Anda di halaman 1dari 14

TEMU WARGA STUDI BIOLOGI ( TWSB )

NYAMPLUNG (Callophylum inophyllum)


PANGANDARAN 24-25 SEPTEMBER 2011

Kelompok 6 :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Anton Priyadi
Afra.A
Beffi. A
Bella Agustina
Dewi Mustika J
Hani

7. Iin Jamaludin
8. Ilma Bayu S
9. Juju J
10. Lia
11. Umi T

FAKULTAS KEGURUAAN dan ILMU PENDIDIDKAN


PROGRAM STUDI BIOLOGI
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
TAHUN 2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi atas selesainya makalah
penelitian ini dengan judul Nyamplung( Callophylum inophyllum ) . Tugas ini disusun
untuk memenuhi tugas Temu Warga Studi Biologi ( TWSB ) Program Studi Biologi.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, sehingga
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan di masa
mendatang.
Dengan demikian penulis mengharapkan agar makalah ini dapat memberikan
tambahan pengetahuan kepada khalayak ramai dan semoga dapat digunakan sebagaimana
mestinya.amin

DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL

KATA PENGANTAR....................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang............................................................................................
1.1.1. Latar Belakang.....................................................................................
1.1.2. Masalah.................................................................................................
1.2. Hipotesis Penelitian....................................................................................
1.3. Tujuan Penelitian.......................................................................................
1.4. Kegunaan dan Pentingnya Penelitian......................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Deskripsi Lokasi Observasi.......................................................................
2.1.1. Potensi Taman Wisata Alam Pangandaran.......................................
2.2. Nyamplung( Callophylum inophyllum )....................................................
2.2.1. Karakteristik Nyamplung( Callophylum inophyllum ).....................
2.2.2. Manfaat Nyamplung( Callophylum inophyllum )..............................
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan.................................................................................................
3.2. Saran...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan masalah
1.1.1 Latar belakang
TWSB ( Temu Warga Studi Biologi ) adalah suatu acara yang setiap tahunnya di
selenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) Program Studi Biologi
yang di tujukan untuk mahasiswa biologi semester 1. Acara ini bertujuan untuk memperat tali
silaturrahim antar warga biologi dan melakukan praktek penelitian ( observasi ) pertama bagi
para mahasiswa. Penelitian (observasi) dilakukan dengan beberapa obyek, yang salah satu
nya adalah tumbuhan nyamplung (Callophylum inophyllum)

di Taman Wisata Alam

Pengandaran.Taman Wisata Alam Pangandaran terletak berhimpitan dengan kawasan


konservasi Cagar Alam Pangandaran. Secara geografis terletak pada : 7o30 LS dan 108o30109o BT , terletak pada ketinggian 0 s/d 75 meter dpl dengan luas + 37,7 Ha, dengan luas
Blok Pemanfaatan seluas + 20 Ha. Secara administratif termasuk wilayah Desa Pangandaran,
Kec.Pangandaran Kabupaten Ciamis.
Nyamplung (Callophylum inophyllum) adalah salah satu tumbuhan yang terdapat
di dalamnya. Berbicara tentang tumbuhan memang tidak bisa melepaskan dari dunia
pertanian apalagi jika mengingat bahwa negara kita yaitu Indonesia merupakan salah satu
negara agraris di dunia. Secara umum tanaman mempunyai karakteristik atau ciri-ciri
kekhususan diantaranya adalah bentuk akar,batang dan daun bahkan juga sifat bunga serta
buahnya. Dimana semua itu mempunyai interaksi yang sangat erat dengan aktivitas tanaman
setiap saat.
Manfaat tumbuhan sendiri adalah merupakan bahan pokok utama bagi
berlangsungnya kehidupan di dunia ini karena tumbuhan berperan sebagi produsen dalam
suatu ekosistem. Tanpa adanya produsen didunia ini, maka kemungkinan kehidupan pun tidak
akan pernah ada.

