Anda di halaman 1dari 10

Eat Right for Your Type

Torsi Testis
Andrology
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Pendapat You Are What You Eat yang kini mulai banyak dilirik orang sekaligus
menjadi penjelasan terhadap beberapa teori modern yang menemukan bahwa
manusia sebenarnya minimal dapat berusia 120 tahun namun apa yang terjadi
sekarang adalah akibat adanya interaksi manusia dengan alam, salah satunya
dengan makanan sebagai faktor yang paling berpengaruh.
Terdapat banyak orang dengan gaya hidup berlawanan dengan prinsip kesehatan
seperti merokok, makan berbagai jenis daging berlemak, minum alkohol dan
banyak lagi gaya hidup yang salah ternyata bisa bebas dari segala jenis penyakit
degeneratif yang bisa dipicu faktor-faktor ini, sementara banyak orang bergaya
hidup sehat yang menderita penyakit-penyakit tersebut. Sebagian orang berdiet
dengan menjadi vegetarian untuk menurunkan berat badan mereka namun tetap
tidak berhasil, atau lagi, Orang tak merokok tetapi diserang kanker paru-paru,
orang berusia lanjut yang sebagian kelihatan masih tetap sehat dan aktif, dan
sebagainya.
Fenomena-fenomena ini mungkin awalnya susah dijelaskan secara medis apalagi
masih banyaknya faktor lain disamping makanan seperti stress ataupun latar
belakang etnis yang turut memegang peran namun akhirnya pihak periset
menemukan adanya hubungan semua ini dengan metabolisme tubuh manusia
yang berjalan melalui banyak enzim-enzim yang bekerja di dalam tubuh, dan hal
ini ternyata bisa dibedakan melalui golongan darah yang bervariasi pada manusia.
Melalui pemeriksaan terhadap sel-sel darah yang masih hidup lewat teknik yang
dinamakan live blood analysis, yang berbeda dengan pemeriksaan darah biasa dan
mungkin masih cukup langka di banyak institusi, para periset bisa melihat adanya
kecenderungan penurunan fungsi sel-sel darah yang berdampak pada kemunduran

metabolisme tubuh, menyebabkan kegagalan demi kegagalan pada sistem


imunitas dan bisa memicu banyak bentuk penyakit.
Sebagai akibat dari diet yang tidak sesuai ini, tubuh akan kehilangan daya
imunitasnya yang menyebabkan paparan penyakit demi penyakit terhadap tubuh.
Prinsip bahwa pencegahan terhadap penyakit jauh lebih penting ketimbang
mengobati memang sederhasna namun susah untuk menjalaninya. Begitu juga,
berdasarkan teori-teori yang ada pada prinsip pengobatan, menghindari makananmakanan yang bisa beresiko terhadap kesehatan mungkin merupakan hal mudah,
namun memilih makanan yang tepat bagi keadaan tubuh masing-masing orang
pada prinsipnya jauh lebih sulit
Golongan darah manusia ternyata memegang salah satu kunci bagi banyak
fenomena kesehatan yang belum terungkap, penyakit, umur panjang, vitalitas
fisik, daya tahan tubuh berikut kekuatan emosional dalam pengaruhnya pada
sistem energi, efisiensi pembakaran kalori dalam metabolisme termasuk respon
tubuh terhadap stress.
Studi-studi tentang ilmu pengetahuan tipe golongan darah (The Science Of Blood
Type) ini kemudian semakin banyak dikembangkan, dan meski mungkin masih
memerlukan serangkaian penelitian untuk ke depannya, namun merupakan hal
yang sangat menarik dalam suatu kewaspadaan terhadap tindakan pencegahan,
mengingat banyaknya penyakit-penyakit yang kini menyerang kehidupan kita.
Kemajuan di bidang teknologi kesehatan telah banyak melahirkan prinsip-prinsip
pengobatan baru. Salah satunya adalah diet berdasarkan golongan darah, Riset
yang dipelopori oleh seorang ahli diet bernama dr. Peter J. DAdamo
Golongan darah mempengaruhi sistem fisiologi tubuh melalui sistem sel-selnya.
Perbedaan jenis golongan darah juga akan mempengaruhi sepenuhnya bagaimana
kita mencerna makanan yang akan berpengaruh lebih lanjut pada kemampuan
tubuh untuk merespon stress, keadaan mental, kekuatan daya tahan tubuh dan
secara umum memegang peran dalam efisiensi metabolisme tubuh kita.

