Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL TUGAS AKHIR

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN


PERSEPSI RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA PADA PEKERJA PT. KRAMA YUDHA RATU MOTOR

Disusun Oleh :
VANY DIANA NURASTUTI
082.11.046

Jurusan Teknik Lingkungan


Fakultas Arsitektur Lansekap Dan Teknologi Lingkungan
Universitas Trisakti
Jakarta
2015

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbilalamin puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayah-Nya, serta
memberikan saya ide kreatif yang kiranya dapat berguna bagi khalayak umum.
Pada akhirnya saya dapat menyelesaikan proposal Tugas Akhir pada jurusan
Teknik Lingkungan Universitas Trisakti.
Proposal ini adalah rencana kegiatan yang akan saya lakukan di PT
KRAMA YUDHA RATU MOTOR (KRM), yang menjadi konsentrasi praktikan
pada bidang PK3.
Saya yakin adapun penulisan proposal ini masih jauh dari kata sempurna,
sehingga saya akan sangat menghargai saran yang bersifat membangun untuk
lebih menyempurnakan pelaksanaan Tugas Akhir yang akan dilaksanakan.

Jakarta, Januari 2015

Vany Diana N.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya dunia industri, selalu akan dihadapkan
pada tantangan-tantangan baru yang harus bisa segera diatasi bila perusahaan
tersebut ingin tetap bertahan. Salah satu masalah yang selalu berkaitan dan
melekat dengan dunia kerja sejak awal dunia industri dimualai adalah timbulnya
kecelakaan kerja. Masalah ini selalu terjadi pada industri apapun, namun terdapat
industri-industri yang memiliki potensi bahaya yang lebih tinggi dibandingkan
yang lain, salah satunya adalah industri otomotif. Perusahaan otomotif terus
berkembang seiring dengan perkembangan manusia yang membutuhkan alat
transportasi yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan. Di satu sisi, perkembangan
ini berdampak baik dalam penyerapan tenaga kerja, namun di sisi lain,
kesejahteraan pekerja khususnya dalam hal keselamatan kerja untuk pekerja juga
harus semakin diperhatikan.
Pada perusahaan di bidang otomotif biasanya proses produksi kendaraan
dibagi ke beberapa grup perusahaan. Grup-grup perusahaan tersebut ada yang
memproduksi komponen-komponen kendaraan dan juga bagian perakitan
kendaraan. Baik produksi komponen kendaraan maupun perakitan memiliki
resiko kecelakaan kerja, karena keduanya mnggunakan alat-alat berat dan
melakukan kegiatan-kegiatan yang berbahaya dalam proses produksinya. Oleh
karena itu, perusahaan di bidang ini membutuhkan pengelolaan manajemen yang
baik, terutama dari segi keselamatan kerja. Alat dan kegiatan tersebut jika tidak
digunakan dan dilakukan sesuai nprosedur keamanan dapat menimbulkan
kecelakaan yang akhirnya merugikan perusahaan. Contoh kegiatan yang
dilakukan perusahaan otomotif, antara lain:
1. Menyusun komponen-komponen mobil dengan berat puluhan kilogram
2. Merakit bagian-bagian mobil dengan alat berat dan aliran listrik
3. Mengoperasikan alat-alat berat

