Anda di halaman 1dari 50

MENTERI PERTANIAN

REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014
TENTANG
KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI
UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang

Mengingat

: a.

bahwa dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan


Nasional, pupuk sangat berperan penting dalam
peningkatan produktivitas dan produksi komoditas
pertanian;

b.

bahwa untuk meningkatkan kemampuan petani dalam


penerapan pemupukan berimbang diperlukan subsidi
pupuk;

c.

bahwa atas dasar hal tersebut di atas dan agar dalam


pelaksanaan subsidi pupuk dapat berjalan lancar dan
berhasil baik, perlu menetapkan Kebutuhan dan Harga
Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor
Pertanian Tahun Anggaran 2015;

: 1.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem


Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992
Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);

2.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang


Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999
Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821);

3.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003


tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor
47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

4.

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan


Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003
Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4297);

5.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004


tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004
Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

6.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang


Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4433), sebagaimana telah diubah
dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5073);

7.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem


Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
(Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 92, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4660);

8.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 (Lembaran


Negara Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 5015) juncto Nomor 41 Tahun 2014
tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran
Negara Tahun 2014 Nomor 38, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 5619);

9.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang


Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
(Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 149, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5068);

10. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang


Hortikultura (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 132,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5170);
11. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan
(Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 227, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5360);
12. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang
Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani (Lembaran
Negara Tahun 2013 Nomor 131, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 5433);
13. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014
Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587);
14. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2014 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
Anggaran 2015 (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor
259, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5593);
15. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang
Perkebunan (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 308,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5613);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentang
Pupuk Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun
2001 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor
4079);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang


Pembagian Urusan Antara Pemerintah, Pemerintahan
Daerah
Provinsi,
dan
Pemerintahan
Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor
82, Tambahan Berita Negara Nomor 4737);
18. Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang
Penetapan Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam
Pengawasan juncto Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun
2011;
19. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara jis
Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2013 (Lembaran
Negara Tahun 2013 Nomor 125);
20. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara,
serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I
Kementerian Negara
21. Keputusan Presiden Nomor 121/P/2014 tentang
Pembentukan dan Pengangkatan Kementerian Kabinet
Kerja Periode Tahun 2014 - 2019;
22. Peraturan
Menteri
Pertanian
Nomor
40/Permentan/OT.140/4/2007 tentang Rekomendasi
Pemupukan N, P dan K Pada Padi Sawah Spesifik Lokasi;
23. Peraturan
Menteri
Pertanian
Nomor
61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Pertanian;
24. Peraturan
Menteri
Pertanian
Nomor
43/Permentan/SR.140/8/2011 tentang Syarat dan
Tatacara Pendaftaran Pupuk An Organik (Berita Negara
Tahun 2011 Nomor 491);
25. Peraturan
Menteri
Pertanian
Nomor
70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik,
Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah;
26. Keputusan
Menteri
Pertanian
Nomor
669/Kpts/OT.160/2/2012
tentang
Pembentukan
Kelompok Kerja Perumusan Kebijakan Pupuk;
27. Keputusan
Menteri
Pertanian
Nomor
1871/Kpts/OT.160/5/2012 tentang Pembentukan Tim
Pengawas Pupuk Bersubsidi Tingkat Pusat;
28. Peraturan
Menteri
Pertanian
Nomor
82/Permentan/OT.140/8/2013
tentang
Pedoman
Pembinaan Kelompoktani dan Gabungan Kelompoktani
(Berita Negara Tahun 2013 Nomor 1055);
29. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/PMK.05/2010
tentang Tatacara Pencairan Anggaran pendapatan dan
Belanja Negara Atas Beban Bagian Anggaran Bendahara
Umum Negara Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (Berita Negara Tahun 2010 Nomor 662);
3

30. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 209/PMK.02/2013


tentang Tata Cara Penyediaan Anggaran, Penghitungan,
Pembayaran, dan Pertanggungjawaban Subsidi Pupuk
(Berita Negara Tahun 2011 Nomor 366);
31. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan
Nomor 634/MPP/Kep/9/2002 tentang Ketentuan dan
Tata Cara Pengawasan Barang dan atau Jasa yang
Beredar di Pasar;
32. Peraturan
Menteri
Perdagangan
Nomor
15/M-DAG/PER/4/2013
tentang
Pengadaan
dan
Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian;
Memperhatikan: Kesimpulan Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri
Pertanian tanggal 26 September 2014;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan

: PERATURAN MENTERI PERTANIAN TENTANG KEBUTUHAN


DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI
UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
1.

Pupuk An-organik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia,


fisika dan atau biologi, dan merupakan hasil industri atau pabrik
pembuat pupuk.

2.

Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran
hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang
telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya
dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk
meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta
memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

3.

Pupuk Bersubsidi adalah barang dalam pengawasan yang pengadaan dan


penyalurannya mendapat subsidi dari Pemerintah untuk kebutuhan
kelompoktani dan/atau petani di sektor pertanian.

4.

Pemupukan Berimbang adalah pemberian pupuk bagi tanaman sesuai


dengan status hara tanah dan kebutuhan tanaman untuk mencapai
produktivitas yang optimal dan berkelanjutan.

5.

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi adalah alokasi sejumlah Pupuk Bersubsidi


per provinsi yang dihitung berdasarkan usulan dari Gubernur atau Dinas
yang membidangi sektor pertanian di provinsi.

6.

Harga Eceran Tertinggi yang selanjutnya disebut HET adalah harga Pupuk
Bersubsidi yang dibeli oleh petani/kelompok tani di Penyalur Lini IV yang
ditetapkan oleh Menteri Pertanian.

7.

Sektor Pertanian adalah sektor yang berkaitan dengan budidaya tanaman


pangan, hortikultura, perkebunan, hijauan pakan ternak, dan budidaya
ikan dan/atau udang.

8.

Petani adalah perorangan warga negara Indonesia perseorangan dan/atau


beserta keluarganya yang melakukan usaha tani di bidang tanaman
pangan, hortikultura, perkebunan dan/atau peternakan.

9.

Petambak
adalah
perorangan
warga
negara
Indonesia
mengusahakan lahan untuk budidaya ikan dan/atau udang.

yang

10. Kelompoktani adalah kumpulan petani atau petambak yang dibentuk atas
dasar kesamaan kepentingan; kesamaan kondisi lingkungan sosial,
ekonomi, sumberdaya; kesamaan komoditas; dan keakraban untuk
meningkatkan dan mengembangkan usaha anggotanya.
11. Pelaksana Subsidi Pupuk adalah Badan Usaha Milik Negara yang
ditugaskan sebagai pelaksana penugasan untuk subsidi pupuk.
12. Penyalur di Lini III adalah Distributor sesuai ketentuan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk
Sektor Pertanian yang berlaku.
13. Penyalur di Lini IV adalah Pengecer Resmi sesuai ketentuan Peraturan
Menteri Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk
Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian yang berlaku.
14. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani Pupuk Bersubsidi selanjutnya
disebut RDKK adalah rencana kebutuhan pupuk bersubsidi untuk satu
tahun yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompoktani
yang merupakan alat pesanan pupuk bersubsidi kepada gabungan
kelompoktani atau penyalur sarana produksi pertanian.
15. Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) adalah wadah koordinasi
instansi terkait dalam pengawasan pupuk dan pestisida yang dibentuk
oleh Gubernur untuk provinsi dan oleh Bupati/Walikota untuk
kabupaten/kota.
16. Direktur Jenderal adalah pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian
Pertanian yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang pupuk sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
17. Dinas adalah instansi yang membidangi pertanian tanaman pangan di
provinsi atau kabupaten/kota.
5

BAB II
JENIS PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 2
(1)

Pupuk Bersubsidi terdiri atas Pupuk An-organik dan Pupuk Organik


yang diproduksi dan/atau diadakan oleh Pelaksana Subsidi Pupuk.

(2)

Pupuk An-organik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas Urea,
SP36, ZA dan NPK.
BAB III
PERUNTUKKAN DAN KEBUTUHAN
PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 3

(1)

Pupuk Bersubsidi diperuntukan bagi Petani yang mengusahakan lahan


dengan total luasan maksimal 2 (dua) hektar atau Petambak dengan
luasan maksimal 1 (satu) hektar setiap musim tanam per keluarga.

(2)

Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) tidak
diperuntukkan bagi perusahaan tanaman pangan, hortikultura,
perkebunan, peternakan atau perusahaan perikanan budidaya.
Pasal 4

(1)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi dihitung sesuai dengan anjuran


Pemupukan Berimbang spesifik lokasi dengan mempertimbangkan usulan
kebutuhan yang diajukan oleh Kepala Dinas Provinsi kepada Direktur
Jenderal.

(2)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirinci


menurut jenis, jumlah, sub sektor, provinsi, dan sebaran bulanan
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, Lampiran II, dan Lampiran III
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini.
Pasal 5

(1)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4,


dirinci lebih lanjut menurut kabupaten/kota, jenis, jumlah, sub sektor,
dan sebaran bulanan yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur.

(2)

Peraturan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lambat


ditetapkan pada pertengahan bulan Desember 2014.
Pasal 6

(1)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5


dirinci lebih lanjut menurut kecamatan, jenis, jumlah, sub sektor, dan
sebaran bulanan yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati/Walikota.
6

(2)

Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


mempertimbangkan rekap RDKK yang disusun oleh Kepala Dinas
Kabupaten/Kota dan diketahui Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan
Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten/Kota setempat.

(3)

Peraturan Bupati/Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling


lambat ditetapkan pada akhir bulan Desember 2014.
Pasal 7

Untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 5, Gubernur dan Bupati/Walikota dapat
melakukan penyesuaian berdasarkan lokasi, jenis, jumlah dan waktu
kebutuhan pupuk yang menjadi prioritas di wilayah masing-masing.
Pasal 8
Dinas
Kabupaten/Kota
bersama
kelembagaan
penyuluhan
tingkat
Kabupaten/Kota wajib melaksanakan pembinaan kepada Petani, Petambak
dan/atau Kelompoktani dalam penyusunan RDKK sesuai luas areal usahatani
dan/atau kemampuan penyerapan Pupuk Besubsidi di tingkat Petani,
Petambak dan/atau Kelompoktani di wilayahnya.
BAB IV
REALOKASI PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 9
(1)

Dalam hal Kebutuhan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 4, 5 dan 6 terjadi kekurangan dapat dipenuhi melalui realokasi
antar wilayah, waktu dan sub sektor, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Realokasi antar provinsi lebih lanjut ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
b. Realokasi antar kabupaten/kota dalam wilayah provinsi lebih lanjut
ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi.
c. Realokasi antar kecamatan dalam wilayah kabupaten/kota lebih lanjut
ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota.

(2)

Provinsi yang mengalami perubahan alokasi pupuk bersubsidi sebagai


akibat dilakukannya realokasi antar provinsi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) butir a, wajib menindaklanjuti dengan melakukan realokasi
antar kabupaten/kota yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur atau
realokasi antar kabupaten/kota yang ditetapkan oleh Kepala Dinas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) butir b.

(3)

Kabupaten/Kota yang mengalami perubahan alokasi pupuk bersubsidi


sebagai
akibat
dilakukannya
realokasi
antar
kabupaten/kota
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) butir b atau realokasi antar
kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2), wajib
menindaklanjuti dengan melakukan realokasi antar kecamatan yang
ditetapkan melalui Peraturan Bupati/Walikota atau realokasi antar
kecamatan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) butir c.
7

(4)

Apabila alokasi Pupuk Bersubsidi di suatu kabupaten/kota dan


kecamatan pada bulan berjalan tidak mencukupi, penyaluran Pupuk
Bersubsidi di wilayahnya dapat dilakukan dengan menggunakan sisa
alokasi bulan sebelumnya dan/atau dari alokasi bulan berikutnya dengan
tidak melampaui alokasi 1 (satu) tahun, melalui realokasi sebagaimana
dimaksud dimaksud pada ayat (3) dan (4).
BAB V
PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 10

(1)

Pelaksanaan pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi sampai


ke Petani/Petambak dan/atau Kelompoktani melalui Penyalur di Lini IV
dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan
tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor
Pertanian yang berlaku.

(2)

Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian oleh Penyalur


di Lini IV ke Petani/Petambak dan/atau Kelompoktani diatur sebagai
berikut:
a. Penyaluran Pupuk Bersubsidi oleh Penyalur di Lini IV ke
Petani/Petambak dan/atau Kelompoktani dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan tentang
Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor
Pertanian yang berlaku dan dibuktikan dengan catatan dan/atau
nota pembelian kepada Petani/Petambak dan/atau Kelompoktani.
b. Penyaluran Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada huruf a
memperhatikan kebutuhan Petani/Petambak dan/atau Kelompoktani
dan alokasi di masing-masing wilayah.

(3)

Untuk kelancaran penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lini IV ke


Petani/Petambak dan/atau Kelompoktani sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan
kelembagaan penyuluhan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota guna
melakukan pendataan RDKK di wilayahnya, sebagai dasar pertimbangan
dalam pengalokasian Pupuk Bersubsidi sesuai alokasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 dan 6.

