Anda di halaman 1dari 3

PERTEMANAN ITU SEGALANYA

Teman adalah segalanya , karena teman kita bisa meminta


pertolongan dan kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa
bantuan dari orang lain.Kita itu hidup berdampingan , walaupun ada
cacian ada fitnahan dan ada kesaalahpahaman , tetapi jika kita menjalani
itu semua dengan hati sabar dan senyuman , pasti akan menjadi pribadi
yang baik.
Namaku Anita,dan aku berumur 15 tahun.Aku adalah mahasiswi SMA
di salah satu sekolah swasta di Medan.Pagi hari di jam 6 pagi aku
berangkat ke sekolah kerena jarak sekolah yng begitu jauh dari
rumah.Dan aku harus menggunakan angkutan umun sehingga dapat
sampai ke sekolah dan tidak terlambat.
Bell pun berbunyi menandakan masuk ke kelas.Aku dan teman-teman
segera masuk ke kelas dengan antusias dan rapih.Ibu guru memasuki
ruangan kami dan tidak lupa menyapa kami seperti biasanya,selamat
pagi semuanya,sapa guru kepada kami semuanya.Selamat pagi
bu,jawab kami serentak.Dan kami pun memulai proses belajar mengajar
kami seperti biasanya.
Bell jam istirahat pun berbunyi.Saat istirahat,aku dan sahabatku
Dessy pergi bersama ke kantin.Dan kami pun ngobrol kesana
kemariseperti biasanya.Dess nanti sepulang sekolah kita nyapu ya,,kita
ajak teman teman yang lain,pinta ku kepada Dessy. Baiklah,,nanti kita
ajak teman-teman yang lain,jawab Dessy.
Singkat cerita,bell pulang sekolah pun berbunyi.Aku dan Dessy
beserta teman teman yang lainnya membagi tugas untuk membersihkan
ruang kelas kami.Saat membersihkan ruangan , aku berbicara kepada
Dessy ,Dess nanti setelah selesai menyapu,kita makan di tempat bisa
ya?Ada makanan baru lho di sana,tadi aku juga mengajak kak Dewi buat
makan bareng.Nanti aku yang traktir deh.pintaku ke Dessy. Okee,,pasti
seru,kalau gitu kita harus membersihkan ruangan ini dengan cepat.Kan
kasian juga kak Dewi nunggu kelamaan nantinya.jawab Dessy dengan
penuh semangat.
Setelah pekerjaan kami selesai,kami langsung bergegas untuk pergi
ke tempat makan tersebut.Sesampainya di sana,kami sudah meliat kak
Dewi yang nampaknya sudah lama menunggu kami.Tanpa basa-basi lagi ,
kami langsung memesan makanan yanga sesuai selera kami.
Pak , nasi gorengnya 3 ya ! pesan kak Dewi kepada pelayan.
Baik mbak, kata pelayan . (pesanan tersebut sudah tersaji di
hadapan kami)

Kami pun menyantap makanan kami dan becandaan seperti yang


sering kami lakukan seperti biasanya.Setelah selesai makan aku pun akan
memenuhi janjiku kepada Dessy.Aku yang membayar makanan ini ya !
kata ku kepada Dessy dan Dessy pun tersenyum kegirangan.
Eeiiisshh,,,kok Anita baik sekali ya hari ini , mau traktir kami kata
kak Dewi sambil mengejek.
Eehhhhh,,,Tentu dong ! aku kan emank baik dari dulunya.
Jawabku sambil tertawa. (Dan Kak Dewi pun beranggapan bahwa aku
serius )
Setelah aku membayar makanan kami , aku dan kak Dewi langsung
pulang karena hari sudah petang. Sementara itu Dessy masih asyik
memakan nasi gorengnya. Didalam perjalanan, aku dan kak Dewi ngobrol
basa basi seperti biasanya. Tiba tiba kak Dewi mengatakan Aku lupa
membayar makananku, aku fikir kamu tadi serius belanjain aku.kata kak
Dewi.Saat itu aku sangat takut. Aku takut kalau pelayan itu akan menagih
bayaran sma Dessy. Dan apa yang aku takutin itu semuanya terjadi.
Setelah sesampainya di rumah, aku ingin mengirim pesan kepada Dessy.
Tetapi aku takut Dessy tidak merespon pesanku. Tiba-tiba pesan masuk
dari Hp ku. Dan itu pesan dari Dessy dan itu berisi amarah Dessy kepada
ku. Aku sangat kaget membaca pesannya itu. Setelah aku membaca
pesan tersebut,aku membalas pesannya dengan permintaan maafku
sama Dessy. Tapi Dessy tidak merespon pesanku itu.
Keesokan harinya, aku tiba di sekolah. Setiap aku melangkah ,
hanya perasaan takut dan bimbang yang ada di benakku. Aku selalu
bertanya tanya kepada diriku.Bagaiman jika nanti Dessy marah kepadaku?
Bagaiman jika nanti dia tidaj ingin lagi berteman denganku, karena dia
beranggapan bahwa aku adalah seorang yang suka ingkar janji. Bagaiman
jika dia tidak ingin mendengar penjelasan dariku? Bell masuk kelas pun
berbunyi. Setelah semuanya masuk ke ruangan, tiba tiba Dessy datang
dan mukanya terlihat cemberut dan ingin marah. Bahkan dia tidak ingin
melihat wajahku lagi. Dia juga menyindir-nyindir aku di hadapan teman
teman di kelas. Aku hanya bisa diam, karena aku berfikir bahwa aku juga
punya salah sama dia dan dia pantas untuk marah sama aku. Tetapi dia
tidak pantas berkata seperti itu di hadapan teman teman kelasku hanya
gara gara masalah kecil ini.
Aku pun akhirnya pergi ke kelas kak Dewi, supaya kak Dewi bisa
ngejelasin kesalahpahaman ini. Aku tidak tahan mendengar sindiransindiran yang keluar dari mulut sahabat aku sendiri. Aku berusaha untuk
tetap sabar dan mengingat kejadian kejadian yang menyenangkan saat
kulalaui bersama sahabatku Dessy. Aku berusaha untuk memahami
bagaiman sifat sahabatku sendiri. Aku sangat sedih, dan ingin sekali
rasanya melampiaskan amarahku yang kupendam selama ini sama
sahabatku Dessy. Tetapi aku tidak bisa dan aku tak sanggup karena Dessy
adalah sahbatku sendiri.

Tetapi aku menyadari semua itu, aku juga punya kesalahan kepada
Dessy. Baik buruknya sahabt itu, dia akan menjadi sahabat yang terbaik
dalam hidupku. Dia yang pernah membuat aku tersenyum dan tertawa.
Dia yang selalu membuat aku bersedih dan menangis. Dia yang selalu ikut
dalam suka maupun dukaku. Dia telah memberiku pelajaran hidup yang
berarti bagi ku.
Pertemanan kita takkan pernah sia sia walaupun perpecahan dan
sering kali menggoreskan rasa sakit di hatiku, tetapi semua itu sudah
kujalani dengan penuh kesabaran dan senyuman dan berbuah menjadi
pertemanan yang tak terlupakan.

SELESAI