Selain membutuhkan keahlian dari para pekerjanya, dalam melaksanakan kegiatan


tersebut dibutuhkan juga pembinaan dari para pemimpinnya agar keselamatan
kerja dapat diwujudkan.
Robbins dan Judge (2009) mendefinisikan kepemimpinan sebagai
kemampuan untuk mempengaruhi grup ke arah pencapaian visi atau meransang
keberhasilan. Dari definisi tersebut, terdapat fungsi pemimpin sebagai pemandu
dalam membimbing bawahannya agar dapat bekerja sesuai dengan aturan-aturan
perusahaan. Fungsi tersebut juga seharusnya berlaku dalam pelaksanaan aturan
keselamatan kerja, di mana keberhasilan dari pelaksanaan keselamatan kerja akan
membawa hasil positif bagi perusahaan.
Safety atau keselamatan kerja dinilai penting karena alasan-alasan yang
ternyata berhubungan terhadap pergerakan keseluruhan perusahaan, berikut ini
beberapa alasan tersebut menurut Suardi (2007), yaitu:
1. Penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang dilaksanakan
secara efektif dan penuh komitmen akan mengurangi biaya karena
mencegah terjadinya kecelakaan, kerusakan dan sakit karena kerja.
2. Penerapan K3 akan memberikan perlindungan kepada pekerja. Karena,
kecelakaan kerja dapat menyebabkan kematian, di mana manusia adalah
sumber daya yang tidak bisa terganti oleh teknologi apapun.
3. Penerapan K3 akan meningkatkan citra organisasi terhadap kinerja
perusahaan, sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Pelaksanaan keselamatan kerja yang baik dalam perusahaan tidak hanya
bergantung pada satu hal. Namun membutuhkan keterkaitan berbagai hal untuk
memperoleh hasil yang maksimal. Pada penelitian ini, penulis tertarik untuk
mengevaluasi penerapan pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja dengan
standar safety dari para pekerjanya. Keselamatan kerja membutuhkan komitmen
dari manajemen untuk membentuk budaya keselamatan kerja (safety culture).
Budaya keselamatan kerja kemudian dapat memperbaiki dampak terhadap
persepsi pekerja tentang keselamatan kerja (safety climate). Persepsi keselamatan
dari pekerja dapat memicu pekerja untuk melakukan pekerjaan dengan
memperhatikan keselamatan kerjanya.

Penulis memilih PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM), karena PT. KYRM
adalah perusahaan nasional untuk jenis perusahaan perakitan otomotif dalam
negeri yang memenuhi standar internasional. Hal ini didasari karena kemampuan
menyerap teknologi tinggi dan menerapkannya secara konsisten di dalam produk,
sehingga hasil produk PT. KRM tetap diminati oleh para pelanggan, seperti
kendaraan Mitsubishi L300, Colt Diesel, FUSO dan T120 SS. Prestasi ini
tentunya tidak terlepas dari sistem operasional yang baik, yang didalamnya juga
mencakup sistem keselamatan kerja.
Adanya Departemen Environment and Social Responsibility/Environment
Health and Safety pada suatu industri maupun perusahaan sangatlah diperlukan
guna meminimalisir potensi kerugian yang diakibatkan oleh kejadian-kejadian
dalam aspek kesehatan, keselamatan kerja dan lindungan lingkungan, Bagian
ESR/EHS pada PT Krama Yudha Ratu Motor, Jakarta khususnya bidang K3
menjadi objek studi saya, karena pada setiap proses dan tahapan kegiatannya
memiliki resiko yang tinggi. Adapun kegiatan utama dari PT Krama Yudha Ratu
Motor, Jakarta adalah Industri alat-alat berat dan memproduksi ulang kembali
alat-alat berat. Hal inilah yang menjadi dasar peninjauan dan evaluasi yang akan
dilakukan pada masa Tugas Akhir.
1.2 Perumusan Masalah
Perusahaan dalam proses produksinya tidak lepas dari risko kecelakaan kerja
maupun penyakit akibat kerja. Telah terjadi juga kecelakaan kerja sebanyak 59
kasus kecelakaan kerja dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. Dan menurut
data yang diketahui oleh penulis, kecelakaan tersebut dikarenakan pekerja yang
kurang berhati-hati, bekerja terburu-buru, kurang berkonsentrasi, kurang
berpengalaman, tidak mengikuti SOP, dan lain sebagainya.
Kesadaran akan pentingnya K3 tersebut tidak lepas dari persepsi pekerja
terhadap K3 itu sendiri. Persepsi merupakan kunci kognisi yang merupakan pusat
mental mendasar seseorang yang menjembatani antara masukan dari lingkungan
melalui indera dan juga terdiri dari penilaian pribadi seseorang yang unik dari
lingkungan yang dalam hubungannya dengan kognisi lain seperti memori, belajar,

