh kaki ya.
Oke, sekarang silakan
menengadah dengan
punggung, seperti ini ya,
Pak.
Kemudian silakan
punggungnya ditekuk ke
samping kanan dan kiri,
seperti ini ya, Pak.
Oke, sekarang bapak
silakan duduk. Kemudian
putar badan bapak,
seperti ini.
Baik terimakasih, pak.
Tesnya sudah selesai.
Terimakasih atas
kerjasamanya

Test tambahan:
1. Schobers Test
a. Ketika pasien berdiri, tentukan Dimples of Venus : 2 titik kanan kiri pada perbatasan sacrum
lateral dan gluteus medial.

b. Berilah tanda 10 cm diatas kedua titik itu, dan 5 cm di bawah titik itu. Sehingga jarak kedua
titik di garis tengah badan adalah 15 cm.
c. Suruh pasien untuk membungkukkan badan, berusaha untuk menyentuh kakinya dengan
tangan
d. Ukur pertambahan panjang pada garis tengah tersebut. Normalnya adalah terjadi
perpanjangan menjadi lebih dari 21 cm
2. SLR (Straight Leg Raising)
a. Pasien disuruh berbaring
b. Pasien disuruh mengangkat kakinya, dengan lutut diluruskan
c. Hitung sudut maksimal yang diperoleh
d. Lakukan kanan dan kiri
3. Lasegues Test
a. Ketika SLR mencapai maksimal, lakukan dorsifleksi pada pasien, hingga terasa nyeri.
b. Ketika nyeri suruh pasien menekuk lutut, agar merasa lebih nyaman.
4. Femoral Stretch Test
a. Pasien tengkurap
b. Pasien menekuk lututnya, dan kita mengangkat kaki itu (mengekstensikan sendi pinggul)
sejauh mungkin hingga pasien nyeri

Hip Examination
N
o
1.

Check List

Salam
Kenalan

2.

Tujuan
Informed
Concent

3.

Cuci tangan

4.

Inspeksi Berdiri

5.

Gait

6.
7.

Inspeksi
Berbaring
Palpasi

8.

Pengukuran

9.

Fleksi

Ke Pasien
Selamat siang, pak.
Saya dr. Andrian yang
bertugas memeriksa
bapak hari ini, guna
keperluan diagnosis.
Benar dengan bapak ()
ya?
Nanti saya akan berikan
beberapa instruksi
dalam tes ini, dan
mungkin akan terasa
agak sakit, apakah
bapak bersedia?
Baik, saya minta tolong
untuk pakaian bawahnya
dilepas terlebih dahulu,
ya Pak.

Ke Dosen Juri
-

Saya mencuci tangan sebelum melakukan


pemeriksaan
Silakan berdiri di sebelah Saya memeriksa anatomis dari pasien, dari
sini dulu pak.
anterior, posterior, lateral
Baik, sekarang coba
Saya memeriksa cara berjalan pasien apakah
bapak berjalan dari sini
ada kelainan atau tidak.
kesana terus balik lagi.
Oke, pak, silakan
Saya memeriksa apakah ada lesi di tubuh
berbaring di bed
pasien, atau mungkin deformitas
Permisi ya, pak.
Saya memalpasi daerah pinggul, dan melihat
mimic pasien apakah terlihat sakit
Pak, saya akan
Saya mempergunakan teknik dalam
mengukur panjang kaki
pengukuran:
bapak, dan
True : SIAS malleolus medialis
membandingkan kanan
Apparent : umbilical / xiphisternum
kiri ya, pak
malleolus medialis
Anatomical : trochanter mayor femoris
malleolus lateralis
Permisi ya, pak. Saya
Saya memfleksikan lutut pasien, dan

akan memulai tesnya,


silakan jika sakit
ngomong aja.
10 Abduksi
.

11 Adduksi
.

12 Rotasi internal
.
13 Rotasi eksternal

14 Ekstensi
.

Baik, pak, silakan


berbalik badan, dan
tengkurap

15 Penutupan
.

Oke, pak, tesnya sudah


selesai, silakan
dikenakan kembali
pakaiannya, dan
terimakasih atas
kerjasamanya.

memfleksikan sendi pinggulnya semaksimal


mungkin (normal 1200)
Saya meletakkan tangan kiri pada anterior
pelvis untuk menstabikan pinggul, kemudian
tangan kanan saya menarik kaki kanan
pasien yang ekstensi menjauhi sendi pinggul,
untuk menciptakan gerakan abduksi, dan
berhenti ketika pelvis mulai terangkat (normal
450)
Dengan teknik yang hampir sama, saya
mendorong kaki pasien yang ekstensi
mendekati sendi pinggul, untuk menciptakan
gerakan adduksi, dan berhenti ketika pelvis
mulai terangkat (normal 300)
Saya memfleksikan lutut pasien dan memutar
ke dalam, menciptakan rotasi internal dan
mengukur sudut maksimalnya (normal 450)
Saya memfleksikan lutut pasien dan memutar
ke luar, menciptakan rotasi eksternal dan
mengukur sudut maksimalnya (normal 600)
Saya meletakkan tangan kiri pada posterior
pelvis untuk menstabikan pinggul, kemudian
tangan kanan saya menarik kaki kanan
pasien yang ekstensi menjauhi sendi pinggul,
untuk menciptakan gerakan ekstensi, dan
berhenti ketika pelvis mulai terangkat

Test tambahan:
1. Thomas test
a. Pasien berbaring
b. Pegang punggung bawah pasien, rasakan ada rongga disana.

c. Suruh pasien menekuk lutut sambil menekuk pinggul hingga rongga di bawah punggung
pasien tidak ada.
d. Pastikan bahwa kaki satunya tetap ekstensi menyentuh bed.
2. Trendelenburg test = memeriksa fungsi abductor gluteus medius
a. Pasien berdiri
b. Suruh pasien mengangkat salah satu kakinya ke belakang,
c. Normalnya, garis pelvis akan terlihat miring, bukan tetap datar.

5.

6.

7.

8.

SISTEM HEMATOLOGI
History Taking
N
o
1.
2.
3.

4.

Check List
Salam, sapa

Ke Pasien

Selamat (siang), (bu). Silakan duduk dulu.


