Anda di halaman 1dari 27

PROTEIN

(Bhs. Greek :proteios utama/pokol/dasar)


Definisi :
Senyawa polimer dari asam amino yang berikatan melalui rantai peptida.
-Merupakan polipeptida dengan BM tinggi yg terbentuk dalam tubuh organisme
hidup
-protein bila dihidrolisis akan terurai menjadi asam amino.
Farmakognosi:
Suatu substansi organik yang mengandung unsur N yang terdapat dalam
mikroorganisme hidup.

PENGGOLONGAN :
1. Protein sederhana (Simple protein) :
Bila dihidrolisis akan terurai menjadi asam-asam amino, sebagai contoh :
-Albumin (Ovalbumin, Laktalbumin, Toksalbumin, dll). Larut dalam air &
terkoagulasi oleh air panas.
-Globulin (Ovoglobulin, globulin serum,myosin,arachin, dll). Tidak larut
dalam air. Termasuk imunoprotein ( globulin) yg disebut juga sebagai
antibodi. Fungsinya : melindungi tubuh dari serangan patogen/ protein
asing : bakteri, virus (antigen)
-Skleroprotein. Tidak larut dlm air/lart.garam, tapi larut dalam asam
kuat/alkali.
Contoh :
keratin pada rambut,
kolagen pada tulang,
fibrin, elastin dll
-Glutelin, tidak larut dalam pelarut netral, larut dalam asa/alkali encer.
Contoh :
glutenin pd gandum,
orizenin pd. Beras
-Histonin (globin, histonin thymus, histonin gadus pada sperma codfis)
-Prolamin, Protamin dll

2. Proteida (Conjugated protein) :


Terdiri dari simple protein yang bergabung dgn gugus non
protein ( gugus prostetik). Pada hidrolisis menghasikan juga
senyawa lain yang bukan asam amino.
Kromoprotein , protein dengan gugus prostetik yang berwarna
Contoh : hemoglobin, klorofil, sitokrom dan flavoprotein
Lipoprotein ,
protein + lipida, tdp pada darah, susu, merah telur,
kloroplas.
Contoh : lesitin atau asam-2 lemak
Metaloprotein,
protein yg mengandung logam berat (Fe,Co,Mn, Zn,
Cu, Mg,dll)
misalnya : Enzim
Mucoprotein, protein + mukopolisakarida
( serum, urine manusia & albumin)
Nukleoprotein, protein & asam nukleat pada virus tanaman/hewan
(ribonukleo- protein)
misal :
virus mosaic pd tembakau
virus influensa
virus smallpox

3. Turunan protein (derived protein) : Protein yang telah


terurai sebagian.
a. Turunan primer : zat yang terbentuk dari protein oleh
pengaruh asam, basa dan panas.
b. Turunan sekunder : hasil hidrolisis dari turunan primer.

Sifat protein :
MUDAH TERDENATURASI
Faktor yg menyebabkan terjadinya denaturasi protein :
- Suhu dan pH larutan
- Pereaksi kimia : urea, garam guanidin, detergen sintetik, pelarut
organik (alkohol, aseton)
- Secara fisik : panas, x-rays, sinar UV, tekanan yg tinggi
- Mengendap dalam larutan karena adanya
kation (Zn2+, Hg2+, Fe2+, Cu2+, Pb2+)
anion (tungstat, fosfotungstat, tri- kloroasetat,pikrat dan asam tanat)

Terdapat pada hewan/manusia : di seluruh tubuh (material yang


membentuk jaringan tubuh) seperti halnya selulosa dalam tanaman.
Plasma darah ( 7%)
Merah telur ( 15%)
tanaman : terdapat dalam biji.
Kedelai ( 37%)
Kacang tanah ( 26%)
Almond ( 21%)
KEGUNAAN di bidang farmasi :
nutrisi
media
cangkang kapsul
contoh :
Gelatin, Extract daging, protein hidrolisa, asam2 amino, dll.
Protein (albumin) yang sangat beracun disebut toxalbumin :
RICIN dalam Ricini semen
CROTIN dalam Crotonis Semen
ABRIN dalam Abri Semen.

