Anda di halaman 1dari 26

TELAAH JURNAL

CARDIO
Oleh : dr. Wendhy Pramana
2014

PENDAHULUAN

Post MI

AF New Onset

Patofisiologi
multifaktorial,
incomplete

Sulit untuk memprediksi

Adverse outcome
&
Mortalitas

Baru ada sedikit data


mengenai penyebab
kematian pada MI dengan /
tanpa AF

PENDAHULUAN

TUJUAN
Mengetahui apakah New Onset AF faktor
prediktor kematian pada pasien MI

Mengetahui penyebab umum kematian yang


berhubungan dengan New Onset AF pada
pasien paska MI

METODE PENELITIAN

Cohort retrospective
Desain
Studi

(Menggunakan data National Patient Registry)

Semua pasien usia 30 tahun,


Subjek hospitalisasi dengan diagnsosi MI
Penelitian (berdasar ICD-10) antara 1997-2009,
dengan new onset AF
Insidensi kematian pada MI dengan new onset
AF
Outcome
Primer Angka kematian akibat kejadian cardiovaskular,
non-cardiovaskular
Angka kejadian stroke (fatal/non-fatal), reinfark
(fatal-non fatal)

*Kriteria eksklusi : Pernah terdapat diagnosis AF sebelumnya

ANALISIS STATISTIK

Data deskriptif : Mean SD atau frekuensi (presentase)


Nilai prediksi kematian pada New Onset AF Cox
Regresi (dengan penyesuaian terhadap umur, jenis
kelamin, reinfark, farmakoterapi, komorbiditas)
Untuk mencegah time-to-event-bias analysis
landmark
Fix age adjustment

Increasing age adjustmen

Kemungkinan timbulnya AF pada post MI Cox regresi


multiple

ETHICS

Penelitian Retrospective dengan melihat registry


tak membutuhkan persetujuan etik di
Denmark
Penelitian ini telah disetujui
Danish Data Protection Agency

HASIL PENELITIAN

Baseline characteristic

Kovariabel penelitian

HASIL PENELITIAN

Insidensi New Onset AF paska MI

HASIL PENELITIAN

Insidensi outcome pada pasien dengan


dan tanpa AF

HASIL PENELITIAN

Perbandingan Insidensi mortalitas pada


pasien dengan dan tanpa new onset AF

HASIL PENELITIAN

Nilai prognosis New-onset AF terhadap


mortalitas dalam follow up 9 tahun

Fix Age adjustment

Increasing Age adjustment

DISKUSI

Kejadian New Onset AF pada MI

Insidensi AF pada pasien paska-MI lebih tinggi dibanding pada populasi


23,9 : 5-7 per 1000 person-years
(Frost et al., 2007)

Atrial Ischemia

MI
Pompa LV terganggu
Fokus pacing baru

LV filling pressure

Perubahan depolarisasi
& repolarisasi

LA pressure

Perubahan struktur miosit

DISKUSI

Kejadian All-Cause Mortality paska New Onset AF

All-cause mortality pada pasien new osnet AF pada


studi ini lebih tinggi dibanding pada populasi
173,9 : 2,84-3,54 per 1000 pasien-tahun
Mortalitas 1 tahun pada pasien paska-MI lebih tinggi dibanding
pasien
non-MI
(GUSTO I study., 1997)
OPTIMAAL study, 2005
Studi pendukung

TRACE study, 1999


VALIANT study, 2006

DISKUSI

Penyebab Kematian pada pasien MI dengan atau tanpa New Onset A

Peningkatan risiko all-cause mortality pada pasien MI dengan AF


(Pedersen et al., 2006)
Tidak ada data penyebab pasti kematian
Tidak meng-eksklusi pasien dengan riwayat AF sebelumnya
Dari studi ini

Pasien paska-MI dengan new onset AF risiko


kematian akibat STROKE dan RE-INFARK
OPTIMAAL study, 2005: kejadian AF dan disfungsi LV pada

Studi pendukung

pasien MI meningkatkan risiko kejadian


Stroke

GUSTO I study, 2006: kejadian AF pada pasien MI

meningkatkan risiko kejadian Stroke

Apakah kemudian pasien paska-MI dengan AF transien perlu antikoagulan ?