Apakah sudah nyaman?
Kenalan
Perkenalkan ibu, Saya dr. Andrian yang
bertugas memeriksa ibu hari ini.
Konfirmasi identitas
Sebelumnya saya cek identitasnya dulu ya, Bu.
Ini dengan ibu siapa?
(Nama, Alamat, Usia, Status, Pekerjaan)
Tujuan
Baik, disini nanti saya akan menanyakan
beberapa hal yang berkaitan dengan masalah
kesehatan ibu, jadi silakan ibu ceritakan kepada
saya apapun itu tidak usah takut, disini saya
akan menjaga rahasia ibu juga. Apakah ibu
bersedia?
Keluhan Utama
Baik, kalau boleh tahu, ibu keluhannya apa?
(what)
Keluhan saat ini
Oh suka lemes gitu ya, Bu? Ada yang lain?
(what else)
Identifikasi keluhan saat Where : Sakitnya dimana aja bu?
ini
When : Sejak kapan bu, itu sakitnya?
Why : kira-kira ibu inget nggak habis ngapain
ibu sebelum sakit?
How : Gimana bu, rasa sakitnya bisa
diceritakan?
- Apakah pusingnya cenut-cenut? Atau
berputar-putar?
- Terus-terusan gitu atau nggak? Atau cuma
pagi hari aja?
- Menjalar nggak bu, sakitnya? Atau cuma
disitu-situ aja?
Biasanya ibu itu sakitnya kalo lagi dibuat
ngapain?
Terus biar enakan ibu ngapain?
Riwayat penyakit masa Ibu pernah mengalami hal serupa nggak?
lalu
Kalo sakit yang parah sampe dirawat di
Rumah Sakit pernah nggak ibu?

Ke Dosen Juri
-

9.

Riwayat obat

10.

Pribadi dan social

11.

Keluhan sistemik

Ibu pernah operasi, atau melakukan terapi


kesehatan?
Ibu pernah kecelakaan?
Sewaktu kecil ibu pernah punya sakit yang
nggak biasa nggak, Bu?
Oh iya, ibu rutin nggak konsultasi kesehatan
gitu-gitu, Bu?
Selama ini ibu sudah minum obat, atau jamu
gitu, Bu?
Obat apa itu kalo boleh saya tahu?
Sering bu, minum obat seperti itu?
Ada keluhan nggak kalo habis minum obat
itu?
Ibu, biasanya suka makan apa aja?
Rutin nggak bu, makannya? 3 kali sehari?
Suka ngerokok nggak bu? Berapa batang per
hari? Sudah lama ibu suka ngerokok?
Kalo minuman beralkohol?
Ibu, kalo di rumah atau di tempat kerja
ngapain aja?
Kira-kira seberapa besarkah ibu merasa
terganggu dengan keluhan ibu ini?
Punya hobi lain nggak bu selain di tempat
kerja?
Punya binatang piaraan nggak?
Ibu di rumah ada masalah nggak bu sama
keluarga, sama suami, sama anak?
Kalo di kantor ada masalah sama rekan kerja,
atau boss nggak?
Ibu punya keluhan lain nggak bu, seperti:
Berkunang-kunang, pusing, vertigo?
Lemah, lesu, nyeri, kaku sendi?
Deg-degan, sesak nafas, ngos-ngosan,
batuk?
Makannya lancar buk? Mual, muntah, diare,
konstipasi?
BAK sama BABnya lancar kan bu?
Menstruasinya lancar juga ya?
Kira-kira pernah nemuin tonjolan aneh gitu
nggak bu, di ketiak, leher, perut?

12.

Riwayat Keluarga

13.

Rangkum

14.

Tanya

15.

Penutupan

Oh iya, bu. Di keluarga kira-kira yang punya


masalah kesehatan seperti ibu ada nggak?
Oke, jadi saya ulangi lagi ya bu, hasil diskusi
kita barusan. La la la la la la
Baik mungkin ada yang ditambahkan, atau
ditanyakan, Bu?
Baik, kalau begitu mari kita lanjutkan ke
pemeriksaan selanjutnya

Pemeriksaan Tumor pada Leher


N
o
1.

Check List

Ke Pasien

Salam,
sapa, tujuan

Selamat siang, bu. Silakan duduk


dulu. Apakah sudah nyaman?
Perkenalkan, nama saya dr.
Andrian. Disini saya akan
memeriksa ibu pada bagian
leher, untuk mengetahui adanya
pembesaran pada daerah leher
ibu.
Jadi saya minta tolong ibu untuk
mengikuti instruksi dari saya.
Apakah ibu bersedia?

2.

Informed
concent

3.

Cuci tangan

1.

Observasi
untuk
menentukan
lokasi tumor
Inspeksi

2.
1.

2.

3.

Ke Dosen Juri
-

Saya mencuci tangan sebelum


pemeriksaan
Saya menentukan lokasi tumor sesuai
dengan regio anatomi
Saya juga menentukan lokasi tumor
sesuai dengan regio trigonum coli
Saya melihat warna kulit pada tumor,
apakah: normal, kemerahan, kebiruan,
atau pucat?
Saya melihat keadaan kulit pada tumor,
apakah: ada luka, krusta, venektasi
(pembesaran vena), atau puncta
(penekanan)?
Saya juga melihat area sekitar tumor,
apakah ada tumor lain atau tidak

1.

Auskultasi

1.

Palpasi
tumor

Permisi ya, Bu

2.
3.
4.
5.
6.
1.
2.

Pemeriksaa
n tambahan
tumor

1.

Tumor lain

2.
3.
1.

Ibu, sekarang silakan julurkan


lidah
Ya, sekarang silakan menelan
ludah ya.
Ibu, bisa dibuka ketiaknya, saya
ingin mencari apakah ada
benjolan yang lain.
Ibu, permisi, ya, saya akan
memeriksa bagian dada.

Saya menggunakan stetoskop untuk


mendengarkan adakah bruit pada tumor?
Saya meraba pada bagian tumor, dan
menentukan:
Jumlah
Ukuran
Batas (tegas / tidak)
Lebih panas dari sekitarnya
Konsistensi (padat, keras, lunak,
kenyal, kistik)
Mobile atau melekat pada dasar
Compressible (kembali atau tidak
ketika ditekan)
Saya memeriksa apakah tumor ikut
bergerak atau tidak

Saya memeriksa bagian axila, untuk


menentukan adanya tumor limfatik di
daerah lain.
Saya memeriksa bagian clavicula
Dan terakhir saya memeriksa bagian leher

Penutupan

Baik, bu, pemeriksaan saya


sudah selesai. Terimakasih atas
kerjasamanya.

Pemeriksaan Abdomen
N
o
1.

2.

Check List

Ke Pasien

Salam,
sapa, tujuan

Selamat siang, bu. Silakan duduk


dulu. Apakah sudah nyaman?
Perkenalkan, nama saya dr. Andrian.
Disini saya akan memeriksa ibu
pada bagian perut, untuk
mengetahui adanya pembesaran
pada bagian perut, ibu. Mungkin
nanti akan ada beberapa yang
terasa sakit.
Jadi saya minta tolong ibu untuk

Informed

Ke Dosen Juri
-

Concent
3.

Kosongkan
kandung
kemih

4.

Berbaring

5.

Tangan
pasien di
sisi badan
atau di dada
Cuci tangan

6.
7.

1.
2.

3.

4.

5.

Perhatikan
mimic
pasien
Inspeksi
abdomen

mengikuti instruksi dari saya, ya.


