Anda di halaman 1dari 6

BAB VII

PENJADWALAN MESIN DAN STASIUN KERJA

Baker (1974) mengatakan bahwa penjadwalan merupakan alokasi dari


sumber daya terhadap waktu untuk menghasilkan sebuah kumpulan pekerjaan.
Penjadwalan dibutuhkan untuk memproduksi order dengan pengalokasian sumber
daya yang tepat, seperti mesin yang digunakan, jumlah operator yang bekerja,
urutan pengerjaan part, dan kebutuhan material. Dengan pengaturan penjadwalan
yang efektif dan efisien, perusahaan akan dapat memenuhi order tepat pada due
date serta kualitas yang telah ditentukan.
Penjadwalan diperlukan ketika beberapa pekerjaan harus diproses pada
suatu mesin tertentu yang tidak bisa memproses lebih dari satu pekerjaan pada
saat yang sama. Penjadwalan yang baik akan memaksimumkan efektivitas
pemanfaatan setiap sumber daya yang ada, sehingga penjadwalan merupakan
kegiatan yang penting dalam perencanaan dan pengendalian produksi. Tahap
perencanaan dan tahap implementasi dari kegiatan penjadwalan merupakan
masalah yang kompleks.
Bedworth et al. (1987) mengidentifikasi beberapa tujuan dari aktivitas
penjadwalan, yaitu yang pertama adalah meningkatkan utilisasi penggunaan
sumber daya, atau dengan kata lain mengurangi waktu tungu dari sumber daya
tersebut, sehingga total waktu proses dapat berkurang dan produktivitasnya dapat
meningkat. Kedua, mengurangi work-in-process (barang setengah jadi), yaitu
mengurangi rata-rata jumlah pekerjaan yang menunggu dalam antrian proses
ketika sumber daya yang ada masih mengerjakan tugas lain, dan yang ketiga,
mengurangi keterlambatan, yaitu menjamin pemenuhan due date. Setiap pekerjaan
mempunyai due date masing-masing dan terdapat penalti apabila pekerjaan
tersebut selesai setelah due date seharusnya. sehingga akan meminimasi biaya
keterlambatan.

Stasiun kerja merupakan salah satu komponen yang harus diperhatikan


berkenaan dengan upaya peningkatan produktivitas kerja. Kondisi kerja yang
tidak memperhatikan kenyamanan, kepuasan, keselamatan dan kesehatan kerja
tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja manusia. Dalam
perancangan atau redesain stasiun kerja itu sendiri harus diperhatikan peranan dan
fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja yang terlibat yaitu manusia,
mesin/peralatan dan lingkungan fisik kerja.

Penjadwalan Mesin

Proses
0

30
50

100

150
Axis Title

Keterangan :
1. Pisau
2. Timbangan
3. Bak Pencucian
4. Blancer
5. Vegetable Cutter
6. Hummer Mill
7. Mixer
8. Mesin Pemipih
9. Frying
10. Saringan
11. Sealer
12. Pengemas Karton

15 20
200

30

20 105 15 10

250

300

350

Pekerjaa

n
A (daun

15'

5'

30'

20'

30'

5'

10'

5'

Singkong)
B (Daun 15'

5'

30'

20'

30'

5'

10'

5'

5'

30'

20'

30'

5'

10'

5'

20'

30'

5'

10'

5'

Bayam)
C (Daun

10'

Katuk)
D

10'

(Beras)
E

5'

20'

30'

5'

10'

5'

(Telur)
F

5'

20'

30'

5'

10'

5'

20'

30'

5'

10'

5'

5'

10'

5'

(Garam)
G
(Air)
H
(Minyak)
I

15'

10

11

10'

3'

(Produk)
Kesimpulan :
Pada proses Pengolahan A (Daun singkong), B (daun katuk), C
(daun bayam), D (Beras), E (Telur), F (garam), G (Air), H(Minyak), I
(produk) memiliki waktu berbeda untuk setiap mesin dan
peralatannya. Kemudian pada produk akan memiliki waktu yang sama
pada mesin pengepak dan produk jadi.

STASIUN KERJA
1, 2

1 ,2

3,4,5

1, 2

7, 8

9, 10

2, 11

2,1

2'6

Keterangan :
1. Pisau
2. Timbangan
3. Bak Pencucian
4. Blancer
5. Vegetable Cutter
6. Hummer Mill
7. Mixer
8. Mesin Pemipih
9. Frying
10. Saringan
11. Sealer
12. Pengemas Karton
perancangan atau redesain stasiun kerja itu sendiri harus diperhatikan
peranan dan fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja yang terlibat
yaitu manusia, mesin/peralatan dan lingkungan fisik kerja.

12

Penjadwalan Mesin

Proses
0

30
50

15

100
Axis Title

Keterangan :
1. Pisau
2. Timbangan
3. Bak Pencucian
4. Blancer
5. Vegetable Cutter
6. Hummer Mill
7. Mixer
8. Mesin Pemipih
9. Frying
10. Saringan
11. Sealer
12. Pengemas Karton

20

30
150

20

10 5 15
200

250

Pekerjaa
n
A (daun

30' 15' 30' 5' 30'

10 11 12

20' 30' 20' 10'

5' 15'

Singkong)
B (Daun 30' 15'
Bayam)
C (Daun

30' 15'

Katuk)
D
(Beras)
E

10'
5'

(Telur)
F

15'

5'
5'

(Garam)
G
(Air)
H
(Minyak)
I
(Produk)
Kesimpulan :
Pada proses Pengolahan A (Daun singkong), B (daun katuk), C
(daun bayam), D (Beras), E (Telur), F (garam), G (Air), H(Minyak), I
(produk) memiliki waktu berbeda untuk setiap mesin dan
peralatannya. Kemudian pada produk akan memiliki waktu yang sama
pada mesin pengepak dan produk jadi.