pengambilan keputusan dan memecahkan masalah (Glendon dan McKenna,


1985). Persepsi terhadap risiko dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya
adalah pengetahuan, motivasi, sikap, pengalaman, dan kondisi lingkungan kerja.
Oleh karena itu, sesuai dengan kondisi perusahaan seperti yang telah
diuraikan diatas, penulis tertarik untuk meneliti mengenai persepsi pekerja
terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja di PT. KRAMA YUDHA RATU
MOTOR.
1.3 Maksud Penelitian
Maksud dari proposal ini adalah mengevaluasi faktor para pekerja yang
behubungan dengan persepsi risiko keselamatan dan kesehatan kerja di PT.
KRAMA YUDHA RATU MOTOR.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian di PT Krama Yudha Ratu Motor Jakarta ini adalah:
1.

Mempelajari secara langsung gambaran persepsi pekerja terhadap risiko


keselamatan dan kesehatan kerja di PT. KRAMA YUDHA RATU MOTOR

2.

Mempelajari hubungan antara pengetahuan dengan persepsi pekerja


terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja di PT. KARAMA YUDHA
RATU MOTOR

3.

Mempelajari gambaran motivasi pekerja, sikap pekerja, dan pengetahuan


pekerja terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja di PT. KRAMA
YUDHA RATU MOTOR

4.

Mempelajari gambaran pengalaman pekerja, dan kondisi lingkungan kerja


di PT. KRAMA YUDHA RATU MOTOR

1.5 Manfaat Penelitian


Manfaat bagi perusahaan di PT Krama Yudha Ratu Motor Jakarta ini
adalah dengan persepsi pekerja terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja
diharapkan pihak perusahaan terutama bagian K3 dapat menambah informasi

mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan K3 di lingkungan kerja. Selain


kitu dapat menambah referensi dan bahan evaluasi dalam hal pengembangan
program-program K3 di perusahaan dan perlahan dapat meningkatkan budaya K3
di perusahaan.
Manfaat bagi peneliti adalah dapat menaplikasikan secara praktis ilmu
keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di perkuliahan dan menambah
wawasan mengenai ilmu keselamatan dan kesehatan kerja khususnya dalam ilmu
perilaku.
Manfaat bagi universitas adalah diharapkan penelitian yang dilakukan
dapat menjadi tambahan informasi tentang persepsi pekerja terhadap risiko K3
dalam rangka mengembangkan ilmu K3 selanjutnya.
1.6 Ruang Lingkup
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan
dengan persepsi pekerja terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja di PT.
KRAMA YUDHA RATU MOTOR. Faktor yang diteliti mencakup pengetahuan,
motivasi, sikap, pengalaman dan kondisi lingkungan kerja. Lokasi penelitian di
PT. KRAMA YUDHA RATU MOTOR dan dilakukan pada bulan Juni 2015.
Penelitian ini menggunakan metode survai. Data dalam penelitian ini berupa data
primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan observasi,
sedangkan data sekunder diperoleh melalui data perusahaan berupa data pekerja,
data mengenai risiko yang ada di tempat kerja, dan data kecelakaan kerja.
Penelitian ini dilakukan karena faktor manusia (personal) merupakan penyebab
umum terjadinya kecelakaan (Heinrich 1929 dalam ILO 1989; Colling, 1990) dan
tindakan manusia didasarkan pada persepsinya terhadap lingkungan di sekitarnya.
Oleh karena itu diperlukan dilakukannya penelitian untuk mengetahui faktor yang
berhubungan dengan persepsi risiko keselaamatan dan kesehatan kerja di PT.
KRAMA YUDHA RATU MOTOR.

1.7 Batasan Masalah


Tujuan penelitian di PT Krama Yudha Ratu Motor Jakarta ini adalah:
5.

Mempelajari secara langsung gambaran persepsi pekerja terhadap risiko


keselamatan dan kesehatan kerja di PT. KRAMA YUDHA RATU MOTOR

6.

Mempelajari hubungan antara pengetahuan dengan persepsi pekerja


terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja di PT. KARAMA YUDHA
RATU MOTOR

7.

