Anda di halaman 1dari 19

Audiometri Nada Murni

Mahniar c11109286
Frinidya c11109364
Pembimbing:
dr. Dewi Lestari

DEFINISI AUDIOMETRI NADA MURNI


Audiometri berasal dari kata audire dan
metrios yang berarti mendengar dan
mengukur (uji pendengaran).
Nada murni berarti bunyi yang hanya
mempunyai satu frekuensi, dinyatakan
dalam jumlah getaran per detik.
Audiometri nada murni atau pure tune
audiometry (PTA) adalah salah satu jenis uji
pendengaran untuk menilai fungsi
pendengaran.

ANATOMI DAN FISIOLOGI PENDENGARAN

Anatomi Telinga

ANATOMI DAN FISIOLOGI PENDENGARAN

Fisiologi Pendengaran

Manfaat Audiometri Nada Murni


Membantu
Audiogram
Merekam
Untuk

Tujuan pemeriksaan Audiometri Nada Murni


Monitor
Skrining
Mengukur
Kegunaan

ISTILAH DALAM AUDIOMETRI NADA MURNI

1
Discussion Item one
Add a second line of text
here

Notasi pada Audiogram


Untuk pemeriksaan audiogram dipakai grafik AC, yaitu
dibuat dengan garis lurus penuh (intensitas yang
diperiksa antara 125 - 8000 Hz) dan grafik BC yaitu
dibuat dengan garis terputus-putus (intensitas yang
diperiksa: 250 - 4000 Hz)
Telinga kiri : Garis biru
Telinga kanan : Garis merah
Hasil pemeriksaan dicatat pada kertas audiogram.

Notasi pada Audiogram

Alat

SYARAT PEMERIKSAAN AUDIOMETRI NADA MURNI

PROSEDUR PEMERIKSAAN

Masking
Pemeriksaan dengan masking
dilakukan apabila telinga yang diperiksa
mempunyai pendengaran yang
mencolok bedanya dari telinga yang
satu lagi.
Audiometri nada murni konduksi udara
:
Audiometri nada murni konduksi
tulang :

Interpretasi Audiogram
Audiogram Normal

Normal : AC dan BC 25 dB, AC dan BC berimpit, tidak ada gap.

Interpretasi Audiogram
Tuli konduktif

Tuli konduktif: BC normal atau 25 dB, AC> 25 dB, antara AC dan BC terdapat gap.

Interpretasi Audiogram
Tuli sensorineural

Tuli sensorineural: AC dan BC > 25 dB, AC dan BC berimpit (tidak


ada gap)

Interpretasi Audiogram
Tuli campuran

Tuli campuran: AC dan BC > 25 dB, terdapat gap.

Jenis Dan Derajat


Ketulian Serta Gap
Nilai

ambang

dengar

dapat

diukur

dengan

menggunakan perhitungan seperti yang berikut:


Menambahkan ambang dengar 500Hz, 1000Hz,
200Hz, 4000Hz lalu dibagi 4.
Misal, ambang dengar
(AD) = AD 500Hz+ AD 1000Hz+AD 2000 Hz+ AD
4000Hz
4
GAP : AC dan BC terdapat perbedaan lebih atau sama

Derajat Ketulian Berdasarkan Iso


Ambang pendengaran

Interpretasi

0-25 dB

Normal

26-40 dB

Tuli ringan

41-54 dB

Tuli sedang

55-70 dB

Tuli sedang berat

71-90 dB

Tuli berat

> 90 dB

Tuli total

TERIMA KASIH