Anda di halaman 1dari 29

Indah Widyaningsih, dr.,M.

Kes
Patologi Klinik
FK UWKS
2009

KLASIFIKASI ANEMIA :
I.

Berdasarkan proses/mekanismenya :
- Anemia krn gangguan produksi bisa
pada SIH disum.tulang produksi
semua sel drh terganggu (anemia/
lekopenia / trombositopenia =
pansitopenia) , atau krn hambatan
produksi eritropoitin dari ginjal
(anemia krn gagal ginjal kronik)

- Anemia krn destruksi eritrosit :


pada anemia hemolitik .
- Anemia krn hilangnya darah :
anemia pada perdarahan akut /
kronik .
II. Berdasarkan patofisiologinya :
- Anemia krn gangguan pada SIH
(Anemia Aplastik)

- Anemia Krn Gangguan Proliferasi

Normoblast :
bisa krn gangguan metab.DNA (pada
anemia
megaloblastik) atau karena sintesis
Epoitin
terhambat pada gagal ginjal kronik
- Anemia krn gangguan sintesis Hb atau
maturasi normoblast (anemia defisiensi
Fe ,
Nutrisi, Protein) atau krn infeksi (bakteri,
Virus, jamur,parasit) / radang .
- Anemia krn hemolisis (An.Hemolitik)
- Anemia krn perdarahan akut/kronis
5

III. Berdasarkan morfologi Eritrosit :


- Klasifikasi anemia dpt ditentukan dari

morfologi eritrosit (Ukuran dan Warna /


kepucatan), yaitu dari pengamatan
dibawah Mikroskop atau dengan kalkulasi
Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC)
- Kriteria ukuran: Normositik, mikrositik,
makrositik
- Kriteria warna: Normokromik, hipokromik

- Menentukan ukuran eritrosit :

* ukuran eri dibandingkan dg inti limfosit


kecil :
bila sama = normositik
lbh kecil = mikrositik
lbh besar = makrositik
* ditentukan dgn MCV(Mean Cell Volume)
MCV= PCV/Eri X 1000 (fL)
(1 fL=10-12L= 1m3)
Normal : dewasa= 80-100 fL
Anak<1 thn = 76- 86 fL
MCV normal = normositik
MCV < normal=mikrositik
MCV > normal=makrositik
* ukuran eri yg ber-macam2= anisositosis
7

Bandingkan ukuran eritrosit dengan inti


limfosit kecil .

Klasifikasi Anemia berdasarkan

morfologi:
I. Anemia Hipokromik-Mikrositik
II. Anemia Normokromik-Normositik
III. Anemia Makrositik

- Gambaran hapusan HipokromikMikrositik

10

Gambaran hapusan NormokromikNormositik , perhatikan


perbandingan ukuran
eritrosit dengan inti limfosit
kecil .

11

- Gambaran hapusan Makrositik , disini


tampak
oval-makrosit, ciri yang dapat
dijumpai pada
Anemia Megaloblastik

12

Anemia Hipokromik-Mikrositik
- Semua keadaan yg menurunkan sintesis

Hb memberikan gambaran hipokromikmikrositik


- Anemia Kurang Besi (AKB) adalah

penyebab tersering dari kasus-2 anemia


dan Anemia Hipokromik-Mikrositik
harus diperhatikan juga kausa2 lainnya
(DD) sebelum menegakkan diagnosis AKB

13

Kausa tersering An.Hipokromik-Mikrositik:

Anemia Kurang Besi (AKB)


Perjalanan AKB:
Cad.Fe

Normal
+
Def.Prelaten
Norm
Def.Laten
Norm

/-

SI

Morfologi

Norm-Norm
+
Norm

Norm-

Hipo-Norm
AKB
Mikro

Hipo-

14

15

16

Defisiensi Fe
Ok Asupan kurang
Absorbsi terhambat
Kebutuhan ( hamil, sakit,

keganasan pertumbuhan anak )

Status Besi Tubuh

Besi Serum (Serum Iron = SI)


Total Iron Binding Capacity (TIBC)
% Saturasi Transferrin = SI/TIBCx100%
Besi Cadangan :
- Hemosiderin endapan di sum.tulang / hati
biopsi/aspirasi tindakan invasif !
dapat dilihat dengan pengecatan prusian

blue
- Ferritin kadar dlm serum << - deteksi
dgn Immunoassay .

18

Transferrin

SI

Unsaturated Iron Binding


Capacity (UIBC)
SI + UIBC =
( TIBC )

19

Siklus Besi Dalam Tubuh :


Besi masuk bersama makanan dan akan
diserap di duodenum / bag.proximal jejunum .
Besi kemudian diikat oleh transferin dan
diangkut keseluruh jaringan terutama ke
sumsum tulang sebagai bagian dari heme /
Hb beredar dlm darah bersama eritrosit .

20

Kausa Kurang Besi :

- Intake <: diet, kebutuhan


- Absorpsi: malabsorpsi
- Hilang: perdarahan kronis
Transferrin :
- protein transport utk Fe
- 1/3 mol.mengikat Fe(=%saturasi
Transferrin normal) terukur sbg
Serum Iron (SI)
21

Gejala

Morfologi

SI - TIBC

Ferritin

Anemia

Hipo Mikro

SI TIBC

A.Peny.K Anemia
ronis

Hipo Mikro

SI TIBC
/N

N/

AKB

22

Pendekatan Diagnosis
Anemia Kurang Besi
1.

Anamnesis pola haid, kehamilan/partus,


riwayat perdarahan,
peny.kronis, diet, pekerjaan,
perjalanan, dll

2. Pem.Fisik sistematik, teliti luar s/ dalam


(organ: hati, limpa, kelenjar)

23

3. Laborat Hema (CBC,LED,HDT,Retik)


- Serum (SI,TIBC,Ferritin, Bili)
- Aspirasi Sum.Tulang
- Urine, Feces
4. Penunjang lain Radiologi (EKG, USG,
Scan)
- Endoskopi

24

Pendekatan Laboratorik
An.Kurang Besi
1. CBC buktikan Anemia
(Hb,PCV,MCV,MCH,MCHC)
2. SI

Fe2+ serum + Kromagen kompleks


berwarna
TIBC serum + ekses FeCl2 Fe yg tak
terikat Transferin diikat dg Mgkarbonat
serum jenuh besi diperiksa (=
TIBC)
25

% Saturasi Transferrin = SI/TIBC X


100%
Eritropoisis terganggu bila % Sat.Tf < 15%
3. Ferritin Serum :
KadarFerritin serum ~ cadangan Fe
Ferritin <15 ug/L Diagn. Defisiensi Fe
Ferritin bisa N/ pada AKB yaitu krn :
- Gg.fungsi hati (sel-2 hati rusak),
hemolisis, radang/infeksi/keganasan

26

4. Transferrin Serum :
sudah dpt diperiksa dgn metode
imunodifusi
Harga normal : 2-4 g/L
5. Hapusan Sumsum Tulang
(dgn pengecatan Perls atau Prussian
Blue)

27

Anemia Pada Peny.Kronis

Gejala klinis = AKB


Gambaran hematologis = AKB

(An.Hipo-Mikro, MCV, MCH, SI) ,


tapi TIBC N/ dan Ferritin N/
Patogenesis :
Fe depo // Transferrin
Jaringan / RES
Penanganan sangat berbeda !
28