Mempelajari gambaran motivasi pekerja, sikap pekerja, dan pengetahuan


pekerja terhadap risiko keselamatan dan kesehatan kerja di PT. KRAMA
YUDHA RATU MOTOR

8.

Mempelajari gambaran pengalaman pekerja, dan kondisi lingkungan kerja


di PT. KRAMA YUDHA RATU MOTOR

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Keselamatan dan Kesehatan Kerja dewasa ini merupakan istilah yang
sangat populer. Bahkan didalam dunia industri istilah tersebut lebih dikenal
dengan singkatan K3L yang artinya keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.
Aspek lingkungan dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan juga
merupakan hal yang penting, namun dalam pembahasan berikut yang akan
menjadi fokus utamanya adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Keselamatan berasal dari bahasa Inggris yaitu kata safety dan biasanya
selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya sesorang dari peristiwa celaka
(accident) atau nyaris celaka (near-miss). Jadi pada hakekatnya keselamatan
sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun sebagai suatu pendekatan praktis
mempelajari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan
berupaya mengembangkan berbagai cara dan pendekatan untuk memperkecil
resiko terjadinya kecelakaan. Dalam mempelajari faktor-faktor yang dapat
menyebabkan manusia mengalami kecelakaan inilah berkembang berbagai konsep
dan teori tentang kecelakaan (accident theories). Teori tersebut umumnya ada
yang memusatkan perhatiannya pada faktor penyebab yang ada pada pekerjaan
atau cara kerja, ada yang lebih memperhatikan faktor penyebab pada peralatan
kerja bahkan ada pula yang memusatkan perhatiannya pada faktor penyebab pada
perilaku manusianya.
Kesehatan berasal dari bahasa Inggris health, yang cdewasa ini tidak
hanya berarti terbebasnya sesorang dari penyakit, tetapi pengertian sehat
mempunyai makna sehat secara fisik, mental dan juga sehat secara sosial. Dengan
demikian pengertian sehat secara utuh menunjukkan pengertian sejahtera (wellbeing). Kesehatan sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun pendekatan praktis
juga berupaya mempelajari faktor-faktor yang dapat menyebabkan manusia

menderitasakit bdan sekaligus berupaya untuk mengembangkan berbagai cara


atau pendekatan untuk mencegah agar manusia tidak menderita sakit, bahkan
menjadi lebih sehat.
Sebagaimana kita ketahui bahwa umumnya manusia selalu mempunyai pekerjaan
(work, occupation) dan sebagian besar waktunya berada dalam situai bekerja
sehingga dapat terjadi manusia akan menderita penyakit yang berhubungan
dengan pekerjaannya. Karena alasan tersebut berkembang ilmu yang dikenal
dengan kesehatan kerja (occupational health). Kesehatan kerja disamping
mempelajari faktor-faktor penyakit akibat kerja (occupational disease) maupun
penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya (work-realted disease) juga
berupaya untuk mengembangkan berbagai cara atau pendekatan untuk
pencegahannya, bahkan berupaya juga dalam meningkatkan kesehatan (health
promotion) pada manusia pekerja tersebut.
2.2 Pengertian Persepsi
Persepsi adalah kunci kognisi yang merupakan pusat mental mendasar
seseorang yang menjembatani antara masukan dari lingkungan melalui indra dan
juga terdiri dari penilaian pribadi seseorang yang unik dari lingkungan yang
dalam hubungannya dengan kondisi lain seperti memori, belajar, pengambilan
keputusan dan memecahkan masalah (Glendon dan McKenna, 1985).
Secara etimologis, persepsi berasal dari bahasa Latin, yaitu percipere,
yang artinya menerima atau mengambil. Persepsi dalam arti sempit adalah
penglihatan, yaitu bagaimana cara seseorang melihat sesuatu. Sedangkan dalam
arti luas, persepsi berarti pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang
memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt, 1978 dalam Putri 2011).
2.3 Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Proses Persepsi
Pembentukan persepsi pada seseorang melalui berbagai proses dan adapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sehingga persepsi tiap individu dapat berbedabeda meskipun objek yang dilihatnya sama. Menurut Stephen P. Robbins (1996)
terdapat 3 faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang, yaitu:

1. Pelaku persepsi (pemersepsi)


Seseorang memandang pada suatu target dan mencoba menafsirkan
sesuatu dipengaruhi oleh karakterisktik-karakteristik pribadi dari perilaku
persepsi. Karakteristik individu yang lebih relevan dalam mempengaruhi
persepsi tersebut antara lain, sikap, motif, kepentingan atau minat,
pengalaman masa lalu dan pengharapan (ekspektasi).
2. Target (sasaran persepsi)
Target atau sasaran dari persepsi dapat berupa orang, benda, atau
peristiwa. Karakteristik-karakteristik dalam target yang diamati dapat
mempengaruhi apa yang dipersepsikan , antara lain hal baru, gerakan,
bunyi, ukuran, latar belakang dan kedekatan objek-objek tersebut.
3. Situasi
Situasi merupakan konteks penting dimana seseorang melihat objek-objek
atau peristiwa-peristiwa, seperti waktu, keadaan/tempat dan keadaan
sosial.

BAB III
GAMBARAN UMUM
PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM), adalah perusahan nasional yang sangat
patut diacungi jempol, khususnya untuk jenis perusahaan assembling otomotif
dalam negeri. Masalahnya sejak berdiri sampai sekarang semua dilakukan oleh
putra-putra terbaik dalam negeri. Dengan kemampuan menyerap tekhnologi tinggi
dan menerapkannya secara konsisten didalam produknya menyebabkan hasil
produk PT. KRM tetap diminati oleh para pelanggan, seperti kendaraan
Mitsubishi L300, Colt Diesel, FUSO dan T120 SS semua adalah hasil assembling
dari PT. KRM yang sampai sekarang masih tinggi sekali peminatnya diseluruh
Indonesia.
PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM) didirikan pada tanggal 1 Juni 1973
sebagai perusahaan swasta dengan 100% modalnya merupakan Penanaman Modal
Dalam Negeri (PMDN). Saat ini PT. KSRM sudah mendapatkan sertifikat ISO
9001 sejak tahun 2002 untuk sistem prosedure yang digunakan dan mempunyai
dokumen proses bisnis yaitu SSP (Standar Sistem Prosedur) dan Manual Mutu,
dan ISO 14001-1996 sejak tahun 2003.
Pendirian PT. KRM tersebut berdasarkan Akte Notaris Abdul Latief No. 16
tanggal 1 Juni tahun 1973. Diperkuat lagi dengan: (1) Perizinan dari BKPM dalam
bidang usaha No. 92/A/BKPM/73/PMDN tanggal 14 Juli 1973, (2) Perizinan 21
Maret 1974, pada saat itu perusahaan ini masuk dalam kelompok Assembling,
mesin dan perbengkelan yang kini menjadi kelompok otomotif (beroda 4 atau
lebih), (3) Perizinan dari Departemen Kehakiman dalam bidang hukum No. 16
.A.S. 105/18/74 tanggal 15 April 1974, dan (4) Perizinan dari Pengadilan Negeri
Jakarta dalam bidang hukum kewilayahan No. 1374 tanggal 18 April 1974.
PT. KRM merupakan senuah perseroan terbatas yang bergek dalam bidang
perakitan kendaraan bermotor jenis niaga. PT. KRM ini merupakan bagian dari
Krama Yudha Mitsubishi Group (KYMG). Awal berdirinya KYMG adalah akibat