(4)

Optimalisasi pemanfaatan Pupuk Bersubsidi di tingkat Petani, Petambak


dan/atau Kelompoktani dilakukan melalui pendampingan penerapan
Pemupukan Berimbang spesifik lokasi oleh Penyuluh.

(5)

Pengawasan penyaluran Pupuk Bersubsidi di Lini IV ke Petani/Petambak


dan/atau Kelompoktani dilakukan oleh petugas pengawas yang ditunjuk
sebagai satu kesatuan dari KPPP di kabupaten/kota.

(6)

Dinas yang memperoleh alokasi dana Dekonsentrasi dan Tugas


Pembantuan Kegiatan Pendampingan Verifikasi dan Validasi Penyaluran
Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2015, melaporkan hasil verifikasi dan
validasi penyaluran pupuk bersubsidi setiap bulannya kepada Direktur
Jenderal.

(7)

Hasil verifikasi dan validasi penyaluran pupuk bersubsidi sebagaimana


dimaksud pada ayat (6) dilengkapi dengan Surat Pernyataan Tanggung
Jawab Mutlak oleh Kepala Dinas.

(8)

Pelaksanaan verifikasi dan validasi penyaluran pupuk bersubsidi


sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilakukan sesuai Petunjuk
Pelaksanaan Verifikasi dan Validasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun
2015 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
Pasal 11

(1)

(2)

Pelaksana Subsidi Pupuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Penyalur


di Lini III dan Penyalur di lini IV wajib menjamin ketersediaan Pupuk
Bersubsidi saat dibutuhkan Petani, Petambak dan/atau Kelompoktani di
wilayah tanggung jawabnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk menjamin ketersediaan Pupuk sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) Pelaksana Subsidi Pupuk berkoordinasi dengan Dinas Provinsi dan
Kabupaten/Kota untuk penyerapan Pupuk Bersubsidi sesuai ketentuan
yang berlaku.
BAB VI
HET DAN KEMASAN PUPUK BERSUBSIDI
Pasal 12

(1)

Penyalur di Lini IV yang ditunjuk wajib menjual Pupuk Bersubsidi sesuai


Harga Eceran Tertinggi (HET).

(2)

HET Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan


sebagai berikut:

(3)

- Pupuk Urea

= Rp. 1.800; per kg;

- Pupuk SP-36

= Rp. 2.000; per kg;

- Pupuk ZA

= Rp. 1.400; per kg;

- Pupuk NPK

= Rp. 2.300; per kg;

- Pupuk Organik

= Rp.

500; per kg;

HET Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku


untuk pembelian oleh Petani, Petambak dan/atau Kelompoktani di Lini IV
secara tunai dalam kemasan sebagai berikut :
- Pupuk Urea

= 50 kg;

- Pupuk SP-36

= 50 kg;

- Pupuk ZA

= 50 kg;

- Pupuk NPK

= 50 kg;

- Pupuk Organik

= 40 kg;

Pasal 13
(1)

Kemasan Pupuk Bersubsidi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12


ayat (3) harus diberi label tambahan berwarna merah, mudah dibaca dan
tidak mudah hilang/terhapus yang bertuliskan:
Pupuk Bersubsidi Pemerintah
Barang Dalam Pengawasan

(2)

Khusus penyediaan dan penyaluran Pupuk Urea bersubsidi berwarna


merah muda (pink) dan Pupuk ZA bersubsidi berwarna jingga (orange).
BAB VII
PENGAWASAN DAN PELAPORAN
Pasal 14

(1)

Pelaksana Subsidi Pupuk wajib melakukan pemantauan dan


pengawasan terhadap pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi dari
Lini I sampai Lini IV sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Untuk Sektor Pertanian yang berlaku serta melakukan pengawalan
terhadap penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Lini IV ke Petani/Petambak
dan/atau Kelompoktani.

(2)

Pelaksana Subsidi Pupuk wajib melaporkan perkembangan realisasi


penyaluran Pupuk Bersubsidi sampai ke Petani/Petambak dan/atau
Kelompoktani setiap bulannya kepada Menteri Pertanian melalui
Direktur Jenderal.
Pasal 16

(1)

KPPP provinsi dan kabupaten/kota wajib melakukan pemantauan dan


pengawasan terhadap penyaluran, penggunaan dan harga Pupuk
Bersubsidi di wilayahnya.

(2)

KPPP kabupaten/kota dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh


Penyuluh.
Pasal 17

(1)

KPPP kabupaten/kota wajib menyampaikan laporan pemantauan dan


pengawasan
Pupuk
Bersubsidi
di
wilayah
kerjanya
kepada
Bupati/Walikota.

(2)

Bupati/Walikota menyampaikan laporan hasil


pengawasan Pupuk Bersubsidi kepada Gubernur.

(3)

KPPP provinsi wajib menyampaikan laporan hasil pemantauan dan


pengawasan Pupuk Bersubsidi kepada Gubernur.

(4)

Gubernur menyampaikan laporan hasil pemantauan dan pengawasan


Pupuk Bersubsidi kepada Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.

pemantauan

dan

10

Lampiran 3.1. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014

0,04

0,52
71.000
21.908
31

OKT
5.402
12.477
5.326
1.978
2.815
1.674
12.302
1.369
19.020
8
23
4.717
44.369
3.043
63.145
80.070
3.424
2.701
1.369
3.109
1.598
152
1.445
1.369
2.282
2.039
18.898
2.054
11.031
1.826
266
479
51
91
311.922

49.092
(Ton)
DES
9.178
21.199
9.048
3.361
4.783
2.844
20.902
2.327
32.315
13
39
8.014
75.386
5.170
107.287
136.043
5.817
4.589
2.327
5.283
2.715
259
2.456
2.327
3.878
3.464
32.109
3.490
18.743
3.102
452
814
87
155
529.974

0,30

0,41

KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

PROPINSI
ACEH
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
KALIMANTAN UTARA
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

25837
6.000.000
SETAHUN
71.000
164.000
70.000
26.000
37.000
22.000
161.700
18.000
250.000
100
300
62.000
583.200
40.000
830.000
1.052.460
45.000
35.500
18.000
40.870
21.000
2.000
19.000
18.000
30.000
26.800
248.400
27.000
145.000
24.000
3.500
6.300
670
1.200
4.100.000

100,0
JAN
6.659
15.381
6.565
2.439
3.470
2.063
15.166
1.688
23.447
9
28
5.815
54.698
3.752
77.845
98.709
4.221
3.330
1.688
3.833
1.970
188
1.782
1.688
2.814
2.514
23.297
2.532
13.599
2.251
328
591
63
113
384.535

FEB
5.257
12.143
5.183
1.925
2.740
1.629
11.973
1.333
18.511
7
22
4.591
43.182
2.962
61.456
77.927
3.332
2.629
1.333
3.026
1.555
148
1.407
1.333
2.221
1.984
18.392
1.999
10.736
1.777
259
466
50
89
303.577

MAR
6.216
14.359
6.129
2.276
3.239
1.926
14.157
1.576
21.888
9
26
5.428
51.061
3.502
72.669
92.146
3.940
3.108
1.576
3.578
1.839
175
1.664
1.576
2.627
2.346
21.748
2.364
12.695
2.101
306
552
59
105
358.967

APR
6.512
15.042
6.420
2.385
3.394
2.018
14.831
1.651
22.930
9
28
5.687
53.491
3.669
76.128
96.532
4.127
3.256
1.651
3.749
1.926
183
1.743
1.651
2.752
2.458
22.783
2.476
13.299
2.201
321
578
61
110
376.052

MEI
6.630
15.315
6.537
2.428
3.455
2.054
15.100
1.681
23.345
9
28
5.790
54.460
3.735
77.507
98.280
4.202
3.315
1.681
3.816
1.961
187
1.774
1.681
2.801
2.503
23.196
2.521
13.540
2.241
327
588
63
112
382.864

JUN
5.370
12.404
5.294
1.966
2.798
1.664
12.230
1.361
18.908
8
23
4.689
44.108
3.025
62.774
79.599
3.403
2.685
1.361
3.091
1.588
151
1.437
1.361
2.269
2.027
18.787
2.042
10.967
1.815
265
476
51
91
310.089

JUL
4.359
10.069
4.298
1.596
2.272
1.351
9.928
1.105
15.349
6
18
3.807
35.806
2.456
50.959
64.617
2.763
2.180
1.105
2.509
1.289
123
1.167
1.105
1.842
1.645
15.251
1.658
8.902
1.474
215
387
41
74
251.724

AGS
3.549
8.198
3.499
1.300
1.850
1.100
8.083
900
12.497
5
15
3.099
29.153
2.000
41.490
52.610
2.249
1.775
900
2.043
1.050
100
950
900
1.500
1.340
12.417
1.350
7.248
1.200
175
315
33
60
204.949

SEP
4.539
10.485
4.475
1.662
2.366
1.407
10.338
1.151
15.983
6
19
3.964
37.286
2.557
53.065
67.287
2.877
2.270
1.151
2.613
1.343
128
1.215
1.151
1.918
1.713
15.881
1.726
9.270
1.534
224
403
43
77
262.127

NOP
7.329
16.929
7.226
2.684
3.819
2.271
16.691
1.858
25.806
10
31
6.400
60.200
4.129
85.676
108.639
4.645
3.664
1.858
4.219
2.168
206
1.961
1.858
3.097
2.766
25.641
2.787
14.968
2.477
361
650
69
124
423.219

Lampiran 3.2. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Tanaman Pangan
No.
Propinsi
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
53.187
122.855
52.438
19.477
27.717
16.481
121.132
13.484
187.279
75
225
46.445
436.885
29.965
621.767
788.416
33.710
26.594
13.484
30.616
15.731
1.498
14.233
13.484
22.474
20.076
186.081
20.226
108.622
17.979
2.622
4.719
502
899
3.071.378

JAN
4.988
11.522
4.918
1.827
2.600
1.546
11.361
1.265
17.565
7
21
4.356
40.975
2.810
58.315
73.945
3.162
2.494
1.265
2.871
1.475
141
1.335
1.265
2.108
1.883
17.452
1.897
10.188
1.686
246
443
47
84
288.062

FEB
3.938
9.097
3.883
1.442
2.052
1.220
8.969
998
13.867
6
17
3.439
32.348
2.219
46.038
58.377
2.496
1.969
998
2.267
1.165
111
1.054
998
1.664
1.487
13.778
1.498
8.043
1.331
194
349
37
67
227.415

MAR
4.657
10.756
4.591
1.705
2.427
1.443
10.605
1.181
16.397
7
20
4.066
38.251
2.623
54.438
69.028
2.951
2.328
1.181
2.681
1.377
131
1.246
1.181
1.968
1.758
16.292
1.771
9.510
1.574
230
413
44
79
268.908

APR
4.878
11.268
4.810
1.786
2.542
1.512
11.110
1.237
17.177
7
21
4.260
40.071
2.748
57.029
72.314
3.092
2.439
1.237
2.808
1.443
137
1.305
1.237
2.061
1.841
17.067
1.855
9.963
1.649
240
433
46
82
281.707

MEI
4.967
11.472
4.897
1.819
2.588
1.539
11.312
1.259
17.488
7
21
4.337
40.797
2.798
58.062
73.623
3.148
2.483
1.259
2.859
1.469
140
1.329
1.259
2.099
1.875
17.376
1.889
10.143
1.679
245
441
47
84
286.810

JUN
4.023
9.292
3.966
1.473
2.096
1.246
9.161
1.020
14.164
6
17
3.513
33.042
2.266
47.025
59.629
2.550
2.011
1.020
2.316
1.190
113
1.076
1.020
1.700
1.518
14.074
1.530
8.215
1.360
198
357
38
68
232.293

JUL
3.265
7.543
3.220
1.196
1.702
1.012
7.437
828
11.498
5
14
2.852
26.823
1.840
38.174
48.406
2.070
1.633
828
1.880
966
92
874
828
1.380
1.233
11.425
1.242
6.669
1.104
161
290
31
55
188.571

AGS
2.659
6.141
2.621
974
1.386
824
6.055
674
9.362
4
11
2.322
21.839
1.498
31.081
39.411
1.685
1.329
674
1.530
786
75
711
674
1.123
1.004
9.302
1.011
5.430
899
131
236
25
45
153.531

SEP
3.400
7.855
3.353
1.245
1.772
1.054
7.744
862
11.973
5
14
2.969
27.932
1.916
39.752
50.406
2.155
1.700
862
1.957
1.006
96
910
862
1.437
1.284
11.897
1.293
6.945
1.149
168
302
32
57
196.364

OKT
4.046
9.347
3.989
1.482
2.109
1.254
9.216
1.026
14.248
6
17
3.533
33.238
2.280
47.303
59.982
2.565
2.023
1.026
2.329
1.197
114
1.083
1.026
1.710
1.527
14.157
1.539
8.264
1.368
199
359
38
68
233.666

NOP
5.490
12.682
5.413
2.011
2.861
1.701
12.504
1.392
19.332
8
23
4.794
45.097
3.093
64.181
81.384
3.480
2.745
1.392
3.160
1.624
155
1.469
1.392
2.320
2.072
19.208
2.088
11.212
1.856
271
487
52
93
317.041

