Anda di halaman 1dari 6
           
     
   

2 PERANCANGAN TAPAK

 

Lokasi proyek ini terletak pada kawasan perumahan jalan Putat Indah

Timur, kelurahan Putat Gede berdasarkan pada arahan Master Plan Surabaya 2000

dan Rencana Tata Ruang Kota Unit Pengembangan Wonoaari. Batasfisik tapak :

- Sebelah Utara

- Sebelah Timur

: Kantor MakodiAU

: Gedung 4 lantai (bangunan kosong)

- Sebelah Selatan: Lahan kosong

- Sebelah Barat

: Perumahan Putat Indah

Lahan yang dipakai merupakan lahan yang berkontur landai dengan jarak antar

kontur 0,5 m sehingga ketinggian kontur secara keseluruhan landai. Data tapak

antaralain:

- Lereng 2 - 15 % (tanah miring)

- Kedalaman air tanah > 90 cm

- Tidak pernah tergenang karena tapak berkontur dengan arah aliran drainase

menuju ke arah Utara

- Tidak ada erosi karena daya penyerapan tanah yang tinggi.

Data lokasi:

- KDB: 60%

- KLB : 200 %

- GSB: 7 m

i

6

 

Analisa terhadap tapak terpilih juga didasarkan pada rencana perkembangan

kota Surabaya dengan pertimbangan lainnya:

- Lahan yang dipakai merupakan lahan kosang yang siap dipakai, sehingga jauh

lebih menguntungkan karena tidak lagi memerlukan biaya-biaya pembebasan

tanah, pembongkaran atau pembersihan sisabangunan.

- Adanya bangunan fasilitas umum disebelah dari lahan, sehingga memiliki saiu

lingkup area fasilitas umum untuk daerah tersebut.

- Lingkungan di sekitar proyek yang cukup mendukung keberadaan proyek ini.

2.1 Pengaruh lingkungan sekitar terhadap tapak dan pengarnh banganan

yang dirancang terhadap lingkungan

Dalam bab ini akan dibahas tentang pengaruh tapak sebelum perancangan

terhadap lingkungan disekitamya, yaitu keberadaan tapak bagi lingkungan dan

juga pengaruh urban dari tapak terhadap daerah itu. Selain itu juga mengulas

tentang pengaruh dari lingkungan di sekelilingnyabagi perancangan tapak.

2.1.1 Pengaruh lingkungan terhadap tapak

Proyek

ini

berada

pada

lingkungan

perumahan

sehingga

banyak

mempengaruhi dalam perencanaan tapak dan bangunan.

- Tipe bangunan yang ada di sekitarnya merupakan tipe bangunan perumahan

dengan pemakaian atap perisai dan pelana Selain itu kawasan ini merupakan

kawasan perumahan dan militer yang memiliki bangunan bercorak modern.

- Kawasan perumahan merupakan kawasan yang private sehingga penataan pola

tapak cenderung berorientasi ke dalam.

 

7

-

Penataan pola tapak disesuaikan dengan lingkungan yang ada yaitu dengan

penataan secara kompleks dan menyebar sehingga keberadaan proyek ini tidak

merusak tatanan lingkungan yang telah ada

- Jalur hijau padajalan Putat Indah Tengah dengan jalur pedestrian yang cukup

memadai dapat menjadi interaksi sosial pejalan kaki menuju ke lokasi.

2.1.2 Pengaruh tapak terhadap lingkungan

Keberadaan

tapak ini

dan

perencanaannya

akan

memberikan

terhadap lingkungan sekitaraya antara lain :

pengaruh

-

Keberadaan proyek ini

dapat menjadi nodes, dalam bentuk aktivitas yang

terjadi, bagi kawasan perumahan ini.

-

Beberapa sarana dan fasilitas dari proyek dapat menjadi penunjang keberadaan

fasilitas bagi kawasan ini, antara lain sarana olah raga dan ruang serbaguna

-

Adanya proyek ini akan meramaikan sirkulasi kendaraan di daerah tersebut,

maka dibuat penyelesaian dengan pelebaran jalan agar tidak terjadi kepadatan

dan penyelesaian jalan dengan elemen urban yang ditata.

-

Keberadaan tapak akan menunjang bagi pusat distrik dari daerah tersebut

sebagai area fasilitas umum yang menjadi penunjang dan sarana bagi daerah

tersebut

2.2 Pencapaian tapak

Tapak dapat dicapai melalui dua jalur pencapaian, pertama melalui jalan Putat

Indah Timur setelah kantor Makodiau dan melalui jalan Putat Indah Tengah.