1.1.2

Masalah

Dari gambaran-gambaran yang telah di uraikan pada latar belakang masalah diatas
ada dua permasalahan yang akan muncul dalam penelitian ini yaitu :
1. Karakteristik Tumbuhan Nyamplung (Callophylum inophyllum )
2. Manfaat Tumbuhan Nyamplung (Callophylum inophyllum ) Terhadap Kehidupan
Manusia.
1.2

Hipotesis Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan,maka ada dua dugaan sebagai asumsi

sementara yaitu :
1. Ada Karakteristik Tumbuhan Nyamplung (Callophyllum inophylum )
2. Ada Manfaat Tumbuhan Nyamplung (Callophyllum inophylum ) Terhadap
Kehidupan Manusia.
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui Karakteristik Pohon Nyamplung (Callophylum inophyllum )
2. Untuk mengetahui Manfaat Pohon Nyamplung (Callophylum inophyllum ) Terhada
Kehidupan Manusia
1.4 Kegunaan dan Pentingnya Penelitian
Kegunaan penelitian :
1. Untuk memenuhi salah satu tugas TWSB dan secara teoritis menambah pengetahuan
tentang bidang pendidikan, khususnya dalam bidang biologi dan dapat digunakan
sebagai dasar penelitian selanjutnya
2. Secara praktis membantu pemerintah pada umumnya dalam meningkatkan
pengembangan flora dan fauna.
Pentingnya penelitian :
1. Di harapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan tentang flora ( tumbuhan )
2. Secara umum dapat menempatkan masyarakat Indonesia sebagai negara agraris
yang berkompeten

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Lokasi Observasi


2.1.1 Potensi Taman Wisata Alam Pangandaran
Taman Wisata Alam Pangandaran teretak berhimpitan dengan kawasan konservasi
Cagar Alam Pangandaran . Secara geografis terletak pada : 7 o30 LS dan 108o30- 109o BT ,
terletak pada ketinggian 0 s/d 75 meter dpl dengan luas + 37,7 Ha, dengan luas Blok
Pemanfaatan seluas + 20 Ha. Secara administratif termasuk wilayah Desa Pangandaran,
Kec.Pangandaran Kabupaten Ciamis.
Keadaan topografi Taman Wisata Alam Pangandaran bervariasi mulai landai hingga
berbukit. Sedangkan keadaan tanahnya rediri dari jenis Podsol kuning, Podsol kuning merah,
Latosol Coklat dan litosol.
Areal Taman Wisata Alam Pangandaran mempunyai suhu antara : 25oC 30oC
serta kelembaban udara sekitar : 80%-90% dengan Curah huja rata-rata : 3196 mm/tahun,
curah hujan tertinggi terjadi antara bulan Oktober-Maret dan terendah terjadi antara bulan
Juli-September.
Keadaan hidrologi di kawasan Taman Wisata Alam terbesar berasal dari sumber
mata air Sungai Cikamal dan Sungai Cirengganis, dimana sekalipun pada musim kemarau
kedua sungai ini hampir tidak pernah kering. Sumber air dari sungai Cirengganis dahulu
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dikawasan Taman Wisata.
Kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran memiliki objek dan Daya Tarik Wisata
yang cukup bervariasi , yang dapat mengakomodasi berbagai keinginan wisatawan . Potensi
ODTWA yang ada diantaranya :
1.

Pantai Pasir Putih Timur dan Barat ( merupakan hamparan terumbu karang yang
ditumbuhi oleh biota laut sebagai sarana bagi Pendidikan dan penelitian Biota Laut
serta kegiatan menyelam ataupun Snorkelling)

2.

Hutan Pantai dengan formasi Baringtonia merupakan hamparan hutan pantai yang
didominasi oleh tumbuhan jenis Butun (Baringtonia asiatica), Nyamplung
(Callophylum innophylum), Pandan Laut (Pandanus tectorius), Waru Laut
(Hibiscus tilliceus).

3.