(Ton)
DES
6.875
15.881
6.778
2.518
3.583
2.130
15.658
1.743
24.208
10
29
6.004
56.473
3.873
80.371
101.912
4.357
3.438
1.743
3.958
2.033
194
1.840
1.743
2.905
2.595
24.053
2.614
14.041
2.324
339
610
65
116
397.013

Lampiran 3.3. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
3.141
7.255
3.097
1.150
1.637
973
7.153
796
11.060
4
13
2.743
25.800
1.770
36.718
46.559
1.991
1.570
796
1.808
929
88
841
796
1.327
1.186
10.989
1.194
6.415
1.062
155
279
30
53
181.378

JAN
295
680
290
108
154
91
671
75
1.037
0,4
1,2
257
2.420
166
3.444
4.367
187
147
75
170
87
8
79
75
124
111
1.031
112
602
100
15
26
3
5
17.011

FEB
233
537
229
85
121
72
530
59
819
0,3
1
203
1.910
131
2.719
3.447
147
116
59
134
69
7
62
59
98
88
814
88
475
79
11
21
2
4
13.430

MAR
275
635
271
101
143
85
626
70
968
0,4
1,2
240
2.259
155
3.215
4.076
174
137
70
158
81
8
74
70
116
104
962
105
562
93
14
24
3
5
15.880

APR
288
665
284
105
150
89
656
73
1.014
0,4
1,2
252
2.366
162
3.368
4.270
183
144
73
166
85
8
77
73
122
109
1.008
110
588
97
14
26
3
5
16.636

MEI
293
677
289
107
153
91
668
74
1.033
0,4
1,2
256
2.409
165
3.429
4.348
186
147
74
169
87
8
78
74
124
111
1.026
112
599
99
14
26
3
5
16.937

JUN
238
549
234
87
124
74
541
60
836
0,3
1
207
1.951
134
2.777
3.521
151
119
60
137
70
7
64
60
100
90
831
90
485
80
12
21
2
4
13.718

JUL
193
445
190
71
100
60
439
49
679
0,3
0,8
168
1.584
109
2.254
2.859
122
96
49
111
57
5
52
49
81
73
675
73
394
65
10
17
2
3
11.136

AGS
157
363
155
57
82
49
358
40
553
0,2
0,7
137
1.290
88
1.835
2.327
100
79
40
90
46
4
42
40
66
59
549
60
321
53
8
14
1
3
9.067

SEP
201
464
198
74
105
62
457
51
707
0,3
0,8
175
1.649
113
2.348
2.977
127
100
51
116
59
6
54
51
85
76
703
76
410
68
10
18
2
3
11.596

OKT
239
552
236
88
125
74
544
61
841
0,3
1
209
1.963
135
2.793
3.542
151
119
61
138
71
7
64
61
101
90
836
91
488
81
12
21
2
4
13.799

NOP
324
749
320
119
169
100
738
82
1.142
0,5
1,4
283
2.663
183
3.790
4.806
205
162
82
187
96
9
87
82
137
122
1.134
123
662
110
16
29
3
5
18.723

(Ton)
DES
406
938
400
149
212
126
925
103
1.430
0,6
1,7
355
3.335
229
4.746
6.018
257
203
103
234
120
11
109
103
172
153
1.420
154
829
137
20
36
4
7
23.445

Lampiran 3.4. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
11.736
27.108
11.571
4.298
6.116
3.636
26.728
2.975
41.323
17
50
10.248
96.399
6.612
137.194
173.965
7.438
5.868
2.975
6.756
3.471
331
3.141
2.975
4.959
4.430
41.059
4.463
23.968
3.967
579
1.041
111
198
677.705

JAN
1.101
2.542
1.085
403
574
341
2.507
279
3.876
1,6
5
961
9.041
620
12.867
16.316
698
550
279
634
326
31
295
279
465
415
3.851
419
2.248
372
54
98
10
19
63.561

FEB
869
2.007
857
318
453
269
1.979
220
3.060
1,2
4
759
7.138
490
10.158
12.881
551
434
220
500
257
24
233
220
367
328
3.040
330
1.775
294
43
77
8
15
50.179

MAR
1.028
2.373
1.013
376
535
318
2.340
260
3.618
1,4
4
897
8.440
579
12.012
15.231
651
514
260
591
304
29
275
260
434
388
3.595
391
2.098
347
51
91
10
17
59.335

APR
1.076
2.486
1.061
394
561
334
2.451
273
3.790
1,5
5
940
8.842
606
12.583
15.956
682
538
273
620
318
30
288
273
455
406
3.766
409
2.198
364
53
96
10
18
62.159

MEI
1.096
2.531
1.080
401
571
340
2.496
278
3.859
1,5
5
957
9.002
617
12.811
16.245
695
548
278
631
324
31
293
278
463
414
3.834
417
2.238
370
54
97
10
19
63.285

JUN
888
2.050
875
325
463
275
2.021
225
3.125
1,3
4
775
7.291
500
10.376
13.157
563
444
225
511
263
25
238
225
375
335
3.105
338
1.813
300
44
79
8
15
51.256

JUL
721
1.664
710
264
375
223
1.641
183
2.537
1
3
629
5.919
406
8.423
10.681
457
360
183
415
213
20
193
183
304
272
2.521
274
1.472
244
36
64
7
12
41.608

AGS
587
1.355
578
215
306
182
1.336
149
2.066
0,8
2
512
4.819
331
6.858
8.696
372
293
149
338
174
17
157
149
248
221
2.052
223
1.198
198
29
52
6
10
33.877

SEP
750
1.733
740
275
391
232
1.709
190
2.642
1,1
3
655
6.163
423
8.771
11.122
476
375
190
432
222
21
201
190
317
283
2.625
285
1.532
254
37
67
7
13
43.328

OKT
893
2.062
880
327
465
277
2.033
226
3.144
1,3
4
780
7.334
503
10.438
13.235
566
446
226
514
264
25
239
226
377
337
3.124
340
1.823
302
44
79
8
15
51.559

NOP
1.211
2.798
1.194
444
631
375
2.759
307
4.266
1,7
5
1.058
9.951
682
14.162
17.957
768
606
307
697
358
34
324
307
512
457
4.238
461
2.474
409
60
107
11
20
69.956

(Ton)
DES
1.517
3.504
1.496
556
791
470
3.455
385
5.342
2,1
6
1.325
12.461
855
17.734
22.487
961
759
385
873
449
43
406
385
641
573
5.307
577
3.098
513
75
135
14
26
87.601

Lampiran 3.5. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1.330
3.072
1.311
487
693
412
3.028
337
4.682
2
6
1.161
10.923
749
15.545
19.712
843
665
337
765
393
37
356
337
562
502
4.652
506
2.716
449
66
118
13
22
76.789

JAN
125
288
123
46
65
39
284
32
439
0,2
0,5
109
1.024
70
1.458
1.849
79
62
32
72
37
4
33
32
53
47
436
47
255
42
6
11
1
2
7.202

FEB
98
227
97
36
51
31
224
25
347
0,1
0,4
86
809
55
1.151
1.460
62
49
25
57
29
3
26
25
42
37
344
37
201
33
5
9
1
2
5.686

MAR
116
269
115
43
61
36
265
30
410
0,2
0,5
102
956
66
1.361
1.726
74
58
30
67
34
3
31
30
49
44
407
44
238
39
6
10
1
2
6.723

APR
122
282
120
45
64
38
278
31
429
0,2
0,5
107
1.002
69
1.426
1.808
77
61
31
70
36
3
33
31
52
46
427
46
249
41
6
11
1
2
7.043

MEI
124
287
122
45
65
38
283
31
437
0,2
0,5
108
1.020
70
1.452
1.841
79
62
31
71
37
3
33
31
52
47
434
47
254
42
6
11
1
2
7.171

JUN
101
232
99
37
52
31
229
25
354
0,1
0,4
88
826
57
1.176
1.491
64
50
25
58
30
3
27
25
42
38
352
38
205
34
5
9
1
2
5.808

JUL
82
189
80
30
43
25
186
21
287
0,1
0,3
71
671
46
954
1.210
52
41
21
47
24
2
22
21
34
31
286
31
167
28
4
7
1
1
4.715

AGS
66
154
66
24
35
21
151
17
234
0,1
0,3
58
546
37
777
985
42
33
17
38
20
2
18
17
28
25
233
25
136
22
3
6
1
1
3.839

SEP
85
196
84
31
44
26
194
22
299
0,1
0,4
74
698
48
994
1.260
54
43
22
49
25
2
23
22
36
32
297
32
174
29
4
8
1
1
4.909

OKT
101
234
100
37
53
31
230
26
356
0,1
0,4
88
831
57
1.183
1.500
64
51
26
58
30
3
27
26
43
38
354
38
207
34
5
9
1
2
5.842

NOP
137
317
135
50
72
43
313
35
483
0,2
0,6
120
1.127
77
1.605
2.035
87
69
35
79
41
4
37
35
58
52
480
52
280
46
7
12
1
2
7.926

(Ton)
DES
172
397
169
63
90
53
391
44
605
0,2
0,7
150
1.412
97
2.009
2.548
109
86
44
99
51
5
46
44
73
65
601
65
351
58
8
15
2
3
9.926

Lampiran 3.6. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK UREA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1.606
3.710
1.583
588
837
498
3.658
407
5.655
2
7
1.403
13.193
905
18.775
23.808
1.018
803
407
925
475
45
430
407
679
606
5.619
611
3.280
543
79
143
15
27
92.746

JAN
151
348
149
55
78
47
343
38
530
0,2
0,6
132
1.237
85
1.761
2.233
95
75
38
87
45
4
40
38
64
57
527
57
308
51
7
13
1
3
8.699

FEB
119
275
117
44
62
37
271
30
419
0,2
0,5
104
977
67
1.390
1.763
75
59
30
68
35
3
32
30
50
45
416
45
243
40
6
11
1
2
6.867

MAR
141
325
139
51
73
44
320
36
495
0,2
0,6
123
1.155
79
1.644
2.084
89
70
36
81
42
4
38
36
59
53
492
53
287
48
7
12
1
2
8.120

APR
147
340
145
54
77
46
335
37
519
0,2
0,6
129
1.210
83
1.722
2.184
93
74
37
85
44
4
39
37
62
56
515
56
301
50
7
13
1
2
8.507

MEI
150
346
148
55
78
46
342
38
528
0,2
0,6
131
1.232
84
1.753
2.223
95
75
38
86
44
4
40
38
63
57
525
57
306
51
7
13
1
3
8.661

JUN
121
281
120
44
63
38
277
31
428
0,2
0,5
106
998
68
1.420
1.801
77
61
31
70
36
3
33
31
51
46
425
46
248
41
6
11
1
2
7.015

JUL
99
228
97
36
51
31
225
25
347
0,1
0,4
86
810
56
1.153
1.462
62
49
25
57
29
3
26
25
42
37
345
37
201
33
5
9
1
2
5.694

AGS
80
185
79
29
42
25
183
20
283
0,1
0,3
70
659
45
939
1.190
51
40
20
46
24
2
21
20
34
30
281
31
164
27
4
7
1
1
4.636

SEP
103
237
101
38
54
32
234
26
362
0,1
0,4
90
843
58
1.200
1.522
65
51
26
59
30
3
27
26
43
39
359
39
210
35
5
9
1
2
5.930

OKT
122
282
120
45
64
38
278
31
430
0,2
0,5
107
1.004
69
1.428
1.811
77
61
31
70
36
3
33
31
52
46
427
46
250
41
6
11
1
2
7.056

NOP
166
383
163
61
86
51
378
42
584
0,2
0,7
145
1.362
93
1.938
2.458
105
83
42
95
49
5
44
42
70
63
580
63
339
56
8
15
2
3
9.574

(Ton)
DES
208
480
205
76
108
64
473
53
731
0,3
0,9
181
1.705
117
2.427
3.077
132
104
53
120
61
6
56
53
88
78
726
79
424
70
10
18
2
4
11.989

Lampiran 3.7. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

PROPINSI
ACEH
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
KALIMANTAN UTARA
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

1000000
SETAHUN
21.000
48.050
25.500
18.800
14.000
8.000
40.000
4.000
46.000
50
90
22.000
150.000
4.350
164.000
163.000
2.500
14.000
5.000
7.500
5.500
330
4.700
1.500
4.000
7.830
40.000
2.500
17.000
5.000
500
2.700
200
400
850.000

100,0
JAN
2.077
4.751
2.522
1.859
1.384
791
3.955
396
4.549
5
9
2.175
14.833
430
16.217
16.118
247
1.384
494
742
544
33
465
148
396
774
3.955
247
1.681
494
49
267
20
40
84.051

FEB
2.091
4.785
2.540
1.872
1.394
797
3.984
398
4.581
5
9
2.191
14.939
433
16.333
16.234
249
1.394
498
747
548
33
468
149
398
780
3.984
249
1.693
498
50
269
20
40
84.654

MAR
2.148
4.914
2.608
1.923
1.432
818
4.091
409
4.704
5
9
2.250
15.340
445
16.771
16.669
256
1.432
511
767
562
34
481
153
409
801
4.091
256
1.738
511
51
276
20
41
86.924