banyaknya kendraan bermotor dari eropa yang diimport ke Indonesia. Guna


mengurangi pengimporan kendarasan tersebut maka para pengusaha melakukan
pertemuan dan bersepakat untuk mendirikan suatu pengusaha melakukan
pertemuan dan bersepakat untuk mendirikan suatu perusahaan perakitan kendaran
tersebut maka para pengusaha melakukan pertemuan dan bersepakat untuk
mendirikan suatu perusahaan perakitan kendaraan bermotor di Indonesia dengan
menggunakan lisensi dari Mitsubishi Motor Corporation Jepang.
KYMG terbagi atas PT. Krama Yudha Holding yang berdiri pada tahun 1969
di Jakarta, yang kemudian menjadi induk dari beberapa perusahaan dibidang
produksi kendaraan bermotor merk Mitsubishi. PT. Krama Yudha ini juga
memiliki anak perusahan di beberapa tempat yaitu:
a. PT. Krama Yudaha Ratu Motor (KRM) yang meruapakan pabrik perakitan
kendaran bermotor jenis niaga yang berdiri pada tanggal 1 Juni 1973
b. PT. Mitsubishi Krama Yudha Motor dan Manufacturing (MKM) I dan II
didirikan pada tahun 1975 dan 1981. PT. MKM ini merupakan pabrik
pembuatan komponen dan suku cadang kendaraan bermotor merk
Mitsubishi yang dirakit didalam negeri
c. PT. Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) berdiri pada tahun 1972 dan
bertindak sebagai importir serta distributor tunggal kendaraan merk
Mitsubishi
d. PT. Krama Yudha Mojopahit Motor (KSMM) didirikan pada tahun 1975
dan ditutup pada tahun 1986. PT. KSMM ini merakit kendaraan bermotor
merk Mitsubishi jenis colt diesel FE.101 dan colt diesel FE.114.
e. PT. Krama Yudha Kesuma Motor (KKM) didirikan pada tahun 1981 yang
bergerak dibidang perakitan kendaraan bermotor jenis sedan dan
penumpang serta sedan Galant II type 1400 salon F 1400 Hatch Back.
Pada bukan Januari 1975 PT. KRM mulai merakit atau mulai menghasilkan
produksi komersilnya dengan menggunakan peralatan dan tempat yang cukup
baik. Dalam tahun tersebut perusahaan ini menghasilkan kendaraan bermotor jenis
niaga berjumlah 4427 unit yang terdiri dari:
1. Kendaran Niaga type T 120 Pick Up sebanyak 383 unit

2. Kendaraan Niaga type T 210 CN sebanyak 108 unit


3. Kendaran Niaga type 200 CU sebanyak 606 unit
4. Kendaraan Niaga type T 210 FZ sebanyak 1772 unit
5. Kendaran Niaga type 633 E sebanyak 1558 unit
Type kendaran yang dirakit di PT. Krama Yudha Ratu Motor, yaitu:
1. CJM Gas Pick Up, CJM Gas Mini Bus
2. SL Diesel Pick Up, SL Diesel Mini Bus
3. Col Diesel FE-304, Colt Diesel FE-334, Colt Diesel FE-347, Colt Diesel
FE-349, Colt Diesel FE-447
4. Fuso FM 517.F, Fuso FM 517.H, Fuso FN-527
Visi Perusahaan

Untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat indonesia

Menjadi perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi

Menjadi perakit mobil Mitsubishi yang terkemuka di luar jepang

Dalam kurung waktu berikutnya, sudah mampu merakit mobil dengan


merek Krama Yudha

Misi Perusahaan

Menjadi perusahaan yang paling menguntungkan dalam kalangan industri


yang sama

Menghasilkan keuntungan yang cukup memuaskan bagi shareholders dan


kesejahhteraan yang baik bagi seluruh karyawan

Memperlakukan seluruh karyawan dengan cara yang adil dan terhormat

Menjadi perusahaan yang kuat dan bertumbuh, serta siap untuk


menghadapi persaingan regional maupun global

Kebijakan PT. KRAMA YUDHA RATU MOTOR


PT. Krama Yudha Ratu Motor bertekad untuk menjadi perakit kendaraan
niaga Mitsubishi yang terpercaya di luar Jepang dengan kebijakan sebagai berikut:

Pengembangan Symber Daya Manusia

Peningkatan Kepuasan Pelanggan

Kualitas produksi yang prima dan penyerahan tepat waktu

Melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses produksi sehingga dapat


mengurangi biaya kerja dengan hasil yang maksimal

Memberikan informasi data yang akurat, cepat dan tepat untuk


mendapatkan kepuasan yang paling terbaik di seluruh proses produksi

Struktur Organisasi
Memiliki tugas dan wewenang mengawasi dan mengontrol jalannya
operasional perusahaan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati sehingga tidak
terjadi penyimpangan, bermuara dari:
Direktur Utama membawahi:
a. Direktur Keuangan, memegang tanggung jawab mengenai masalah/hal-hal
mengenai keuangan perusahaan. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu
oleh:

Departemen Keuangan: Bagian Keuangan, Bagian Akutansi/Anggaran I


dan Bagian Anggaran II

b. Direktur Operasi, memiliki tugas dan tanggung jawab:

Mengkoordinir kelancaran jalannya proses produksi

Mengesahkan rencana kerja masing-masing kepala bagian di bawahnya

Dalam melaksanakan tugasnya ini ia dibantu oleh:

Departemen Teknik: Bagian Teknik Produksi, Bagian Maintenance,


Bagian Part Control, Bagian Quality Inspection, Bagian Quality Assurance

Departemen Produksi: Bagian PPC, Bagian Trimming Final I, II dan Final


II, Bagian Painting, Bagian Welding

c. Direktur Umum dan PSDM, Direktur umum bertanggung jawab di bagian


umum perusahaan. Sedangkan PSDM beranggung jawab mengenai
peningkatan kemampuan dari para operator/karyawan yang berada di tiaptiap bagian. Dalam melaksanakan tugasnya mereka dibantu oleh seorang
General Manager dengan membawahi:

Departemen PSDM membawahi: Bagian Legal dan K3, Bagian Payroll


dan Kesejahteraan, Bagian Seleksi dan Evaluasi, Bagian Pendidikan dan
Pengembangan.

Departemen Umum: Bagian Limbah dan Building Maintenance,


Keamanan, Perlengkapan Izin, Administrasi Kantin, Tamu dan Sekretaris.

BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada awal bulan Juni 2015 sampai dengan
bulan Oktober 2015. Periode waktu ini terhitung mulai persiapan, pengambilan
data, analisa data dan penulisan laporan tugas akhir.
4.2 Lokai Penelitian
Penelitian dilakukan di PT. Krama Yudha Ratu Motor Jakarta yang
berlokasi di Jalan Raya Bekasi Km. 21-22 Rawa Terate, Cakung, Jakarta.
4.3 Bahan dan Alat
No.
1
2
3
4
5
6
7

Bahan
Populasi
-

Alat Pelindung Diri


Pakaian Seragam
Topi Kerja
Ear Plug
Safety Glasses
Helmet
Masker Respirator
Foot Protector, dan lain-lain

4.4 Tahapan Kerja Penelitian


Penelitian ini memakai proses bisnis PT. KRM yang ditetapkan dalam
rangka memenuhi permintaan order pelanggan, maka secara garis besar proses
realisasi produk di PT. KRM terdiri dari:
1. Persiapan Produksi
Berdasarkan pada jadwal produksi yang sudah ditetapkan, maka dilakukan
persiapan pelaksanaan proses produksi yaitu persiapan part dan barang
submaterial yang dilakukan oleh bagian Part Control dan persiapan
peralatan produksi yang dilakukan oleh produksi terkait.
2. Proses Welding