Gelatinum (Gelatina)
hasil hidrolisa kolagen yang berasal dari kulit, jaringan ikat dan tulang2 hewan terutama tulang muda/tulang rawan dari hewan potong.
Cara:
Tulang-2 dan jaringan-2 dicampur HCL untuk menghilangkan kalsiumnya
(decalcified) kemudian diekstraksi dengan air mendidih dan dialiri uap
air (tekanan rendah) sampai kolagen terhidrolisis semua. Larutan
disaring (dgn methode electro-osmosis) dan dipekatkan (vakum).
Dibiarkan mendingin menjadi gel dan dipotong2
menjadi lapisan2
tipis, lalu dikeringkan dengan aliran udara panas
Bentuk : lembaran atau serbuk.
Sifat fisis :
larut dalam air panas, campuran gliserin + air panas
dalam keadaan kering stabil diudara terbuka tetapi dalam keadaan
lembab mudah dirusak oleh bakteri.
Kegunaan:
untuk pembuatan kapsul kosong, coating tablet, basis suppositoria,
emulgator, suspending agent, sumber nutrisi (media kultur dan produk
makanan)

Absorbable gelatine sponge


spons dgn basis gelatin : steril, absorbansia, tdk larut dalam air.
Gunanya : lokal hemostatika pada luka operasi
Absorbable gelatine film
Produk Gelatin yang dibuat khusus untuk keperluan bedah syaraf,
bedah thorax dan mata.
Absorbarble Surgical Suture
benang steril yang dibuat dari kolagen binatang menyusui atau
polimer sintetis, dapat diabsorbsi/larut kedalam jaringan tubuh.
Contoh : CATGUT, SUTURE, SURGICAL CATGUT.
Levodopa (( )-L- -amino- -(3,4-dihydroxybenzene) propanoic acid.)
-asam amino aromatis pada biji Vicia faba (Leguminosae)
atau fava beans .
-sintesa kimia.
Guna : Untuk pengobatan parkinson,
dosis 250 mg 4x sehari.
Nama dalam perdagangan : LAR0DOPA, LEVOPA.

ENZIMA (Enzim)
protein yang mempunyai sifat khusus yaitu dapat mengkatalisis
reaksi kimia tertentu (dalam proses kehidupan).
Enzim dihasilkan oleh sel2 yang hidup, tetapi dapat juga bekerja
diluar sel2 itu.
DEFINISI (farmakognosi):
katalisator organik yang dihasilkan oleh organisme yang hidup dan
daya kerjanya mempengaruhi reaksi2 kimia dalam proses2
kehidupan.

- Enzim banyak terdapat dalam hewan maupun


tanaman
- Dapat diisolasi dan diproduksi digunakan dalm
pengobatan
- Contoh : PEPSIN, PAPAIN/PAPASE, PANCREATINE,
PENICILLINASE, HYALURONIDASE

Sifat2 umum
-protein dengan BM tinggi (13.000-840.000)
-berupa koloid
-larut dalam air dan alkohol encer, mengendap dalam alkohol
absolud.
Keaktifan kerjanya :
Paling efektif pada suhu 35-40C.
Pada suhu diatas 65 lebih2 dalam keadaan lembab akan rusak,
sedangkan pada suhu 0 tidak aktif bekerja.
Daya kerjanya juga dipengaruhi oleh pH dimana dia berada.
Adanya logam berat tertentu, formaldehida dan jodium akan
memperlambat kerja dari enzim.
Dalam tubuh kerja enzim sering dibantu/dipercepat oleh substansi
organik/anorganik yang lain yang disebut Co-enzim (vitamin-2 :
thiamin HCL, riboflamin, asam nikotinat, dll)

BEBERAPA ENZIM YANG PENTING DIBIDANG FARMAKOGNOSI


1. Golongan KARBOHIDRASE
AMILOLITIK : menghidrolisa amilum
Contoh :
amilase
diastase: menghidrolisa amilum menjadi maltosa; dapat bekerja
dengan baik dalam larutan yang netral.
Diastase pd hewan : ptialin (salivary diastase)
Diastase pd tanaman : Malt diastase
INVERTASE/SUKRASA,
Enzim ini terdapat dalam ragi dan cairan intestinal; daya kerjanya
menguraikan
sacharosa menjadi glukosa + fruktosa
MALTASE :
terdapat juga dalam ragi dan cairan intestinal; menyebabkan periraian
maltosa menjadi 2 molekul glukosa.
EMULSIN :
Enzim ini terdapat dalam Amygdale amarae Semen. Daya kerjanya
menguraikan glikosida Amigdalin (beta glukosida) menjadi glukosa