Apakah ibu bersedia?
Ibu, selama pemeriksaan, saya
minta ibu untuk tidak menahan
kencing. Jadi silakan kalo sekarang
ingin ke belakan terlebih dahulu.
Oke, silakan ibu berbaring,
bantalnya dipakai ibu. Saya juga
minta tolong dengan hormat, ibu
membuka pakaian atas untuk
keperluan pemeriksaan.
Tangannya rileks saja ya bu

Ibu, nanti kalo misal sakit, bilang


aja, ya

Saya mencuci tangan sebelum


pemeriksaan
Selama pemeriksaan saya juga terus
mengawasi mimic pasien apakah
terlihat sakit atau tidak
Saya berdiri di sisi kanan pasien
Saya menginspeksi ada/tidaknya
Lesi kulit,
Dilatasi vena.
Jika ada bentuk dan lokasinya
dilaporkan
Saya melihat umbilicus:
Kontur
Lokasi
Tanda inflamasi
Hernia
Saya melihat kontur abdomen:
Datar
Membulat
Protuberant (bengkak/cembung)
Scaphoid (cekung)
Simetris
Benjolan di tempat sekitarnya
Saya juga melihat ada/tidaknya:
Gerakan peristaltik
Gerakan pulsasi (berdenyut2)

1.

Auskultasi

3.

4.

5.

1.

Perkusi
abdomen

2.

3.

1.

Perkusi
hepar

2.

1.

Palpasi
ringan

Permisi ya, ibu.

Saya meletakkan stetoskop secara


hati-hati
Saya mendengarkan suara bising
usus dan mencatat
Frekuensi
Karakter
Saya memeriksa adakah bruit pada
sekitar epigastrium, jika pasien
hipertensi
Saya juga memeriksa adakah bruit
pada aorta, arteri illiaca, dan arteri
femoralis, jika pasien punya kelainan
ekstremitas bawah
Saya juga memeriksa adakah friction
rub, jika pasien punya kelainan hepar
dan lien
Saya melakukan perkusi pada 4
kuadran, untuk menentukan dullness
dan timpani
Saya melakukan perkusi pada daerah
dada anterior bagian bawah, adakah:
Dullness di daerah hepar (kanan)
Timpani di daerah gaster (tengah)
Saya memerhatikan perubahan dari
timpani menjadi dullness pada setiap
penonjolan
Saya menentukan batas bawah hepar,
dengan cara perkusi dari linea
medioclaviculer kanan, sedikit ke
bawah umbilicus ke atas hingga
terdengar pekak hepar
Saya menentukan batas atas hepar,
dengan cara perkusi dari linea
mediclaviculer kanan, mulai batas
paru ke bawah hingga terdengar
pekak hepar
Normal : panjang hepar 6 12 cm
Saya meletakkan telapak tangan di
area datar, dan hanya menggunakan
ujung jari secara halus untuk

2.
3.

1.

Palpasi
dalam

2.

Maaf, ya, ibu, yang ini agak sedikit


sakit
Coba ibu sambil menarik nafas
dalam dan di keluarkan bu

3.

4.
1.

2.
3.

Palpasi
hepar

Bu, silakan menarik nafas lagi, ya.

memalpasi abdomen
Saya memalpasi ringan di keempat
kuadran abdomen
Saya mengidentifikasikan adanya:
Massa penonjolan
Area nyeri, yang menimbulkan
spasme otot
Spasme otot harus dibedakan
antara yang voluntary (digerakkan
pasien karena nyeri) dan yang
involuntary
Saya menggunakan ujung jari saja,
dan memalpasi agak dalam di
keempat kuadran abdomen
Saya mengidentifikasi
Massa
Lokasi
Ukuran
Bentuk
Konsistensi
Nyeri tekan
Pulsasi (berdenyut)
Mobilitas
- saat menarik nafas
- saat ditekan
Bila palpasi ini sulit dilakukan, maka
dapat memergunakan dua tangan
yang saling membantu di satu titik,
dengan mengonsentrasikan sensoris di
tangan yang bersentuhan langsung
pada pasien.
Mencoba menghubungkan hasil
pemeriksaan perkusi dan palpasi
Saya meletakkan tangan kanan pada
abdomen pasien:
di bawah umbilicus,
sejajar dengan m. rectus abdominis
Saya melakukan palpasi ke arah atas
Saya memindahkan tangan ke bawah
costae kanan dan memalpasi ke
bawah

4.

1.

Palpasi lien

2.

3.
4.
1

Bu, silakan tarik nafas lagi ya bu,

Penutupan

Jika masih perlu, diulangi,


Saya mencatat:
Lokasi
Permukaan (rata / menonjol)
Konsistensi
Nyeri tekan
Saya meletakkan:
tangan kiri di punggung pasien, dan
menariknya mendekati saya
tangan kanan di atas abdomen
bagian kiri, tepat pada bawah
umbilicus
Saya memalpasi dari bawah ke atas.
Jika perlu, diulangi sampai yakin
bahwa lien membesar / tidak

Baik, pemeriksaan sudah selesai,


silakan dikenakan kembali
pakaiannya, dan terimakasih atas
kerjasamanya.

Flebotomi (Venapungsi)
No
1.

Check List
Penjelasan

2.

Posisi

Ke Pasien
Selamat (siang), (bu). Saya dr.
Andrian yang bertugas
memeriksa ibu hari ini. Nanti ibu
akan saya ambil darahnya, guna
pemeriksaan laboratorium
selanjutnya ya, Ibu. Ibu tenang
saja dan ikuti instruksi dari saya
ya, saya akan berusaha
melakukannya dengan baik dan
benar, bu. Apakah ibu bersedia?
Baik, sekarang ibu silakan
duduk dengan santai, dan saya
meminta tangan kanan ibu
untuk lurus mengepal.

Ke Dosen Juri
-

2,5.

Mencuci tangan

2,7
5.
3.

Memasang handschoon

Mencari vena

4.

Siapkan jarum

5.

Desinfeksi

6.

Torniquette

Permisi ya, ibu, saya akan


memasang alat ini

7.

Spuit dipegang tangan


kanan,
(3 jari di bawah,
Telunjuk di belakang
jarum
Ibu jari di atas)
Vena difiksasi oleh ibu
jari tangan kiri (4 jari di
bawah lengan)
Menusuk jarum dengan
sisi tajam menghadap
keatas, sampai ada titik
darah yang masuk ke
spuit
Memegang spuit
dengan tangan kiri,
Menarik penghisap
dengan tangan
kanan, hingga
beberapa cc
Meletakkan kapas
kering diatas
suntikan,

8.

9.

10.

11.

Ibu, minta tolong untuk


melepaskan ikatannya ya, bu

Baik, terimakasih ibu.