Setiap tetes darah manusia mengandung susunan biokimia yang sama unik dan
kompleksnya dengan sidik jari, dan memegang kunci untuk meningkatkan semua
sistem tubuh melalui diet dan gaya hidup berdasarkan hasil-hasil riset medis yang
sudah dibuktikan dan mendapat rekomendasi dari WHO ini.
Mekanisme ini dapat dijelaskan lebih lanjut melalui reaksi-reaksi kimia yang
terjadi antara darah dan asupan makanan kita baik makanan biasa dan suplemensuplemen lainnya. Reaksi yang terjadi ternyata tidak akan sama untuk semua
sistem tubuh yang berbeda berdasarkan jenis sel-sel darah yang dibedakan
menurut golongannya tadi.
Semua bahan makanan mengandung protein yang dikenal dengan nama lektin
yang berperan berbeda bagi tiap-tiap sel darah yang sudah diprogram secara
genetis untuk menerima atau menolak protein-protein tersebut. Bahan makanan
yang mengandung lektin yang tidak sesuai nantinya dapat menyerang salah satu
organ atau sistem tubuh termasuk pembuluh darah menyebabkan penggumpalan
darah yang terjadi akibat antibodi tubuh berikatan dengan protein yang dianggap
sebagai benda asing tersebut.
Penggumpalan (aglutinasi) ini akan mengganggu aktifitas sel di organ-organ
tubuh tertentu, dan nutrisi pun tidak akan diserap dengan baik ke tiap sasarannya
oleh tubuh. Zat makanan bukan lagi berfungsi sebagai nutrisi yang dibawa sistem
peredaran darah ke seluruh organ, melainkan menjadi penumpukan di berbagai
organ yang cenderung menyebabkan obesitas serta penyakit lain.
Gangguan aktivitas sel ini bisa memicu lebih banyak lagi kelainan mulai dari
sistem pencernaan, daya tahan bahkan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Ini
sekaligus yang menjelaskan proses terjadinya kecanduan terhadap makanan
tertentu (food cravings) serta penyakit-penyakit kronis dan degeneratif seperti
arthritis (radang sendi), radang usus besar, kadar kolesterol yang menanjak,
anemia, tekanan darah tinggi maupun rendah, stress, obesitas dan juga penurunan
berat badan, depresi, diabetes mellitus dan sebagainya. Karena itu, sebagian
nutrisi mungkin akan bermanfaat terhadap sebagian golongan darah, namun
sebagian lagi justru sama berbahayanya bagi golongan darah yang lain.

Masing-masing golongan darah sebenarnya sudah ada ciri khas tertentu yang
menjadi patokan berdasarkan penelitian sehingga akhirnya bisa ditentukan jenisjenis nutrisi yang bermanfaat atau sebaliknya terhadap tiap golongan darah.
Golongan darah O
Sebagai golongan darah yang paling sering dijumpai memiliki masalah utama
dalam hal asam lambung yang cenderung meningkat sehingga cenderung juga
diserang penyakit luka lambung, radang sendi, gangguan tiroid, berbagai jenis
alergi termasuk sinusitis serta penyakit jantung. Nutrisi yang dianjurkan untuk
golongan ini adalah makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat.
Banyak jenis daging yang sesuai untuk golongan darah ini namun golongan darah
O sebaiknya menghindari makanan dari bahan dasar tepung terigu termasuk rotirotian, buah-buahan berkadar asam tinggi seperti berry dan juga beberapa jenis
biji-bijian berikut sayur-sayuran dari golongan jamur shitake, alfalfa yang
berkadar klorofil tinggi dan minyak zaitun.
Anjuran untuk aktifitas dan olahraga adalah aerobik atau olahraga lain dengan
intensitas tinggi, dan begitu juga untuk aktifitas juga sebaiknya cukup tinggi
karena terlalu sering dan lama duduk diam sering menimbulkan banyak gangguan
untuk golongan darah ini.
Di luar beberapa anjuran tidak mengkonsumsi makanan dari tepung atau gandum
berikut beberapa sayuran dan buah-buahan tadi, secara keseluruhan, golongan O
diibaratkan sebagai makhluk pemakan segalanya yang rendah resiko dengan kadar
asam lambung dan enzim-enzim berfungsi baik yang dimilikinya.
Golongan darah A
Pada kebalikannya memiliki resiko asam lambung yang cenderung lebih rendah
dari normal karena faktor tinggi-rendahnya aktifitas mikroorganisme dalam organorgan pencernaan, dan secara penelitian digolongkan ke dalam bentuk darah
dengan konsistensi kental sehingga lebih lambat beredar dan memungkinkan
terjadinya penumpukan kotoran di dinding-dinding arteri.

