Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
DPD atau Dewan Perwakilan Daerah adalah lembaga tinggi negara dalam
sistem ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari
setiap provinsi yang dipilih melalui Pemilihan Umum. Fungsi-fungsi DPD antara
lain, pengajuan usul dan ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan
yang

berkaitan

dengan

bidang

legislasi

tertentu

serta

pengawasan

atas

pelaksanaan Undang-Undang tertentu. Anggota DPD dari setiap provinsi adalah 4


orang, begitu juga untuk Provinsi Sumatera Selatan.
Untuk memudahkan penyerapan aspirasi daerah oleh anggota DPD RI dan
mengembangkan artikulasi politik daerah bersama pemerintah daerah serta dapat
membangun kesepahaman antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah, maka
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membangun kali pertama Kantor
DPD RI di Indonesia. Lokasi Kantor DPD RI ini berada di samping Kantor
Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama Sumsel.
Gedung Kantor DPD RI Provinsi Sumatera Selatan dibangun dengan 4
lantai termasuk atap. Bangunan ini terletak di kawasan jakabaring yang notabene
daerah rawa, oleh karena itu dilakukan pekerjaan penimbunan terlebih dahulu.
Pekerjaan stuktur awal yang di lakukan adalah pekerjaan struktur bawah atau
pekerjaan pondasi. Struktur tanah sangat berpengaruh untuk penentuan jenis pondasi.
Kondisi tanah dasar mempunyai karakteristik yang bervariasi. Jenis tanah dengan
karakter fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang
berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan
disesuaikan degan kondisi tanah yang ada.
Seperti halnya dalam proyek Pembangunan Gedung Kantor DPD RI
Provinsi Sumatera Selatan ini, yang mempunyai karakteristik tanah lempung dan
termasuk daerah rawa, maka dari itu dipilih pondasi tiang pancang sebagai struktur
bawah bangunan.

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi (struktur bawah) yang berfungsi
sebagai penopang beban dan penyalur beban dari struktur atas bangunan ke dasar
tanah. Pondasi tiang pancang yang digunakan adalah pondasi tiang pancang beton
pre-cast dimana titik-titik pemancangan tersebar keseluruh bangunan Gedung Kantor
DPD RI yang akan di bangun.
Dalam laporan ini akan dibahas mengenai tinjauan pelaksana dan
perhitungan pondasi tiang pancang berupa mini pile pada Pembangunan Gedung
Kantor DPD RI Provinsi Sumatera Selatan. dipilihnya bahasan ini karena penulis
ingin lebih mengetahui dan memahami daya dukug tiang pancang apakah telah
sesuai dengan tingkat keamanan yag telah ditentukan. Selain itu juga penulis dapat
membandingkan teori yang didapat di perkuliahan dengan realisasi di lapangan.

1.2 Rumusan Masalah


Permasalahan yang dibahas dalam laporan kerja praktek ini adalah
bagaimana prosedur pelaksanaan pekerjaan pemancangan berdasarkan pelaksanaan
di lapangan dan bagaimana analisis perhitungan daya dukung tiang pancang yang
berupa minipile dengan metode statis.
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan
Maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan memahami pelaksanaan pembangunan suatu proyek,
khususnya pada pekerjaan pelaksanaan pondasi tiang pancang berupa mini pile
pada proyek pembangunan Gedung Kantor DPD RI di Palembang.
2. Mempelajari serta melakukan analisa perhitungan mengenai daya dukung dari
tiang pancang berupa minipile dengan metode statis empiris.
1.4 Metode Pangumpulan Data
Pengumpulan data dalam penulisan laporan kerja praktek ini dilakukan
dengan 2 (dua) cara, yaitu :
1. Data Primer
a. Melakukan tinjauan secara rutin dan langsung pada proyek
Pembangunan Gedung Kantor DPD RI di Palembang.

b. Melakukan wawancara dan konsultasi pada pihak pengawas lapangan


dari kontraktor, konsultan perencana dan konsultan pengawas.
2. Data Sekunder
a. Data-data yang diambil dari rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan.
b. Mempelajari literatur yang berkaitan dengan masalah yang akan
dibahas baik itu dari buku-buku referensi, jurnal maupun situs
internet.
c. Data parameter tanah.
1.5 Ruang Lingkup Peninjauan
Secara umum, pekerjaan pembangunan Gedung Kantor DPD RI Provinsi
Sumatera Selatan ini hanya diberikan waktu yang sangat terbatas, Pelaksanaan
Proyek Pembangunan Gedung Kantor DPD RI Provinsi Sumatera Selatan ini
berlangsung selama

195 hari kalender yaitu dari 9 Juni sampai dengan 24

Desember 2013. Permasalahan yang akan dibahas dibatasi hanya mengenai


pekerjaan pondasi tiang pancang berupa mini pile yaitu berupa teknis pelaksanaan
pekerjaan pondasi tiang pancang berupa mini pile.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang dipergunakan untuk mempermudah dalam
penyusunan laporan kerja praktek ini adalah :
Bab I.

PENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang proyek Gedung Kantor DPD

RI Provinsi Sumatera Selatan disertai maksud dan tujuan, metode pengumpulan data,
ruang lingkup penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II. DATA TEKNIS PROYEK
Pada bab ini dibahas tentang uraian umum data proyek, pihak-pihak yang
terlibat dalam proyek, struktur organisasi proyek, serta jadwal pelaksanaan
pekerjaan.
Bab III. DASAR TEORI

Pada bab ini membahas tentang pondasi tiang pancang berupa mini pile,
jenis-jenis pondasi tiang pancang, kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal dan
kapasitas daya dukung tiang pancang kelompok, serta perhitungannya.

Bab IV. TINJAUAN PELAKSANAAN


Berisi pembahasan mengenai teknik pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang
pancang berupa mini pile di lapangan selama masa Kerja Praktek.
Bab V. TINJAUAN PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan mengenai perhitungan daya dukung tiang pancang berupa
minipile dengan metode statis dan dinamis.
Bab VI. PENUTUP
Pada bab ini membahas tentang kesimpulan akhir dari pelaksanaan
pekerjaan proyek yang ditinjau dan saran-saran yang disampaikan penulis.