Vegetasi Pes-Caprae (merupakan formasi vegetasi yang khas pada pesisir/pantai


berpasir yang didominasi oleh tumbuhan Kangkung laut ( Ipomoea pescaprae).

4.

Hutan Tanaman Jati dan Mahoni (wisatawan bisa mengamati/mengobservasi


mengenali jenis tumbuhan Jati dan Mahoni ).

5.

Hutan Dataran Rendah (wisatawan dapat mengamati kondisi hutan dataran rendah
yang didominasi oleh jenis tumbuhan alam mulai tumbuhan bawah hingga
pepohonan, epiphyta dan parasit )

6.

FAUNA (seperti Kera(Macacca fascicularis) , Lutung (Trachipytecus auratus


sondaicus), Landak (Hystrix bracyura), Trenggiling (Manis javanica), Rusa
(Cervus

timorensis,

Kancil

(Tragulus

javanicus),Burung

Kangkareng

(Anthracoceros convexus), Ayam Hutan (Gallus.g.varius),Burung Tulumtumpuk


(Megalaema javensis), Tando (Cynocephalus variegatus), Ular Sanca (Phyton
molurus)

7.

Goa Alam ( Selain memiliki nilai historis/Legenda juga memiliki nilai ilmiah untuk
dipelajari oleh kalangan pendidikan diantaranya Bagaimana proses terbetuknya
Stalaktit dan Stalagmit serta ornamen Goa lainnya . )

8.

Goa Jepang (Selain memiliki nilai Hystoris, wisatawan bisa melihat langsung
keadaan Goa Jepang tersebut dengan dibantu para pemandu wisata)

9.

Situs Budaya Batu Kalde ( Situs Budaya ini merupakan peninggalan Budaya
Hindu )

2.2 Nyamplung (Callophylum innophyllum)


2.2.1. Karakteristik Tumbuhan Nyamplung(Callophylum innophyllum)
Nyamplung merupakan jenis vegetasi yang mudah tumbuh dan sebarannya cukup
merata di seluruh pelosok tanah air (dari Kepulauan Seribu hingga Biak), teristimewa
kawasan pantai. Menurut hasil pemantauan citra satelit tahun 2003, secara alami pohon
nyamplung tumbuh di areal sekitar 480.000 hektar di seluruh Indonesia. Nyamplung dahulu
dimanfaatkan sebagai kayu penyangga rel kereta api agar tidak goyah. Penyebutan
nyamplung di tiap-tiap daerah di Indonesia berbeda.
1) Sumatra
2) Jawa
3) Nusa Tenggara
4) Sulawesi
5) Maluku

: Eyobe (Enggano); Punaga (Minangkabau); Penago (Lampung);


Nyamplung (Melayu)
: Nyamplung (Jawa Tengah, Sunda); Camplong (Madura, Bali)
: Mantan (Bima); Camplong (Timor)
: Dingkalreng (Sangir); Dongkalan (Mongondow); Dungala
(Gorontalo); Iilambe (buol); Punaga (Makasar); Pude (Bugis)
: Hatan (Ambon); Fitako (Ternate)

Di luar tanah air, beberapa negara dan kawasan tertentu juga tercatat sebagai habitat
nyamplung, seperti Madagaskar, Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik dan lain-lain.
Untuk mempermudah penggolongan makhluk hidup baik tumbuhan dan hewan, di
buatlah sebuah pengklasifikasian dengan menggunakan kuncci determinasi. Pengertian
klasifikasi sendiri adalah kegiatan pengelompokan organism yang di dasarkan pada
keseragaman atu persamaan sifat dalam keragaman.Berikut klasifikasi dari nyamplung mulai
dari tingkatan takson dari tingkat tinggi ke rendah.