Walaupun lokasi tapak terdapat pada daerah perumahan namun dekat dengan jalur

8

 

Tol Surabaya - Malang dan jalan Mayjen Sungkono, sehingga pencapaian dapat

dengan kendaraan umum.

Untuk pencapaian ke dalam tapak terdapat satu entrance utama pada jalan

Putat Indah Timur. Pemusatan entrance ini dimaksudkan untuk mempermudah

pencapaian dan mencegah terjadinya keruwetan siriculasi pada jalan di luar tapak.

Selain

itu untuk jalur

pintu

keluar

bersebelahan dengan arah pintu masuk.

dipusatkan pula pada satu

area

yang

Pengadaan side entrance hanya dikhususkan untuk area penginapan dan area

service dengan pertimbangan:

- Area service membutuhkan jalur siriculasi yang terpisah dari jalur utama

- Untuk

area

penginapan

diperlukan jalur

siriculasi

tersendiri

agar

tidak

menggangu dan terganggu oleh aktivitas yang lain.

2.3 Sirkulasi dalam tapak

Siriculasi dalam tapak dicapai melalui satu pintu masuk utama untuk siriculasi

kendaraan bermotor dan pejalan kaki, yang kemudian sistem parkir dibagi dalam

dua zoning tersendiri antara parkir mobil dan sepeda motor. Selain itu terdapat

pula side entrance yang berfungsi

penginapan.

sebagai jalur siriculasi untuk service dan

Siriculasi dalam bangunan kompleks merupakan siriculasi jalan pedestrian

dengan menggunakan sistem pedestrian dan plaza. Berbagai sistem siriculasi yang

ada dalam tapak antara lain :

- Siriculasi parkir dalam tapak dengan sistem terpusat untuk parkir mobil,

sedangkan untuk parkir sepeda motor dengan sistem dipecah per bagian, yaitu

 

9

pada area gedung olali raga dan area ruang serba guna

Jalur sirkulasi

kendaraan dalarn tapak denganjalur searah menuju ke pintu keluar.

- Sistem sirkulasi untuk jalur service dan penginapan dapat dicapai dengan

kendaraan bermotor dengan area parkir yang terpisah antara service dan

penginapan.

- Sistem sirkulasi dengan pedestrian dalam bangunan merupakan sistem sirkulasi

radial bertingkat dengan pusat orientasi pada hall utama dan teater terbuka

Pengunjung masuk melalui entrance utama yang kemudian terpecah ke bagian-

bagian yang dituju. Pada area plaza dan teater terbuka merupakan penyatu dari

bangunan dan sirkulasi dari pejalan kaki. Selain itu terdapat pula side entrance

padajalur pejalan kaki dari area parkir sepeda motor menuju ke plaza sebagai

area terbuka

2.4 Lansekap

Pada tapak terdapat kontur yang landai dengan jarak antar kontur 0,5 m.

Kemiringan kontur makin kedalam site kontur makin rendah, dengan jumlah

sepuluh garis kontur. Jadi pada dasarnya tapak ini terlihat landai dan keberadaan

kontur tidak berpengaruh banyak terhadap penataan bangunan dan lansekap.

Penataan ruang luar dalam bangunan kompleks merupakan pengikat antar

bangunan.

Ruang

luar

menjadi

area

semi

publik

yang

memiliki

aktivitas

tersendiri. Teater terbuka merupakan pengikat antara bangunan utama dengan

bangunan olah raga

Penataan ruang luar pada proyek ini merupakan penataan plaza dan teater.

Sedangkan penataan ruang

luar berupa taman

lebih

cenderung

merupakan

10

 

bentukan taman yang telah ada dari bentuk kontur tapak. Penanibahan pohon-

pohon pelindung dan peneduh, terutama pada area depan tapak yaitu pada area

parkir, yang berupa pohon-pohon pelindung berfungsi sebagai pelindung terhadap

panas matahari dan juga menjadi elemen pengarah pada jalan masuk ke tapak.

Selain itu untuk barrier antara tapak dan area luar ditanam pagar pendek dari

tamanan perdu seperti tanaman penitian pada sekeliling batasan dari tapak.

,i • . • : • «" • ' • • , " ' •
,i
.
:
«"
'
,
"
'
'
'
.
I
.
.
'

.•

.

<~

••:

 

'

'

'

'

.

,

.

 

,!

'

 

.

.

•.

,

•.;••

.

r.

|

•.

'

i

,