APR
2.167
4.958
2.631
1.940
1.445
826
4.128
413
4.747
5
9
2.270
15.478
449
16.923
16.820
258
1.445
516
774
568
34
485
155
413
808
4.128
258
1.754
516
52
279
21
41
87.711

MEI
1.944
4.447
2.360
1.740
1.296
740
3.702
370
4.257
5
8
2.036
13.883
403
15.178
15.086
231
1.296
463
694
509
31
435
139
370
725
3.702
231
1.573
463
46
250
19
37
78.668

JUN
1.382
3.162
1.678
1.237
921
527
2.633
263
3.028
3
6
1.448
9.872
286
10.794
10.728
165
921
329
494
362
22
309
99
263
515
2.633
165
1.119
329
33
178
13
26
55.943

JUL
976
2.234
1.185
874
651
372
1.859
186
2.138
2
4
1.023
6.973
202
7.623
7.577
116
651
232
349
256
15
218
70
186
364
1.859
116
790
232
23
126
9
19
39.511

AGS
731
1.673
888
655
487
279
1.393
139
1.602
2
3
766
5.223
151
5.711
5.676
87
487
174
261
192
11
164
52
139
273
1.393
87
592
174
17
94
7
14
29.598

SEP
1.246
2.852
1.513
1.116
831
475
2.374
237
2.730
3
5
1.306
8.903
258
9.734
9.674
148
831
297
445
326
20
279
89
237
465
2.374
148
1.009
297
30
160
12
24
50.448

OKT
1.696
3.881
2.060
1.519
1.131
646
3.231
323
3.716
4
7
1.777
12.117
351
13.248
13.167
202
1.131
404
606
444
27
380
121
323
633
3.231
202
1.373
404
40
218
16
32
68.663

NOP
2.229
5.100
2.706
1.995
1.486
849
4.245
425
4.882
5
10
2.335
15.920
462
17.406
17.300
265
1.486
531
796
584
35
499
159
425
831
4.245
265
1.804
531
53
287
21
42
90.212

(Ton)
DES
2.313
5.292
2.808
2.071
1.542
881
4.405
441
5.066
6
10
2.423
16.521
479
18.062
17.952
275
1.542
551
826
606
36
518
165
441
862
4.405
275
1.872
551
55
297
22
44
93.616

Lampiran 3.8. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1
ACEH
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
14.016
32.070
17.020
12.548
9.344
5.339
26.697
2.670
30.702
33
60
14.683
100.115
2.903
109.459
108.791
1.669
9.344
3.337
5.006
3.671
220
3.137
1.001
2.670
5.226
26.697
1.669
11.346
3.337
334
1.802
133
267
567.317

JAN
1.386
3.171
1.683
1.241
924
528
2.640
264
3.036
3
6
1.452
9.900
287
10.824
10.758
165
924
330
495
363
22
310
99
264
517
2.640
165
1.122
330
33
178
13
26
56.098

FEB
1.396
3.194
1.695
1.250
931
532
2.659
266
3.058
3
6
1.462
9.971
289
10.901
10.835
166
931
332
499
366
22
312
100
266
520
2.659
166
1.130
332
33
179
13
27
56.501

MAR
1.433
3.280
1.740
1.283
956
546
2.730
273
3.140
3
6
1.502
10.238
297
11.194
11.125
171
956
341
512
375
23
321
102
273
534
2.730
171
1.160
341
34
184
14
27
58.016

APR
1.446
3.309
1.756
1.295
964
551
2.755
275
3.168
3
6
1.515
10.331
300
11.295
11.226
172
964
344
517
379
23
324
103
275
539
2.755
172
1.171
344
34
186
14
28
58.541

MEI
1.297
2.968
1.575
1.161
865
494
2.471
247
2.841
3
6
1.359
9.266
269
10.130
10.069
154
865
309
463
340
20
290
93
247
484
2.471
154
1.050
309
31
167
12
25
52.505

JUN
922
2.111
1.120
826
615
351
1.757
176
2.021
2
4
966
6.589
191
7.204
7.160
110
615
220
329
242
14
206
66
176
344
1.757
110
747
220
22
119
9
18
37.338

JUL
652
1.491
791
583
434
248
1.241
124
1.427
2
3
683
4.654
135
5.088
5.057
78
434
155
233
171
10
146
47
124
243
1.241
78
527
155
16
84
6
12
26.371

AGS
488
1.117
593
437
325
186
930
93
1.069
1
2
511
3.486
101
3.812
3.788
58
325
116
174
128
8
109
35
93
182
930
58
395
116
12
63
5
9
19.755

SEP
832
1.903
1.010
745
555
317
1.585
158
1.822
2
4
871
5.942
172
6.496
6.457
99
555
198
297
218
13
186
59
158
310
1.585
99
673
198
20
107
8
16
33.671

OKT
1.132
2.591
1.375
1.014
755
431
2.157
216
2.480
3
5
1.186
8.087
235
8.842
8.788
135
755
270
404
297
18
253
81
216
422
2.157
135
917
270
27
146
11
22
45.828

NOP
1.488
3.404
1.806
1.332
992
567
2.833
283
3.258
4
6
1.558
10.625
308
11.617
11.546
177
992
354
531
390
23
333
106
283
555
2.833
177
1.204
354
35
191
14
28
60.211

(Ton)
DES
1.544
3.532
1.874
1.382
1.029
588
2.940
294
3.381
4
7
1.617
11.026
320
12.055
11.982
184
1.029
368
551
404
24
345
110
294
576
2.940
184
1.250
368
37
198
15
29
62.483

Lampiran 3.9. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1
ACEH
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1.136
2.598
1.379
1.017
757
433
2.163
216
2.487
3
5
1.190
8.111
235
8.868
8.814
135
757
270
406
297
18
254
81
216
423
2.163
135
919
270
27
146
11
22
45.961

JAN
112
257
136
101
75
43
214
21
246
0,3
0,5
118
802
23
877
872
13
75
27
40
29
2
25
8
21
42
214
13
91
27
3
14
1
2
4.545

FEB
113
259
137
101
75
43
215
22
248
0,3
0,5
118
808
23
883
878
13
75
27
40
30
2
25
8
22
42
215
13
92
27
3
15
1
2
4.577

MAR
116
266
141
104
77
44
221
22
254
0,3
0,5
122
829
24
907
901
14
77
28
41
30
2
26
8
22
43
221
14
94
28
3
15
1
2
4.700

APR
117
268
142
105
78
45
223
22
257
0,3
0,5
123
837
24
915
909
14
78
28
42
31
2
26
8
22
44
223
14
95
28
3
15
1
2
4.743

MEI
105
240
128
94
70
40
200
20
230
0,3
0,5
110
751
22
821
816
13
70
25
38
28
2
24
8
20
39
200
13
85
25
3
14
1
2
4.254

JUN
75
171
91
67
50
28
142
14
164
0,2
0,3
78
534
15
584
580
9
50
18
27
20
1
17
5
14
28
142
9
60
18
2
10
0,7
1
3.025

JUL
53
121
64
47
35
20
101
10
116
0,1
0,2
55
377
11
412
410
6
35
13
19
14
1
12
4
10
20
101
6
43
13
1
7
0,5
1
2.136

AGS
40
90
48
35
26
15
75
8
87
0,1
0,2
41
282
8
309
307
5
26
9
14
10
1
9
3
8
15
75
5
32
9
1
5
0,4
1
1.600

SEP
67
154
82
60
45
26
128
13
148
0,2
0,3
71
481
14
526
523
8
45
16
24
18
1
15
5
13
25
128
8
55
16
2
9
0,6
1
2.728

OKT
92
210
111
82
61
35
175
17
201
0,2
0,4
96
655
19
716
712
11
61
22
33
24
1
21
7
17
34
175
11
74
22
2
12
0,9
2
3.713

NOP
121
276
146
108
80
46
230
23
264
0,3
0,5
126
861
25
941
935
14
80
29
43
32
2
27
9
23
45
230
14
98
29
3
15
1
2
4.878

(Ton)
DES
125
286
152
112
83
48
238
24
274
0,3
0,5
131
893
26
977
971
15
83
30
45
33
2
28
9
24
47
238
15
101
30
3
16
1
2
5.062

Lampiran 3.10. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1
ACEH
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
4.891
11.192
5.940
4.379
3.261
1.863
9.317
932
10.714
12
21
5.124
34.939
1.013
38.199
37.967
582
3.261
1.165
1.747
1.281
77
1.095
349
932
1.824
9.317
582
3.960
1.165
116
629
47
93
197.985

JAN
484
1.107
587
433
322
184
921
92
1.059
1
2
507
3.455
100
3.777
3.754
58
322
115
173
127
8
108
35
92
180
921
58
392
115
12
62
5
9
19.577

FEB
487
1.115
592
436
325
186
928
93
1.067
1
2
510
3.480
101
3.804
3.781
58
325
116
174
128
8
109
35
93
182
928
58
394
116
12
63
5
9
19.718

MAR
500
1.145
607
448
333
191
953
95
1.096
1
2
524
3.573
104
3.906
3.883
60
333
119
179
131
8
112
36
95
187
953
60
405
119
12
64
5
10
20.247

APR
505
1.155
613
452
336
192
961
96
1.106
1
2
529
3.605
105
3.942
3.918
60
336
120
180
132
8
113
36
96
188
961
60
409
120
12
65
5
10
20.430

MEI
453
1.036
550
405
302
172
862
86
992
1
2
474
3.234
94
3.535
3.514
54
302
108
162
119
7
101
32
86
169
862
54
366
108
11
58
4
9
18.324

JUN
322
737
391
288
215
123
613
61
705
1
1
337
2.299
67
2.514
2.499
38
215
77
115
84
5
72
23
61
120
613
38
261
77
8
41
3
6
13.030

JUL
227
520
276
204
152
87
433
43
498
0,5
1,0
238
1.624
47
1.776
1.765
27
152
54
81
60
4
51
16
43
85
433
27
184
54
5
29
2
4
9.203

AGS
170
390
207
152
114
65
324
32
373
0,4
0,7
178
1.217
35
1.330
1.322
20
114
41
61
45
3
38
12
32
64
324
20
138
41
4
22
2
3
6.894

SEP
290
664
353
260
194
111
553
55
636
1
1
304
2.074
60
2.267
2.253
35
194
69
104
76
5
65
21
55
108
553
35
235
69
7
37
3
6
11.751

OKT
395
904
480
354
263
151
753
75
866
1
2
414
2.822
82
3.086
3.067
47
263
94
141
103
6
88
28
75
147
753
47
320
94
9
51
4
8
15.993

NOP
519
1.188
630
465
346
198
989
99
1.137
1
2
544
3.708
108
4.054
4.029
62
346
124
185
136
8
116
37
99
194
989
62
420
124
12
67
5
10
21.013

(Ton)
DES
539
1.233
654
482
359
205
1.026
103
1.180
1
2
564
3.848
112
4.207
4.182
64
359
128
192
141
8
121
38
103
201
1.026
64
436
128
13
69
5
10
21.805

Lampiran 3.11. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1
ACEH
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
318
729
387
285
212
121
606
61
697
1
1
334
2.274
66
2.487
2.471
38
212
76
114
83
5
71
23
61
119
606
38
258
76
8
41
3
6
12.888

JAN
31
72
38
28
21
12
60
6
69
0,1
0,1
33
225
7
246
244
4
21
7
11
8
0,5
7
2
6
12
60
4
25
7,5
0,7
4
0,3
0,6
1.274

FEB
32
73
39
28
21
12
60
6
69
0,1
0,1
33
227
7
248
246
4
21
8
11
8
0,5
7
2
6
12
60
4
26
7,6
0,8
4
0,3
0,6
1.284

MAR
33
75
40
29
22
12
62
6
71
0,1
0,1
34
233
7
254
253
4
22
8
12
9
0,5
7
2
6
12
62
4
26
7,8
0,8
4
0,3
0,6
1.318

APR
33
75
40
29
22
13
63
6
72
0,1
0,1
34
235
7
257
255
4
22
8
12
9
0,5
7
2
6
12
63
4
27
7,8
0,8
4
0,3
0,6
1.330

MEI
29
67
36
26
20
11
56
6
65
0,1
0,1
31
210
6
230
229
4
20
7
11
8
0,5
7
2
6
11
56
4
24
7,0
0,7
4
0,3
0,6
1.193

JUN
21
48
25
19
14
8
40
4
46
0,05
0,1
22
150
4
164
163
2
14
5
7
5
0,3
5
1
4
8
40
2
17
5,0
0,5
3
0,2
0,4
848

JUL
15
34
18
13
10
6
28
3
32
0,04
0,1
16
106
3
116
115
2
10
4
5
4
0,2
3
1
3
6
28
2
12
3,5
0,4
2
0,1
0,3
599

AGS
11
25
13
10
7
4
21
2
24
0,03
0,05
12
79
2
87
86
1
7
3
4
3
0,2
2
1
2
4
21
1
9
2,6
0,3
1
0,1
0,2
449

SEP
19
43
23
17
13
7
36
4
41
0,04
0,1
20
135
4
148
147
2
13
4
7
5
0,3
4
1
4
7
36
2
15
4,5
0,4
2
0,2
0,4
765

OKT
26
59
31
23
17
10
49
5
56
0,1
0,1
27
184
5
201
200
3
17
6
9
7
0,4
6
2
5
10
49
3
21
6,1
0,6
3
0,2
0,5
1.041

NOP
34
77
41
30
23
13
64
6
74
0,1
0,1
35
241
7
264
262
4
23
8
12
9
0,5
8
2
6
13
64
4
27
8,0
0,8
4
0,3
0,6
1.368

(Ton)
DES
35
80
43
31
23
13
67
7
77
0,1
0,2
37
250
7
274
272
4
23
8
13
9
0,6
8
3
7
13
67
4
28
8,3
0,8
5
0,3
0,7
1.419