Nyamplung (Callophylum innophyllum)


Kerajaan :

Plantae

Divisi

Spermatophyla

Sub Divisi :

Angiospermae

Kelas

Dicotyledonae

Bangsa

Guttiferales

Suku

Guttiferae

Marga

Calophyllum

Jenis

Calophyllum inophyllum L

Selain spesies nyamplung Calophyllum inophyllum L,juga terdapat beberapa


spesies

yang

lain,yang

masih

satu

marga

yaitu

:Calophyllum

amoenum,

Calophyllumangulare Calophyllum angustifolium, Calophyllum antillanum, Calophyllum


australianum, Calophyllum austroindicum, Calophyllum bicolor, Calophyllum biflorum,
Calophyllum blancoi, Calophyllum bracteatum, Calophyllum brasiliense, Calophyllum
cholobtaches, Calophyllum calaba, Calophyllum caledonicum.
Nyamplung (Callophylum innophyllum) Tumbuh di tepi sungai atau pantai
yang berudara panas sampai dengan ketinggian 200 m dpl dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Batang :
Berkayu, Bulat, warna coklat
Daun :
Tunggal, bersilang berhadapan, bulat memanjang atau bulat
telur,
ujung tumpul,
pangkal membulat, tepi rata, pertulangan menyirip,
panjang 10-21 cm, lebar 6-11 cm tangkai 1,5-2,5 cm

Bunga :

Majemuk, berbentuk tandan

Buah :
Biji

Akar :
Tinggi :

Bulat seperti peluru, Diameter 2,5-3,5 cm, warna hijau, kering


menjadi coklat
Bulat, tebal, keras, warna coklat, pada inti terdapat minyak berwarna
kuning.
Tunggang
+ 20 meter

2.2.3 Manfaat Nyamplung (Callophylum innophyllum)

Kayu
Digunakan untuk Kontruksi, Pertukangan, Furniture, Bahan baku pembuat kapal,

pencegah abrasi pantai serta sebagai tanaman pemecah angin bagi pertanian.
Buah/Biji nyamplung ( Callophylum inophyllum )
Biji dari tanaman Nyamplung( Callophylum inophyllum ) ini memiliki banyak
kandungan kimianya, antara lain: senyawa lakton yaitu kolofiloida dan asam kalofilat,
tacamahin, asam tacawahol, bummi, resin minyak atsiri, senyawa pahit, calanolide A,
sitosterol, lendir, gliserin, minyak lemak, tannin, takaferol, dan karatenoid yang mana
menghasilkan :
1. Minyak Nyamplung dapat digunakan sebagai bahan bakar
Minyak tanah adalah bahan bakar unrenewable (tak terbaharukan). Kebutuhan
masyarakat akan minyak tanah yang besar tidak sebanding dengan persediaan yang
ada. Kalau hal ini dibiarkan akan terjadi kelangkaan. Oleh sebab itu pemerintah
berusaha mengalihkan penggunaan minyak tanah ke LPG dan energi alternatif
lainnya. Energi alternatif yang bisa dicoba salah satunya adalah pembuatan
biokerosen dari tanaman nyamplung (Callophylum inophylum) yang diharapkan
dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar alternatif minyak tanah yang
ramah lingkungan

Krisis bahan bakar minyak (BBM) kini sedang mengancam Indonesia. Salah
satu penyebabnya tidak lain karena pertumbuhan konsumsi yang sangat cepat
hingga di atas 10% per tahun.. Indonesia, meski tercatat sebagai eksportir ternyata
juga masih mengimpor minyak mentah dalam jumlah cukup besar, sehingga ketika
kondisi harga minyak mentah sedang tinggi seperti saat ini, pasar dalam negeri pun
terguncang. Untuk menekan pertumbuhan konsumsi BBM domestik, salah satu
cara yang bisa ditempuh membuat regulasi tentang penghematan energi nasional
dan pengembangan energi alternatif. Energi alternatif dapat diperoleh dari
tanaman/nabati.
Seorang peneliti muda kelahiran kota Gudeg tahun 1979 melakukan penelitian
terhadap potensi biji nyamplung (Callophylum inophyllum L.) yang pada akhirnya
bisa mengantarnya pada sebuah simpulan bahwa biji nyamplung bisa diolah
menjadi berbagai macam komoditas seperti bahan bakar biodiesel, pakan ternak,
bahan oleokimia, gliserin, pupuk organik, dan sebagainya. Penelitian tersebut
membuat minyak biji jarak pagar yang selama ini menjadi primadona sumber
bahan bakar nabati menjadi tersingkir. Salah satu temuan penting ialah bahwa
rendemen minyak biji nyamplung lebih tinggi dari jenis lain (jarak pagar 40-60%,
sawit 46-54 %; dan nyamplung 40-73 %).
Selain itu,menurut penelitian yang dilakukan seorang mahasiswa jurusan teknik
kimia, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro minyak yang di hasilkan dari biji
nyamplung mempunyai ketahanan bakar dua kali lipat lebih lama dibandingkan
minyak tanah. Cake yang terbentuk dari hasil pressing masih dapat diupayakan
pengambilan minyak biji nyamplung dengan jalan ekstraksi menggunakan pelarut
lemak.