Hal ini membuat golongan darah A memegang resiko terbesar untuk penyakitpenyakit pembuluh darah seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit serius
lainnya seperti kanker (lambung, usus dan hati), hati dan empedu serta anemia.
Hal ini berkaitan dengan imunitas sel yang rendah sehingga cenderung juga tidak
mampu mengatasi stress sebaik golongan darah yang lain.
Golongan darah A, oleh keadaan-keadaan ini, memerlukan diet yang lebih
gampang dicerna seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, telur, beberapa jenis
seafood dan daging yang lebih dianjurkan seperti ikan dan ayam dalam porsi tidak
banyak.
Makanan-makanan tinggi protein seperti daging merah merupakan makanan yang
tidak dianjurkan, dan golongan darah A juga dianjurkan untuk sering melakukan
meditasi terkait dengan pengatasan stress , mengkonsumsi antioksidan serta
olahraga-olahraga yang ringan.
Golongan darah B
Membutuhkan diet yang bervariasi, sebaiknya tidak mengkonsumsi daging ayam
dan dinilai paling cocok terhadap hasil-hasil peternakan seperti susu sapi dan keju
karena resiko penyakitnya cenderung pada serangan-serangan mikroorganisme
termasuk virus yang berkembang secara lambat dalam sistem tubuh terutama
sistem saraf disamping tekanan darah tinggi dan gangguan otot.
Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan gangguan memori dan konsentrasi
seperti alzheimer sering dijumpai pada golongan darah B dengan diet yang tidak
sesuai. Olahraga yang dianjurkan berupa olahraga berkapasitas sedang seperti
berjalan kaki, berenang dan bersepeda santai. Makanan-makanan lain yang kurang
dianjurkan untuk golongan darah ini adalah beberapa jenis kacang-kacangan, dan
meskipun harus menghindari daging ayam namun disarankan untuk menggantinya
dengan daging kambing yang dinilai cocok bagi golongan darah ini.
Golongan darah AB

Sebagai golongan darah yang masih cukup jarang dijumpai secara keseluruhan
lebih stabil dari golongan darah A dan B karena dapat memiliki sebagian besar
keuntungan dan intoleransi dari golongan darah A dan B. Golongan darah ini juga
dinilai memiliki sistem daya tahan tubuh paling baik dibandingkan golongan
darah lain, namun di sisi lain juga rentan terhadap penyakit-penyakit serius seperti
penyakit jantung, saraf dan kanker.
Pada golongan darah AB juga dianjurkan olahraga yang berkaitan dengan
relaksasi dan meditasi. Makanan-makanan yang dianjurkan untuk golongan darah
ini antara lain adalah makanan laut, produk susu, beberapa jenis kacang-kacangan
dan yang tidak dianjurkan adalah seperti daging merah, kacang merah dan jagung.
Secara garis besar karakteristik dari tiap-tiap golongan darah adalah sebagai
berikut :
Tipe darah O :
1)

Sistem kekebalannya berlebihan

2)

Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah


karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran

3)

Tidak cocok bila berdiet dan mudah beradaptasi dengan lingkungan

4)

Respon yang baik atas stres bisa ditanggapi dengan aktivitas fisik

5)

Memiliki risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan


kerusakan organ seperti arthritis bila makanan yang diasup tidak sesuai

Tipe darah A :
1)

Jalur pencernaan cukup sensitif

2)

Dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi karbohidrat dan rendah


lemak

3)

Stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi

4)

Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat tipe O.Tipe Darah B berciri khas:

5)

Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe
darah termasuk di dalamnya daging

6)

Tipe darah ini sangat cocok dengan asupan produk susu

7)

Dianjurkan juga menjalani latihan gerak seperti renang dan jalan kaki

8)

Bila makanan yang diasup tidak sesuai dengan tipe ini, diduga risiko
terkena virus yang bisa menyerang sistem saraf sangat tinggi

9)

Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat

10)

Bila seseorang bertipe ini stres, akan sangat cocok bila diatasi dengan
melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas

11)

Tipe darah ini adalah tipe yang paling seimbang

Tipe Darah AB :
1)

Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.

2)

Sistem kekebalan tubuh sangatlah toleran.

3)

Respon yang paling baik terhadap stres biasanya dengan melakukan


kegiatan spiritual dibarengi dengan aktivitas fisik dan kreativitas.

4)

Masih dalam tahap evolusi.

5)

Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk


diet.

6)

Bentuk gabungan dari tipe A dan B.