MYROSIN :
Enzim yang terdapat dalam Sinapis Nigrae Semen dan Sinapis
Albae Semen, daya kerjanya menguraikan :
-Glukosida sinigrin menjadi alil isotiosianat + KHSO4 + glukosa.
-Glukosida SINALBIN menjadi akrinil isotiosianat + sinapin sulfat
+ glikosa.
ZYMASE :
merupakan enzim fermentase yang menyebabkan pemecahan
monosakarida (glukosa) menjadi alkohol + CO2 (fruktosa)

II.GOLONGAN ENZIM ESTERASA


LIPASE:
Suatu enzim lipolitis (menguraikan lemak/ minyak lemak menjadi
gliserol + asam lemak.)
terdapat luas dalam hewan maupun tanaman. Pada hewan terdapat
dalam cairan pankreas. Sedangkan dalam tanaman terdapat dalam
biji2 yang mengandung LEMAK/MINYAK LEMAK (gliserida).
PECTASE :
Daya kerjanya memecah pektin menjadi metanol (metil alkohol) +
asam pektat (acidum pecticum).
STEAPSIN :
Membantu pencernaan lemak.
UREASE :
Disebut juga amidase karena menguraikan ikatan2 amida.
Enzim ini dikandung dalam kedelai, biasanya digunakan dalam
laboratorium untuk mengubah ureum menjadi amoniak.

III. GOLONGAN ENZIM PROTEOLITIS


PEPSIN :
Terdapat dalam cairan lambung (gastrik). Bekerja aktif dalam pH 1,8.
Dalam pH netral atau alkali menjadi tidak aktif.
Daya kerjanya mengubah protein menjadi proteosa + pepton
TRYPSIN :
Enzim ini terbentuk bila trypsinigen (proenzim) diaktifkan oleh
enteroksinase dalam cairan intestinal. Daya kerjanya mengubah
proteosa dan pepton menjadi polopeptida + asam amino. (pH 8).
EREPSIN :
Daya kerjanya menguraikan proteosa dan pepton menjadi asam2 amino.
Enzim ini terdapat dalam cairan intestinal.
RENNIN :
Enzim penggumpalan yang terdapat pada membran mukosa perut
binatang menyusui. Daya kerjanya membekukan kasinogen yang
larut dalam susu menjadi kasein.

PAPAIN :
Enzim proteolitis yang terdapat dalam getah papaya. Daya
kerjanya dapat melunakkan daging.
FICIN :
Enzim proteolitis yang terdapat dalam getah tanaman Ficus sp.
Dayakerjanya dapat menghancurkan cacing.
BROMELIN :
Enzim proteolitis yang terdapat dalam buah nenas.

IV. GOLONGAN ENZIM OKSIDASI


Peroksidase :
Enzim ini terdapat luas dalam tanaman. Daya kerjanya
mengadakan reaksi oksidasi dimana menyebabkan pemucatan
(discoluration) pada buah dalam waktu proses pemasakan
(bruising).
Trombin :
Daya kerjanya mengubah fibrinogen dalam darah menjadi fibrin
yang tidak larut pada proses penggumpalan darah.
Zymase :
Daya kerjanya memecah monosakarida misalnya
glukosa/fruktosa menjadi alkohol + CO2.

PENGGOLONGAN ENZIM BERDASARKAN KEGUNAANNYA DI


BIDANG FARMASI
1.

ENZIM PENCERNAAN

PANCREATINUM
Merupakan campuran enzim2 : amylase, protease, lipase, yang
didapat dari pankreas segar lembu.
Hewan asal :
- Bos taurus, Suku : Bividae
- Sus scrofa var, domesticus, Suku : Suidae
Cara memperolehnya :
Pankreas segar dibersihkan, dicacah halus, lalu dicampur dengan air
dingin dan diaduk2; kemudian disaring dengan kain dan agak
ditekan. Campur filtrat dengan alkohol akan terjadi endapan,
endapan2 ini kemudian dikumpulkan dan dikeringkan, dibuat
serbuk dan disimpan ditempat tertutup, pada suhu tak boleh lebih
dari 30 derajat C.
Guna : Untuk membantu pencernaan pada penderita chronic
pancreatitis.
Nama dagang : Enzim, Panteric, Viokase.