Pengambilan darah sudah
selesai, silakan ditahan ya bu

Mencuci tangan sebelum


melakukan pengambilan
darah
Memasang handschoon untuk
perlindungan pribadi
Saya mencari vena yang
terlihat cukup jelas di bagian
fossa cubiti, dan
menghafalkan letaknya
Saya mengencangkan jarum
spuit, dan mengecek syringe
Saya melakukan desinfeksi
alcohol 70% dengan gerakan
memutar dari sisi medial ke
lateral
Saya memasang torniquette,
3 jari diatas tempat tusukan,
dan mengencangkannya


12.

Menarik jarum dari


area suntikan
Menutup jarum,
Melepas jarum dari
syringe,
Memasukkan darah
ke wadah
Memberi label

kapasnya, jangan sampai lepas.

Keterampilan Praktikum:
1. Hb Sahli
a. Isi hemometer dengan HCl 0,1 N sampai skala 2
b. Isi pipet Sahli dengan 20 mikroliter darah dan bersihkan ujungnya
c. Masukkan darah pada hemometer, dan kocok
d. Tunggu 5 menit pembentukan asam hematin
e. Cairkan dengan akuades hingga warnanya mendekati dengan warna standar
f. Baca level Hb (g/dL)
Normal 14 - 16
2. Indeks eritrosit
a. MCV (normal : 80 100 fl)
Hematokrit
MCV =
x 10 fl
Jumlah eritrosit
b. MCH (normal : 26 32 pg)
Hb
MCH =
x 10 pg
Jumlah Eritrosit
c. MCHC (normal : 32 36%)
Hb
MCHC=
x 100
Hematokrit
3. RDW (red cell distribution width)
Normal : 11,6 14,6%

4. ESR (eritrosit sedimentation rate)


a. Alirkan larutan saline pada tabung Westergren hingga titik 150
b. Tuangkan saline tersebut pada botol kering dan bersih
c. Alirkan darah yang telah dicampur EDTA pada tabung Westergren hingga titik 0
d. Tuangkan darah itu ke botol yang berisi saline tadi, aduk rata
e. Masukkan campuran dari botol ke dalam Westergren hingga titik 0
f. Letakkan tabung Westergren pada rak
g. Tunggu 1 jam
h. Baca (mm/jam)
Anak
: 0 - 10
Pria
: 0 15
Wanita : 0 20
5. Blood Smear
a. Teteskan beberapa tetes darah pada gelas objek
b. Letakkan gelas objek lain (spreader), dengan sudut 300 pada tetesan darah, hingga terlihat
darah merembes membentuk garis lurus mengikuti tepi spreader
c. Dengan konsisten, hapuskan tetesan darah ke arah depan.
6. Wright stain (untuk hitung leukosit)
a. Biarkan hapusan darah kering
b. Berikan 12 tetes cat Wright, tunggu 2 menit
c. Berikah 12 tetes buffer (pH 6,4), tiup hingga rata, tunggu 20 menit
d. Bilas dengan air bersih
e. Biarkan kering
7. Hitung leukosit
a. Tambahkan minyak imersi pada objek glass
b. Amati sampel darah dengan pembesaran mikroskop 1000x
c. Buat tabel 10x10
Lap.pand
ang

Eusinofil

Basofil

I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
X
Total
d. Hitung prosentase, normalnya adalah:
Eusinofil : 1 3%

Neutrofil
Stab

Neutrofil
Segment
ed

Limfosit

Monosit

Juml
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
100

Basofil : 0 1%
N. stab : 2 6%
N. seg : 50 70%
Limfosit : 20 40%
Monosit : 2 8%
8. Hitung trombosit
Normal = 8 10 / lapangan pandang
9. Hitung retikulosit
Normal = 0,5 2,5%
10. Bleeding time metode DUKE
a. Letakkan handuk pada pundak pasien
b. Pegang cuping dengan telunjuk dan ibu jari
c. Bersihkan cuping telinga dengan alcohol 70%
d. Tusuk dengan lancet sedalam 2 mm
e. Ketika titik darah terlihat, hidupkan stopwatch
f. Tempelkan kertas saring pada darah yang keluar (jangan sampai kertas saring menyentuh
cupingnya)
g. Setiap 30 detik, putar kertas saring untuk mengambil darah yang keluar
h. Hentikan saat tidak ada darah yang keluar
i. Normal : 1 3 menit
11. Bleeding time metode IVY
a. Pilih tempat di area 5 cm dibawah antecubiti (bebas vena, hematom, edem, skar)
b. Bersihkan dengan alcohol 70%
c. Sphygmomanometer 4 cm diatas siku, tekanan 40 mm Hg
d. Insisi 5x1 mm
e. Hidupkan stopwatch
f. Setiap 15 detik, tempelkan kertas saring pada darah yang keluar
g. Normal : 2 7 menit
12. Clotting time
a. Flebotomi 5 cc darah
b. Hidupkan stopwatch
c. Masukkan masing2 1 cc pada tabung reaksi
d. 30 menit pertama, ambil tabung reaksi 1, miringkan
e. Lakukan 30 menit berikutnya, hingga tabung reaksi 1 membeku
f. Setelah tabung reaksi 1 membeku, lanjutkan tabung ke 2
g. Perlakukan hal yang sama tiap 30 menit, dan lanjutkan tabung ke 3
h. Hentikan aktivitas ketika tabung ke 3 membeku.
i. Normal : 5 15 menit

SISTEM DERMATOLOGI
Pemeriksaan Genitalia Wanita
No
1.

2.

Check
List
Salam,
Sapa,
Kenal
Pendahulu
an, Tujuan

3.

Informed
Concent

4.

Persiapan

5.

Cuci
tangan
Handscho
on
Gelas
Objek

6.

Ke Pasien

Ke Dosen Juri

Selamat siang, Bu. Perkenalkan nama


saya dr. Andrian, yang akan memeriksa
ibu hari ini.
Jadi, pemeriksaan yang saya
maksudkan ini adalah untuk keperluan
penemuan penyakit ibu,
Saya minta izin juga nanti untuk
memasukkan alat ke dalam maaf, alat
kemaluan ibu.
Mungkin agak kurang nyaman, namun
ibu tenang saja, hal ini tidak
berbahaya, bahkan sangat berguna
untuk membantu diagnosis penyakit
ibu.
Apakah ibu bersedia, atau mungkin ada
yang ingin ditanyakan sebelumnya?
Baik, untuk legalnya, ibu silakan
menandatangani persetujuan tertulis
ini, dan dengan ini ibu setuju untuk
melakukan pemeriksaan ini.
Ibu, mari silakan berbaring di bed. Saya Saya mengarahkan lampu
minta tolong agar membuka pakaian
pemeriksaan, ke area pemeriksaan
bawah ibu, supaya memudahkan saya
memeriksa. Kakinya silakan ditekuk
dan dibuka ya, bu.
Saya mencuci tangan dan memakai
handschoon sebelum melakukan
pemeriksaan
Saya mempersiapkan gelas objek
sejumlah 5:
1 untuk ektoserviks cat gram
1 untuk formiks posterior yang
ditetesi dengan 1 tetes NaCl

7.