Proses welding berfungsi untuk merakit pelat-pelat menjadi kabin dan rear
body dengan cara di-las. Inspeksi kualitas produk hasil proses welding
dilakukan secara random sesuai dengan persyaratan produk yang sudah
ditetapkan. Produk yang dinyatakan sesuai persyaratan produk selanjutnya
dikirim ke bagian painting.
3. Proses Painting
Proses painting mempunyai fungsi utama untuk melapisi produk dengan
lapisan cat (cat dasar dan cat luar/top coat). Proses painting terdiri dari
beberapa tahap yaitu pre-treatment, pengecatan CED (Cathodic Electro
Diposition), wet sanding, under coat, sealing, top coat, oven, dan touch
up.
4. Proses Trimming
Proses trimming berfungsi untuk memasang dan merakit komponenkomponen kendaraan (produk) menjadi produk CBU (Completely Built
Up). Trimming line 1 untuk jenis kendaraan SL dan TD, trimming line 2
untuk jenis kendaraan TD dan Fuso, dan trimming line 3 untuk jenis
kendaraan CJM.
5. Inspeksi dan Pengendalian ketidaksesuaian
Produk hasil proses welding, painting dan trimming masing-masing
dilakukan inspeksi untuk mengetahui kesesuaian mutu produk terhadap
persyaratan produk yang sudah ditetapkan. Inspeksi mutu produk
dilakukan dua kali yaitu inspeksi di akhir tiap proses (kecuali proses
trimming) dan final inspection.
6. Proses Pre Delivery
Adalah proses perbaikan terhadap produk yang belum memenuhi
persyaratan produk yang diketahui pada saat proses inspeksi.
7. Proses Delivery
Produk yang sudah dinyatakan OK, diambil oleh pelanggan (KTB)
melalui Perusahaan Jasa Delivery.
4.5 Alur Metodologi Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua jenis data, yaitu data
primer dan data sekunder.
A. Data primer
Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh responden dari
variabel independen dan variabel dependen terhadap sampel penelitian
serta berdasarkan observasi lapangan.
B. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari perusahaan mengenai jumlah pekerja,
laporan tingkat kecelakaan kerja, data mengenai risiko di area kerja,
kebijakan-kebijakan perusahaan dalam mendukung kegiatan K3 serta
gambaran umum perusahaan.

BAB V
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1 Jadwal Pelaksaan Tugas Akhir
No.

Kegiatan

September
3

1
2

Pembuatan proposal
Peninjauan Lokasi Pabrik/Distributor:
- Mempelajari secara langsung proses
perakitan kendaraan motor dan mobil
- Mengamati kesehatan dan keselamatan
pekerjanya
Pengambilan data yang berhubungan dengan K3:
- Gambaran umum perusahaan
- Deskripsi tugas unit yang terkait di
perusahaan
- Gambaran umum proses produksi K3
- Gambaran umum struktur organisasi
pengelolaan K3
- Identifikasi proses produksi potensial bahaya
K3
- Mengevaluasi faktor persepsi para pekerja
Pengamatan sekitar pabrik/distributor

Bulan
Desember
Januari
Minggu Ke 1 2 3 4 1 2 3 4

Februari
1

5
6

Pelaksanaan bimbingan
Evaluasi dan pembuatan laporan
Catatan : Jenis dan waktu kegiatan dapat berubah sesuai kondisi di lapangan

3.2 Jadwal Pelaksanaan Tugas Akhir


Praktek Kerja Profesi di PT. Krama Yudha Ratu Motor akan dilaksanakan
pada semester 8, yaitu dimulai pada awal bulan Juni 2015 hingga akhir bulan
Oktober 2015 (tanggal ditentukan oleh koordinator Tugas Akhir) dan
dilaksanakan selama kurang lebih 3-4 bulan. Jadwal pelaksanaan Tugas Akhir
selama 3-4 bulan di PT KRAMA YUDHA RATU MOTOR Jakarta sama dengan
uraian jadwal Tugas Akhir.

DAFTAR PUSTAKA

Bagus Trihandoyo, Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Jakarta 2001

Dr. Khasali M. Noer, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Prenhalindo, Jakarta


1998

Ir. Sudrajad, Kesehatan Lingkungan di Sekitar Pabrik, Artikel Kompas


halaman 4. Jumat 28 Januari 2005.

Pengelolaan K3 di industri, www.proyeksi.com

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20320145-S-Imar%20Masriyah.pdf

http://groups.yahoo.com/group/K3_LH/message/36215

https://www.scribd.com/doc/48306916/Laporan-KP-alin

http://library.gunadarma.ac.id/repository/view/356391/mempelajari-prosesproduksi-perakitan-mobil-mitsubishi-cjmcar-joint-mitsubishi-di-pt-kramayudha-ratu-motor.html/