Volume 1 mililiter Lama Pembakaran Keterangan

Minyak Tanah

5,6 menit

Minyak Nyamplung 11,8 menit

Tidak menimbulkan jelaga

Di Indonesia, sudah ada Pengolahan minyak nyamplung yang terletak di


Cilacap,Jawa Tengah. Pabrik pengolahan minyak nyamplung tersebut merupakan
bantuan dari Dinas Perindustrian bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Kab.
Cilacap yang pada awalnya di khususkan untuk mengolah biji jarak, namun karena
di wilayah tersebut banyak tersedia biji nyamplung, maka pemilik pabrik mencoba
juga untuk mengolah biji nyamplung. Lokasi pabrik di Desa Karang Mangu
Kecamatan Kroya, Cilacap. Untuk mendapatkan 1 liter minyak nyamplung
dibutuhkan 2,5 kg biji nyamplung kering.1 kg Biji nyamplung yang ada kulitnya di
kupas menjadi 0,7 kg biji nyamplung tanpa kulit.
2. Alkohol 96%
3. Ampas Buah dijadikan Briket

Getah pohon
Getahnya diduga bisa menekan perkembangan virus HIV

Bunga dan daun


Bunga daun nyamplung mengandung senyawa costatolide-a,saponin, dan acidacid

hydcyanic

yang

berkhasiat

untuk

mengurangi

sakit

encok,bahan

kosmetik,perawatan kulit,penyembuhan luka seperti luka baakar dan luka potong.


Selain itu, bunga dan daun nyamplung bisa digunakan pengharum minyak rambut,
minyak urut, pelitur, Penyubur Rambut, Obat Reumatik dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
1. Nyamplung merupakan jenis vegetasi yang mudah tumbuh dan sebarannya cukup
merata di seluruh pelosok tanah air (dari Kepulauan Seribu hingga Biak), teristimewa
kawasan pantai.
2. Manfaat dari nyamplung ternyata cukup banyak,seperti Kontruksi, Pertukangan,
Furniture, Bahan baku pembuat kapal, pencegah abrasi pantai, sebagai tanaman
pemecah angin bagi pertanian., ampas buah dijadikan briket, getahnya diduga bisa
menekan perkembangan virus HIV,bunga dan daun bermanfaat untuk mengurangi

sakit encok,bahan kosmetik,perawatan kulit,penyembuhan luka seperti luka baakar


dan luka potong. Selain itu, bunga dan daun nyamplung bisa digunakan pengharum
minyak rambut, minyak urut, pelitur, Penyubur Rambut, Obat Reumatik dan
sebagainya.
3.2 SARAN
Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang karakteristik tumbuhan
nymaplung dan manfaat-manfaatnya bagi manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Http://www.Wikipedia.com/nyamplung

BPPD Jawa Barat,Kabupaten Ciamis


Sumarwan dkk,2004,sains biologi,Penerbit : Erlangga Jakarta
Http://www.google.com/nyamplung (terakhir dibuka 30 september 2011)