8.

Media
Thayer
Martin
Inspeksi

Permisi ya, bu. Pemeriksaannya saya


mulai.

9.

10.
11.
12.

Sterilisasi

Bu, saya mulai dulu dengan


membersihkan daerah yang akan saya
periksa ya, Bu.

13.

Speculum

Berikutnya, saya akan memasukkan


alat yang saya maksudkan tadi, bu.
Agak sakit, tapi ibu rileks saja ya,
semakin ibu tegang, akan terasa
semakin sakit, oke? Tarik nafas ya, bu.

14.

Inspeksi

15.

Ambil

1 untuk vagina cat gram


1 untuk vagina cat KOH
1 untuk uretra cat gram
Saya juga mempersiapkan medium
Gonorrhoeae untuk specimen
ektoserviks
Saya menginspeksi area:
Pubis dan sekitarnya
Genitalia eksterna, meliputi:
- Labia mayor
- Labia minor
- OUE
- Introitus
Duh tubuh yang keluar
Perineum dan anus
Saya membersihkan vulva dengan
kapas yang telah dibasahi dengan
KMnO4, mulai dari pubis ke
perineum.
saya mengambil speculum yang
telah dibasahi air,
kemudian memasukkannya
secara vertical dengan keadaan
tertutup,
kemudian memutar 900
lalu membuka mulut speculum
cari daerah serviks dengan
bantuan lampu sorot.
fiksasi speculum
Saya mengamati:
Duh tubuh, apakah berada di
ektoserviks, forniks, dinding
vagina, atau semuanya.
Jika duh tubuh terlalu menutupi,
maka dibersihkan dengan kasa
steril yang dijepit dengan pinset,
lalu buang
Erosi atau ulkus
Kutil (jumlah, permukaan,
bentuk, bertangkai/tidak)
Saya mengambil specimen dengan

Spesimen
Vagina

16.

Cek pH

17.

Spesimen
Uretra

Bu, yang ini agak sakit juga, jadi tolong


ibu tahan ya, tapi tetap rileks saja.

18.

Copot
speculum

Buk, alatnya mau saya copot, ibu tarik


nafas ya.

19.

Whiff test

5 buah lidi kapas steril yang setiap


specimen diputar selama 3 detik (3
putaran penuh):
1 lidi untuk ektoserviks (1 2
cm)
objek glass cat gram
1 lidi untuk ektoserviks (1 2
cm)
medium
1 lidi untuk forniks posterior
objek glass dengan NaCl
mikroskop pembesaran 40x
Trichomonas vaginalis
1 lidi untuk dinding vagina
objek glass cat gram
1 lidi untuk dinding vagina
objek glass KOH
Saya mengambil kertas pengukur
pH menjepit dengan pinset
menempelkan ke dinding vagina
selama 3 5 detik baca indicator
pH
Saya mengambil satu lidi baru
memasukkan ke uretra (1 2 cm)
sebanyak 3 putaran objek glass
cat gram
Saya membuka fiksasi speculum
Menutup mulut speculum
Memutar 900 agar vertical
Menarik speculum perlahan

Saya menetesi daun speculum


yang ada sisa duh tubuh dengan
1 tetes KOH
Membau duh tubuh dengan cara
dikipas-kipas dengan tangan lain,
ke arah hidung
Menginterpretasikan bau duh
tubuh


20

Bimanual
palpasi

Ibu, permisi ini pemeriksaan terakhir

Spekulum dan pinset selalu


dikembalikan ke dalam air
Saya memasukkan jari telunjuk
dan tengah tangan kanan ke
dalam vagina menuju sisi kanan
dan kiri serviks
Saya menekan adneksa dari
dalam, dan memfiksasi dengan
tangan kiri dari luar
Saya meraba Kelenjar Limfe dari
luar dengan tangan kiri, apakah
ada pembesaran, konsistensi,
ukuran, mobilitas, nyeri tekan
Sambil terus melihat mimik
pasien apakah terlihat sakit
Jari telunjuk dan tengah tangan
kanan saya menyepit serviks
Menggoyang-goyangkan ke
kanan dank e kiri
Melihat mimik pasien apakah
terlihat sakit

21.

Slinger
test

22.

Penutupan

Baik, buk, pemeriksaannya sudah


selesai. Silakan kembali mengenakan
pakaian ibu. Hasilnya dapat ibu lihat
nanti setelah saya kabari lagi, ya.
Terimakasih atas kerjasamanya ibu.

Pemeriksaan Genitalia Pria


No
1.

Check List
Salam, Sapa, Kenal

2.

Tujuan, Penjelasan
singkat, Informed
Consent

Ke Pasien
Selamat siang, Pak.
Perkenalkan nama saya dr.
Andrian, yang akan
memeriksa bapak hari ini.
Nanti saya akan memeriksa
pada bagian kemaluan
bapak. Dan nanti saya akan
melakukan beberapa

Ke Dosen Juri
-

3.

Cuci tangan
Sarung Tangan

4.

Gelas objek
(pemeriksaan gram)
Medium Thayer Martin
(Gonorrhoeae)
Inspeksi Pubis

5.
6.
7.

Inspeksi dan palpasi


skrotum

8.

Inspeksi batang penis

9.

Inspeksi uretra dan


orificium

10.

Inspeksi perineum dan


anus

11.

Sediaan duh uretra

perlakuan yang agak sakit,


namun bapak jangan takut,
karena saya akan bertindak
seprofesional mungkin
untuk tujuan pengobatan
bapak nantinya. Bagaimana,
pak, apakah bapak
bersedia?
-

Saya mencuci tangan sebelum


melakukan inspeksi, kemudian
memakai handschoon
Saya mengambil gelas objek
untuk pemeriksaan gram
Saya menyiampkan medium
untuk pembiakan Gonorrhoeae
Permisi ya, pak. Saya akan
Saya menginspeksi area pubis
memulai pemeriksaannya.
dan sekitarnya
Saya melanjutkan inspeksi pada
bagian skrotum apakah:
Asimetris
Eritema
Lesi
Saya menginspeksi pangkal penis
sampai ujung penis, termasuk
preputium, gland, dan sulkus
koronarius, apakah ada:
Lesi
Tumor / vegetasi
(jika perlu lakukan milking)
Saya menginspeksi uretra dan
Maaf ya pak, permisi saya
orificium, apakah ada:
akan mengeluarkan cairan
Lesi
untuk bahan pemeriksaan.
Duh (warna, konsistensi,
jumlah)
Bercak pada celana dalam
Pak, saya minta tolong
Saya menginspeksi area perineum
bapak untuk berbalik badan dan anus, apakah ada lesi dan
dan bertumpu pada siku dan duh
lutut, karena saya akan
memeriksa bagian belakang
Baik, pak silakan berbalik
Saya memasukkan lidi kapas ke
lagi, saya akan mengambil
dalam orifisium eksterna sedalam

cairan yang tadi saya


keluarkan. Saya mohon
bapak untuk menarik nafas,
karena akan terasa sedikit
sakit ya, pak.
-

12.

