Anda di halaman 1dari 5

PERALATAN PRODUKSI DI PERMUKAAN

DI SUSUN OLEH:
Nama

: Moh. Harist Sampurna

NIM

: 1101119

Kelas

: Teknik Perminyakan (Reg) B - 2011

JURUSAN S1 TEKNIK PERMINYAKAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN
2014/2015

FLOWLINE

Dalam usaha memproduksikan minyak dan gas bumi, diperlukan berbagai fasilitas permukaan
tanah atau biasa disebut surface facility. Kegunaan dari surface facility ini adalah agar minyak/gas
bumi bisa dialirkan dan diproses setelah minyak/gas tersebut berhasil diangkat dari dasar sumur
(subsurface) menuju permukaan (surface). Biasanya, pengelompokan surface facility dimulai dari
peralatan setelah kepala sumur (wellhead). Bagian pertama yang ditemui setelah wellhead dalam
surface facility adalah flowline dan manifold

Fluida Hidrokarbon yang mengalir dari dasar sumur akan menuju well head dan dari kepala sumur
ini fluida dialirkan melalui flow line manifold dan header selanjutnya menuju ke separator terus
ke tanki pengumpul.

Flow line merupakan pipa penyalur fluida Hidrokarbon dari suatu kepala sumur menuju tempat
pemisahan. Flowline biasanya memiliki diameter antara 2 4 inch tergantung dari design dan
kapasitas produksi sumur. Agar aliran tidak kembali dalam sumur (back flow) maka pada tiap
flowline di pasang check valve.

Jalur dimana flow line berada sebaiknya ditimbun pada kedalaman yang aman walaupun telah
dilindungi dengan casing pendukung tetapi apabila tidak ditimbun maka flow line tersebut harus
diletakan di atas support karena untuk mencegah cepat terkena korosi dan kerusakan lainnya.

Demikian juga jalur pemasangan pipa dipilih tempat-tempat yang aman baik secara letak wilayah
maupun secara kondisi teknik sehingga mudah untuk melakukan pengawasan dan perbaikan dan
kadang-kadang jika memungkinkan jalur flow line sampai ke stasiun pengumpul mengikuti rute
jalan umum atau jalan inspeksi perusahaan.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi desain dan dimensi pemasangan pipa. Dua
diantaranya adalah laju alir fluida dan sifat-sifat fisik dari fluida tersebut.

Desain tekanan kerja maksimum dari flowline harus lebih besar dari semua tekanan yang mungkin
terjadi pada sumur (wellhead) maupun saat pengetesan flowline. Penurunan tekanan dari wellhead
menuju fasilitas produksi harus diminimalkan karena akan mempengaruhi laju produksi, yaitu
akibat gesekan (friction losses).
Desain dari flowline didasarkan pada 4 komponen utama, yaitu :
Tekanan kerja
Laju Alir
Propertis dari fluida
Keekonomian

FLOW LINE PROTECTION


Pada semua peralatan lapangan migas didesain lebih tahan terhadap faktor laju korosi.
Korosi merupakan pendegradasian subtansi material (umumnya logam) yang diakibatkan oleh
reaksi dengan lingkungannya atau dalam industri migas dapat didefinisikan sebagai hancurnya
material loga akibat reaksi dengan bahan kimia atau elektrokimia yang disebabkan oleh factor
lingkungan.
Pengontrolan korosi dapat dilakukan dengan cara :
1.

Chatodic Protection

2.

Chemical Inhibition

3.

Pengontrolan pH

4.

Coating

5.

Non metalik atau Metalurgi Control

SAFETY OPERATION
Flow line diproteksi dari tekanan kepala sumur yang berlebihan dengan menggunakan safety valve
pada well head. Telah diketahui bahwa cairan dan gas akan mengembang bila temperature naik.
Bila flowline berada pada kondisi static dan tertutup pada ujungnya maka dengan meningkatnya
temperature lingkungan sekitarnya menyebabkan terjadinya pengembangan fluida dan gas
didalam pipa yang mengakibatkan naiknya tekanan didalam pipa. Dalam hal ini untuk mencegah
pecahnya pipa maka dipasanglah relief valve pada posisi tertentu sebelum masuk ke arrival
manifold. Relief valve ini diset lebih rendah dari tekanan operasi maksimum dan akan membuang
kelebihan tekanan dari sistem. Lokasi relief valve dipilih untuk alasan-alasan keamanan karena
semua hasil buangan dikirim kesatu titik yang disebut dengan burning pit.

INSPEKSI DAN PERAWATAN


Inspeksi dan perawatan serta Pengawasan terhadap flow line serta fasilitas produksi lainnya
merupakan tanggung jawab dari operator lapangan dimana bila terjadi perubahan atas kondisi atau
terjadi trouble harus segera dilaporkan keatasan dan ditindaklanjuti dalam hal penanganannya.
Sebelum melakukan inspeksi kelapangan operator harus berdiskusi dulu dengan supervisor
mengenai instruksi system penutupan, system pembukaan serta perubahan ukuran choke yang
harus dilakukan dan pastikan alat komunikasi (handy Talky) berfungsi dengan baik sehingga
komunikasi untuk jalannya prosedur berlangsung lancar.
Operator lapangan mempunyai tugas rutin yang harus dilaksanakan yaitu :
1.

Check apakah sumur berproduksi sebagaimana mestinya dalam kodisi normal (Setting) jika
tidak maka laporkan untuk mendapat instruksi selanjutnya.

2.

Check kondisi peralatan dan kondisi lingkungan sekitarnya secara penglihatan visual apakah
ada kebocoran atau kerusakan.

3.

Check apakah Safety valve masih beroperasi secara otomatis.

4.

Check posisi kedudukan choke dan bandingkanlah dengan posisi yang tercatat bila terjadi
perubahan kembalikan ke posisi semula.

STANDAR FLOWLINE
Berikut ini adalah beberapa standar yang digunakan Amerika yang umumnya digunakan dalam
mendesain fasilitas produksi minyak :
a.

ANSI B.31.1 POWER PIPING

b.

ANSI B.31.3 Chemical Plant and Petroleum Refinery Piping

c.

ANSI B.31.4 Liquid Petroleum Transportation Piping System

d.

ANSI B.318 Gas Transmition and Distribution Piping System