Lampiran 3.12. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK SP-36 BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1
ACEH
2
SUMATERA UTARA
3
SUMATERA BARAT
4
JAMBI
5
RIAU
6
BENGKULU
7
SUMATERA SELATAN
8
BANGKA BELITUNG
9
LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
639
1.461
775
572
426
243
1.216
122
1.399
2
3
669
4.562
132
4.987
4.957
76
426
152
228
167
10
143
46
122
238
1.216
76
517
152
15
82
6
12
25.849

JAN
63
144
77
57
42
24
120
12
138
0,2
0,3
66
451
13
493
490
8
42
15
23
17
1
14
5
12
24
120
8
51
15
2
8
0,6
1
2.556

FEB
64
146
77
57
42
24
121
12
139
0,2
0,3
67
454
13
497
494
8
42
15
23
17
1
14
5
12
24
121
8
51
15
2
8
0,6
1
2.574

MAR
65
149
79
58
44
25
124
12
143
0,2
0,3
68
466
14
510
507
8
44
16
23
17
1
15
5
12
24
124
8
53
16
2
8
0,6
1
2.643

APR
66
151
80
59
44
25
126
13
144
0,2
0,3
69
471
14
515
512
8
44
16
24
17
1
15
5
13
25
126
8
53
16
2
8
0,6
1
2.667

MEI
59
135
72
53
39
23
113
11
129
0,1
0,3
62
422
12
462
459
7
39
14
21
15
1
13
4
11
22
113
7
48
14
1
8
0,6
1
2.392

JUN
42
96
51
38
28
16
80
8
92
0,1
0,2
44
300
9
328
326
5
28
10
15
11
1
9
3
8
16
80
5
34
10
1
5
0,4
1
1.701

JUL
30
68
36
27
20
11
57
6
65
0,1
0,1
31
212
6
232
230
4
20
7
11
8
0
7
2
6
11
57
4
24
7
1
4
0,3
1
1.202

AGS
22
51
27
20
15
8
42
4
49
0,1
0,1
23
159
5
174
173
3
15
5
8
6
0
5
2
4
8
42
3
18
5
1
3
0,2
0
900

SEP
38
87
46
34
25
14
72
7
83
0,1
0,2
40
271
8
296
294
5
25
9
14
10
1
8
3
7
14
72
5
31
9
1
5
0,4
1
1.534

OKT
52
118
63
46
34
20
98
10
113
0,1
0,2
54
368
11
403
400
6
34
12
18
14
1
12
4
10
19
98
6
42
12
1
7
0,5
1
2.088

NOP
68
155
82
61
45
26
129
13
148
0,2
0,3
71
484
14
529
526
8
45
16
24
18
1
15
5
13
25
129
8
55
16
2
9
0,6
1
2.743

(Ton)
DES
70
161
85
63
47
27
134
13
154
0,2
0,3
74
502
15
549
546
8
47
17
25
18
1
16
5
13
26
134
8
57
17
2
9
0,7
1
2.847

Lampiran 3.13. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

PROPINSI
ACEH
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
KALIMANTAN UTARA
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

950000
SETAHUN
11.000
52.000
21.000
8.100
12.000
6.100
9.000
2.500
21.100
50
40
2.100
71.000
9.320
232.300
471.200
8.500
5.500
2.200
2.500
3.500
390
600
900
11.000
4.700
52.400
7.100
17.000
2.960
480
700
500
260
1.050.000

JAN
1.110
5.248
2.119
817
1.211
616
908
252
2.129
5
4
212
7.165
941
23.444
47.553
858
555
222
252
353
39
61
91
1.110
474
5.288
717
1.716
299
48
71
50
26
105.965

FEB
1.119
5.290
2.137
824
1.221
621
916
254
2.147
5
4
214
7.223
948
23.634
47.939
865
560
224
254
356
40
61
92
1.119
478
5.331
722
1.730
301
49
71
51
26
106.826

MAR
1.068
5.048
2.039
786
1.165
592
874
243
2.048
5
4
204
6.893
905
22.552
45.745
825
534
214
243
340
38
58
87
1.068
456
5.087
689
1.650
287
47
68
49
25
101.936

APR
1.011
4.778
1.930
744
1.103
560
827
230
1.939
5
4
193
6.524
856
21.344
43.295
781
505
202
230
322
36
55
83
1.011
432
4.815
652
1.562
272
44
64
46
24
96.477

MEI
986
4.659
1.881
726
1.075
547
806
224
1.890
4
4
188
6.361
835
20.812
42.216
762
493
197
224
314
35
54
81
986
421
4.695
636
1.523
265
43
63
45
23
94.071

JUN
901
4.261
1.721
664
983
500
738
205
1.729
4
3
172
5.819
764
19.037
38.615
697
451
180
205
287
32
49
74
901
385
4.294
582
1.393
243
39
57
41
21
86.049

JUL
731
3.457
1.396
539
798
406
598
166
1.403
3
3
140
4.721
620
15.445
31.329
565
366
146
166
233
26
40
60
731
312
3.484
472
1.130
197
32
47
33
17
69.812

AGS
534
2.526
1.020
393
583
296
437
121
1.025
2
2
102
3.449
453
11.285
22.891
413
267
107
121
170
19
29
44
534
228
2.546
345
826
144
23
34
24
13
51.009

SEP
721
3.408
1.376
531
786
400
590
164
1.383
3
3
138
4.653
611
15.225
30.882
557
360
144
164
229
26
39
59
721
308
3.434
465
1.114
194
31
46
33
17
68.815

OKT
975
4.608
1.861
718
1.063
541
797
222
1.870
4
4
186
6.291
826
20.584
41.752
753
487
195
222
310
35
53
80
975
416
4.643
629
1.506
262
43
62
44
23
93.038

NOP
1.145
5.415
2.187
843
1.250
635
937
260
2.197
5
4
219
7.393
970
24.188
49.064
885
573
229
260
364
41
62
94
1.145
489
5.456
739
1.770
308
50
73
52
27
109.332

(Ton)
DES
698
3.302
1.333
514
762
387
571
159
1.340
3
3
133
4.508
592
14.750
29.919
540
349
140
159
222
25
38
57
698
298
3.327
451
1.079
188
30
44
32
17
66.670

Lampiran 3.14. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
7.471
35.315
14.262
5.501
8.150
4.143
6.112
1.698
14.330
34
27
1.426
48.219
6.330
157.764
320.011
5.773
3.735
1.494
1.698
2.377
265
407
611
7.471
3.192
35.587
4.822
11.545
2.010
326
475
340
177
713.097

JAN
754
3.564
1.439
555
822
418
617
171
1.446
3
3
144
4.866
639
15.921
32.295
583
377
151
171
240
27
41
62
754
322
3.591
487
1.165
203
33
48
34
18
71.965

FEB
760
3.593
1.451
560
829
421
622
173
1.458
3
3
145
4.906
644
16.051
32.558
587
380
152
173
242
27
41
62
760
325
3.621
491
1.175
205
33
48
35
18
72.550

MAR
725
3.428
1.385
534
791
402
593
165
1.391
3
3
138
4.681
614
15.316
31.067
560
363
145
165
231
26
40
59
725
310
3.455
468
1.121
195
32
46
33
17
69.229

APR
686
3.245
1.310
505
749
381
562
156
1.317
3
2
131
4.431
582
14.496
29.404
530
343
137
156
218
24
37
56
686
293
3.270
443
1.061
185
30
44
31
16
65.521

MEI
669
3.164
1.278
493
730
371
548
152
1.284
3
2
128
4.320
567
14.134
28.670
517
335
134
152
213
24
37
55
669
286
3.188
432
1.034
180
29
43
30
16
63.887

JUN
612
2.894
1.169
451
668
340
501
139
1.174
3
2
117
3.952
519
12.929
26.225
473
306
122
139
195
22
33
50
612
262
2.916
395
946
165
27
39
28
14
58.439

JUL
497
2.348
948
366
542
275
406
113
953
2
2
95
3.206
421
10.489
21.277
384
248
99
113
158
18
27
41
497
212
2.366
321
768
134
22
32
23
12
47.412

AGS
363
1.716
693
267
396
201
297
82
696
2
1
69
2.342
307
7.664
15.546
280
181
73
82
115
13
20
30
363
155
1.729
234
561
98
16
23
16
9
34.642

SEP
490
2.314
935
361
534
272
401
111
939
2
2
93
3.160
415
10.340
20.973
378
245
98
111
156
17
27
40
490
209
2.332
316
757
132
21
31
22
12
46.735

OKT
662
3.129
1.264
487
722
367
542
150
1.270
3
2
126
4.273
561
13.979
28.355
512
331
132
150
211
23
36
54
662
283
3.153
427
1.023
178
29
42
30
16
63.186

NOP
778
3.677
1.485
573
849
431
636
177
1.492
4
3
149
5.021
659
16.427
33.321
601
389
156
177
248
28
42
64
778
332
3.706
502
1.202
209
34
50
35
18
74.252

(Ton)
DES
474
2.242
906
349
517
263
388
108
910
2
2
91
3.062
402
10.017
20.319
367
237
95
108
151
17
26
39
474
203
2.260
306
733
128
21
30
22
11
45.278

Lampiran 3.15. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
641
3.030
1.224
472
699
355
524
146
1.230
3
2
122
4.138
543
13.538
27.460
495
321
128
146
204
23
35
52
641
274
3.054
414
991
173
28
41
29
15
61.191

JAN
65
306
124
48
71
36
53
15
124
0,3
0,2
12
418
55
1.366
2.771
50
32
13
15
21
2
4
5
65
28
308
42
100
17
3
4
3
2
6.175

FEB
65
308
125
48
71
36
53
15
125
0,3
0,2
12
421
55
1.377
2.794
50
33
13
15
21
2
4
5
65
28
311
42
101
18
3
4
3
2
6.226

MAR
62
294
119
46
68
35
51
14
119
0,3
0,2
12
402
53
1.314
2.666
48
31
12
14
20
2,2
3
5
62
27
296
40
96
17
3
4
3
1
5.941

APR
59
278
112
43
64
33
48
13
113
0,3
0,2
11
380
50
1.244
2.523
46
29
12
13
19
2,1
3
5
59
25
281
38
91
16
3
4
3
1
5.622

MEI
57
272
110
42
63
32
47
13
110
0,3
0,2
11
371
49
1.213
2.460
44
29
11
13
18
2,0
3
5
57
25
274
37
89
15
3
4
3
1
5.482

JUN
53
248
100
39
57
29
43
12
101
0,2
0,2
10
339
45
1.109
2.250
41
26
11
12
17
1,9
3
4
53
22
250
34
81
14
2
3
2
1
5.015

JUL
43
201
81
31
46
24
35
10
82
0,2
0,2
8
275
36
900
1.826
33
21
9
10
14
1,5
2
3
43
18
203
28
66
11
2
3
2
1
4.068

AGS
31
147
59
23
34
17
25
7
60
0,1
0,1
6
201
26
658
1.334
24
16
6
7
10
1,1
2
3
31
13
148
20
48
8
1
2
1
1
2.973

SEP
42
199
80
31
46
23
34
10
81
0,2
0,2
8
271
36
887
1.800
32
21
8
10
13
1,5
2
3
42
18
200
27
65
11
2
3
2
1
4.010

OKT
57
269
108
42
62
31
46
13
109
0,3
0,2
11
367
48
1.200
2.433
44
28
11
13
18
2,0
3
5
57
24
271
37
88
15
2
4
3
1
5.422

NOP
67
316
127
49
73
37
55
15
128
0,3
0,2
13
431
57
1.410
2.859
52
33
13
15
21
2
4
5
67
29
318
43
103
18
3
4
3
2
6.372

(Ton)
DES
41
192
78
30
44
23
33
9
78
0,2
0,1
8
263
34
860
1.744
31
20
8
9
13
1,4
2
3
41
17
194
26
63
11
2
3
2
1
3.885

Lampiran 3.16. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
2.771
13.098
5.289
2.040
3.023
1.536
2.267
630
5.315
13
10
529
17.883
2.348
58.511
118.685
2.141
1.385
554
630
882
98
151
227
2.771
1.184
13.198
1.788
4.282
746
121
176
126
65
264.473

JAN
280
1.322
534
206
305
155
229
64
536
1,3
1
53
1.805
237
5.905
11.978
216
140
56
64
89
10
15
23
280
119
1.332
180
432
75
12
18
13
7
26.690