DISKUSI

Penyebab Kematian Non-CV pada pasien MI dengan New Onset AF

Pada studi ini, new onset AF berhubungan dengan


mortalitas non-kardiovaskular

AF

Regulasi detak jantung memburuk

Cardiac output

Penderita AF semakin rentan terhadap penyakit lain

DISKUSI

Peningkatan Mortalitas meskipun Terdapat penurunan


kejadian New Onset AF setelah discharge
Pada studi ini didapatkan peningkatan risiko
mortalitas tiap tahun, sejalan dengan peningkatan
umur
Didukung oleh adanya skoring pada CHA2DS2-VAScore yang
memberikan penilaian terhadap kompone umur > 75(Lip
th =
et2al., 2010)
Pada studi ini didapatkan penurunan kejadian
new onset AF tiap tahun, paska discharge

Respon atrial ischemia atau backward failure dari pompa LV yang sifatnya segera
Pasien yang paling buruk kondisinya meninggal terlebih dahulu, menyisakan pasien hidup
dengan risko AF yang rendah
(Tjandrawidjaja et al., 2005

KEKUATAN & KETERBATASAN

KEKUATAN
Periode follow up yang
panjang (10 tahun)
Register mencakup di
seluruh RS di Denmark
mencegah selection bias
Analisis statistik
disesuaikan berdasar
faktor confounder yang
potensial
Analisis menggunakan
propensity-score matched

KETERBATASAN
Register tidak mencakup
data klinis ataupun
komorbid yang lengkap,
terutama : hipertensi, EF,
Gagal jantung
Diagnosis AF didasarkan
admisi masuk RS karena
AF, atau pun penyakitlain
yang disertai AF
menyisakan episode
paroxisimal AF yang tidak
memerlukan mondok
underestimate kejadian
AF

KESIMPULAN

Pasien MI dengan new onset-AF meningkatkan


risiko mortalitas secara umum, terutama
karena mortalitas kardiovaskular
New onset AF harus dimonitor dan diterapi
berdasar penyakit mendasari sesegera
mungkin.

Telaah Kritis Jurnal


Prognosis

APAKAH HASILNYA VALID ?


1. Apakah ada sampel pasien yang representatif dan
didefinisikan secara jelas pada titik yang sama dalam
perjalanan penyakit ?

Tidak, karena pada studi ini tidak didefiniskan secara jelas


jenis MI yang terjadi, apakah ST elevasi atau non ST-elevasi,
dan tidak dijelaskan mengenai terapi terhadap masingmasing MI tersebut, apakah intervensi ataukah tidak.

Telaah Kritis Jurnal


Prognosis

2. Apakah follow-up lengkap dan cukup lama ?


YA, selama 9 tahun, pada periode th 1997-2009
3. Apakah digunakan kriteria outcome objektif dan tidak
berbias ?

YA, outcome jelas, yakni mortalitas

Telaah Kritis Jurnal


Prognosis

4. Apakah ada penyesuaian terhadap faktor prognostik yang


penting ?

YA, disesuaikan terhadap faktor yang berpotensi menjadi


faktor confounder seperti : umur, jenis kelamin, terapi medis,
komorbiditas

Telaah Kritis Jurnal


Prognosis

APAKAH HASIL PENELITIAN INI PENTING ?


1. Bagaimanakah gambaran outcome menurut waktu ?

Outcome mortalitas meningkat sejalan dengan tahun

Telaah Kritis Jurnal


Prognosis

2. Seberapa tepat perkiraan prognosis ?

Ketepatan perkiraan prognosis digambarkan dengan nilai


interval kepercayaan (95% IC). Pada analisa mortalitas yang
disesuaikan dengan fix-aged adjustment, terdapat
kepercayaan yang cukup bermakna sebab tidak terdapat
nilai 1 dalam rentang interval kepercayaan

Telaah Kritis Jurnal


Prognosis

APAKAH HASIL PENELITIAN DAPAT DIAPLIKASIKAN ?


1. Apakah pasien dalam penelitian ini serupa dengan pasien
kita ?
YA, memperhatikan karakteristik
demografi dan karakterisrtik klinik
subjek pada penelitian, maka
penelitian ini serupa dengan pasien
kita

Telaah Kritis Jurnal


Prognosis

2. Apakah hasil penelitian membantu dalam keputusan


pemilihan terapi ?
Tidak, penelitian ini hanya bersifat memberikan
kewaspadaan kepada klinisi bahwa kejadian AF pada pasien
MI merupakan suatu prognostik yang jelek sehingga
diperlukan monitor dan terapi terhadap penyakit yang
mendasarin
3. Apakah hasil penelitian berguna untuk konseling pada
penderita atau keluarganya ?
YA, sangat berguna untuk memberikan kewaspadaan
kepada keluarga pasien trkait prognosis pasien


TERIMAKASIH
MOHON ASUPAN