Anda di halaman 1dari 4

TUGAS I

SIMULASI RESERVOIR

DISUSUN OLEH :
Nama

: Mohamad Harist Sampurna

NIM

: 1101119

JURUSAN S1 TEKNIK PERMINYAKAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK & GAS BUMI
BALIKPAPAN
2014

Pembuktian nilai porositas sebesar 47.6% pada susunan kubus, beserta dengan
alasannya dan kenapa harga porositas pada lapangan lebih kecil daripada 47.6 % ?

Jawaban.
Porositas adalah ukuran dari ruang kosong di antara material, dan
merupakan fraksi dari volume ruang kosong terhadap total volume, yang
bernilai antara 0 dan 1, atau sebagai persentase antara 0-100%.
Penyusunan butir tergantung pada bentuk butir, ukuran butir dan
keseragaman butir. Butiran yang berbentuk bola dan seragammempunyai
porositas 47,6 % untuk penyusunan kubus yangterbuka dan 25,9 % untuk
rhombohedral. Permeabelitas tergantungkepada besar butir, bentuk dan
penyusunan butir tersebut. Untuk besar butir yang seragam maka
porositasnya hanya tergantung pada penyusunan butirannya.

Dalam hal ini kita membahas perhitungan porositas kubus yang


mempunyai 2 sisi yang sama yaitu 2r, dimana r adalah jari-jari lingkaran.
Volume bulk batuan diilustrasikan sebagai volume kotak, sedangkan
volume grain batuan adalah jumlah butir yang ada pada packing. Pada setiap
packing terdapat 8 buah butir, tiap butirnya 1/8 dari volume bola. Porositas
adalah perbandingan volume pori-pori dengan volume bulk batuan

dinyatakan dalam persen. Volume pori-pori di dapat dari Vbulkdikurangi


Vgrain. Jadi, kita dapatkan porositas cubic packing sebesar 47.67%. Porositas
ini merupakan nilai paling besar dari susunan packing apapun.
Volume Bulk = (2r)3 = 8r3
Volume Grain =

4r 3
3

Jadi, harga porositas kubus adalah sebagai berikut :


Porositas Kubus =

Vb Vg
x 100%
Vb

8r 3 4
=
= 1

8r

3r 3 x100 %
3

2(3)

x100 %

= 47.6%
Pola susunan kubus merupakan susunan antar butiran yang tersusun
sudutnya 90o sehingga didapatkan hasilnya sebesar 47.6 % . Namun pada
kenyataannya di lapangan porositas tidak mencapai 47.6% hal ini
dikarenakan beberapa factor yang mempengaruhi besar kecilnya nilai
porositas pada batuan.
Porositas tertentu dapat berkisar dari nol sampai besar sekali, namun
biasanya berkisar antara 5 sampai 40 persen, dan dalam prakteknya berkisar
hanya dari 10 sampai 20 persen saja. Porositas 5 persen biasanya disebut
porositas tipis (marginal porosity) dan umumnya bersifat non komersil,
kecuali jika dikompensasikan oleh adanya beberapa factor lain. Secara
teoritis porositas tidak bisa lebih besar dari 47,6 persen.
Hal ini disebabkan karena keadaan tersebut dipengaruhi oleh
bebrapa factor yang berlaku untuk porositas jenis intergranular (antar
butiran). Dalam gambar tersebut dapat dilihat suatu kubus yang terdiri dari 8
seperdelapan bola, sebagaimana dapat dilihat pada butir butir oolit. Bahwa
dalam hal ini porositas tidak tergantung daripada besar butir. Jika kita

subtitusikan r untuk angka berapa saja maka kita akan tetap mendapatkan
angka 47,6 tersebut.
Faktor utama yang menyebabkan harga porositas bervariasi adalah :
1.

Ukuran dan Bentuk Butir


Ukuran butir tidak mempengaruhi porositas total dari
seluruh batuan, tetapi mempengaruhi besar kecilnya pori-pori antar
butir. Sedangkan bentuk butir didasarkan pada bentuk penyudutan
(ketajaman) dari pinggir butir. Sebagai standar dipakai bentuk bola,
jika bentuk butiran mendekati bola maka porositas batuan akan lebih
meningkat dibandingkan bentuk yang menyudut.

2.

Distribusi dan Penyusunan Butiran


Distribusi disini adalah penyebaran dari berbagai macam besar
butir yang tergantung pada proses sedimentasi dari batuannya.
Umumnya jika batuan tersebut diendapkan oleh arus kuat maka besar
butir akan sama besar. Sedangkan susunan adalah pengaturan butir
saat batuan diendapkan.

3.

Derajat Sementasi dan Kompaksi


Kompaksi batuan akan menyebabkan makin mengecilnya pori
batuan akibat adanya penekanan susunan batuan menjadi rapat.
Sedangkan sementasi pada batuan akan menutup pori-pori batuan
tersebut.

Semakin banyak material pengotor, seperti : silt & clay yang


terdapat dalam batuan akan menyebabkan mengecilnya ukuran poripori batuan. Dan porositas juga dipengaruhi proses pengedapan suatu
batuan tersebut.