Anda di halaman 1dari 2

Proposal Pengembangan Sistem Akuntansi

Sistem merupakan suatu jaringan prosedur yang dibuat sesuai dengan pola yang
terpadu untuk melaksanakan kegiatan yang berulang-ulang di dalam suatu organisasi.
Sedangkan prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa
orang dalam satu atau lebih departemen yang dibuat untuk menjamin penanganan secara
seragam transaksi atau kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang.
Penyusunan sistem dimaksudkan untuk menciptakan pengendalian internal yang kuat
yaitu :
1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas.
2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang
cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.
3. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
4. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya.
Pengembangan Sistem Akuntansi dilaksanakan melalui tiga tahap utama yaitu:
1. Analisis sistem (system analysis)
2. Desain sistem (system design)
3. Implementasi sistem (system implementation).
1.

Analisis Sistem : Analisis sistem membantu pemakai informasi dalam


mengidentifikasi informasi yang diperlukan oleh pemakai untuk melaksanakan
pekerjaannya terdiri dari :
a) Analisis Pendahuluan : Analisis sistem mengumpulkan informasi untuk
memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perusahaan kliennya.
b) Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem : Untuk mempertemukan
pikiran pemakai informasi dengan analis sistem mengenai pekerjaan
pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan oleh analis sistem
untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi.
c) Pelaksanaan Analisis Sistem : Didasarkan pada rencana kerja yang dituangkan
dalam Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem. Beberapa langkah yang dilakukan
dalam melaksanakan analisis sistem adalah :
Analisis Laporan yang Dihasilkan Sistem Sekarang
Menganalisis Transaksi
Mempelajari Catatan Pertama
Mempelajari Catatan Terakhir

2.

Desain Sistem

Dalam tahap desain, analis sistem memberikan tiga macam dokumen tertulis yang
diserahkan kepada pemakai informasi:
a). usulan desain sistem secara garis besar
b). laporan final desain sistem secara garis besar
c). laporan final desain sistem secara rinci.
Berbagai dokumen tertulis terebut digunakan oleh analis sistem untuk menyajikan dan

menawarkan desain sistem bagi pemakai informasi.


Tahapan desain sistem dibagi menjadi lima tahap:
1). Desain sistem secara garis besar
2). Penyusunan usulan desain sistem secara garis besar
3). Evaluasi sistem
4). Penyusunan laporan final desain sistem secara garis besar.
5). Desain sistem secara rinci
6). Penyusunan Laporan final desain sistem secara rinci
3. IMPLEMENTASI SISTEM
Dalam tahap implementasi sistem, analis sistem membuat dokumen tertulis yang disebut
Laporan Final Implementasi Sistem. Laporan ini berisi dua bagian: rencana
implementasi sistem dan hasil implementasi sistem.
Pendekatan konversi yang dapat digunakan analis sistem dalam mengkoversi sistem lama
dengan sistem baru adalah: a). langsung, b). paralel, c). modular atau pilot project dan
phase-in.
a), Persiapan implementasi sistem
b). Pendidikan dan pelatihan karyawan
c). Konversis sistem
Perubahan sistem lama ke sistem baru memerlukan pendekatan konversi tertentu.
Terdapat empat pilihan utama pendekatan yang digunakan untuk mengubah sistem lama
ke sistem baru, yaitu konversi: langsung, paralel, pendekatan modular dan phase-in.
- Konversi langsung
Adalah implementasi sistem abru secara langsung dan mengehentikan segera pemakaian
sistem lama.
- Konversi paralel
Adalah implementasi sistem baru secara bersamaan dengan pemakaian sistem
lama selama jangka waktu tertentu.
- Konversi Modular
Sering disebut pendekatan pilot project, adalah implementasi sistem baru
ke dalam organisasi secara sebagian-sebagian
- Konversi Phase-In
Adalah mirip dengan konversi modular. Beda yang ada diantara keduanya adalah terletak
pada konversi modular membagi organisasi untuk implementasi sistem baru, sedangkan
pada konversi phase in yang dibagi adalah sistemnya sendiri.