Anda di halaman 1dari 22

PELAYANAN KESEHATAN

DAERAH TERTINGGAL, PERBATASAN


DAN KEPULAUAN

Direktorat Bina Kesehatan Komunitas


Direktur Jenderal Bina Kesehatan
Masyarakat
Departemen Kesehatan RI
01/28/15

DTPK

LATAR BELAKANG
Sehat adalah Hak Azasi
Indonesia sebagai negara Kepulauan t,a Pulau besar dan
pulau kecil ( lebih 17 ribu Pulau)
Banyak wilayah yang berbatasan dg kedaulatan negara
tetangga baik laut maupun daratan termasuk pulau-pulau
kecil terluar
Pembangunan belum merata masih terjadi kesenjangan di
banyak daerah
Dari segi geografis masih banyak daerah yang sulit
dijangkau dg sarana transportasi yang ada atau
menghadapi hambatan karena cuaca, iklim sehingga
menyebabkan keterpencilan dan keterisoliran suatu
daerah/wilayah
Masih banyak daerah memiliki penduduk yg belum
bersosialisasi ( komunitas Adat Terpencil/ Masyarakat
Terasing
01/28/15

DTPK

KEADAAN dan MASALAH (1)


1.

Diseluruh Indonesia terdapat 7550 Puskesmas,


22.002 Pustu, 6.132 Pusling. Namun jangkauan /
pemanfaatan dan kualitas pelayanan di daerah
tertinggal/terpencil, perbatasan dan kepulauan
masih terbatas.

2.

Terdapat 36 juta penduduk miskin, ditambah


hampir miskin menjadi 60 juta, 199 Kab/Kota
tertinggal daerah, perbatasan 40 Kab/Kota ,
Pulau-Pulau Kecil terluar yg berbatasan dg negara
tetangga 92 buah
01/28/15

DTPK

KEADAAN dan MASALAH (2)


3.

Sebagian besar kab/kota tertinggal, terpencil,


kepulauan, dan perbatasan penduduknya
miskin,termasuk komunitas adat terpencil yg
tingkat ekonomi dan pendidikannya rendah.

4.

Kondisi tersebut diperberat karena sebagian besar


wilayah tersebut mempunyai geografis,
transportasi, komunikasi yang sulit, dan biaya
hidup tinggi

01/28/15

DTPK

KEADAAN dan MASALAH (3)


5. Kondisi spesifik lain :

a. Daerah terpencil
Masalah utama adalah sarana transport
dan wilayah terisolir.

b. Daerah Kepulauan :
Memerlukan sarana transport
perairan, dan tergantung musim.
c. Daerah perbatasan :
beranda depan negara, ada masalah kesehatan
akibat lalulintas keluar masuk orang dan
barang antar negara.
01/28/15

DTPK

KEADAAN dan MASALAH (4)


6.
7.
8.

Status kesehatan dan cakupan pelayanan


kesehatan di daerah tersebut masih rendah.
Masyarakat secara umum belum mempunyai
pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan
lingkungan yang baik.
Fasilitas yankes / pusk. belum dapat optimal :
Gedung banyak yang rusak.
Alat kesehatanyang kurang.
Sepeda motor, pusling tidak berfungsi.
Tenaga kurang dan sulit penempatan.
Terbatasnya biaya operasional.
01/28/15

DTPK

Pelayanan Kesehatan daerah tertinggal


Perbatasan,dan kepulauan

URGENSI :

Pemenuhan hak dasar masyarakat (UUD 1945)


Peningkatan kualitas SDM (peringkat IPM Indonesia ke112 dari 163 negara tahun 2003)
Pemerataan Pembangunan Kesehatan
National Security (perbatasan)

PENINGKATAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT


01/28/15

DTPK

Tujuan
Meningkatkan jangkauan, pemerataan
dan kualitas pelayanan kesehatan kepada
masyarakat yang tinggal di daerah
tertinggal/terpencil, perbatasan dan
kepulauan termasuk komunitas adat
terpencil

01/28/15

DTPK

PENGUTAMAAN DEPKES
2005 - 2009
PELAYANAN GAKIN
PROMOSI KESEHATAN BERSKALA
NASIONAL
PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR,
DAN GIZI BURUK
PENANGGULANGAN MASALAH
KESEHATAN AKIBAT BENCANA
PEMBANGUNAN KESEHATAN DI DAERAH
TERPENCIL, DAERAH TERTINGGAL, DAN
DAERAH PERBATASAN.
PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN
01/28/15

DTPK

PRIORITAS
PEMBANGUNAN KESEHATAN
2005 - 2009

PEMBANGUNAN KESEHATAN DI
DAERAH TERTINGGAL, PERBATASAN
DAN KEPULAUAN

01/28/15

DTPK

10

KEBIJAKAN (1)
1. Pembangunan/pelayanan kesehatan di
daerah tertinggal/terpencil, kepulauan,
perbatasan dilaksanakan secara menyeluruh
baik UKM dan UKP melalui Puskesmas dan
jaringannya yang didukung rujukannya.
2. Upaya kesehatan Puskesmas di daerah
tertinggal/terpencil, kepulauan dan
perbatasan sesuai dengan kebijakan dasar
Puskesmas dengan penyesuaian kondisi
setempat.