PEPSINUM
enzim proteolitis yang didapat dari lapisan glandula perut babi/sapi yang masih
segar.
Hewan asal :
Bos taurus, Suku : Bovidae.
Sus scrofa var.domesticus, Suku : Suidae
Cara memperolehnya :
Lapisan membran mukosa dari perut dicuci bersih, dipotong2 halus kemudian
dicampur dengan larutan HCL 0,2% sampai membrannya larut; larutan
dinetralan dengan basa lalu disaring.
Filtrat diuapkan dengan vacum (suhu rendah), sampai diperoleh cairan yang
kekentalannya seperti sirup cairan ini diratakan pada pelat2 gelas dikeringkan
pada suhu < 40oC
pepsin kering.
Daya kerja enzim ini akan rusak oleh pengaruh alkali atau pada > 70 oC. Dalam
keadaan kering pada suhu 100oC belum mengalami kerusakan.
Guna : Untuk membantu pencernaan dalam lambung. Ini merupakan enzim
proteolitis yang diberikan sesudah makan dan biasanya diikuti pemberian HCL
(dalam bentuk sirup)
Pengobatan bersamaan dgn antasida/simetidin & zat yg dapt
meningkatkan pH lambung akan menurunkan kerja pepsin

PAPAIN :
Tanaman asal :
Carica papaja, Suku : Caricaceae
Simplisia :
Getah murni dan kering dari buah muda.
Cara memperolehnya :
Buah2 yang masih muda dilukai, getah yang keluar ditampung (wadah
porselin), dibiarkan menguap sehingga didapat granula2 crude papain (papain
kasar). Pemurnian dilakukan dengan melarutkanya dalam air dan diendapkan
dengan alkohol, lalu endapan dikeringkan. Penggoresan/pembuat luka dilakukan
selama 1 minggu atau selama getah masih keluar.
Getah pepaya mengandung 5% papain, enzim ini dapat bekerja dalam
suasana asam, netral maupun basa. Dapat mencernakan daging 35x beratnya.
Papain terdiri dari enzim2 :
proteolitis yang mirip dengan peptidase, daya kerjanya mengubah
protein menjadi dipeptida + polipeptida.
Enzim semacam renin, ini merupakan enzim penggumpalan
Enzim amilolitis
Enzim pengendapan yang mirip pectase.
Lipase enzim yang mampu menghidrolisa lemak.
Guna : Membantu pencernaan makanan. Membantu pengobatan
peradangan/inflamasi.
Nama dalam perdagangan : CAROID, PAPASE

FICIN :
Tanaman asal :
Ficus lauriifolia dan Ficus glabrata
Suku : Moraceae.
Cara memperoleh:
Getah yang keluar dengan membuat goresan2 pada batang,
ditampung, disaring dan dikeringkan.
Serbuk yang didapat ini kalau kena kulit akan menyebabkan iritasi
pada kulit sampai peradangan, juga larutannya yang pekat.
Kegunaan :
Obat cacing : Ficin dapat menghancurkan cacing secara invivo
maupun invitro
Industri makanan : sebagai pelunak daging
Daya kerja Ficin akan rusak/inaktif pada suhu 60oC

BROMELIN (Bromelain, Ananase)


Enzim proteolitis yang terdapat dalam cairan buah nanas
yang belum/telah masak, juga pada batangnya.
Tanaman asal :
Ananas sativus atau A. comosus
Suku : Bromeliaceae
Guna :
untuk pengobatan inflamasi pada jaringan lunak dan oedema
yang ada hubungannya dengan trauma dan luka
pembedahan.
Untuk pembuatan protein hidrolisa, pelunak daging, industri
kulit.

MALTUM (Malt, Barley malt)


Tanaman asal :
Hordeum sartivum/vulgare
Suku : Poaceae
Cara memperolehnya :
Biji direndam dalam air (48-72 jam) kemudian ditebarkan dilantai kamar dengan
suhu 50-60 oF. Setelah mulai berkecambah, dikeringkan pelan2 (suhu rendah)
Selama proses perkecambahan, lapisan epitheel pada scutellum menghasilkan
ferment2 antara lain : diastase yang dapat mengubah amilum menjadi maltosa
dan dekstrin, enzim proteasa yang dapat mengubah protein menjadi pepton +
asam amino.
Dalam perdagangan dikenal 2 macam maltum menurut warnanya, ini disebabkan
dari suhu dan lamanya pengeringan yaitu :
Amber malt yang biasanya digunakan dalam bidang farmasi.
Black malt biasanya digunakan dalam industri minuman keras.
Sediaan galenis :
Malt Extract (Extractum Malti): diperoleh dengan cara membuat infusa dari
maltum pada suhu < 60C (dengan cara pengurangan tekanan). Extrak dicampur
gliserin 10x dari beratnya. (mengandung : dekstrin, maltosa, enzim proteolitis,
glukosa). Ekstrak ini mampu mengubah amilum 5x beratnya menjadi gula yang
larut dalam air.
Guna : Sebagai makanan yang mudah dicerna.
Membantu mencernakan amilum dengan dosis 15 gram.