FEB
282
1.333
538
208
308
156
231
64
541
1,3
1
54
1.819
239
5.953
12.075
218
141
56
64
90
10
15
23
282
120
1.343
182
436
76
12
18
13
7
26.907

MAR
269
1.272
514
198
293
149
220
61
516
1,2
1
51
1.736
228
5.680
11.522
208
134
54
61
86
10
15
22
269
115
1.281
174
416
72
12
17
12
6
25.676

APR
255
1.203
486
187
278
141
208
58
488
1,2
1
49
1.643
216
5.376
10.905
197
127
51
58
81
9
14
21
255
109
1.213
164
393
69
11
16
12
6
24.301

MEI
248
1.173
474
183
271
138
203
56
476
1
1
47
1.602
210
5.242
10.633
192
124
50
56
79
9
14
20
248
106
1.182
160
384
67
11
16
11
6
23.695

JUN
227
1.073
433
167
248
126
186
52
436
1
0,8
43
1.466
192
4.795
9.726
175
114
45
52
72
8
12
19
227
97
1.082
147
351
61
10
14
10
5
21.674

JUL
184
871
352
136
201
102
151
42
353
1
0,7
35
1.189
156
3.890
7.891
142
92
37
42
59
7
10
15
184
79
878
119
285
50
8
12
8
4
17.584

AGS
135
636
257
99
147
75
110
31
258
1
0,5
26
869
114
2.842
5.766
104
67
27
31
43
5
7
11
135
58
641
87
208
36
6
9
6
3
12.848

SEP
182
858
347
134
198
101
149
41
348
1
0,7
35
1.172
154
3.835
7.778
140
91
36
41
58
6
10
15
182
78
865
117
281
49
8
12
8
4
17.333

OKT
246
1.161
469
181
268
136
201
56
471
1
1
47
1.585
208
5.185
10.516
190
123
49
56
78
9
13
20
246
105
1.169
158
379
66
11
16
11
6
23.434

NOP
288
1.364
551
212
315
160
236
66
553
1
1
55
1.862
244
6.093
12.358
223
144
58
66
92
10
16
24
288
123
1.374
186
446
78
13
18
13
7
27.538

(Ton)
DES
176
832
336
130
192
98
144
40
337
1
0,6
34
1.136
149
3.715
7.536
136
88
35
40
56
6
10
14
176
75
838
114
272
47
8
11
8
4
16.793

Lampiran 3.17. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
118
557
225
87
128
65
96
27
226
1
0
22
760
100
2.487
5.044
91
59
24
27
37
4
6
10
118
50
561
76
182
32
5
7
5
3
11.239

JAN
12
56
23
9
13
7
10
3
23
0,1
0
2
77
10
251
509
9
6
2
3
4
0,4
1
1
12
5
57
8
18
3
1
1
1
0,3
1.134

FEB
12
57
23
9
13
7
10
3
23
0,1
0
2
77
10
253
513
9
6
2
3
4
0,4
1
1
12
5
57
8
19
3
1
1
1
0,3
1.143

MAR
11
54
22
8
12
6
9
3
22
0,1
0
2
74
10
241
490
9
6
2
3
4
0,4
1
1
11
5
54
7
18
3
0
1
1
0,3
1.091

APR
11
51
21
8
12
6
9
2
21
0,05
0
2
70
9
228
463
8
5
2
2
3
0,4
1
1
11
5
52
7
17
3
0
1
0
0,3
1.033

MEI
11
50
20
8
12
6
9
2
20
0,05
0
2
68
9
223
452
8
5
2
2
3
0,4
1
1
11
5
50
7
16
3
0
1
0,5
0,2
1.007

JUN
10
46
18
7
11
5
8
2
19
0,04
0
2
62
8
204
413
7
5
2
2
3
0,3
1
1
10
4
46
6
15
3
0
1
0,4
0,2
921

JUL
8
37
15
6
9
4
6
2
15
0,04
0
1
51
7
165
335
6
4
2
2
2
0,3
0
1
8
3
37
5
12
2
0
0
0,4
0,2
747

AGS
6
27
11
4
6
3
5
1
11
0,03
0
1
37
5
121
245
4
3
1
1
2
0,2
0
0
6
2
27
4
9
2
0
0
0,3
0,1
546

SEP
8
36
15
6
8
4
6
2
15
0,04
0
1
50
7
163
331
6
4
2
2
2
0,3
0
1
8
3
37
5
12
2
0
0
0,4
0,2
737

OKT
10
49
20
8
11
6
9
2
20
0,05
0
2
67
9
220
447
8
5
2
2
3
0,4
1
1
10
4
50
7
16
3
0
1
0,5
0,2
996

NOP
12
58
23
9
13
7
10
3
24
0,1
0
2
79
10
259
525
9
6
2
3
4
0,4
1
1
12
5
58
8
19
3
1
1
1
0,3
1.170

(Ton)
DES
7
35
14
6
8
4
6
2
14
0,03
0
1
48
6
158
320
6
4
1
2
2
0,3
0
1
7
3
36
5
12
2
0
0
0,3
0,2
714

Lampiran 3.18. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ZA BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

Setahun
-

Jan

Feb
-

Mar
-

Apr

Mei
-

Jun
-

Jul

Ags
-

Sep
-

Okt
-

Nop
-

(Ton)
Des
-

Lampiran 3.19. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

PROPINSI
ACEH
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
KALIMANTAN UTARA
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

2000000
SETAHUN
50.000
135.000
61.000
50.000
53.000
32.500
114.550
19.000
141.000
200
150
28.000
331.600
25.000
427.000
599.000
23.300
74.900
27.300
43.000
28.200
2.000
13.000
18.300
29.700
17.000
118.000
16.700
45.000
11.000
4.000
8.000
2.000
1.600
2.550.000

JAN
4.485
12.110
5.472
4.485
4.754
2.915
10.276
1.704
12.648
18
13
2.512
29.746
2.243
38.304
53.733
2.090
6.719
2.449
3.857
2.530
179
1.166
1.642
2.664
1.525
10.585
1.498
4.037
987
359
718
179
144
228.746

FEB
5.172
13.964
6.310
5.172
5.482
3.362
11.848
1.965
14.584
21
16
2.896
34.299
2.586
44.167
61.957
2.410
7.747
2.824
4.448
2.917
207
1.345
1.893
3.072
1.758
12.205
1.727
4.655
1.138
414
827
207
165
263.758

MAR
5.211
14.070
6.357
5.211
5.524
3.387
11.938
1.980
14.695
21
16
2.918
34.559
2.605
44.502
62.427
2.428
7.806
2.845
4.481
2.939
208
1.355
1.907
3.095
1.772
12.298
1.740
4.690
1.146
417
834
208
167
265.759

APR
5.459
14.739
6.660
5.459
5.786
3.548
12.506
2.074
15.394
22
16
3.057
36.204
2.729
46.619
65.398
2.544
8.177
2.981
4.695
3.079
218
1.419
1.998
3.243
1.856
12.883
1.823
4.913
1.201
437
873
218
175
278.406

MEI
4.520
12.204
5.514
4.520
4.791
2.938
10.355
1.718
12.746
18
14
2.531
29.975
2.260
38.599
54.147
2.106
6.771
2.468
3.887
2.549
181
1.175
1.654
2.685
1.537
10.667
1.510
4.068
994
362
723
181
145
230.511

JUN
3.949
10.663
4.818
3.949
4.186
2.567
9.048
1.501
11.137
16
12
2.212
26.192
1.975
33.728
47.314
1.840
5.916
2.156
3.396
2.227
158
1.027
1.445
2.346
1.343
9.321
1.319
3.554
869
316
632
158
126
201.419

JUL
2.786
7.522
3.399
2.786
2.953
1.811
6.383
1.059
7.857
11
8
1.560
18.477
1.393
23.793
33.377
1.298
4.174
1.521
2.396
1.571
111
724
1.020
1.655
947
6.575
931
2.507
613
223
446
111
89
142.089

AGS
1.949
5.262
2.378
1.949
2.066
1.267
4.465
741
5.496
8
6
1.091
12.926
974
16.644
23.349
908
2.920
1.064
1.676
1.099
78
507
713
1.158
663
4.600
651
1.754
429
156
312
78
62
99.398

SEP
2.773
7.486
3.383
2.773
2.939
1.802
6.352
1.054
7.819
11
8
1.553
18.388
1.386
23.678
33.216
1.292
4.153
1.514
2.384
1.564
111
721
1.015
1.647
943
6.543
926
2.495
610
222
444
111
89
141.403

OKT
3.840
10.367
4.684
3.840
4.070
2.496
8.797
1.459
10.828
15
12
2.150
25.465
1.920
32.791
45.999
1.789
5.752
2.096
3.302
2.166
154
998
1.405
2.281
1.305
9.062
1.282
3.456
845
307
614
154
123
195.822

NOP
4.752
12.832
5.798
4.752
5.038
3.089
10.888
1.806
13.402
19
14
2.661
31.518
2.376
40.586
56.934
2.215
7.119
2.595
4.087
2.680
190
1.236
1.739
2.823
1.616
11.216
1.587
4.277
1.046
380
760
190
152
242.374

(Ton)
DES
5.104
13.781
6.227
5.104
5.410
3.318
11.694
1.940
14.394
20
15
2.858
33.851
2.552
43.590
61.149
2.379
7.646
2.787
4.390
2.879
204
1.327
1.868
3.032
1.735
12.046
1.705
4.594
1.123
408
817
204
163
260.316

Lampiran 3.20. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
36.420
98.335
44.433
36.420
38.606
23.673
83.439
13.840
102.706
146
109
20.395
241.540
18.210
311.030
436.317
16.972
54.558
19.886
31.322
20.541
1.457
9.469
13.330
21.634
12.383
85.952
12.164
32.778
8.012
2.914
5.827
1.457
1.165
1.857.441

JAN
3.267
8.821
3.986
3.267
3.463
2.124
7.485
1.241
9.213
13
10
1.830
21.667
1.634
27.901
39.139
1.522
4.894
1.784
2.810
1.843
131
849
1.196
1.941
1.111
7.710
1.091
2.940
719
261
523
131
105
166.620

FEB
3.767
10.171
4.596
3.767
3.993
2.449
8.631
1.432
10.623
15
11
2.110
24.984
1.884
32.171
45.130
1.755
5.643
2.057
3.240
2.125
151
979
1.379
2.238
1.281
8.890
1.258
3.390
829
301
603
151
121
192.124

MAR
3.796
10.248
4.631
3.796
4.023
2.467
8.696
1.442
10.704
15
11
2.126
25.173
1.898
32.415
45.473
1.769
5.686
2.072
3.264
2.141
152
987
1.389
2.255
1.291
8.958
1.268
3.416
835
304
607
152
121
193.581

APR
3.976
10.736
4.851
3.976
4.215
2.585
9.110
1.511
11.213
16
12
2.227
26.371
1.988
33.958
47.637
1.853
5.957
2.171
3.420
2.243
159
1.034
1.455
2.362
1.352
9.384
1.328
3.579
875
318
636
159
127
202.793

MEI
3.292
8.889
4.017
3.292
3.490
2.140
7.543
1.251
9.284
13
10
1.844
21.834
1.646
28.116
39.441
1.534
4.932
1.798
2.831
1.857
132
856
1.205
1.956
1.119
7.770
1.100
2.963
724
263
527
132
105
167.906

JUN
2.877
7.767
3.510
2.877
3.049
1.870
6.591
1.093
8.112
12
9
1.611
19.079
1.438
24.568
34.464
1.341
4.309
1.571
2.474
1.622
115
748
1.053
1.709
978
6.789
961
2.589
633
230
460
115
92
146.715

JUL
2.029
5.479
2.476
2.029
2.151
1.319
4.649
771
5.723
8
6
1.136
13.459
1.015
17.331
24.312
946
3.040
1.108
1.745
1.145
81
528
743
1.205
690
4.789
678
1.826
446
162
325
81
65
103.499

AGS
1.420
3.833
1.732
1.420
1.505
923
3.252
539
4.003
6
4
795
9.415
710
12.124
17.007
662
2.127
775
1.221
801
57
369
520
843
483
3.350
474
1.278
312
114
227
57
45
72.402

SEP
2.020
5.453
2.464
2.020
2.141
1.313
4.627
767
5.695
8
6
1.131
13.394
1.010
17.247
24.195
941
3.025
1.103
1.737
1.139
81
525
739
1.200
687
4.766
675
1.818
444
162
323
81
65
102.999

OKT
2.797
7.551
3.412
2.797
2.965
1.818
6.408
1.063
7.887
11
8
1.566
18.549
1.398
23.885
33.506
1.303
4.190
1.527
2.405
1.577
112
727
1.024
1.661
951
6.601
934
2.517
615
224
447
112
89
142.639

NOP
3.462
9.347
4.223
3.462
3.669
2.250
7.931
1.315
9.762
14
10
1.939
22.958
1.731
29.563
41.471
1.613
5.186
1.890
2.977
1.952
138
900
1.267
2.056
1.177
8.170
1.156
3.116
762
277
554
138
111
176.547