Hapusan duh uretra

12,
5.
13.

Terimakasih
Fiksasi gelas objek

Baik, pak, pemeriksaannya


sudah selesai. Terimakasih
-

14.

Kristal violet

15.

Lugol

16.

Alkohol 95%

17.

Safranin

18.
19.

Urut
Lepas sarung tangan

20.

Interpretasi

1 2 cm

Saya menghapuskan tipis duh


pada:
Gelas objek
Media kultur

Memanaskan gelas objek diatas


Bunsen
Meneteskan Kristal violet, tunggu
selama 1 menit, kemudian basuh
dengan air
Meneteskan lugol, tunggu selama
1 menit, kemudian basuh dengan
air
Meneteskan alcohol, tunggu
selama 5 detik, kemudian basuh
dengan air
Meneteskan safranin, tunggu
selama 30 detik, kemudian basu
dengan air
Melepas sarung tangan dan
mencuci tangan
Dari hasil pemeriksaan
mikrobiologis didapatkan sel PMN
> 10 per lapang pandang, dan
ditemukan diplokokus gram
negative intraseluler

Pemeriksaan Fisik Lepra


No
1.

Check List
Salam, Sapa, Kenal

Ke Pasien
Selamat siang, Bu.
Perkenalkan nama saya dr.

Ke Dosen Juri
-

2.

Jenis lesi

Andrian, yang akan


memeriksa Ibu hari ini.
-

3.
4.

Distribusi
Lokasi

5.
6.

Sistematis
Informasi

7.

Persetujuan

7,5
8.

Cuci tangan
Pembelajaran

Jadi begini bu, nanti saya


akan melakukan beberapa
prosedur untuk memeriksa
ibu.
Saya minta tolong untuk
mengikuti prosedur yang
saya berikan, walaupun
nanti akan terasa sedikit
sakit, tapi itu tidak apa-apa
ibu, karena ini penting untuk
menentukan pengobatan
ibu, apakah ibu bersedia?
Pemeriksaan pertama ibu,
sebelumnya saya kasih tahu
dulu, nanti akan ada 3 uji.
Panas, tusuk, dan raba:
Uji panas saya lakukan
dengan 2 tabung, ada
panas ada dingin nanti
ibu sebutkan yang ini
rasanya panas atau
dingins ya, Bu.
Kemudian uji tusuk, saya
lakukan dengan jarum
pentul. Nanti ibu
sebutkan ini tajam atau
tumpul.
Yang ketiga, uji raba,
nanti ibu akan saya kasih
sentuhan kapas seperti
ini, nanti ibu sebutkan

Saya menemukan adanya lesi


kulit berupa plak eritem batas
tegas
Lesi kulit terlokalisir
Lesi kulit terletak pada (wajah,
leher, dada, lengan, etc)

13.

dimana saya sentuhkan


kapasnya
Oke, ibu siap? Sekarang
tutup mata dulu ibu.
Ini panas atau dingin ibu?
(di daerah lesi dan nonlesi)
Coba ibu tunjuk dimana
saya tadi menempelkan
tabungnya
Ini tajam atau tumpul
ibu? (di daerah lesi dan
non-lesi)
Coba ibu tunjuk dimana
Coba ibu ulangi arah
saya mengoleskan kapas,
bu?
Bu, pemeriksaan
selanjutnya adalah daerah
leher, saya minta ibu
menolehkan lehernya ke
kanan
-

14.

15.

Bu, sekarang tolong


menoleh ke kiri ya.
Baik, sekarang kita lanjut ke
pemeriksaan selanjutnya.
Saya pinjam tangannya
sebentar ya, Bu

9.

Suhu

10.

Tusuk

11.

Raba

12.

Pembesaran n.
auricularis

16.

17.

Pembesaran n. ulnaris

Saya mencari saraf auricularis


yang melintangi m.
sternocleidomastoideus
Saya melakukan palpasi dan
menggulirkan saraf auricularis
sambil melihat mimik pasien
apakah terlihat sakit
Saya mengulangi inspeksi saraf
auricularis
Tangan kanan saya memegang
tangan kanan pasien yang
difleksikan.
Kemudian dengan jari telunjuk
dan tengah tangan kiri saya, saya
melakukan palpasi pada saraf
ulnaris di dalam sulcus nervi
ulnaris di balik epycondilus
medialis

18.

19.
20.

Pembesaran n.
peroneus communis

Ibu, silakan tangan yang


satunya
Ibu, duduknya yang rileks
saja ya, Bu. Saya akan
memeriksa bagian kaki

21

Saya memosisikan diri di depan


penderita dengan tangan kanan
memeriksa kaki kiri, dan tangan
kiri memeriksa kaki kanan
Meraba area 1 cm belakang
caput fibula
Menggulirkan saraf sambil melihat
mimic pasien
Mengulangi pada kaki kiri

22.
23.
24
25.

Pembesaran n. tibialis
posterior

Saya menyilangkan tangan kanan


dan kiri, sehingga tangan kanan
menyentuh bagian dalam
malleolus medialis kanan, dan
kiri menyentuh kiri.
Menggulirkan saraf sambil melihat
mimic pasien
Mengulangi pada kaki kiri

26.
27.
28

Motorik n. fasialis

Bu, sekarang saya minta ibu


untuk memejamkan mata.

29

30

31

32

Saya menggulirkan n. ulnaris dan


melihat mimic pasien apakah
terlihat kesakitan
Mengulangi kegiatan yang sama
pada tangan kiri

Motorik n. ulnaris

Bu, permisi saya akan


memeriksa telapak tangan
ibu, silakan telapaknya
dibuka, bu.
Bu, silakan sekarang
gerakkan jari kelingking ibu,
ke kanan dan ke kiri
Bu, silakan diulangi lagi
gerakan ke kanan dan

Saya memeriksa dari depan dan


samping apakah mata tertutup
sempurna, atau ada celah (lag),
jika ada maka lebar celah diukur
Saya memegang 3 jari sehingga
kelingking bebas

Saya memberi tahanan pada


pangkal jari kelingking

kekirinya.
33

34

35

Oke, tangan yang satunya


ya, Bu

Sensoris tangan

36

37
38
40

Motorik n. medianus

41

42
43
44
45

Motorik n. radialis

Sekarang, saya minta ibu


untuk meletakkan telapak
tangannya di meja
Jadi nanti prosedurnya
adalah saya akan memberi
tekanan pake bolpoin pada
telapak ibu, nanti ibu tunjuk
ya dimana letaknya.
Contohnya seperti ini bu.
Apa sudah jelas? Kalo
sudah, sekarang ibu tutup
mata, dan kita mulai tesnya
Kerasa nggak bu?
Dimana?
Baik, tangan yang satunya
ya bu
Oke, sekarang lanjut ke tes
berikutnya ya bu

Penilaian:
Kuat, jika dapat melawan
tahanan
Sedang, tidak dapat melawan
tahanan, namun bisa adduksi
abduksi tanpa tahanan
Lumpuh, jika tidak ada adduksi
abduksi sama sekali
Mengulangi kegiatan pada tangan
kiri

Saya menitik-nitik di telapak


tangan pasien ketika masih
membuka mata.