Secara lebih spesifik terdapat 3 jenis klasifikasi dalam program diet golongan
darah yaitu makanan yang sangat bermanfaat, netral, dan makanan yang dihindari
Menu diet golongan darah O :
1)Sangat bermanfaat (makanan yang mempunyai efek sebagai obat untuk diet
golongan darah O) : jahe, kailan, kunyit, Daging (sapi, kerbau, rusa, domba,
anak sapi), Brokoli, ubi, waluh, selada, lobak china, bluberi, rumput laut,
ganggang laut, ceri, jambu biji, kacang merah, bumbu kari, kacang polong,
semua jenis bawang.
2)Netral (makanan yang tidak bereaksi apapun untuk diet golongan darah O)
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras,
tepung gandum, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang
(hitam, merah, buncis, kedelai), tempe, tahu, susu kedelai, terung, tomat, labu,
Daging (ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci)

3)Hindari (makanan yang beraksi negatif untuk diet golongan darah O) : Daging
babi, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang
kol, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi,
yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, jamur,
blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman
keras,cumi-cumi, sotong, bunga brokoli..
Menu golongan darah A :
1) Sangat bermanfaat (makanan yang mempunyai efek sebagai obat untuk diet
golongan darah A) : Bayam, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu
kedelai, tahu, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk
limau & sitrun),tempe, tepung beras, bluberi,brokoli, wortel, minyak zaitun.
2) Netral (makanan yang tidak bereaksi apapun untuk diet golongan darah
A) : Ikan tuna, telur puyuh, biji wijen, labu, bawang merah, mentimun, talas,
anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi,
kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara),
telur ayam & bebek, biji bunga matahari, roti gandum, kacang ercis / kapri,
jagung, tapioka.
3) Hindari (makanan yang beraksi negatif untuk diet golongan darah A) : Daging
(sapi,angsa, kelinci, ayam hutan, kerbau, domba, bebek), lobster, belut, kodok,
keju, es krim, susu, murni, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja),
pepaya,acar, terung, tomat, ubi, gurita, kepiting, kentang, jeruk, udang, cumicumi, mentega, susu sapi, pare, air soda.
Menu diet golongan darah B :
1) Sangat bermanfaat (makanan yang mempunyai efek sebagai obat untuk diet
golongan darah B) : Kembang kol, terung, teh hijau, kue beras, brokoli, ubi,
wortel, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa),buburgandum, Ikan laut, susu
sapi, keju, roti essene.
2) Netral (makanan yang tidak bereaksi apapun untuk diet golongan darah
B) : Telur ayam, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang,

sawi,Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, mangga, melon, Daging
(sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi), jeruk, pir,kacang merah, kacang buncis,
tepung beras, kurma, jambu biji.
3) Hindari (makanan yang beraksi negatif untuk diet golongan darah A) : Daging
(bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, kacang
tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, air soda, minuman beralkohol avokad,
pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, belut, kodok, gurita, lobster,
es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), pir.
Menu diet golongan darah AB :
1) Sangat bermanfaat (makanan yang mempunyai efek sebagai obat untuk diet
golongan darah AB) : Ikan sardin, teh hijau, ikan tuna, susu kambing, putih
telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), anggur merah, Daging
(kalkun,domba, kelinci).
2) Netral (makanan yang tidak bereaksi apapun untuk diet golongan darah
AB) : kacang merah, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu,
kentang, sawi, mangga, Cumi-cumi, ikan mas, kacang buncis, tepung beras,
ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji.
3) Hindari (makanan yang beraksi negatif untuk diet

golongan darah

AB) : Kesemek, daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda),
lobster, kepiting, kodok, mentega, acar, jagung, belimbing, delima, minuman
beralkohol, saus tomat, kopi, soda, jambu biji, mangga, kacang hitam, Es krim,
telor bebek, pare, pisang, kelapa.
Beberapa pihak yang meragukan keterkaitan golongan darah dengan keadaan
kesehatan seseorang. Namun berdasarkan teori, suatu reaksi kimia terjadi antara
darah dan makanan yang kita makan selama ini. Reaksi tersebut merupakan
bagian dari warisan genetis. Reaksi ini disebabkan oleh suatu faktor yang disebut
lektin. Lektin dan beragam protein yang ditemukan dalam makanan memiliki sifat
aglutinasi yang mempengaruhi darah kita. Jadi, ketika anda makan makanan yang
mengandung lektin protein yang tidak cocok dengan tipe antigen darah, maka

laktin mulai mengaglutinasi sel-sel darah dan ini akan menyebabkan berbagai
masalah kesehatan. dari sinilah konsep diet golongan darah yang dapat
menyimpulkan bahwa melakukan diet berdasarkan golongan darah sangat relevan
dan patut untuk dilakukan karena merupakan suatu tindakan preventif timbulnya
penyakit-penyakit tertentu. Tindakan pencegahan selalu lebih baik dibandingkan
dengan tindakan pengobatan.

Anda mungkin juga menyukai