01/28/15

DTPK

11

KEBIJAKAN (2)
3. Upaya Kesehatan Puskesmas di daerah
tertinggal/terpencil, kepulauan,
perbatasan diarahkan pada
pengembangan fasilitas puskesmas
(gedung, tenaga, alat,
sarana/prasarana, manajemen,
anggaran), program kesehatan
(prioritas utama, prioritas nasional
lain, prioritas daerah), pemberdayaan
individu/keluarga/masyarakat termasuk
LSM dan swasta.
01/28/15

DTPK

12

KEBIJAKAN (3)
4. Upaya kesehatan puskesmas di daerah
tertinggal/terpencil, kepulauan,
perbatasan dikembangkan berdasarkan
kondisi dan masalah setempat serta
sumber daya yang dimiliki.
5. Upaya kesehatan masyarakat di daerah
tertinggal/terpencil, kepulauan,
perbatasan didorong sebagai prakarsa
Kab/Kota dengan dukungan tingkat
propinsi dan pusat.
01/28/15

DTPK

13

KEBIJAKAN (4)
6. Upaya kesehatan puskesmas didaerah
tertinggal/terpencil, kepulauan dan
perbatasan didorong dengan meningkatkan
kemandirian dan kemampuan masyarakat
menolong dirinya sendiri dalam bidang
kesehatan.
7. Upaya kesehatan puskesmas di daerah
tertinggal/terpencil, kepulauan, perbatasan
dilaksanakan dengan melibatkan lintas
program dan sektor yang berhubungan.

01/28/15

DTPK

14

Sasaran Prioritas
Pengembangan Yankes Daerah
Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan
Daerah Perbatasan
20 Kabupaten di 7 propinsi ( Kepri, Kalbar,
Kaltim, NTT, Sulut, Maluku Utara, dan Papua)
Pulau Pulau Kecil Terluar (99 Pulau)
5 Pulau Kecil terluar ( Wetar, Miangas,
Marore, Morotai dan Rupat)
Daerah Tertinggal ( 199 Kabupaten)
Kab memiliki daerah terpencil
01/28/15

DTPK

15

Strategi
Pengembangan Yankes
Pembangunan Sarana Kesehatan Baru
( Puskesmas dan Jaringannya termasuk
PKD)
Revitalisasi Puskesmas
Pembentukan Mobile Tim (Brigade
Pelayanan Kesehatan daerah Terpencil)

01/28/15

DTPK

16

BRIGADE PELAYANAN KESEHATAN


DAERAH TERPENCIL
PENGERTIAN
adalah tim kesehatan terpadu yang bertugas
menyelenggarakan pelayanan kesehatan di daerah
terpencil
KEDUDUKAN
aparat Dinas Kesehatan kabupaten ( jabatan fungsional)
diterbitkan SK Khusus
TATA KERJA

perangkat Dinas Kesehatan kabupaten


dalam melakUkan pekerjaan koordinasi dg Puskesmas
bertanggung jawab kepada kepala dinas kesehatan kab

BASE CAMP
Dinas Kesehatan Kabupaten
01/28/15

DTPK

17

BRIGADE PELAYANAN KESEHATAN


DAERAH TERPENCIL
KOMPOSISI TENAGA
Dokter, Bidan, Perawat, Gizi, Sanitarian, lainnya

MODEL PELAYANAN
Tempat pelayanan adalah daerah terpencil yang blm tersedia
sarana kes atau daerah terpencil yg sarana kes yg ada tdk
mampu
Pelayanan dilakukan mel kunjungan ke lokasi secara periodik
dan berkesinambungan
Pelayanan berpindah dari satu lokasi ke Lokasi lain
Siklus disesuaikan dengan kondisi minimal 3 bulanan
Dpt menggunakan sarana transport yang dimiliki atau
sewa/carter ( doble gardan, boat,pesawat dll)
Jenis pelayanan minimal sama dg Puskesmas
01/28/15

DTPK

18

BRIGADE PELAYANAN KESEHATAN


DAERAH TERPENCIL
PEMBIAYAAN
Operasional, perdiem, bahan kontak, bahan
pengaman,
Obat dan bahan habis pakai menggunakan yg ada di
gudang farmasi kab

DUKUNGAN DANA

APBD KABUPATEN
APBD PROPINSI
APBN PUSAT
SUMBER LAIN
01/28/15

DTPK

19

Menu Kegiatan Dekonsentrasi dan


Tugas Perbantuan
Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat
meliputi kegiatan :
Koordinasi Perencanaan tk Propinsi ( Pusat, propinsi dan
Kabupaten/Puskesmas)
Advokasi dan sosialisasi
Konsultasi teknis program dan manajemen
Operasional pelayanan kesehatan
Puskesmas dan jaringannya
Mobile Tim kabupaten

Pengadaan sarana transport, komunikasi dan informasi


Pengadaan bahan kontak pelayanan pada Komunitas adat
terpencil
Evaluasi Program
01/28/15

DTPK

20

Menu Kegiatan Dekonsentrasi dan


Tugas Perbantuan
Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Masyarakat meliputi kegiatan :
Penyediaan Tenaga Kesehatan yg berkompeten
Penyediaan sarana dan Prasarana Pelayanan
kesehatan
Peningkatan Manajemen
Pemenuhan obat dan Logistik
Pelatihan-pelatihan teknis program
Pembinaan,Bimbingan Teknis Program dan
Manajemen
01/28/15

DTPK

21

01/28/15

DTPK

22