Saya memegang keempat jari,


sehingga menyisakan ibu jari
yang bebas bergerak

Bu, sekarang coba ibu


angkat jempolnya ke atas ya
bu.
Kalo sekarang masih bisa?
Saya memberi tahanan pada
pangkal ibu jari
Penilaian, kriteria sama dengan
diatas
Baik, tangan satunya ya, bu.
Bu, sekarang silakan

dikepalkan tangannya
46

Tangan saya menyangga tangan


pasien, dan tangan pasien pronasi
dengan jari mengepal

47

Nah, sekarang seolah-olah


ibu naik motor, silakan
gerakkan tangan ibu ke atas

48

Sekarang ibu coba ulangi


lagi

49
50
51

Sensoris n. tibialis
posterior

52

Oke, lanjut ke tangan


satunya ya bu
Bu, kita lanjutkan ke
pemeriksaan kaki. Ibu saya
minta tolong untuk
meletakkan kaki kanan di
paha kiri. Kalo orang jawa
bilang jigang bu.
Jadi prinsipnya sama kaya
yang telapak tangan tadi,
Bu. Nanti ibu silakan
menunjuk lokasi mana yang
saya titik pake bolpoin ini ya
bu. Seperti ini.

53

Tangan kiri saya memegang ujung


kaki pasien

54

Bisa kita mulai bu? Kalo


begitu silakan ditutup
matanya
Dimana bu tempat titiknya?

55
56

Saya melakukan tes dengan lokasi


yang acak

57
58

Saya meletakkan tangan yang


satu saya di atas tangan pasien
Penilaian

Motorik n. peroneus
communis

Oke, kita lanjutkan ke kaki


berikutnya ya bu.
Baik bu, sekarang
pemeriksaan terakhir,
silakan kakinya ditaruh lagi
di lantai. Silakan ibu
mengangkat ujung kakinya,
tapi tumitnya tetap

menempel di lantai ya bu.


Usahakan semaksimal
mungkin bu, ngangkatnya.
Oke, kalo saya kasih beban
disini, ibu masih bisa?

59
60
61
61,
5

Penutupan

Oke, kita ulangi pada kaki


selanjutnya ya ibu,
Baik, testnya sudah selesai,
terimakasih bu atas
kerjasamanya, silakan
kembali untuk menunggu
hasilnya

Saya menaruh tangan saya di


punggung kaki
Penilaian

SISTEM ENDOKRINOLOGI
Pemeriksaan Kelenjar Tiroid
N
o
1.

2.
3.

Check
List
Senyum,
salam,
sapa,
Kenalan
Informasi
umum

4.

5.

Kemungkin
an hasil
yang
diperoleh

5,
5
6.

Cuci
tangan
Atur posisi

Ke Pasien
Selamat siang, bu. Mari silakan duduk
dulu.

Baik, silakan duduk menghadap ke


cahaya, rileks saja ibu.

Inspeksi

2.
3.
1.

Palpasi

Perkenalkan nama saya dr. Andrian,


yang bertugas di ruangan ini.
Pada kesempatan kali ini, saya akan
ajak ibu untuk menjalani serangkaian
pemeriksaan kelenjar tiroid.
Dimana pemeriksaannya nanti akan
saya lakukan di daerah leher, jadi
saya mohon izin ya bu, untuk
membuka bagian lehernya
Kemudian hasil apapun yang nanti
kita peroleh akan kita tes lagi secara
laboratorium untuk dapat
memastikan kondisi ibu sekarang.
Bagaimana ibu sudah siap dan
bersedia?

7.
1.

Ke Dosen Juri

Ibu, silakan menelan ludah, agar saya


bisa tahu keadaan kelenjar tiroid ibu
Permisi ya, ibu.

Saya memosisikan mata saya sejajar


secara horizontal dengan leher pasien
Saya mengamati pada bagian leher
terutama di bagian tiroid (leher depan
kearah distal, di dekat jakun)
Saya mengamati apakah ada
pembesaran yang tampak
Jika tidak nampak, minta pasien untuk
menelan ludah
Saya berdiri di belakang pasien dan
meletakkan kedua jari telunjuk dan
tengah saya di leher pasien tepat pada
area tiroid

2.

Saya melakukan palpasi yang tidak


terlalu keras dan tidak terlalu lemah
pada
Melaporkan hasil pemeriksaan:
Lokasi
Konsistensi
Ukuran
Ada/tidak Nyeri tekan
Ada/tidak Adenopathy

3.

3,
5

Penutupan

Terimakasih ibu, pemeriksaannya


sudah selesai. Mari kita lanjut ke
pemeriksaan berikutnya

Injeksi Insulin
No
1.

2.

3.

Check
List
Cuci
tangan
Senyum,
salam,
sapa,
kenalan
Informasi
umum

4.

Persiapan
alat dan
bahan

5.

Periksa
unit Insulin

6.

Pasang

Ke Pasien
-

Ke Dosen Juri
Saya mencuci tangan
sebelum melakukan injeksi
insulin

Selamat siang, Pak. Mari silakan duduk dulu.


Nama saya dr. Andrian, disini saya akan
melakukan injeksi insulin kepada bapak.
Nanti saya akan melakukan suntikan kepada
bapak, namun bapak tenang saja, tidak akan
terasa sakit selama bapak merasa rileks dan
tenang. Saya akan bekerja seprofesional
mungkin jadi bapak percaya saja sama saya,
ya. Bisa kita mulai, pak?
Saya menyiapkan:
Insulin pen
Jarum
Tempat pembuang jarum
Saya memeriksa jenis
insulin dan jumlah yang
akan diinjeksikan,
Jika jenis insulin cloudy
insulin, maka harus di
mixing
Saya memasang jarum pada

6,5

jarum
Buang
vakum

7.

Lokasi
injeksi

8.

Injeksi

9.

Lepas
setelah 10
detik
Buang
jarum

10.

10,
5

Penutupan

Permisi ya, pak. Saya akan menyuntikkan


insulinnya

Baik, pak, injeksinya sudah selesai.


Terimakasih atas kerjasamanya

insulin device / pen


Untuk menghindari vacuum,
saya menarik plunger hingga
ke angka 2 kemudian
membuangnya hingga angka
0.
Kemudian putar knob sesuai
dosis yang akan diberikan
Saya menentukan lokasi
injeksi yang tepat di area
perut atau lipatan tubuh
berlemak lainnya
Saya mengangkat sedikit
lapisan kulit, dan
menyuntikkan jarum insulin
secara subkutan, dengan
sudut 45 - 900.
Kemudian dorong pluggernya
hingga menunjukkan angka 0
Saya menghitung 10 detik,
baru melepas jarum dari
lokasi injeksi
Saya membuang jarum pada
tempat yang disediakan
(sharp container)

N
o
1.
2.