(Ton)
DES
3.718
10.038
4.536
3.718
3.941
2.417
8.518
1.413
10.485
15
11
2.082
24.658
1.859
31.751
44.541
1.733
5.570
2.030
3.197
2.097
149
967
1.361
2.208
1.264
8.774
1.242
3.346
818
297
595
149
119
189.616

Lampiran 3.21. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
3.242
8.753
3.955
3.242
3.437
2.107
7.427
1.232
9.143
13
10
1.816
21.501
1.621
27.687
38.840
1.511
4.857
1.770
2.788
1.829
130
843
1.187
1.926
1.102
7.651
1.083
2.918
713
259
519
130
104
165.344

JAN
291
785
355
291
308
189
666
111
820
1,2
0,9
163
1.929
145
2.484
3.484
136
436
159
250
164
12
76
106
173
99
686
97
262
64
23
47
12
9
14.832

FEB
335
905
409
335
355
218
768
127
946
1,3
1,0
188
2.224
168
2.864
4.017
156
502
183
288
189
13
87
123
199
114
791
112
302
74
27
54
13
11
17.102

MAR
338
912
412
338
358
220
774
128
953
1,4
1,0
189
2.241
169
2.886
4.048
157
506
184
291
191
14
88
124
201
115
797
113
304
74
27
54
14
11
17.232

APR
354
956
432
354
375
230
811
135
998
1,4
1,1
198
2.347
177
3.023
4.240
165
530
193
304
200
14
92
130
210
120
835
118
319
78
28
57
14
11
18.052

MEI
293
791
358
293
311
190
671
111
826
1,2
0,9
164
1.944
147
2.503
3.511
137
439
160
252
165
12
76
107
174
100
692
98
264
64
23
47
12
9
14.946

JUN
256
691
312
256
271
166
587
97
722
1,0
0,8
143
1.698
128
2.187
3.068
119
384
140
220
144
10
67
94
152
87
604
86
230
56
20
41
10
8
13.060

JUL
181
488
220
181
191
117
414
69
509
0,7
0,5
101
1.198
90
1.543
2.164
84
271
99
155
102
7
47
66
107
61
426
60
163
40
14
29
7
6
9.213

AGS
126
341
154
126
134
82
290
48
356
0,5
0,4
71
838
63
1.079
1.514
59
189
69
109
71
5
33
46
75
43
298
42
114
28
10
20
5
4
6.445

SEP
180
485
219
180
191
117
412
68
507
0,7
0,5
101
1.192
90
1.535
2.154
84
269
98
155
101
7
47
66
107
61
424
60
162
40
14
29
7
6
9.169

OKT
249
672
304
249
264
162
570
95
702
1,0
0,7
139
1.651
124
2.126
2.983
116
373
136
214
140
10
65
91
148
85
588
83
224
55
20
40
10
8
12.697

NOP
308
832
376
308
327
200
706
117
869
1
0,9
173
2.044
154
2.632
3.692
144
462
168
265
174
12
80
113
183
105
727
103
277
68
25
49
12
10
15.716

(Ton)
DES
331
894
404
331
351
215
758
126
933
1,3
1,0
185
2.195
165
2.826
3.965
154
496
181
285
187
13
86
121
197
113
781
111
298
73
26
53
13
11
16.879

Lampiran 3.22. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
9.987
26.965
12.184
9.987
10.586
6.492
22.880
3.795
28.163
40
30
5.593
66.234
4.994
85.289
119.644
4.654
14.961
5.453
8.589
5.633
399
2.597
3.655
5.932
3.396
23.569
3.336
8.988
2.197
799
1.598
399
320
509.338

JAN
896
2.419
1.093
896
950
582
2.052
340
2.526
4
3
502
5.941
448
7.651
10.733
417
1.342
489
770
505
36
233
328
532
305
2.114
299
806
197
72
143
36
29
45.690

FEB
1.033
2.789
1.260
1.033
1.095
671
2.367
393
2.913
4
3
578
6.851
517
8.822
12.375
481
1.547
564
888
583
41
269
378
614
351
2.438
345
930
227
83
165
41
33
52.683

MAR
1.041
2.810
1.270
1.041
1.103
677
2.385
396
2.935
4
3
583
6.903
520
8.889
12.469
485
1.559
568
895
587
42
271
381
618
354
2.456
348
937
229
83
167
42
33
53.083

APR
1.090
2.944
1.330
1.090
1.156
709
2.498
414
3.075
4
3
611
7.231
545
9.312
13.063
508
1.633
595
938
615
44
283
399
648
371
2.573
364
981
240
87
174
44
35
55.609

MEI
903
2.438
1.101
903
957
587
2.068
343
2.546
4
3
506
5.987
451
7.710
10.815
421
1.352
493
776
509
36
235
330
536
307
2.131
302
813
199
72
144
36
29
46.042

JUN
789
2.130
962
789
836
513
1.807
300
2.225
3
2
442
5.232
394
6.737
9.450
368
1.182
431
678
445
32
205
289
469
268
1.862
263
710
174
63
126
32
25
40.231

JUL
556
1.503
679
556
590
362
1.275
211
1.569
2
2
312
3.691
278
4.752
6.667
259
834
304
479
314
22
145
204
331
189
1.313
186
501
122
45
89
22
18
28.381

AGS
389
1.051
475
389
413
253
892
148
1.098
2
1
218
2.582
195
3.325
4.664
181
583
213
335
220
16
101
142
231
132
919
130
350
86
31
62
16
12
19.854

SEP
554
1.495
676
554
587
360
1.269
210
1.562
2
2
310
3.673
277
4.729
6.635
258
830
302
476
312
22
144
203
329
188
1.307
185
498
122
44
89
22
18
28.244

OKT
767
2.071
936
767
813
499
1.757
291
2.163
3
2
429
5.086
383
6.550
9.188
357
1.149
419
660
433
31
199
281
456
261
1.810
256
690
169
61
123
31
25
39.114

NOP
949
2.563
1.158
949
1.006
617
2.175
361
2.677
4
3
532
6.295
475
8.107
11.372
442
1.422
518
816
535
38
247
347
564
323
2.240
317
854
209
76
152
38
30
48.412

(Ton)
DES
1.020
2.753
1.244
1.020
1.081
663
2.336
387
2.875
4
3
571
6.761
510
8.707
12.214
475
1.527
557
877
575
41
265
373
606
347
2.406
341
918
224
82
163
41
33
51.996

Lampiran 3.23. Peraturan Menteri Pertanian


0
Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
0
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Subsektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

Setahun
351
946
428
351
372
228
803
133
989
1
1
196
2.325
175
2.994
4.199
163
525
191
301
198
14
91
128
208
119
827
117
315
77
28
56
14
11
17.877

Jan
31
85
38
31
33
20
72
12
89
0,1
0,1
18
209
16
269
377
15
47
17
27
18
1
8
12
19
11
74
11
28
7
3
5
1
1
1.604

Feb
36
98
44
36
38
24
83
14
102
0,1
0,1
20
240
18
310
434
17
54
20
31
20
1
9
13
22
12
86
12
33
8
3
6
1
1
1.849

Mar
37
99
45
37
39
24
84
14
103
0,1
0,1
20
242
18
312
438
17
55
20
31
21
1
9
13
22
12
86
12
33
8
3
6
1
1
1.863

Apr
38
103
47
38
41
25
88
15
108
0,2
0,1
21
254
19
327
458
18
57
21
33
22
2
10
14
23
13
90
13
34
8
3
6
2
1
1.952

Mei
32
86
39
32
34
21
73
12
89
0,1
0,1
18
210
16
271
380
15
47
17
27
18
1
8
12
19
11
75
11
29
7
3
5
1
1
1.616

Jun
28
75
34
28
29
18
63
11
78
0,1
0,1
16
184
14
236
332
13
41
15
24
16
1
7
10
16
9
65
9
25
6
2
4
1
1
1.412

Jul
20
53
24
20
21
13
45
7
55
0,1
0,1
11
130
10
167
234
9
29
11
17
11
1
5
7
12
7
46
7
18
4
2
3
1
1
996

Ags
14
37
17
14
14
9
31
5
39
0,1
0,0
8
91
7
117
164
6
20
7
12
8
1
4
5
8
5
32
5
12
3
1
2
1
0
697

Sep
19
52
24
19
21
13
45
7
55
0,1
0,1
11
129
10
166
233
9
29
11
17
11
1
5
7
12
7
46
6
17
4
2
3
1
1
991

Okt
27
73
33
27
29
17
62
10
76
0,1
0,1
15
179
13
230
322
13
40
15
23
15
1
7
10
16
9
64
9
24
6
2
4
1
1
1.373

Nop
33
90
41
33
35
22
76
13
94
0,1
0,1
19
221
17
285
399
16
50
18
29
19
1
9
12
20
11
79
11
30
7
3
5
1
1
1.699

(Ton)
Des
36
97
44
36
38
23
82
14
101
0,1
0,1
20
237
18
306
429
17
54
20
31
20
1
9
13
21
12
84
12
32
8
3
6
1
1
1.825

Lampiran 3.24. Peraturan Menteri Pertanian


0
Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
0
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK NPK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Subsektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPAUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

Setahun
-

Jan

Feb
-

Mar
-

Apr

Mei
-

Jun
-

Jul

Ags
-

Sep
-

Okt
-

Nop
-

(Ton)
Des
-

Lampiran 3.25. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015

NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

PROPINSI
ACEH
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
JAMBI
RIAU
BENGKULU
SUMATERA SELATAN
BANGKA BELITUNG
LAMPUNG
KEP. RIAU
DKI. JAKARTA
BANTEN
JAWA BARAT
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TENGAH
JAWA TIMUR
BALI
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TIMUR
KALIMANTAN UTARA
SULAWESI UTARA
GORONTALO
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI SELATAN
SULAWESI BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
MALUKU
PAPUA
MALUKU UTARA
PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

910000
SETAHUN
21.400
35.000
23.000
8.180
10.000
7.000
21.200
6.000
26.000
100
100
8.000
59.000
14.500
258.000
370.000
25.000
23.000
4.000
7.500
2.000
500
1.900
1.500
3.800
6.500
34.000
1.500
11.500
5.000
1.000
2.500
1.000
320
1.000.000

JAN
1.376
2.250
1.479
526
643
450
1.363
386
1.672
6
6
514
3.794
932
16.589
23.791
1.607
1.479
257
482
129
32
122
96
244
418
2.186
96
739
321
64
161
64
21
64.299

FEB
1.704
2.787
1.831
651
796
557
1.688
478
2.070
8
8
637
4.698
1.155
20.544
29.463
1.991
1.831
319
597
159
40
151
119
303
518
2.707
119
916
398
80
199
80
25
79.629

MAR
2.131
3.486
2.290
815
996
697
2.111
598
2.589
10
10
797
5.876
1.444
25.693
36.847
2.490
2.290
398
747
199
50
189
149
378
647
3.386
149
1.145
498
100
249
100
32
99.586

APR
2.189
3.581
2.353
837
1.023
716
2.169
614
2.660
10
10
819
6.036
1.484
26.397
37.856
2.558
2.353
409
767
205
51
194
153
389
665
3.479
153
1.177
512
102
256
102
33
102.313

MEI
2.018
3.301
2.169
772
943
660
2.000
566
2.452
9
9
755
5.565
1.368
24.335
34.899
2.358
2.169
377
707
189
47
179
141
358
613
3.207
141
1.085
472
94
236
94
30
94.321

JUN
1.348
2.205
1.449
515
630
441
1.335
378
1.638
6
6
504
3.716
913
16.250
23.305
1.575
1.449
252
472
126
31
120
94
239
409
2.142
94
724
315
63
157
63
20
62.986

JUL
1.680
2.748
1.806
642
785
550
1.665
471
2.041
8
8
628
4.633
1.139
20.258
29.052
1.963
1.806
314
589
157
39
149
118
298
510
2.670
118
903
393
79
196
79
25
78.519

AGS
1.200
1.962
1.290
459
561
392
1.189
336
1.458
6
6
449
3.308
813
14.466
20.746
1.402
1.290
224
421
112
28
107
84
213
364
1.906
84
645
280
56
140
56
18
56.069

SEP
1.346
2.201
1.446
514
629
440
1.333
377
1.635
6
6
503
3.710
912
16.225
23.268
1.572
1.446
252
472
126
31
119
94
239
409
2.138
94
723
314
63
157
63
20
62.888

OKT
1.819
2.976
1.955
695
850
595
1.802
510
2.210
9
9
680
5.016
1.233
21.935
31.457
2.125
1.955
340
638
170
43
162
128
323
553
2.891
128
978
425
85
213
85
27
85.019

NOP
2.307
3.773
2.480
882
1.078
755
2.286
647
2.803
11
11
863
6.361
1.563
27.816
39.891
2.695
2.480
431
809
216
54
205
162
410
701
3.666
162
1.240
539
108
270
108
35
107.814

(Ton)
DES
2.280
3.730
2.451
872
1.066
746
2.259
639
2.771
11
11
852
6.287
1.545
27.492
39.427
2.664
2.451
426
799
213
53
202
160
405
693
3.623
160
1.225
533
107
266
107
34
106.558