DIASTASE
Zat berwarna putih kekuningan yang didapat dari infusa maltum.
Dapat mengubah amilum 50x beratnya menjadi maltosa.
TAKA DIASTASE
Didapat dari jamur Aspergillus oryzae yang ditumbuhkan pada sekam
steril.
LACTASE :
Enzim penguraian lactosa yang didapat dari jamur Saccharomyces
lactis.
Dapat menguraikan laktosa menjadi galaktosa + glukosa.
Guna : Untuk penderita yang tidak dapat menguraikan laktosa.
Nama dagang : Lact Aid.

2. ENZIM DEBRIDEMENT (UNTUK MEMBERSIHKAN EKSUDAT


JARINGAN)
TRIPSIN :
Diperoleh dari ekstrak pankreas lembu (Bos taurus), suku Bovidae.
Dalam keadaan kering stabil tetapi dalam larutan akan cepat rusak;
bekerja paling baik dalam suasana basa ( pH 9).
Daya kerjanya menguraikan proteosa + pepton menjadi polipeptida +
asam amino.
Guna :
pembersih luka (topical atau suntikan lokal)
Sering dikombinasikan dengan antibiotika, sebagai contoh TRYPTAR
OINTMENT (tripsin, basitrasin, polimiksin)

STREPTOKINASE STREPTODORNASE
Campuran enzim yang dihasilkan oleh mikroba Streptococcus
haemoliticus.
Biasanya sebagai sediaan steril untuk injeksi dengan buffer
phosphate (pH 7,5).
Daya kerja:
Streptokinase
menghancurkan fibrin,
Streptodornase merusak desoxynucleic acid & desoxy
ribonucleoprotein,(keduanya merupakan komponen pokok dari
gumpalan2 darah dan eksudat2).
Guna :
pengobatan tromboemboli,
membersihkan luka/menghancurkan eksudat2/ jaringan nekrotik
pasca operasi, dari abses atau sinus
Kontra indikasi : tidak boleh digunakan pada penderita haemorrhage
karena mengganggu penggumpalan darah, (penderita T.B.C.)
Dosis : injeksi 20.000/5000 units.
Tablet 10.000/2500 units.

FIBRINOLYSIN
Protease yang diperoleh dari serum bovin, sama
dengan streptokinase
Guna :
utk ,menghancurkan fibrin bersama dengan desoksi
ribonuklease (Elase).
Diberikan intravagina/topical, hampirsama dengan
streptokinase.

III. ENZIM YG BERHUBUNGAN DGN PEMBEKUAN DARAH


HEPARIN (Sodium Heparin)
Merupakan campuran mukopolisakarida (BM 5.000-50.000)
Diperoleh dari :
Mukosa intestinal/jaringan lain hewan (terutama hewan yang
dimakan manusia)
Kegunaan : antikoagulan
Antikoagulan lainnya : streptokinase, urokinase

PROTAMINA SULFAT
Campuran murni protein sederhana yang diperoleh dari sperma
atau testis ikan Oncorhynchus salmo dan Trutta (Salmonidae)
Guna : untuk netralisasi efek heparin
(1 mg Protamin sulfat dpt menetralkan 100 mg heparin)

ENZIM LAINNYA
1. HYALURONIDASE :
Enzim yang didapat dari testis mamalia , beberapa bakteri tertentu, dalam
kepala lintah dan bisa ular. Mampu menghidrolisa mukopolisakarida dari
tipe asam hialuronat. Biasanya berupa sediaan steril, kering dan mudah
larut.
Guna : Sebagai spreading/diffusing agent sediaan injeksi.
Nama dagang : Alidase, Hysyme, dan Wydase.

2. PENICILLINASE :
Enzim ini terdapat pada beberapa bakteri antara lain Staphylococcus
aureus, Bacillus cereus, Bacillus anthracis, Eschericia coli dll.
Daya kerjanya menguraikan penisilina menjadi asam penisiloat
(penicilloic acid) yang tidak aktif.
Guna : untuk melawan reaksi2 alergi dari penisilin.
Dosis : Usual dose 800.000 unit secara intramuskuler (i.m.).
Nama dagang : NEUTRAPEN.