Anda di halaman 1dari 7

21

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan studi penelitian analitik dengan desain penelitian
yang digunakan adalah case control.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
B.1.Tempat
Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kampung Dalam, Kecamatan
Pontianak Timur, Kotamadya Pontianak.
B.2.Waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2013 sampai April 2014.
Tabel 3.1 Waktu Penelitian
BULAN/MINGGU KE
NO.

KEGIATAN

September

Januari

Maret

April

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.

Pembuatan Usulan
Penelitian
Pengambilan Data

3.

Pengolahan Data

4.

Penyajian Hasil

C. Populasi dan Sampel


C.1.Populasi

22

Populasi dalam penelitian ini antara lain:


1. Populasi target
Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru di
Puskesmas

Kampung

Dalam,

Kecamatan

Pontianak

Timur,

Kotamadya Pontianak.
2. Populasi terjangkau
Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah:
a. Populasi kasus
Populasi kasus pada penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru
yang merokok di Puskesmas Kampung Dalam, Kecamatan
Pontianak Timur tahun 2012.
b. Populasi kontrol
Populasi kontrol pada penelitian ini adalah pasien TB paru yang
tidak merokok di Puskesmas Kampung Dalam, Kecamatan
Pontianak Timur tahun 2012.
C.2.Sampel
Sampel yang diteliti pada penelitian ini adalah pasien TB paru yang
merokok dan pasien TB paru yang tidak merokok di Puskesmas Kampung Dalam,
Kecamatan Pontianak Timur tahun 2012 yang memenuhi kriteria sampel. Sampel
dipilih dengan cara pemilihan sampel tidak berdasarkan peluang (non-probability
sampling), jenis yang digunakan adalah consecutive sampling dimana seluruh
sampel yang memenuhi kriteria sampel penelitian dimasukkan ke dalam
penelitian.22

D. Kriteria Sampel
D.1.Kriteria inklusi
a. Pasien TB paru kasus baru BTA positif.
b. Pasien TB paru yang bukan perokok pasif.
D.2.Kriteria eksklusi
a. Penderita TB paru dengan HIV/AIDS, diabetes mellitus, penyakit paru
obstruktif paru (PPOK).
b. Penderita TB paru yang tidak berobat secara teratur.
c. Penderita TB paru yang mengkonsumsi minuman beralkohol.

23

d. Pasien TB paru yang telah pindah dan tidak tinggal di wilayah kerja
Puskesmas Kampung Dalam
e. Pasien TB paru yang telah meninggal dunia
f. Pasien TB paru yang alamatnya kurang jelas dan tidak dapat ditelusuri
E. Variabel Penelitian
E.1.Variabel bebas
Variabel bebas (faktor risiko) dalam penelitian ini adalah perilaku
merokok yang dinilai dari hasil kuesioner yang diisi oleh pasien.
E.2.Variabel terikat
Variabel terikat (efek) dalam penelitian ini adalah penyakit tuberkulosis
paru yang dinilai dari anamnesis dan pemeriksaan fisik dokter spesialis paru
dengan ditunjang hasil rontgen dada AP atau pemeriksaan sputum BTA.

F. Definisi Operasional
Tabel 3.2 Definisi Operasional

24

No.
1.

2.

Cara
Pengukuran

Variabel

Definisi Operasional

Kebiasaan
Merokok

Definisi yang ditetapkan


menurut the Diagnostic
and Statistical Manual
of Mental Disorders,
fourth edition (DSMIV), perilaku merokok
berarti orang yang telah
merokok minimal satu
tahun dan per hari
minimal satu batang23.
Pasien yang tidak
memenuhi kriteria pada
perilaku merokok
digolongkan ke dalam
perilaku tidak merokok.

Kuesioner

Pengubahan (konversi)
sputum BTA adalah
mengubah (konversi)
hasil pemeriksaan
hapusan sputum BTA
penderita TB paru BTA
positif menjadi BTA
negatif setelah
menjalani masa
pengobatan menubi
(terapi intensif)1.