Lampiran 3.26. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Tanaman Pangan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
15.440
25.253
16.595
5.902
7.215
5.051
15.296
4.329
18.759
72
72
5.772
42.569
10.462
186.150
266.959
18.038
16.595
2.886
5.411
1.443
361
1.371
1.082
2.742
4.690
24.531
1.082
8.297
3.608
722
1.804
722
231
721.512

JAN
993
1.624
1.067
379
464
325
984
278
1.206
5
5
371
2.737
673
11.969
17.165
1.160
1.067
186
348
93
23
88
70
176
302
1.577
70
534
232
46
116
46
15
46.392

FEB
1.229
2.011
1.321
470
575
402
1.218
345
1.494
6
6
460
3.390
833
14.823
21.258
1.436
1.321
230
431
115
29
109
86
218
373
1.953
86
661
287
57
144
57
18
57.453

MAR
1.538
2.515
1.653
588
719
503
1.523
431
1.868
7
7
575
4.239
1.042
18.538
26.585
1.796
1.653
287
539
144
36
137
108
273
467
2.443
108
826
359
72
180
72
23
71.852

APR
1.580
2.584
1.698
604
738
517
1.565
443
1.919
7
7
591
4.355
1.070
19.046
27.313
1.846
1.698
295
554
148
37
140
111
281
480
2.510
111
849
369
74
185
74
24
73.820

MEI
1.456
2.382
1.565
557
681
476
1.443
408
1.769
7
7
544
4.015
987
17.558
25.180
1.701
1.565
272
510
136
34
129
102
259
442
2.314
102
783
340
68
170
68
22
68.053

JUN
973
1.591
1.045
372
454
318
963
273
1.182
5
5
364
2.681
659
11.725
16.815
1.136
1.045
182
341
91
23
86
68
173
295
1.545
68
523
227
45
114
45
15
45.445

JUL
1.212
1.983
1.303
463
567
397
1.201
340
1.473
6
6
453
3.342
821
14.616
20.961
1.416
1.303
227
425
113
28
108
85
215
368
1.926
85
651
283
57
142
57
18
56.652

AGS
866
1.416
930
331
405
283
858
243
1.052
4
4
324
2.387
587
10.437
14.968
1.011
930
162
303
81
20
77
61
154
263
1.375
61
465
202
40
101
40
13
40.455

SEP
971
1.588
1.044
371
454
318
962
272
1.180
5
5
363
2.677
658
11.707
16.788
1.134
1.044
181
340
91
23
86
68
172
295
1.543
68
522
227
45
113
45
15
45.374

OKT
1.313
2.147
1.411
502
613
429
1.300
368
1.595
6
6
491
3.619
889
15.826
22.697
1.534
1.411
245
460
123
31
117
92
233
399
2.086
92
705
307
61
153
61
20
61.342

NOP
1.665
2.723
1.789
636
778
545
1.649
467
2.023
8
8
622
4.590
1.128
20.070
28.782
1.945
1.789
311
583
156
39
148
117
296
506
2.645
117
895
389
78
194
78
25
77.789

(Ton)
DES
1.645
2.691
1.768
629
769
538
1.630
461
1.999
8
8
615
4.536
1.115
19.836
28.447
1.922
1.768
308
577
154
38
146
115
292
500
2.614
115
884
384
77
192
77
25
76.883

Lampiran 3.27. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Hortikultura
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1.155
1.890
1.242
442
540
378
1.145
324
1.404
5
5
432
3.185
783
13.930
19.977
1.350
1.242
216
405
108
27
103
81
205
351
1.836
81
621
270
54
135
54
17
53.991

JAN
74
122
80
28
35
24
74
21
90
0,3
0,3
28
205
50
896
1.284
87
80
14
26
7
2
7
5
13
23
118
5
40
17
3
9
3
1
3.472

FEB
92
150
99
35
43
30
91
26
112
0,4
0,4
34
254
62
1.109
1.591
107
99
17
32
9
2
8
6
16
28
146
6
49
21
4
11
4
1
4.299

MAR
115
188
124
44
54
38
114
32
140
0,5
0,5
43
317
78
1.387
1.989
134
124
22
40
11
3
10
8
20
35
183
8
62
27
5
13
5
2
5.377

APR
118
193
127
45
55
39
117
33
144
0,6
0,6
44
326
80
1.425
2.044
138
127
22
41
11
3
10
8
21
36
188
8
64
28
6
14
6
2
5.524

MEI
109
178
117
42
51
36
108
31
132
0,5
0,5
41
300
74
1.314
1.884
127
117
20
38
10
3
10
8
19
33
173
8
59
25
5
13
5
2
5.092

JUN
73
119
78
28
34
24
72
20
88
0,3
0,3
27
201
49
877
1.258
85
78
14
26
7
2
6
5
13
22
116
5
39
17
3
9
3
1
3.401

JUL
91
148
98
35
42
30
90
25
110
0,4
0,4
34
250
61
1.094
1.569
106
98
17
32
8
2
8
6
16
28
144
6
49
21
4
11
4
1
4.239

AGS
65
106
70
25
30
21
64
18
79
0,3
0,3
24
179
44
781
1.120
76
70
12
23
6
2
6
5
12
20
103
5
35
15
3
8
3
1
3.027

SEP
73
119
78
28
34
24
72
20
88
0,3
0,3
27
200
49
876
1.256
85
78
14
25
7
2
6
5
13
22
115
5
39
17
3
8
3
1
3.395

OKT
98
161
106
38
46
32
97
28
119
0,5
0,5
37
271
67
1.184
1.698
115
106
18
34
9
2
9
7
17
30
156
7
53
23
5
11
5
1
4.590

NOP
125
204
134
48
58
41
123
35
151
0,6
0,6
47
343
84
1.502
2.154
146
134
23
44
12
3
11
9
22
38
198
9
67
29
6
15
6
2
5.821

(Ton)
DES
123
201
132
47
58
40
122
35
150
0,6
0,6
46
339
83
1.484
2.129
144
132
23
43
12
3
11
9
22
37
196
9
66
29
6
14
6
2
5.753

Lampiran 3.28. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perkebunan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
2.870
4.693
3.084
1.097
1.341
939
2.843
805
3.487
13
13
1.073
7.912
1.944
34.597
49.616
3.352
3.084
536
1.006
268
67
255
201
510
872
4.559
201
1.542
670
134
335
134
43
134.097

JAN
185
302
198
71
86
60
183
52
224
0,9
0,9
69
509
125
2.225
3.190
216
198
34
65
17
4
16
13
33
56
293
13
99
43
9
22
9
3
8.622

FEB
229
374
246
87
107
75
226
64
278
1,1
1,1
85
630
155
2.755
3.951
267
246
43
80
21
5
20
16
41
69
363
16
123
53
11
27
11
3
10.678

MAR
286
467
307
109
134
93
283
80
347
1,3
1,3
107
788
194
3.445
4.941
334
307
53
100
27
7
25
20
51
87
454
20
154
67
13
33
13
4
13.354

APR
294
480
316
112
137
96
291
82
357
1,4
1,4
110
809
199
3.540
5.076
343
316
55
103
27
7
26
21
52
89
466
21
158
69
14
34
14
4
13.720

MEI
271
443
291
103
126
89
268
76
329
1,3
1,3
101
746
183
3.263
4.680
316
291
51
95
25
6
24
19
48
82
430
19
145
63
13
32
13
4
12.648

JUN
181
296
194
69
84
59
179
51
220
0,8
0,8
68
498
122
2.179
3.125
211
194
34
63
17
4
16
13
32
55
287
13
97
42
8
21
8
3
8.446

JUL
225
369
242
86
105
74
223
63
274
1,1
1,1
84
621
153
2.717
3.896
263
242
42
79
21
5
20
16
40
68
358
16
121
53
11
26
11
3
10.529

AGS
161
263
173
62
75
53
159
45
195
0,8
0,8
60
444
109
1.940
2.782
188
173
30
56
15
4
14
11
29
49
256
11
86
38
8
19
8
2
7.519

SEP
180
295
194
69
84
59
179
51
219
0,8
0,8
67
498
122
2.176
3.120
211
194
34
63
17
4
16
13
32
55
287
13
97
42
8
21
8
3
8.433

OKT
244
399
262
93
114
80
242
68
296
1,1
1,1
91
673
165
2.941
4.218
285
262
46
86
23
6
22
17
43
74
388
17
131
57
11
29
11
4
11.401

NOP
309
506
333
118
145
101
306
87
376
1,4
1,4
116
853
210
3.730
5.349
361
333
58
108
29
7
27
22
55
94
492
22
166
72
14
36
14
5
14.458

(Ton)
DES
306
500
329
117
143
100
303
86
372
1,4
1,4
114
843
207
3.687
5.287
357
329
57
107
29
7
27
21
54
93
486
21
164
71
14
36
14
5
14.289

Lampiran 3.29. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Peternakan
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
1.935
3.164
2.079
739
904
633
1.916
542
2.350
9
9
723
5.334
1.311
23.323
33.448
2.260
2.079
362
678
181
45
172
136
344
588
3.074
136
1.040
452
90
226
90
29
90.401

JAN
124
203
134
48
58
41
123
35
151
0,6
0,6
47
343
84
1.500
2.151
145
134
23
44
12
2,9
11
9
22
38
198
9
67
29
6
15
6
1,9
5.813

FEB
154
252
166
59
72
50
153
43
187
0,7
0,7
58
425
104
1.857
2.663
180
166
29
54
14
3,6
14
11
27
47
245
11
83
36
7
18
7
2,3
7.198

MAR
193
315
207
74
90
63
191
54
234
0,9
0,9
72
531
131
2.323
3.331
225
207
36
68
18
4,5
17
14
34
59
306
14
104
45
9
23
9
2,9
9.003

APR
198
324
213
76
92
65
196
55
240
0,9
0,9
74
546
134
2.386
3.422
231
213
37
69
18
4,6
18
14
35
60
314
14
106
46
9
23
9
3,0
9.249

MEI
182
298
196
70
85
60
181
51
222
0,9
0,9
68
503
124
2.200
3.155
213
196
34
64
17
4,3
16
13
32
55
290
13
98
43
9
21
9
2,7
8.527

JUN
122
199
131
47
57
40
121
34
148
0,6
0,6
46
336
83
1.469
2.107
142
131
23
43
11
2,8
11
9
22
37
194
9
65
28
6
14
6
1,8
5.694

JUL
152
248
163
58
71
50
150
43
185
0,7
0,7
57
419
103
1.831
2.626
177
163
28
53
14
3,5
13
11
27
46
241
11
82
35
7
18
7
2,3
7.098

AGS
108
177
117
41
51
35
107
30
132
0,5
0,5
41
299
73
1.308
1.875
127
117
20
38
10
2,5
10
8
19
33
172
8
58
25
5
13
5
1,6
5.069

SEP
122
199
131
47
57
40
121
34
148
0,6
0,6
45
335
82
1.467
2.103
142
131
23
43
11
2,8
11
9
22
37
193
9
65
28
6
14
6
1,8
5.685

OKT
164
269
177
63
77
54
163
46
200
0,8
0,8
61
453
111
1.983
2.844
192
177
31
58
15
3,8
15
12
29
50
261
12
88
38
8
19
8
2,5
7.686

NOP
209
341
224
80
97
68
207
58
253
1,0
1,0
78
575
141
2.515
3.606
244
224
39
73
19
4,9
19
15
37
63
331
15
112
49
10
24
10
3,1
9.746

(Ton)
DES
206
337
222
79
96
67
204
58
250
1,0
1,0
77
568
140
2.485
3.564
241
222
39
72
19
4,8
18
14
37
63
328
14
111
48
10
24
10
3,1
9.633

Lampiran 3.30. Peraturan Menteri Pertanian


Nomor : 130/Permentan/SR.130/11/2014
Tanggal : 27 November 2014
KEBUTUHAN PUPUK ORGANIK BERSUBSIDI SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2015
Sub Sektor : Perikanan Budidaya
NO.
PROPINSI
1 ACEH
2 SUMATERA UTARA
3 SUMATERA BARAT
4 JAMBI
5 RIAU
6 BENGKULU
7 SUMATERA SELATAN
8 BANGKA BELITUNG
9 LAMPUNG
10 KEP. RIAU
11 DKI. JAKARTA
12 BANTEN
13 JAWA BARAT
14 D.I. YOGYAKARTA
15 JAWA TENGAH
16 JAWA TIMUR
17 B A L I
18 KALIMANTAN BARAT
19 KALIMANTAN TENGAH
20 KALIMANTAN SELATAN
21 KALIMANTAN TIMUR
22 KALIMANTAN UTARA
23 SULAWESI UTARA
24 GORONTALO
25 SULAWESI TENGAH
26 SULAWESI TENGGARA
27 SULAWESI SELATAN
28 SULAWESI BARAT
29 NUSA TENGGARA BARAT
30 NUSA TENGGARA TIMUR
31 MALUKU
32 PAPUA
33 MALUKU UTARA
34 PAPUA BARAT
JUMLAH PROPINSI

SETAHUN
-

JAN
-

FEB
-

MAR
-

APR
-

MEI
-

JUN
-

JUL
-

AGS
-

SEP
-

OKT
-

NOP
-

(Ton)
DES
-