Check
List
Salam,
sapa
Perkenalan
dan
Informed
Concent

3.

Tujuan

4.

Definisi

5.

Epidemiolo
gi

6.

Faktor
Risiko &
Komplikasi

Ke Pasien
Selamat siang, Ibu. Dengan ibu siapa ini?
Oh, ya, perkenalkan, nama saya dr. Andrian yang akan merawat
ibu. Jadi dari data yang saya peroleh ini, ibu sudah didiagnosis
Diabetes Melitus ya, ibu?
Ya, oleh karena itu saya akan berusaha membantu ibu untuk
mengatasi masalah yang berkaitan dengan diabetes ya ibu.
Apakah ibu bersedia jika saya mau membantu ibu?
Jadi nanti yang akan kita lakukan disini adalah membahas
mengenai gaya hidup yang akan ibu terapkan dalam keseharian
ibu nantinya.
Nah, Diabetes Melitus itu bu, atau sering dibilangnya kencing
manis, itu sebenarnya adalah penyakit karena gula darah yang
melebihi batas. Gula itu darimana saja ibu, gula itu ya dari
makanan yang kita makan sehari-hari bu. Mulai dari nasi, ketela,
mie, roti, kue, cake, permen, dan lain-lain. Kalo hal itu kurang
dikontrol bu, malah akan menjadikan penyakit, salah satunya
DM ini.
Terus DM ini ibu, juga penyakit yang susah sembuh dan
menahun, bahkan kemungkinan untuk sembuhnya kecil, namun
bukan berarti tidak ada harapan, bu. DM bisa dikontrol, DM bisa
dicegah komplikasinya, sehingga kedepannya kesehatan ibu
Insya Allah dapat diselamatkan dengan melakukan pengobatan
dan terapi yang teratur.
Nah, selain makanan yang tadi saya sebutkan, ada lagi loh bu,
faktor penyebab DM ini. Seperti kurang olahraga, terus
kegemukan, ada juga yang memang karena keturunan,
muacem-macem ya bu. Terus kalo misalnya DM ini nggak
ditangani buk, bisa berujung pada komplikasi. Nah
komplikasinya ini buk yang berbahaya, biasanya pasien yang
sudah parah itu mengeluh kesemutan, bahkan sampe mati rasa,
terus penglihatannya kabur, trus kadang ada gangguan ginjal,
terus seksualitas juga terganggu, bahkan ada yang sampe
jantungnya bu yang kena, stroke, dan lain-lain. Banyak sekali
masalah yang akan terjadi kalo misal ibu tidak mau melakukan

Ke Dosen
Juri

terapi mulai sejak sekarang, ya.


7.

Farmakolo
gis dan
nonfarmakolog
is

8.

Monitoring
sendiri

9.

Hipoglikem
ia

Nah, terapinya itu apa aja sih bu. Terapinya ada dua macam bu,
Yang pertama yang nggak pake obat. Yaitu diet makanmakanan sehat, istirahat, serta olahraganya yang teratur.
Untuk diet ini intinya sebisa mungkin mengurangi makanan
yang dapat memicu lonjakan gula yang tinggi.
Ini saya kasih daftar makanan yang boleh dan tidak boleh ibu
makan, dalam porsi tertentu, silakan nanti dipelajari sendiri
ya bu di rumah. Gampang kok bu, sebenarnya.
Trus masalah olahraga nih bu, olahraganya nggak harus
berat-berat kok, yang penting teratur. minimal Hitung aja
kira-kira seminggu 120 menit, bisa dibagi dalam 4 hari bu,
jadi sehari sekitar 30 menit aja.
Bisa ibu lari-lari, atau kalo pagi ikut aja senam, terus fitness
atau ngegym itu sangat dianjurkan bu, selama ibu tidak
melakukannya secara berlebihan.
Kemudian yang kedua itu yang pake obat bu, nanti akan saya
resepkan beberapa obat yang harus ibu minum, pagi, siang,
dan sore. Harus telaten ya buk, teratur, dan dihabiskan
obatnya.
Nah, pasti ibu kadang penasaran kan kadar gula ibu saat ini
berapa, kalo bolak balik ke lab jadinya ribet ya buk. Nah, ada nih
buk, alat yang bisa digunakan untuk memonitor gula darah ibu,
namanya SMBG. Bisa ibu cari nanti di toko alat kedokteran,
disana pasti dijual buk. Nggak terlalu mahal kok, kalo
dibandingin dengan kemudahan yang ditawarkan, bu.
Terus ini bu, masalah yang sering dialami pasien tuh. Kadang
habis minum obat nggak cepet-cepet makan, suka ngapain dulu
gitu. Padahal ada beberapa obat yang itu bisa menurunkan
kadar gula darah dengan cepat, nah, kalo nggak diimbangi
dengan makan, kejadiannya malah akan berkebalikan, sebagai
efek samping obat, tubuh ibu akan kekurangan gula darah. Gula
darah kan sumber energi ya buk, nah kalo kurang energi kan
malah jadinya pusing, gelisah, keringat dingin, gemeteran, gitu
buk. Nah kalo udah kaya gitu, jangan langsung makan makanan
berat dulu bu, kaya nasi gitu jangan. Malahan ibu dahulukan
minum air gula, atau permen, coklat, pokoknya yang manismanis gitu bu, jangan banyak-banyak juga ya bu, secukupnya
aja, biar efek sampingnya tadi ilang gitu aja buk.

10 Kaki

11 Fasilitas
kesehatan

12 Tanya
13 Penutup

Nah ini penting juga nih bu, perawatan kaki. Kaki itu rawan kena
luka pada pasien DM, dan lukanya itu kadang nggak dirasa buk,
jadi ya, kadang sampe rusak gitu lah buk. Nah, nggak mau kan
ya seperti itu? Maka dari itu, ibu kalo kemana-mana harus pake
alas kaki, sandal atau sepatu yang pas, trus kalo motong kuku
harus hati-hati juga ya bu, trus dijaga kebersihan kakinya juga
ya buk, tiap habis kemana gitu langsung dicuci aja buk, nggak
usah nunggu kotor.
Terus kalo misal ibu kesulitan nantinya dalam menggunakan
obat, atau misal ada yang dikeluhkan lagi, ibu bisa kapan saja
datang ke poliklinik kami, untuk mendapat perawatan yang
sesuai ya, buk.
Baik, ada yang kurang jelas atau pengen tanya-tanya bu,
silakan?
Oke, kalo tidak ada yang ditanyakan lagi, kita akhiri saja sesi
konseling hari ini, terimakasih ya bu, selamat siang.