Data
Rekam
Medis

Konversi
Sputum

Hasil Ukur atau


Kategori
1. Responden
kasus

Pasien TB paru
yang tidak merokok
(kontrol)

Nominal

2. Responden
kontrol

Ordinal

G. Alur Penelitian

Pasien TB paru yang


merokok (kasus)

Skala
Pengukuran

Informed Consent
Pengisian Kuesioner
dan Observasi

25

Pengolahan Data
Gambar 3.1 Alur Penelitian

Penyajian Hasil

H. Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berasal dari data primer berupa
hasil pengisian kuesioner oleh responden penelitian dan data sekunder berupa data
jumlah penderita TB paru di Puskesmas Kampung Dalam, Kecamatan Pontianak
Timur, Kotamadya Pontianak.
I. Instrumen penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa data rekam medis
pasien TB Paru dari puskesmas dan kuesioner, dimana pengisiannya didahului
dengan informed consent dari pasien maupun keluarganya. Kuesioner yang
digunakan adalah kuesioner baku yang telah digunakan oleh Hie Sukiyanto
(2010).

J. Pengolahan, Analisis dan Penyajian Data


J.1.Pengolahan data
Tahap-tahap pengolahan data adalah sebagai berikut:24
1. Pemeriksaan data isian pada instrumen penelitian (Editing)
Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh
telah terisi semua dengan lengkap serta diperiksa kebenaran kuesioner,
kalau ternyata masih ada data atau informasik yang tidak lengkap, dan
tidak mungkin dilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tersebut
dikeluarkan (drop out).
2. Pemberian kode (Coding)
Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan
pemberian kode (coding), yaitu mengubah data berbentuk kalimat atau
huruf menjadi data angka atau bilangan. Pemberian kode (coding) ini
sangat berguna dalam memasukkan data (data entry).
3. Memasukkan data (Data Entry)

26

Data dalam bentuk kode selanjutnya diolah menggunakan program


komputer.
4. Pengelompokkan (Tabulating)
Membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian atau yang
diinginkan peneliti.
J.2.Analisis data
1. Analisis Univariat (Analisis Deskriptif)
Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
karakteristik setiap variabel penelitian. Bentuk analisis univariat
tergantung dari jenis datanya. Pada umumnya dalam analisis ini hanya
menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel.
2. Analisis Bivariat
Setelah dilakukan analisis univariat, akan diketahui karakteristik atau
distribusi setiap variabel dan dapat dilanjutkan analisis bivariat.
Analisis bivariat dilakukan untuk menilai hubungan antara kebiasaan
merokok dengan konversi sputum. Uji hipotesis yang digunakan pada
penelitian ini adalah uji Chi Square dan jika tidak memenuhi syarat,
digunakan uji Fisher.
Nilai yang digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan dua
variabel adalah nilai p. Dasar pengambilan kesimpulan berdasarkan
pada tingkat signifikan (nilai p) yaitu jika nilai p>0,05; maka hipotesis
penelitian ditolak dan nilai p<0,05; maka hipotesis penelitian diterima.
Interpretasi hubungan faktor resiko dengan efek pada penelitian ini
menggunakan Odds Ratio (OR). Besar nilai OR ditentukan dengan
rumus OR = a.d/b.c dengan interval kepercayaan (IK) 95%.
1. Bila OR>1, interval kepercayaan (IK) tidak mencakup nilai 1,
menunjukkan bahwa faktor yang diteliti merupakan penyebab atau
faktor resiko
2. Bila OR>1, interval kepercayaan (IK) mencakup nilai 1,
menunjukkan bahwa faktor yang diteliti adalah bukan faktor
resiko
3. Bila OR<1, menunjukkan bahwa faktor yang diteliti merupakan
faktor protektif
Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel 2x2 untuk
memperoleh besar resiko (Odds Ratio/OR) paparan terhadap kasus.

27

Tabel 3.2 Tabel 2x2 Analisis Data


Kasus

Kontrol

Jumlah

Faktor resiko (+)

a+b

Faktor resiko (-)

c+d

Jumlah

a+c

b+d

a+b+c+d

Keterangan:
A = kasus yang mengalami pajanan
B = kontrol yang mengalami pajanan
C = kasus yang tidak mengalami pajanan
D = kontrol yang tidak mengalami pajanan
J.3.Penyajian data
Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan tekstual.
K. Etika Penelitian
Pengumpulan data pada penelitian ini didahului dengan informed consent
ke pasien dan mengatakan kepada pasien bahwa data yang diisi akan dijamin
kerahasiaannya. Bila pasien menolak ataupun keluarga pasien yang karena alasan
apapun meminta pasien untuk tidak mengisi kuesioner, maka pengisian kuesioner
tidak dilakukan.
Pasien yang terpilih melalui kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang tidak
bisa membaca dan menulis dapat difasilitasi pengisiannya oleh keluarga pasien
bila pasien mau mengisi kuesioner yang dimaksud. Penelitian akan dilakukan
setelah disetujui oleh komite etika penelitian Fakultas Kedokteran Universitas
Tanjungpura.